Little Garden Of The World
By
Lang
Publish And Update
By
(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )
Summary ::
Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.
.
Blubb Bluuppp
Gelembung udara keluar dari nafas sang Demi-Servant bernama Mashu Krylight. Perempuan cantik itu sekarang sedang menatap kosong kedepan didalam lautan tanpa batas. Anehnya dia masih dapat bernafas dengan lancar dan setiap gas pernapasan (CO2) dilepaskan selalu menimbulkan gelembung dilautan tanpa batas yang menelannya entah untuk berapa waktu lamanya ini.
Mashu berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya, saat dimana dia melakukan pertarungan dengan Goetia bersama sang Master dibantu dengan King Treasure, Kamikaze Naruto, yang berhasil mengeluarkan Noble Phantasm walau didalam Ars Paulina menggunakan semacam rune yang juga diberikan juga kepada Mashu.
Mashu ingat betul pada saat Ars Almadel Salomonis dapat ditahan menggunakan semacam perisai yang terbuat dari Teratai. Tak hanya menahan, perisai berbentuk unik itu menetralkan efek membakar dari Noble Phantasm berkekuatan gila itu tanpa masalah sama sekali.
Pertarungan terus berlanjut sampai pada akhirnya Goetia terpaksa mengerahkan 72 Demon dalam full power untuk melawan Naruto yang habis-habisan menggunakan Gate Of King Treasure hingga melepaskan jumlah tak terhitung Noble Phantasm sekelas Anti-Nation dan lusinan Noble Phantasm Anti-Planet.
Senjata – senjata gila itu terus menggoncang Reality Marble, Ars Paulina yang tercipta dari sirkuit sihir Solomon sendiri di Imaginery Number yang jauh dari dunia nyata. Desakan Noble Phantasm Full Power ini menghancurkan ¼ Reality Marble karena Goetia berhasil meregenerasi Reality Marble menggunakan mana yang terkumpul dari Ars Almadel Salomonis.
Pada saat Naruto disibukan oleh 72 Demon berkekuatan luar biasa, Mashu dan Fujimaru(master Mashu) melawan Goetia. Tapi kekalahan telak mengenai Mashu dan Fujimaru pada saat itu, kekalahan karena Ars Almadel Salomonis berhasil menguapkan tubuh Mashu walau cahaya NP itu dapat ditahan oleh Lord Camelot.
Fujimaru selamat dan kemudian pandangan Mashu menggelap. Tekad tak tergoyahkan milik Mashu menguatkan Lord Camelot sampai tak tertembus walau pada akhirnya tetap mati dengan tubuh menguap habis tanpa sisa. Sementara itu 72 Demon yang dilawan Naruto telah menghilang terhantam Noble Phantasm Rank EX, EA, yang sukses mengoyak Ars Paulina menjadi berkeping – keping.
Itu adalah kenangan terakhir Mashu Krylight sebelum akhirnya bertemu dengan Galahad, sosok Heroic Spirit yang ada didalam tubuhnya. Mereka bertemu dalam dunia penuh pasir putih dan langit biru tanpa awan. Disana Mashu berbicara dengan Galahad beberapa hal yang mengejudkan Mashu.
Beberapa hal yang dibicarakan antara lain adalah mengenai keadaan setelah Mashu menguap habis. Galahad mengatakan bahwa Ars Paulina terkoyak habis hingga hancur berkeping – keping, sifat penahan Noble Phantasm menghilang dan Goetia ikut terkoyak disana oleh pancaran kehancuran energi True Ether yang dikatakan hanya bisa ditandingi oleh Enki-Bintang Kehancuran.
Mashu bertanya kepada Galahad mengenai nasip para Master yang lain(terutama Fujimaru) dan Sevant diReality Marble itu. Galahad menceritakan bahwa mereka semua selamat karena energi kehancuran True Ether tak melukai mereka atas izin Naruto dan hanya mengoyak para musuh.
Mashu lega dengan ini dan membuat Galahad heran, pasalnya jika Goetia dikalahkan maka dipastikan manusia tak akan memiliki masa depan lagi. Pada saat Galahad mengeluarkan pertanyaan pasal kelegaan Mashu, jawaban yang didapatkan membuat Galahad menjadi mengerti sesuatu tentang wadah yang memiliki kemampuannya ini.
"Aku hanyalah seorang bayi buatan, aku hanya hidup dengan apa yang aku percayai dan apa yang bisa aku gapai. Aku tak akan bisa memahami apa yang kau katakan karena aku memanglah bukan pahlawan. Aku hanyalah wadah bagi kekuatanmu."
