Little Garden Of The World

By

Lang

Publish And Update

By

(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )

Summary ::

Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.

.

Kerajaan Mesir, Ibukota Amun`Ra.

.

School Of Ra.

Adalah sekolah bertaraf internasional dan setara dengan Kingdom Magic Of Avalon maupun School Of WarMagic diKerajaan Alexandria. Sekolah ini berada diibukota Kerajaan Mesir, Amun`Ra. Sekolah ini bisa dibilang unik karena gedungnya anti-mainstream. Bagaimana tidak? Bangunan sekolah semuanya berbentuk piramida berlapis emas!

Tapi sekarang Sekolah bertaraf Internasional ini sedang dilanda keributan akibat langit yang menjadi hitam sejak 2 hari yang lalu.

Pemerintah sudah mengeluarkan peringatan dini untuk tidak keluar kota selama langit masih gelap gulita. Kerajaan pasir itu masih berunding dengan 4 Kerajaan lain mengenai masalah naga hitam Moryuu ini. 4 Kerajaan itu adalah Kerajaan Dwarf, Britania, Alexandria, dan Elfheim.

"Hasil pertemuan yang sungguh menarik."

Ucapan tertarik dan senang terdengar dari sebuah ruangan mewah berdesain luar biasa didalam piramida yang ada diSchool Of Ra. Ucapan itu datang dari mulut pria berumur 18 tahun yang sedang duduk bersandar pada sofa mewah dan meminum minuman yang tak diragukan rasa dan kemewahannya.

Namanya adalah Ozymandiaz, anak dari Raja Mesir Amun IV dan juga termasuk anak pemilik gelar Kiseki No Hassei. Dia memiliki kemampuan luar biasa karena Magic unik miliknya yang sama persis seperti milik leluhurnya dulu, Amun`Ra.

Magic yang membuat Ozy bisa memproduksi atau mensummon Magical Phantasm bernama The Spink Of Ebu El-Hool dengan beberapa jenis. Ada juga Magic Cahaya kuat beserta Magic mirip DimensionMaker yang mampu membuat Ozy memanggil Ramessum berupa penyatuan beberapa kompleks kuil(walau pada magic ini Ozy belum bisa menggunakannya, tapi setidaknya Ozy dapat menjatuhkan Piramid Dendera diatas musuhnya dengan bayaran 80% mana miliknya)

"Itu benar, Tuan. Saya tak menyangka masing – masing Kerajaan akan mengirim perwakilan Kiseki No Hassei dan para anak berbakat untuk mengatasi hal ini. Apakah anda akan turun tangan bersama Nitocris-sama?"

"Tentu saja! Bagaimana bisa aku melewatkan kesempatan ini. Lagipula aku ingin menunjukan kepada `dia` bahwa aku sudah bisa memanggil 2 Magical Phantasm jajaran atas The Spink Of Ebu El-Hool, Wehem-Mesut!"

Mata sosok pelayan didepannya melebar mendengar ucapan sang tuan. Memunculkan 2 Magical Phantasm Rank S sekaligus adalah hal yang sangat gila! Itu berarti kapasitas mana tuannya berada digolongan 8! Dengan pengendalian 8.

"Be-berarti golongan mana tuan dan pengendalian tuan adalah 8?"

"Hmm kau benar. Tapi jika dibandingkan yang lain aku masih lemah, bahkan aku tak yakin bisa menang melawan Perempuan pedang itu tanpa luka serius. Mana dan pengendalian manaku memang baik, tapi magic milikku tidaklah memiliki variasi banyak. Aku kalah dalam variasi serangan dan teknik bertarung."

"Saya yakin anda tak akan kalah jika sudah menguasai Magic Ramessum anda. Itu adalah magic yang menurut saya dapat mengalahkan segalanya."

Ozy yang mendengar jawaban semangat pelayan didepannya mendengus. Memang magic itu sangat kuat, tapi kelemahannya sangatlah jelas. Butuh seseorang yang bisa mengoprasikan setiap aliran mana diKompleks kuil Ramessum agar kekuatan Magicnya dapat optimal digunakan.

