Little Garden Of The World

By

Lang

Publish And Update

By

(Special Thanks)Inuzuura Naraku(Makasih udah bantu )

Summary ::

Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.

.

Pesawat berkilauan melayang tanpa bergerak diatas awan gelap. Diatas pesawat itu, beberapa orang terlihat sedang berbicara satu – sama lain sebelum pada akhirnya sosok yang duduk diatas singgasana yang merupakan ruangan kontrol pesawat mengaktifkan Booster dibelakang pesawat.

Swuushhh

Pesawat unik itu mulai terbang dengan kecepatan relatif stabil dan pada menit kelima, energi sihir menyelimuti pesawat seluruhnya dalam warna emas sebelum akhirnya menghilang. Pada saat itu juga, sayap pesawat yang mengatup mulai terbuka dan cahaya hijau sayap bersinar redup.

Naruto yang merupakan pengemudi pesawat menyeringai kejam dan membuat para penumpangnya menjadi pucat. Penyebab seringai kejam Naruto adalah karena pembicaraan sebelumnya. Dimana para penumpang meragukan apa yang dibicarakan oleh Naruto mengenai kecepatan Vimana.

Jadi Naruto tersenyum kejam ingin menunjukan betapa mengerikannya kecepatan cahayanya. Pertahanan angin kencang dinonaktifkan sedangkan pertahanan lainnya masih diaktifkan untuk mencegah adanya orang yang jatuh dari Vimana. Ini akan menjadi kehancuran jika Vimana benar – benar melesat dalam kecepatan cahaya.

"Sekarang saksikanlah kecepatan Vimana!"

Swushh

"Huwaaaaaa!"

"Hahahahahahahhahaa!"

Naruto tertawa dengan gilanya tanpa memperdulikan para penumpang yang terseret angin dan menabrak dinding sihir yang melindungii para penumpang Vimana agar tidak jatuh saat melakukan manuver ekstrime.

Naruto tak terpengaruh angin sama sekali dan menahan Vimana agar kecepatannya masih bisa diterima oleh tubuh. Dia tak mungkin mengeluarkan kecepatan cahaya karena dengan tabrakan angin ini akan membuat kematian bagi para penumpangnya. Jika Naruto sih melewati kecepatan cahaya tanpa pertahanan masih bisa bertahan.

Dzingk

"Huwaaaa!"

Brak

"Khoh!"

Naruto menghentikan Vimana secara tiba – tiba karena tujuan sudah sampai dalam waktu kurang dari 40 detik. Dalam kecepatan gila dan secara tiba – tiba berhenti membuat para penumpang yang tadinya menempel di dinding magis bagian belakang terlempar kedepan dan menabrak dinding sihir bagian depan sebelum akhirnya jatuh kelantai Vimana.

Naruto yang melihatnya tertawa dengan keras, hatinya ada rasa puas tersendiri karena bisa menghajar orang yang mengatakannya berbohong. Naruto adalah orang yang akan marah besar jika perkataannya disepelekan oleh orang lain, apalagi jika yang disepelekan adalah benda buatan rakyatnya atau benda yang merupakan temannya.

"Khuohhh! Kami menyerah."

Dengan begitu bendera putih dikibarkan tanda menyerah. Sebuah kesalahan menganggap ucapan Naruto adalah omong kosong belaka.

.

Imaginary Number

.

Swushh Swuushhh

Dua buah pesawat canggih melesat dengan cepat saling mengejar. Lecutan missil dan energi penghancur menggetarkan daerah terlarang ini dalam kecepatan melebihi kecepatan cahaya. 2 buah pesawat dengan bentuk sama namun warna yang berbeda itu saling bertarung sengit didaerah terlarang dalam kecepatan sedikit dibawah Ship Of Light milik Naruto.

Diruang kontrol pesawat 1 yang memiliki warna silver metalic, sosok gadis kecil berpakaian anti-Mainstream mengendalikan pesawat dengan energicnya. Beberapa sistem rusak akibat tabrakan rudal yang mengenai badan pesawat, tapi dengan tendangan magis masin kembali beroperasi -_-".

Gadis kecil dengan 2 buah pedang berbeda warna dipinggungnya itu mengenakan pakaian serba hitam bergaris biru dan topi untuk menyembunyikan model rambut Ahego miliknya. Tapi walaupun begitu, rambutnya masih terlihat karena terlalu panjang dan berkilauan emas indah.

