Tittle : My Nerd Umbrella Girl Chapter 3

Author : Namikaze Kim

Cast :

-Kim Jongin

-Do KyungSoo (GS)

Rate : Udah M gaes

Warning : Absurd, Aneh, Gaje

.

.

.

Oke gaes! Ini chapter 3

Okelah! Pokoknya….

.

.

Happy Reading :D

.

.

Itu...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Krik.. krik.. krik..

Jongin menatap cengo seluruh penjuru kamar hotel yang baru dia tinggal kepesta selama 1 jam. Kamar itu tampak berbeda dari sebelumnya. Perubahan yang menurut Jongin sangat...

eeerrrr... Jongin tidak bisa mengungkapkannya dengan kata kata. Yang jelas, tolong ingatkan Jongin untuk menyeret Chanyeol dengan motor balapnya saat latihan bebas di sirkuit Phillip Island (Australia) minggu depan. Dan ingatkan juga agar Jongin tidak lupa melempar sahabat baiknya itu ke Kandang Kangguru saat mereka di Australia nanti.

'Apa-apaan tiang berjalan itu?' Batin Jongin dongkol. Bagaimana Jongin tidak dongkol? Kamar yang awalnya terlihat seperti kamar hotel pada umumnya, kini penuh dengan benda benda dan atribut bergambar Pororo. SEKALI LAGI! PORORO! Pinguin biru berkacamata yang bersahabat dengan makluk hijau aneh yang entah apa jenisnya. Mulai dari seprei, selimut, bahkan dinding dinding kamar dipenuhi poster poster pinguin biru aneh itu. Jangan lupakan boneka pororo dan para sahabatnya yang tertata rapi diatas kasur.

.

twitch

.

Sebuah perempatan imajiner muncul didahi Jongin.

"Apanya yang berhubungan dengan Dokter Nerd?" Gumam sang juara dunia dengan ekspresi horor. Jongin melangkah masuk dan menutup pintu. Pandangannya menatap sekeliling yang dipenuhi warna biru dan hijau. Tanpa sengaja, matanya menangkap lipatan kertas dan kacamata milik KyungSoo yang berada dimeja nakas disamping ranjang. Jongin mengambil kertas itu dan segera membacanya.

'Hai Jongin! Bagaimana? kau suka? Aku mencari tau tentang KyungSoo dari Kris hyung. Dan kau tau? Dia sangat menyukai pororo. Jadi tanggung jawab-ku sudah lunas kan? Pororo kan ada hubungannya dengan KyungSoo! Hahahaha... selamat -menikmati- hadiahmu Jongin :v :v :v '

.

Twitch

.

Kedutan didahi Jongin bertambah setelah membaca tulisan tangan Chanyeol. Sial! tiang berjalan itu menipu-nya. Apalagi tambahan 3 pacman emoticon diakhir surat yang seolah mengejek Jongin karna berhasil ditipu. Jongin sangat ingin menyantet Chanyeol saat ini juga. Apa-apaan? Dia itu Juara Dunia balap motor! Bukan bocah TK yang akan bersorak senang karna mendapat mainan baru sebanyak ini.

"PARK CHANYEOOOL!" Teriakan merdu sang pembalap-pun menghiasi kamar yang untungnya kedap suara itu. Jongin mencoba menormalkan emosi-nya yang memuncak.

"Astaga! bisa bisanya aku tertipu taruhan konyol Park tiang itu" Gerutu Jongin sambil membuang kertas tadi kelantai. Dia lalu melemparkan(?)tubuhnya ke-ranjang yang sandarannya penuh boneka pororo dengan agak keras hingga sebelah tangannya mendarat tepat diatas 'guling' yang tertutup selimut.

Brug

"Ugh..." Mata Jongin melebar. Dia segera berdiri dan menjauhi ranjang saat mendengar rintihan dari gundukan tertutup selimut yang awalnya dia kira adalah guling. Ya... sebenarnya sejak Jongin masuk, memang ada sebuah gundukan(?) ditengah tengah ranjangnya. Ditutupi oleh selimut tebal berwarna biru bergambar pororo. Namun karna ia kira itu guling, jadi Jongin mengabaikannya.

