Little Garden Of The World
By
Lang
Publish And Update
By
(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )
Summary ::
Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.
.
Angin berhembus pelan menerpa setiap makhluk diAltresa tak terkecuali sosok manusia pirang yang sedang berdiri diatas gedung tertinggi Kingdom Magic Of Avalon. Dia adalah Naruto yang sedang menatap tajam daerah sekitar dan memindai keanehan yang dia rasakan semenjak dia mengalahkan Shirou.
Ngomong soal itu, setelah benturan Unlimited Blade Works dan Holy Rain dalam bentuk jauh dari sempurna, Naruto memenangkan pertarungan. Teknik hujan cahaya miliknya berhasil menghancurkan seluruh pedang dan serangan Excalibur Naruto tahan dengan Enki dalam wujud busur.
Setelah itu, Takamiya Shirou kehabisan mana dan pingsan, tentunya itu membuat DimensionMaker miliknya hancur kembali seperti semula. Semenjak itu, nama Takamiya Shirou dan Naruto menjadi topik perbincangan selama seminggu sebelum akhirnya mereda seolah tak pernah terjadi apapun.
"Gejolak mana yang mengerikan! Jumlahnya sama seperti mana milikku dan terkubur didalam tanah. Jika dilihat dari arah dan jaraknya seharusnya itu berada diKerajaan Mesir. Ada juga fluktuasi mana gelap dalam jumlah sama menguar dari gunung Hiei. Astagah, taman ini sangat menarik."
Naruto mengusap rambutnya dan menyeringai senang merasakan beberapa flukuasi mana yang memiliki besar sama sepertinya alias tak terbatas. Fluktuasi mana ini cukup menyenangkan jika diajak bertarung. Tapi, karena Naruto sudah berekolah disini, keluar sekolah tanpa ijin bisa membuatnya menddapatkan masalah.
"Huh aku harap ada kejadian menarik disekolah ini. Mungkin penculikan anak bangsawan? Hmm bagus juga jika Arthuria diculik dan aku menyelamatkannya. Difilm – film para gadis suka diselamatkan."
Ting Ting Ting
Suara nyaring terdengar disetiap langkah Naruto yang ternyata ssemenjak tadi bukan berpijak dibangunan keras. Naruto selama ini berpijak pada semacam mana yang dikeraskan menjadi sebuah lantai hijau transparan. Ukiran tak beraturan dari serat mana yang dipadatkan terlihat jelas dalam warna hijau dan menimbulkan suara nyaring saat Naruto memijaknya.
Tak
"Shirou atu bilang akan mengenalkan anggota kelompok Fate hari ini jam 09:00, ini sudah jam 09:55. Wadduh terlambat kalau gitu."
Naruto mendarat diatas atap dan menggaruk belakang kepalanya. Kemudian Naruto berjalan kearah pintu dan membukanya. Naruto melirik kebelakang sejenak dan menyimpitkan matanya saat mata miliknya menangkap fluktuasi mana cukup besar bagi standar dunia ini menuju kesini.
"Aura suci?sebuah serangan yang cukup besar dikeluarkan. Aku penasaran siapa yang mengeluarkannya."
Cklek
.
"Sheroo!"
"Hei! Jangan dekat – dekat dengan Takamiya-kun, Rambut bor!"
"Ahhh Sheroo! Walau kau kalah melawan kuning itu, aku akan selalu disampingmu."
"Menyingkirlah darinya!"
"Kau itu ada masalah apasih, cewek judes? Aku sedang berbicara dengan Shero ku."
"Namanya itu Takamiya S-h-i-r-o-u, bukannya Shero Idiot!"
"e-etto,,,"
Shirou yang diperebutkan 2 orang gadis hanya bisa menggaruk pipinya dengan senyum aneh. Dia tak mengerti dengan sikap 2 gadis yang ada didepannya ini. Mereka akur jika aku tak ada, tapi mereka malah bertengkar jika aku ada, apakah aku seperti saklar yang memicu pertengkaran mereka Batin Shirou aneh.