Nama gadis itu adalah MHX, atau begitulah orang – orang memanggilnya. Tapi kadang dia suka memperkenalkan diri dengan nama Lily sesuai dengan apa yang diberikan oleh seseorang padanya. Dan pada saat ditanya oleh seseorang mengenai namanya yang aneh, dia langsung akan menebas orang itu menjadi kepingan debu.

Sosok gadis kecil ini memiliki kemampuan yang bisa menembus bintang dalam sekali terjangan pedangnya! Tentunya hanyalah bintang biasa, bukannya bintang awal penciptaan.

"Missile Blast, Fire!"

Swushhh Blarrrr

Goncangan kuat yang mempu meruntuhkan sebuah negara muncul dari hasil ledakan Missile berkekuatan menengah dari pesawat miliknya. Ini adalah pesawat bernama Dun Stallion II yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa oleh seseorang yang menurut Lily adalah ayahnya.(diklaim secara sepihak sebagai ayahnya)

Sementara itu, dipesawat dengan nama Black Dun Stallion II. Sosok perempuan berambut pirang layaknya kembaran MHX atau memang dia adalah kembaran MHX. Mereka sekilas sama, hanya saja warna mata miliknya berwarna coklat keemasan sedangkan MHX adalah biru jernih.

Pakaiannya dominan berwarna merah sedangkan dipunggungnya terdapat pedang berjenis Lightsaber dan Twin Lightsaber. Sama seperti sosok Lily, sosok ini sebenarnya tak memiliki nama, namun seseorang memberikannya nama Altria.

Altria mengenakan kacamata dan dengan santainya terlihat mengendallikan pesawat luar angkasa miliknya. Sikapnya berbeda dengan Lily yang dengan energiknya mengendalikan pesawat Dun Stallion Ii, Altria lebih tenang dan terkendali. Fokusnya luar biasa mengamati setiap monitor sebelum akhirnya serangan Dun Stallion II berhenti hingga membuat Black Dun Stallion II miliknya juga berhenti.

Altria menaikan alisnya ketika menerima transmisi dari sosok musuh abadinya, atau bisa dibilang sosok kakak miliknya, tapi karena suatu kejadian berupa ego mereka berdua menjadi musuh dan ingin membuktikan bahwa masing – masing lebih baik dari pada yang lain.

Dzink

"Ada apa, Nee-chan? Apakah kau mengakui aku lebih hebat dariku?"

Dengan tawa mengejek dan gaya menaikan kaca matanya, Altria melontarkan ucapannya. Tapi secara mengejutkan Lily tak menanggapi ucapan Altria dan malah menaruh wajahnya dipapan pengendali. Melihat sikap sang kakak yang aneh membuat Altria mengeryitkan dahinya, sangat tak biasa atau bisa dibilang tak pernah Lily terlihat lesu seperti ini.

"Ughtt~ aku bosan, Altria! Kita hanya terus bertarung dan selalu imbang. Apakah kau tidak bosan apa?"

Lily mengangkat wajahnya dan menggembungkan kedua pipinya. Altria yang melihatnya langsung terdiam, bukannya tersepona dengan wajah kakaknya, tapi Altria memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh kakaknya itu tentang rasa bosan yang secara tiba – tiba mendera.

Oke, Altria akui jika dia mulai agak bosan dengan pertarungan tiada berakhir ini karena hasilnya selalu seimbang. Lebih lagi pertarungan ini terus dilakukan tanpa henti, yah kecuali pada saat mereka berdua lapar ataupun saat ada masalah pada pesawat masing – masing seperti kehabisan bahan bakar atau kerusakan mesin yang anehnya selalu terjadi bersamaan.

"Jadi apa yang Nee-chan inginkan? Bukankah ini untuk menentuka siapa yang terbaik diantara kita berdua? Atau jangan – jangan Nee-chan mengakui kalah dariku."

Altria tersenyum percaya diri dan membusungkan dadanya sombong. Lily yang mendengarnya langsung menggebrak papan pengendali miliknya dan memasang wajah marah yang jika dilihat para Lolicon akan bahaya. Bahaya karena keimutan itu bisa membuat para Lolicon mengarunginya dan kemudian Lolicon itu akan menjadi samsak tinju Secred-Caliburn.

"Jangan bercanda! Aku masihlah kakakmu dan itu membuatku lebih baik darimu. Asal kamu tahu saja, Chaos Tou-sama mengatakan bahwa akulah yang terbaik."