Tunggu dulu!

Jika itu hanya guling, kenapa dia bisa merintih? Jongin memberanikan diri untuk kembali mendekati ranjang. Dengan agak ragu jari jarinya mulai menyentuh selimut yang menutupi hampir seluruh permukaan tempat tidur berukuran king size itu. Disibaknya selimut tebal berwarna biru bergambar pororo hasil pekerjaan tangan 'kreatif' Chanyeol.

Blak

Jongin membuka selimut itu dengan super cepat dan..

DEG

Jongin mendadak terkena serangan jantung dadakan melihat apa yang ada dibalik selimut itu. 'Sesuatu' yang dia kira adalah guling, nyatanya sama sekali bukan benda yang menjadi pasangan(?) bantal itu. Walau Jongin yakin, 'sesuatu' itu sama nyamannya dengan guling jika dipeluk. DISANA! TERBARING! KYUNGSOO! SEKALI LAGI! KYUNGSOO! DENGAN KEDUA TANGAN TERIKAT DAN MASIH MEMAKAI PAKAIAN YANG DIA PAKAI SAAT MEMAYUNGI JONGIN TADI SIANG! #AuthorHebohSendiri (#DilemparSepatu) Jantung Jongin serasa akan melompat dari tempatnya melihat tubuh mungil yang meringkuk diatas ranjang-nya.

Tunggu!

'Jangan bilang ini hadiah sebenarnya?' Batin Jongin bertanya-tanya. Matanya menatap intens tubuh KyungSoo yang hanya ditutupi seragam tim tanpa lengan yang ukurannya sangat pas-pas'an untuk tubuh mungil gadis itu. Jangan lupakan juga rok biru setengah paha yang ikut tersingkap saat Jongin menyibak selimut tadi. Pemandangan yang mau tak mau membuat Jongin harus menelan ludahnya kasar.

'Astaga... kenapa dia masih memakai pakaian ini? Apa dia tidak risih memakai pakaian yang sangat -mengundang- begitu?' Batin sang juara dunia kesal. Padahal dalam hati dia bersorak gembira karna bisa melihat KyungSoo memakai pakaian minim itu lagi. Mata Jongin kembali menangkap lipatan kertas yang kali ini berada tepat disamping tubuh KyungSoo. Dibukanya lipatan kertas yang sudah agak kumal itu dan...

JENG JENG

tulisan tangan Chanyeol terukir indah(?) disana.

'Hai lagi Jongin! hehehe.. kuharap saat kau membaca ini, kau belum menghancurkan kamar itu karna merasa tertipu. Hahaha... kau tidak benar benar berfikir aku hanya memberimu benda benda aneh itu kan? Ayolah aku masih waras! Aku tidak mau kau seret sepanjang lintasan. Baik... inilah hadiah sebenarnya. Hadiah itu adalah KyungSoo sendiri. Jangan kau sia-siakan! kau tidak tau betapa sulitnya membawa GADISMU kesana dan memintanya kembali memakai pakaian itu. Oh iya…. KyungSoo itu rabun jauh dan aku tidak memakaikannya Soflens,jadi jika kau berada agak jauh darinya, mungkin dia aka sulit melihatmu. Ah... sudahlah! Pokoknya -Selamat bersenang senang- kawan. Jangan terlalu kasar pada KyungSoo ya! Besok kita harus terbang ke Australia. Semoga malam kalian menyenangkan.

Ps. Jangan bertanya kenapa dia bisa pingsan!'

Jongin tersenyum kecil (Menyeringai) membaca kalimat yang tertera disana. Dia tau betul apa yang dimaksud Chanyeol. Apalagi kalimat 'Jangan terlalu kasar pada KyungSoo' semakin memperjelas maksud sahabat tiangnya itu. Jongin meletakkan kertas itu ke-meja, tepat disamping kacamata minus milik KyungSoo. Oh…. Ini akan jadi malam yang indah untuknya.