Sementara itu, sosok loli berkulit gelap terlihat tenang dan baik – baik saja walau keadaannya sangat berisik. Dia tak mengambil inisiatif melerai atau menenangkan 2 gadis temannya yang sedang bertengkar hebat hanya karena seorang pria yang bahkan tak peka sama sekali pada perasaan seorang gadis.
"Hmm Miyu-chan. Apakah kau tahu kenapa kita dikumpulkan disini? Apakah ini ada hubungannya dengan rumor bergabungnya Arthuria-sama dengan Team kita."
"Aku tak tahu, tapi sepertinya begitu, Kuro-chan. Aku mendengar dari Onii-chan bahwa akan ada 3 orang lain selain Arthuria-sama akan masuk juga."
"Ehh!"
Wajah Kuro langsung menujukan wajah terkejud. Jika begitu bukankah Team mereka akan mencapai jumlah maksimal? Denga sudah ada 4 anggota ditambah Arthuria dan juga 3 orang yang inin bergabung, totalnya adalah 8 orang, belum lagi Illya dan juga temannya juga akan ikut bergabung.
"Jadi Team kita akan mencapai jumlah maksimal? 10 orang anggota dan 1 orang ketua."
"Um."
Gadis loli berambut hitam panjang menganggukan kepalanya dan masih menatap datar kearah pertengkaran 2 gadis diteam mereka. Sementara itu, Shirou yang berusaha melerai bingung bagaimana cara meleraikan 2 gadis yang berebut cinta itu.
Ceklek
"Yare-yare,,,,rasio perbandingan pria dan wanita diTeam ini sangat mengerikan jika aku lihat. Ngomong – ngomong, apakah kami mengganggu kalian?"
.
Naruto berdiri diambang pintu dan menatap petengkaran dua gadis tak berguna. Mata merahnya menelisik kedalam aliran mana semua orang disini sebelum mengeryitkan dahinya karena melihat Artifac sejenis atau mungkin pecahan yang terbelah.
"Ah jika dilihat memang terlambat, tapi tak apa, Naruto-san. Lagipula kita juga baru saja berkumpul, jadi dimana 2 orang yang kamu maksud akan ikut."
Naruto melirik kearah belakangnya sejenak dan beberapa saat kemudian 2 gadis kecil muncul membuat 4 orang yang ada di Team Fate terkejud. Mereka tak menyangka ternyata 2 orang yang dibawa oleh Naruto adalah Illya dan juga Angelica.
"Mereka orang yang aku maksud, Illyasviel Von Einzbern dan juga Uzumaki Angelica. Aku rasa 4 anggota milikmu sudah mengenalnya, Takamiya."
"Woaahhh! Miyu-chan! Kau imut sekali."
Illya langsung melesat kearah Miyu dan memeluknya erat, Miyu terlihat mencoba memberontak untuk melepaskan pelukan maut itu, tapi bukannya mengendur, pelukan itu malah semakin mengerat dan membuat Miyu sesak nafas.
"Hai, Shirou Nii-san! Namaku Angelica, mohon bantuannya."
Angelica mengenalkan dirinya dengan sopan dan menundukan kepalanya. Naruto yang melihat sikap sopan adiknya mendengus bangga dan tersenyum kecil, lengan kanannya mengeluss puncak kepala Angelica dan membuat Angelica tersenyum senang.
"Ah Namaku Takamiya Shirou, senang berkenalan denganmu. Melihat reaksi mereka sepertinya kamu sudah mengenal mereka."
Shirou juga mengenalkan dirinya dengan sopan, Angelica mengangguk dan menatap kearah ruangan ini. Ruangan ini tidaklah luas, hanya ada perabotan seadanya dan beberapa sofa empuk yang mengelilingi meja berbentuk Oval.