Artinya Ozy sendiri tak dapat menggunakan Ramessum secara menyeluruh sendirian. Dia perlu bantuan seseorang seperti adiknya, Nitocris, untuk mengatur sirkulasi mana disetiap Kompleks kuil agar kemampuan setiap kuil yang meliputi pengumpulan mana alam, meriam sihir, produksi Magical Phantasm secara massal, Boundary Field, dan Meriam utama Dendera Bulb dapat dilakukan sekaligus.

"Ramessum Tentyris memanglah luar biasa. Itu bisa dijadikan benteng terbang dengan meriam penghancur kota. Tapi pengendaliannya sangat rumit dan memusingkan, bahkan dengan bantuan Nictorcis kepalaku masih pusing menggunakan fitur Divine Protection,Divine Cursed, dan Anti-Artifac Area."

Pelayan itu terdiam mendengarnya, lagipula dia bukanlah seorang pengguna sihir andal, jadi dia hanya menelan bulat – bulat apa yang dikatakan Ozy tanpa bisa memberikan komentar. Ozy memejamkan matanya menikmati ketenangan yang sebentar lagi menjadi kesenangan baginya.

'Illyasviel Von Einzbern, Arthuria Pendragon, Leaticia, Hessian, Uzumaki Angelica, Takamiya Shirou, dan dia sebagai perwakilan Britania. Siegfried dan Alexander sebagai perwakilan Alexandria. Atalanta, Asuna, dan Erza Scarlet perwakilan Elfheim. Kerajaan Dwarf tak memberikan wakil karena memang bukan spesialis pertarungan. Aku, Nitocris, Menma, dan Sakura sebagai perwakilan Kerajaan Mesir. Aku rasa ini terlalu berlebihan.'

Ozy memejamkan matanya dan meminum minumannya beberapa kali. Dia sudah tak sabar melihat reaksi Naruto dan Angelica saat melihat Menma yang merupakan hasil hubungan gelap antara Mito dan Minato saat Naruto dulu berumur 2 tahun.

'Kheh apa yang akan kau lakukan nanti, Naruto? Aku penasaran denganmu. Kemampuanmu itu sangat mengerikan bersama dengan sikapmu itu. Walau aku baru bertemu denganmu 2 kali, sifat balas dendam jelas tercermin dalam matamu itu.'

.

Atap Gedung Ruang Belajar

.

Naruto berdiri tegak menatap dari kejauhan lonjakan mana hitam yang terus menguar terus dari arah utara. Lonjakan itu berasal dari gunung Hiei yang sedang berusaha dihancurkan oleh Moryuu dengan mana tanpa batas miliknya yang luar biasa.

'Hmph! Memang menarik. Tapi tak aku sangka bahwa para generasi keajaiban akan diikut sertakan dalam pertempuran ini. Lebih lagi Keparat itu juga ikut, akan aku lihat bagaimana sifatnya.'

Tut Tut Tut

"Ada apa, Angelica?"

-Ada pesan dari King Arthur. Sekarang kita harus segera berkumpul diruangan khusus kepala sekolah. Kodenya 5412.

"Aku mengerti."

Naruto mematikan hubungan komunikasi dari Angelica dari jam miliknya dan berbalik. Naruto membuka pintu dan menuruni tangga dengan santai, lagi pula tak ada kepentingan mendadak. Ini barulah Jam 13 siang dan besok jam 00 baru Moryuu bangkit dari segelnya.

Naruto menurui tangga sampai 3 lantai dan melihat Lift sudah ada dan segera menaruh lengannya pada sistem sidik jari. Sistem mendeteksi lengan dan golongan darah Naruto yang telah didaftar sebagai siswa dan segera memberikan respon. Pintu Lift terbuka secara otomatis dan Naruto memasukinya.

Didalam Lift tidak terlihat satu orangpun dan Naruto bisa leluasa memilih tempat. Setelah Naruto berada didalam, Naruto melakukan hal yang sama seperti tadi dan memencet angka kombinasi yang diberikan Angelica lewat Voice Chat tadi.

'5412.'

Tink!

Suara muncul setelah Naruto memencet tombol kombinasi. Tak sampai disitu saja, lantai Metalic Lift mengeluakan rangkaian sinar magis dalam bentuk menakjubkan layaknya karya seni tingkat atas. Sinar yang merupakan Array sihir atau biasa disebut Naruto dengan Aria mulai naik keatas menelan tubuh Naruto secara perlahan.