"Nghhh..." Jongin menoleh kearah ranjang, melihat mata KyungSoo bergerak gerak. Sepertinya dia sudah sadar. Gadis itu mencoba duduk, tapi kesulitan karna kedua tangannya yang terikat. Mata KyungSoo melebar menyadari dia berada dikamar orang lain dengan kedua tangan terikat. Pandangannya mungkin buram, tapi dia yakin ini bukan kamarnya.

"Kau sudah bangun? " KyungSoo terlonjak mendengar suara Jongin yang kini tengah mengunci pintu. KyungSoo menyipitkan matanya, berharap bisa melihat siapa itu. Tapi pandangannya buram karna jarak Jongin yang agak jauh darinya.

"Kau tidak bisa melihatku dengan jelas ya? Bagaimana dengan suaraku? Apa kau tidak bisa mengenalinya Dokter Nerd? " Kali ini KyungSoo terdiam. Dokter Nerd? Hanya satu orang yang memanggilnya begitu. Jongin! Tunggu! Apa itu berarti dia berada dikamar Jongin dengan kondisi tangan terikat?

"Jongin...Apa itu kau? Jo-Jongin bi-bisa tolong lepaskan aku?" Ucap KyungSoo memohon dengan suara yang agak gemetar. Mata bulatnya menyipit, mencoba melihat, apa benar orang yang berada agak jauh darinya itu benar benar Jongin. Jongin diam, seolah tak mendengar permohonan gadis itu. Tubuh KyungSoo yang bergerak gerak gelisah seolah membiusnya. Membuat sesuatu dibalik celana jeans-nya menegang. Agak aneh! Jongin tidak pernah merasa seperti ini walau kehidupannya penuh dengan gadis gadis cantik dan seksi. Padahal KyungSoo juga masih memakai pakaiannya. Lupakan kenyataan jika pakaian KyungSoo yang memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya. Jongin tak bisa membayangkan jika nantinya bisa melihat 'hal hal' yang ada dibalik pakaian minim itu. Dengan cepat, Jongin segera melepas jaket tim yang dipakainya. KyungSoo terbelalak. meski samar samar, tapi dia tau apa yang sedang Jongin lakukan. Tubuhnya menegang saat Jongin mendekat padanya sehingga KyungSoo bisa melihatnya dengan jelas. Kini pembalap muda itu hanya memakai celana jeans selutut. Tubuh bagian atasnya sudah terbuka, menampakkan tubuhnya yang sempurna. Wajah KyungSoo memerah. Ini pertama kalinya dia melihat seorang pemuda bertelanjang dada dihadapannya. Mata minus sang gadis yang masih sangat suci kini sudah ternoda #AbaikanKalimatIni - -!

"Hei Dokter Nerd" Sapa Jongin sambil tersenyum (menyeringai) pada KyungSoo.

"J-Jongin! Ada apa sebenarnya? Ke-kenapa aku bisa berada disini dengan tangan terikat da-dan memakai pakaian ini lagi?" Tanya KyungSoo gugup sambil mencoba mengalihkan pandangannya agar tak menatap tubuh bagian atas Jongin yang terekspos. Jongin mengambil kertas yang tadi dia letakkan dimeja dan menunjukkannya pada KyungSoo.

"Kau hadiah dari Chanyeol untukku" Jawab pemuda itu watados. KyungSoo menatap tulisan dikertas yang berjarak 30 cm darinya. Dan seketika itu juga matanya melebar.

"A-apa maksudnya Jongin?" Jongin mengusap tengkuknya dan dengan santai menjawab

"Ya... kau ingat saat aku bertaruh dengannya sebelum balapan? Aku memenangkan taruhan itu dan Chanyeol memberikanmu sebagai hadiah kemenanganku" KyungSoo melotot tajam. Yaakk! dia bukan barang yang bisa seenaknya digunakan sebagai bahan taruhan. Dia bersumpah akan menguliti Chanyeol besok. Dan lagi… hadiah? Apa itu artinya Jongin bisa melakukan apa saja padanya? Memikirkan kata 'apa saja' kini malah membuat wajah KyungSoo memerah.