"Silahkan duduk, maaf jika ruangan ini hanya seadanya. Mengingat peraturan sekolah mengenai ruangan setiap Team,,,,"
"Aku mengerti. Lagipula ini adalah team yang baru saja dibentuk dan belum melakukan misi, poin yang didapatkan belumlah ada dan membuat kalian tak bisa membeli item diShop bukan?"
"Um."
Shirou hanya mengangguk dan mendudukkan pantatnya setelah Naruto duduk bersama dengan Angelica, Illya dan juga Miyu yang sudah dilerai oleh Kuro. Rin dan juga Luvia juga memasuki mode tenang mereka dan menatap Naruto tajam seolah ingin mengulitinya hidup – hidup.
Naruto tak mempermasalahkan tatapan waspada 2 gadis cantik itu dan memilih mengedarkan matanya keruangan Team ini. Bukannya menilai betapa tak layaknya ruangan ini, tapi untuk memastikan bahwa tak ada yang `mengintip` ataupun memeriksa bahwa Arthuria memang tak ada disini.
"Apakah Arthuria tak ada disini, Takamiya? Bukankah seharusnya dia ikut dalam Teammu?"
"Ahh Arthuria-san tidak datang karena dia ada masalah. Aku tak tahu apa itu, tapi dia bilang Kepala Sekolah memanggilnya sekitar 5 hari yang lalu ddan belum kembali. Ohh aku lupa! Maakan aku, aku akan membuatkan Teh."
Shirou teringat bahwa dia belum menyediakan minuman dan segera pergi kebelakang untuk membuatkan teh untuk semua yang ada disana.
"Begitukah? Aku mengerti."
Naruto menghembuskan nafasnya kecewa mendengar ucapan Shirou dan menyenderkan punggungnya disandaran sofa merah. Wajahnya menunduk sejanak sebelum akhirnya terentak pelan, alasannya adalah Angelica yang mencubit perutnya.
"Ada apa, An-chan? Apakah kau ingin sesuatu?"
Naruto mengeryitkan dahinya ketika melihat ekspresi Angelica yang seperti menahan sesuatu, diam beberapa saat, Naruto akhirnya mengerti apa yang diinginkan oleh Angeica. Naruto menatap kearah Kuro dan bertanya kepadanya, niat awalnya ingin bertanya pada Rin ataupun Luvia, tapi tatapan mereka menjengkelkan.
"Apakah kau bisa mengantarkan adikku kekamar mandi? Aku rasa dia ingin melakukan sesuatu disana."
"Yosh! Tak masalah. Ayo Angelica-chan! Aku akan mengantarmu kekamar mandi."
"Um."
Kuro dan Angelica pergi menuju kamar mandi diluar. Naruto menatap punggung 2 gadis itu sejenak sebelum memejamkan matanya, tanpa melihat Naruto bisa tahu bahwa 3 tatapan tajam mendera dirinya saat ini. Naruto kemudian membuka sebelah matanya.
"Jadi,,,, bisa aku tahu kenapa kalian terus menatapku seperti itu?"
Pertanyaan itu layaknya sumbu yang dibakar dan Rin langsung menanyakan sesuatu yang sudah ada dikepalanya sejak tadi.
"Magic yang kau gunakan waktu itu, bagaimana kau bisa melakukannya tanpa mantra sedikitpun? Apakah kau menggunakan semacam trik khusus?"
Naruto yang mendengar pertanyaan yang sudah dia duga itu pura – pura memikirkan jawabannya. Naruto sudah tahu jika pertanyaannya pasti tentang sihir, 3 gadis yang ada dihadapannya ini adalah maniaknya pengetahuan dan sihir, mereka akan sangat penasaran tentang sesuatu yang diluar logika mereka.
"Anggap saja aku spesial seperti para Demon dan Angel. Tapi jangan berpikir jika aku adalah seorang Half."
"Itu tak masuk akal! Bagaimanapun juga, para Demon dan Angel harus tetap mengeluarkan mantra saat melepaskan sihir dalam jumlah sama sepertimu. 200 bukanlah jumlah yang main – main."
