Chapter 4

Disclaimer : Masashi kishimoto

.

.

Rate : T

.

.

Warning : Berantakan, ooc,typo,aneh,dll

.

.

Summary: Naruto Uzumaki, seorang siswa pindahan dari Suna. Ia seorang yatim piatu semenjak smp. Dan ia merupakan siswa yang cerdas dan tampan. Seperti apa pengalamanya di sekolah barunya, Konoha High School?.

.

.

Chapter sebelumnya :

'Ma-ma- MAYAT HIDUP'

...

'.. Hai minna, perkenalkan nama saya Si Shimura.'

...

'Oh ya, Hinata, bukankah kita mendapat tugas kelompok dari Akuma sensei ?...'

...

'Permisi, permisi, Hinata.'

...

'Hantu itu ingin mencekikmu nii-san.''

.

.

Naruto duduk disofa sambil menunggu Hinata datang dan menunggu Hanabi yang sedari tadi belum nampak batang hidungnya. Padahal ia sudah haus sekali.

''Eh, Na-Naruto-kun''

Naruto memalingkan wajahnya kekanan untuk mencari tau siapa yang memanggilnya.

''Oh, Hinata. Kau sudah selesai mandi ?'' Pertanyaan Naruto dijawab anggukan pelan oleh Hinata.

''Na-Naruto-kun kenapa datang siang-siang ? Bukankah kita akan mengerjakan nanti sore.'' tanya Hinata setelah duduk disofa depan Naruto.

''Bukankah mengerjakan lebih cepat lebih bagus?''

''Be-benar juga '' pendapat Naruto disetujui Hinata.

''Yah, kalau aku ikut kamu saja, ingin sekarang atau nanti sore, atau nanti malam.'' kata-kata Naruto yang terakhir membuat muka Hinata memerah, karena ia memikirkan hal-hal aneh.

''Maaf Naru-nii, kalau nii-san menunggu lama.'' Hanabi datang setelah sekian lama Naruto menunggu kedatangan segelas air putih.?

''Tidak masalah.''

''Hanabi, kenapa kau hanya memberikan air putih?'' tanya Hinata.

''Tapi Naru-nii sendiri yang minta nee-chan, benarkan Naru-nii ?'' kata dan tanya Hanabi setelah duduk disebelah Hinata.

''Ya, aku sendiri yang memintanya.'' Jawab Naruto.

'Naru? Naru-nii? Sejak kapan Hanabi akrab dengan Naruto?'' batin Hinata penasaranmengapa Hanabi memanggil Naruto hanya dengan nama kecilnya.

''Um, Na-Naruto-kun, sebaiknya kita mengerjakan sekarang saja.'' kata Hinata

''Baiklah.''

''Ki-kita mengerjakan didalam ka-kamarku saja Na-Naruto-kun.''

Naruto menegang setelah mendengar perkataan Hinata.

''Aku ikut nee-chan. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Hinata-nee, nanti Naru-nii melakukan hal yang tidak-tidak kepada nee-chan. Setelah itu Hinata-nee mendesah 'ahhh nha-Naruthoh-khun, lebih cephat, ahhh..ah..a-ku ke-LUAR NARUT-KUN'. Nah, jika seperti itu bagaimana? Lebih baik aku ikut kekamar nee-chan agar nee-chan aman.''

Wajah Naruto dan Hinata sama-sama memerah. Mereka membayangkan bagaimana jika hal itu terjadi.

''Ba-baiklah, Hanabi, kau boleh i-ikut.'' kata Hinata sambil menuju kekamarnya diikuti Naruto dan Hanabi.

.

.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Hinata, Hanabi dan Naruto duduk disofa ruang tamu sambil ngobrol sekalian bercanda.

''Ha-Hanabi, kenapa kamu seperti sudah akrab dengan Naruto-kun?'' Hinata bertanya kepada Hanabi

''Oh...itu..begini...''

Hanabi menceritakan awal pertemuan dirinya dengan Naruto.

''A-arigato Na-Naruto-kun, kau sudah menyelamatkan Hanabi dari para preman itu.'' Hinata berterimakasih kepada kepada Naruto.

''Tidak masalah, sesama manusia kita harus saling membantu kan?''jawab Naruto disertai cengiran.

''Tapi kami berdua ini han...''

