Chapter 4
Disclaimer : Masashi kishimoto
.
.
Rate : T-M(mungkin)
.
.
Warning : Berantakan, ooc,typo,aneh,dll
.
.
Summary: Naruto Uzumaki, seorang siswa pindahan dari Suna. Ia seorang yatim piatu semenjak smp. Dan ia merupakan siswa yang cerdas dan tampan. Seperti apa pengalamanya di sekolahbarunya, Konoha High School?.
.
.
Chapter sebelumnya :
'Bukankah mengerjakan lebih cepat lebih bagus?'
...
'Um, Naruto-kun, lebih baik kita mengerjakan sekarang saja.'
...
''Tapi kami ini han...'
...
'Eh, kalian sudah saling kenal ?'
...
'Naruto, kau mau menginap disini untuk sementara.'
.
.
''Ngh?'' Naruto bangun dari tidur nyenyaknya menbuat badannya terasa lebih segar.
''Eh? Dimana aku? Oh iya, aku kan sedang berada dirumah Hiashi ji-san. Diluar masih gelap, apa ji-san dan yang lain sudah bangun ya? Ugh, ah sial, aku butuh toilet.''kata Naruto sambil menuju ke bawah untuk berjumpa dengan sesuatu yang bernama toilet.
Setelah mencari kesana kesini, sampailah ia didepan toilet, Naruto buru-buru memposisikan dirinya untuk membuang air kecil. Karna terburu-buru, Naruto lupa mengunci pintu toilet.
Cklek
''ahk ! Na-Naruto-kun.''
Karena ada yang memanggilnya, Naruto membalikkan badannya karah suara dengan tangan kiri yang masih memegangi kemaluannya yang belum ia masukkan.
''Ahk ! Hinata ?''
Ternyata yang memasuki toilet adalah Hinata yang menatap kearah Naruto...termasuk bawahnya dengan wajah memerah.
''KYAAAAAAA.''
Teriakan menggelegar disebuah rumah Jepang tradisional tersebut, menyebabkan Hanabi yang sedang minum teh hangat tersedak dibuatnya.
.
.
Diruang makan Hyuuga, empat sosok sedang menyantap sarapan yang sangat lezat tersebut sambil berbincang. Dengan dua remaja yang makan dengan canggung, karena kejadian beberapa menit uang lalu.
''Ne, Nee-chan, Nii-chan, kenapa kalian diam saja ? Sedari tadi kalian hanya mendengarkan saja.'' kata Hanabi menatap dengan heran Hinata dan Naruto yang saling diam.
''Ti-tidak kenapa-napa kok Hanabi. Hehe..'' kata Naruto dengan tawa garingnya.
Hanabi menatap dengan intens Hinata dan Naruto bergantian, menyebabkan setetes keringat dingin turun dari kening mereka.
''Oh ya, apa Tou-chan tau siapa yang berteriak tadi ? Teriakan tersebut hampir membuatku mati.'' kata Hanabi mengingat kejadian ketika dirinya tersedak teh.
''Tou-chan tidak tau. Sudahlah, lebih baik lanjutkan makan, beberapa menit lagi Tou-chan akan berangkat keperusahaan Tou-chan. Naruto, Hinata, hari ini kalian libur sekolah kan?'' tanya Hiashi mendapat anggukan dari Naruto dan Hinata.
''Nah ! Kalau begitu, Naruto, aku memintamu untuk menemani Hinata dan Hanabi. Bisakan ?''
''Em, bisa Ji-san.'' kata Naruto sambil mengangguk.
''Baiklah, habiskan sarapannya.'' kata Hiashi melahap satu sendok penuh nasi goreng.
.
.
Disebuah ruang tamu, terdapat tiga sosok yang asik nonton TV yang bertema Naruko Shippuden.
''Naruto nii-chan, Pico itu siapa sih ?'' tanya Hanabi yang duduk disofa depan TV.
Sedangkan Naruto hanya melongo mendengar pertanyaan Hanabi.
''Ano... Dari mana kau tau film Pico ?'' tanya Naruto yang heran dengan Hanabi. Bagainana Hanabi bisa tau tentang film laknat yang paling dibenci oleh Naruto.
''Emm... Kemarin setelah Hanabi pulang dari sekolah, Hanabi mendengar tiga pemuda membicarakan film itu. Mereka bilang seperti ini...''
Flash back
''Hey, nanti malam kita nonton film itu yuk ?''
''Ok, aku suka film Boku no Pico.''
''Aku juga, apalagi waktu Pico ngelakuin adegan itunya.''
