Little Garden Of The World
By
Lang
Publish And Update
By
(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )
Summary ::
Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.
.
Naruto menghela nafas untuk kesekian kalinya. Wajahnya yang sedang seperti ingin tertawa kini menyimpan amarah yang tak bisa dibendung saat mendengar cerita dari Arthuria yang terbaring diruangan UKS sekolah. Ruangan ini luas sama seperti ruangan rumah sakit, tapi lebih sering dipanggil UKS karena berada disekolahan.
Naruto menyandarkan punggungnya dikursi dan menatap langit malam yang penuh dengan bintang menghiraukan Arthuria yang menatap bingung ekspresi Naruto yang tidak biasa. Arthuria bisa dengan jelas melihat dibalik tampang ingin tertawa kejam itu. Sebuah kemarahan yang jujur membuat Arthuria takut dan ingin memeluk Naruto untuk menenangkannya, tapi sayangnya dia terlalu malu dan harga dirinya menolak melakukan hal itu.
"Naruto."
"Hm."
Naruto bergumam pelan dan menoleh kearah Arthuria, pada saat itu Naruto dapat melihat sedikit pancaran cahaya takut dimata jernih Arthuria. Naruto memejamkan matanya sejenak dan membukanya lagi, Naruto tersenyum seperti biasa dan mengusap kepala Arthuria dan membuat Arthuria melebarkan matanya dengan wajah memerah.
"Ada apa? Apakah kau ingin mananyakan berapa kau pingsan?"
"Um,,,"
Arthuria hanya bergumam tidak jelas dan menenggelamkan kepalanya dibalik selimut mendapatkan perlakukan seperti itu. Wajah putihnya terlihat memerah dibalik selimut dan tanpa disadarinya Naruto mengubah pancaran matanya menjadi menyendu dan menatap perut Arthuria.
"Kau sudah pingsan selama 3 hari. Sirkuit mana milikmu rusak dibeberapa bagian namun masih bisa diperbaiki, semua luka sudah aku sembuhkan dengan ramuan milikku. Kau tenang saja soal tubuhmu, kau baik – baik saja."
Arthuria yang mendengarnya segera memunculkan wajahnya dibalik selimut putih, Naruto dapat melihat dengan jelas wajah serius terpasang diwajah Arthuria dan membuat Naruto mau tak mau mendesah lelah dengan sikap Arthuria yang seperti ini. Naruto sudah tahu baik – buruk sikap Arthuria, pasti dia akan bertanya tentang.
"Jangan tanyakan soal nasip penduduk desa Carne, mereka saat ini sudah dijaga oleh Knight. Kalau soal Moryuu, ayahmu pasti sudah tahu mengenai ini. Atau lebih tepatnya dia sudah tahu mengenai ini hingga mengirimmu kesana bersamaku agar menyelidikinya. Tapi sepertinya sedikit meleset."
"Maaf."
Arthuria menarik selimut keatas hingga menutup hidungnya, matanya berkaca – kaca menatap kearah Naruto dan mambuat Naruto terdiam sesaat. Arthuria sejatinya memang mulai menyukai Naruto setelah beberapa kali bertemu, walau menurut Arthuria sikap Naruto agak membingungkan pada beberapa situasi, sikap itu justru menyelamatkan pada waktu berbahaya.
Naruto juga bisa dibilang baik kepada orang lain walau pada saat bertarung mulutnya tak bisa dikontrol. Naruto selalu baik kepada Arthuria setiap saat dan Arthuria suka itu, dia merasa seperti memiliki pelindung namun akibat sifat miliknya yang rumit semenjak mulai menyukai Naruto membuat Arthuria bersikap memusuhi Naruto.
Sebuah perasaan yang membuat seolah Arthuria sangat malu saat bertemu Naruto atau meminta bantuan Naruto. Arthuria ingin Naruto melihatnya melakukan sesuatu dengan baik dan kemudian Naruto memujinya atau lebih baik lagi menggodanya dan bercanda dengan riang.
Tangan kiri Naruto mengusap bagian perut Arthuria yang ditutup selimut dan mambuat Arthuria kaget. Namun sebelum Arthuria mengeluarkan suara, Arthuria merasakan suatu perasaan nyaman menyelimuti dirinya pada bagian yang disentuh oleh Naruto.