.

.

Ruangan khusus kepala sekolah terlihat luas. Ini adalah ruangan yang terpisah dari dunia karena dibuat dari Rune sihir tingkat atas yang dibuat oleh Arashi selaku ayah Kushina dan Mito sewaktu sekolah ini sudah berdiri belum lama, alias masih baru dibangun beberapa puluh tahun.

Diruangan serba putih ini, perabotan minimalis yang dibuat untuk efisiensi dan kenyamanan terliht tertata rapi. Ada rak buku dan 10 buah kursi yang mengelilingi meja bundar dan biasa diduduki oleh para tamu penting atau jika ada masalah yang gawat sedang terjadi mengenai sekolah.

Srink Srink Srink

Sinar cahaya muncul dalam sekejab dibeberapa kursi dan beberapa sosok famliar muncul. Sosok pertama merupakan Kepala Sekolah Kingdom Magic Of Avalon bernama Mei Tarumi. Sosok wanita kelebihan seksi yang mengenakan pakaian guru ketat ditubuhnya.

Wajah miliknya tak diragukan lagi kecantikannya, apalagi pancaran mata basah yang menggoda siapa saja untuk melakukan yang tidak – tidak. Tapi itupun jika yang ingin melakukannya berani, pasalnya wanita cantik ini adalah Rival dari Kushina Uzumaki dan merupakan pengguna 3 Magic Element! Lava, Api, dan Tanah.

Namanya juga telah dikenal seantero dunia sebagai `Penggoda Kematian`. Sosoknya yang menggoda itu sebenarnya adalah sosok wanita mematikan yang mempu `melelehkan` seseorang dalam ciuman penuh dengan Lava yang membakar! Jadi jangan macam – macam dengannya jika tidak ingin direndam dalam kolam Lava.

Sinar kedua memunculkan sosok yang sudah kita kenal sekali, dia adalah Arthuria Pendragon. Sosok Putri Ksatria dengan kemampuan luar biasa mulai dari variasi teknik, pengendalian mana, dan ketenangannya dalam pertarungan nyata. Dia adalah sosok yang masuk dalam peringkat 6 dalam Kiseki No Hassei dibawah Illyasviel Von Einzbern yang bisa mencapai peringkat 5 setelah berhasil menggunakan Caster Form miliknya.

Sinar ketiga memunculkan Takamiya Shirou sang pemilik julukan Blade Warrior setelah masuk kedalam jajaran Kiseki No Hassei. Sosoknya ini membuat kegemparan karena orang – orang menilai sosoknya tidak layak masuk dalam jajaran generasi keajaiban walau memiliki magic DimensionMaker.

Ini karena menurut orang – orang yang melihat pertempurannya dengan Naruto tak melihat suatu hal yang luar biasa darinya. Tapi walau begitu tak ada yang berani terang – terangan mengungkapkan itu didepan matanya ataupun protes langsung kepada pemberi julukan Blade Warrior dan mengakui kekuatannya yang termasuk jajaran keajaiban, memang siapa yang berani protes terhadap King Arthur?

Sinar keempat memunculkan Illyasviel Von Einzbern sang Princes Tempest dalam wajah penuh keseriusan menunjukan bahwa sosok Illya yang sebenarnya sudah ditunjukan. Sosok yang sudah melewati berbagai wejangan dan pelajaran dari Naruto selama 2 tahun akhirnya mengeluarkan taringnya pada kondisi serius seperti ini.

Kemudian sinar yang muncul bersamaan adalah Naruto dan Angelica. Dua orang kakak adik ini muncul bersamaan dan dengan santainya Naruto langsung menaikkan kedua kakinya keatas meja bundar. Mei yang melihat kelakuan Naruto hanya bisa tersenyum dengan wajah penuh perempatan, tanda menahan marah.

"Jadi, apakah hanya ada kita saja? Aku kira mereka berdua juga akan ikut."