BRUG

Belum selesai KyungSoo berkutat dengan pikirannya, Jongin mendorong tubuh mungilnya agar kembali berbaring diranjang dan menindihnya. KyungSoo ingin memprotes tapi gagal saat merasakan benda kenyal dan basah menyumpal(?) bibirnya. Jongin menciumnya. KyungSoo nyaris terkena serangan jantung karna kejadian tadi siang terulang kembali. Namun kali ini berbeda. Jongin tidak langsung melepaskannya begitu saja. pemuda itu melumat bibir KyungSoo. Pelan dan lembut. Membuat KyungSoo tanpa sadar merasa nyaman dengan ciuman Jongin. Namun semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Jongin mengulum bibir bawah KyungSoo dan sedikit menggigitnya, meminta akses untuk masuk dan merasakan kehangatan mulut KyungSoo. Sang Dokter diam, tak mengerti maksud Jongin dan tak membuka mulutnya. Jongin tak mau menyerah begitu saja. Dia memaksa lidahnya masuk yang mau tak mau membuat KyungSoo membuka mulutnya. Jongin tersenyum karna perjuangannya(?) berhasil. Lidahnya segera melesak masuk dan menjelajahi isi mulut KyungSoo.

"Enghhh..." KyungSoo masih diam, tak membalas ciuman Jongin. Lidahnya diam, membiarkan lidah sang pemuda bermain sendirian dalam rongga mulutnya. Jari tangannya mencengkram tali yang menyatukan kedua tangannya, merasakan sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan. Tangan Jongin mulai menjalankan tugasnya. Jemarinya mencengkram seragam tim tanpa lengan yang melekat pada tubuh KyungSoo, merobeknya dan membuangnya begitu saja. KyungSoo hampir saja terlonjak ketika menyadari tubuh bagian atasnya sudah tak tertutupi apapun karna dia memang tak memakai bra saat menggunakan pakaian umbrella girl-nya. Tubuh putihnya kini terekspos, memperlihatkan payudaranya yang putih mulus dengan puting yang berwarna kecoklatan. KyungSoo berusaha berontak. Dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi kedua tangannya yang terikat membuat usahanya sia sia.

"nghh.." KyungSoo melengguh saat tangan sang pembalap meremas dadanya. Ibu jari Jongin mengusap puting KyungSoo lalu menekannya keras, membuat tubuh KyungSoo mengejang. Dadanya membusung sehingga tangan Jongin semakin leluasa memainkan payudaranya. Jongin melepaskan ciumannya karna sama sekali tak mendapat respon dari KyungSoo. Kepalanya turun dan ganti mengecupi leher sang dokter. KyungSoo sendiri sedang sibuk mengais udara sebanyak banyaknya.

"hah.. hah.. Jonginhh.. apahh yang kauhh.. mnhh.." KyungSoo mengerang saat Jongin mengusap kewanitaannya yang masih tertutup. Tanpa pikir panjang Jongin segera menarik rok pendek KyungSoo beserta dalamannya, membuat tubuh mungil itu kini benar benar polos. Tangan terampilnya(?) semakin gencar mengusap kewanitaan gadis cantik itu. Ingin rasanya KyungSoo menepis tangan nakal yang menggerayangi daerah terlarangnya. Tapi kedua tangannya masih terikat. Tanpa sadar, Dia malah membuka kedua pahanya hingga tangan Jongin semakin luluasa bermain di daerah pribadinya.

"ngghhh...apaahh..ahhh" KyungSoo mendesah tertahan saat jari tangan Jongin melesak masuk kedalam lubang perawannya. Tubuhnya bergetar saat jari jari yang terasa dingin itu mengorek ngorek kewanitaanya. Menciptakan sensasi nikmat yang menjalar keseluruh tubuh KyungSoo. Sang Dokter muda semakin mengejang saat tangan Jongin menyentuh klitorisnya.

