Disclaimers : Masashi Kishimoto
Sasuke X Sakura
Warning : Typo's , Gaje, OOC, Fiksi dll
- Don't Like Don't Read -
.
.
.
.
Acara makan malam pun selesai, Sasuke dan Mei diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua. Untuk itulah mereka pergi ketaman didekat restauran tersebut. Gadis bersurai coklat madu itu terus bercerita tentang pekerjaannya sebagai seorang model. Pria yang berjalan beriringan dengannya hanya diam dan sesekali merespon singkat sesuai kebiasan pria Uchiha tersebut.
"Apa ada perempuan yang kau sukai, Uchiha-san?" Tanya Mei kemudian.
"Hn. Tidak"
Inner Mei berteriak senang mendengarnya. Gadis itu bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Sasuke. "Benarkah? Perempuan seperti apa yang kau sukai?" Tanya Mei lagi.
Kali ini ia tak bisa menyembunyikan rasa senangnya, terbukti dengan nada bicaranya yang begitu ceria.
Sasuke terdiam sejenak. Pria itu nampak berfikir. "Hn. Yang jelas perempuan itu harus bisa membuat hatiku bergetar saat aku didekatnya.". Mei mendengarkan dan mengangguk. "Dan dia..." Sasuke menghentikan langkahnya. Mei pun ikut berhenti. Sasuke menoleh dan menatap Mei tajam."...Mampu menyamai ku dalam segi apapun" Tukas Sasuke tegas.
Mei tertegun ditempat.
Disisi lain, Tak jauh dari Sasuke dan Mei berdiri. Seorang gadis memakai blazer panjangnya berwarna silver dipadu dengan celana jean dan rambutnya yang nyentrik ia ikat kuda keluar dari restauran mewah itu. Gadis itu merogoh tas selempangnya untuk mengambil ponselnya yang ada didalam tas tersebut. Sambil berjalan menjauh dari restauran itu, Ia berdecak kesal saat yang dihubunginya tak juga menjawab panggilannya. Gadis bersurai pink yang di ikat kuda itu tanpa sadar berjalan menuju taman dimana Sasuke dan Mei berada.
"Dasar pria bodoh! Kenapa kau tak menjawab telephoneku!" Bentak Gadis pink itu pada seseorang yang ia hubungi. Sasuke dan Mei sontak menoleh kearah gadis tersebut bersamaan.
Mata onyx Sasuke memicing memperhatikan gadis pink itu yang sibuk memarahi seseorang ditelephone.
"Gadis itu..." Sasuke menerawang. Ia ingat sekarang, gadis itu adalah gadis yang tadi menabraknya saat direstauran dan gadis yang kemarin malam yang menolong korban kecelakaan. Mata emerald indah itu tak mudah untuk dilupakan. Sasuke pun tidak tau kenapa pria sepertinya begitu tertarik dengan mata emerald gadis itu.
"Apa kau mengenalnya, Uchiha-san?" Tanya Mei yang tau kalau Sasuke dari tadi terus memperhatikan gadis pink tersebut.
Sasuke menoleh pada Mei. "Hn. Tidak" Jawab Sasuke.
"Iya!" Seru Gadis pink itu. Sasuke dan Mei kembali menoleh kearah gadis yang masih marah marah ditelephone itu. Mei mendengus pelan.
"Cepat datang kesini atau aku akan membunuhmu, Mayat hidup!" Sambung Gadis pink tersebut.
Sasuke terkekeh mendengarnya. Mei berdecak. "Gadis itu liar sekali." Gerutunya.
"Baiklah. Kalau begitu besok kau harus mendapat hukuman dariku. Aku baru kembali kesini. Tapi kau..." Gadis itu tanpa sengaja menoleh kearah Sasuke dan Mei yang memperhatikannya.
Gadis pink itu mendengus kesal. "Kenapa kalian melihatku?" Tanya Gadis pink itu ketus, pada Sasuke dan Mei. "Tidak sopan" Gerutu Gadis itu berlalu pergi dan melanjutkan marah marahnya pada orang yang ia hubungi. Sepertinya mood gadis pink tersebut sedang tidak baik.
Mei memandang tidak percaya kepergian gadis pink tersebut."Apa apaan gadis aneh itu" Gerutunya.
Sasuke mendesah. "Sudahlah. Ayo pulang." Pria itu berjalan lebih dulu. Mei mengekor dibelakangnya.
