Tittle : My Nerd Umbrella Girl
Cast :
-Kim Jongin
-Do KyungSoo (GS)
Rate : Bisa T bisa M (Tapi pengennya sih rada M dikit)
Warning : Absurd, Aneh, Gaje, Bahasa Formal yang amburadul
.
.
Hai hai buat yang melihat benda absurd ini. Ini FF juga udah pernah saya share di FB. Jadi mungkin udah ada yang pernah baca. Saya emang sebenernya niat nge-share semua FF saya yang dari FB. Hehehe…. :D
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
Motegi, Jepang
.
"Astaga..aku terlambat" Seorang perempuan menggerutu setelah menurunkan tangan kirinya melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08.58 waktu jepang. Dia mempercepat langkahnya, menuju tempat yang menjadi tujuan utama sebagian besar penduduk Jepang hari itu terus berjalan cepat, menghindari puluhan orang yang berlalu lalang disekitarnya. Tangannya menggenggam erat tas kedokteran yang cukup besar ditangan kanannya. Sesekali tangan kirinya membenarkan letak kacamata minus yang bertengger dihidung mancungnya. Rok panjang hitam dan jas kedokteran panjang berwarna putih longgar yang menutupi tubuh mungilnya membuatnya merasa sedikit kesulitan berjalan cepat dan menembus lautan manusia yang dia yakin kebanyakan punya tempat tujuan yang sama dengannya. Rambutnya yang dikuncir kuda bergerak kekanan kekiri seiring dengan gerakan tubuhnya yang dengan gesit menghindari orang orang yang berjalan berlawanan arah dengannya.
"Ah... sampai juga!"Gadis itu menghela nafas lega melihat tempat tujuan sudah berada didepan semakin mempercepat bahkan jauh lebih ramai daripada saat dijalan tadi.
"Kuharap Kris gege tidak akan memotong leherku" Gadis itu kembali mengoceh dengan bahasa Korea. Andai saja dia bangun lebih pagi, pasti dia tak akan repot begini.
BRUG
"shhh.."
"Aduh..."
Saking terburu burunya, dia sampai tidak sengaja menabrak itu segera bangkit dan mengambil kembali tasnya yang ikut kemudian membungkuk meminta maaf pada orang yang ditabraknya.
"Gomen" Ucapnya meminta maaf dalam bahasa gadis mengulurkan tangannya berniat membantu orang yang ditabraknya. Seorang pemuda aneh yang memakai topi dan masker! Pemuda itu menepis tangan si gadis yang berniat lebih memilih untuk berdiri sendiri.
"Kau punya mata atau tidak?Sudah tau sedang berada ditempat ramai, kenapa berlari seenakmu sendiri?" Mata gadis itu melebar saat mendengar pemuda aneh tadi mengomelinya dalam Bahasa korea.
'Ternyata dia orang Korea' Batin gadis itu. Gadis itu ingin kembali meminta maaf dalam Bahasa Korea, akan tetapi pemuda itu sudah lebih dulu pergi dari sana meninggalkan sang gadis yang terdiam memikirkan sesuatu. Mata gadis itu menangkap sebuah tulisan yang tercetak dibelakang jaket si pemuda yang meninggalkannya.
"Kai" gumam si gadis membaca tulisan yang dikelilingi gambar bara api berwarna biru itu.
'Kenapa aku merasa familiar dengan suara itu ya. Dan tulisan itu…. Sepertinya aku pernah melihatnya' Sang gadis menggeleng gelengkan kepalanya dan kembali teringat dia sudah terlambat.
Tapi bukannya kembali berlari, gadis itu malah diam menatap bangunan luar biasa besar dihadapannya.
'Jadi ini ya sirkuit Motegi?' batin gadis itu takjub. Matanya menatap sekeliling tempat yang dipenuhi ribuan manusia itu. Ada beberapa counter sovenir dan ada juga beberada penjual makanan atau minuman yang berjualan disana.
"Dokter KyungSoo?" Gadis tersebut mengedarkan pandangan pada sekeliling saat merasa ada yang memanggil namanya. Bisa dia lihat seorang pria yang memakai seragam tim balap berwarna biru yang berlari menghampirinya.