Naruto mengeluarkan ucapan untuk memecah keheningan didalam ruangan khusus ini, Mei yang mendengar perkataan santai Naruto menghela nafas. Dia telah mendengar sepak terjang Naruto dari cerita King Arthur, tapi tetap saja dia agak kurang percaya dengan apa yang dikatakan King Arthur.

'Aura miliknya memang berbeda dan aneh sama seperti yang diceritakan Arthur-sama, tapi aku tak merasakan setitikpun aura sihir bocor keluar. Sepertinya dia sangat waspada dan hati – hati. Dilihat dari ucapannya,,,'

"Kau sudah mengetahui kenapa kau dan yang lain dikumpulkan yah? Dan untuk pertanyaanmu, kalian akan menemuinya jam 8 malam nanti. Aku rasa mereka akan segera berkumpul dengan kalian dan aku harap kalian akan menjelaskan apa yang aku katakan nanti."

Mei menjeda kalimatnya sejenak dan menatap setiap orang yang hadir, mereka terlihat diam saja dan membuat Mei sedikit mengerutkan dahinya. Mei telah mengawasi setiap kejadian disekolah ini dan dia sangat terkejud dengan suasana dan wajah dari orang – orang jajaran generasi keajaiban selain Angelica, Shirou, dan Naruto.

Semua sikap kekanakan mereka dan aura mereka yang khas seperti biasa telah menghilang menjadi aura dan ekspresi seorang veteran perang! Mei menarik sudut bibirnya dan mulai mengerti kenapa anak – anak didepannya disebut Generasi Keajaiban. Mereka benar – benar menarik dan kemampuan mereka tak tercermin dari tingkat Golongan apalah itu. Nyatanya Arthuria dapat menandingi monster sekelas Orc Disaster saat All Out walau Golongan kekuatannya dinyatakan 4 saja.

'Namun dilihat lagi, bocah Shirou itu terlihat bingung dengan situasinya. Aku penasaran kenapa Arthur-sama memberikan julukan beserta mengakuinya sebagai generasi keajaiban dengan sikapnya yang seperti itu. Untuk bocah kuning itu, aku rasa aku sedikit tertarik dengan sarung tangannya itu. Mereka(sarung tangan) memancarkan sumber mana kuat tersendiri.'

"Kau seperti seorang Lesbi-Pedofil saat menatap adikku, Kepala Sekolah. Apakah kau hanya memanggil kami hanya untuk ini?"

Mei yang mendengar perkataan itu terlihat kesal dan memandang Naruto. Mei sebelumnya berniat memberikan perkataan yang cukup pedas langsung terhenti akibat ditatap oleh mata merah penuh aura membunuh kearahnya.

Swush

"Kami sedang menunggumu loh, Kepala Sekolah."

"Uh!"

Mei menggelengkan kepalanya pelan, tatapan membunuh itu menghilang dengan cepat dan membuatnya bisa bernafas kembali. Mei meneguk ludahnya berat dan kembali menatap Naruto. Disana Mei melihat senyum dari Naruto yang terlihat mengesankan, dengan sebelah mata tertutup dan senyum kecil diwajahnya. Kejadian mengerikan berupa tatapan membunuh itu seolah tak pernah terjadi dengan senyum menarik itu.

'Ingatkan aku untuk tak meremehkannya!'

"Ekhm! Aku hanya ingin memberitahukan tentang masalah Black Dragon, Moryuu."

"Moryuu?"

Mei menganggukan kepalanya menghadapi pertanyaan dari Shirou. Sepertinya bocah Shirou itu memang masih baru dalam hal ini atau bisa dibilang dia hanyalah Ikemen dengan sikap rata – rata sama seperti Siegfried Batin Mei. Tapi aku tak bisa meremehkannya lanjut Mei mengukir dalam pikirannya. Bagaimanapun juga Shirou menjadi Kiseki No Hassei bukan tanpa alasankan?

"Moryuu adalah naga jahat yang pernah memimpin perang kedua antara Monster dan Manusia. Moryuu memiliki mana tak terbatas dan prajurit yang tak bisa mati berupa pasukan batu. Dalam manuskrip kuno dikatakan ada 5 jendral Monster bersamanya dan aku mendengar bahwa Arthuria-sama telah mengalahkannya 1."