Komen tak setuju Luvia yang membantah apa yang dijawab oleh Naruto. Mendengus remeh, Naruto membuka kedua matanya dan menatap tajam 3 orang yang duduk didepannya itu, jarak 1 meja oval yang menyisakan mereka seolah tidak ada didalam tatapan mata merah itu.
"Itu hanyalah pemikiranmu, apakah kau pikir sihir Unknown hanya berupa kekuatan yang dilemparkan?"
Jawaban berupa pertanyaan itu seolah membuat gear diotak 3 gadis didepan Naruto berhenti mendadak. Mereka menatap tak percaya kepada Naruto akibat mendapatkan jawaban yang luar biasa itu. Miyu terlihat menyenderkan punggungnya disandaran sofa.
"Maksudmu sihir Unknown milikmu tak hanya Proyeksi saja dan kau memiliki sebuah sihir lagi yang membuatmu bisa melakukan sihir tanpa mantra. Tapi bagaimana mungkin? Sebuah sihir yang bisa membuat sihir tanpa mantra,,, benar – benar Unknown Magic."
"Ahh maaf menunggu lama!"
Suara Shirou terdengar dari belakang dan dengan segera suasana aneh menghilang digantikan suasana santai. Rin, Luvia, dan Miyu terlihat mengobrol biasa sedangkan Naruto malah memoles SmartWatch yang layarnya terkena debu.
'Mudah sekali dibohongi. Dasar Zashu!'
"Eh dimana Kuro-chan dan Angelica-san? Apakah mereka pergi?"
"Kuro saat ini sedang mengantar Angelica kekamar mandi Shero. Kau jangan khawatir."
Luvia tersenyum manis mendengar pertanyaan Shirou dan membuat Rin ingin mencekiknya sampai mati. Shirou menjawab 'begitukah? Aku mengerti' dan meletakkan teh yang ada dinampan keatas meja. Totalnya ada 7 teh disediakan oleh Shirou.
Cklek
Bersamaan dengan Shirou yang meletakkan teh terakhir dimeja, pintu terbuka dan menunjukan sosok Arthuria yang dibelakangnya ada Angelica dan Kuro. Naruto yang melihat kedatangan Arthuria mengeryitkan dahinya, bukan apa – apa, dia melihat sisa mana gelap menyelimuti tubuh Arthuria.
Belum lagi kondisinya yang terlihat mengkhawatirkan. Naruto berdiri dengan cepat dan melemparkan air sihir penyembuh, air itu menabrak Arthuria dan pecah sebelum akhirnya mengeluarkan cahaya hijau keseluruh tubuh Arthuria. Tapi sayangnya terlambat karena Arthuria sudah pingsan terlebih dahulu.
Bruk
Naruto menangkap tubuh Arthuria sebelum jatuh dan dia bisa mendengar suara panik dibelakang maupun didepannya.
'Apakah ini ada hubungannya dengan mana gelap digunung Hiei? Siapapun makhluk itu akan aku lenyapkan.'
.
.
Arthuria berlari dengan kencang dan menghunuskan pedangnya. Para makhluk batu berbentuk prajurit yan merupakan lawannya itu langsung terbelah menjadi berkeping – keping. Tapi setelahnya, batu itu kembali kewujudnya semula.
"Apa – apaan ini?"
Swush
Stap
Arthuria melompat kebelakang dan mendarat diatas desa Carne. Desa dikaki gunung Hiei tempat misinya dilaksanakan. Arthuria kesini sendiri atas permintaan Kepala Sekolah untuk mengecek unsur mana gelap yang beberapa kali dirasakan secara samar menggunakan Excalibur.
Awalnya Arthuria akan didampingi oleh beberapa murid untuk menjamin keselamatannya, tapi Arthuria menolaknya dengan alasan bahwa misi ini tidakah berbahaya. Kepala Sekolah tentu saja menentangnya karena Arthuria adalah putri King Arthur, namun dengan beberapa alasan lainnya Arthuria akhirnya diijinkan pergi sendirian.