Altria yang mendengarnya mendengus pelan, sepertinya kakaknya harus diperiksa telinganya. Dia sudah tak bisa mendengar dengan jelas.

"Telingamu itu bermasalah, Nee-chan. Chaos Tou-sama tidak mengatakan itu dan tak pernah mengatakan itu. Dia mengatakan bahwa kita akan menjadi yang terbaik jika bisa hmmm Etto me-menikah? Yah menikah!"

"Huh? Menikah? Apakah itu semacam makanan? Jika iya aku ingin memakannya."

Lily terlihat bersemangat saat membicarakan makanan dan membuat Altria menepuk dahinya. Kakaknya ini selain energik juga seorang yang idiot, mereka saat ini sedang berbicara menganai siapa yang terbaik malah ingin makan. Sepertinya otak encer milikku lebih baik dari pada milik Nee-chan batin Altria bangga.

"Huh! Menikah itu bukan makanan. Itu adalah hal yang dikatakan Tou-sama sebagai kegiatan makhluk hidup yang saling menyayangi. Yah seperti itu kalau tidak salah."

Lily yang mendengarnya memiringkan kepalanya dan memasang wajah berpikir. Altria kembali bingung dengan tingkah kakaknya yang begitu serius berpikir, apakah tadi bagian pesawat jatuh mengenai kepalanya hingga mmbuatnya bertingkah seperti ini? Batin Altria heran dengan tingkah kakaknya saat ini.

"Ah! Aku mengerti! Jadi kita harus menyayangi seseorang yang juga menyayangi kita. Siapapun diantara kita berdua yang paling cepat mendapatkan orang yang menyayangi dan kita sayangi akan menjadi yang terbaik.

Altria mengangguk mendengar ucapan kakaknya dan juga mulai berpikir. Altria pikir jika ini dilakukan maka akan mudah menentukan siapa yang terbaik diantara mereka berdua. Lagipula dengan begini mereka juga bisa bersantai dan mencari orang yang bisa menyayangi dan mereka sayangi.

'Tapi siapa yang aku sayangi?'

Batin Altria dan Lily secara bersamaan. Mereka tidaklah pernah mengenal seseorang secara dekat, lagipula mereka dilahirkan dari atap dunia Chaos karena suatu hal anomali. Kemudian mereka diasuh oleh `Bintang` dan diberikan senjata dan pelatihan. Setelah itu mereka berkelana kepenjuru dunia dan mulai berseteru.

Tapi,,,,,,

"Dia!"

.

Diatas benteng pertahanan kota Ryuudo, pukul 2 siang

.

Naruto menatap lautan gelap dihadapannya dengan pandangan serius, mata biru miliknya yang terbuka memandang tajam lautan gelap yang mengutuk makhluk apapun menjadi Bal Lahmu. Naruto tak menyangka pecahan Tiamat itu akan menggunakan roh Heroic Tomoe Gozen sebagai wadahnya.

"Hah merepotkan sekali."

Gumam Naruto sambil menutup mata kirinya yang berwarna biru. Tengan kanannya terlihat menggeruk kepalanya bingung, serangan Ron(panggilan Naruto untuk Rhongomyniad) yang memiliki area luas tak akan mempan dan dapat dihindari dengan mudah oleh tiamat dalam wujud Tomoe Gozen.

"Apakah kau bisa melakukan sesuatu dengan ini, Naruto?"

Naruto melirik kekanan dan menemukan Ozymandiaz yang juga menatap serius kearah lautan gelap yang berpusat pada gunung Hiei yang terus mengobarkan mana gelap keatas awan. Naruto kemudian menatap kedepan kembali dan mengangkat tengan kanannya, disana sebuah kelopak teratai indah yang mengeluarkan hawa menyejukkan muncul.

"Dengan ini aku bisa menetralkan Chaos Tide. Tapi ada masalah yang lain lebih dari itu."

"Masalah lain? Bisakah kau memberitahuku?"

Ozymandiaz menunjukan wajah penasaran dan Naruto dengan tatapan tajam dari mata kanannya menatap mana yang terus membumbung kelangit. Dipandangannya sebuah sosok perempuan berdiri ditengah pillar energi itu dengan senjata katana hitam dan Naginata.

