Little Garden Of The World

By

Lang

Publish And Update

By

(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )

Summary ::

Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.

.

Jalur Kereta Sihir Menuju Ibukota Avalon

.

Dang Brak

"Auuuuuu!"

"Gwaahhh!"

Lobo mengaum dengan keras diatas kereta berkecepatan 300 Km/Jam dan membuat para monster terbang berwajah jelek hancur berkeping – keping. Lobo adalah Magical Phantasm tingkat S sama seperti Magical Phantasm Wehem-Mesut, jadi mengalahkan kroco seperti monster terbang seperti bernapas bagi Lobo.

Dank!

"Sudah selesai?"

"Sudah semuanya, Nee-san."

Crak

Hessian tersenyum sambil menghancurkan kepala Wyver seperti menepuk nyamuk. Leaticia mengangguk dan menatap kearah gerbong kereta yang ada dibelakang, monster sudah dibersihkan diatas gebong. Tapi sayangnya tak jauh dari kereta monster terbang terlihat mengikuti dalam jumlah banyak.

Srett Sret Dang

Leaticia memutar tombaknya dengan lihai dan memasang posisi bertarung. Mata jernih miliknya menatap tajam para Monster dan dengan sekejap Leaticia menghilang dari tempatnya secepat bayangan meninggalkan Hessian yang berdiam diri bersama dengan Lobo sang Partner.

"Aku harap Nee-san tidak berlebihan. Ini sudah jam 7 malam soalnya."

.

Ruangan khusus, setelah perkenalan singkat. Pukul 15:00

.

"Informasi yang kita dapatkan sejatinya hanyalah informasi dasar berupa banyak pasukan dan rupa mereka. Beberapa informasi kekuatan juga sudah didapatkan dari bentuk dan penjelasan 5 jendral monster. Jadi apakah ada dari kalian yang memiliki informasi tambahan?"

Ozymandiaz mengeluarkan pertanyaan dan fekus perhatiannya pada layar hologram yang menunjukan wajah Naruto. Ozy tahu bahwa Naruto bukanlah sosok sembaarangan, Naruto berpikir kedepan dan seolah – olah tahu ada apa dan apa yang akan terjadi dimasa depan dengan mudah. Jadi Ozy berharap Naruto mendapatkan informasi lebih dari ini.

"Nama Iblis, Wraith. Memiliki tubuh seorang manusia dengan kulit semerah darah, ekor berujung tajam, sayap kelelawar berwarna merah, dan bersenjatakan trisula magis. Dikatakan memiliki sifat serakah dan tidak sabaran dalam prasasti kuno didaerah kaki gunung Hiei disalah satu Goanya."

Perhatian yang ada disana langsung terfokus kepada Naruto yang tiba – tiba mengeluarkan suara. Naruto yang mendapatkan perhatian penuh menengadahkan telapak tangan kanannya kedepan dan dengan segera distorsi ruang berwarna emas muncul membawa sebuah batu dengan ukiran magis yang bercahaya. Ukiran itu adalah kata – kata kuno dalam bahasa yang sulit diterjemahkan.

"Itu bahasa Myt! Bahasa yang digunakan Masyarakat Britania Kuno sebelum akhirnya menghilang setelah Moryuu menghancurkan suku aslinya."

"Anda benar Nitocris...-san."

Naruto melihat kearah Nitocris dan mendapatkan anggukan darinya, menunjukan bahwa Naruto boleh memanggilnya dengan demikian. Naruto menatap kearah bola ditangan kanannya itu dan melemparkannya keatas.

Swushh

Srink

""Woaahhh!""

""Hmm!""

""Luar biasa!""

"Ini adalah teks rumit yang sudah aku terjemahkan. Sayangnya beberapa kata hancur akibat dimakan waktu. Tapi secara garis besar ini memuat tentang Moryuu dan pasukannya."