Flash back and
''... Seperti itu nii-san.'' jelas Hanabi.
Naruto nelihat kearah Hinata yang bermuka bingung. Sepertinya Hinata juga tidak tau film Boku no Pico.
''A-ano...etto.. Pico itu...emm... Permen. Yah ! Permen.'' kata Naruto ngasal. Dia melakukan ini agar pikiran Hanabi dan Hinata tidak ternodai.
''Permen ?'' tanya Hanabi dan Hinata bersamaan.
''Iya, permen. Kalian tau permen KOPICO kan ? Nah ! Itulah yang dinamakan Pico. Kalian jangan pernah berkata PICO kepada orang dewasa atau remaja ya ?''
''Me-memangnya kanapa Naruto-kun ?'' tanya Hinata.
''Yah...karena..karena..karena itu tidak boleh.'' kata Naruto, sedangkan Hanabi dan Hinata hanya menganggukkan kepala.
''Oh ya Hanabi, apa kau tidak ada tugas dari sekolah atau apa gitu ?'' tanya Naruto sambil memandang kearah Hanabi.
''Hmm... Sebenarnya ada sih, tapi Hana tidak tau cara mengerjakannya.'' kata Hanabi dengan menatap Naruto dengan mata pucatnya.
''Kalau begitu kita kerjakan sama-sama saja, kan lebih mudah.'' kata Naruto memberikan solusi.
''Hmm... Benar juga. Kalau begitu Nii-chan bantu aku ya ?'' tanya Hanabi mendapat anggukan dari Naruto.
Hanabi dan Naruto pergi kekamar Hanabi untuk mengerjakan pr yang cukup sulit. Tapi Naruto tersedia diruangan tersebut, jadi Hanabi tidak perlu pusing memikirkannya.
''Naru-nii, soal yang ini bagaimana ?'' tanya Hanabi menyerahkan bukunya kepada Naruto.
''Dinegara Jepang, terdapat sebuah ras yang disebut ras Ainu. Didalam ras Ainu, terdapat dua golongan. Sebutkan dan jelaskan.'' kata Naruto sambil membaca tulisan yang ada dibuku Hanabi.
''Kau tidak tau jawabannya ?'' tanya Naruto dibalas gelengan oleh Hanabi.
''Hah~ baiklah, akan Nii-san jelaskan. Ras Ainu, merupakan salah satu ras yang ada diJepang. Ras Ainu terdapat dua golongan, Karafuuto dan Hokaigo...'' dan seterusnya, Naruto memberikan jawaban kepada Hanabi.
Satu persatu pertanyaan dijawab dengan mudah oleh Naruto. Sedangkan Hanabi, ia hanya melihat Naruto mengerjakan tugasnya. Hanabi berpikir, beruntungnya seseorang yang mendapatkan Naruto kelak.
''Nii-chan, jika Nii-chan tinggal di sini, Nii-chan mau tidak ?'' tanya Hanabi tiba-tiba.
''Kenapa kamu bertanya seperti itu ?'' tanya Naruto heran dengan sikap Hanabi.
''Bukannya apa, Nii-chan. Hanya saja Otou-chan sepertinya senang jika berada bersama Nii-san. Dan sepertinya Nii-chan dan Otou-chan sangat akrap, bahkan seperti keluarga.'' kata Hanabi sambil menulis jawaban yang sudah Naruto berikan.
''Hehe.. Sebenarnya aku mau saja sih, tapi bagaimana dengan tempat tinggalku yang sekarang ?'' tanya Naruto membuat Hanabi berpikir keras.
''Hmmm... Aha ! Nii-chan kan tinggal diapartemen, jadi Nii-chan tinggal pindah saja kesini, dan Nii-chan hanya perlu membayar biaya Nii-chan waktu masih berada diapartemen Nii-chan.'' usul Hanabi mendapat elusan lembut dikepalanya.
''Dasar kau ini. Sudah bercandanya, cepat kerjakan tugasmu.'' kata Naruto dan mengambil pr Hanabi untuk mengecek soal berikutnya.
''Siapa yang bercanda ? Aku bersungguh-sungguh Nii-chan.'' kata Hanabi yang dicuekin Naruto.
''Ah Nii-chan.'' ambek Hanabi yang masih tidak dipedulikan Naruto.
Dan pr ini diiringi dengan Naruto yang mencari jawaban pr Hanabi dan Hanabi yang menulis jawaban dengan kesal.
.
.
Naruto dan Hanabi menuruni tangga setelah selesai mengerjakan sesuatu dikamar Hanabi. Mereka melihat Hinata duduk disofa sambil menonton TV.