"Dokter KyungSoo? Dokter pengganti untuk Kim Jongin?Adik kandung Dokter Kris, Dokter pribadi Jongin?"Tanya pria itu mencoba memastikan gadis didepannya adalah orang yang dia (gadis tadi) mengangguk membenarkan pertanyaan pria dihadapannya.
"Oh akhirnya..Jongin sudah menunggu anda. Saya Jung Yunho, saya satu kru di tim Movistar Yamaha" Orang itu memperkenalkan dirinya dan menjabat tangan KyungSoo. KyungSoo menerima jabatan tangan Yunho sebelum kembali melepaskannya.
"Mari ikut saya"
.
.
.
.
"Nah... silahkan duduk Dokter KyungSoo. Anda ingin saya ambilkan sesuatu?"
"A-ah tidak perlu, saya tidak ingin apa apa" KyungSoo menolak halus tawaran Yunho dan mendudukkan dirinya disalah satu sofa panjang yang ada disana.
"Oh, baiklah. Jika anda butuh sesuatu, akan ada orang yang membantu anda nanti. Jongin akan segera kemari. Saya harus kembali bekerja. Permisi Dokter KyungSoo" Yunho membungkuk sesaat yang dibalas senyum kaku oleh agak merasa risih dengan sikap Yunho yang begitu formal padanya. Dia kan cuma Dokter pengganti, bukan tamu kenegaraan atau tamu kehormatan kerajaan. Dia tak nyaman diperlakukan Yunho pergi dari ruangan itu dan kembali ke-pekerjaannya. KyungSoo tak tau harus melakukan apa. Dia mengamati sekeliling dan menghela nafas melepas sejenak kacamata mata bulat jernih-nya yang selalu tertutup kacamata. KyungSoo membersihkan kacamatanya dengan sebuah potongan kain kecil sebelum kembali merogoh saku jas-nya dan mengeluarkan smartphone jari-nya dengan lincah menyentuh layar ponsel lalu mendekatkan benda persegi itu ketelinganya.
"Hallo? Yifan ge? aku sudah disini"
"..."
"Tidak!aku tidak terlambat. Aku sudah sampai sejak tadi"
"..."
"Baiklah, aku memang tak punya bakat berbohong. Aku baru sampai"
"..."
"Hei,kau harusnya berterima kasih karna aku mau mengganti kan pekerjaanmu untuk sementara waktu"
"..."
"Nah begitu! Sekarang beritahu aku tentang..."
Ceklek
KyungSoo terlonjak dari tempatnya duduk saat pintu tiba tiba terbuka. Dengan cepat dia menutup sambungan telepon dan memasukkan kembali smartphone-nya ke dalam saku jas. KyungSoo melihat seseorang yang tadi membuka pintu. Sosok yang sangat ... siapa yang tidak mengenal pemuda berkulit tan yang merupakan salah satu pembalap terkenal itu?Kim jongin, seorang pembalap kebanggaan penduduk Korea Selatan. Bagaimana tidak membanggakan? Dia penyandang 2 gelar juara dunia kelas MotoGP, 2 gelar juara dunia kelas Moto2, dan 1 gelar juara dunia kelas Moto3 diusianya yang baru menginjak 24 tahun. Prestasinya bahkan hampir sama dengan Marc Marquez karna menyandang gelar juara dunia kelas MotoGP saat usianya baru 22 tahun. Dia adalah pembalap yang paling digandrungi remaja perempuan didunia saat ini. Bukan hanya karna prestasinya yang menjanjikan, tapi juga karna wajahnya yang terkenal tampan. KyungSoo menundukkan kepalanya tak berani menatap orang yang akan menjadi pasiennya itu. Entah kenapa dia merasa sangat gugup. KyungSoo sering melihat wajah tampan Jongin tak pernah sekalipun dia bertemu dengan Jongin secara langsung walau kakak-nya sendiri adalah Dokter pribadi pembalap muda itu.
Jongin menatap terkejut pada KyungSoo. Sepertinya dia heran melihat ada seorang gadis nerd yang memakai Jas kedokteran didalam ruangan khusus miliknya. Namun, sepertinya bukan hanya itu yang membuat Jongin terkejut.
"K-Kau!Apa yang kau lakukan disini ha?" Tanya Jongin menunjuk KyungSoo. KyungSoo yang merasa ditunjuk segera berdiri dan membungkuk sebentar.