Jelas Naruto tanpa memperdulikan wajah kagum dilayar hologram maupun dari setiap orang disekitarnya melihat prasati melayang diudara dan mengeluarkan proyeksi huruf kuno berwarna merah keseluruh ruangan khusus. Walau mereka yang hanya melihat dari hologram dan tak bisa melihat secara keseluruhan, pemandangannya masihlah menakjubkan.

"Dikatakan bahwa Moryuu disegel oleh seorang Miko bernama Hayamana Shion menggunakan jiwa dan tubuhnya. Disini ada beberapa fakta mengejudkan berupa Moryuu sebenarnya adalah manusia yang dikutuk. Walau itu bisa dikatakan klasik atau mustahil, aku rasa ini bisa dipastikan kebenarannya dilihat dari penjelasan 5 Jendral Monster yang sama."

"Manusia yang dikutuk? Tapi kesampingkan soal itu. Apakah ada cara yang menjelaskan tentang bagaimana menghentikan pasukan batu itu? Para monster bukanlah masalah untuk para Knight, tapi pasukan batu itu adalah masalah yang berbeda."

"Sabar dulu, Arthuria."

Naruto menggerakan tulisan yang terus melayang dan berputar disekelilingnya. Beberapa saat menggeser dan mencari setiap pasang kata yang tepat, Naruto memperlebarnya dan membuat Nitocris menyimpitkan matanya. Nitocris pernah mempelajari bahasa Myt dan dia bisa menerjemahkan kata yang disusun oleh Naruto itu.

"Seperti yang anda lihat, Nitocris-san. Ini adalah informasi tentang pasukan milik Moryuu, tapi sayangnya sebagian menghilang entah mengapa. Apakah anda bisa mengartikan kata – kata ini?"

Naruto memperbesar kata yang dia maksud dan Nitocris langsung membacanya dalam hati. Nitocris yang sikap pemalunya sedikit menghilang akibat rasa penasarannya akan pengetahuan menjawab. Nitocris adalah manusia sejati dengan kehausan akan pengetahuan, nilai plus untuk Nitocris dipandangan Naruto.

"Pasukan kegelapan tak kenal lelah, terus bangkit walau lenyap, tanpa bisa mati maupun tumbang disetiap jalan. Hanya senjata roh dan suci yang mampu menumbangkan pasukan. Hati – hatilah saat sosok malapetaka kembali bangkit. Kalahkanlah Malapetaka jika ingin menghentikan keabadian pasukan tanpa kenal lelah. Aku anggap pasukan `tanpa kenal lelah` itu adalah pasukan batu."

"Tepat sekali, Nitocris-san. Seperti rumornya kau sangat jenius dalam hal berpikir, berbeda dengan bocah piramid yang hanya bisa menembak dari Mesektet."

"Hey!"

Naruto tersenyum mengejek kearah layar Ozy yang berteriak protes padanya. Sementara itu Nitocris terlihat kembali malu karena mendapatkan pujian, dan segera mengeluarkan gumaman imut berupa 'ummuu! Emm' dan sukses membuat Angelica dan Arthuria gigit jari.

"Maksud dari kata – kata itu adalah pasukannya tak akan bisa mati kecuali Moryuu mati. Tapi bukan hanya berlaku pada pasukan batu saja, tapi dengan monster yang lain. Menurut cerita Arthuria, dia sudah menembus jantung Succubus dengan Excalibur tanpa melepas segel pengekang kekuatan sucinya dan Succubus itu masih bisa bangkit, baru setelah diserang dengan Excalibur tanpa segel Invisible Air Succubus itu mati."

Nitocris yang mendengar ucapan Naruto terlihat mengangguk mengerti, sedangkan yang lain terlihat mengerutkan dahinya. Mereka sepertinya menganggap bahwa prasasti yang dibawa oleh Naruto kurag akurat dan Naruto sudah menduga bahwa sebagian akan memikirkan hal itu.