"Moryuu telah berubah dalam bentuk sempurna, lebih lagi dia juga lebih kuat dari pada legendanya. Benar – benar membuat pusing kepala! Aku ragu Sieg bisa mengalahkannya karena selain cepat Moryuu juga kuat dan bisa terbang."

"Kau memiliki banyak informasi. Apakah ini salah satu kemampuanmu?"

Naruto melirik kearah Ozymandiaz yang menyeringai menatapnya, Naruto mendengus pelan dan menutup mata kirinya yang sudah mendapatkan wujud aslinya.

"Bisa dibilang begitu."

"Hoooyyyyyy! Kinpika!"

Naruto menoleh kebelakang dan melihat Alexander yang sedang memacu kereta perangnya diatas udara. Diatas Chariotnya, Team Naruto siangkut bersama dengan Siegfried, mereka meengenakan Full Armor dan persiapan penuh, yah Naruto tak bisa melihat Arthuria disana karena sedang mengurus para Ksatria yang meminta bantuannya menata pertahanan jika ada serangan saat para Kiseki No Hassei melawan Moryuu.

Tapi Naruto yakin bahwa Moryuu atau Tiamat tak akan melawan kesini, dia akan lebih mematikan pasukan batu dan memperkuat pasukan monster lebih jauh. Tiamat sangat serius kali ini untuk melawannya hingga membuat Naruto merasakan sakit kepala. Mengingat Naruto harus menahan diri agar dimensi lemah ini tidak hancur karena penggunaan senjata Anti-Planet atau Anti-World.

"Nah! kalian sudah sampai, sekarang turun dan jangan paksa aku melakukannya lagi! Kalian pikir aku supir taksi."

Alexander menggerutu pelan karena dipaksa menjadi supir taksi oleh anggota Team dari Britania itu. Naruto yang melihat itu menghela nafas dan melihat para gadis yang tertawa polos, sedangkan Shirou hanya keringat jatuh saja karena dia dipaksa kesini oleh para gadis.

"Merepotkan saja, ini Alexander!"

""Wow!""

Hap!

Alexander menangkap sebuah teko emas yang dilemparkan oleh Naruto beserta gelasnya. Alexander melihat teko itu dengan gembira dan bahkan Ozymandiaz langsung menjilat bibirnya melihat teko itu ditangan Alexander. Mereka tahu betapa enaknya Wine dari Naruto tersebut.

"Wahahahaha terimakasih, Kinpika. Untuk kalian tadi, jika kalian butuh diantar jangan ragu memintanya padaku."

Alexander langsung merubah nada bicaranya menjadi normal dan langsung pergi dengan Chariotnya, tapi sebelum 2 lembu kesayangannya bergerak, Ozymandiaz memanggilnya dan ikut. Sepertinya Ozymandiaz juga ingin merasakan wine kelas menengah buatan Uruk, dan Alexander tak mempermasalahkan hal itu.

"Haa! Kita pergi."

Drak Drak Drak Drak

"Nah, kenapa kalian kesini?"

Naruto menatap Team Britania dengan wajah bingung, Sha Naqba Imuru tak diaktifkan karena mata kirinya ditutup, jadi Naruto tak mengetahui apa tujuan para gadis serta Shirou kesini menemuinya. Sseingat Naruto mereka tadi sedang bersama Arthuria ditempat pertemuan membahas kemungkinan penyerangan pasukan Moryuu saat Moryuu menghadapi Kiseki No Hassei.

"Kami hanya penasaran tentang kabut ini. Kabut ini membuat makhluk yang disentuh menjadi monster hitam mengerikan, apakah Nii-sama pasti sudah tahu apa kabut ini kan."

Angelica melontarkan pertanyaannya dan Naruto yang mendengarnya langsung mengangguk mengerti. Naruto kembali menatap pilar energi besar digunung Hiei untuk memulai penjelasan, sementara itu teratai dilengannya berputar menetralkan energi negatif secara perlahan.

"Namanya adalah Chaos Tide. Kabut gelap ini bisa membuat makhluk hidup menjadi sosok mengerikan yang biasa aku sebut Bel Lahmu(Anak tiamat). Makhluk ini memiliki kemampuan Modifikasi tubuh menjadi senjata, pertumbuhan Abnormal, dan kepatuhan penuh terhadap pelempar Chaos Tide. Sekarang aku sedang menetralkannya, jadi jangan khawatir. Sekarang lebih baik kalian istirahat karena kalian akan aktif dalam pertarungan nanti."