"Come to me, Avalon."
Srink
Tangan kiri Naruto ditarik keatas dan dengan segera sebuah sarung pedang bertaburkan berlian dan hiasan indah keluar dari tubuh Arthuria. Merasakan hal aneh saat memejamkan matanya, Arthuria menatap perutnya dan langsung terkejud sebuah sarung pedang keluar dari perutnya.
"Kau tenang saja, ini adalah salah satu harta mulia dan temanku. Namanya adalah Avalon, aku menggunakan ini untuk menyembuhkan rahimmu."
"Ra-rahim? Apakah-Huh?!"
Arthuria melebarkan matanya dan setetes air mata keluar dari mata jernihnya, dikepalanya kejadian dimana Fuuka menyerang perutnya tanpa menimbulkan rasa sakit berputar. Serangan itu jelas tidak untuk melukai bagian luar, tapi menyerang rahim miliknya dan merusaknya.
"Ja-jadi aku sudah-Kau masih bisa!"
Naruto memotong ucapan Arthuria dan menghilangkan Avalon menuju tubuhnya sendiri. Naruto mengeryitkan dahinya merasakan rasa panas luar biasa mendera lengan kanannya yang terlihat menghitam. Panas ini mungkin sudah bisa membuat seseorang berteriak seperti orang gila dan kehilangan kewarasannya.
Rasanya sungguh menyakitkan!
Sesssss!
"Naruto! Lenganmu berasap."
Arthuria panik melebihi kepanikannya tadi dan mencoba bangun, tapi Naruto mendorong bahu Arthuria menggunakan lengan kirinya untuk tetap tidur. Arthuria mencoba bangun lagi tapi tatapan Naruto langsung membuat Arthuria menciut.
"Lenganku tidak apa – apa, 2 hari lagi lenganku akan sembuh sedia kala. Lebih dari itu, rahimmu sudah aku perbaiki, memang cukup rumit dan menyakitkan, tapi aku berhasil dan untuk jaga – jaga aku memasukkan Avalon agar memastikan kesembuhanmu."
"Apakah lenganmu seperti itu karena menyembuhkanku seperti dulu?"
Arthuria pernah mengalami kejadian yang mengerikan dulu saat berburu didungeon bersama dengan kakaknya dan Naruto. Pada saat itu, Arthuria terpisah dari Naruto dan kakaknya dan bertemu Boss dungeon, dia berhasil kabur namun mengorbankan lengan kanannya.
Dia pingsan dihutan dan pada saat dia sadar, Arthuria melihat Naruto yang mencoba sangat keras menumbuhkan lengannya kembali menggunakan gelang berwarna hitam dilengan kanannya. Gelang itu secara perlahan mengeluarkan cahaya merah dan mengembalikan lengan Arthuria, namun lengan Naruto yang mengenakan gelang berubah menghitam dan wajah Naruto terlihat sangat kesakitan.
Arthuria masih ingat bagaimana senyum tulus Naruto keluar saat menatap wajahnya yang sadar dan lengannya yang kembali seperti semula. Pada waktu itu juga, Arthuria menyadari betapa Naruto benar – benar mengkhawatirkannya, bukan karena wajahnya yang cantik, bukan karena posisinya, tapi benar benar menyayanginya karena dia adalah Arthuria.
Tapi pada saat itu lengan Naruto hanya menghitam sampai seperempat siku dan melihat wajahnya saja memberitahukan betapa sakitnya itu. Sekarang Arthuria melihat jelas seluruh lengan kanan Naruto berubah menghitam dan mengeluarkan asap, menunjukan rasa sakit yang tak bisa dibayangkan dari pada waktu dulu.
"Kau tak usah memikirkannya, ini tidaklah sakit sama sekali. Lebih dari itu, kau bilang padaku lawanmu adalah seorang Succubus bernama Fuuka bukan? Aku dengar dia adalah pelayan terkuat Moryuu. Mendengarnya membuat darahku berdesir ingin bertarung."
