Disclaimers : Masashi Kishimoto
Sentuh Hati Ku © JuliaCherry07
Sasuke Uchiha, Sakura Haruno
Warnings!
Typo's , Gaje , Abal ,OOC dll.
Chapters : 9
Don't Like ,Don't Read
•
•
•
Kaki jenjang Sakura,melangkah cepat dilorong kantornya. Ia berjalan menuju ruangan salah satu dewan direksi yang hari ini membuatnya marah setelah mendengar dari sekertarisnya,Asuma.
TAP
Langkah kaki gadis merah muda itu berhenti tiba-tiba saat mata emeraldnya menangkap sosok pria tua yang ia cari berdiri didepan pintu lift yang tertutup.
"Cih!" Sakura berdecak kesal hanya karena melihat pria tua yang seperti ular tersebut."Orochimaru-san!" Panggilnya dan berjalan mendekati pria itu.
Orochimaru menoleh dan mendengus saat melihat Sakura. "Kau,sudah datang rupanya" Komentar pria tua itu datar.
Sakura berdiri didepan pria itu, matanya menatap geram Orochimaru. "Apa yang kau lakukan,heh" CEO Haruno Corp. itu jelas menahan amarahnya saat bertanya pada Orochimaru.
"Memangnya,apa yang ku lakukan?" Tanya balik pria tua tersebut dengan santai.
Sakura mendengus. "Kau pikir kau siapa,heh!" Habis sudah kesabaran gadis itu."Dengar Orochimaru-san, Kau memang penanam saham cukup besar disini,tapi bukan berarti kau dapat mempengaruhi dewan yang lain untuk menggantikanku, Ini adalah perusahaan ayahku. Tak kan ku biarkan, orang sepertimu mengambil alih perusahan ini, Apa kau mengerti!" Bentak Sakura lantang.
Orochimaru tersenyum licik."Gadis kemarin sore sepertimu tau apa tentang bisnis. Kau bahkan tak bisa merangkul Uchiha Sasuke untuk bergabung dengan perusahaan ini,apalagi memimpin Haruno Corp. hn?" Sindir Orochimaru.
Kedua tangan Sakura mengepal erat, ingin rasanya ia memukul keras pria tua licik didepannya saat ini.
"Siapa bilang dia tidak bisa" Sahut suara baritone menginterupsi pembicaraan mereka. Sakura dan Orochimaru pun menoleh kearah sumber suara.
"Sasuke" Gumam Sakura tak percaya. Pria tampan yang kelihatan keren dengan setelan jas hitam itu berjalan tegap mendekati Sakura dan Orochimaru yang menatapnya.
"Oh, Uchiha Sasuke rupanya. Senang akhirnya bisa melihatmu di Haruno Corp. ,Uchiha" Ujar Orochimaru. Sakura melirik tajam pria tua itu dan mendengus.
"Hn. Tentu saja" Sasuke tepat berdiri didepan Sakura. Gadis itu menatap pria raven itu dengan tatapan bertanya. "Sakura,tidak hanya berhasil merangkulku, tapi dia sudah berhasil menyenyuh hati dan perusahanku" Sambungnya seraya menyodorkan sebuah map biru pada Orochimaru yang berdiri disamping Sakura.
"Apa ini?" Orochimaru segera mengambil map itu.
"Hn,Kau baca saja. Kau tidak buta huruf kan?" Ejek Sasuke tersenyum meremehkan.
Orochimaru mendengus sedangkan Sakura terkekeh mendengar ejekan CEO Uchiha tersebut. Dengan segera pria tua itu membuka map tersebut,kedua klorofilnya membaca dengan seksama tiap huruf di berkas itu. Bibir pria tua itu menyeringai senang saat membaca isi berkas tersebut. Sakura jadi heran melihatnya.
"Bagaimana,Apa kau senang?" Tanya Sasuke angkuh. Orochimaru mengangguk. "Tentu saja, Akhirnya kau mau juga berkerja sama dengan Haruno Corp. Uchiha" Ucap Orochimaru. Kini gadis merah muda itu tau,apa isi berkas dimap tersebut.
