Little Garden Of The World

By

Lang

Publish And Update

By

(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )

Summary ::

Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.

.

Swushh Blar Blar Blar

Ledakan beruntun terjadi dengan indahnya didalam hutan. Diantara ledakan itu, 2 sosok berbeda tinggi tubuh dan umur sedang berhadapan. Di sekitar mereka terdapat kawah kategori sedang yang ditengahnya terdapat senjata tajam terbuat dari emas terlihat mengepulkan asap tipis.

Srinkk

Senjata – senjata emas tersebut menghilang menjadi debu emas yang menghilang diudara bersih. Sosok anak kecil berambut pirang dan bermata merah mendengus pelan dan menatap kearah belakang sosok berarmor hitam didepannya.

"Mereka sepertinya sangat percaya denganmu hingga mereka tak kabur. Apakah sebegitu remehnya kemampuanku dihadapan mereka, Knight Lancelot Du Lac?"

Lancelot yang mendengar pertanyaan lawannya terdiam sebentar. Sebenarnya dia cukup terkejud dengan kenyataan bahwa ada bocah 15 tahun yang mampu membuatnya kuwalahan dengan sihir aneh. Lancelot menghela nafasnya pelan dan menatap tajam anak kecil didepannya.

"Sebaiknya kau menyerah dan aku akan membawamu keistana sekarang juga."

"Jangan bercanda denganku, Ksatria hitam. Aku kesini ingin menolong Gadis cantik itu dan menikahinya. Jadi kau minggir dan pertarungan akan dihentikan."

Lancelot mengerutkan dahinya mendengar ucapan yang sendari tadi terus diucapkan oleh anak didepannya ini. Entah anak didepannya kehilangan akal atau yang lain, tapi anak ini bebahaya dan jika dibiarkan bebas akan merepotkan. Apalagi firasat tajam Lancelot berteriak untuk segera pergi semenjak ada disini, seolah mengatakan bahwa sendari awal apa yang dia lawan belumlah serius dan mempermainkannya saja.

"Aku tak tahu kenapa kau terus mengoceh seperti itu, tapi apa yang kau lakukan itu tak masuk akal! Kau memaksa menikahi sosok Putri Arthur-sama seperti ini. Apakah kau tidak memiliki kehormatan!"

Dzing

Deg

Lancelot langsung melebarkan matanya dan melangkah kebelakang ketika tatapan Naruto menajam kearahnya. Sumpah, dia tadi melihat bayangan besar dibalik mata merah mengerikan itu dan bayangan itu seolah menelannya dalam penderitaan pedih.

'Siapa anak ini sebenarnya?'

"Aku merasa terhina dengan ucapanmu itu, Ksatria Hitam."

Naruto mengutarakan isi hatinya dan memejamkan mata untuk menenangkan gejolak menggelora dihatinya. Jika dia kelepasan maka 3 orang didepannya beserta Gadis Cantik akan binasa. 2 orang itu tak masalah, tapi Gadis Cantik itu akan menjadi masalah jika mati, dia bahkan belum menikah dengan Naruto.

'Sepertinya adat didunia ini berbeda dengan adat pernikahan yang dilakukan ayahku. Memalukan memang, tapi aku harus melakukannya.'

"Jadi apa yang harus aku lakukan agar bisa menikahinya, Ksatria Hitam."

Naruto menanyakan apa yang dia anggap memalukan. Mengingat menurutnya budaya pernikahan disini sepertinya berbeda dengan apa yang di ceritakan oleh ayahnya saat melamar ibunya.(Kau yang salah Naruto-_-, bagaimana bisa upacara pernikahan mempelai perempuannya dilempari senjata tajam.)

"Hum? Kau setidaknya adalah seorang bangsawan besar atau petarung luar biasa yang membanggakan Kerajaan Britania. Tapi mengingat apa yang kau lakukan saat ini dan statusmu, jangan harap kau bisa menikahinya."

Naruto yang mendengarnya menganggukan kepalanya pelan dan mengendurkan posisi berdirinya. Lagipula dia sudah mengerti dan untuk menjaga kehormatannya, maka dia harus melamar Gadis Cantik dengan cara yang benar mengingat Gadis Cantik adalah seorang anak kedua penguasa kerajaan Britania.