Mata Arthuria yang ingin menangis terlihat menajam mendengar ucapan Naruto. Arthuria secara mengejutkan duduk dan menempeleng kepala Naruto dan membuat Naruto mengaduh sakit, Arthuria bersedekap dada dengan wajah galak dan membuat Naruto yang memasang wajah kesakitan berubah menjadi menahan nafsu.
"Ar-arthuria, jika kau ingin `itu` jangan disini, lagipula rahimmu masih baru disembuhkan."
"Eh?"
Arthuria yang mendengar ucapan nyeleneh Naruto melongo, apalagi saat melihat wajah Naruto yang ekspresinya you knowlah saat menatap dada-ehhhh! Arthuria tak memakai baju dan hanya memakai selimut untuk menutupi tubuhnya! Jadi sekarang itunya terlihat akibat selumutnya melorot.
"Kyaaa!"
Plak
"Wadow! Ini aku anggap sebagai biaya `melihat` sebelum waktunya."
"BAKA!"
.
.
Suara pintu berderit terdengar dan sosok King Arthur masuk kedalam ruangan Uks pada pukul 09:00, sebenarnya dia ada banyak urusan akibat munculnya makhluk bernama Moryuu sialan yang membuat putrinya terluka, namun King Arthur masih harus melakukan ini untuk memastikan wajah putrinya. Apalagi dia mendengar dari dokter bahwa putrinya dipastikan tak bisa mengandung anak akibat rahimnya entah mengapa rusak.
Istrinya, Hikari Pendragon, juga terlihat menunjukan wajah khawatir dibelakangnya dan menyusun kata untuk menenangkan putrinya saat bertemu. Tapi pemikiran itu langsung lenyap tak kala pintu sudah dibuka, disana King Arthur dan Hikari dapat melihat putri mereka yang sedang menganakan pakaian seragam resmi Kingdom Magic Of Avalon lengkap yang jarang digunakan siswa-siswinya.
Arthuria menoleh mendengar suara pintu dibuka dan melihat orang tuanya diambang pintu. Arthuria yang melihat itu langsung berlari dan memeluk kedua orang tuanya.
"Arthuria, kau tidak apa – apa ayah dan ibu mendengar bahwa rahimmu rusak dalam pertempuran itu, aku tak menyangka bahwa Naruto akan menolak menemanimu hingga kau menjadi seperti ini."
Terdengar jelas nada kemarahan dari ucapan King Arthur, tapi Arthuria yang mendengarnya langsung melepas pelukannya dan membantah ucapan itu dengan keras dan membuat kedua orang tuanya kaget.
"Naruto tidak salah ayah! Aku saja yang salah karena pergi melakukan misi tanpa meminta bantuan Naruto. Sebanarnya kepala sekolah sudah berbicara denganku dan ingin mengikutkan Naruto sama seperti ucapan Ayah, tapi aku menolaknya dan pergi sendiri."
Arthuria menundukkan kepalanya dan menatap perutnya, kedua orang tuanya terlihat sedih melihat putri mereka menatap perut. Pastinya Arthuria sudah mengetahui bahwa rahimnya rusak, King Arthur berharap ada keajaiban yang bisa membuat rahim putrinya kembali seperti semula.
"Ayah dan Ibu tenang saja."
Hikari dan King Arthur langsung terlonjak ketika Arthuria berucap tegas dan mendongakkan kepalanya, mereka berdua bisa melihat dengan jelas wajah Arthuria yang tersenyum manis dan rona merah terlihat disana. Seolah anak mereka baru saja mendapatkan sesuatu yang luar biasa, atau jangan – jangan,,,,
"Rahimku sudah sembuh! Naruto sudah menyembuhkannya tadi malam. Walau karena itu sekarang lengan kanannya terkena kutukan untuk satu hari kedepan."
"Lengannya terkena kutukan?"
Arthuria mengangguk dan mengelus perutnya sejenak.
"Aku tak mengerti bagaimana, tapi Naruto menyembuhkanku dengan semacam benda Artifac dengan harga kutukan pada lengannya. Sekarang dia tak bisa menggerakan lengannya untuk 1 hari kedepan, jadi aku harus segera pergi. Aku akan merawatnya."