"Apa yang kalian pikirkan adalah kesalahan prasasti kan? Tapi sebenarnya ini hanyalah permainan kata – kata. 'Hanya senjata roh dan suci yang mempu menumbangkan pasukan', itu merujuk pada pasukan Monster sedangkan kata 'Kalahkan Malapetaka jika ingin menghentikan keabadian pasukan tanpa kenal lelah` merujuk pada pasukan batu. Cermatlah sedikit, Minna-san."

Naruto menggeser kata yang dibaca Nitocris dan menggantinya lagi. Sebagian kata – katanya menghilang tapi Naruto sudah memulihkannya dengan magic proyeksi, walau masih belum akurat dan beberapa kata masih hilang sih. Waktu pembuatan barang ini juga yang sudah terlalu lama hingga melacak bagaimana cara pembuatannya dan memproyeksikannya kembali cukup menyulitkan bagi Naruto.

"Ada sebagian kata yang menghilang pada setiap katanya, tapi secara garis besar. Jumlah pasukan batu tak dapat dihitung dengan jumlah, mereka akan terus terbentuk semakin banyak hingga memenuhi dunia tengah dan 2 dunia lainnya. Selain itu Moryuu juga akan memasuki alam Roh setelah bangkit sebelum akhirnya memasuki alam nyata."

"Jadi kita tak bisa menyerangnya sampai dia menjadi nyata? Roh tak bisa diserang kecuali dengan senjata roh yang sangat langka. Apakah ada manusia yang bisa membuat senjata roh, atau Dwarf bisa membuatnya?"

"Pertanyaanmu itu sedikit lucu, Asuna-san."

Naruto memutar kursinya main – main tanpa memperdulikan pandangan tajam dari Asuna kepadanya. Naruto bisa membunuh Asuna dari sini lewat konstelasi bintang scorpion dilangit, jadi kenapa harus takut hanya dengan tatapan marah seorang gadis yang umurnya hanya mencapai 2.000 tahun? Umur Naruto saja sudah 6.000 tahun dan ayahnya, Gilgamesh 7.000 tahun didalam Throne Of Heroes.

"Senjata roh menurut pengalamanku selama 3 tahun keluar kedunia luar sangatlah langka! Dan kalaupun ditemukan bukan berarti penggunanya terampil menggunakannya. Untuk membuat senjata roh, bukankah Elf sepertimu yang lebih tahu mengenai roh alam atau sejenisnya."

Naruto memejamkan matanya dan menaruh wajahnya diatas meja. Angelica yang melihat tingkah nyeleneh kakaknya menghela nafas pelan dan dengan segera meninju `ringan` kepala Naruto.

Brak

"Ghuah!"

"Ught baiklah, kembali ketopic."

Naruto bangkit dari dinding dengan wajah meringis dan mengelus kepalanya yang benjol terkena tinjuan ringan adiknya. Naruto duduk ditempat duduknya dengan wajah yang serius tanpa memperdulikan berbagai ekspresi yang ditunjukan setiap orang saat melihat penampilannya yang berantakan serta benjolan dikepalanya, sangat lucu melihatnya.

"Rencana yang aku rekomendasikan adalah dengan menyeret pasukan Moryuu beserta Moryuu menuju Mimpi milik Dream Warrior. Disana kita bisa membatasi pasukan batu yang bisa dibangkitkan Moryuu, mengingat tak diketahui seberapa banyak pasukan batu yang tertidur dibawah sana."

"Ionioi Hetairoi milikku yah. Apakah kau yakin? Walaupun jumlah pasukan mimpi milikku sudah mencapai 200.000, aku tak yakin kuantitas pasukanku akan sebagus para pasukan batu itu. Belum lagi, Moryuu itu bisa saja keluar dari DimensionMaker milikku dengan mudah dilihat dari pancaran energi mengerikan yang menutup langit Atressa."

Naruto menghela nafasnya pelan dan menepuk dadanya hingga membuat Alexander melebarkan mata dan tertawa terbahak – bahak. Sontak itu membuat semua yang melihatnya terkejud dan heran walau beberapa orang lebih penasaran dari pada heran dengan tingkahnya itu.

