Sakura reflek kembali menutup matanya saat bibir Sasuke menjauh dari bibirnya. Perasaan tak menentu hinggap didalam dirinya.Jantungnya berdetak tak karuan saat ini, Sakura mati matian menekan rasa yang kini campur aduk didalam hatinya karena ulah Sasuke yang mencuri ciuman pertamanya saat tidur. Ia akui ia kolot karena belum pernah ciuman dengan lawan jenis selama ini, meski dirinya selama ini tinggal di Amerika yang terkenal dengan budaya barat yang ciuman itu sudah biasa saja dan pergaulan bebas yang ekstream,namun Sakura tak terpengaruh oleh semua itu. Sakura menjauhi semua itu,ia lebih suka menghabiskan waktunya dengan belajar ilmu kedokteran karena tujuannya pergi ke Amerika agar ia bisa menjadi seorang dokter hebat suatu saat nanti, meski kini kenyataannya berbeda.

Setelah menjauhkan wajahnya dari Sakura, Sasuke memandang lembut gadis didepannya yang ia kira masih tertidur. Lama pria tampan berambut raven itu memandangi Sakura yang menutup mata. Tangannya bergerak dan mengusap pelan sudut bibir ranum Sakura yang tadi ia cium. Seulas senyum tipis terukir dibibir tipis Sasuke.

Dengan pelan Sasuke menggendong tubuh Sakura, pria itu membawa Sakura kekamar, karena pria Uchiha itu tidak akan tega jika Sakura tidur semalaman disofa. Sasuke awalnya ragu, apa benar itu kamar gadis yang saat ini ada dalam gendongannya, tapi rasa ragunya lenyap saat ia masuk kedalam kamar tersebut. Kamar bernuansa pink, Sasuke yakin ia tak salah, ini pasti kamar Sakura. Apartemen Sakura memiliki dua kamar. Kini Sasuke yakin kamar disebelah adalah kamar tamu dan ia akan tidur dikamar itu nanti dan semoga saja tidak bernuansa pink juga, pikir Sasuke.

Perlahan Sasuke membaringkan tubuh Sakura diatas kasur, dengan pelan pria itu menyelimuti tubuh gadis yang ia cintai. Kecupan ringan ia berikan pada kening Sakura.

"Mimpi indah, Sakura"

Gadis merah muda itu pun menampakkan emeraldnya perlahan setelah Sasuke keluar dari kamarnya. Rona merah semakin menghiasi wajah cantiknya.

"Sasuke" Gadis yang mengidap kanker otak stadium 2 itu menggumamkan nama pria itu lirih sambil menatap pintu kamarnya yang tertutup.

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Sasuke, Sakura

Warn : Typo's, OOC, Gaje dll

Chapter : 11

Sentuh Hati Ku JuliaCherry07

- Don't Like, Don't Read -

.

.

Langit malam di Chicago sangat terang malam hari ini,banyak bintang bertaburan.meski bintang itu sedikit tak kelihatan cahayanya karena terangnya cahaya lampu kota Chicago. Sasuke memandang gedung rumah sakit yang kini ada dihadapannya. Ia memutuskan pergi mengunjungi Itachi malam ini juga tanpa memberitau Sakura. Lagi pula ia tak mau menganggu tidur gadis itu yang terlihat damai tadi.

Sasuke melangkah dengan mantap memasuki gedung Northwestern Memorial Hospital. Saat ia masuk kedalam rumah sakit yang terkenal 'wah' itu ia segera menghampiri meja resepsionis untuk bertanya tentang Itachi, kakak yang sangat ia rindukan.

"Bisa saya bantu, tuan?" Tanya perawat yang menjaga tempat itu.

"Apa dokter Uchiha Itachi ada diruangannya?" Tanya Sasuke.

"Ya, dokter Uchiha saat ini ada diruangannya, maaf anda siapa? Apa sebelumnya anda sudah membuat janji temu dengannya? "

"Tidak, bilang saja Uchiha Sasuke datang dan ingin bertemu dengannya"

"Uchiha? Ah.. Anda keluarga dokter Uchiha ternyata." Perawat itu nampak sedikit terkejut. "Saya akan segera memberitaunya."Sambungnya.

"Hn"

.

.

.

.

Sasuke duduk disebuah ruangan yang ia yakini adalah ruang kerja dokter Itachi. Sesekali pria itu menghela nafas panjang, ia akui saat ini ia sedikit gugup, sudah lama ia tak bertemu dengan kakaknya. Apa nanti kakaknya mau membantunya?, itulah yang ada dipikiran Sasuke yang paling utama saat ini.