Setelah itu Galahad membalikkan tubuhnya dan mengatakan pada Mashu bahwa sebelum kematiannya ada sesuatu yang aneh. Keanehan ini diduga dari King Treasure, Naruto, yang secara gila mampu mengeluarkan Ful Power Noble Phantasm yang bukan miliknya dari gudang harta tanpa batas.
Galahad mengatakan bahwa dia tidak begitu mengerti tentang keanehan ini, tapi Galahad mengatakan pada Mashu bahwa hidupnya belumlah berakhir gara – gara keanehan ini. Mashu akan hidup kembali akibat Naruto entah bagaimana dan kenapa, tapi Galahad juga mengatakan untuk tidak melakukan hal bodoh seperti `menjadi bukan dirimu sendiri`.
"Jadilah dirimu sendiri walau apapun yang terjadi, karena itu adalah satu – satunya cara bagimu memahami apa yang akan terjadi selanjutnya."
Mashu tak mengerti apa yang dikatakan Galahad dan ingin bertanya, namun badai pasir putih lebih dahulu menerjang dan pada saat badai selesai Mashu terjatuh dari ketinggian dan terbenam didalam air tanpa bisa bergerak dan hanya bisa memikirkan sesuatu. Memikirkan apa yang dikatakan Galahad tentang kehancuran dunia dan hidupnya yang terselamatkan.
Tuk
"Huh?"
Mashu tersentak ketika telinganya mendengar suara kaca diketuk. Ini sangat aneh mengingat ini adalah air, seharusnya suara semacam itu tak akan bisa terdengar. Tapi tunggu! Mashu berusaha mengingat kejadian dulu, dia seperti pernah mengalami kejadian mendengar suara seperti ini.
"Hah!"
Mashu melebarkan matanya mengingat kejadian apa itu. Kejadian dimana dia pertama kali 'bangun' sebagai Demi-Servant dalam tabung embrio ilmuan Chaldea. Bukankah itu berarti dia sekarang juga mengalami kejadian itu kembali?
"Kau memang masih bisa selamat, Mashu Krylight. Hubungan kuat, tekad, kesederhanaan, kemampuan, pemahaman, dan kepercayaanmu membuatku tertarik. Apakah kau mau menjadi salah satu temanku? Atau kalau kau tidak mau aku akan mengambalikan rohmu kealam lain untuk menemui yang lain."
"Siapa itu? Apakah itu anda, King Treasure?"
"Kau benar, Mashu Krylight. Kau masih hidup akibat belas kasihku dan karena rasa tertarikku akibat sifat `manusia sejati` dari dirimu. Kembali pada pertanyaan awalku, apakah kau menerima menjadi temanku? Atau aku bisa mengembalikanmu kealam selanjutnya?"
"Saya menerimanya. Tapi bisakah jelaskan kepada saya kenapa bisa menjadi seperti ini?"
"Hahahaha jangan terlalu formal seperti itu, Mash. Aku akan menjelaskan semua yang ingin kau ketahui, tapi bisakah kau tetap menjadi dirimu saat ini setelah mendengar ceritaku?"
Pertanyaan ini sama seperti perkataan Galahad! Ini membuat Mashu bingung apa yang sebenarnya terjadi dan rasa penasarannya membludak, jadi Mashu menyetujuinya dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak akan kehilangan dirinya sendiri setelah ini walau sebenarnya dia tak tahu apa maksudnya itu.
"Bagus, Mash. Tepatilah janjimu karena aku tak suka kalau ada seseorang mngingkari janjinya."
Krak
Suara retakan terdengar ditelingan Mashu dan suara retakan itu semakin kuat dan banyak. Sampai pada waktu singkat Mashu merasa seluruh tubuhnya melemas dan ambruk kedepan. Alih – alih merasakan sakit, Mashu merasakan dekapan hangat dan sebuah suara menerpa indra pendengarannya.
"Welcome back, Mash."
"Ught."
Mashu melenguh berusaha mengeluarkan kata – kata dan membuka matanya, tapi suaranya tercekat ditenggorokan dan mata miliknya berhasil membuka. Pandangan pertama adalah keburaman sebelum dalam beberapa kedipan berubah menjadi pandangan sebuah ruangan emas berkilau penuh bahan laboratorium canggih, bahkan Mashu bersumpah laboratorium Chaldea akan seperti sekolah Tk dibandingkan dengan ini.