"Baiklah jika itu maumu, Kinpika. Aku serahkan persenjataan pasukan mimpi milikku kepadamu."

"Huh,,, perkataanmu itu akan membuatmu menyesal nantinya, Dream Warrior."

"Oke, oke aku menta maaf, kau kaku sekali. Jadi Ionioi Hetairoi milikku akan dipersenjatai dengan Harta Mulia dari `dunia` milikmu dan menghancurkan pasukan batu dan monster. Aku akan memimpin pasukan melawan Iblis berotot itukan?"

Naruto menggelengkan kepalanya dan menepuk bahu Angelica dan menatap beberapa orang yang menurutnya memiliki keunggulan tersendiri dari lawan – lawannya. Mereka yang melawan hanya dengan otot tak akan bisa menghabisi pasukan Moryuu.

"Kau tak memiliki element suci, maka dalam hal itu kartu utama kita adalah Hessian, Leaticia, Ozymandiaz, Aku, Erza-san, Asuna-san, dan Atalanta. Mereka memiliki senjata suci dan bisa memenggal habis para monster itu. Untuk itu aku akan membagi Team melawan setiap pasukan itu dan Moryuu. Apakah kalian setuju?"

Tak ada penolakan yang terjadi dan Naruto segera mengumumkan apa yang sudah dia pikirkan diatap sekolah setelah mengamati pertemuan antar raja dengan Harta Mulia miliknya.

"Arthuria akan bertarung melawan makhluk api dibantu oleh Dream Warrior. Aku akan melawan Gagak hitam mengesalkan itu. Ozymandiaz akan menghanguskan kelelawar. Iblis trisula akan dilawan oleh Erza-san dan Asuna-san. Aku rasa masing – masing tak ada masalah jadi aku akan melanjutkan dengan sisanya melawan Moryuu sedangkan Alexander akan melawan iblis merah beserta pasukan batu."

"Bagaimana dengan pasukan monster itu? Aku rasa menyerahkannya kepada pasukan mimpi bukanlah tindakan yang bijak. Walau kau mempersenjatai mereka dengan Harta apalah itu, aku rasa itu tidaklah cukup menurutku."

"Pertanyaan yang bagus, Sieg-san! Monster itu akan diurus Shirou sendiri. Dia belumlah cukup pengalaman dan aku kira belum ada yang mendengar sepak terjangnya disini kan?"

Semuanya diam dan Naruto kembali melanjutkan.(Sebenarnya Shirou protes, tapi diabaikan. Jadi begitulah nasip anak baru dalam pertarungan Takamiya Shirou.)

"Jadi? Apakah ada pertanyaan lainnya? Atau kita tutup sampai disini saja?"

.

.

"Akhk! Akhirnya sampai juga!"

Hessian menaruh kopernya disamping kanan dan merenggangkan kedua lengannya. Wajah anak kecil miliknya terlihat menunjukan kelegaan dan keceriaan yang tak luntur walau baru berapa waktu lalu menghadapi monster terbang yang menyerang kereta. Memang monster menjadi gila dan keluar dungeon semenjak Moryuu mengeluarkan energinya hingga fluktuasi mana dungeon yang menahan monster menjadi terganggu dan monster leluasa keluar, tentunya bagi monster Rank C+ keatas saja.

Hessian memutar pinggangnya kekanan dan kekiri sebelum akhirnya memasang wajah lelah, ternyata dia lelah juga, Author kira dia belum lelah dari raut wajah sebelumnya.

Tapi Leaticia terlihat lebih bersemangat dari biasanya, walau tubuhnya saat ini penuh dengan dabu beserta beberapa percikan darah monster, kilatan semangat masih terlihat berkobar tak pernah padam! Leaticia menggenggam lengan kanan Hessian dengan keras hingga membuat Hessian terkejud.

"Yosh! Semangatlah sedikit, Hess-kun! Ini sudah jam 07:45, kita harus segera menemui Naruto-kun untuk mengkonfirmasi pemberitahuan dari Smartwatch tadi."

