Little Garden Of The World

By

Lang

Publish And Update

By

(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )

Summary ::

Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.

.

Disebuah kamar diKingdom Magic Of Avalon, 3 orang terlihat sedang berdebat atau lebih tepatnya hanya dua yang berdebat sedangkan satunya sedang berjongkok. Mereka adalah Naruto, Illya, dan juga Angelica yang sudah diterima dengan mudah diakademi sihir ini akibat mereka dijamin oleh keluarga Einzbern.

"Maaa bisakah kalian diam sebentar? Aku sedang melakukan sesuatu disini."

Naruto melirik kearah belakang tajam dan seketika 2 orang dibelakangnya terdiam. Naruto menghela nafas melihat tingkah 2 orang berbeda usia tapi karena sifat mereka yang kekanakan dan faktor tinggi tubuh, mereka seperti anak usia yang sama.

'Mereka itu merepotkan sekali~.'

Keluh Naruto dalam batinnya ketika melihat 2 orang yang kembali bertengkar setelah beberapa saat dia diamkan. Mereka berdua adalah Illyasviel Von Einzbern dan juga Angelica yang berdebat tentang siapa yang terhebat diantara mereka berdua.

"Aku bisa mengalahkan Okaa-san jika tidak ditahan Nii-sama asal kau tahu saja. Memangnya kau yang bahkan tak bisa mengenai Obaa-san."

"Ap-apa kau bilang! Dasar jerapah tinggi kelebihan daging. Aku bisa mengalahkan tinju bodohmu itu dengan mudah! Apa kau tak pernah melihat Battle Mode : Caster Form milikku!"

"Chih sadarlah diri, Nee-san~. Tubuhmu itu lebih pendek dari pada tubuhku. Jadi ini bukan kelebihan, tapi kau saja yang kekurangan daging."

"Gzzz!"

Naruto hanya menghela nafas mendengarkan perdebatan 2 orang dibelakangnya. Jika dia melerainya, maka mereka dalam 10 detik akan bertengkar kembali, jadi melerai mereka tak ada gunanya. Naruto lebih memilih fokus pada apa yang didepannya.

Ada beberapa perban putih yang ditulis Aria panjang yang bahkan tak bisa dimengerti siapapun di `dunia ini`. Mengingat Aria ini berasal dari dunia Naruto dan sangat berguna untuk menutup `identitas` senjata yang ditutupi oleh perban ini.

'Selesai!'

Naruto menepuk tangannya sebentar dan mengulurkan tangan kanannya kearah kumpulan perban itu. Aria yang menutup inci perban itu segera menghilang atau lebih tepatnya menjadi tak terlihat. Perban yang seharusnya lebih transparan berubah tak tembus pandang dan terlihat kokoh.

Srett Srett

Set

Naruto dengan lihai memperban Enki secara hati – hati karena tak ingin tangannya secara sembarangan menyentuh Enki. Mengingat Enki adalah Harta hidup, Naruto yang merupakan pemiliknya dapat menyalurkan `sentuhan` secara tak sengaja pada bagian ekhm you know apa maksudku.

"Aku sudah siap. Berhentilah bertengkar dan berangkat."

"Um Ha`i, Nii-sama!"

"Jangan memerintahku."

Illya memalingkan wajahnya sedangkan Angelica menjawab dengan penuh semangat. Naruto bangkit dari berjongkok dan membalikkan badannya menghadap kearah Illya dan Angelica. Enki terpasang dipunggungnya seperti dilem.

'Maa Game Will Begin!'

.

.

Dang

Pedang besar terjatuh diatas tanah setelah melayang diudara beberapa saat. Segera setelah pedang itu jatuh dan menghilang, tempat pertandingan sebesar stadion sepak bola itu bergemuruh melihat kemenangan sang Princess Knight, Arthuria Pendragon.

Wajah datar sang Putri kerajaan terlihat menatap lawannya yang tertunduk dan mengakui kekalahannya. Nama penantang itu adalah Shirou, seorang pemuda berumur 18 tahun yang baru saja masuk kedalam sekolah ini. Dia memiliki mana Golongan 3 dan pengendalian yang hebat hingga membuatnya berada ditingkat 3 kekuatan.