"Namaku adalah Uzumaki Naruto, aku akan membuktikan bahwa aku pantas menikahinya. Aku akan masuk dalam sekolah sihir Avalon dan membuktikan apa yang aku ucapkan saat Turnament. Sedikit info untukmu Lancelot Du Lac sang Ksatria Hitam dari Britania, aku anak angkat temanmu Kushina."

"Eh!"

Lancelot tersentak mendengar ucapan Naruto dan ingin menanyakan sesuatu. Tapi Naruto lebih dulu melemparkan sebuah gulungan sihir yang indah karena kehalusannya layaknya sutra. Aroma menenangkan menguar dari sana dan tulisannya ditulis menggunakan tinta berwarna emas yang bersinar dengan megah.

"Itu adalah kunci menuju Mansion Einzbern yang aku Copy dari Irisviel Obaa-san. Kau bisa menemuiku dan Okaa-san disana, tapi tentunya kau harus menunggu beberapa waktu sebelum bisa menemuiku."

Naruto kemudian membalikkan badannya dan berjalan menjauh. Badan miliknya mulai dari kaki berubah menjadi partikel debu emas yang melayang dan menghilang diudara dan sebelum kepala dan tangannya menghilang, Naruto menoleh kebelakang dan mengangkat tangan kanannya.

"Kau akan menjadi Istriku, Gadis Cantik. Dan juga untukmu, Anak Cantik. Semoga kita bisa bertarung lain kali~."

Dengan begitu Naruto menghilang meninggalkan kebingungan bagi Gawain yang merupakan Kakak Arthuria dan pemegang pedang suci Excalibur Gelatine. Dia kebingungan dengan kejadian yang menimpa adiknya hingga orang bernama Naruto itu ngotot ingin menikahinya.

"Apa yang terjadi sebenarnya?"

FlashBack End

"Hmm setelah itu mereka terus datang setiap seminggu sekali dan menemuiku. Bahkan King Arthur juga beberapa kali datang dan berbicara denganku. Harus aku akui King Arthur adalah orang yang menarik dan jujur. Kecuali istrinya yang menakutkan."

Naruto mengeluarkan gumaman sekecil mungkin pada bagian terakhir ucapannya. Naruto masih dengan jelas mengingat saat Istri King Arthur menatapnya tajam dan bahkan mengancamnya secara halus jika menyakiti Arthuria saat Arthuria mengajaknya Sparing.

Reaksi Kushina dan yang lain bahkan mengejudkan saat mendengar ucapan Arthuria yang menjelaskan bagaimana mereka bertemu Naruto pertama kali. Pada saat itu Kushina dengan sangarnya ingin menghajar Naruto, tapi tentunya Naruto langsung pergi dari rumah dan masuk kedalam dungeon berbahaya dan memantai para Monster didalamnya.

"Maa masa lalu yang menyenangkan."

Naruto kamudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju arena pertarungan. Arena berbentuk stadion besar yang luar biasa dan mampu menampung hampir semua murid beserta guru – guru tak berguna. Mengingat pekerjaan guru disini hanya untuk membimbing dan pengawas tanpa mencerminkan guru sama sekali.

.

.

Battle Arena, Suzaku.

Battle Arena yang berada ditempat Kingdom Magic Of Avalon dan menjadi satu – satunya Battle Arena yang memiliki teknologi sihir level tinggi. Dimana sihir ini akan memperbaiki kerusakan secara mandiri dan membuat peserta yang ikut dalam Duel berdarah dan mati dalam arena akan muncul kembali diruangan khusus.

Singkatnya, saat seseorang mati didalam arena ini, dia akan hidup kembali diruangan khusus. Ini adalah teknologi sihir canggih yang hanya ada 3 didunia manusia. 2 arena lainnya berada di Kerajaan Masir dan Kerajaan Alexandria.

Arena ini terlihat menyala dalam kemegahan didalamnya karena 2 orang berbeda gender saling berhadapan ditengah arena. Bangku penonton terlihat penuh dengan para siswa dan guru yang tertarik menonton pertarungan yang walau sudah ditentukan pemenangnya sejak awal.