''Sudahlah Hanabi, kau jangan menakutiku.'' candaan Hanabi terpotong oleh suara Naruto.

''Mou.. Nii-san, aku kan hanya bercanda.''kata Hanabi sambil nengerucutkan biburnya dan mengembungkan pipinya.

Cklek

pintu terbuka menampilkan lelaki paruhbaya yang dengan muka berwibawa memasuki rumah tersebut.

''Tou-chan.'' kata Hanabi girang dan berlari memeluk lelaki tersebut yang ternyata ayahnya Hinata dan Hanabi bernama Hiashi Hyuuga.

Naruto berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada sang pemilik rumah.

''Lama tak bertemu ya, Naruto?''

''Yah begitulah Ji-san.'' Naruto membalas perkataan Hiashi disertai cengiran.

''Eh, kalian sudah saling kenal?''Hanabi bertanya kepada Naruto dan Hiashi.

''Begitulah. Mau aku caritakan? '' Hiashi bertanya dengan muka berwibawanha kepada Hinata dan Hanabi setelah Hiashi duduk disebelah Naruto.

Hinata dan Hanabi mengangguk bersamaan menandakan mereka ingin mendengar cerita ayahnya.

''Kita mulai dari orang tua Naruto. Orang tua Naruto sebenarnya CEO terkenal dan memiliki banyak gedung pencakar langit. Ayahnya bernama Minato Namikaze dan ibunya Kushina Uzumaki...''

''Bukannya mereka berdua itu yang membangun perusahaan Namikaze Corp ? Yang sekarang dipimpin oleh Jiraya ?'' Hanabi sangat familiar dengan nama Minato dan Kushina.

''Begitalah, Jiraya adalah kakek angkat Naruto. Minato, Kushina, dan aku adalah teman semenjak Senior High School. Bukan hanya kami bertiga saja, Fugaku Uciha, Mikoto,Shikaku Nara, Inoijin Yamanaka, Chouza Akimici dan masih banyak lagi yang lainnya. Diantaranya Aburame, Inuzuka, Haruno, dan hampir satu kelas adalah teman kami semua. Beberapa tahun kemudian kami semua menikah dengan pasangan kami masing-masing dan mempunyai anak. Diwaktu akademi, Naruto sebulan sekali datang kesini bersama Minato dan Kushina...''

''Ta-tapi kenapa a-aku tidak pernah bertemu dengan Na-Naruto-kun.''tanya Hinata karena selama di academy dan dirumah, ia tidak bertemu dengan Naruto

''Kau tidak bertemu dengan Naruto karena ia beda akademi denganmu, dan tidsk pernah bertemu waktu dirimu dirumah karena setiap Naruto datang, kau selalu pergi kerumah sepupumu.''

''Disinilah kejadian yang menyebabkan Naruto harus pindah. Setelah Naruto lulus akademi, keluarganya berencana merayakan kelulusan Naruto dengan pergi jalan-jalan. Tapi Tuhan berkata lain, mobil mereka bertabrakan dengan mobil yang hilang kendali dan kedua orang tua Naruto meninggal. Kemudian teman ayah Naruto menyarankan agar Naruto ikut dengannya ke Suna, dan Naruto bersekolah disana sampai ia kembali. Dan sekarang ia berada bersama kita.'' Hiashi mengakhiri ceritanya dengan memeluk Naruto.

''Naruto, kau mau menginap disini untuk sementara?'' Tanya Hiashi berharap.

''Kapalau untuk beberapa hari tidak apa-apa. Tapi sebelum itu, Ji-san harus meminta izin kepada kedea puteri Ji-san.'' Kata Naruto

''Tentu saja boleh Naru-nii. Iya kan Nee-chan ?'' Kata Hanabi dengan senyuman dan dibalas anggukan dari Hinata.

.

.

T.B.C

Hai minna. Jumpa lagi di fic saya yang super jelek.

Maaf kalau lama nunggunya, soalnya author lagi membuat fic baru nih. Yang berjudul '' Naruto DxD ''. Athor sarankan jangan membaca fic baru saya, pasti membuat mata reader-san sakit. Tapi jika tetap membaca, jangan lupa tinggalkan Review sebanyak-banyaknya agar author tambah semangat membuat chapter-chapter seterusnya. Sekian terima kasih. Jaa na.