Swushhh

"Weee!"

Hessian langsung berteriak ketika Leaticia dengan penuh semangat bekobar menariknya masuk kedalam gerbang sihir. Gerbang yang secara otomatis akan aktif saat orang yang masuk adalah seorang penjahat atau bukan orang dalam alias murid dkk termasuk guru dan karyawan tentunya.

"Chotto! Kopernya masih ketinggalan, Nee-chan!"

.

Naruto memoles sebuah Nodachi panjang buatan Blacksmith Uruk atas pesanannya sendiri. Nodachi ini bukanlah benda yang spesial karena tak memiliki kekuatan magis layaknya Harta Mulia lainnya. Tapi bahan pembuatan Nodachi ini sangat berharga karena diberikan oleh ibunya saat dia ulang tahun ke-6.

Belum lagi Magic Presepsi miliknya juga ada disini!

Kalian bingung? Aku duga iya. Sebenarnya Magic Presepsi Sha Naba Imuru memanglah sudah dikorbankan dalam melewati Layers-Reverse Side Of The World, tapi Naruto masih bisa mendapatkannya lagi akibat Nodachi ini tersimpan magic presepsi miliknya. Didalam Nodachi sendiri, Naruto menanamkan Aria khusus dan menyalurkan Magic Presepsi kedalamnya, jadi Naruto bisa mengambilnya kembali agar bisa memakai Sha Naqba Imuru.

Srink

Sirkuit merah muncul sepanjang Nodachi ditangan Naruto dan tersalur ketelapak tangan kanannya. Sirkuit merah itu terus bergerak keatas menuju wajah bagian kanan Naruto hingga merayap kearah mata kanan yang memiliki warna khas dan menawan.

Sret

Naruto kemudian menutup mata kirinya yang sudah menyerap sihir Sha Naqba Imuru.

Tok Tok Tok

"Masuk."

Pintu kamar terbuka setelah Naruto mempersilahkan, diseberang pintu terlihat Illya yang sedang memasang wajah ngantuk. Sepertinya ada orang yang mengganggu tidurnya setelah pusing memikirkan argument dalam rapat beberapa waktu lalu. Lebih dari itu, Naruto sudah tahu kenapa dia diganggu saat akan tidur.

"Kepala Sekolah ingin menemuimu, dia menghubungimu terus dari tadi, tapi kau tidak menjawabnya. Hahh kau ini mencari masalah untukku mentang – mentang aku sedang serius."

Illya cemberut saat berbicara karena gara – gara Naruto tak mengangkat panggilan, Illya yang sedang ingin tidur malah mendapatkan panggilan untuk segera memberitahu Naruto pesan dari kepala sekolah.

Naruto tertawa kecil melihat ekspresi lucu Illya dan menghilangkan Nodachi miliknya. Naruto memunculkan lingkaran emas yang memunculkan es krim terenak buatan alat miliknya dan mmberikannya kepada Illya. Menerima Ice Cream favoritnya, Illya langsung semangat dan mengambil Ice Cream itu.

"Jangan marah lagi. Aku ada urusan sebentar jadi aku mematikan notif agar tidak terganggu. Jika kau malas kembali, kau bisa memakai kamarku, tapi jangan berbuat macam – macam."

"Umm."

Illya hanya bergumam dan menjilati es krim ditangan kanannya. Es krim terenak buatan Harta Mulia memang menakjubkan! Tapi yang buat Author bungung adalah kenapa bisa ada Harta Mulia yang bisa membuat es krim? Hah kemampuan Naruto memang mengerikan seperti kata ayahnya.

"Jaaa!"

"Hati – hati."

Naruto keluar dari kamar diasrama miliknya dan langsung menuju ruang kepala sekolah. Pasti ini tentang masalah Leaticia dan Hessian yang sudah datang beberapa waktu yang lalu Batin Naruto menggaruk belakang kepalanya.