Jgless

Layar hologram muncul diatas Arena dan menghadap kearah 4 mata angin. Dilayar, gambar 2 orang berbeda gender ditunjukan dan membuat para penonton menjerit dan berteriak memberikan semangat kepada sosok bergender perempuan.

'Arthuria-sama' 'Arthuria-sama' 'Arthuria-sama'

Gemuruh kemudian berhenti pada saat juri melakukan intrupsi. Juri yang ada diruangan yang menghadap langsung arena dari atas memberikan ucapan pembuka da memperkenalkan peserta beserta data mereka masing – masing.

"Hmm membosankan."

Naruto menguap pelan mendengar ucapan juri yang membosankan dan menaikan tudung jaketnya hingga wajahnya tak terlalu terlihat. Kau hanya bisa melihat pancaran mata merah mengerikan milik Naruto saat ini walau itu hanya sesaat akibat Naruto langsung memejamkan matanya.

Telinga miliknya mendengarkan dentingan pertarungan dan gemuruh teriakan semangat beberapa kali sebelum akhirnya gemuruh menjadi lebih kuat.

Dentingan pedang beradu berhenti dan Naruto segera membuka kedua mata mliknya. Berdiri, Naruto melihat sosok Arthuria yang memenangkan pertandingan dan menatap tajam kearahnya. Naruto menaikan sudut bibirnya dan menatap tajam Arthuria balik.

'Huh sungguh lucu sekali.'

Naruto dapat mendengar dengan jelas diantara teriakan dan suara juri bahwa Arthuria menyuruh pemuda bernama Takamiya Shirou itu untuk melawannya. Naruto menatap Shirou dan tatapan mereka bertemu sebentar dan Naruto memejamkan matanya sejenak.

'Dia memiliki sihir unik. Bukan sihir proyeksi, namun lebih besar. Itu sepertinya adalah sihir imitasi dalam penciptaan dunia tumpukan pedang sama seperti siOtot besar itu. Hmm dia menciptakan pedang dengan mana dalam kemampuan sama namun ketahanan berbeda.'

Naruto menganalisi data pertarungan yang dia rasakan dengan fluktuasi mana dan pengalamannya. Suara dan bahkan getaran udara pertarungan menerpa dirinya dan informasi itu diolah dengan cepat oleh otaknya dan Naruto dapat menyimpulkan sesuatu.

'Berbeda dengan sihir proyeksi yang meniru sesuatu bahkan beberapa hal non fisik. Sihirnya lebih kepada pedang tak lebih dan tak kurang. DimensionMaker kah? Menarik.'

"Aku Takamiya Shirou akan menantangmu dalam Duel!"

.

.

Seisi stadion langsung terkejud mendengar ucapan lantang Shirou. Kebanyakan mereka menganggap Shirou bodoh karena mengingat Shirou baru saja duel ingin langsung mengajak orang lain duel lagi.

Gemuruh hinaan dan sejenisnya memenuhi arena namun Shirou tak memperdulikannya dan memilih menatap langsung Naruto yang masih diam.

'Apa yang dia pikirkan? Semoga dia menerima tantanganku.'

"Apa yang bisa kau berikan kepadaku, Takamiya Shirou? Apa yang bisa kau berikan kepadaku dalam pertarungan ini?"

Shirou tersentak mendengar teriakan keras yang membungkam seluruh arena. Para penonton melihat kearah Naruto yang disekitarnya sudah kosong akibat orang – orang menyingkir. Orang – orang itu tak nyaman karena merasa diperhatikan banyak orang walau kenyataannya yang diperhatikan adalah Naruto.

'Dia menanyakan apa yang bisa aku berikan dalam pertarungan bukannya apa yang bisa aku berikan jika dia menang?. Atau aku yang terlalu memetingkan setiap kaliamatnya dan menganggapnya begitu?'

"Jika kau bisa menunjukan `mimpi` milikmu kepadaku, aku akan bertarung denganmu."

Teriakan lanjutan dari Naruto langsung membuat seluruh arena ribut. Sebabnya adalah perkataan Naruto tentang `menunjukan mimpi`, itu berarti sosok Shirou memiliki Magic khusus DimensionMaker. Sihir menakutkan yang mewujudkan kemampuan sang pengguna dalam sebuah dunia.