"Apakah hanya itu saja? Aku pernah mendengar kabut hitam didataran Katze yang ada di Alexandria memperkuat para Undead. Apakah para Bel Lahmu itu akan diperkuat juga?"

Naruto terdiam sejenak dan mengambil nafasnya, kenapa dia bisa kelupaan mengenai ini? Jika begitu bukankah rencananya akan diubah karena kekuatan Monster akan lebih kuat satu tingkat akibat didalam Chaos Tide. Kalaupun Chaos Tide dinetralkan, kemampuan para Monster masihlah maningkat akibat konsentrasi mana Moryuu yang diperkuat.

"Aku lupa soal itu, tapi tak masalah karena Chaos Tide akan dinetralkan. Tapi bisakah kalian mengabarkan sesuatu pada yang lain bahwa rencana dibatalkan?"

Mereka yang mendengarnya terkejud dan bingung. Kenapa rencananya dibatalkan? Tentu Naruto sudah menduga bahwa mereka akan memunculkan pertanyaan ini dibatin mereka, jadi Naruto mulai menjelaskan apa yang terjadi kenapa rencana akan dibatalkan.

"Jangan bingung. Moryuu berbeda dan lebih mengesalkan dari yang aku lihat."

Naruto menyentuh mata kirinya kembali sebelum akhirnya meneruskan penjelasannya tentang alasan pembatalan rencana awal.

"Dia mengambil bentuh gadis dengan kemampuan diatas rata – rata. Serangannya setara dengan Anti-Team dan serangan terkuatnya setara dengan Anti-Nation. Mengerikan jika dia mengamuk dengan kecepatan tinggi menggunakan tubuh kecilnya. Belum lagi para Monster akan lebih kuat dari pada dulu."

Naruto menjeda kalimatnya dan mengkonsentrasikan sedikit fokusnya pada teratai yang melayang ditangannya. Secara tiba – tiba energi Chaos Tide bergerak kearah teratai dilengan kanan Naruto dan terhisap dibagian tengah kelopaknya. Energi murni kemudian muncul kembali dibagian bawah.

"Aku melihat konsentrasi mana besar memperkuat pasukan monster secara signifikan dan energi tak terhitung pasukan batu menghilang secara tiba – tiba. Aku menduga konsentrasi energi kepada para monster untuk memperkuat mereka membuat energi yang menggerakan pasukan batu menjadi tak bisa bergerak lagi karena suplai energi difokuskan. Secara garis besar rencana membunuh Moryuu akan aku lakukan sendiri sedangkan para Monster akan kalian tahan."

Mereka yang mendengarnya melebar tak percaya. Hei, ada seorang manusia yang ingin melawan seorang makhluk sekelas malapetaka sendirian! Sekuat – kuatnya manusia, mereka tak akan pernah bisa melawan makhluk sekelas malapetaka, tapi tahukah mereka bahwa Naruto bukanlah manusia sepenuhnya?

"Ka-kau gila! Moryuu bukanlah makhluk sembarangan. Dia tak akan bisa dikalahkan jika kau sendirian saja."

"Illya-san benar Naruto-kun. Kami ada disini untuk mengalahkan Moryuu dan bukan hanya kau saja."

"Percuma! Kalian pikir 4 Monster Jendral Moryuu sekuat apa sekarang?! Mereka sudah sekuat kelas Malapetaka! Menganggapnya enteng akan membunuh kalian semua."

Ucapan Naruto langsung membuat protes menjadi padam, mereka tak percaya ini. Kemampuan para jendral monster Moryuu bisa sekuat itu? Bagaimana mungkin! Itu tidaklah masuk akal bagi mereka bahkan bagi Angelica yang selama ini selalu percaya apa yang dikatakan oleh kakaknya.

"Terserah kalian mau percaya atau tidak, tapi salah satu monster itu menuju kesini."

Ucap Naruto sambil menatap sosok Kelelawar yang melesat dengan tubuh berwarna hitam legam dan retakan merah disekujur tubuhnya. Sosoknya bergerak dalam kecepatan suara menembus udara hingga menimbulkan suara berdenging dan pada saat akan menukik kearah Naruto, 4 Missile sihir menghantamnya hingga membuat ledakan besar dilangit.