Swush
Arthuria kemudian pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang terdiam. Beberapa saat kemudian 2 orang yang ditinggal itu tersenyum sendiri entah mengapa.
"Hehehe aku tak mengetahui maksudnya, tapi sepertinya dia sedang terkena virus jatuh cinta. Tapi lebih dari semua itu, anakku kembali normal tanpa kecacatan. Aku penasaran dengan anak bernama Naruto itu, dia misterius. Walau aku beberapa kali bertemu dengannya, sikap dan kemampuannya benar – benar mengerikan."
"Yah aku setuju denganmu, Anata. Tapi asalkan putri kita bahagia dan Naruto bukanlah orang jahat. Aku rasa, asal maupun kemisteriusannya tak perlu diungkit atau digali lebih dalam."
"Yah kau benar. lebih baik aku memikirkan cara mengalahkan kadal hitam yang akan bangkit 2 hari lagi, bantuan dari Heaven dan Underworld tak bisa didapatkan karena ada penghalang yang muncul semenjak kadal hitam itu akan bangkit. Merepotkan saja."
"Bagaimana kalau dengan bantuan Kiseki No Hassei."
.
.
Naruto membuka mulutnya dan Angelica menyuapinya dengan cekatan. Naruto belumlah bisa menggunakan lengan kanannya, jadi sementara waktu untuk makan Naruto harus disuapi dulu. Mengingat Illya tak mungkin melakukannya, Angelica dengan senang hati melakukannya.
"Nii-sama jangan melakukan hal seperti itu lagi! Jika Nii-sama melakukannya lagi, maka aku tak akan memaafkan Nii-sama!"
"Aku mengerti. Tapi ini adalah masalah darurat, jika aku tidak segera menyembuhkannya maka rahimnya akan rusak permanen. Lagipula bukankah kau suka menyuapiku."
Mata Naruto mengeluarkan sinar jahil melihat sikap adiknya yang salah tingkah mendengar ucapannya barusan. Dengan wajah seorang Tsundere, Angelica meletakkan piringnya kebawah dan membalikkan tubuhnya.
"Ji-jika kau tidak mau ya sudah! Aku tak akan mau menyuapimu."
"Benarkah? Sayang sekali. Kalau begitu aku akan meminta bantuan Arthuria saja. Aku rasa dia akan senang aku meminta bantuannya."
"Bantuanku? Membantu untuk apa?"
"Eh!"
"Kau akhirnya datang juga, Arthuria. Adikku yang manis ini tak mau menyuapi kakaknya, bisakah kau membantuku?"
"Umm anggap ini karena kebaikanmu untukku. Tapi jangan berharap lebih!"
Arthuria mengalihkan pandangannya kesamping dengan wajah yang memerah, sementara itu Angelica yang melihat interaksi keduanya hanya megap – megap seperti ikan koi. Kepalanya terliht berasap sebelum dengan jengkel menghentakkan kedua kakinya dan berjalan menuju kasur kosong, disana Angelica langsung menidurkan dirinya dan mengeluarkan 'Hmph!' khas suara orang ngambek.
Naruto yang melihat itu tertawa pelan dengan satu mata tertutup. Angelica yang mendengar tawa itu langsung berteriak 'BAKA!' dan semakin merapatkan dirinya kedinding yang ada disamping kasur. Arthuria yang melihat interaksi itu memiringkan kepalanya tidak mengerti, apakah aku mengganggu? Batin Arthuria tak enak.
"Arhuria, apakah kau hanya akan berdiri disitu?"
"A-ah! Iya."
.
.
Kerajaan Britania Raya, Kota SwordSaint.
Sebuah gereja megah berdiri kokoh tanpa bantuan besi satupun. Bangunan ini penuh dengan astetika keindahan yang menjurus pada agama kris*n kental. Didalamnya terdapat kursi – kursi berjejer dengan rapi dan dissalah satu kursi itu sosok gadis berpakaian putih yang menunjukan punggung putihnya dan rok pendek hitam berdoa dengan khusuk.
Dia adalah orang yang diasuh dari panti asuhan saat umurnya 14 tahun. Selama sebelum 14 tahun itu, dia dirawat oleh seorang nenek tua dihutan sebelum pada akhirnya nenek itu meninggal saat usia gadis manis itu mencapai 9 tahun.