CEKLEK

Suara pintu terbuka menginterupsi secara tiba tiba, Sasuke segera menoleh kearah pintu tersebut. Sosok pria berjas putih muncul dari balik pintu, pria yang memiliki mata yang sama sepertinya berdiri mematung diambang pintu.

"Sasuke? " Pria berambut raven panjang yang terikat itu memanggil nama Sasuke lirih. "Kau, Sasuke? Adikku? " Tanyanya kemudian.

"Hn,lama tak bertemu. Aniki" Jawab Sasuke datar. Meski kenyataanya dalam hatinya, ia sangat senang bisa bertemu dengan kakaknya saat ini.

.

.

- Sentuh Hati Ku Chapter 11 -

.

.

Tokyo

- Jepang.

"Ngh..." Mebuki mulai sadarkan diri dari pingsannya. Sai yang sedari tadi menjaganya pun sedikit lega saat menyadari calon mertuanya itu sudah mulai sadar. Ia merasa bersalah telah membuat ibu sahabatnya ini pingsan karenanya.

"Bibi,apa bibi baik baik saja?" Tanya Sai cemas.

Mebuki mengubah posisi tidurnya menjadi duduk dan Sai segera membantunya. Ia mengedarkan pandangannya kesekeliling.

"Maaf bi,karena gara gara aku bibi jadi masuk rumah sakit" Sesal Sai.

Mendengar ucapan Sai, Mebuki jadi ingat sekarang penyebab ia tiba tiba tak sadarkan diri. "Sai, apa itu benar?" Tanya Mebuki.

Pria berambut klimis itu pun mengangguk lemas. "Maaf".Sesalnya lagi.

Mebuki menghela nafas, ia mencoba mengatur emosinya agar hipertensinya tidak bertambah. "Sakura, aku tidak menyangka dia rela melakukan ini untukmu dan kekasihmu. "Mebuki kini menyadari sesuatu. "Apa kekasihmu itu bernama Ino?".

Sai, nampak terkejut mendengarnya. Darimana ibu Sakura bisa tau tentang Ino?, pikir Sai.

"Bibi, Ino sama sekali tak bersalah dalam hal ini, Sakura pun sama. Akulah yang... "

"Aku tau, kau tenang saja. Gadis bernama Ino yang kalian berdua lindungi dari ayahmu itu, tak kan ku sebut namanya didepan ayahmu nanti." Potong Mebuki.

"Apa bibi ingin memberitau yang sebenarnya antara aku dan Sakura pada ayahku? " Terdengar rasa khawatir dikalimat pria itu.

"Sandiwara kalian harus berakhir sampai disini sebelum ayahmu akan semakin melanjutkan pernikahan kalian. Tapi kau tak perlu khawatir, biar aku yang mengakhiri sandiwara kalian." Mebuki melanjutkan. "Aku melakukan ini, demi putriku, Sakura. Sudah cukup ia mengorbankan dirinya untuk orang lain. Putri ku yang bodoh itu, juga pantas bahagia,Sai".

"Maafkan aku, bi. Kau benar"Sai melanjutkan. "Sakura, pantas bahagia dan harus bahagia".

Northwestern Memorial Hospital, Chicago - America Serikat.

..Jadi, kau tau tentang ku dari Sakura?" Tanya Itachi. Saat ini mereka duduk berhadapan dikantin rumah sakit yang terlihat sedikit sepi karena waktu menunjukkan jam 12 malam.

"Hn" Sasuke mengangguk.

Itachi terkekeh. "Aku tidak menyangka kalian saling mengenal. Dia gadis manis yang baik".

Sasuke mendengus, entah kenapa ia sedikit tidak suka saat ada pria lain menyebut Sakuranya manis, meski itu kakaknya sendiri yang berucap. "Hn, dan aku datang kesini juga bersamanya".

Itachi nampak terkejut mendengarnya. Lalu dokter tampan itu menoleh kekanan dan kekiri guna mencari sosok gadis yang mereka bicarakan. "Dia ada diapartemennya saat ini." Ujar Sasuke saat melihat tau maksud Itachi.

"Aa, sayang sekali. "Itachi nampak kecewa, lalu seringai muncul dibibir pria itu ."Apa kau juga tinggal di apartemennya? Kalian pacaran ya? "Tebak Itachi.