"Tapi Sasuke,bukankah kau bilang akan menandatanganinya nanti siang" Sakura mulai angkat bicara. Pasalnya berkas aslinya masih ada ditangannya dan akan diberikan pada Sasuke nanti siang saat mereka bertemu. Sasuke mengalihkan perhatiannya pada Sakura. " aku ingin bertemu denganmu sekarang jadi ku putuskan untuk melakukannya sekalian." Ungkap Sasuke.
Dahi Sakura mengerut."Ada apa?" Tanyanya.
"Sepertinya kalian sudah cukup akrab ya." Orochimaru menimpali.
Sakura memutar bola matanya jengah."Itu bukan urusanmu, Orochimaru-san." Ketusnya.
"Ya. Baiklah kalau begitu. Aku tak ada urusan lagi dengan kalian." Orochimaru menatap Sasuke. "Sekali lagi,selamat bergabung di Haruno Corp. Uchiha Sasuke." Sambungnya dan pintu lift pun terbuka. Orochimaru masuk kedalam lift tersebut,namun sebelum pintu lift itu kembali tertutup pria itu berujar. "Aa, Uchiha" Sasuke menoleh kearah Orochimaru dan menunggu kalimat berikutnya yang diucap pria itu,begitu juga Sakura. "Aku hanya memperingatkan. CEO kami, sudah memiliki tunangan. Tapi kau masih bisa mendapatkannya jika kau mau, Aku mendukungmu" Lanjutnya seraya mengedipkan sebelah matanya. Pintu lift pun tertutup. Sasuke mendengus mendengarnya begitu juga Sakura. Gadis itu bahkan tadi ingin sekali menjambak rambut panjang pria ular tersebut.
.
•
Sentuh Hatiku
•
.
Sai, melakukan hal sama setiap hari sebelum berangkat akan selalu mengunjungi gadis yang ia cintai ditoko bunga gadis itu sebelum pergi bekerja. Pria itu selalu berdiri dibalik pohon diseberang toko bunga Yamanaka. Sai memperhatikan gadis itu dari luar. Ino selalu menyirami bunganya dijam seperti ini biasanya dan Sai selalu datang memperhatikan gadis itu diam-diam.
"Ino" Gumamnya lirih.
Ino yang ada didalam toko bunganya seakan bisa mendengarnya. Gadis berambut pirang itu pun mendongak dan mengedarkan pandangannya kesekeliling. Matanya terbelalak saat menangkap sosok pria yang ia rindukan sedang berdiri diseberang sana dan memperhatikannya.
"Sai".
Sakura dan Sasuke duduk berhadapan disebuah caffetaria didekat kantor Sakura. "Ini" Sakura memberikan kartu nama Itachi pada Sasuke. Pria raven itu mendatangi Sakura lebih cepat dari perjanjiannya karena pria itu ingin meminta nomer hp kakaknya rupanya."Hn, Terima kasih" Ujarnya tulus.
"Aku heran, bahkan nomer hp kakakmu sendiri kau tidak punya" Sakura berkata sambil mengaduk jus strawberrynya.
"Dia yang memutuskan hubungan dengan kami"
Sejenak Sakura berhenti menyedot jusnya saat mendengar ucapan Sasuke. "Dokter Itachi pria yang baik. Aku yakin, dia pasti juga ingin bertemu denganmu, Sasuke" Ujarnya dengan senyum manisnya. Membuat pria raven didepannya tersentuh akan senyuman manis gadis musim semi tersebut. Sasuke pun ikut tersenyum.
"Sakura" Panggilnya kemudian.
"Ya?"
"Apa kau mau ikut aku ke Amerika untuk bertemu dengannya?"
Sakura tersentak dan mengedipkan matanya berkali-kali. "Kenapa kau mengajakku?" Tanya Sakura tak mengerti.
"Karena aku ingin" Jawab Sasuke. "Pergi jauh,berdua denganmu,Sakura" Tambahnya dalam hati. Mata onyx Sasuke menatap intens mata emerald gadis didepannya. Sakura seakan terhisap oleh pesona mata itu. Semburat merah tipis pun muncul diwajah cantiknya.
Sai,yang ketahuan telah diam-diam memperhatikan Ino pun hendak pergi,namun langkahnya tertahan saat gadis cantik bermata aquamarine itu menyerukan namanya. Ino berlari menuju pria berambut klimas tersebut dan berhambur kepelukan pria itu.