Kemampuan Shirou adalah melakukan sihir proyeksi yang jujur mengejutkan Arthuria yang melihatnya tidak untuk pertama kali. Arthuria harus mengakui bahwa pemuda didepannya ini akan menjadi sangat kuat jika saja jumlah mana dan pengalaman bertarungnya mencukupi.

'Tapi tetap saja tidak akan sekuat dia.'

Mata hijau kebiruan milik Arthuria berkilat saat tatapan matanya bertemu dengan mata merah vertikal sosok pemuda berpakaian aneh. Bagaimana tidak, disana dia mengenakan celana hitam ala shinobi dengan perban melilit paha kanannya. Sebagai atasannya, dia memakan kaos putih polos yang ditutupi oleh Jaket hitam polos tanpa lambang yang tidak dinaikkan resletingnya.

Walau pakaian disini bebas, melihat seseorang berpakaian seperti itu sedikit aneh, mengingat para murid lebih memilih mengenakan pakaian beratribut sihir atau armor ringan agar jika ada pertarungan tak repot harus beganti terlebih dahulu.

'Akan aku pastikan dia akan kalah dengan tanganku sendiri.'

Arthuria menatap tajam mata merah vertikal itu, tapi sesaat kemudian tubuhnya sedikit menegang saat pupil vertikal yang menatapnya melebar sesaat dan kemudian mengecil kembali menjadi normal. Tatapan itu penuh dengan argansi dan sifat mendominasi, sesuatu yang bahkan membuat sosok keras kepala seperti Arthuria menjadi terkejud dan menggetarkan keberaniannya.

"Cih!"

"Pemenangnya adalah Arthuria Pendragon-Sama! Sekarang karena kemenangan pihak Arthuria-sama. Penantang Shirou tak bisa mendapatkan apa yang dia taruhkan."

Suara juri mengumumkan kemenangan Arthuria secara resmi mengundang gemuruh yang lebih keras.

"Kau kuat! Tapi sayangnya tak cukup menarik perhatianku. Maaf jika menyinggung, tapi,,,,"

"Ught Aku mengerti. Aku memang tak cukup kuat dalam pertarungan mengingat lawanku adalah Knight tingkat atas seperti anda Arthuria-sama. Tapi bisakah anda mempertimbangkan kembali tawaran saya?"

Tawaran yang dimaksud Shirou sebenarnya adalah hadiah jika Shirou bisa menang melawan Arthuria. Tapi karena Shirou kalah dan memang sudah Shirou duga dia akan kalah, maka Arthuria tak bisa menuruti apa yang dikatakan Shirou, tapi,,,

"Aku akan masuk kedalam Tim milikmu jika kau bisa mengajak dia bertarung."

"Huh?"

Shirou menatap kearah yang dilihat oleh Arthuria dan menemukan sosok pemuda yang membalas tatapannya. Shirou menatap Arthuria dengan pandangan bingung sesaat. 'apakah hanya itu saja?' batin Shirou ragu. Mengingat ucapan Arthuria memiliki makna jika dia bisa menantang pemuda bermata merah itu, maka Arthuria akan masuk kedalam Teamnya.

"Jika kau tidak percaya tak apa. Tapi jika kau menantangnya saat ini juga dan menunjukan padaku kemampuanmu melawannya, aku akan langsung menerima ajakanmu untuk melakukan Rating Game bersama."

Rating Game.

Adalah turnament pertarungan antar Team berjumlah 5 atau lebih orang. Turnament ini diadakan disekolah sihir ini untuk menentukan 2 Team yang bisa dimajukan dalam pertandingan kejuaraan sekolah sihir dunia yang melibatkan 6 Team manusia dan beberapa team lagi dari golongan lain.

Rating game akan diadakan 8 bulan lagi sedangkan World Magic School Turnament akan diadakan 1 tahun setelahnya. Arthuria ingin masuk kedalam turnament itu, namun tak bisa menemukan orang yang cocok bergabung kecuali simata merah mengesalkan itu.

"Baiklah jika begitu. Aku akan menantangnya."