"Hei Dokter Nerd! Bagaimana rasanya?" Goda Jongin sambil menggerakkan jarinya keluar masuk dalam kewanitaan KyungSoo. KyungSoo tak menjawab, hanya desahan yang keluar dari bibirnya.

"Hei! Jawab aku sayang" Jongin kembali menggoda KyungSoo dengan tangan yang masih menusuk nusuk kewanitaan sang dokter.

"Ahh.. ngah.. mmhh" Ibu jari dan kelingking Jongin menekan klitoris KyungSoo kemudian memilinnya lembut, membuat sang dokter harus menggigit bibir bawahnya menahan desahan. Jongin tersenyum mendengar suara KyungSoo yang sangat merdu ditelinganya. Pandangannya kini tertuju pada payudara KyungSoo yang putih mulus dengan puting yang kemerahan karna dia mainkan tadi. Jongin menjilat bibir bawahnya sendiri.

"nghhh.. Jongin.." Sedetik kemudian payudara KyungSoo sudah berada dalam mulut sang pembalap muda. Jongin menyedot kedua payudara KyungSoo bergantian. Dalam sekejab payudara KyungSoo telah basah oleh air liur Jongin. Sementara tangan kanan Jongin kini masih bermain main di kewanitaan KyungSoo.

"Ahh.. Jonginhh.. henti-kanhh.."

"Nikmati saja sayang" Gumam Jongin yang masih asik menyedot puting KyungSoo. Jongin terus menggerakkan jarinya yang terjepit lubang KyungSoo yang sempit. KyungSoo menggelengkan kepalanya. Dalam hati dia mengutuk tubuhnya yang terbuai sentuhan pemuda dihadapannya.

"Akkhhh... Jongiiinn.." KyungSoo berteriak keras dengan tubuh menggelinjang saat dia meraih puncaknya. Cairan kental keluar dari kewanitaanya dan menetesi seprei bergambar pororo dibawahnya. Gadis itu terkulai lemas. Tenaganya terkuras dan keringat mengalir deras dari tubuhnya. Tapi tangan Jongin masih terus mengaduk kewanitaannya. KyungSoo kembali mendesah saat Jongin menarik keluar jari tangannya. Jongin mendekatkan kepalanya pada selangkangan KyungSoo. Dia menjilati kewanitaan sang dokter hingga bersih.

"ngghh..." Jongin menciumi pangkal paha KyungSoo dan mengelus paha putih yang terasa lembut itu. KyungSoo mendongak saat Jongin kembali menciumi bibir kewanitaannya. Sensasi aneh kembali menjalari daerah kewanitaannya. Tangan Jongin mencengkram kedua paha KyungSoo. Sesekali dia menghisap hisap lubang kewanitaan sang gadis.

"ngahh.. ahh.. Jonginhh.. hentikaannhh.." Terengah-engah KyungSoo mencengkram tali yang mengikat tangannya berusaha menahan kenikmatan yang dia rasakan. Tubuhnya menggelinjang hebat ketika lidah Jongin menyusuri daerah kewanitaannya.

"aakhh... " KyungSoo memekik keras saat merasa kewanitaannya dikuak lebar lebar. Lidah Jongin terjulur masuk menjilati bagian dalam kewanitaan KyungSoo. Jongin menghisapnya lembut membuat sang gadis merintih hebat. Tubuh KyungSoo melengkung hingga dadanya membusung.

"Ngahh... Jongiiinn.." KyungSoo kembali mendesah keras dan menggelinjang saat lagi-lagi mendapatkan puncaknya. Cairan kental kembali membasahi kewanitaan gadis itu. Jongin menghentikan sejenak aktifitasnya, merasa kasihan pada KyungSoo yang terlihat kelelahan.

"J-jonginhh.. kenapa.. kau.. melakukan ini?" Jongin kembali menindih tubuh KyungSoo setelah sebelumnya memotong tali yang mengikat tangan sang gadis. Kepalanya mendekat pada telinga KyungSoo

"Aku juga tidak tau. Tapi kau membuatku merasa ingin melakukanya" Jawab Jongin ambigu. Dia lalu menjilat telinga KyungSoo sebelum sebelum gadis itu sempat menanyakan apa maksud jawabannya itu. KyungSoo kembali mengerang saat Jongin meremas remas payudaranya. Tangannya yang menganggur turun dan mengusap kewanitaan KyungSoo yang masih basah. KyungSoo menggigit bibir bawahnya. Beberapa saat kemudian Jongin menghentikan usapannya.