"da-darimana dia mengetahuinya?!"

Mata Shirou melebarkan matanya mendengar pernyataan Naruto barusan. Sedangkan Naruto yang melihat ekspresi Shirou dari jauh menarik sudut bibirnya, tebakannya memang benar. jika begitu maka melawannya akan menimbulkan hawa menyenangkan untuknya.

Tangan Naruto bergerak dengan lincah dihologram yang muncul dilengannya dan Naruto menghirup udara sejenak dan mengeluarkannya dalam getaran suara kuat.

"Baiklah, Takamiya!"

Dzing

Berpindah!

"Aku sudah mendapatkan jawabannya dari ekspreksimu."

Ucap Naruto dingin saat muncul didepan Shirou dengan teleportasi arena secara otomatis. Ini adalah sistem yang dikenakan saat duel diterima dan jarak peserta kearena jauh. Perantara teleportasi adalah jam yang ada ditangan setiap siswa.

"Ow sekarang Takamiya Shirou menantang murid baru, Uzumaki Naruto! Dia adalah anak angkat Uzumaki Kushina dan dia berada disini dibawah nama keluarga Einzbern."

Shirou menatap serius kearah Naruto.

"Bagaimana bisa kau mengetahui Magic milikku. Aku bahkan baru disekolah ini dan aku yakin tak terkenal sama sekali."

Naruto tersenyum kecil dan membuka tudung jaketnya dan memperlihatkan wajah miliknya.

"Aku pernah menghadapi seorang pengguna DimensionMaker sebelumnya. Dia memiliki kemampuan memanggil kereta perang yang ditarik 2 lembu dan terus menyambarkan petir kearahku. Kamudian dia menyeretku kedalam DimensionMaker miliknya. Dari situ aku menarik kesimpulan, para pengguna DimensionMaker memiliki Magic unik dan fluktuasi mana yang aneh dan rumit."

Naruto mengangkat telapak tangannya dan menghadapkan telapak tangannya keatas. Secara perlahan cahaya emas memanjang diatas telapak tangannya dan membentuk sebuah bayangan pedang. Shirou yang melihatnya melebarkan matanya.

"Lagipula sihir proyeksi adalah milikku dan aku yakin kau tidak memiliki sihir ini. Trace On!"

Dzink

"Heh!"

Naruto menyeringai dan mengangkat pedang berwarna emas ditangan kanannya. Shirou melebarkan matanya sejenak kemudian menjadi tenang, Shirou mengangguk mengerti dan memasang posisi kuda – kuda. Sekarang Shirou sudah mengerti kenapa Naruto bisa mengetahui bahwa dia memiliki DimensionMaker.

"Magic milikku bernama Unlimited Blade Works. Aku bisa meniru semua jenis pedang dan bisa menyeretmu menuju dunia pedang tanpa batas. Bersiaplah karena aku akan menggunakan apa yang baru saja aku dapat."

"Woahhh! Takamiya telah mengumumkannya! Dia mengakui bahwa dia memiliki DimensionMaker bernama Unlimited Blade Works. Nama yang keren sekali! Baiklah, karena dua belah pihak sudah setuju dan taruhan ditentukan..."

Swushh

Seluruh arena menghentikan kegiatannya saat juri menjeda kalimatnya. Walau ini biasa terjadi, ketegangan masihlah membuat para penonton terdiam. Apalagi ketika Shirou memiliki DimensionMaker dan memiliki peluang akan dikeluarkan dipertandingan saat ini dilihat dari ucapannya tadi.

"Pertandingan dimulai!"

.

Swushh Dang

2 pisau berbeda warna berbenturan dengan 2 buah pisau yang berbeda warna juga. Naruto mundur dan melompat ringan kebelakang, ditangan kanannya pisau berwarna emas sedangkan ditangan kirinya pisau berwarna perak. Berbeda dengan milik Shirou yang berwarna hitam dan putih.

"Fisikmu kuat, tapi belum cukup untuk menahanku."

"Hmm fisikku tidaklah begitu kuat, aku masih kalah dari Arthuria-sama."

"Hoo dia menggunakan kemampuan yang menakjubkan dalam pengolahan gerakan dan pernafasan agar dapat melakukan serangan spektakuler. Jika kau melawannya sama saja bunuh diri kecuali kau memahami gaya bertarungnya."