.
.
.
.
Gadis pink itu berjalan dengan menghentak hentakkan kakinya diterotoar jalan. Sepanjang jalan ia terus saja menggerutu tidak jelas.
"Dia yang berjanji tapi dia juga yang mengingkari. Jika nanti kau bertemu denganku. Akan ku bunuh kau. Shimura Sai" Gerutu Gadis Pink tersebut.
Tak jauh dari tempatnya berjalan ada seorang kakek tua yang duduk sendirian dihalte bus. Gadis pink itu tersenyum menatap kakek tua tersebut. Ia pun berjalan menghampiri kakek tua itu.
Gadis pink bermata indah itu duduk disamping kakek tua. "Kakek, Sendirian?" Tanya Gadis pink tersebut.
Kakek tua berambut hitam pun menoleh dan tersenyum. "Iya" Jawabnya.
Gadis pink itu mengangguk. Kemudian ia membuka resleting tasnya dan mengambil dua bungkus roti dari dalam tasnya tersebut. "Ini untuk kakek" Gadis pink itu menyodorkan satu bungkus roti untuk kakek yang duduk disampingnya.
Kakek tersebut mengerut. "Untuk , kakek?" Tanyanya heran.
Gadis pink itu mengangguk. "Ambillah kakek, Temani cucumu ini makan" Katanya manja. Sang kakek terkekeh geli dan mengambil roti tersebut.
"Arigatou, kau gadis yang sangat lucu. Siapa nama mu?"
Gadis pink itu tersenyum. "Sakura. Haruno Sakura" Ujar Gadis pink tersebut seraya memakan rotinya dengan lahap.
"Nama yang bagus." Puji Kakek itu dan ikut memakan roti yang Sakura berikan tadi. Mereka menikmati roti mereka seraya menunggu bus datang. Sesekali Gadis pink itu menoleh kearah kakek dan tersenyum lembut. Gadis pink itu sepertinya merindukan sosok seorang kakek.
Tanpa mereka sadari , Sasuke melihatnya saat mobil mewahnya melintas didepan mereka.
"Ck. Gadis itu lagi." Gumamnya.
.
.
Sakura, Gadis cantik bersurai pink itu mengendap endap memasuki sebuah rumah mewah di distrik no.23 tersebut. Ia membuka perlahan pintu rumah itu. Didalam rumah itu terlihat sepi membuat Sakura segera menaiki tangga yang ada didalam rumah tersebut.
"Kau, baru pulang. Saki" Tegur sebuah suara menginterupsi.
Gadis pink itu berhenti dan tubuhnya mendadak kaku. Ia membalikkan badanya. "I-ibu..." Gugupnya.
Mebuki, Ibu Sakura menghampiri putri tunggalnya. "Dasar anak nakal. Kemana saja kau. heh!" Bentak Mebuki.
"Ibu aku..."
"Kau baru saja pulang kemarin malam tapi kau sama sekali jarang ada dirumah. Apa kau tidak tau, mulai besok kau harus memimpin perusahaan?" Potong Mebuki.
Sakura merangkul bahu ibunya. "Aku tau, ibu. Untuk itulah aku pulang. Besok pagi sesuai harapan ayah. Saki akan memimpin Haruno Corp. mulai besok." Ujar Sakura.
Mebuki terenyuh. Kedua tangannya membingkai wajah putrinya. "Besok ada rapat digedung Uchiha Corp. Kau akan ikut rapat tersebut mewakili perusahaan kita. Tapi kau tenang saja, Paman Asuma akan membantumu nanti." Terang Mebuki.
Gadis pink itu mengenggam tangan ibunya yang menyentuh wajahnya. "Meski aku orang awam didunia bisnis. Tapi sebisa mungkin, Saki akan membuat Haruno Corp. bangkit lagi seperti dulu. Apapun akan ku lakukan untukmu dan mendiang ayah. Ibu" Ujar Sakura tulus.
Mata Mebuki berkaca kaca dan segera merengkuh Sakura dalam pelukannya. "Maafkan kami, Saki. Maaf" Ucap Mebuki terisak isak.
"Tidak apa apa, Ibu" Kata Sakura membalas pelukan ibunya. Mulai besok kehidupan baru Sakura didunia bisnis akan segera dimulai. Gadis itu membuang impiannya menjadi dokter demi menyelamatkan Haruno Corp. yang dalam masa pailit. Gadis yang masih berusia 23 tahun itu akan segera muncul dipublik sebagai pewaris Haruno Corp. mulai besok.