Mashu berusaha melepaskan dekapan lembut dari Naruto, tapi sayangnya dekapan itu menguat dan menggendongnya ala bridal. Mashu tak bisa menolak karena tubuh baru miliknya masihlah belum terlalu kuat dan pasrah digendong oleh sang King Treasure.
Mata Mashu melihat wajah damai Naruto yang membawanya keluar dari ruangan laboratorium serba emas dan melewati lorong bercat putih berdekorasi indah. Mashu dapat melihat perbedaan pada wajah sosok King Treasure itu semenjak Singularity Babylonia.
Dimana wajah murka melihat ayah dan ibunya mati berubah menajadi wajah damai dan penuh ketenangan. Naruto yang merasa diperhatikan menoleh kearah Mashu yang melamun menatap wajahnya, sebelah mata miliknya yang berwarna biru dengan pola kepingan es didalamnya bersinar sesaat sebelum akhirnya Naruto kembali menoleh kedepan dan mendengus pelan.
"Aku akan menjelaskan semuanya, Mashu Krylight. Kau akan mendengar betapa busuknya kemanusiaan setelah selamat dari Goetia."
Naruto meletakkan Mashu keranjang empuk yang bahan lebih nyaman dari ranjang seorang raja ddidunia sekalipun. Mengangkat tangan kanannya, Naruto menutup kelopak mata Mashu dan mengirimkan apa yang dia lihat selama ini dari dunia harta tanpa batas miliknya.
Swushhhh
"Ap-apakah semua ini benar?"
"Tergantung kau ingin mempercayainya atau tidak temanku, Mashu Krylight."
.
.
"Naruto-kun!"
"Ahh kau masih mengingatku, Leaticia-chan? Aku sangat senang! Sepertinya Hessian juga masih mengingatku juga."
Naruto tersenyum diambang pintu dan berjalan kedepan. Teratai yang melayang ditangan kanannya menghilang menjadi serpihan debu emas yang menghilang diudara ruangan. Mei yang melihatnya menyimpitkan matanya sebelum akhirnya kembali normal.
'Percuma menanyainya, dia pasti tidak mau menjawabnya.'
"Dilihat dari percakapan sepertinya kalian sudah saling mengenal, jadi ini akan gampang."
"Tunggu! Apakah ini ada hubungannya dengan misi yang diberikan melalui SmartWatch?"
Mei yang menjawab pertanyaan Leaticia dengan anggukan dan menekan sebuah tombol dimeja kerjanya. Lantai didepan meja mengeluarkan lingkaran sihir dan memunculkan kursi nyaman. Tanpa kagum ataupun tertegun 3 orang jajaran keajaiban itu langsung menduduki kursi yang muncul secara epik.
"Misi ini berhubungan dengan Moryuu dan kalian akan ditugaskan bersama anggota Kiseki No Hassei lain untuk mengatasi ini juga. Kelengkapan informasi misi ini akan aku serahkan kepada Naruto, jadi aku akan pergi dulu."
Mei dengan wajah tanpa dosa bangkit dari kursinya dan segera pergi dari ruangan. Meninggalkan 3 orang yang mempunyai ekspresi berbeda, Hessian dengan wajah cengo, Leaticia dengan wajah yang memerah membayangkan sesuatu, dan Naruto yang masih tersenyum dengan tambahan perempatan didahinya.
"Nah kepala sekolah keparat itu sudah pergi."
Naruto memutar kursinya menghadap samping dan melihat kearah 2 orang yang juga langsung menatapnya. Naruto tersenyum tipis karena menyadari suatu hal,,,,, Authornya udah gak punya ide tentang percakapan ini!
'Kampret! Harus improvisasi. Pikir Naruto pikir! Kau harus meneruskan percakapan selagi Authornya nonton Tate No Yusha buat cari inspirasi.'
Otak super Naruto berputar cepat mencari metode percakapan yang pas. Tapi sayangnya gak ada! Authornya bener - bener tega gak punya inspirasi pada saat seperti ini. Leaticia dan Hessian yang melihat Naruto hanya diam terlihat bingung.
"Anoo Naruto-kun, bisakah jelaskan apa yang terjadi? Kami mendapatkan pesan dari SmartWatch saat dikereta bahwa akan mendapatkan misi penting."
'Yeahhh! Dia memulai percakapannya.'
"Ohh maaf, aku hanya sedikit melamun tadi memikirkan sesuatu."
Naruto menghela nafasnya pelan dan menarik nafas kembali. Gzzz ide Author benar – benar dah mentok, tulis kayak gini aja biar satu paragraf dapat panjang hehehehe :v.
