Uchiha-sama no Jounetsu
Author : Handa Saika
Rate : M
Cast : Uchiha Sasuke, Uchiha Sakura, etc.
.
.
.
DLDR!
.
.
.
Warning! Belum cukup umur dilarang membaca! Dosa ditanggung sendiri!
.
.
Sakura terus berdiam diri sejak menginjakan kakinya di kamar ini, isi surat perjanjian itu memenuhi pikirannya. Ia pun akhirnya tersadar bahwa ia tidak bisa berdiam diri seperti ini saja, apa lagi jika ia sampai menyetujui perjanjian tersebut. Kebebasan apa yang akan ia dapat setelah ia menyetujui persyaratan tersebut?
Melahirkan seorang anak laki-laki untuk seorang pria yang dengan kejamnya telah memperkosa dirinya, bukankah itu suatu hal yang hina? Dimanakah sisi kemanusiaan Sakura jika ia melakukan semua itu hanya untuk nama baik keluarganya, terlebih jika ia harus membunuh anak perempuannya kelak.
'Krieeeet'
Saat tengah bergumul dengan pikirannya, tiba-tiba saja pintu kamar tersebut terbuka. "Haruno-san, aku membawakan makanan untukmu." Shion—gadis pelayan itu—memasuki kamar Sakura dengan kereta makanan yang ia bawa.
Sakura tersenyum selembut mungkin. "Terima kasih. Shion" Ucapnya.
Sakura kembali kepada pikirannya. Semua yang terjadi hari ini benar-benar membuatnya terpojokkan, tidak ada jalan keluar untuk kasus semacam ini. Sakura yang biasanya bersikap tenang kali ini ia bahkan tak bisa sedetikpun merasa tenang, semua jalan telah tertutup untuknya.
Kemudian ia menatap keluar jendela ia disuguhi pemandangan begitu indah dari halaman mansion ini, namun yang terjadi sebenarnya di dalam mansion ini sungguh ironi sangat berbanding jauh.
Halaman? Ya benar, Sakura bangkit dari duduknya.
Jika ia tak bisa menyetujui semua perjanjian ini, tak ada jalan lain selain kabur. Lebih baik mati daripada harus kehilangan harga dirinya sekali lagi.
"Shion, bisakah kau keluar sebentar? Aku ingin berganti pakaian." Langkah pertama adalah menyingkirkan gadis itu dari ruangan ini.
Setelah Shion keluar dari kamar,dengan perlahan Sakura membuka jendela kamar itu berusaha semaksimal mugkin agar tidak menimbulkan suara. Dilihatnya ke bawah, hanya dua lantai dan Sakura pasti dapat turun kesana.
Dengan sedikit usaha akhirnya Sakura berhasil turun dan bersembunyi di dekat pohon agak rindang. Semua rencananya berjalan lancar hingga akhirnya terdengar teriakan Shion merusak segala rencananya, Sakura merasa kesialan akan menjemputnya jika ia tidak segera melarikan diri.
Hanya ada satu pintu keluar di sini, dan ia yakin sekali akan ada kesialan-kesialan lainnya jika ia melewati gerbang utama itu. Sakura menatap sekeliling dan menemukan sebuah tempat untuk bersembunyi.
Sebuah hutan buatan yang terbilang cukup jauh dari mansion, untuk sementara Sakura akan bersembunyi disana hingga situasi tidak terlalu genting.
.
.
.
Sudah satu jam lamanya Sakura berjalan menyusuri hutan tersebut, namun sangat di sayangkan ia tak berhasil menemukan satupun jalan keluar bahkan untuk kembali ke mansion tadipun ia tak bisa.
Sakura menghela nafas berat. "Aku bisa mati kelaparan di sini." Gumam Sakura. "Tapi lebih baik begitu dari pada harus berada di sana." Lanjutnya.
"Lebih baik?"
Tiba-tiba saja seseorang menyahuti ucapannya Sakura menoleh kesumber suara dan nampaklah seorang pria dengan setelan jas mahal berdiri pada jarak satu meter dari tempat Sakura berpijak.
"Siapa kau?!"