Tanah bergoncang dengan kuat oleh serangan yang berasal Missile milik Naruto yang keluar dari lingkaran emas dibelakangnya. Team Naruto terlihat kaget melihatnya sedangkan Naruto tetap menatap datar langit yang dipenuhi debu, Naruto bisa merasakan mana besar dari sana dan juga para Knight yang mulai ribut saat merasakan ledakan tadi.

"Kelelawar ingin mengganggu pemandangan langit? Jangan bercanda, Zashu."

Dzink Dzink Dzink

3 lingkaran emas muncul disetiap sisi Naruto dan mengeluarkan Missile berbentuk Bor warna – warni. Setiap Missile itu mengeluarkan cahaya kuat sebelum akhirnya kembali melesat dalam kecepatan gila hingga menimbulkan suara khas serta jalur berbeda warna yang indah diudara.

Kinggggggggg!

Suara gelombang Ultrasonik terkonsentrasi muncul dari asap memecah udara hingga membuat semua Missile hancur dan meledak sebelum mengenainya. Tapi sebuah Missile bergerak menghindar secara mengejutkan dan mengenai kelelawar hitam dengan nama Fury itu.

Dsiu Dsiu Dsiu

3 buah senjata emas-merah melesat menggantikan Missile menuju pusat ledakan dan dari atas ledakan Fury terbang menembus asap dengan 3 senjata emas yang mengikutinya. Fury berusaha menggetarkan udara dan mementalkan 3 senjata itu, tapi seolah tak menemui halangan apapun, 3 senjata itu terus menerus mengikutinya dengan semangat tinggi.

Naruto yang melemparkan 3 tombak itu mengangkat tangan kirinya kearah Fury yang mencoba menghindar dan menggenggam telapak tangannya dengan keras membentuk kepalan tangan.

"Your Heart is mine! Stap and break, My Friend!"

Jleb Blarrrr

Ledakan dari 3 buah senjata Anti-Army mengguncang udara dan dataran hingga membuat semua yang melihatnya terdiam melihat ledakan luar biasa dilangit. Naruto yang melihatnya mendengus pelan karena musuhnya masihlah hidup tanpa kekurangan apapun, Bel Lahmu spesial, mereka meregenerasi tubuh mereka yang hancur dengan lumpur hitam.

'harus senjata suci yang mengalahkannya. Bahkan kutukan Gae Bolg, Gae Dearg, serta Gae Buidhe tak mampu membunuh mereka, yah mengingat mereka adalah tipe kutukan maka tak heran serangannya tak berguna.'

Kingggg!

Serangan gelombang Ultrasonik mengarah kepada Naruto dkk dan menyadarkan mereka akan bahaya yang datang. Leaticia yang merespon dengan cepat langsung berdiri paling depan dan menancapkan pangkal tombak-benderanya diatas benteng. Energi emas muncul disekitar tubuhnya serta kibaran bendera menjadi luar biasa.

"Luminosite Eternelle!"

Dinkk

Blarrrr

Gelombang energi pecah kesegala arah dan akhirnya meledak menghancurkan kota. Anggota team Britania yang melihat itu melebarkan matanya karena kerusakannya sangat luar biasa. Kawah besar tercipta dan parit dalam serta panjang tergores dengan indah. Untung para penduduk sudah diungsikan dan para Knight tidak terkena sama sekali.

"Kalian lihat. 4 monster Malapetaka yang kalian hadapi, sedangkan aku akan menghadapi Moryuu."

Ucap Naruto dengan pandangan datarnya dan fokus pada penetralan Chaos Tide. Energi hitam mulai tersedot dalam kecepatan gila dan dinetralkan dengan cepat hingga pada akhirnya seluruh area bersih tanpa Chaos Tide, akibatnya pohon dan makhluk hidup lainnya bangkit menjadi Bel Lahmu.

"Pertempuran dimulai saat ini. Aku akan menyerahkannya pada kalian sementara menunggu Moryuu bangkit sempurna. Penyerangan akan dilakukan oleh 4 monster malapetaka. Semoga beruntung."

'Tentunya aku akan membantu jika keadaan gawat terjadi.'

Ucap Naruto sebelum akhirnya tubuh miliknya berubah menjadi serpihan emas diudara meninggalkan team Britania sendirian. Team Britania yang melihatnya langsung memasang posisi siaga, mereka tak mempunyai waktu protes atau apapun karena melihat kenyataan bahwa para jendral Monster Moryuu setara dengan kelas malapetaka!

"Sialan!"(Hessian, Shirou, dan Leaticia)

TBC