"Aku akan menjelaskannya dari awal. Kita akan..."
.
.
Tomoe Gozen.
Salah satu Servant yang dipanggi oleh Gilgamesh dalam singularity Babylonia untuk menghadapi invasi pasukan Beast pimpinan jendral Beast tiamat selagi Naruto masih terjebak dalam Reverse Side Of The World akibat sikampret Goetia. Tomoe adalah seorang Servant kuat dengan darah eorang Oni dalam tubuhnya hingga membuatnya memiliki kekuatan yang luar biasa sebagai seorang Servant.
Disamping itu, dia dipersenjatai dengan 3 buah senjata berupa panah merah, katana merah, dan juga Naginata. Tomoe memiliki keahlian perang yang bagus hingga akhirnya dipuji Gilgamesh akibat bisa mengalahkan sosok manusia kalajengking yang merupakan Bel Lahmu dengan pikiran dan kekuatan yang diatas rata – rata.
Sosoknya memiliki perawakan seorang wanita sempurna dan wujud yang indah. Kulitnya putih, matanya berkilau layaknya permata, rambutnya bersinar penuh keanggunan, dan baju besi kuatnya mengalahkan setiap serangan musuh. Tomoe adalah seorang wanita perang tertangguh dibawah sang Ratu Land Of Shadow, Scathatch.
Tapi kita akan kesampingkan itu dulu, saat ini diatas kawah gunung Hiei, sosok Tomoe Gozen dengan Saint Grapnya yang telah terkorupsi oleh Black Mud milik Tiamat berdiri melayang menggunakan sayap Draconic miliknya.
Kulit putihnya menjadi pucat, mata miliknya yang berkilauan menjadi hitam pekat, rambut perak penuh keagungan menjadi hitam kegelapan, dan zirah kuat miliknya menjadi sebuah zirah kegelapan yang mengerikan membalut kengerian dan keputus asaan.
Dilengan kanannya tergenggam sebuah katana hitam penuh kebencian dan hawa membunuh kuat. Bilah tajamnya meneteskan kutukan tiada akhir yang memberikan kematian mutlak bagi para mortal yang tergores. Ini adalah penampilan sosok Heroic Spirit yang terkena korupsi Black Mud yang mengandung Saint Grap tiamat sendiri hingga menguasai Saint Grap milik Tomoe Gozen.
"Ught! Sedikit lagi wujud Beast milikku akan sempurna. Tapi jika hanya seperti itu aku akan kalah akibat Enki maupun Ea. Aku harus membuat tubuh sesuai bagi roh gadis ini."
Gumam Tiamat sambil memandang kedua lengannya. Tubuh ini hanyalah roh yang dia kuasai dengan mengbah Saint Grap miliknya, sekarang Roh pahlawan Tomoe Gozen secara otomatis dihapus dari Throne akibat apa yang dilakukan oleh Tiamat pada Saint Grapnya.
"Aku harus menjadi yang terbaik dalam melawannya walau aku tahu pasti tak akan mengungguli kemampuanku saat itu."
Jlegarr
Patir merah menghantam altar dibawah Dark Tomoe hingga seluruh pillarnya hancur berkeping – keping. Tulisan magis yang menyegel lumpur sisa miliknya menghilang dan lenyap diudara. Dark Tomoe menatap kejadian itu dengan datar dan merentangkan kedua lengannya seolah menyambut sesuatu.
Cekrak krak krak Blarrr
Lumpur hitam meledak dari altar dan membumbung keatas. Lava panas terlihat membeku diselimuti lumpur hitam yang dijuluki sebagai Primodial Organism. Tak sampai disana, lumpur itu naik menuju roh Black Tomoe dan menyelimutinya sepenuhnya.
Jumlah luar biasa lumpur hitam itu memadat menjadi bulat dan terus memadat menjadi suatu bentuk perlahan.
.
.
Pagi menyingsing dengan cepat dan menyinari dunia tengah bagian atas dimana yang bagian bawah tak mendapatkan sinar akibat awan energi gelap yang luar biasa menutup tanpa membiarkan 1 cahayapun masuk kedalam dunia tengah Altressa.
Disisi para Kiseki No Hassei, mereka terlihat bersiap berangkat. Persenjataan disiapkan dan mana disimpan penuh, perlengkapan seperti bekal tak dibawa karena rencana akan langsung dilecutkan sampai Moryuu hancur tanpa sisa.