Alasan Arthuria untuk pergi sendirian sebenarnya adalah untuk menghindari Naruto, mengingat ayahnya itu Overprotective padanya, pasti ayahnya itu akan mengikut sertakan Naruto yang sudah dipercaya ayahnya dalam kekuatan dan sifat untuk menjaganya saat misi diluar.
Ayahnya itu ssangat over jika menyangkut dirinya. Dia bahkan menyuruh kepala sekolah untuk selalu mengikut sertakan Naruto dalam setiap misi yag akan diambil Arthuria. Walau menjengkelkan, Arthuria juga bisa memakluminya karena bagaimanapun dia adalah anak perempuan satu – satunya dalam keluarga Pendragon.
Kembal ketopik.
Singkatnya, Arthuria langsung menuju kesini dan menginap beberapa hari untuk menyiapkan lingkaran sihir khusus yang bisa membuat Arthuria dapat merasakan aura jahat menggunakan Excalibur. Fungsi lingkaran sihir khusus itu adalah untuk memperkuat kemampuan perasa dari Excalibur.
Tapi beruntungnya atau sialnya, Arthuria yang telah selesai membuat lingkaran sihir khusus langsung diserang oleh prajurit batu! Bahkan aura hitam penuh kejahatan bisa dirasakan tanpa perlu menggunakan Excalibur.
Tak sampai disitu saja, desa Carne yang dia tempati dalam membuat lingkaran sihir dihancurkan, atau lebih tepatnya setengah hancur. warga desa melarikan diri setelah Arthuria mengefakusikan dan menahan para makhluk batu tak bisa mati itu.
'Energi kegelapan yang terus bocor tak terkendali dari gunung terus meregenerasikan pasukan batu ini.'
Swushh
4 tombak terlempar kuat kearah Arthuria dan dengan anggun, Arthuria melimpat keatas dan melakukan gerakan akrobatik. Dalam waktu singkat, 4 tombak hancur berkeping – keping.
'Ini sama seperti sihir dalam buku dongeng Necromancer. Pasukan batu ini tak hidup dan hanya dikendalikan dengan energi gelap. Cahaya Excalibur daam kekuatan ini bahkan tidak bisa memurnikannya karena energinya terlalu banyak.'
Brak Brak Brak
Tanah bergetar dengan kuat saat suara injakan mengintimidasi dari pasukan batu terdengar. Arthuria yang melihat pasukan batu berhenti menyerangnya dan malah menginjak tanah hingga menimbulkan goncangan mengerutkan dahinya kebingungan.
"Nee~ aku tak menyangka ada manusia pengguna Artifac akan muncul didesa kecil ini."
"Succubus!"
"Ha`i, sepertinya kau terkejud melihatku. Apakah aku begitu menakutkan untukmu, gadis manis?"
Arthuria menggertakan giginya melihat makhluk yang tiba – tiba muncul begitu saja didepan matanya. Aura sihirnya tidak main – main dan terasa sangat gelap. Arthuria jelas tahu apa Succubus dan jenis kekuatannya.
Succubus adalah makhluk setengah monster-demon yang menyerupai manusia bergender perempuan. Mereka sangat cantik dan momok menakutkan bagi para pria, Succubus juga mendapatkan kekuatan setelah `bermain` dan menyedot habis kekutan seorang pria dalam ciuman.
Succubus sejatinya sudah punah setelah peperangan antara pasukan Monster melawan pasukan manusia-elf-dwarf. Melihatnya disini adalah bahaya yang nyata, jika Succubus dibiarkan bebas berkeliaran, mereka dapat menggoda pria kuat dan menjadikan mereka santapannya.
Pesona Succubus adalah pesona iblis sejati, hampir tak ada manusia pria yang bisa menolak pesonanya. Arthuria yakin jika Naruto bahkan tak akan melirikkan matanya pada seorang Succcubus, Naruto itu hanya tertarik kepadany-Uhuk. Apa – apaan itu tadi, kenapa Arthuria malah memikirkan hal itu?