Hidupnya sebelum mencapai 14 tahun itu layaknya neraka untuk anak kecil sepertinya. Dia harus mengais sampah untuk makan dan bahkan mencuri agar mendapatkan uang dan membeli makanan yang layak sesekali.
Tapi saat umurnya mencapai 14 tahun semuanya telah berubah semenjak dia bertemu dengan `cahayanya`, sosok yang dia kagumi dan sukai. Gadis yang awalnya mengais sampah dipinggir jalan bersama dengan satu teman laki – lakinya diselamatkan oleh anak yang berumur sama seperti mereka.
Anak itu datang dengan entengnya dan memberikan mereka uang, pakaian, dan bahkan makanan enak direstorant terkenal dikota saat itu. Setelah itu, anak yang menyelamatkan mereka berdua memberikan suatu pelajaran dan benda yang sangat berharga, benda yang disebut oleh `cahayanya` dengan Harta Mulia.
Gadis kecil diberikan 2 buah Harta Mulia sedangkan sang anak kecil laki – laki diberi Harta Mulia satu. Kemampuan Harta Mulia itu sangat luar biasa dan bahkan membuat mereka berdua menjadi salah satu generasi keajaiban setingkat dengan Arthuria Pendragon.
Sekarang ini sosok yang dulunya adalah Gadis kecil sedang berdoa dengan khusuk berterimakasih kepada tuhan yang dia percaya karena sudah mengabulkan keinginannya beserta sosok anak yang sudah dia anggap adik laki – lakinya. Keinginan mereka untuk bertemu kembali sang penyelamat dan cahaya mereka diKingdom Magic Of Avalon akan terkabul.
Mereka saat ini telah mendapatkan surat keberangkatan dan diterima langsung disekolah luar biasa itu setelah melewati pembelajaran dari Nol dibawah bimbingan sekolah sihir menengah(kayak SMP). Mereka juga sudah bisa masuk langsung akibat gelar yang mereka miliki.
Sebenarnya mereka sudah bisa masuk beberapa minggu yang lalu, tapi karena suatu masalah tentang pendaftaran dan mengurus tempat tinggal dan surat lainya. Mereka terlambat datang, tapi walau begitu tak masalah. Toh Kingdom Magic Of Avalon tak mempermasalahkan itu.
Stap Stap Stap
"Nee-chan, kita harus segera berangkat. Jika tidak maka situasinya tak akan memungkinkan untuk berangkat."
Sosok gadis itu tak berbicara beberapa saat untuk membalas sebelum pada akhirnya membalas, menandakan bahwa doanya baru saja selesai.
"Aku mengerti, Hessian. Kita akan pergi sekarang, apakah kau sudah memastikan bahwa perjalanannya akan aman? Moryuu tak akan bangkit sebelum kita tiba kan?"
Gadis cantik itu mengambil tas miliknya dan menatap kebelakang. Disana sosok anak kecil berusia 14 tahun tersenyum kearahnya dengan sosok serigala hitam yang menggeram jinak disampingnya. Anak kecil itu terlihat tersenyum diwajah imutnya dan tersenyum lebar.
"Leaticia Nee-chan tenang saja. Lobo sudah memeriksa jalur perjalanan dan untuk Moryuu tak akan ada masalah. Lagipula bukankah Moryuu berada ditempat yang lebih jauh dari Avalon ya?"
"a-ahahahaha, Nee-chan lupa!"
Hessian yang mendengar jawaban sosok yang dia anggap kakaknya itu keringat jatuh. Walau sering lupa akan hal kecil, entah mengapa kakaknya itu tak pernah lupa wajah sosok `cahaya` itu dari pikirannya. Yah Hessian juga tak bisa melupakan sosok yang diam – diam dia jadikan idola itu sih.
.
Hessian dan Leaticia keluar dari gereja dengan tenang, Leaticia terlihat menatap kearah sekitar yang lebih sepi dari biasanya. Penyebabnya adalah awan hitam yang menggandrungi sejak 2 hari yang lalu. Awan ini menghalangi sinar matahari dan mengacaukan radar sihir.