"Sai, Aku merindukanmu. Jangan pergi" Ucap Ino memeluk erat pria yang teramat ia rindukan. Sai tersentuh,perlahan tapi pasti pria itu membalas pelukan gadis tersebut.
"Aku juga merindukanmu, Ino".
•
•
•
•
•
•
Danzo, terlihat duduk dikursi kerjanya. Didepannya saat ini berdiri seorang gadis bersurai kecoklatan menatapnya angkuh. "Ada angin apa, putri tunggal Terumi datang menemuiku,hm?" Tanya Danzo.
"Kau adalah sahabat baik ayahku,bukankah begitu paman?" Danzo mengangguk. Ya ,Terumi adalah sahabat dan rekan bisnisnya sejak remaja dulu. Bahkan ia dulu berniat menjodohkan Sai dengan Mei, tapi Sai menolak dan akhirnya ia lebih setuju saat dijodohkan dengan putri dari Haruno. "Aku ingin melakukan kerja sama dengan paman" Sambung Mei.
Dahi pria paruh baya itu mengerut heran. "Bekerja sama dengan seorang model sepertimu? Bisnisku bukan dibidang seni,asal kau tau itu. Mei" Ujar Danzo mendengus geli. Apa putri dari sahabatnya ini amnesia. Kenapa dia ingin mengajaknya kerja sama.
Mei berdecak kesal. "Bukan begitu paman" Gadis itu mulai kesal. "Aku ingin berkerja sama denganmu untuk menghancurkan, Uchiha Sasuke" Tegasnya.
Danzo tersentak. "Uchiha Sasuke? Putra bungsu dari Fugaku ,maksudmu?". Mei mengangguk membenarkan. Danzo mendengus. "Apa untungnya bagiku." Sambungnya.
"Tentu saja ada " Ujar Mei sarkastik. Danzo semakin tak itu pun Mei mencoba menjelaskan maksudnya. "Kemarin aku melihat dipesta itu, Sasuke memeluk gadis yang menjadi tunangan dari putramu." Mei mulai menceritakan apa yang ia lihat semalam waktu ia berusaha mengejar Sasuke, dan betapa terkejutnya ia saat melihat diparkiran,matanya melihat pria yang ia sukai memeluk gadis merah muda yang tak sadarkan diri dan membawa gadis itu kedalam mobil. Dan Mei mengetahui siapa gadis itu,dan saat Mei mengikuti mobil Sasuke,ternyata pria itu membawa gadis itu kerumahnya. Mei begitu cemburu dan marah. Dan saat itu juga model cantik tersebut akan menghancurkan Uchiha Sasuke karena telah menolak dan menyakiti hatinya.
"Apa maksudmu sebenarnya?" Danzo mulai serius.
"Uchiha Sasuke, Menyukai tunangan dari putramu. Dan sepertinya gadis Haruno itu ada hubungan spesial dengannya" Terang Mei.
"Jaga ucapanmu,Mei. Aku mengenal baik Sakura. Dia baru kembali ke Jepang. Tidak mungkin ia kenal baik pria Uchiha itu". Sanggah Danzo.
"Apa kau mau bukti?" Mei menunjukan sebuah foto diponselnya pada Danzo. Mata pria tua itu membelalak melihat dua manusia yang terlihat berpelukan. "Bagaimana menurutmu? Apa kau masih tidak percaya jika mereka saling mengenal secara dekat?".
"Ini...".
"Percepatlah, pernikahan putramu dengan gadis Haruno itu. Sebelum kau menyesal. Paman." Mei menyeringai melihat eksperesi Danzo. Sepertinya rencananya akan berhasil dengan memanfaatkan pria tua tersebut.
.
.
.
Bersambung...
Special Thanks untuk para readers setia fic ini yang selalu meriew,follow dan fav.
Arigatou minna-san...
Gomenasai karena tidak pernah membalas satu persatu reviewnya ,tapi selalu ku baca kok.
Dan maaf chapters ini cuma segini... Baru bisa lanjut karena sibuk di RL.
Sampai jumpa dichapters berikutnya ya...
Salam ForeheadPoke Days ^^