Shirou memandang penasaran Naruto, bagaimanapun juga sepertinya Arthuria dan Naruto terlihat dekat. Mengingat bahwa Arthuria menyuruhnya bertarung melawan Naruto kemudian Naruto memahami teknik bertarung Arthuria.

"Apakah kau mengenal, Arthuria-sama?"

Gumam Shirou pelan agar tak menimbulkan gema diseluruh arena. Dia tak ingin mengundang perhatian lebih dan menimbulkan masalah bagi Arthuria dan Naruto jika dugaannya bahwa mereka dekat ternyata benar.

Naruto tertawa pelan dan meluncur kedepan. Kedua tangannya terayun dengan indahnya dan Shirou dengan kepayahan menahan setiap serangan. Pada setiap benturannya senjata Shirou hancur dan berkali – kali Shirou membuat yang baru lagi.

"Bisa dibilang,,"

Dang

"Begitu."

Srett

"Guakhk!"

Shirou melebarkan matanya ketika merasakan tendangan berkekuatan monster mengenai perutnya. Darah merah kental keluar seteguk dari mulutnya akibat kerusakan organ dalam.

'Serangan tunggal saja sekuat ini.'

Shirou terpental kebelakang dan berguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Shirou berusaha bangkit walau beberapa kali kembali jatuh tertelungkup. Tendangan tunggal tadi mengandung kekuatan yang tak main – main.

"Khuohh! Tendanganmu sangat berbahaya, Naruto-san. Apakah kau pengguna Body Magic juga?"

Ada dua magic dalam 1 orang, itu adalah kejadian langka yang hanya ada diclan besar saja. Mengingat bahwa Naruto yang hanya anak angkat keluarga Uzumaki memiliki 2 magic akan menghebohkan walau kenyataannya ada beberapa orang yang tidak dari klan besar memiliki 2 jenis Magic.

"Maksudmu sihir penguatan tubuh? Aku rasa kau salah. Walau kemampuan fisikku sekuat ini, aku berlatih keras loh. Ucapanmu itu seperti menghina kerja kerasku."

Shirou tersenyum kaku mendengar jawaban Naruto. Bukannya dia ingin menghina kerja kerasnya, tapi adalah hal yang luar biasa menemukan seseorang tanpa Body Magic memiliki kemampuan fisik sekuat ini. Bahkan Shirou yakin jika Naruto memiliki Body Magic tingkat fisiknya akan digolongkan dalam tingkat 6 kekuatan, 3 tingkat diatasnya.

"Cukup sudah main – mainnya, Takamiya."

Naruto menghilangkan 2 pisau di kedua telapak tangannya dan menunjuk kearah Takamiya. Aura mana emas menari indah dari tubuh Naruto dalam intensitas setara dengan milik Shirou. Jika Naruto melepaskan seluruh mananya, stadion ini akan runtuh nantinya.

'Perasaan ini, dia ingin mencitakan senjata dalam jumlah besar!'

Shirou mengikuti apa yang dilakukan oleh Naruto dan aura mana berwarna biru menguar dari tubuhnya. Penonton yang melihatnya merasa deg – degan, mereka melihat posisi ini saat pertarungan Arthuria sebelumnya. Posisi yang bisa membuat Shirou mengeluarkan lontaran senjata pedang.

Srink Srink Srink

Benar saja, dibelakang tubuh Naruto dan Shirou muncul pedang dengan berbagai bentuk yang unik. Bedanya adalah dibelakang Naruto juga ada senjata tombak dan bahkan kapak berwarna emas-perak, sedangkan Shirou lebih senjata perwarna hitam-putih serta hanya jenis senjata pedang saja.

"Jumlah 50 adalah batas pegendalianmu yah, tak mengejudkan melihat apa sebenarnya sihirmu."

Srink Srink Srink

Mata penonton dan Shirou melebar dan mulut mereka menganga melihat 200 pedang dan senjata lainnya muncul dalam kilauan emas. Senjata – senjata dengan warna dominan emas itu melayang diudara dan melayang dengan santai memberikan intimidasi kepada Shirou.