Mei menghentikan ucapannya dan menatap Arthuria, setelah mendengar balasan konfirmasi berupa anggukan, Mei meneruskan penjelasannya.

"Ada 5 keseluruhan membawahi 1.000 monster Rank A+ dengan jenis tak diketahui akibat tampilannya yang mengerikan. 5 monster itu adalah sosok Kelelawar putih, sosok besar berapi, gagak manusia, Succubus yang sudah mati, dan iblis trisula. Mereka memiliki kekuatan setara monster kelas bencana."

Shirou terlihat terkejud mendengar perkataan Mei. Hey! Pasukan monster A+, 4 monster kelas bencana, jumlah tak terhitung prajurit batu abadi, belum lagi dipimpin oleh monster kelas Malapetaka! Itu benar – benar sebuah kiamat sungguhan dan apakah hanya mereka yang akan dikirim kesana? Yang benar saja!

"Kalian akan dikirim bersma dengan perwakilan setiap Kerajaan didunia tengah ini untuk mengalahkannya. Tentunya jika kalian menolak kalian akan mendapatkan sangsinya."

Mei menyeringai saat mengatakan sangsi yang akan dikenakan pada siapapun yang menolak misi ini. Mei mengambil sesuatu dari kantong seragamnya yang sudah tertulis rune penyimpanan tingkat rendah. Ini berguna membawa benda seberat 10 Kg didalam didalam saku yang kecil tanpa ketahuan atau terlihat.

Apa yang keluar dari sana adalah benda berbentuk seperti ban mobil dengan diameter tak lebih dari 7,5 cm. Ditengah benda itu pancaran biru terlihat dan Mei dengan entengnya melemparkan benda itu ketengah – tengah meja berbentu bundar. Naruto yang melihat itu menepuk bahu Angelica dan membuat Angelica menoleh.

"Apapun yang terjadi pasang wajah diam. Jangan sampai kau menampilkan ekspresi apapun walau apa yang kamu lihat akan mengesalkan sampai sumsum tulang."

"Apa maksudmu, Nii-sama?"

Angelica menatap bingung apa yang dikatakan Kakaknya, dia tak mengerti mengapa kakaknya mengatakan itu. Naruto yang mendengar ucapan bingung Angelica hanya tersenyum teduh dan mengelus kepala Angelica pelan hingga membuat Angelica tertegun dan akhirnya diam tak bisa melontarkan pertanyaan setelah melihat senyum menenangkan itu.

'Nii-sama keren!'

Naruto yang meihat adiknya tenang kemudian mengembalikan posisi duduknya menjadi biasa. Tentunya lengan kanannya menopang kepala dengan siku menapak pada meja. Tepat setelah itu sebuah hologram layar muncul dari alat dan menunjukan wajah – wajah berbeda yang beberapa sudah Naruto kenal sekali.

"Wahahahaha! Lama tak berjumpa, Kinpika."

"Masih seperti biasanya, Dream Warrior."

Naruto tersenyum tipis dengan elegantnya dan menjawab salam dari orang yang dulu pernah dia lawan dan sudah dia anggap sebagai teman, bahkan Naruto telah memberikannya julukan prajurit mimpi. Alexander terlihat tertawa riang mendengar julukan yang diberikan oleh Naruto kepadanya.

"Ekhm! Anoo, bisakah kita saling memperkenalkan diri. Memang kita telah mendengar tentang diri masing – masing maupun sudah bertemu beberapa, tapi,,,,"

"Jangan perlu seperti itu, Adikku. Kau harus lebih berani saat berbicara, kau adalah adik Ozymandiaz jadi tegaslah sedikit."

"Umm,,, uhh."

Sementara setiap wajah dilayar terlihat saling berbicara dengan lancar dan damai, mata Angelica tak mengalihkan pandangannya sama sekali pada sosok pemuda berwajah bosan yang memiliki wajah tampan dan berambut merah. Wajahnya terlihat sama seperti foto ayahnya yang sudah bercerai dengan ibunya.

"Jangan terkejud, dia adalah kakakmu atau lebih tepatnya kakak yang terlahir dari hubungan gelap Minato dengan Mito saat aku berumur 2 tahun."