"Ha-hai! A-Aku Do KyungSoo. Aku.."
"Tunggu dulu!Kau adik Kris Ge, benar?" Jongin memotong ucapan KyungSoo yang hanya dijawab anggukan dari sang Dokter muda sebagai jawaban atas pertanyaan Jongin. Jongin mendekati KyungSoo yang berdiri didekat Sofa dan mengamatinya dari bawah keatas. Satu kata yang terlintas dipikiran Jongin. 'Nerd'
KyungSoo merasa sedikit risih karna dipandang aneh oleh Jongin yang kini memutari tubuhnya.
"A-a-aku akan menggantikan posisi Kris ge sebagai Dokter Pribadi-mu untuk sementara waktu. Karna kau tau sendiri kan? dia sedang cuti karna menemani Suho eoniie, istrinya yang sedang hamil tua?"
"Hmm.. begitu? Apa saja yang dikatakan Kris padamu?"
"O-oh, dia bilang untuk balapan hari ini aku hanya perlu memastikan cedera-mu sudah benar benar pulih" Jongin tiba tiba berhenti dihadapan KyungSoo dan mendekatkan wajahnya pada gadis nerd didepannya. KyungSoo sedikit memundurkan kepalanya karna merasa wajah mereka telalu dekat.
"Begitu ya? Sekarang katakan padaku! Apa kau salah satu dari gadis gadis menyebalkan itu?"Tanya Jongin mengintimidasi dan semakin mendekatkan wajah mereka. Hal itu membuat KyungSoo semakin mundur hingga tersandung dan terduduk kembali di-sofa.
"Ga-gadis gadis mana maksudmu?"KyungSoo bertanya dengan nada tergagap. Sungguh! dia merasa sangat gugup. Ayolah... gadis mana yang tidak akan gugup jika laki laki yang baru pertama kali kau temui tiba tiba mendekatkan wajah seperti hendak mencium-mu? Apalagi laki laki itu adalah pemuda tampan yang menjadi idaman para perempuan didunia. KyungSoo yakin para perempuan itu pasti ingin berada diposisinya sekarang. Wajah KyungSoo memanas karna perbuatan Jongin. Pipinya memerah dan jantungnya berdetak tak karuan.
"Gadis gadis yang rela melakukan apa saja demi bisa mendapatkanku. Para fans yang menyebalkan itu. Apa kau salah satu dari mereka?"Bisik Jongin tepat ditelinga KyungSoo yang membuat dokter muda itu merinding. Entah kenapa pemikiran pemikiran aneh kini mulai terlintas dikepala KyungSoo.
"Gah.. Menjauh dariku" Teriak KyungSoo sambil mendorong tubuh Jongin hingga pembalap muda itu jatuh terduduk dilantai dan mengeluakan bunyi yang cukup keras.
BRUG
"Yak 'Dokter Nerd'! Aku baru saja menjalani operasi pengangkatan sekrup di pergelangan tangan kiri-ku beberapa hari yang lalu. Kau mau membuat pergelanganku cedera lagi hah? Aku ada balapan siang ini" Jongin bersyukur karna tangan kirinya yang baru sembuh tidak reflek menahan tubuhnya saat jatuh tadi. Dia bersumpah tidak ingin mendadak cedera lagi. KyungSoo gelagapan menghampiri Jongin dan membantunya berdiri.
"Oh astaga!maafkan aku. Aku tidak sengaja"
"Kau ini sangat ceroboh kau menabrakku dan sekarang kau malah membuatku kau benar benar seorang dokter? Aku jadi ragu. Kau terlalu ceroboh"
"Maaf, aku tak sengaja melakukannya karna terkejut. Itu kan juga karna... Eh! tunggu dulu..." KyungSoo menghentikan gerakannya membantu Jongin berdiri. Dia berusaha mencerna apa yang dikatakan jongin sebelumnya. Menabrak?Kapan dia menabrak Jongin?
'Jangan jangan..'
"KAU PEMUDA ANEH DAN SOMBONG TADI?"