Srinkkk
Sinar magic muncul diatas tanah dan saat menghilang sebuah Chariot atau bisa dibilang kereta perang muncul dengan ditarik oleh 2 Magical Phantasm lembu. Alexander yang melihatnya tanpa basa – basi langsung menaiki Chariot miliknya bersama dengan sosok pria tampan berambut putih, Siegfried.
"Kita menuju kota Ryuudo!"
Mhooooo!
Drak Drak Drak
Chariot melesat dengan kecepatan penuh menuju menuju angkasa ditarik oleh 2 Magical Phantasm yang memiliki kecepatan dan ketangguhan diatas rata – rata Magical Phantasm. Terlihat juga 2 wajah serius tercetak dalam 2 orang dalam jajaran 5 terkuat generasi kejaiban itu.
Cklek
Nitocris membuka pintu ruangan dengan tergesa – gesa dan berlari dilorong bercat emas didalam piramida. Rambut panjang miliknya terlihat berkibar indah setiap langkahnya. Sosok Nitocris mengenakan pakaian ala Firaun khas miliknya diFGO hingga terlihat sedikit fulgar namun menawan.
Sosok Ozymandiaz selaku kakaknya menunggu dilapangan besar diAkademi Ra yang sepi akibat muridnya tak diperbolehkan keluar. Didepan Ozymandiaz sebuah kapal besar yang merupakan salah satu Artifac miliknya muncul dengan keagungan yang luar biasa. Kapal berkekuatan cahaya yang bisa terus melaju diudara tanpa bahan bakar apapun!
Kapal ini bahkan bisa menembakkan leser cahaya kearah musuh yang tidak hanya menghanguskan musuh tapi juga melelehkan tanah sekitarnya. Ozymandiaz melirik kearah kanan dan menemukan 3 sosok yang berlari kecil kearahnya.
Sosok pertama adalah adik manisnya, kedua sosok gadis bersurai Pink dengan wajah cantik, dan Ikemen berambut merah dengan mata hitam tajam. Mereka sampai didepan Ozymandiaz dan tanpa banyak kata langsung naik keatas kapal perang berupa Artifac kelas atas itu.
Swushhhh
"Wahai kapal cahayaku! Maju dan hancurkanlah musuhku."
Kapal bernama Mesektet itu terangkat oleh gaya magis dan dengen cepat melesat keudara. Simbol – simbol matahari terlihat diseluruh badan kapal menunjukan cahaya kekuningan yang luar biasa, walau masih kalah dari Excalibur milik Arthuria Pendragon.
"Kalian berhati – hatilah."
"Tenang saja Liya. Kami akan hati – hati dahh!"
Asuna melambaikan tangannya kepada sosok Elf bernama Liya sebelum akhinya menuju altar teleportasi magic didalam pohon besar. Didalamnya Erza dan Atalanta sudah menunggu dengan ekspresi masing – masing dan pada saat Asuna telah sampai, Aria yang ada dibawah bercahaya terang akibat pembacaan mantra dari seorang tetua Elf.
Srinkk
"Semoga kalian selamat, Erza, Atalanta, Asuna."
.
Sementara setiap perwakilan kerajaan tetangga sudah berangkat terlebih dahulu, Naruto dkk malah baru saja selesai sarapan dengan wajah biasa saja seolah bahaya tidak akan pernah terjadi. Errr Shirou terlihat gugup sih, tapi dia menutupinya karena tidak ingin misi ini diketahui oleh Luvia dkk.
"Kau kenapa Shero? Kau terlihat gugup."
"A-ahahahaha bukan apa – apa. Aku hanya sedikit terkejud karena 2 generasi keajaiban ikut dalam kelompok ini juga tadi malam."
Shirou menatap kearah 2 orang yang saat ini salah satunya sedang berbicara dengan Naruto secara serius. Pembicaraan mereka tak bisa didengar walau dari jarak dekat sekalipun, ini agak aneh karena mencurigakan, tapi tak ada orang diruangan Team ini yang mau menegur atau kepo akan masalah 2 orang itu.
Shirou menghela nafasnya pelan dan meminum teh didepannya. Kepalanya kemudian mengingat kejadian semalam pada jam 12 malam tepat, dimana dia mendatangi Naruto karena ak bisa tidur dan bertanya tentang beberapa hal mengenai pertempuran.
Shirou akui bahwa dia masihlah hijau dalam pertempuran hidup dan mati. Walaupun dia diakui sebagai generasi keajaiban, kemampuan dan sikapnya dalam pertempuran sesungguhnya diluar arena belumlah matang. Shirou bahkan merasa akan mati berhadapan dengan Magical Beast berkekuatan sama sepertinya karena kurangnya pengalaman.