Suara bisikan Naruto menerpa telingan Angelica dan membuat hati Angelica bergetar tak karuan, tapi ekspresinya diluar menjadi sangat datar dan terlihat kejam hingga membuat pembicaraan ringan terhenti sesaat meihat ekspresi Angelica yang mengerikan walau tubuhnya kecil itu.

"Maaa tak sopan jika kalian terus menatap adikku seperti itu. Apalagi kau Dream Warrior, apakah kau ingin merasakan Enuma Elish menimpa wajahmu lagi?"

"Chkk, jangan melakukan apa yang bisa kau sesali, Kinpika. Aku hanya penasaran dengan adikmu itu, ekspresinya sungguh menarik."

"Masalah pribadi, jadi jangan dipedulikan."

Naruto dengan ringan menjawab dan meminum segelas wine berwarna cerah yang tak tahu didapat dari mana. Mata Alexander dan Ozy yang melihat wine itu langsung berkilat. Mereka pernah merasakan minuman itu sekali dan sangat ingin merasakannya lagi.

Sementara itu sosok yang sendari tadi dipandang Angelica terlihat melebarkan matanya ketika mendengar ucapan Naruto. Otaknya berjalan lebih cepat dari biasa sebelum kemudian wajah bosannya berubah menjadi datar tanpa ekspresi.

"Anoo bagaimana jika kita mulai perkenalannya?"

Nitocris yang terlihat pemalu mengeluarkan ucapannya memecah semua pembicaraan nyeleneh yang tak pada tempatnya ini. Mereka ingin mendiskusikan masalah Moryuu dan sekarang malah saling ngobrol tentang masalah tak penting seperti 'berapa usiamu?' untuk Alexander yang sebenarnya usia 20an namun tampangnya 30an.

"Saa akan aku mulai dariku saja."

Naruto berdiri dari kursinya dan tersenyum untuk mengawali perkenalannya. Naruto meletakkan lengan kanannya kedada dan lengan kirinya direntangkan kedepan dengan badan sedikit miring kekanan. Gaya yang sama seperti saat Gil memperkenalkan diri diFate Kalleid Illya 3rei eps 2 kalau gak salah.

"Namaku adalah Uzumaki Naruto, julukan King Treasure diakui oleh King Arthur sendiri dan baru bergabung. Kalian bisa memanggilku Naruto jika kalian mau."

Naruto mengedipkan sebelah matanya satu kali dan seketika para gadis disana langsung terkejud dengan wajah meledak dalam warna kemerahan. Kharisma seorang raja manusia-dewa memang tak diragukan lagi keampuhannya! Bahkan kharisma naga akan kalah darinya.

"Selanjutnya adalah aku!"

Brak

Alexander menggebrak meja dengan keras dan berteriak dengan lantang hingga membuat beberapa orang terkejud dengan tingkahnya. Alexander tersenyum percaya diri dan dengan bangganya bersedekap dada hingga menunjukan lengannya yang berotot dibalik seragam yang tak mampu memuat otot lengannya.

"Namaku adalah Alexander! Julukanku cukup sederhana, kalian hanya menambahkan The Great dibelakang namaku hingga menjadi, Alexander The Great(Alexander Agung). Kalian bisa memanggilku Alexander."

Ozy yang tak mau ketinggalan langsung menepuk kedua telapak tangannya dan menarik perhatian semua yang ada disana. Ozy bersandar pada sofa coklat keemasan dibelakangnya dan kedua lengannya dia rentangkan pada sandaran sofa. Posisi yang menurutnya cocok untuk menunjukan kehebatannya! Apalagi kaki kanannya dinaikkan dan ditumpu pada kaki kiri layaknya kursi.

Apalagi Ozy saat ini mengenakan kalung emas, gelang emas, dan pakaian hitam-Abu - abu yang tak dikancing. Sebagai bawahannya dia mengenakan celana coklat yang mewah dengan sepatu hitam mengkilat. Pakaian sederhana cukup untuk membuat seorang Ozymandiaz bersinar.

"Namaku adalah Ozymandiaz, julukanku adalah Sun God`s. Jangan kira kalian bisa memanggilku dengan nama sesukanya, tapi karena kalian memiliki kekuatan setara maka kalian bisa memanggilku Ozymandiaz."