Pria itu terkekeh pelan dan terasa dingin. "Sakura kau memang gadis yang nakal, tak seharusnya aku berbaik hati untuk tidak membunuhmu." Ucapnya kemudian memberikan tatapan membunuh kepada Sakura.
Sakura sangat mengingat mata kelam nan menusuk itu, mata itu telah melihat seluruh tubuh Sakura.
"Kau! Menjauhlah dariku!"
Pria Uchiha itu tak memperdulikan peringatan yang terlontar dari mulut Sakura, ia terus mendekat dan memojokkan Sakura pada sebuah pohon yang amat besar.
Sakura menahan napas takutnya, ia bahkan tak dapat melihat dengan baik. "Tolong hentikan Uchiha, apa salahku padamu?" Tanya Sakura.
"Sasuke, panggil aku Sasuke." Uchiha—Sasuke—itu mengoreksi Sakura. "Jika kau mematuhiku, aku akan berbaik hati kepadamu. Tanda tangani surat ini dan setelahnya aku akan bersikap lembut padamu." Jelas Sasuke.
Sasuke menyodorkan kertas perjanjian beserta pulpen emas miliknya kepada Sakura. "Setelah kau berhasil mengandung benihku, aku akan membawamu pulang kerumah orang tuamu dalam jangka waktu tertentu." Tambahnya.
Setelah berdiam diri cukup lama akhirnya Sakura berucap. "Baiklah, tolong kerjasamanya." Ucapnya kemudian.
Sasuke tersenyum puas kemudian memeluk Sakura dengan lembut, hingga kemudian—.
"ARGHHH!."
Sakura menancapkan kuat-kuat pulpen mahal itu pada bahu tegap Sasuke, kemudian disaat Sasuke tengah di sibukkan dengan rasa sakit Sakura pun melarikan diri sejauh yang ia mampu.
Sakura berlari tanpa menoleh ke belakang, ketakutan benar-benar mengawasi dirinya, Sasuke, pria itu benar-benar menakutkan. Pandangannya tidak fokus, kepalanya begitu pening dan terasa menyakitkan.
SLIPPPP—
BRUGH—
Sakura pun terpeleset kedalam jurang yang amat curam.
Tubuh dan kepalanya terasa amat sakit, pandangannya terus memburam seiring dengan jatuhnya rintikan hujan ke bumi.
Tak banyak yang dapat ia lihat saat ini, hanya dinding tebing yang amat curam.
dan sesosok bayangan yang terus memanggil-manggil namanya.
.
.
.
To Be Continued
*CurcolAuthor
Hola Hola, maap baru update!
Jadi gue tuh sibuk banget dari beberapa bulan yang lalu, sibuk untuk ngurusin masuk kuliah dsb. Sampe akhirnya gue tepar hari ini, ga masuk sekolah jadinya
Yasudah gue manfaatkan untuk update! Cihuy!
.
.
.
OK. Waktunya kita balas-balas ripiu :v
Quite Smile : Lanjaooooooottk\a
A : Siyapppp
PratZero : I LOVE your fic..
A: Thankyouuuuuu
Jeaa : Pliss jadikan cerita ini plot twist ya kak. btw kenapa main female nya engga hinata aja? mereka lebih cocok tau, apalagi hinata innocent
A : Insya Allah jadi plot twist wkwkwk. Kenapa aku pilih Sakura karena dia real istrinya Sasuke, jadi feelnya dapet. Juga kalo Hinata aku ragu dia OOC karena disini nanti banyak adegan action, jadi aku ga mau ngerusak karakter Hinata yang lugu :3 tapi nanti Hinata bakal muncul di cerita, tungguin aja yaaa!
Hanazono yuri : Lanjuuut
A : Huwaaaaa ocelah kakak, miss u banget nihhhh
Shiraisi : penasaran sm ceritanya. feeling ku saku ntar ngelagirin sarad dulu .dah baru deh anak cowo hehehe. tapi gak apa2. terserah author mau buat apa asalkan tetep pair sasusaku
A : Cie penasarannn, tungguin kelanjutannya ya. Pair ttp SasuSaku kok ;)
Handa Saika, Bekasi, 20 Feb. 19