'Sial! Jika begini pertarungan akan selesai dalam waktu singkat.'

Naruto tersenyum kecil saat menikmati wajah mengeras dari lawannya. Sebenarnya Naruto bisa membentuk 500 senjata sekaligus, tapi mengingat batas senjata yang dikeluarkan Shirou, mengeluarkan 200 sudah bisa dibilang diluar akal sehat oleh makhluk fana dunia ini.

Shirou memasang wajah serius dan merentangkan kedua lengannya kedepan. Naruto menyimpitkan matanya ketika melihat mana muncul didepan kedua telapak tangan yang direntangkan itu. Shirou memejamkan matanya perlahan dan menggumamkan beberapa patahan kata.

"I`m the bone of my sword."

Rho Aias!

Dzing wung wung wung

Energi berbentuk bunga tercipta didepan Shirou dan mengeluarkan 7 perisai magis. Naruto menyimpitkan matanya melihat perisai Aias ada didunia ini dalam dalam bentuk tiruan. Entah ini memang magic pertahanan yang memang ada didunia ini atau memang tiruannya,,,

'Walau tiruan atau bukan, periasi itu akan hancur.'

Srett

Naruto mengayunkan lengannya ringan dan dengan serentak 200 senjata melesat menuju sosok yang ditargetkan. Tak hanya itu saja, senjata yang sudah mengenai targetnya kembali terbentuk melayang dibelakang Naruto dan melesat kembali kedepan layaknya peluru senapan mesin dalam jumlah tak terbatas.

Clang Clang Clang

Perisai Aias mulai roboh dan menghilang satu – persatu, sedangkan semua pedang dibelakang Shirou sudah menangkis apa yang bisa ditangkis dalam jumlah yang terbatas. Shirou menggertakan giginya dan memaksakan aliran mana miliknya tersebar keseluruh medan arena.

Clang

Naruto melebarkan seringainya ketika merasakan aliran fluktuasi mana menyebar.

'Perasaan ini, perasaan yang sama seperti saat melawan si otot itu.'

"Berikan kepadaku, Takamiya! Tunjukan,,,,Tunjukanlah mimpi milikmu itu kepadaku!"

Bersamaan dengan teriakan itu, Naruto menurunkan intensitas serangannya agar pelepasan mimpi seorang pejuang dapat dilakukan. Para penonton yang menonton segera bersiap menghadapi kejutan, mereka juga bisa merasakan fluktuasi mana yang menyebar keseluruh arena Suzaku.

"Unlimited Blade Works!"

Teriakan nyaring terdengar dari Shirou dan menimbulkan sinar menyilaukan. Para penonton dan Naruto memejamkan matanya merasakan silau dari efek perpindahan dunia dan pada saat Naruto membuka matanya, dia sudah keluar dari arena dan berada ditengah padang pasir penuh dengan pedang.

Naruto menatap kearah sekitar yang penuh dengan pedang dan langit dunia adalah roda gigi mesin-Gear-. Naruto kemudian menatap kedepan dan melihat Shirou yang tertunduk dan pada saat mendongakkan kepalanya, Naruto dapat melihat tato hijau berada ditengkuk, dan lengan kirinya. Samar – samar Naruto dapat melihat cahaya hijau berbentuk layangan ada dilengan atas bagian kiri.

"Jadi inikah DimensionMaker milikmu? Jutaan pedang tak terbatas yang bahkan tak bisa kau miliki kemampuan penuhnya. Kau adalah seorang User bukanya Owner, Takamiya-san."

Shirou tak memperdulikan ucapan Naruto dan mencabut sebuah pedang disampingnya, pedang itu memiliki kilauan perak yang indah dan gagangnya unik.

"Sihir ini akan merepotkan jika melawan seseorang yang memiliki kemampuan seorang Owner senjata seperti Arthuria-sama, jadi aku ragu bisa menang walau mengeluarkan ini. Tapi,,,"

Srink

Naruto menaikan alisnya ketika Shirou mengacungkan pedangnya kearahnya. Jujur saja itu membuat hatinya terbakar amarah, tapi Naruto menahannya akibat saat ini pertarungan telah disiarkan distadion dari drone sihir diatas dunia mimpi ini.