Swush

Hap

"Minumlah Air mata Phoenix ini. Kau tak akan bisa bertahan jika dalam keadaanmu sekarang."

Walaupun terkejud mendapatkan barang berharga, Shirou mengindahkannya dan segera meminum air mata Phoenix. Segera, segala kelelahan dan luka yang dia terima kembali seperti saat dia baru bangun tidur.

Shirou tersenyum sesaat dan memejamkan matanya sebentar. Dia sudah mendapatkan 4 anggota untuk Teamnya, jadi dia hanya memerlukan 1 orang untuk masuk kedalam Team. Tapi menambah 1 orang juga tak apa walau dia tak yakin bisa menang dalam pertarungan ini.

'Aku tak tahu apa tujuan, Arthuria-sama. Tapi dia sudah berjanji akan masuk kedalam Teamku jika aku melawan pemuda itu. Aku akan melakukannya dan memenangkan Turnament Rating Game dan melawan Cao Cao.'

"Aku Shirou Takamiya ingin menantangmu untuk melakukan Duel!"

"Eh?"

.

.

Naruto saat ini sedang berjalan ditaman dan menghampiri mesin minuman. Naruto memasukkan uang yang ada disakunya dan menekan tombol untuk memilih minuman rasa apa yang dia inginkan.

Crak

Naruto mengambil minuman yang tersedia dan segera menuju bangku taman. Adiknya bersama dengan Illya saat ini sedang bersama 3 orang aneh, atau begitulah Naruto menganggap mereka. Ada Loli berkulit gelap bernama Kuro, perempuan Tsundere bernama Tohsaka Rin, dan perempuan berambut bor bernama Luviagelita Edelfelt..

Melihat betapa akrapnya 3 orang itu dengan Illya dan Angelica, menunjukan bahwa mereka sudah bertemu sebelumnya. Hmm sepertinya mereka bertemu dengan Illya dan Angelica pada saat Naruto mencapai umur antara 12 sampai 15 tahun. Mengingat pada saat itu Naruto kab-ekhm pergi dari rumah mencari beberapa benda dan bertemu beberapa sosok berpengaruh.

Dalam waktu 3 tahun itu, Naruto bertarung dengan jumlah tak terhitung Beast dan manusia. Membunuh atau dibunuh, memakan atau dimakan. Naruto hidup didalam hutan dan hanya masuk kekota jika dia menginginkan untuk membeli beberapa benda yang menarik perhatiannya seperti baju bagus atau semacamnya.

Glup Swush Clak

Naruto melemparkan kaleng kosong kedalam tong sampah dan mendarat dengan mulus didalamnya. Padahal tong sampah itu ada dibelakangnya dan Naruto bahkan tak meliriknya sama sekali. Menunjukan betapa ahli dan berpengalamannya Naruto dalam melemparkan sesuatu kedalam `tong sampah`.

Tit Tit Tit

"Hum?"

Naruto mengeryitkan dahinya mendengar denyut udara yang membuat suara ditelinganya. Suara itu berasal dari lengan miliknya yang terdapat jam berwarna hitam. Layar jam itu lebar layaknya Watch Power milik Fang dikartun Boboiboy milik negara tetangga.

Dzing

Naruto menekan layar jam istimewa yang memiliki fungsi layaknya Smartphone disertai beberapa fitur khusus dan segera hologram layar muncul didepannya. Beberapa menu melayang dengan indah, namun ada sebuah pengumuman tertera dibagian paling atas hologram biru semi-transparan itu.

"Hoo,,, Tak aku sangka perempuan cantik itu akan melakukan Duel melawan Hmm,, Takamiya Shirou? Ya Takamiya Shirou."

Naruto menekan pengumuman itu dan segera sederet penjelasan muncul didepannya. Semua rincian tentang Duel itu muncul, dimulai dari Video saat pertama kali tantangan diberikan dan beberapa penjelasan mengenai identitas 2 orang yang akan melakukan duel.

Arthuria Pendragon.

Anak kedua Arthur Pendragon dan merupakan pemegang Artifact Excalibur yang memiliki kemampuan element suci kuat. Arthuria Pendragon mendapatkan pelatihan secara khusus dari ayahnya dalam seni berpedang ala Pendragon dan unggul dalam banyak teknik dan pengendalian mana.