BRUG
KyungSoo ingat satu satunya orang yang dia tabrak hari ini hanyalah pemuda aneh yang memakai topi dan masker tadi. Dan jika Jongin bilang KyungSoo menabraknya, berarti pemuda aneh itu Jongin kan? Pantas dia merasa pernah melihat tulisan dijaket pemuda itu. Apalagi suara Jongin yang sering dia dengar di TV. Saking terkejutnya, KyungSoo sampai kembali mendorong Jongin yang baru saja dia tolong hingga lengan kanan Jongin tergores ujung meja. KyungSoo menutup mulutnya dengan kedua tangan menyadari dirinya kembali ceroboh.
"DOKKTEERR NEERD!"
.
.
.
.
"Sungguh, aku minta maaf atas kejadian tadi" Jongin mendengus sebal mendengar permintaan maaf ke-8 yang diucapkan KyungSoo. Dokter muda berpenampilan tak menarik itu kini sedang mengobati lengan kanannya yang tergores. Dalam hati Jongin menggerutu. Dia heran! bagaimana mungkin, Kris yang notabe-nya adalah orang paling teliti dan berhati hati yang pernah dia kenal bisa memiliki adik yang sangat ceroboh (menurut Jongin sendiri).
"Sudahlah!tidak apa apa" Kata Jongin dengan nada dingin. Dia hanya diam membiarkan KyungSoo mengobati luka-nya. Sebenarnya Jongin merasa aneh dengan dirinya sendiri. Kenapa dia diam saja saat KyungSoo menyentuhnya? Padahal dia adalah orang yang paling tidak suka disentuh oleh perempuan walau hanya seujung jari-pun
Ceklek
"Jongin! Kita harus..." Pintu kembali terbuka dan seorang kru tim balap tampak masuk. Orang itu mematung, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jongin yang tidak pernah suka disentuh oleh perempuan, kini diam saja saat seorang perempuan memegang lengannya. Memang perempuan yang kini menjabat sebagai Dokter pribadi Jongin itu hanya sedang mengobati luka dilengan dia sangat mengenal Jongin. Jongin tidak pernah mau disentuh oleh perempuan manapun walau tujuannya ingin membantu. Dia jadi curiga! Jangan jangan Jongin 'ada apa apa' dengan gadis berpenampilan nerd itu.
"Hei hei..Apa aku tidak salah lihat?"Orang yang memiliki tinggi berlebihan itu menarik turunkan alisnya berniat menggoda Jongin yang kini menatapnya tajam.
"Diam Chanyeol! Jangan berfikiran yang aneh aneh" Sentak Jongin keras sambil meringis sesaat karna KyungSoo sedikit menekan lukanya dengan kapas. Chanyeol (Pemuda yang memiliki tinggi berlebihan) hanya nyengir mendengar sentakan Jongin.
"Ya, aku kan pantas kau yang kukenal kan 'alergi' pada perempuan" Chanyeol tertawa keras. KyungSoo yang mendengar obrolan mereka menaikkan alis bingung.
'Alergi macam apa itu?' Batin KyungSoo -_-!
"Sudahlah Chan! Katakan apa mau-mu"
"Ah iya baiklah. Kabar buruk untukmu Jongin. Kakak-mu tidak bisa menjadi Umbrella Girl-mu hari ini" Jongin melotot. Dia tau kemana arah pembicaraan mereka ini. KyungSoo menghentikan sejenak aktivitasnya. Dia mengeryit heran. Karna semua orang juga tau, selama hamper 6 tahun sejak Jongin masih dikelas Moto2 hingga sekarang, hanya 1 orang perempuan yang bisa menjadi Umbrella Girl-nya. Yaitu Kakak kandung Jongin sendiri. Jongin tidak pernah mau dipayungi oleh perempuan selain kakaknya. Hingga sekarang tak ada yang tau kenapa Jongin melakukannya karna dia tidak pernah mengatakan alasannya pada publik. Dalam pikiran KyungSoo, Jika kakak Jongin tidak bisa mejadi Umbrella Girl-nya, apa itu berarti Jongin akan dipayungi oleh perempuan lain? Tapi yang lebih penting. Memangnya Jongin mau?
"Ta-tapi kenapa?"Tanya Jongin dengan nada tak percaya.