"Kau juga bukanlah Owner dari senjata, jadi ada peluang melawanmu menggunakan ini."

"Hmm jadi begitukah anggapanmu? Aku sedikit tersinggung dengan ucapanmu itu."

Shirou menyimpitkan matanya ketika melihat Naruto menarik 2 buah pedang kembar yang berada dipunggungnya. Shirou mencoba mengcopy senjata itu namun kepalanya malah merasakan sakit ketika mencobanya.

"Khuahahahaha baiklah, Takamiya. Jika kau bisa membuatku tertarik dengan kemampuanmu, aku akan masuk kedalam Teammu."

"Eh!"

"Kenapa dengan wajahmu itu, Takamiya? Aku akan masuk kedalam Teammu bersama dengan 2 orang lainnya. Apakah kau masalah tentang itu?"

"Ught ti-tidak, hanya saja aku sedikit terkejud."

Naruto tersenyum tipis mendengar ucapan jujur dari Shirou. Kuda – kuda dia kencangkan dan Shirou memejamkan matanya, ratusan pedang mulai tercabut disekitar dan mengarah kepada Naruto.

"Jika kau ingin mengenaiku,,,"

Dzink

"Kau harus lebih cepat."

Brak

"Ohkk!"

Pyarr

Tubuh Shirou melengkung dengan sudut luar biasa dan dengan mengejutkan tubuhnya pecah menjadi pecahan pedang. Pecahan pedang itu bercahaya biru dan melesat menuju tubuh Naruto.

"Heh!"

Bast!

Naruto membungkus mana disekitar tubuhnya dan melepaskannya secara paksa keudara luar. Mana yang terpancar dan dirangsang meledak itu mementalkan serpihan pedang dan menghancurkannya tanpa menyisakan apapun.

Swushh

Tebasan horizontal mengincar kepala Naruto dari belakang dan dengan mudah Naruto menundukan kepalanya untuk menghindar. Shirou yang melihat serangan belakang miliknya dihindari tanpa menoleh melebarkan matanya dan melakukan tendangan kekuatan penuh. Kekuatan ini telah 10 kali lebih kuat akibat Shirou berada diDimensionMaker miliknya.

Srett Buagh Pyar

"Wah!"

Shirou mengangkat pedang dari bawahnya untuk melindunginya dari tubuh Naruto yang berubah menjadi serpihan pedang. Ini adalah kejadian yang sama seperti yang dialami Naruto, tapi bedanya Naruto menahannya dengan ledakkan mana sedangkan Shirou dengan perisai pedang miliknya.

"Menarik, Takamiya! Tapi asal kau tahu saja, sihirku adalah Magic Proyeksi. Jurus sederhana seperti itu bisa kuproyeksikan kembali dengan mudah."

Shirou membalikkan tubuhnya dengan cepat mendengar suara Naruto. Setelah itu, Shirou memaksakan tubuhnya bergerak walau dengan kuda – kuda yang belum terpasang, alasannya adalah 7 pedang dan 8 tombak emas yang meluncur kearahnya.

"Cukup menarik. Tapi tunjukan aku lebih dari ini, Takamiya."

Naruto menurunkan telapak tangannya dan sihir miliknya berhenti. Mata merah miliknya menatap fluktuasi mana disekitar Shirou yang beregenerasi secara cepat. Didunia ini, kemampuan fisik dan mana milik Shirou 10 kali lipat lebih dari pada didunia nyata.

'sedikit berbeda dengan milik si otot itu yang membuat lawannya melemah.'

"Jika itu maumu, Naruto-san. Aku harap kau bisa bertahan dari seranganku ini!"

Shirou mengobarkan seluruh mana miliknya dan mana miliknya segera menyebar keseluruh daratan dimensionmaker. Naruto menatap kejadian ini dengan pandangan tertarik, tangan kanannya kemudian mengambil 1 pedang kembar yang tertancap ditanah.

Dang Sekrek

Ziink

Benang cahaya terjulur membentuk tali busur saat 2 pedang kembar berselimutkan perban menyatu membentuk busur. Naruto menarik tali busur itu main – main dan menatap lautan pedang disekitarnya mulai bergerak. Pedang berbagai bentuk yang menancap ditanah itu naik keatas dan memberikan intimidasi kuat.