"Aku tidak tau kenapa. Tapi sejak pertama kali kita bertemu. Saat kau menabrakku, aku merasa ada yang menarik darimu. Kau sopan, ramah, bertata krama, hanya saja sedikit ceroboh. Penampilanmu memang tidak menarik, tapi aku merasa kau menyembunyikan dirimu yang sebenarnya" KyungSoo menatap Jongin yang juga menatapnya. Dia bersyukur karna matanya rabun jauh, bukan rabun dekat. Jadi dia bisa menatap mata Jongin dengan jelas. Tangan pemuda itu mengusap pipi chuby-nya yang dibuat merah padam tadi siang.

"Saat aku melihatmu lagi di Paddock, aku tau hal lain. Kau lucu, menggemaskan dan ternyata benar benar ceroboh. Kau semakin menarik bagiku. Kau punya banyak hal yang tidak dimiliki gadis lain" Jongin melanjutkan kalimatnya dan sedikit terkekeh dibagian 'ternyata benar benar ceroboh'. Sang juara dunia mendekatkan wajah mereka dan mencium kedua pipi KyungSoo.

"Dan saat aku melihatmu menjadi umbrella girl-ku, aku sangat senang. Karna dugaanku tepat. Kau menyembunyikan dirimu yang sebenarnya. Keindahan luar biasa yang tersembunyi dibalik penampilan nerd-mu" Jongin mengakhiri kalimatnya dengan mencuri sebuah ciuman singkat dari bibir KyungSoo. KyungSoo diam, menatap kesungguhan dalam mata pemuda dihadapannya. Gadis itu merasakan perasaan hangat yang belum pernah dia rasakan.

"Maaf aku melakukan ini padamu. Kau boleh melakukan apa saja setelah ini. Tapi izinkan aku melanjutkannya. Dan maaf, jika ini akan sakit" Jongin kembali mempertemukan bibir mereka. Mencium KyungSoo lembut, tidak menuntut seperti diawal tadi. Jongin meraih tangan KyungSoo, menuntunnya untuk memeluk lehernya. KyungSoo hanya menurut. Jongin mulai membuka zipper celanya dan mengeluarkan benda miliknya yang sudah menegang.

"Maaf Dokter nerd! Aku akan melakukannya sekarang " Ujarnya seraya mendekatkan kejantanannya pada kewanitaan KyungSoo dan menggesekkan benda besar itu disana.

Secara perlahan, sang pembalap mulai memasukkan penisnya ke dalam lubang KyungSoo. Dia agak mengernyit sesaat ketika merasakan ada penghalang yang menghalangi jalannya. Tapi kemudian dia tersenyum kecil. Dan dalam sekali hentakan Jongin membenamkan seluruh kejantanannya di dalam tubuh KyungSoo.

"Aakkhh, sakit Jongin" KyungSoo bening menetes dari matanya merasakan sakit yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

"Ohh..." KyungSoo melenguh dan memejamkan matanya rapat rapat ketika Jongin mulai menggerakkan penisnya dalam jepitan kewanitaannya. Gadis cantik itu memejamkan matanya, merasakan penis besar Jongin yang kini sedang menusuk-nusuk kewanitaanya. Memang sakit pada awalnya, tapi semakin lama, KyungSoo mulai merasakan sakitnya menghilang. Jongin menggerakkan penisnya cepat, membiarkan KyungSoo yang menggeliat kegelian dibawahnya. Sambil terus memompa kewanitaan KyungSoo, pembalap muda itu kembali mendekati dada perempuan itu dan menyedot nyedot putingnya.

