Uchiha-sama no Jounetsu
Author : Handa Saika
Rate : M
Cast : Uchiha Sasuke, Uchiha Sakura, etc.
.
.
.
DLDR!
.
.
.
Warning! Belum cukup umur dilarang membaca! Dosa ditanggung sendiri! Jangan copas ui:v
.
.
.
Gelap
Ruangan itu gelap sekali, nampak tak ada satupun orang disana namun sejatinya seorang gadis sedang tergeletak lemas di sana. Surai merah mudanya tampak tak beraturan. Suhu tubuhnya sudah menyatu dengan dinginnya lantai.
Tiba-tiba pintu tersebut terbuka perlahan dan menampilkan sosok bayangan seorang pria, Sakura—gadis itu—merasa perasaan lega ketika tahu seseorang telah menemukannya dan menyelamatkannya. Dengan tertatih-tatih Sakura berusaha bangkit dari duduknya.
"Kau tahu gadis kecil, ibuku mati karena dirimu."
Sakura menghentikan gerakannya. Apa maksud pria itu, ia telah membunuh ibu dari pria asing ini? Sakura tidak pernah sekalipun membunuh, bahkan berpikir untuk membunuh saja tidak pernah.
"Sepuluh tahun lalu, ibuku tewas bunuh diri disebuah Presidential Suite."
Sosok itu melangkah perlahan, mengeliminasi jaraknya dengan Sakura. "Ibuku adalah simpanan ayahmu." Lanjut pria tersebut lalu meraih rahang mungil Sakura.
Sakura dapat melihat dengan jelas bagaimana rupa pria tersebut, matanya begitu hitam seakan menghipnotis siapapun yang bertatap mata dengannya. Kulitnya pucat dan setiap sentuhannya terasa dingin.
"Lepaskan!" Sakura meronta. "Jika kau butuh uang, katakan! Akan aku kirimkan semuanya untuk—."
—Plakk!
Pipinya terasa panas dan menyakitkan, pria itu menampar Sakura. "Uangmu tak akan mengembalikan ibuku." Pria tersebut bangkit kemudian mengunci satu-satunya pintu yang ada di ruangan itu.
Sakura kembali pada dirinya, pria itu mengeluarkan sebuah pisau kecil dari sakunya. "Adakah saran, harus mulai dari manakah aku menyakitimu?" Ucap pria tersebut.
"Kau akan menyesal nanti, brengsek." Sumpah Sakura.
Pria bersurai raven itu terkekeh. "Ide bagus, bagaimana jika aku menikmatimu dulu?" Ucapnya kemudian membuka paksa baju Sakura.
Di sana, di ruangan itu.
Berulang kali terdengar tangisan yang memilukan hati, di iringi dengan suara desahan dan tawa puas yang menutupi isakan tersebut.
.
.
.
Sakit.
Tubuh dan hatiku terasa amat sakit.
Betapa teganya pria asing ini memperkosaku hanya karena masa lalu yang jelas-jelas aku tidak pernah tahu sama sekali, kenapa aku?Aku tidak membunuh ibunya, ini bukan salahku!
'Brukkk'
Hilang sudah keseimbanganku, entah sudah seberapa banyak dan selama apa ia menggagahiku hingga akhirnya ia tanpa ragu memuntahkan segalanya di dalamku.
Ia bangkit merapikan diri, ku lihat wajahnya begitu tenang seakan tidak terjadi apapun sebelumnya. Aku menangis dalam diam, diriku sudah kotor dan menjijikan.
Pria itu keluar dari ruangan ini tanpa sedikit pun menatapku.
Hati ini teramat sakit dan air mataku tak dapat tertahan barang sedetik, aku menangis tak lagi diam. Aku kehilangan kehormatanku sebagai seorang perempuan.
'Puk'
Tangisanku terhenti ketika seorang pelayan muda menghampiriku dan memberiku sebuah selimut tebal, ia tersenyum manis dan membantuku bangkit dari dudukku.
"Haruno-san, mari ikut saya."
.
.
.
Setelah mandi dan mengganti pakaian gadis pelayan itu kembali masuk dengan membawa lembaran kertas di tangannya. Ia berdiri di depanku dan menyerahkan kertas-kertas itu ke hadapanku.
"Mohon di baca dan ditanda tangani, Haruno-san." Ucapnya formal.
Aku mengambil alih kertas tersebut. "Surat perjanjian? Perjanjian apa?" tanyaku.
"Ini adalah surat perjanjian yang di berikan Uchiha-sama mengenai pembebasan kasus, dan pembersihan nama baik keluarga Haruno. Mohon di baca dan di pahami."