''Hanabi-chan, apa pr nya sudah selesai ?'' tanya Hinata setelah Hanabi duduk disampingnya dan Naruto duduk disamping Hanabi.
''Sudah Nee-chan.'' kata Hanabi menganggukkan kepala.
''Na-Naruto-kun, nanti kau ingin menginap disini atau kau ingin pulang ?'' tanya Hinata. Hanabi langsung menatap Naruto yang membuat Naruto berkeringat dingin.
''A-ano... Mu-mungkin menginap sekali lagi tidak ada salahnya.'' kata Naruto mendapat senyum puas dari si Hanabi.
''Ba-baiklah. Tapi nanti malam hanya ada kita bertiga saja, ka-karena Otou-chan akan menginap diperusahaannya.'' kata Hinata.
''Ya-yah, tidak masalah.'' kata Naruto menggaruk belakang kepalanya.
Setelah itu Naruto memandang Hanabi yang asik menonton TV. Firasatnya mengatakan bahwa ia tidak akan baik-baik saja.
.
.
Jam menunjukkan pukul 10 : 07, Naruto menonto TV sendirian karena tidak bisa tidur. Hinata sedang BAB, sedangkan Hanabi katanya ia akan pergi tidur.
Entah kenapa perasaan Naruto tidak enak, seperti ada sesuatu yang menakutkan. Merasa kurang nyaman, Naruto memutuskan pergi kedapur untuk minum guna merilekskan tubuhnya. Setelah itu Naruto kembali menuju ruang TV yang tidak ada siapa-siapa.
Saat Naruto sedang berjalan, Hanabi yang belum tidur mulai mengikuti Naruto dari belakang dengan sebuah kayu ditangannya. Diujung kayu tersebu, menggantung kain putih yang diberi warna merah menggunakan cat pewarna. Mungkin inilah firasat butuk yang dirasakan Naruto, yaitu ditakt-takuti.
Sambil mengikuti Naruto dari belakang, Hanabi melancarkan aksinya dengan mengangkat batang kayu tersebut besrta kain melewati kepala Naruto. Setelah itu Hanabi menurunkan kayunya sehingga kain putih berbercak merah tepat berada didepan wajah Naruto.
Kala itu juga, wajah Naruto berubah putih pucat.
''UWAAAHh!'' teriak Naruto ketakutan.
Naruto membalikkan tubuhnya hendak berlari dengan kencang, tapi sesuatu menghalangi larinya menyebabkan ia jatuh menimpa sebuah benda yang ternyata Hanabi.
Dan posisi mereka sangat intim, dengan Naruto yang berada diatas dan Hanabi dibawah.(jika kalian pernah menonton anime Ryuuou no Oshigoto eps 1, kalian akan tau posisinya).
''Na-Naru-nii.'' kata Hanabi dengan tergagap.
''Ha-Hana...''
''Ka-kalian ?''
Naruto dan Hanabi menolehkan kepala keasal suara dan menemukan Hinata yang menutup mulutnya.
''Hi-Hinata/-Nee.'' kata Naruto dan Hanabi bersamaan.
Naruto memilat Hanabi yang ada dibawahnya sekali lagi, dan menemukan Hanabi yang wajahnya sudah merah.
''EEEHHH!?''
.
.
Naruto, Hanabi dan Hinata duduk disofa ruang TV., dengan Naruto dan Hanabi yang menghadap Hinata.
''Ja-jadi seperti itu.'' kata Hinata.
Yah, Naruto dan Hanabi sudah menjelaskan kepada Hinata apa yang telah terjadi.
''Begitulah Nee-chan. Dan... Naru-nii, aku minta maaf.'' kata Hanabi menghadapkan badannya kearah Naruto.
''Baiklah, aku maafkan. Jika kau melakukan itu lagi, aku tidak akan menginap disini lagi.''
''JANGAN!'' teriak Hanabi Hanabi tiba-tiba yang mendapat tatapan heran dari Naruto dan Hinata.
''Ma-maksudku, jika Nii-chan tidak pernah menginap disini lagi, Otou-san akan sedih.'' kata Hanabi mengubah topik.
Mendengar perkataan Hanabi, Naruto tersenyum dan mengelus kepala indigo Hanabi pelan.
''Hehehe... Kau jangan khawatir Hanabi, aku hanya bercanda kok.'' kata Naruto sambil tersenyum.
''Ho-hontou ?'' kata Hanabi menatap wajah Naruto.
''Yap.'' kata Naruto.
Lagi-lagi keheningan menyelimuti mereka dalam sekejap. Tapi tak berselang lama suasana kembali pecah oleh suara Naruto.