"Cukup mengesankan, Ozy."

Ozy menyeringai mendengar ucapan singkat Naruto tanpa merasa tersinggung maupun marah. Ini membuat beberapa orang atau makhluk disana terkejud melihat Ozymandiaz yang terkenal dan sering marah saat dipanggil Ozy tetap tenang saat ini.

"Cheh! Itu lebih baik dari pada kau, Kinpika."

Naruto menaikkan sebelah alisnya mendengar julukan yang diberikan Alexander disebutkan juga oleh Ozy. Benar – benar menjengkelkan! Namun juga menyenangkan pada saat bersamaan, perasaan manusia memang rumit yah.

"Ekhm! Namaku Siegfried. Kalian bisa menyebutku Sieg agar lebih praktis. Julukanku adalah Dragon Slayer, mohon bantuannya."

Sekarang adalah sosok pria tinggi berumur 23 tahun berambut putih. Kulitnya terlihat kecoklatan dan mengenakan armor bahu dan plat abu-abu magis dibeberapa bagian tubuhnya. Dia adalah seorang manusia legendaris akibat pernah membunuh naga dan mandi didalam darahnya hingga memiliki kulit naga yang terkenal keras. Senjata kelas rendah akan hancur terkena kulit kecoklatan itu.

Satu – satunya bagian yang tak terkena siraman darah naga hanyalah pada punggungnya. Ini karena pada saat disiram darah naga, bagian punggungnya ditimpa dan dilindungi oleh daun tanpa sengaja. Bukan hanya itu saja, dia memiliki mana besar melebihi golongan 10 akibat menelan jantung naga, tentunya pengendalian mana miliknya sangat sempurna.

Siegfried adalah Top nomer 1 dalam jajaran Kiseki No Hassei.

"Namaku adalah Namikaze Menma. Julukanku Evening Light."

Sosok Menma memperkenalkaan dirinya dengan singkat dan segera diam kembali. Tak ada reaksi lebih karena mereka mulai menyadari bahwa waktu telah berlalu dan terbuang percuma. Mereka sekarang akan melakukan perkenalan secara singkat saja.

"Namaku Asuna. Aku tak memiliki julukan atau semacamnya, aku perwakilan dari Elf. Mohon bantuannya."

Perempuan cantik berambut coklat keemasan.

"Namaku Nitocris. Julukan Magical Goddes."

Perempuan berwajah menarik dengan pakaian seorang Pharaoh. Dilengannya terdapat Staff khas Pharaoh yang merupakan Artifac kelas atas miliknya sendiri, alias terbentuk didalam dirinya sendiri. Kemampuan Artifac itu adalah membuat rapalan mantra ditiadakan dan memperkuat mantra 2x lipat, belum dihitung saat memasuki Mode hura-hura.

Julukannya juga bukanlah omong kosong belaka! Kemampuan miliknya dalam mengatur aliran mana sangat luar biasa hingga dapat mengatur 75% bagian Ramessum Tentyris milik Ozymandiaz. Bukan hanya itu saja, dia digadang – gadang akan bisa menggeser Siegfried jika Nitocris All Out tanpa menahan dirinya.

Naruto bahkan mengakui kehebatan Nitocris. Nitocris mengingatkan Naruto tentang para penyihir tingkat atas dari dunianya, Naruto yakin jika kemampuan Nitocris terus dikembangkan. Menguasai 'dunia ini' bagi Nitocris adalah hal sepele! Ini menunjukan betapa berbahaya dan kuatnya sosok gadis manis berkulit gelap ini.

"Namaku adalah Arthuria Pendragon..."

"Namaku Uzumaki Angelica..."

"...Kalian bisa memanggilku Shirou."

"Aku perwakilan Elf, Atalanta..."

"Erza Scarlet. Kalian bisa memanggilku Erza..."

"Namaku Illyasviel Von Einzbern..."

"Namaku Sakura Haruno, mohon bantuannya..."

Sementara waktu terus bergulir dalam diskusi, para monster mengamuk menyerang desa dan kota setelah keluar secara paksa dari dungeon. Ini adalah akibat dari bangkitnya sosok monster kelas Malapetaka, Moryuu.

TBC