Jalanan kota tokyo terlihat lengang karna waktu hampir dini hari. Apalagi habis diguyur hujan. Genangan air masih tersisa jelas dijalan.

Sebuah taksi dengan kecepatan sedang melewati jalanan kota tokyo yang lengang itu. Seorang penumpang duduk dengan manis dikursi belakang. Tangannya sibuk mengotak atik ponsel ditangannya.

"Maaf, nona. Anda turun dimana?" Tanya sopir taksi tersebut.

Perempuan yang dipanggil nona pun mendongak sebentar."Distrik Konoha No.23" Ujarnya. Sopir itu pun mengangguk mengerti. Siapa yang tidak tau kawasan rumah mewah para orang kaya itu.

Saat mobil taksi melewati jalan perempatan tiba tiba jalanan menjadi sedikit macet. "Ada apa?" Tanya perempuan yang duduk dikursi belakang taksi.

Sopir taksi itu membuka kaca jendela mobilnya dan celingungan untuk mencari tau apa yang terjadi didepan sana. "Sepertinya terjadi kecelakaan, Nona" Ucap sopir itu. Kemudian sopir itu memutuskan untuk memastikannya. "Tunggulah sebentar,Nona. Biar saya cari tau lebih jelas keadaan disana" Ujar sopir itu seraya membuka pintu mobil dan keluar tanpa menunggu jawaban dari penumpangnya yang kelihatan acuh menit akhirnya sopir tersebut kembali kemobil taksinya.

"Bagaimana?" Tanya perempuan yang masih duduk manis dikursi penumpang.

"Ternyata benar terjadi kecelakaan disana tapi... mobil ambulan belum datang juga. jika tidak segera mendapatkan pertolongan pertama , saya yakin korban tak kan bisa terselamatkan" Ujar sopir itu, yang merasa iba pada korban.

"Hn, Apa tidak ada dokter yang kebetulan ada disekitar sana?"

Sopir itu menggeleng. "Sepertinya tidak ada, Nona".Kemudian suara pintu terbuka terdengar."Anda mau kemana?" Tanya Sopir taksi heran saat penumpang perempuannya itu hendak keluar.

"Aku akan menolongnya" Katanya datar dan berlalu pergi sambil membawa tas sopir itu miring sedikit dan menatap bingung perempuan itu.

"Apa mungkin dia seorang dokter?" Gumamnya pada diri sendiri.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

.

.

Sasuke X Sakura

.

.

Warn : Typo's , OOC , Gaje , Fiksi dll

.

.

SENTUH HATIKU © JuliaCherry07

.

.

.

.

Perempuan yang memakai blazer merahnya yang panjangnya selutut dan dipadu dengan rok hitam serta kemeja putih itu berjalan dengan kaki jenjangnya menghampiri pusat kemacetan tersebut.

Ia menyingkirkan beberapa orang yang mengerubuni korban kecelakan yang masih tergeletak dijalan. Perempuan muda itu berjongkok sambil mengecek denyut nadi ditangan korban. Perempuan muda itu menyuruh orang orang disana menyingkir.

Segera ia memberi pertolongan pertama pada korban yang berjenis kelamin perempuan itu. Semua mata memperhatikan apa yang sedang dilakukan perempuan itu tak terkecuali Sasuke yang kebetulan mobilnya berhenti tepat didepan korban kecelakaan tersebut. Mata onyxnya memperhatikan dengan seksama pada apa yang dilakakukan perempuan itu untuk menolong korban kecelakaan tersebut.

Suara dengusan geli terdengar dari pria raven itu. Bibirnya tersenyum meremehkan. Sasuke, Pria dingin itu sudah terkenal dengan sifat yang tidak pernah peduli terhadap orang lain yang dianggapnya merepotkan baginya. Ia hanya peduli dengan dirinya sendiri dan pekerjaannya.

Sasuke adalah pria egois yang gila kerja.

Setelah beberapa menit, akhirnya mobil ambulance pun datang dan membawa korban kecelakan itu kerumah sakit. Perempuan itu pun kembali ketaksinya.

...

"Apa, Nona seorang dokter?" Tanya sopir taksi sambil fokus menyetir.

Perempuan yang sudah memberi pertolongan pada korban kecelakaan itu pun diam sejenak. "Bukan" Jawabnya datar.

Sopir itu nampak terperanjat dengan jawaban perempuan itu. "Tapi kenapa anda...".