Takamiya Shirou.

Tak banyak yang diketahui tentang dia karena namanya tidaklah terkenal. Tapi dia adalah anak didik baru dengan kemampuan sihir peniru senjata. Magicnya tak didata secara lengkap mengingat dia masihla baru disekolah dan kekuatannya belum ditunjukan dalam Duel maupun Battle Team.

Duel diantara mereka dilakukan dengan taruhan sepihak dimana jika Arthuria kalah maka Arthuria akan masuk kedalam Rating Game Battle dalam tim yang bernama Fate. Dan jika Shirou kalah, maka Arthuria tak akan mendapatkan apapun alias Arthuria tak melakukan permintaan karena tak tertarik.

"Hmm gadis cantik itu penuh harga diri seperti biasa,,, Cih! Jika saja Ksatria Hitam itu tak ada bersamanya dulu. Aku pasti sudah menikah dengan gadis cantik itu."

Gerutu Naruto ketika mengingat `pernikahan` anti Mainstream yang dia lakukan pada saat umurnya 15 tahun akibat secara tak sengaja menolong Arthuria yang hampir diterkam Monster. Naruto masih ingat dengan jelas kejadian mengesalkan dan menyenangkan saat itu.

FlashBack

Suara tepukan kaki dengan tanah terdengar dengan alunan terjaga agar tak menarik perhatian monster. Walau dia bisa mencincang para Monster dengan mata tertutup, Moodnya hari ini tak sedang cukup bagus untuk menggiling Monster.

Lagipula dia ingin segera `membeli` Magic Book yang dilelang hari ini dikota Avalon. Dia sudah jauh – jauh dari kota Brand untuk menuju kesini, jadi melawan monster akan menambah kesia – siaan waktu untuk saat ini.

Brak

Kyaahhh!

"Huh?!"

Naruto tersentak mendengar teriakan cempreng dari arah kanannya, tanpa pikir panjang Naruto melompat keatas dahan pohon dan menuju suara teriakan.

Stap

Dzing

Naruto yang sudah sampai diasal suara langsung terdiam diatas dahan pohon. Didepannya adalah lapangan kecil ditengah hutan, tapi bukan itu yang membuat Naruto yang lumayan sombong dan penuh harga diri dapat terdiam seperti orang idiot.

Penyebab Naruto terdiam adalah sosok gadis kecil yang saat ini jatuh terduduk dan menatap sosok monster beruang dengan kepala berapi. Dada monster itu terlihat luka melintang akibat tebasan senjata dan terlihat pedang suci berhiaskan warna emas indah tertancap tak jauh diantara dua makhluk itu.

'Ca-cantik sekali! Dia-dia harus menjadi istriku! Ratuku! Belahan jiwaku!'

"Hei, Zashu! Jangan ganggu gadis cantik itu."

Naruto tanpa pikir panjang segera berteriak menghina Monster itu sebagai Anjing liar. Walau monster, jangan mengira mereka tak mengerti ucapan manusia. Beruang dengan kepala berapi oranye itu adalah monster Rank B dengan pertahanan yang keras. Senjata biasa tak bisa melukainya dan pemikirannya juga sudah maju hingga dapat mengerti ucapan manusia.

"Grrr manusia rendahan datang lagi."

Suara ucapan itu tak terlalu jelas akibat bergabung dengan geraman buas. Tapi Naruto sudah sering melawan monster, jadi mendengar dan mengerti ucapan bercampur geraman seperti itu sangatlah mudah baginya. Naruto kemudian turun dari dahan pohon dan dengan segera sosok beruang itu menuju kearahnya.

Gerakannya cukup gesit untuk monster seukurannya, tapi dihadapan mata Naruto, gerakannya tak lebih dari gerakan slow motion yang membuatnya mengantuk berat. Jadi Naruto dengan ogah – ogahan langsung melancarkan tendangan kekepala beruang yang terbakar itu sambil melompat.

Blar

Brukk

"Cheh dasar Beruang dungu!"