.
Sentuh Hatiku © JuliaCherry07
.
Para investor dan pimpinan perusahaan lain mulai berdatangan di gedung Uchiha Corp., Sasuke, Ceo muda dan tampan itu berjalan menuju ruang rapat yang sudah banyak berdatangan para investor dan pimpinan dari perusahaan lain.
CEKLEK
Sasuke membuka pintu ruang rapat itu dan segera duduk dikursi yang khusus disediakan untuknya.
"Ini berkasnya, Sasuke-san" Ayame , sekertaris Sasuke memberikan berkas kepadanya sebagai bahan rapat hari ini.
"Hn" Kata Sasuke singkat. Ia mulai memeriksa kembali berkas itu.
CEKLEK
Pintu ruang rapat kembali terbuka. Seorang gadis baru datang bersama sekertarisnya. Gadis pink itu pun duduk disalah satu kursi yang ada disana. Semua mata tertuju pada gadis yang baru datang tersebut. Kasak kusuk pun terdengar. membuat Sasuke menghentikan kegiatannya memeriksa berkas dan mendongak.
Mata onyxnya mengikuti arah pandang mereka yang tertuju pada gadis cantik yang duduk dikursi yang tak jauh darinya.
Asuma, Sekertaris gadis itu yang berdiri disamping gadis pink tersebut yang menyadari hal itu pun angkat bicara. "Selamat pagi, Perkenalkan. Beliau adalah putri dari tuan Kizashi. dan mulai sekarang beliaulah yang akan menggantikan tuan Kizashi sebagai perwakilan dari Haruno Corp." Kata Asuma.
Gadis itu pun berdiri. "Selamat pagi semua. Namaku Haruno Sakura. Ceo Haruno Corp. yang baru. Mohon kerja samanya.". Ujar Sakura berojigi.
Sasuke tertegun, "Gadis itu, dia..." Cicit Sasuke menatap Gadis pink yang terlihat cantik dengan baju formalnya saat ini.
Tak jauh dari mereka, Sai yang juga mengikuti rapat penanaman saham itu pun tersenyum kearah Ceo Haruno Corp. tersebut.
Rapat pun dimulai.
Setelah Sasuke kembali memasang wajah datarnya, Pria Uchiha itu berdiri dan memulai rapat tersebut.
Orang orang disana mendengarkannya dengan seksama, begitu juga dengan Sakura. Gadis itu memperhatikan setiap detail apa yang pria Uchiha itu sampaikan. Gadis itu sedikit terpesona saat Sasuke terlihat berwibawah dan keren saat memimpin rapat tersebut.
Sai, merotasikan matanya. Ia memperhatikan Gadis musim semi kecilnya yang sibuk memperhatikan Sasuke. Ceo dari Shimura Kingdom itu pun mendengus.
Sasuke, memperlihatkan sebuah bangunan yang setengah jadi tersebut yang muncul dilayar proyektor yang ada disana.
"Gedung ini hampir setengah jadi. Rencananya Uchiha Corp. akan menjadikan gedung itu sebuah mall disana. Letak tempat gedung yang sangat strategis akan menguntungkan bagi kami jika membangun mall dipinggir kota tersebut." Ujar Sasuke. Para investor mengangguk dan mempertimbangkan. Ntahlah apa yang saat ini para investor itu kasak kusukkan.
"Sebelum ini, Uchiha Corp. juga sudah bekerja sama dengan perusahaan asing dibidang perhotelan. Kami akan terus memajukan perusahan kami diberbagai bidang." Tukasnya.
Sakura mendesah. "Pantas saja, Haruno Corp. tak bisa menyaingi perusahaannya. Semua yang ia sampaikan seakan menyihir para investor kaya." Batin Sakura menatap Sasuke dalam.
"Nona, Setelah ini giliran anda. Anda tenang saja. Saya akan membantu anda nanti." Bisik Asuma pada Sakura. Sakura mengangguk. Kemudia ia menghela nafas untuk mengurangi rasa gugupnya.
Mata emeraldnya mengedar dan tanpa sengaja bersirobok dengan mata Sai yang duduk diseberang sana. Pria itu tersenyum padanya namun dibalas senyum sinis oleh Sakura. Gadis musim semi kecilnya, sepertinya masih marah padanya, Pikir Sai.