"Kekasihnya masuk Rumah Sakit karna kecelakaan. Jadi dia langsung terbang ke-Korea kemarin. Tapi kau tenang saja. Pihak sponsor akan menyiapkan Umbrella girl lain untuk memayungi-mu hari ini" Jongin menatap tajam Chanyeol yang membuat pemuda tinggi itu menelan ludah kasar. Sementara KyungSoo yang sudah selesai mengobati lengan Jongin merinding karena pemuda yang mengeluarkan aura hitam di sebelahnya.
'Kenapa dia jadi mengerikan hanya karna masalah sepele begini?'Batin KyungSoo ngeri. Jongin berdiri dari posisinya dan menghampiri Chanyeol.
"Dengar Chan! Berapa kali harus kukatakan padamu? Aku tidak mau ada perempuan lain yang memayungi-ku kecuali Kakakku!" Bentak Jongin sambil menunjuk wajah Chanyeol.
"Ta-tapi cuma sekali ini Jongin. Lagipula.."
"Aku katakan sekali lagi padamu Chan! Aku tidak mau dipayungi oleh gadis yang sudah pasti akan menggodaku. Jadi jika kakakku tidak bisa menjadi Umbrella Girl-ku, maka kau-lah yang harus memayungiku! Mengerti?"Jongin berlalu begitu saja meninggalkan Chanyeol yang cengo ditempatnya.
"YAK! KIM JONGIN! AKU SEORANG LAKI LAKI" Jongin tampaknya tak memperdulikan teriakan Chanyeol. Sosok Jongin sudah menghilang dibalik pintu yang baru tertutup.
"Astaga! Dia pasti sudah gila jika memintaku melakukannya" Gerutu Chanyeol. Dalam hati dia menyumpah serapahi kekasih kakak Jongin yang tiba tiba pake acara kecelakaan segala -_-! . Tapi mengingat jika kecelakaan tidak mungkin direncanakan, Chanyeol justru malah mewek.
"Miniie Noona! Kenapa kau harus tidak ada? Huwe..Sekarang aku yang kena imbasnya. Kau tau sendiri Jongin alergi pada perempuan selain kau, Ahjumma, dan..." Chanyeol menghentikan acara meweknya saat menyadari sesuatu.
"Dan..." Mata Chanyeol memandang KyungSoo yang terdiam. Mata bulat gadis itu menatap bingung kepergian Jongin. Sepertinya KyungSoo tak sadar jika kini Chanyeol menatapnya penuh harap dengan seringai iblis yang menghiasi wajah tampannya.
.
.
SKIP
Pukul 13.00
Hari semakin beranjak siang. Suhu udara menjadi semakin panas. Tapi nampaknya teriknya sinar matahari sama sekali tidak menjadi halangan bagi puluhan ribu orang yang ingin menyaksikan balapan motor paling bergengsi didunia yang diadakan sirkut Motegi Jepang hari ini. Balapan kelas Moto2 baru saja dimulai beberapa menit yang lalu. Para kru tim balap kelas Moto2 sudah berada di pit masing masing dan menyaksikan pembalap mereka dengan harap harap cemas dari layar monitor. Sementara kru tim balap kelas MotoGP segera bersiap, memastikan motor yang akan dikendarai pembalap mereka sudah benar benar sempurna.
Pit tim Movistar Yamaha
"Hei Chan! Kau tau dimana si Dokter Nerd? Aku sudah mencarinya kemana mana tapi tidak ada" Chanyeol yang sedang memeriksa motor Jongin bersama kru lainnya membalik tubuh dan mendapati sang pembalap yang sudah memakai pakaian khas balapan berwarna biru dengan aksen hijau (Ini mah punya lorenzo -_-! *harap maklumi, saya fans berat Lorenzo :v *)
"Dokter Nerd? ah.. maksudmu KyungSoo? Dia sedang ada urusan sebentar. Memangnya kenapa kau mencarinya?Baru kali ini aku melihatmu peduli pada seorang perempuan" Jongin memutar bola matanya jengah. Dia tau Chanyeol sedang menggodanya sekarang.
"Aku hanya mencarinya karna dia tiba tiba menghilang" Kilah Jongin. Padahal kini dia mati matian menahan dirinya agar tidak gugup karna ucapan Chanyeol tadi. Jongin tak tau kenapa. Tapi kalimat Chanyeol tadi membuatnya jantungnya berdetak tak normal.