Arthuria yang melihat sosok beruang kuat langsung tumbang hanya dengan tendangan tunggal menganga. Dia kemudian menatap sosok penyelamatnya, wajah penyelamatnya itu diatas rata – rata dan bisa dibilang keren? Tapi walau begitu aura sombongnya cukup membuat Arthuria tak nyaman.

"Hemm baiklah. Karena kau sudah menarik perhatianku, maka kau harus menikah denganku gadis cantik."

"Ehhhh! Ap-apa maksudmu?! Aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali."

Srett Sring

"Jangan bercanda!"

Arthuria melakukan gerakan gesit dan bangkit mengambil pedang suci. Arthuria mengacungkan pedang itu dengan tatapan tajam menatap Naruto. Dia menganggap Naruto pasti adalah seorang penjahat yang ingin melakukan yang tidak – tidak setelah menolongnya!

Naruto yang melihat tindakan Arthuria mengulas senyum menawan diwajahnya, senyum itu sejenak membuat Arthuria sedikit salah fokus sebelum kembali sadar.

"Hmm jika seperti ini maka situasinya sama."

Naruto bergumam lirih hingga tak bisa didengar Arthuria dan mengingat peristiwa yang diceritakan oleh ayahnya saat melamar ibunya, Ishtar. Pada saat itu kata Ayahnya, Ayahnya harus melamar Ishtar setelah melakukan pertarungan singkat yang tak bisa disebut pertarungan.

Ayahnya saat itu berdiri dengan menawan diatas Vimana dan menatap Ishtar dengan penuh rasa `hormat`. Pada saat itu, Ayahnya melakukan upacara pernikahan dengan terus menanyakan `apakah kamu mau menerimaku?` dan juga 'aku telah memerintahkanmu untuk menikahiku, jadi jawab iya!`.

Jika ibunya menjawab tidak, maka sejumlah pedang akan meluncur melukai ibunya. Kata ayahnya, itu adalah saat dimana seorang kepala keluarga menunjukan bahwa seorang istri harus mempelajari tentang rasa sakit sebelum melayani suaminya.

'aku harus mempraktekkannya sama seperti apa yang dilakukan Tou-sama!'

Batin Naruto berapi – api. Bahkan jiwa miliknya sedang berteriak penuh semangat dan mengibarkan bendera bertuliskan 'TAK ADA KATA MENYERAH' beserta latar belakang gunung meletus.

"Aku tak perlu pendapatmu, Gadis cantik. Namaku adalah Naruto, kau dengan penuh kehormatan bisa menikahiku dan aku akan memberikan segalanya untukmu. Jadi, apakah kau mau menikahiku?"

Sring Sring

5 lingkaran emas muncul dibelakang Naruto dan memunculkan 5 pedang berwarna emas yang indah. Arthuria menatap lingkaran itu waspada karena tak tahu magic macam apa itu.

"Apa – apaan omong kosongmu itu! Kita bahkan belum bertemu lama dan kau mengajakku menikah. Lagipula aku adalah anak kedua-Akhkk!"

"Aku tak memintamu berbicara seperti itu. Jawab `iya` atau `tidak`."

Naruto menatap rendah pada Arthuria yang terduduk dengan pedang kecil nan tipis menancap dipaha kanannya. Gaun armor miliknya tertembus seperti keju dibelah pisau terbaik, menunjukan betapa tajam dan cepatnya pedang itu melaju.

"Kheh! Jawabanku Tidak!"

Swush Jleb

"Akhkk!"

"Sepertinya kau malu – malu menerimaku. Jadi aku akan menunjukan padamu rasa sakit sebelum kau menikahiku dan mendapatkan kenikmatan tak terbatas dunia fana."

Naruto menyeringai dan menatap angkuh kearah Arthuria yang sekarang paha kirinya menjadi sasaran serangannya. Tapi Naruto merasa jika dia terus menyerangnya maka gadis cantik didepannya akan mati. Mengingat dia bukanlah dewi seperti ibunya, jadi dia harus memberikan pengobatan.

Sring

2 pedang dikedua paha Arthuria berubah menjadi serpihan debu emas yang menghilang diudara dan Naruto segera melemparkan `air` sihir kebadan Arthuria. Arthuria tersentak merasakan dinginnya air yang dilempar sebelum akhirnya rileks kembali.