Maka dari itu, sebelum Shirou melawan para Monster Rank A+ itu, Shirou bertanya beberapa saran tentang pertempuran sesungguhnya. Dalam pembicaraan itu, Shirou mendapatkan beberapa pelajaran penting dan saran – saran yang berguna nantinya. Jikapun Shirou diujung tanduk, Shirou masih punya senjata rahasial milik clannya.
Ctik
"Uh?"
Perhatian langsung teralihkan kearah suara jentikan jari. Naruto yang mendapatkan perhatian tersenyum kecil dan menepukkan kedua lengannya.
"Nee aku, Leaticia, Hessian, Illya, Angelica, dan Arthuria harus pergi dulu. Kepala sekolah memanggil, apakah kalian tak keberatan?"
"Umm tentu saja. Jika kalian dipanggil kepala sekolah silahkan saja."
Miyu dkk mengangguk menyetujui ucapan Rin dan membuat Naruto dkk langsung berdiri. Naruto dkk langsung keluar dari ruangan Team menuju lorong yang lumayan sepi, para murid kebanyakan malas keluar akibat kegelapan yang ada diseluruh penjuru.
Walau lampu sihir telah dinyalakan, suasana suram serta suara halilintar dilangit masihlah membuat para siswa-siswi malas untuk keluar dari ruangan mereka. Beberapa yang keluar mungkin hanya untuk mengambil makanan dikantin atau ada janjian dengan pacar.
Beberapa belokan lorong dilewati dengan Naruto yang memimpin jalan. Pemuda berumur ribuan tahun itu dengan lancar melewati setiap lorong besar akadem tanpa bantuan SmartWatch hngga sampai pada sebuah ujung lorong.
Disana adalah sebuah jalan setapak biasa dengan paving sebagai landasannya. Disisi kiri kanan sangat sepi dan tak ada satupun makhluk, bau busuk dari rumput yang membusuk akibat energi Moryuu mendera indra penciuman dan membuatnya mati rasa untuk sesaat.
Swushhh
Sinar magis menyeelmuti setiap anggota tubuh Naruto dkk sebelum akhirnya menghilang dan mengganti pakaian mereka. Arthuria terlihat mengenakan gaun armor, Shirou mengenakan armor khas berwarna hitam sama seperti EMIYA Archer, Angelica juga mengenakan Armor ringan berwarna emas bergaris biru tanpa penutup kepala, Illya terlihat mengenakan pakaian Caster dari mode tongkat miliknya yang sama seperti pakaian Caster dianime Fate Stay Night UBW.
Hessian mengenakan pakaian serba hitam dengan mengendarai Lobo yang menggigit Sword Hook dan sebuah kalung berbandul salib terlihat menggantung dileher Hessian, Leaticia mengenakan pakaian tempur magis miliknya ditutupi jubah hitam dan 2 senjata miliknya, sedangkan untuk Naruto dia hanya menganakan pakaian kasual biasa dengan sebuah tombak mirip payung dilengan kanannya.
Bisa dibilang gaya rambut Naruto berubah sama seperti Gilgamesh diFate Prototype. Dipunggung Naruto terlihat tombak matahari berwarna emas yang indah. Ini adalah Noble Phantasm kelas Anti-Nation, Brahmastra Kundala milik Karna yang ada didalam King Treasure.
Stap
"Kenapa kita berhenti disini? Bukankah katamu kita dipanggil kepala sekolah?"
Pertanyaan keluar dari mulut Shirou dan Naruto hanya tertawa kecil mendengarnya. Mengangkat lengan kanannya keatas, kejadian berikutnya membuat Hessian, Leaticia, dan Shirou berdecak kagum dan ternganga seperti idiot.
"Kita akan segera pergi menuju kota Ryuudo. Disana para Kiseki No Hassei sudah berkumpul kecuali kitam, jika menunggu kepala sekolah akan lama, jadi kita langsung menuju kesana dengan salah satu temanku."
Naruto merentangkan lengannya setelah menancapkan Rhongomyniad ketanah. Lingkaran emas raksasa muncul diatas tanah dan memunculkan moncong pesawat kebanggaan Babylonia karena kecepatannya yang sampai pada kecepatan cahaya. Ini adalah pesawat generasi pertama dan model untuk pesawat tercepat dialam semesta yang dibuat untuk Naruto.
"Vimana!"
TBC