"Haha..berhentilah mengelek Jongin. Ayolah! Apa kau tidak sadar? Kau memandang KyungSoo dengan tatapan yang berbeda dari semua gadis yang kau temui selama hampir 6 tahun ini. Belum ada 1 hari kau bertemu dengannya, kau sudah membiarkannya menyentuhmu. Bahkan saat dia tidak ada kau mencarinya. Sudah 6 tahun Jongin! Selama 6 tahun kau tidak pernah menganggap ada para perempuan disekitarmu karna alasanmu yang sangat sepele. Tapi KyungSoo? Dia tampak istimewa untukmu. Bahkan kau tidak segan untuk berkomunikasi dengannya, walau menggunakan teriakan. Melihat dari perlakuanmu padanya, aku hanya bisa menyimpulkan 1 hal.'Kau Menyukai kyungSoo'. Dan jangan repot repot menyangkal karna aku tidak akan mempercayai alasanmu" Kata Chanyeol Panjang x Lebar = Luas x tinggi = volume. Bahkan Jongin sama sekali tak diberi kesempatan menyela. Jongin menghela nafas. dia sendiri juga bingung. Entah kenapa dia merasa ada hal yang membuat KyungSoo tampak berbeda dimatanya. Dia merasa KyungSoo tidak seperti semua perempuan yang pernah ditemuinya selama ini. Jongin tak tau kenapa, tapi dirinya sama sekali tak bisa menolak saat tangan KyungSoo menyentuh tubuhnya. Katakan saja Jongin berlebihan, karna saat berada didekat KyungSoo, seolah ada sesuatu yang membuatnya tak ingin menjauhkan tubuh KyungSoo seperti yang dia lakukan pada semua perempuan disekitarnya.
'Kenapa aku malah memikirkan Dokter nerd itu? Dan kenapa aku tadi mencarinya? Tidak mungkin aku menyukai-nya kan? Aku mau disentuh olehnya hanya karna dia dokter pribadi-ku! Ya..! Itu hanya karna dia dokter pribadi-ku' Batin Jongin memaksakan ego-nya, bahwa dia tidak menyukai KyungSoo.
"Hei Jongin! Kau melamun?"
"Kau memikirkan KyungSoo ya?"
"Jongin? hei jongin? Jongin?"
"KIM JONGIN! BERHENTILAH MEMIKIRKAN KYUNGSOO! FOKUS PADA BALAPANMU!" Jongin tersentak mendengar suara bentakan Chanyeol yang membuat telinga-nya berdengung.
"YAKK! KAU TIDAK PERLU BERTERIAK SEKERAS ITU TEPAT DIDEPAN TELINGA-KU!" Jongin mengusap telinga kanannya yang tuli mendadak. Chanyeol nyengir dan mengusap belakang kepalanya yang sudah pasti tidak gatal.
"Habisnya kau sejak tadi memikirkan KyungSoo terus sampai tidak sadar ada yang memanggilmu. Berhentilah memikirkannya sampai balapan selesai! Sekarang kita harus membahas kembali strategi kemarin" Chanyeol dengan santai menyeret tangan Jongin menjauh dari kru lain yang sedang menyiapkan motor Jongin.
"Si-siapa bilang aku memikirkannya? A-aku.. aku.. aku.. aku tidak..!"
"Sudah kubilang jangan mengelak karna aku tak percaya dengan alasanmu. Tidak usah khawatir dengan KyungSoo. Sebentar lagi kau akan segera bertemu dengannya" Chanyeol mengeluarkan seringai setan yang membuat Jongin merasa sedikit curiga dengan temannya itu.
'Apa jangan jangan Yeol yang menyembunyikan si dokter nerd?' batin Jongin curiga.
"terserah kau!" Jongin akhirnya hanya diam mengikuti Chanyeol yang menarik tangannya.
.
SKIP
"Ingat Jongin! jarak poinmu dengannya 83 poin. Balapan hanya tinggal 3 seri tersisa. Jangan terlalu ngotot seperti biasanya. Kau tidak perlu menang di sini, hanya perlu naik podium, berada dibelakang sainganmu atau setidaknya jangan sampai tidak finish. Mengerti?" Jongin mengangguk'i ucapan sang manager tim yang hampir tak terdengar karna teredam helm dikepalanya. Balapan kelas moto 2 sudah selesai sekitar setengah jam lalu dan balapan kelas Moto GP akan segera dimulai. Jongin sudah berada diatas motor, bersiap mengendarai kuda besi-nya menuju ke garis start. Pembalap muda itu menghela nafas, ada sesuatu yang mengganjal dikepalanya.