"Calon dokter" Potong Perempuan itu. Sopir itu mengangguk mengerti. "Dan mungkin mulai sekarang, akan menjadi. Mantan mahasiswa kedokteran" Tambahnya dalam hati.

.


.

Langit pagi terlihat cerah. Sebuah mobil mewah berwarna hitam memasuki sebuah gedung perusahaan Uchiha Corp. , Seorang satpam yang bertugas dipintu masuk gedung tersebut segera membukakan pintu mobil itu. Ceo Uchiha Corp. yang tampan itu keluar dari dalam mobil setelahnya.

Pria tampan yang angkuh itu berjalan menyusuri koridor, Semua pegawai disana menyapa dan menunduk memberi hormat pada Ceo Uchiha Corp. tersebut.

Pria itu berhenti tepat didepan pintu lift. Pria itu menunggu pintu lift itu terbuka seraya membaca koran yang ia dapatkan dari rak koran yang ada dilobi yang ia lewati tadi. Senyum merendahkan terukir dibibir seksi pria Uchiha itu saat membaca koran yang membahas kedatangan putri Haruno Corp. yang semalam sudah ia baca disitus internet.

"Selamat pagi, Sasuke" Suara sapaan terdengar dari arah samping menginterupsi. Pria Uchiha itu pun menoleh. "Hn. Tumben kau datang sepagi ini. Naruto" Ujar Sasuke pada pria blonde yang menyapanya tadi.

Naruto menggaruk kepalanya yang tak gatal itu sambil menyengir lebar. "Aku bahkan tak pulang" Ungkapnya.

Sasuke menyerngit. "Kenapa? Aa, Kau dihukum paman Minato lagi?" Tebak Sasuke.

Naruto menggeleng. "Tidak. Sudah satu minggu ini aku tak membuat kesalahan diperusahaannya. Jadi mana mungkin dia menghukumku." Ujarnya.

"Ck, Lalu?"

Pria Namikaze itu menyengir lagi membuat Sasuke mendengus pelan. "Aku,.." Naruto menggantungkan kalimatnya. Sasuke mengangkat sebelah alisnya dan sedikit penasaran.

TING!

Pintu lift terbuka, Sasuke segera masuk kedalam lift diikuti Naruto yang mengekor dibelakangnya.

Pintu lift pun kembali tertutup. Sasuke melirik kearah pria yang sudah menjadi sahabat baiknya sejak bangku SMA itu. "Kau apa, Naruto?" Tanya Sasuke yang sepertinya masih menunggu lanjutan dari perkataan Naruto yang menggantung tadi.

"Aa, lupakan saja. Aku hanya tidak ingin pulang saja. Bosan dirumah. hehehe..." Lanjut Naruto tertawa garing.

Sasuke mendengus. "Dasar" .

Mata shappire Naruto melirik kearah koran yang ada ditangan Sasuke. "Sasuke" Panggilnya.

Sasuke menoleh. "Hn?".

Naruto menunjuk kearah koran yang pria itu pegang. "Itu koran baru kan? Boleh aku membacanya?" Tanyanya.

Sasuke menyerahkan koran itu pada sahabat cemprengnya yang berdiri disampingnya itu dan kembali menatap kedepan. "Wah... Akhirnya Sakura-chan pulang" Pekik Naruto.

Sasuke sontak menoleh kearah Naruto. "Kau, Mengenalnya?" Tanya Sasuke tak percaya.

Naruto mengangguk, matanya tak lepas dari koran yang memperlihatkan foto gadis yang memakai topi yang keluar dari bandara tersebut."Tentu saja, Dia cinta pertama ku dulu" Ungkap Pria yang berumur 24 tahun itu, setahun lebih muda dari Sasuke.

Kening Sasuke mengerut."Cinta pertama?" Cicitnya. Naruto mengangguk dan mengangkat serta jarinya menunjuk kefoto gadis yang ada dikoran tersebut. "Sakura-chan adalah teman ku dulu waktu disekolah dasar saat aku masih di Shibuya. Tak ku sangka dia sekarang semakin cantik" Puji Naruto. Sasuke merebut koran yang Naruto angkat itu.

Pria blonde itu merengut. "Secantik apapun dia, Kau tak mungkin memilikinya." Ujar Sasuke. Naruto semakin merengut. "Kenapa?" Protes Pria bermata shaphire tak terima.

"Karna aku yakin, Selera gadis itu sangat tinggi dan kau..." Sasuke memandang Naruto dari bawah keatas.