"Bagaimana kau masih ada. Bukankah kau sudah punah setelah peperangan dulu?"
"Hoo itu tak sopan loh. Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku tadi~."
"Jawab saja!"
Arthuria membentak dan membuat Succubus cantik bersayap dan berekor didepannya terkejud sebelum akhirnya menyeringai kejam. Dilihat dari manapun, kecantikannya masih terjaga walau ekspresinya begitu kejam. Succubus memanglah makhluk mengerikan!
"Ara ara ara~. Galak sekali, seorang pria tak akan suka kepadamu jika sikapmu seperti itu, gadis manis."
"Hmph! Jangan salah sangka, tapi ada seorang pria yang tergila – gila kepadaku. aku berani bertaruh kau tak akan bisa menikungnya dariku."
"Hoo kau menantangku."
Succubus itu menyimpitkan matanya kesenangan, dia adalah seorang Succubus yang penuh dengan nafsu. Mendengar bahwa ada seorang pria yang tak bisa ditaklukan olehnya membuat darahnya berdesir penuh gairah.
Arthuria dengan lantang menjawabnya.
"Namanya adalah Uzumaki Naruto, dia tak akan bisa kau taklukan bagaimnapun caraya. Siapa namamu? Namaku Arthuria Pendragon."
"Namaku adalah Fuuka. Aku adalah pelayan dari Black Dragon, Moryuu. Bisa kau ihat bahwa Moryuu-sama akan bangkit membawa serta pasukan abadi dan diriku."
Arthuria yang mendengarnya tersentak sesaat. Dia tahu siapa Moryuu itu, sosok naga hitam yang pernah memimpin pasukan abadi dan hampir memukul mundur pasukan gabungan. Namun sosok pahlawan muncul dan menyegelnya dalam gunung. Sepertinya gunung Hiei adalah gunung yang dimaksud, sungguh kesialan yang menakjubkan.
'Jika begini lebih baik aku menerima untuk pergi bersama dengan Naruto!'
"Baiklah, karena sudah cukup berbicangnya,,,,"
Fuuka menggantung ucapannya dengan wajah menggoda dan membuat Arthuria waspada, apalagi aura mana gelap yang secara jelas menlapisi tubuh Fuuka dan memperkuatnya 2 kali lipat.
Dzing
Menghilang!
Srett
"Aku akan membunuhmu."
Ucap Fuuka dengan tatapan datar setelah serangan dadakannya dari belakang dihindari. Fuuka dengan anggun menarik cakar yang ingin digunakan untuk menusuk kepala Arthuria dan menendang Arthuria menggunakan kaki kananya `pelan`.
Brak
"Ught!"
Arthuria terpental dan turun dari atas rumah hingga membentur tanah dengan kuat. Pasukan batu yang tak bisa mati sudah menyingkir tak mau mengganggu pertarungan antara Fuuka sang Succubus dengan Arthuria Pendragon sang Princes Knight.
"Ara? Apakah tendanganku terlalu keras? Sangat disesalkan sekali."
"Diam!"
Arthuria menatap tajam Fuuka setelah bangkit dari kawah berdiameter 3 meter. Kekuatan tendangannya itu tidak terlalu kuat, namun akibat posisinya yang ada diatas rumah dan jatuh, rasa sakitnya lebih terasa.
"Huftt~."
Arthuria menghembuskan nafasnya pelan dan memposisikan pedang Excalibur yang tak terlihat semenjak tadi. Mana menyebar keseluruh tubuhnya, tak hanya itu saja, lingkaran sihir hijau muncul dibawah Arthuria dan saat lingkaran sihir menghilang aura angin menyelimuti tubuh Arthuria.
Kaze No Mofu/selimut angin
Fuuka yang melihat perubahan itu langsung siaga, dia tidaklah bodoh untuk menilai lawannya sendiri. Gadis didepannya ini bukanlah gadis biasa, namun walau begitu bukanlah tandingannya. Fuuka akan melawannya sepenuh hati dan membunuhnya agar gadis didepannya ini tak akan merepotkan dimasa depan.