Bahkan teleportasi antar dunia Heaven dan Underworld tak bisa dilakukan akibat kabut ini. Leaticia menghembuskan nafasnya pelan melihat kejadian luar biasa ini, walau dia sudah melihatnya beberapa kali decakan ngeri dan kagum tak pernah berhenti keluar dari mulutnya.
"Nee-chan tenang saja, jika Naruto Nii-sama ada, maka ini akan segera selesai dengan cepat. Bukankah Nee-chan sendiri sudah mengatakan betapa mengerikannya energi dan kekuatan yang dipancarkan Nii-sama waktu pertama kali bertemu."
"Yah kau benar. semua akan baik – baik saja jika ada, Naruto,,,-kun."
Rona merah terlihat jelas diwajah Leaticia saat menambahkan Suffiks dibelakang nama sosok penyelamatnya. Hessian tak memperhatikan dan lebih memilih melambaikan tangannya dipinggir jalan, segera sebuah taksi berhenti dan Hessian beserta Leaticia masuk kedalamnya setelah menaruh barang dibagasi.
"Mau kemana kalian?"
"Kestasiun menuju Kingdom Magic Of Avalon."
"Oke."
Brum Brum
Swushh
Taksi kemudian melaju mulus diantara jalanan yang lumayan sepi. Tak lama taksi sampai pada tujuannya,Stasiun kereta, Leaticia membayar biaya taksi sedangkan Hessian mengangkat barang bawaan. Walau Hessian berumur 14 tahun, fisiknya spesial bahkan lebih spesial dari pengguna Body Magic biasa, kemampuannya lebih kuat dari pada lengan kecil mungil miliknya.
.
Atap gedung `Uks`, Kingdom Magic Of Avalon.(Gedung rumah sakit cocoknya, bukan Uks.)
.
"Naruto, apakah ada yang menggangumu? Kau sejak tadi menatap kearah sana."
Arthuria menanyakan keadaan Naruto yang terus menatap kearah stasiun kereta api. Walau stasiun itu jauh tak terlihat bagi orang biasa, bagi Arthuria yang sudah melewati pelatihan intens, jarak seperti itu bukanlah masalah besar baginya.
"Ada orang yang sudah aku tunggu sejak kemarin. Aku memperkirakan kedatangan mereka adalah 50-50, ternyata mereka memang datang juga kesini. Tak sia – sia namaku menyebar setelah mengalahkan Takamiya dalam duel dulu."
Nama Naruto memang sudah menyebar dan menjadi perbincangan karena mampu mengalahkan seorang pengguna DimensionMaker dalam dimensi khusus. Itu adalah kejadian luar biasa karena bisa dipastikan bahwa keuntungan medan tak akan mendukung Naruto bertarung.
"Memangnya siapa yang kau tunggu?"
Naruto yang mendengar nada penasaran Arthuria langsung tersenyum jahil, sebelah mata kanannya ditutup dan dengan santainya Naruto menjawab sambil memperhatikan wajah Arthuria yang penasaran sambil menyendokkan nasi dipiring.
"Dia adalah seorang gadis yang cantik."
'Can-cantik!'
"Baik!"
'B-baik.'
"dia juga bisa masak enak. Terakhir kali aku mendengar dia menjadi bagian generasi keajaiban sama sepertimu."
'Bi-bi-bisa masak.'
Arthuria terihat drop mendengar kata `bisa masak`, dia kan gak bisa masa-eh! Kenapa Arthuria malah memikirkan ini? Arthuria menggelengkan kepalanya kuat untuk menyingkirkan pikirannya tanpa menyadari ekspresi lucunya telah membuat seorang Naruto tertawa tulus.
"Um generasi keajaiban sama sepertiku. Seingatku generasi keajaiban hanyalah Aku, Alexander, Ozymandiaz, Siegried, anak kecil bernama Hessian, Nii-san, Illyasviel, Leaticia, dan juga Kau beserta Takamiya yang ditambahkan baru – baru in-Ah!"