'Saa Moryuu adalah makhluk pecahan yah. Menarik sekali aku bisa menghadapinya sekali lagi walau hanya pecahannya saja, Mother Of Destiny.'

Naruto menyeringai dalam lorong sepi Akademi dan pada satu waktu, pancaran biru es kaluar dari mata kirinya sesaat dalam keheningan sebelum akhirnya kembali menghilang.

.

.

Swusshhhh

Angin bergejolak dengan kuat didalam kawah gunung Hiei, angin kuat itu terus bergejolak dengan kuat hingga akhirnya mereda kembali seperti biasanya.

Kita sorot bagian tengah kawah gunung Hiei dulu, disana terdapat Altar penyegel besar dengan 8 tiang batu berjajar. Tiang – tiang batu itu terlihat sudah rusak parah seolah akan hancur hanya dengan hembusan nafas saja. Ini adalah Altar tempat Hayamana Shion menyegel Moryuu ribuan tahun yang lalu.

Srinkk Wunggg

Sinar rune bercahaya terang sesaat sebelum akhirnya meredup. Retakan kecil ditengan Altar mulai terbentuk hingga sebuah jiwa lolos darinya. Jiwa sesosok gadis berambut hitam dengan mata yang menawah, dilengan kanannya sebuah katana hitam penuh aura kematian dan kutukan digenggam.

Deg

Mata sang gadis melebar sesaat ketika merasakan sesuatu yang familiar sedang `membacanya`. Tapi itu hanya sesaat sebelum akhirnya ekspresi itu kembali seperti semula, datar dan tak bernyawa. Sebuah bisikan lirih kemudian mengalun dalam kemerduan indah dari mulut mungilnya.

"Wahai sang raja dan anak yang aku kasihi, kau sudah dewasa hingga sampai disini. Aku akan melihat dan melawanmu sekali lagi, apakah kau berkembang atau tidak? Dewasa atau anak kecil? Jahat ataukah baik? Akan aku tunggu kau wahai Raja keenam dinasti pertama Babylonia, Kamikaze Naruto."

Swushhhh

Badai energi hitam bergejolak kuat dari roh berwujud gadis manis itu dan menelan seluruh gunung Hiei, tak sampai disitu saja. Awan gelap dilangit menjadi lebih gelap dari yang sebelumnya hingga mengeluarkan kilatan petir hitam-merah yang mengerikan. Ini adalah pertuntukan kekuatan dari pecahan pembawa kesadaran makhluk yang disebut sebagai Mother Of Destiny oleh Naruto, Kamikaze Naruto lengkapnya.

"Groaarrrrr!"

"Hoaaaaa!"

Dar dar Dar dar

Jlegarrrr

Pasukan monster dan pasukan abadi mengeluarkan raungan penuh kebencian diudara saat merasakan bahwa sang tuan akan segera bangkit secara sempurna. Bukan hanya berwujud layaknya bayangan hitam seperti naga seperti dimasa lalu, tapi akan berwujud makhluk Naga besar yang sesungguhnya. Momok mematikan bagi dunia ini dan mainan bagus untuk peregangan otot bagi Naruto.

.

Kekacauan melanda dunia sekali lagi, awan yang hitam dan tenang berubah menjadi ganas. Tumbuhan mulai membusuk satu persatu saat tanah tercemar oleh mana gelap. Para monster didungeon semakin kuat dan mulai melakukan invasi keluar dungeon membawa terror.

Kerajaan – Kerajaan didunia tengah Altressa mulai panik menghadapi perubahan mendadak yang menandakan bangkitnya Full Power Of Moryuu dari pecahan Mother Of Destiny, musuh lama Naruto didunianya dulu. Pasukan khusus dan sebagainya dikerahkan melindungi penduduk, sedangkan masalah logistik yang membusuk juga menjadi masalah memusingkan.