Yokubo No Tsume/cakar nafsu
Cakar muncul dijari – jari Fuuka dan dengan segera Fuuka melesat meninggalkan hembusan udara. Arthuria dengan segera menundukkan kepalanya menghindari serangan yang mengincar lehernya. Selimut angin yang merupakan teknik memperkuat tubuh dalam body magic dicampur dengan Elemental magic melakukan aksinya.
Swushh
Angin berhembus dibelakang tubuh Arthuria dan memberikannya dorongan kedepan, sontak ini membuat Fuuka melebarkan matanya melihat hal baru ini. Arthuria tak menyia – nyiakan kesempatan dan langsung menusukkan pedangnya kejantung Fuuka. Kejadian ini berlalu begitu singkat pada saat yang tepat dan membuat Fuuka tak mampu berkutik.
"Ohok!"
"Kau kuat, sangat kuat! Namun kau tak tahu apapun mengenaiku. Seperti makhluk kuat bodoh lainnya, kau meremehkan musuh dan melakukan kesalahan."
Crekk
Brak
Arthuria menarik pedang Excalibur yang menancap didada Fuuka dan dengan kuat menendang tubuh Fuuka hingga menabrak 3 buah tembok kayu. Arthuria mendengus melihat itu dan bersiap melakukan teleportasi instant menggunakan benda yang diberikan Naruto padanya saat pertemuanya untuk yang ke-7 kalinya.
"Boleh juga kau, Bocah! Kau benar – benar mengejutkanku dan membuatku benar – benar Marah!"
Blarr
Aliran mana hitam meledak dari tubuh Fuuka yang tertimbun dan membuat rumah sekitarnya lenyap menjadi partikel debu. Gelombang mana tadi bersifat merusak benda non makhluk hidup dan mengubahnya menjadi partikel debu. Arthuria yang melihat musuhnya bertahan menyimpitkan matanya.
'Seorang Succubus memperoleh kekuatan seorang pria, berarti dia juga bisa memperoleh kekuatan iblis Phoenix.'
Batin Arthuria menatap api yang berkobar disekeliling dada Fuuka yang terkena tusukan pedang suci. Regenerasinya membutuhkan waktu banyak dan menguras energi, namun energi hitam yang bocor dari tanah merestorasi energi Fuuka yang terkuras untuk meregenerasi lukanya.
Dzing
Brak
Fuuka menghilang dari tempatnya berpijak dan muncul didepan Arthuria. Tanpa bisa ditahan maupun bereaksi oleh serangan berkecepatan mengerikan itu, Arthuria memperoleh luka dari cakar Fuuke tepat diperutnya. Fuuka yang melihatnya menyeringai dan menghilang kembali.
"Fuahahahaha! Sekarang kau akan menderita selamanya, Arthuria!"
Arthuria yang menembus 5 dinding menatap bingung kearah perutnya. Tak ada rasa sakit sedikitpun dan bekas luka juga tidak ada, tapi entah mengapa ada sesuatu perasaan mengganjal dihatinya mendengar ucapan Succubus bernama Fuuka tadi, perasaan ketakutan yang kentara.
"Apa yang kau lakukan padaku tadi?"
Arthuria bangkit dan bertanya kepada Fuuka. Bukannya menjawab, Fuuka yang melayang angkuh diatas tertawa dengan gila. Wajah cantikny sekarang benar – benar berubah mengerikan akibat giginya berubah menjadi seperti hiu dan kulitnya memerah seperti pekatnya darah merah.
Pakaian minim yang dia kenakan membuat kengeriannya melebihi ekspektasi. Seolah kau sedang berada ddibawah pengawasan Sadistic Girl dipenjara Impel Dawn atau apalah itu dianime sebelah.
"Fuu~ kenapa aku harus memberitahumu? Lagipula kau akan mati disini, jadi jangan khawatirkan seranganku tadi."