Sasuke memutar bola matanya, kakaknya ternyata tak berubah. Meski kini ia seorang dokter hebat tapi sifatnya masih sama seperti dulu. Sasuke mendengus kemudian. "Aku jauh jauh datang kesini dan membawanya ke Chicago bukan untuk kau godai, Aniki. Ada sesuatu hal penting yang ingin ku katakan dan ini menyangkut hidup Sakura". Sasuke mengucapkan dengan nada serius yang nampak jelas dari raut wajahnya. Itachi bisa melihat itu.

"Katakan"

"Tolong, sembuhkan Sakura. Aku mohon"

Itachi tertegun,Untuk pertama kalinya adiknya, Uchiha Sasuke memohon untuk orang lain. Dan Itachi pun bisa melihat wajah adiknya yang begitu berharap padanya. Adiknya sudah berubah ternyata. Dan Itachi yakin itu karena Sakura. Gadis itu telah menyentuh hati adiknya yang dulunya dingin dan tak peduli dengan orang lain. Itachi tersenyum hangat kemudian.

"Kau, sudah berubah, Sasuke. Sepertinya aku sudah melewatkan banyak hal."Batin Itachi. "Sakura, memangnya sakit apa? ".Tanya Itachi. Pria itu sepertinya mempunyai firasat tidak baik tentang Sakura, jika adiknya itu saja rela memohon padanya demi gadis itu, mungkin saat ini Sakura mengindap penyakit parah. Apalagi Itachi sampai sekarang masih tidak mengerti alasan gadis itu tiba tiba berhenti kuliah sebelum mendapatkan gelar dokternya dan tiba tiba saja pulang ke jepang. Itachi sempat bertanya pada profesor Smith yang membimbing Sakura selama disini, tapi profesor Smith bilang gadis itu berhenti karena ayah gadis itu meninggal. Itachi merasa janggal kan hal itu. Dan mungkin inilah alasan gadis itu yang sesungguhnya, dia akan segera tau malam ini lewat adiknya, Sasuke.

"Kanker otak, stadium 2" Jawab Sasuke.

Itachi tercengang mendengar penyakit yang diderita juniornya dulu dari Sasuke.

Tokyo - Jepang

Danzo yang baru selesai menghadiri rapat disebuah hotel salah satu milik rekan bisnisnya, berjalan dengan langkah penuh wibawah menuju ruang kerjanya. Saat ia berhenti dan berdiri didepan pintu lift yang masih tertutup, tiba tiba ponsel yang ada disaku dibalik jas yang ia kenakan saat ini pun berbunyi. "Mei Terumi?" Gumam pria paruh baya itu saat melihat nama panggilan yang ada dilayar ponselnya.

Ting!

Bersamaan dengan pintu lift terbuka, Danzo segera menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan dari putri dari Terumi sahabatnya tersebut. "Ada apa kau menghubungiku, Mei?" Tanya Danzo pada orang diseberang sana sambil masuk kedalam lift.

"Sasuke, pergi ke Amerika hari ini dengan gadis itu, Paman!" Suara Mei terdengar marah diseberang sana."Calon menantumu itu membawa pergi priaku".

"Kau, jangan bercanda. Mei" Suara pria tua itu terdengar dingin, wajahnya nampak menahan emosi.

Ting!!

Pintu lift kembali terbuka, Danzo pun keluar dari lift itu. Ponselnya masih ia tempelkan ditelinganya. Langkahnya terhenti saat ia melihat seorang wanita paruh baya berdiri didepan pintu ruang kerjanya.

"Aku akan menelphonemu nanti" Setelah mengucapkan itu, Danzo segera menekan tompol merah pada ponselnya dan kembali berjalan mendekati wanita yang sepertinya sudah sejak tadi menunggu kedatangannya.

"Aku ingin bicara denganmu,Danzo-san" Ucap wanita tersebut tegas.

"Hn. Aku pun sama, Mebuki-san. Masuklah"

Bersambung

A/N : Maaf updatenya lama, saya ucapkan terima kasih atas review kalian, aku baca kok semuanya dan terima kasih juga fav. dan follownya. terima kasih juga atas saran dan kritikannya.

Selamat Natal dan Tahun baru buat para readers yang merayakannya.

sampai jumpa dichapter selanjutnya bye bye *melambaikan tangan*

with love

JuliaCherry07

Hidup SasuSaku!!!