'Kenapa si dokter nerd belum terlihat juga? kemana sih dia sebenarnya?' Batin jongin resah. Dia tak mengerti, tapi dia sangat ingin melihat KyungSoo sebelum dia balapan. Jika ditanya kenapa, jawaban Jongin adalah 'Hanya memastikan dia baik baik saja'. Sesaat kemudian Jongin menggelengkan kepalanya dan memukul mukul helm-nya.
'Kenapa aku malah peduli sekali padanya? Astaga! Kim Jongin! Fokus! Kau harus fokus untuk gelar juara ketigamu!' batinnya lagi mencoba mengenyahkan KyungSoo dari kepalanya.
"Hei Jongin! Kau baik baik saja? Jangan bilang kau mendadak pusing atau sebagainya" Jongin menoleh kesamping kanannya, melihat Chanyeol yang berkacak pinggang. Tangan kanan pemuda tinggi itu memegang sebuah payung berwarna biru yang belum dibuka.
"Pffttt.. " Jongin hampir saja tertawa membayangkan Chanyeol yang akan memayungi-nya nanti.
"Oww... 'Umbrella Boy'ku sudah siap rupanya. Hahahaha" Jongin meledek Chanyeol yang diakhiri dengan tawa menggelegar. Chanyeol berdecak kesal, jika bukan karna takut kehilangan pekerjaannya, dia pasti sudah menyawat Jongin dengan payung ditangannya. Jongin menghentikan tawanya dan mulai menghidupkan mesin motornya. Beberapa kru sudah bersiap mendorong bagian belakang motor Jongin, namun sebelum pergi Jongin masih sempat sempatnya mengedipkan sebelah matanya pada Chanyeol.
"Sampai jumpa di garis start 'My Umbrella Boy'" Setelahnya Jongin berlalu meninggalkan garasi mereka. Chanyeol menyeringai setan.
"Sayangnya aku tidak akan pernah melakukan hal gila seperti itu sampai kapanpun Jongin. Khukhukhu.."
"Hei Yeol! Ayo cepat! Kita harus segera ke garis start. Dan dimana umbrella girl pengganti kakak Jongin?" Salah satu kru menghampiri Chanyeol.
"Ah! Kalian duluan saja, aku akan segera menyusul dengannya" Jawab Chanyeol pada kru yang tampak masih seumuran dengannya itu.
"Oh! Baiklah! tapi cepat ya" Chanyeol mengangguk dan pemuda tadi segera berlari pergi menuju ke garis start.
Blak
Chanyeol membuka payung berwarna biru yang beberapa sisinya bergambar logo hijau Monster Energy itu dan memayungi dirinya sendiri. Sementara tangannya yang bebas mengipas ngipas wajahnya lantaran udara yang sangat panas.
"Chanyeol" Merasa ada suara lembut yang memanggil namanya, pemuda tiang itu membalik tubuh mencari sumber suara yang dia yakini berasal dari pit. Matanya terbelalak dan pikirannya mendadak blank melihat seseorang yang berdiri dihadapannya.
"K-kau….."
.
Sementara itu
Jongin yang baru saja meninggalkan garasi mengendarai motornya ke arena(?) balap. Dia membawa benda besi yang beratnya ber-ton-ton itu memutari sirkuit sepanjang 4.8 km yang memiliki 14 tikungan dan salah satu lintasan lurus terpanjang yang berjarak 762 m itu. Dia melajukan motornya dengan kecepatan rendah, sekitar 60 km/jam. Beberapa kali dia didahului pembalap lain yang juga baru keluar dari pit mereka. Jongin tak peduli, toh dia tetap akan start diurutan 1 karna dia yang tercepat saat kualifikasi kemarin. Suara riuh penonton (yang 90% keluar dari para perempuan) terdengar saat Jongin mulai memasuki garis start. Jongin menghela nafas jengah dan membawa motornya ke grid pertama. Para kru Movistar Yamaha segera menghampirinya. Jongin melepas helm-nya, namun dia justru langsung merasakan panasnya matahari. Tidak ada yang memayunginya ternyata.