Fuuka tersenyum mengerikan dan segera menaikkan lengan kanannya. Rantai energi hitam muncul dari belakangnya menuju kearah Arthuria. Melihat hal yang berbahaya, Arthuria mencoba bergerak, namun secara tiba – tiba tangan batu mencengkram kakinya dengan kuat.
Jlep Srink Srink Srink
"Ohhkk!"
Arthuria memuntahkan darah segar ketika rantai hitam menembus bahu kanannya dan berputar mengikat tubuh miliknya. Fuuka menyeringai dan memegang rantai energi hitam yang terhubung dengan Arturia. Fuuka mengalirkan energi miliknya perlahan kearah rantai.
Serrr
"Khuaahhkkk!"
Arthuria berteriak kesakitan dan darah segar keluar dari mulutnya. Fuuka yang melihat kejadian itu tertawa terbahak – bahak akibat rasa gembira dihatinya. Hobi seorang Succubus nomer 1 bukanlah bermain dengan seorang pria, tapi menyiksa wanita dengan sadisnya sebelum dibunuh.
Arthuria menggertakan giginya merasakan energi hitam menerobos setiap titik mana miliknya secara perlahan dan sangat menyakitkan, jika seperti ini maka titik mana miliknya akan rusak dan Arthuria tidak akan bisa melakukan sihir lagi. Lupakan tidak bisa melakukan sihir, Arthuria akan mati jika tak bisa melepaskan rantai ini.
Arthuria mengeratkan pegangannya pada Excalibur. Menjawab tekad sang pemilik, Excalibur mewujudkan dirinya keluar dari sangkar bernama Invisible Air yang menyembunyikan wujud serta sebagian cahaya cemerlang miliknya.
Srinkk
Fuuka menyimpitkan matanya melihat cahaya menerpa matanya, cahaya itu adalah cahayaa suci dan walau tak terlalu kuat masih bisa membuatnya buta jika dilihat langsung.
"Hyaa jangan menutup matamu, Jalang!"
"Uh!"
Fuuka membuka matanya mendengar teriakan Arthuria dan melihat sebuah pedang bercahaya menebas tubuhnya secara vetikal dari bahu kiri sampai pinggang kanan.
Stap Bruk
Arthuria mendarat diatas atap yang masih utuh dengan kondisi buruk. Armor sihir miliknya yang rusak telah kembali seperti semula namun lukanya masih mengeluarkan darah ddibaliknya. Arthuria mengambil sebuah gelang berwarna emas dengan perhiasan mahal diberbagai sisinya.
Aura magis menguar dengan jelas dari item itu dan Arthuria langsung mengingat mana milik Angelica, dia ingin langsung menuju Naruto, namun dia tak bisa mengingat mana Naruto yang memiliki gelombang aneh dan terus berubah – ubah entah mengapa.
Lock Position, Move!
Dzing
Kemudian Arthuria menghilang meninggalkan desa Carne yang dipenuhi oleh pasukan batu. Potongan tubuh Succubus Fuuka terlihat bergerak – gerak sesaat sebelum akhirnya terbakar oleh api merah. Bagian tubuh bawah menghilang dan pada bagian atas mulai beregenerasi.
"Kheh! Itu sangat menarik sekali, tapi dia pasti akan menderita mendengar fakta seranganku tadi."
Fuuka tertawa jahat saat tubuhnya kembali seperti semula dan terbang menuju kawah gunung Hiei. Sendari melawan Arthuria dia tak serius sedikitpun, jika dia serius maka proses kebngkitan sang tuan akan melambat dari jadwalnya.
"Maa aku harus melihat wajahnya yang menderita nan-Ught! Ap-apa ini?!"
Fuuka yang hampir sampai dikawah berteriak kesakitan. Tubuh bagian dalamnya terlihat dibakar oleh api suci Excalibur tanpa ampun. Arthuria telah menanamkan kutukan api suci kedalam tubuh Fuuka dan membuat Fuuka akhirnya binasa terbakar api penyuci dosa.
TBC