Swush Swush Swush

"Hyaaa!"

Shirou mengangkat kedua lengannya keatas hingga seluruh pedang yang bisa dia kerahkan dalam jumlah mana seadanya berkumpul dibelakangnya membentuk badai pedang. Suara gesekan yang mengerikan saat puluhan pedang tanpa sengaja bergesekan memenuhi udara. Shirou menggertakan giginya dan mengatupkan kedua telapak tangan yang mengacung keatas.

Pak

"Hyaa terwujudlah, Excalibur!"

Dwosshhh

Cahaya kuning menembus retina mata Naruto yang tertawa dengan keras.

"Menarik, Takamiya! Tunjukan kepadaku semua yang kau punya!"

Naruto memposisikan busurnya dan menarik tali cahaya pada busurnya. Seketika anak panah berwarna emas dengan ukiran luar biasa berwarna biru terang muncul. Naruto kemudian mengarahkan busurnya keatas langit bukannya membidik Shirou.

"Hyaa jatuhlah pedang – pedangku! Unlimited Blade Works."

"Hmm turunlah dalam balutan cahaya surga, Holy Rain!"

Dsiu!

Blarrr

TBC

Golongan Mana.

Adalah jumlah banyaknya mana dalam tubuh Manusia. Jumlah Mana berbeda setiap manusia tergantung pada nasip atau garis keturunan walau itu tidaklah selalu seperti itu. Kadang kala ada manusia yang terlahir dikeluarga sederhana memiliki mana besar/sangat besar.

Golongan Magic.

Singkatnya sama seperti Rank dalam jurus ninja. Seperti Katon : Goukakyu No Jutsu yang memiliki Rank B dalam dunia ninja atau Katon : Gouka Meitssu yang memiliki Rank S. Sihir juga memiliki Ranknya tersendiri berupa angka 1~10. Walau digolongkan, bukan berarti golongan 1 akan lebih lemah dari golongan 10, tergantung pemanfaatan dan pengambangan penggunanya.

Golongan Kekuatan.

Adalah semua pencapaian dari belasan hal milik seseorang. Golongan ini menilai kemampuan pengguna Magic dengan nilai 1~10. Layaknya gelar Jounin, Chunin, Genin, dan Kage dalam Anime Naruto sesungguhnya. Penilaian ini sesungguhnya sangatlah kurang tepat, tapi masih dipakai agar lebih mudah bagi pikiran naif manusia.

Pertanyaan Silverbringer1 : Saya gak terlalu mengerti sifat Gilgamesh Caster, jadi saya gak bisa jadiin sifat Wise King Of Uruk untuk Naruto. Lagipula, saya lebih suka sifat Naruto sesuai dengan situasi sama imajinasi saya yang bahkan saya bingung menjabarkan bagaimana sifat sebenarnya dari Naruto.

Naruto sebenarnya orangnya Friendly hanya saja bisa jadi bengis, kejam, sombong, dan arogant dalam beberapa keadaan. Contohnya pada saat melihat kelakuan manusia saat modern yang `mempermainkan` ayahnya serta ibunya hingga menimbulkan Tiamat yang seharusnya ada diImaginary Number dapat keluar akibat Holy Grail Goetia.

Hehehe saya akan jelaskan ini untuk chap yang akan datang saja. Nanti akan ada hubungannya sama musuh – musuh Naruto didunia ini. Untuk Pair Naruto masih belum jelas apakah Arthuria atau bukan karena bagaimanapun juga Naruto memiliki sifat manusia sebagian, jadi pandangan sekilas tentang cinta terhadap Arthuria bisa berubah gara – gara Arthuria sendiri khukhukhu(Cermatilah ini oke!).

Akiho yoshikawa : Anda terlalu banyak mabuk Mobile Legend :v. Sekali – kali lihatlah anime Fate/Zero eps 14~50, disana kamu bisa tahu siapa Lancelot itu. Dia adalah ksatria terbaik dan terkuat bahkan melebihi Arthur pendragon dalam Lorenya. Jika gak mau nonton animenya baca aja profilnya di Google `Lancelot Berserker Sehai-kun` disana kamu akan tahu Lancelot yang saya pakai diFic ini.

Jaaaaa!