Hanya dalam waktu 5 menit Moryuu mengeluarkan amukan energinya, dunia tengah mengalami kekacauan yang begitu besar! Tapi ini hanyalah awalnya saja, jika Moryuu tak dihentikan maka seluruh makhluk didimensi ini akan menjadi Bel Lahmu.

Swusshhhh

.

.

Leaticia dengan gembira menyeret Hessian yang hanya bisa pasrah saja mengikuti Leaticia. Dilengan kanan Hessian terlihat koper yang juga terseret dengan pasrah tak bisa melawan. Sang koper saat ini hanya bisa meruntuki kesialannya karena dibeli oleh 2 orang ini(?).

"Nee-san, apakah kau tahu kita akan kemana? Kau dari tadi belum sampai juga."

"Kita akan menuju ruang kepala sekolah, jadi santai saja. Jalannya ada disini."

Leaticia menunjukan lengannya yang terdapat Smartwatch, disana tertera peta digital tentang denah sekolah serta posisi mereka saat ini. Jadi tersesat disekolah ini adalah mitos bagi pemilik SmartWatch. Tentunya kecuali bagi orang bodoh yang tidak mengetahui fungsi SmartWatch secara keseluruhan akan tersesat.

Tak lama Leaticia dan Hessian sampai didepan pintu bertuliskan Kepala Sekolah. Setelah menaiki Lift, tangga, dan berlarian ditengah lorong sepi Akademi dengan peraturan `dibawah jam 7:30 lorong harus sepi kecuali ada kepentingan`, akhirnya mereka berdua sampai didepan pintu kantor kepala sekolah.

Atau begitulah Mei Tarumi disebut. Nyatanya dia bahkan tak melakukan apapun dan hanya duduk seharian sambil mengamati Tv atau berlatih. Kadang – kadang dia akan bekerja jika ada situasi semacam ini atau ada festival yang diadakan diAkademi. Nah Author jadi dapat ide, tapi akan Author singkirkan dulu sampai Moryuu diembat oleh Naruto.

Tok Tok Tok

"Masuk!"

Leaticia melepaskan genggamannya pada Hessian dan membuat Hessian menghela nafasnya lega karena terlepas dari cengkraman maut Leaticia, kakaknya ini memang sangat mengerikan jika sedang senang. Maa walau begitu tetap saja saat senang wajah kakaknya ini sangat cantik.

Cklek

Leaticia membuka pintu dengan perlahan dan terlihat sebuah ruangan minimalis. Didepan terlihat meja Kepala sekolah yang diatasnya terdapat beberap berkas dan dibelakang meja itu sosok Mei Tarumi duduk dikursi membelakangi Leaticia dan Hessian. Kelihatannya Mei sedang menatap awan hitam yang secara mengejutkan mengeluarkan kilatan petir yang menghantam tepat air mancur taman.

Leaticia dan Hessian terlihat tersentak merasakan energi jahat raksasa membumbung memenuhi udara dan membuat udara tercemar. Energi gelap itu terlihat mencemari udara pada saat petir merah menghantam air mancur taman. Mei yang merasakan kualitas udara beracun menetralkannya dengan mana elemen angin, tapi sebelum dia melakukannya terpaan energi putih menetralkan semua racun diudara akibat energi hitam pekat.

"Maa tak aku sangka `dia` akan merespon secepat ini. Cheh!"

"Eh?"

Suara yang terdengar senang muncul dari balik pintu dan membuat Hessian beserta Leaticia melebarkan mata karena mengenal pemilik suara ini. Sedangkan Mei yang mendengarnya memutar kursi dan menyimpitkan matanya, dia merasakan energi putih yang menetralkan udara beracun diseluruh sekolah berasal dari pemilik suara ini.

'Siapa dia?'

Mei merasa familiar dengan nada suara ini, tapi entah mengapa dia tak bisa mengingatnya.

"Hoo tak ada balasan? Aku tak mengira bahwa kau melupakan suaraku setelah kau memanggilku kesini, Kepala Sekolah."