"Kemana Chanyeol? dia yang memayungiku hari ini kan?" para kru memandang jongin tak mengerti. Apa yang dimaksud Jongin dengan Chanyeol yang memayunginya hari ini? Bukannya itu tugas Umbrella Girl?
"Chanyeol? dia bilang dia akan menyusul tadi. Tapi..."
"Hah! dia itu pasti mau menghindar. Akan kubunuh dia nanti. Astaga.. panas sekali! Tidak bisakah salah satu dari kalian mencarikan payung untukku?" Para kru saling pandang. Dari tatapannya, bisa dipastikan mereka sedang saling memerintah satu sama lain. Sepertinya tidak ada satu-pun dari ke-3 kru itu yang mau mengalah. Hei... jika ada yang mengalah, sudah pasti orang itu harus merendahkan(?) harga dirinya menggantikan posisi Umbrella Girl bukan? Ayolah! mereka laki laki! Menggantikan Umbrella Girl? Tidak! terima Kasih! Tidak usah repot repot! -_-!
Jongin berdecak menyadari tak ada satupun dari ketiga orang itu yang mau beranjak dari sana. Jongin turun dan berjongkok disamping motornya, mencoba berteduh dibayangan kuda besi itu. Tentunya dengan gaya berjongkok yang masih terihat mempesona (jongkok mempesona kayak gimana bentuknya coba? -_-! ). Banyak orang yang hampir saja tertawa ngakak melihat keadaan pembalap yang akan segera mendapat gelar juara ke-3 nya itu. Ketiga kru Jongin menggaruk kepala mereka dan saling menyalahkan satu sama lain. Sementara Jongin menunduk menatap aspal. Pikirannya kembali melayang kepada sang Dokter pengganti. Entah bagaimana bayangan wajah KyungSoo mendadak hinggap(?) dikepalanya.
'Apa dia sudah kembali dari urusannya? Apa dia sudah ada di Paddock sekarang? Apa dia baik baik saja?' batinnya resah. Jongin bertanya Tanya, Bagaimana keadaan KyungSoo sekarang. Jongin mengerang frustasi! Dia tak mengerti dengan perasaannya yang begitu peduli dengan gadis nerd itu. Ditengah kegelisahannya, mendadak bayangan motor jongin melebar membentuk lingkaran yang cukup besar. Jongin mendongak saat menyadari panasnya sinar matahari tak lagi terasa menyengat. Dan Jongin melihat...
Payung!
Mata Jongin melebar, tubuhnya membeku. Bukan! bukan karna payung yang mendadak melindunginya dari sinar matahari, tetapi seseorang yang membawa payung itu!
Seorang gadis berpakaian minim yang kini menatapnya dengan mata bulat yang berkedip-kedip lucu. Jongin tak bergerak dari posisinya. Matanya terpaku menatap wajah gadis cantik (ralat : sangat cantik) yang kini memayungi-nya. Jongin terpesona! Ya.. dia terpesona pada sosok yang masih menatapnya dengan tatapan polos layaknya anak TK yang tersesat. Jongin bahkan tak sadar jika kini wajahnya terlihat sangat bodoh atau para kru tim-nya yang menatap tak percaya karna melihat Jongin yang terpesona pada seorang gadis. Jongin masih saja diam ditempatnya dalam posisi berjongkok, hingga suara lembut gadis cantik itu menyadarkannya kembali kedunia nyata.
"Jongin! Kenapa kau duduk disitu?" Tanya sang gadis sambil menunjukkan ekspresi wajah bingung yang terlihat sangat menggemaskan. Jongin menggelengkan kepala, mencoba kembali kedunia nyata.
BUT WAIT!
DEG
'Suara itu...'
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Oke! Ini Chapter 1. Aneh kan? Ane tau!
Saya harus beritahukan kalau saya nggak terlalu tau tentang apa saja yang ada diarena balapan apalagi dalem paddocknya, soalnya saya mah kalo nonton balapan cuma nonton doang sambil nyemangatin jagoan saya. jadi maaf kalo banyak kenyataan dunia balap yang melenceng di sini.
Maaf juga kalo typo bertebaran dimana mana :D
.
.
.
.
Kim JongDi a.k.a Winter Soldier