Sasuke telah selesai, Seluruh anggota rapat memberi tepukan tangan padanya. Ia pun kembali duduk dikursinya.
Sakura berdiri dan berjalan kedepan. Ia sedikit berdehem sebelum memulai bicara. Sejenak ia memandangi Sai. Pria itu menggerakkan mulutnya tanpa suara, Sakura tau pria itu sedang memberi semangat padanya, Sakura mendesah. "Aku pasti bisa. Ayah bantu aku." Batin Sakura.
Sasuke memandang gadis cantik pink yang berdiri didepan dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
"Haruno Corp. mungkin tak kan bisa menyaingi perusahaan besar seperti Uchiha Corp. yang sedang berkembang pesat saat ini" Sakura menatap sinis Ceo Uchiha Corp. yang sedang memperhatikannya. Lalu mata emeraldnya bergulir memandangi para investor. "Kalian pasti sudah mendengar tentang perusahaan kami yang sedang dalam masa pailit bukan?. Apa lagi mulai sekarang perusahaan itu kini dipimpin oleh seorang perempuan yang tak mempunyai pengalaman dalam berbisnis" Sambung Sakura. Sai menatap khawatir gadis itu.
"Bodoh, Apa yang ia bicarakan" Gerutu Sai dalam hati.
Asuma menghela nafas pasrah. Ia percayakan semua pada Ceo barunya tersebut.
Sasuke hanya diam dan memperhatikan gadis yang sudah ia temui semalam. Gadis aneh yang menyebalkan.
"Tapi. Sejak kecil saya sudah melihat bagaimana mendiang ayahku bekerja. Aku juga diam diam mempelajari tentang bisnis meski baru sedikit yang ku tau. Karna aku tau suatu saat nanti aku akan mengambil alih Haruno Corp." Kata Sakura.
Sakura memberi kode pada Asuma. Sekertarisnya itu pun mengerti. Detik kemudian muncullah foto gedung sebuah hotel dilayar proyektor yang menyala. Sakura mendekat.
"Hotel ini, Adalah hotel milik Haruno Corp. yang ada dishibuya. Hotel ini masih berjalan dengan setabil." Ujarnya. Kemudian foto dilayar besar itu berganti dan menampilkan sebuah gedung studio.
"Dan ini adalah gedung Studio Haruno Corp. banyak game game fenomenal yang sudah kami kembangkan. Bahkan game itu masih disukai sampai sekarang oleh para gamers. Rencananya kami akan mengembangkan studio tersebut untuk membangkitkan lagi Haruno Corp. saya yakin para gamers akan memberi untung yang banyak jika kami menciptakan game terbaru bagi mereka. Karna saya sebagai anak muda mengerti setengah dari penduduk jepang sangat menggilai game, bukan begitu?." Tukas Sakura.
Sai tersenyum dan terus memandangi sahabat lamanya itu sambil menggeleng. Sejak dulu sahabat perempuannya itu pandai sekali mempermainkan perasaan orang lain. Entah itu dalam asmara atau bisnis sekalipun.
Sedangkan Sasuke, pria itu memandang gadis pink itu dalam diam dengan wajah stoic andalannya.
"Hanya itu yang saya sampaikan. Terima kasih" Sakura kembali ketempat duduknya setelah berojigi.
Suara tepuk tangan kembali memenuhi ruang rapat tersebut.
"Kerja yang bagus. Nona." Puji Asuma.
Sakura menarik kursinya dan duduk dikursi itu. "Semoga investor itu ada yang mau menanamkan sahamnya diperusahan kita. Paman" Ujar Sakura lirih. Asuma mengangguk dan memberi tepukan dibahu gadis itu untuk memberi semangat.
Gadis itu tak seperti tadi yang begitu percaya diri didepan para anggota rapat. Sakura terlihat merenung dikursi rapatnya tanpa menyadari seseorang yang sejak tadi memandanginya dengan pandangan yang sulit diartikan.
Uchiha Sasuke, pria itu sepertinya mulai tertarik dengan gadis aneh yang menyebalkan itu tanpa ia sadari tentunya.
.
.
.
TBC
Thanks atas review, favorite dan follow nya. dan juga atas respon baiknya ^^ maaf tak bisa membalas reviewnya satu satu tapi udah ku baca kok dan terima kasih juga atas saran dan kritikkannya.
With Love
JuliaCherry07