Cklek

Pintu kembali dibuka dan dari sana Naruto muncul dengan sebuah teratai bercahaya melayang diatas telapak tangan kanannya. Teratai yang merupakan tunggangan sang dewa Mitologi India berada ditangannya, ini juga adalah penyebab pemurnian energi jahat akibat petir tadi.

"Hisashiburi? Daijobudesuka?"

Jlegar

Bersamaan dengan itu, sebuah petir kembali menyambar dibelakang kepala sekolah hingga menimbulkan cahaya terang menyinari ruangan ini.

"Naruto-kun!"

.

.

Ini hanyalah awalannya saja, saat roda takdir terus berputar bahkan manusia pemilik sihir terhebat tak akan bisa terus melihat masa depan. Manusia akan selalu serakah dan serakah, karena itulah kehancuran akan menemui mereka. Tak peduli apa yang mereka lakukan, yang menunggu kemanusiaan hanyalah kehancuran.

Holy Grail? Harapan untuk manusia? Kebahagiaan bagi semua manusia?

Tak tahukah mereka bahwa cawan itu adalah penyebab kehancuran sebenarnya? Berawal dari Holy Grail War dan berakhir pada Holy Grail War. Ini hanyalah penggalan kata tak berarti yang menceritakan kehancuran para manusia diduniaku dulu. Dimana para manusia berperang untuk Holy Grail dan menyebabkan kehancuran.

Ketidak pedulian, ideologi rusak, keserakahan, ketidak tahuan, kemanusiaan, adalah bukti dari kelemahan manusia. Untuk itulah manusia diciptakan! Aku adalah Kamikaze Naruto, anak dari Gilgamesh dan Ishtar yang meninggalkan dunia yang sudah rusak dan hancur digantikan oleh kekosongan dari Chaos. Siapapun yang melawanku akan binasa, siapapun yang menentangku akan tersiksa, karena mataku mampu melihat apa yang tidak mampu dilihat manusia.

Wahai manusia! Apakah kalian ingat apa yang terjadi saat singularity Babylonia? Disana kalian membuat kekacauan besar akibat adanya Holy Grail yang diwujudkan menjadi nyata. Kalian membuat Tiamat bangkit dan membunuh ayahku beserta ibuku. Aku harus turun tangan dan menyelamatkan 500 rakyat Uruk bersama dengan kalian yang membuat kekacauan tapi tak bisa memperbaikinya.

Apakah kalian ingat saat kalian menghancurkan Goetia agar proses pengembalian dan penatanan semesta kalian secara sempurna tidak terjadi? Huh kalian adalah manusia naif! Sekarang akibat ego dan kebebalan kalian sendiri dunia kalian tak akan bisa bertahan. maka hancurlah dan musnahlah wahai makhluk bebal!

.

Naruto menatap kehancuran dunia dengan datar. Badai terlihat mengamuk kesana kemari tanpa berhenti dan Chaldea, organisasi pelindung manusia, hanya bisa hancur layaknya pasir tertiup angin. Ini adalah apa yang manusia inginkan akibat kerakusan mereka.

Dimulai dari memunculkan Holy Grail dan menyimpangkan fungsinya dari `memanggil sistem pahlawan saat dunia krisis` menjadi `pertarungan Servant untuk memperoleh kebodohan dan kemunafikan sejati`. Kemudian Holy Grail terus menyimpang hingga pada akhirnya mengakhiri dunia itu sendiri, manusia memang bodoh tak peduli berapa kali Naruto melihat para manusia terus berjuang dengan baik.

Karena pada dasarnya manusia tetaplah manusia, mereka tak pernah bisa menjadi lebih dari itu. Selama masih terbungkus otot dan daging, mereka akan selalu menjadi makhluk munafik dan naif.

"Walau begitu, aku sangat terhibur dan juga marah saat melihat ayahku ikut dipermainkan dalam panggung kecil itu. Aku harap dunia yang selanjutnya tak akan mengecewakan seperti duniaku ini."

Little Garden Of The World

TBC