"Kau menyadarinya? Namanya adalah Leaticia, aku merawatnya selama 3 bulan dikota kecil bernama Bard bersama dengan anak kecil bernama Hessian itu. Aku mendengar bahwa mereka menjadi semakin kuat setelah aku tinggalkan dipanti asuhan dan menjadi generasi kejaiban."
Arthuria yang mendengar perkataan Naruto langsung terdiam tak mempu mengatakan apapun, Leaticia adalah rivalnya! Rival dalam kemampuan bertarung dan sampai saat ini Arthuria tak bisa mengalahkannya. Teknik bertarung menggunakan senjata kuat tombak-bendera dan pedang pendek miliknya sangat mematikan, belum lagi magic cahaya yang bisa menjadi penyembuh sangat merepotkan.
"Kenapa diam saja, Arthuria? Perutku masih belum kenyang. Aaa~."
Arthuria yang mendengar ucapan Naruto tersadar dan menyodorkan sendok yang dipenuhi nasi bersama lauk, tapi sebelum sampai sendok itu dimulut Naruto. Arthuria melihat kilauan jahil bersinar dimata Naruto dan wajah yang terlihat menahan tawa.
Gear diotak Arthuria serasa terhenti melihat wajah jahil Naruto. Jika wajahnya seperti ini berarti, Arthuria telah digoda!
"Dasar payah!"
Brak
Pagi yang indah diatas gedung Uks yang lebh mirip rumas sakit sangat indah ditemani 2 orang berbeda gender yang bertengkar dalam asmara. Sementara itu, pada saat besok tepat pada saat matahari terbit, sosok Naga gelap bersama pasukannya akan menyerang tanpa ampun manusia dan sekutunya.
.
.
Gunung Hiei terlihat akan meledak setiap saat. Disekelilingnya pasukan batu yang tak bisa mati berjaga bersama para monster berwajah jelek. 4 Monster diantara Monster-monster itu bukanlah monster biasa dan kekuatannya setara dengan Orc Disaster!
Ada sosok makhluk berapi berwajah jelek bernama Wrath. Kelelawar putih dengan angin mengelilingnya, Fury. Sosok gagak hitam bertubuh manusia, Lust. Sosok Iblis merah dengan trisula ungu, Wraith. Mereka adalah 4 jendral milik Moryuu dengan kekuatan luar biasa dan setara dengan Fuuka dalam kekuatan penuhnya.
"Heh Succubus payah itu mati juga. Padahal dia cukup berguna, Moryuu-sama pasti akan marah saat bangkit nanti."
"Hmm tak usah pikirkan itu. Itu kasalahannya sendiri bermain – main. Sekarang lebih baik kalian diam agar aku bisa berkonsentrasi memperkuat pelindung. Para makhluk hidup itu terus berusaha menembusnya."
TBC
Generasi Keajaiban.
Gelar yang diberikan oleh Raja dari dunia manusia untuk para manusia berkekuatan super dalam usia relatif masih muda. Kualifikasi ini tidaklah hanya dengan melihat kekuatan kasarnya saja, tapi dengan melihat dari segala aspek pertempuran dan psikisnya.
Ketenangan berpikir dalam pertarungan, kemahiran teknik bertarung, pemikiran yang luar biasa, keseimbangan dalam kemampuan, pikiran tenang dalam situasi kritis, dan ada pengakuan dari seorang Raja Manusia bahwa anak itu memiliki semua aspek itu.
Arthuria Pendragon kok bisa kalah dalam sekejab melawan Succubus itu? Seharusnya sudah terjawab dichapter inikan dari bagian diatas. Lagipula Arthuria saat itu juga belum mengeluarkan kekuatan penuhnya. Dia masih menyimpan tenaga dan mana untuk bisa kabur, hingga pada saat melihat kemampuan Fuuka yang meningkat pesat membuatnya terkejud dan kalah.
Singkatnya Arthuria kalah karena salahnya observasi terhadap kemampuan Fuuka. Tapi walau begitu, jika Arthuria langsung bertarung tanpa menahan diri, Arthuria bahkan bisa mengimbangi Orc Disaster dengan mudahnya. Ini adalah sosok Arthuria dalam kemampuan penuh tanpa menahan diri.
Okey, Assalamualaikum.