"Mhhh... Jongin.. ahh.. ngahh.." Jongin mempercepat gerakannya membuat tubuh KyungSoo bergetar setiap kali kejantanannya menusuk kewanitaan KyungSoo dalam dalam. Wajah KyungSoo kian memerah, sesekali matanya terpejam.

"Sshhh.." Jongin mendesis merasakan liang kewanitaan KyungSoo yang sempit seperti memijat miliknya. Entah sadar atau tidak, pinggul KyungSoo kini mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan Jongin yang mengeluar-masukkan benda besar itu dalam kewanitaannya. Jongin menyeringai melihat KyungSoo yang awalnya menolak kini mulai menikmati permainannya. Sebuah ide jahil melintas dikepalanya. Dia tiba tiba menghentikan gerakannya membuat KyungSoo kaget. Gadis itu mencoba mencari kenikmatannya sendiri dengan terus menaik-turunkan pinggulnya.

"ngghhh….." Lenguh KyungSoo saat Jongin mencoba mengeluarkan kejantanannya dari kewanitaan KyungSoo. Secara refleks, kedua kaki KyungSoo menyilang dipinggang Jongin menahan Jongin agar tak mengeluarkan miliknya.

"Bukankah diawal tadi kau selalu memintaku untuk berhenti?" Goda Jongin dengan seringai iblis. Wajah KyungSoo merah padam. Rasanya dia ingin sekali mengutuk Jongin. Itu kan tadi, bukan sekarang. Kepalanya menggeleng, tangannya yang berada dileher Jongin menarik pemuda berkulit tan itu mendekat. Gadis itu langsung mencium bibir Jongin kasar. Meski tak mengucapkan apapun, Jongin tau KyungSoo memintanya untuk melanjutkan perbuatannya tadi. Jika bibirnya tidak sedang didominasi oleh KyungSoo, kita pasti bisa melihat senyum kemenangan yang akan dipamerkan Jongin. Dengan semangat 45(?), Jongin kembali menghentakkan penisnya dengan keras kedalam kewanitaan KyungSoo.

"Ngghhh..." KyungSoo tersentak dan tak sengaja menggigit bibir Jongin.

"mmhh... ahh.. aah.. Jonginhh.. ngaahh.. ohh" KyungSoo melepaskan ciumannya dan fokus(?) pada tusukan tusukan Jongin pada kewanitaannya. Selama beberapa menit berikutnya kedua-nya tenggelam dalam kenikmatan dari persetubuhan mereka. Beberapa kali KyungSoo mengeluarkan cairannya.

"mmhh... Jonginhh... Jonginhh.. oohh.." Tangan Jongin berulah lagi. Jari jarinya kembali bermain di payudara KyungSoo. Jongin meremas dan memelintir putingnya. KyungSoo mendesah keras, melampiaskan semua yang dirasakannya. Gadis itu menjerit, saat mendapatkan puncak kenikmatannya yang terakhir. Tubuhnya sudah benar benar lemas. Tangan dan kakinya yang tadi melingkari(?) tubuh Jongin terjatuh begitu saja. Tapi rupanya Jongin belum mendapatkan puncaknya. Pemuda itu terus memompa kewanitaan KyungSoo dengan cepat. Beberapa saat kemudian, dengan geraman panjang Jongin menyentakkan pinggulnya kuat kuat pada kewanitaan KyungSoo. Kedua tangannya mencengkram kuat kuat payudara KyungSoo membuat pemiliknya kembali menjerit.

"KyungSoo..." Jongin menggeram dan mengeluarkan cairannya dalam rahim KyungSoo. Dan...

Untuk pertama kalinya Jongin menyebut nama KyungSoo. Bukan memanggilnya dengan 'Dokter Nerd'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hai Gaes! Nih Chapter 3-nya

Kita buat peraturan aja gimana? Ane kagak bisa bikin yadong, jadi jangan protes soal yadong-nya. Okeee?

Makasih ya buat yang masih mau baca

Makasih juga buat yang udah review, maaf saya nggak bias bales satu satu

Dan maaf typo bertebaran dimana mana :D

.

.

.

.

Winter Soldier