'Cairan apa itu? Tubuhku kembali semula. Bahkan mana milikku kembali pulih. Tapi tak usah dipikirkan, aku harus kabur dari anak gila ini!'

Arthuria mengenggam Excalibur ditangannya dengan erat dan menatap tajam Naruto. Dia tak mengerti kenapa disembuhkan kembali, tapi ini adalah kesempatannya untuk bisa kabur dari orang gila didepannya ini. Tapi Naruto menebaknya dan melemparkan pedang untuk menghalangi jalan Arthuria kabur.

Swush Jlep

"Kau jangan pergi sebelum menerimaku, dan jika kau menerimaku kau harus ikut denganku pulang kekediaman Einzbern."

Arthuria yang hampir saja terkena serangan Naruto saat akan kabur langsung terkejud mendengar kata Einzbern. Bagaimana tidak, itu adalah keluarga sihir terkenal yang sudah hampir punah akibat anggota keluarga mereka selalu terjun kemedan pertempuran melawan monster. Sekarang hanya ada 2 orang Einzbern dan mereka adalah perempuan semua.

"Einzbern?! Siapa sebenarnya kau?"

"Hmm aku belum memperkenalkan diriku secara lengkap maafkan aku. Namaku adalah Uzumaki Naruto, Gadis Cantik. Siapa namamu?"

"Namaku Arthuria Pendragon. Sekarang jewab pertanyaanku, siapa sebenarnya kau dan apa hubunganmu dengan keluarga Einzbern?"

"Apa kau Uzumaki Kushina? Seorang wanita klan Uzumaki yang ditinggalkan oleh suaminya? Aku adalah anaknya atau lebih tepatnya anak angkatnya."

"Namikaze Minato! Kau anak kilat kuning itu."

Arthuria mengingat kabar burung yang tak mengenakan itu. Dimana sosok Namikaze Minato berselingkuh dengan kakak istrinya sendiri dan menikah setelah menceraikan istrinya. Minato saat ini sudah pindah menuju Kerajaan Mesir bersama dengan Mito selaku kakak Kushina.

"Hmm kau sepertinya tak mendengarku, aku hanyalah anak angkat. Aku tak sudi memiliki ayah menjijikan sepertinya. Dia adalah contoh buruk dari seorang pria."

Walau Arthuria setuju bahwa Minato melakukan hal yang buruk, tapi bukankah kau lebih buruk lagi! Setidaknya itulah pikiran Arthuria yang dongkol mendengar ucapan Naruto. Datang menyelamatkannya dan secara tiba – tiba memintanya untuk menikah. Sikap dan ajaran macam apa itu? Apakah orang tu-ahh dia kan hanya anak angkat.

"Untuk hubunganku dengan keluarga Einzbern,,,,, aku tak akan memberitahunya karena kau bisa bertanya tentang itu dari rumor yang beredar. Lebih dari itu, apakah kau menerima-Swushh-Blarr."

Stap

Naruto dengan mulus mendarat didahan pohon tempatnya tadi. Mata merah miliknya menatap tak suka kearah kepulan debu, dibaliknya Naruto dapat melihat dengan jelas sosok berarmor hitam.

"Siapa namamu, Kisama?! Kau berani – beraninya mengganggu upacara pernikahanku."

Sring Sring Sring

2 lingkaran emas muncul dibelakang Naruto dan mengeluarkan senjata berwarna emas indah penuh ukiran. Sosok berarmor hitam itu menyimpitkan matanya melihat sihir yang belum pernah dia lihat maupun dengar. Sosok berarmor itu kemudian melirik Arthuria yang telah dilindungi oleh sosok anak berambut pirang yang menggunakan pedang suci.

"Anda tak apa – apa, Arthuria-sama?"

"Aku tak apa – apa, Paman Lancelot. Berhati – hatilah melawannya, dia memiliki sihir yang melemparkan senjata dan tendangannya sangat kuat. Dia menghancurkan kepala Fire Bear dengan sekali tendang."

"Se-sekali tendang!"