Ku baca lembar demi lembar, pria bermarga Uchiha itu benar-benar tidak mau rugi dalam perjanjian ini, namun sejauh ini persyaratan yang di ajukan tidak masalah hingga akhirnya aku membaca lembar terakhir.
"Aku tidak setuju!" Ucapku lantang.
Gadis pelayan itu menatapku. "Tolong lakukanlah untuk kebaikan keluargamu Haruno-san."
"Tidak. Di sini tertulis bahwa aku akan resmi di bebaskan dalam kasus ini jika aku berhasil melahirkan anak laki-laki untuk tuanmu tanpa adanya pernikahan, apa kau gila?" Gadis itu terkejut, nampaknya ia tak tahu apa isi dari perjanjian ini.
"Aku tak akan melakukan hal ini tanpa pernikahan! Terlebih lagi jika anak yang ku kandung adalah perempuan, maka aku harus membunuhnya! Ini gila! Katakan, bagaimana perasaanmu jika suatu saat nanti kau berada di posisiku. Apa kau akan tetap melakukannya?"
—Brakkk
Pintu kamar pun terbuka dengan keras, dan muncul seorang pelayan pria bersurai hitam panjang.
"Shion, keluarlah. Aku yang akan mengurusnya." Pelayan bernama Shion itu menatapku dengan sedih kemudian pergi dan keluar dari kamar ini.
"Haruno-san, sekedar mengingatkan jika kau lupa. Kau, harus paham akan posisimu. Lakukan saja semua itu lalu pergilah dari sini." Ucap pelayan pria itu dengan nada dingin.
Aku menyodorkan kertas itu ke arahnya. "Maaf, aku tidak bisa melakukan semua ini."
"Tuan akan merancang pernikahan jika kau mau, tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi."
Bukan itu yang aku khawatirkan, aku tidak butuh pernikahan itu. Hanya saja ini tentang anak-anak ku nanti, bagaimana jika aku melahirkan seorang anak perempuan? Aku tidak akan tega untuk membunuhnya.
"Aku tak bisa membunuh anak yang telah ku kandung."
"Kalau begitu, kami yang akan membunuhmu saat itu juga." Pelayan itu kemudian berjalan keluar dari kamar ini, aku berusaha bangkit dan mengejarnya namun tubuhku benar-benar terasa sakit.
"TUNGGU!"
"Haruno-san, mungkin terlambat untuk memperkenalkan diri. Namaku Orochimaru, mulai detik ini aku dan Shion akan mengurus dirimu. Mohon kerjasamanya." Ucapnya sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu.
.
.
.
'Piiip'
"Sudah kami lakukan Uchiha-sama."
"..."
"Ia tidak menanda tangani suratmu."
"..."
"Keberatan dengan beberapa persyaratan, apa yang harus aku lakukan lagi?"
"..."
"Baiklah. Aku serahkan semuanya padamu tuan."
"..."
'Click'
.
.
.
To Be Continued
*CurcolAuthor
Hola Hola, maap baru update!
Pas gue baru publish Ch.00 ternyata banyak yang follow dan favorite storynya, padahal gue buatnya amburadul begitchu tapi banyak juga yang seneng. Makasi sekali ini ya kepada orang-orang yang tak bisa gue sebutkan nama akunnya, berkat kalian gue jadi semangat nulis XD
Kenapa ga update kilat?
Jadi niatnya tuh gue mau update satu minggu setelah publish Ch.00 tapi ternyataaaaaaa, gue lupa gue ada ujian selama satu minggu. Bhahaha XD
Yaudala ya, dan akhirnya hari ini gue berkesempatan update. UwU
Oh ya, minta bantuannya dong! Nanti ada karakter yang bakal jadi saingannya Sasuke dan Sakura, kira-kira siapa ya? Kasih saran yaaaa :v
OK. Waktunya kita balas-balas ripiu :v
Q : Alurnya udah ketebak. Sakura jatuh cinta ama penculiknga. Plis deh bikin fic yg masuk akal napa? Kalo lu diculik, diperkosa dan disiksa, lu bakalan jatuh cinta ama orang itu? Dasar ababil.
A : Ah masa si :v aku ambil ceritanya beda koooo, kalo yang macem begitu mah udah banyak wkwkwk. Ikutin aja kelanjutannya ;)
SSL : kirain ada lemonx. tlg tambahi adegan lemon hard kak sasuke #### sakura sampe lemes dan sakura minta ampun tp sasuke tetep #### terus
A : Nanti ada lemon kok tenang aja :v untuk sekarang di samar-samarkan dulu karena jadinya ga menarik
polar13 : keep writing yoo...semangat :D
A : Tengkyu kakakkk
TommoAoki : ini kek stockholm syndrome.. kerenn..
A : Aku gak tau apa itu, tapi makasih kakak ;)
Bekasi, 02 Desember 2018
Handa Saika