"Memangnya aku kenapa?" Ketus Naruto.

TING!

Pintu lift terbuka. "Kau, Pria kaya tapi terlihat bodoh." Sambung Sasuke seraya berlalu pergi.

Perempatan siku siku tercetak dipelipis Naruto. "TEME!" Teriaknya bertepatan dengan pintu lift yang kembali menutup.

.

.

.

Sasuke duduk dikursi kerjanya. Ayame masuk dan memberikan berkas yang harus ditanda tangani olehnya. "Sasuke-san, Ayah anda ingin anda menghadiri jamuan makan malam bersama keluarga Terumi-san, nanti malam" Ujar Ayame.

Kening Sasuke sedikit mengerut. "Keluarga Terumi?" Tanya Sasuke. Ayame mengangguk. "Hn, baiklah. kau boleh pergi".

Ayame mengangguk mengerti dan berlalu pergi.

Sasuke menyandarkan punggungnya kesandaran kursi kerjanya dan menghela nafas berat. Tangannya memijat pelipisnya, masih pagi tapi ayahnya sudah membuatnya tertekan. Sasuke tau niat ayahnya yang menyuruhnya untuk menghadiri jamuan makan malam itu. Ayahnya pasti berniat mengenalkannya dengan putri dari keluarga Terumi tersebut.

Sasuke mendesah. Ayahnya selalu saja ikut campur urusan pribadinya.

.

.

.

Sai, berjalan dikoridor hotel miliknya. Senyum tipis terukir dibibir pria bermata kelam tersebut. Seorang karyawan perempuan dari bagian resepsionis menghentikan langkah Sai. "Tuan, Tadi ada seorang gadis yang datang kemari mencari anda." Kata perempuan tersebut.

"Benarkah? Siapa?" .

"Maaf, tuan. Tadi dia tak menyebutkan namanya. Tapi gadis itu sangat cantik dan dia menyuruh saya untuk bilang pada anda, Gadis musim semi kecilmu." Tukasnya.

Sai mengerutkan kening."Gadis musim semi kecilku?" Gumam Sai. Perempuan itu mengangguk.

Sai yang sudah menyadari siapa gadis yang mencarinya tersenyum."Kau, boleh pergi" Ujar Sai. Perempuan itu pun berlalu pergi.

Sai kembali melanjutkan langkahnya. Pria itu merogoh ponsel disaku jasnya. Ia pun menekan tombol dilayar ponselnya dan menempelkan ponselnya ketelinganya.

"Ohayou, Gadis musim semi kecilku" Sapanya pada seseorang diseberang sana. "Apa kau merindukan priamu ini?". Sai terus berjalan sambil menelphone seseorang yang ia panggil gadis musim semi kecilku tersebut.

.

.

.

Malam pun tiba, Sesuai keinginan ayahnya. Sasuke mendatangi acara jamuan makan malam disebuah restauran mewah.

Pria tampan itu memakai pakaian formal yang terlihat mahal dan berjalan memasuki restauran mewah tersebut. Sasuke malam ini benar benar tampan. Lihatlah bahkan pelayan wanita disana sampai terpesona oleh pesona Ceo muda itu.

Sasuke mengedarkan pandangannya. Tiba tiba seorang gadis tanpa sengaja menabrak punggungnya. Sasuke pun menoleh. Gadis itu menunduk sekilas dan meminta maaf. Mata mereka bertemu untuk sesaat sebelum gadis bersurai merah mudah itu berlalu pergi.

.

...

.

"Maaf, menunggu lama" Ujar Sasuke. Ia pun segera duduk. Saat ini dimeja restauran itu sudah penuh dengan hidangan makanan yang tersedia. Jamuan makan malam itu dihadiri keluarga Terumi. Sedangkan dari keluarga Uchiha. Hanya Sasuke yang menjadi perwakilan keluarganya.

Sasuke mendengus pelan saat seorang gadis yang duduk dikursi didepannya terus memandanginya sejak ia datang.

"Sasuke-san, perkenalkan ini putri ku. Mei Terumi" Kepala keluarga Terumi itu memperkenalkan gadis yang terus memandangi Sasuke dari tadi.

Sasuke menatap gadis itu datar."Uchiha Sasuke" Ujarnya seraya mengulurkan tangannya kearah gadis itu dan disambut baik oleh gadis tersebut tentunya.

"Mei Terumi." Ujar Gadis itu tersenyum.

.

.

.

TBC