Sosok anak seumuran Naruto terkejud mendengar penuturan Arthuria dan menatap mayat sosok beruang yang kepalanya telah hancur. dia sedikit merasakan dingin dipunggungnya, tapi mengingat disini ada Lancelot dia merasakan aman. Bagaimanapun juga Lancelot adalah Ksatria yang mampu mengimbangi sang raja dalam penguasaan senjata.

Naruto yang ucapannya diabaikan mengerutkan dahinya tak suka. Dia sebagai musuh ada didepan mereka, dan mereka malah berbicara mengabaikannya! Bagaimana mungkin Naruto memaafkan hal merendahkan seperti ini. Bahkan Tiamat yang tak bisa dikalahkan oleh ayahnya selalu memandangnya waspada dan Tiamat masih berakhir mati setelah Naruto seret keneraka dan menembak kepalanya dengan Enki.

"Jangan abaikan aku, Zashu!"

Swush Swush Swush

Blarr

"Hoo menarik!"

Naruto melebarkan sebuah senyuman ketika sosok bernama Lancelot itu berhasil menghindar dan menghancurkan 1 senjata pedang. Tombak yang dia luncurkan terlihat hancur tertebas pedang miliknya sendiri.

"Luar biasa!"

Naruto yang mendengar decakan kagum Arthuria dan anak seumurannya tak bisa membantahnya. Lagipula Lancelot ini memang luar biasa. Dengan secepat kilat bergerak mengambil pedang yang meluncur pertama, si Lancelot memutar badannya dan menghancurkan tombak yang meluncur dalam waktu sepersekian detik setelah pedang.

Kecepatan, keahlian, dan ketenangannya Naruto akui sebagai yang terhebat selama dia mengelana 2 tahun ini.

"Hoo kau menarik. Kalau begitu,,,,,"

Naruto menegakkan tubuhnya dan bersedekap dada, kepala miiliknya dinaikkan menunjukan arogansi dan keangkuhan yang luar biasa. Kharisma menguar kuat yang bahkan membuat si Lancelot tersentak dan kehilangan ketenangan sejenak.

"Bagaimana kau menghadapi ini."

Sring Sring Sring

Dengan begitu 25 lingkaran emas muncul tanpa mantra atau gerakan apapun. Membuat 3 orang yang melihatnya melebarkan matanya melihat kejadian yang tak masuk diakal mereka.

"Heh!"

Naruto menyeringai remeh menatap kearah Lancelot yang menatapnya tajam, sangat tajam.

TBC

Yooo~

Saya kembali lagi bersama chapter baru dari LGOTW. Judulnya gak nyambung sama sekali ya? Hahahaha ya udahlah. Ngomong – ngomong, tolong baca ulang dari awal karena Typo beserta element Illya sudah saya ubah. Untuk yang Review dan minta sikap Raja dari Naruto dibuat lebih kuat, hmmm kayaknya lihat kedepannya aja deh.

Saya gak bisa secara sembarangan menentukan karakter seorang karakter utama hanya dari masa lalunya. Saya harus membuat sikapnya mulai berkembang layaknya manusia karena bagaimanapun, legendanya, nama besarnya, dan ketenarannya Naruto tak ada didunia ini. Jika sikapnya kayak Gilgamesh yang gamblang, bakalan ketahuan bahwa Naruto itu dari dunia lain.

Tapi tenang saja! Sikap Naruto bakal kayak Gilgamesh saat bertarung. Bukan hanya gaya khas `Zashu` yang terus disebutkan, sikap meremehkan namun waspada juga akan ditampilkan. Naruto disini akan menjadi versi sempurna Gilgamesh yang tak meninggikan egonya dengan menyimpan senjata yang terbaik untuk lawan terbaik, atau mengindahkan kekuatan lawan hanya karena asalnya.

Naruto bakalan serius walau lawannya tikus sekalipun, tantu sikap meremehkannya bukan berarti meremehkan lawannya. Itu hanyalah strategi memancing emosi lawan walau kadang Naruto keblabasan sih.

Oke, itu saja. Sampai ketemu dan Sayonara!

Assalamualaikum!

Gak bales salam dosa loh.