''Ano... Karena sudah larut, lebih baik kita semua tidur.''
''Baiklah Naruto-kun/Nii.'' jawab Naruto dan Hanabi bersamaan.
Akhirnya mereka semua menuju kekamar masing-masing, kecuali Naruto yang akan tidur disofa dedap TV.
.
.
Pagi hari, 05 : 20
''...terjadi dikonoha. Diperkirakan hujan ini akan terjadi pada siang hari nanti. Menurut para peneliti cuaca, kejadian ini diakibatkan oleh awan yang menumpuk tebal, hingga...''
Terdengar suara Televisi disebuah mansion Hyuuga.
''Kenungkinan nanti akan turun hujan berkepanjangan.'' kata sang pemuda pirang yang duduk disofa.
Suara TV terus saja berbunyi, sedangkan Naruto hanya mendengarkan dengan seksama.
''ONII-CHAN!''
''UWAAHH !'' Naruto terkejut oleh sebuah suara tepat disamping telinganya.
''Ha-Hanabi ? Ck kau mengagetkanku saja.'' kata Naruto sambil memposisikan dudunya seperti semula.
''Hehe, gomen Nii-chan.'' kata Hanabi seraya berjalan dan duduk disamping Naruto.
''Nii-chan, kau sedang menonton apa ?'' tanya Hanabi.
''Prediksi cuaca hari ini.'' jawab Naruto yang hanya dibalas ''ohh'' oleh Hanabi.
''Mou~ Onii-chan, apa tidak ada film lain ? Ini sangat membosankan.'' tanya Hanabi kemudian.
''Acara ini perlu untuk kau tonton, jangan hanya cartoon atau anime saja yang kau lihat.'' kata Naruto membuat Hanabi manyun.
Tanpa sengaja, Hanabi melihat sebuah remot tergeletak dimeja.
'Hehe, jika Naruto-nii tidak ingin mengganti filmnya, biar aku saja yang mengganti.'' batin Hanabi.
Hanabi melancarkan aksinya. Mula-mula ia mendekatkan badannya kearah Naruto, stelah itu dengan cepat tangannya menuju keremot tersebut. Tapi ia hanya menggenggang angin saja, karena Naruto terlebih dahulu menggambil remot tadi.
''Jangan coba-coba.'' kata Naruto sambil mendekap remot yang ia megang.
''Aaaah~ Naru-nii, berikan remotnya.'' kata Hanabi sambil mencoba mengambil remot dari genggaman Naruto.
''Tidak.'' kata Naruto sambil mengangkat remotnya tinggi-tinggi.
Hanabi berdiri diatas sofa untuk menggapai remot yang Naruto pegang.
''Berikan.''
''Tidak.'' kata Naruto sambil menyembunyikan dibelang tubuhnya.
''Film ini membosankan Nii-chan.'' kata Hanabi yang bersikeras mengambil remotnya.
Akhirnya mereka berebut remot dengan berbagai gaya yang mereka lakukan. Dan tanpa sadar, lagi-lagi posisi mereka harus berakhir dengan Hanabi yang berhasil meraih remot dan dengan Naruto yang ada dibawahnya Hanabi. Naruto dan Hanabi saling pandang.
'' Ha-Hanabi ? Na-Naruto ?Kalian..''
Naruto dan Hanabi harus menoleh kesal suara.
''O-Otou-chan/Hi-Hiashi- Ji-san ?!''
.
.
TBC
Untuk pair, author minta saran dari reader. Pilih Hinata atau Hanabi ? Atau Ino ?
.
.
T.B.C
Sekian lama~... reader menunggu~ untuk chapter yang baru~. Ternyata~~ kedatanganku mengganggu ~.
Haha, gimana nyanyian author, mantap ?
Ok langsung saja, selamat jumpa lagi dengan author Lio-kun11. Reader-san dan para senpai sekalian, bagaimana dengan chap ini ? Menarik kah ? Membosankan kah ? Atau jelek kah ?
Maaf jika kalian kurang nyaman dan terlalu lama nunggunya.
Dan untuk pair, cukup satu saja. Para reader dan senpai pilih siapa ? Hinata ? Hanabi ? Kalau author sih pilih Hanabi karena Hanabi sangat jarang menjadi pair Naruto. Yah~ itu sih tergantung minat para reader dan senpai, author ikut saja. Hinata atau Hanabi, itu tergantung review dan pilihan terbanyak.
Baiklah, karena author tidak tau harus berkata apa lagi, jadi sampai jumpa dichap depan. Jaa na.
