Tittle : My Nerd Umbrella Girl Chapter 4
Author : Winter Soldier
Cast : -Kim Jongin
-Do KyungSoo (GS)
Other Cast : -Park Chanyeol
-Menma Uchiha (mungkin akan bertambah seiring berjalannya waktu(?))
Genre : Humor dikit, Romance(?), Friendship(?), Yadong dikit
Rate : bisa T bisa M (Tergantung permintaan dan penawaran(?) #DikiraEkonomiBisnis :v :v )
Warning : Absurd, Aneh, Gaje, Typo Bertebaran, Humor Gagal, SasuNaru Nyempil (FF KaiSoo ane nggak nyempil SasuNaru? Nggak greget)
Disclaimer : Ini FF milik saya dan asli dari imajinasi dalam otak somplak saya. KaiSoo milik orang tua mereka. Menma & SasuNaru milik Masashi Kishimoto Sensei dan saya udah dapet izin nyempilin mereka di ff gaje ini :v :v
.
.
.
Hai gaes!
Ane balik dengan ff gaje ane yang makin absurd ini!
Ane harap kalian kagak pada bosen & lupa sama ini benda absurd :v :v
.
.
Udahlah...
daripada ane kebanyakan ngomong, mendingan...
.
.
.
Happy Reading :D
.
.
.
.
Jongin membaringkan dirinya disamping KyungSoo. Matanya menatap sang gadis yang terdiam dengan mata terpejam karna kelelahan. Senyum lembut tercetak diwajah tampannya. Ada perasaan senang yang menghinggapi hatinya karna berhasil menjadi orang pertama yang membobol(?) kesucian gadis yang menjadi Dokternya itu. Jongin mengubah posisinya menyamping, membuatnya bisa melihat dengan jelas tubuh polos sang gadis yang tampak sangat indah dimatanya.
"Dokter Nerd?" Mata bulat KyungSoo perlahan terbuka. Gadis itu menghela nafas dan sama sekali tak menjawab Jongin membuat pemuda itu agak waswas dan merasa bersalah. Perlahan, KyungSoo menarik selimut Pororo yang ada dibawah kakinya dan menutupi tubuh telanjangnya.
"Ma-maaf aku..."
"Jongin.." Ucapan sang pembalap terhenti karna panggilan KyungSoo yang masih tak bergerak dari posisi awalnya.
"Bisa kau pinjamkan salah satu pakaianmu padaku? Aku ingin kembali ke-kamarku" Ucap KyungSoo dingin tanpa memandang lawan bicaranya. Kali ini Jongin terdiam, dia sudah menduga ini akan terjadi.
"Apa tidak sebaiknya kau.."
"Kumohon Jongin! Lakukan saja apa yang kukatakan! Aku ingin kembali kekamarku sekarang" Ucapan Jongin kembali dipotong oleh nada dingin KyungSoo. Gadis itu menatap langit langit kamar yang telihat buram dipenglihatannya. Jongin menghela nafas berat. Dia berdiri, merapikan celana jeans-nya lalu mengambil sebuah kaos berwarna biru dan celana training dari dalam koper yang ada disamping ranjang. KyungSoo segera meraih pakaian yang disodorkan Jongin dan memakainya ditempat.
Tanpa mengucapkan apapun, gadis itu bangkit dan mengambil kacamatanya yang ada dimeja nakas.
BRUG
"Sial.." KyungSoo mengumpat saat dirinya terjatuh karna merasakan nyeri dibagian selatannya.
"Jangan terlalu..."
"Tidak usah peduli padaku! Bukankah seharusnya kau ada dipesta sekarang? Rapikan dirimu dan kembalilah kesana! Aku akan kembali ke-kamarku sendiri" KyungSoo menepis tangan Jongin yang terulur untuk membantunya. Persis seperti saat pertama kali mereka bertabrakan. Bahkan KyungSoo membentak seperti Jongin walau dengan kalimat yang berbeda. Jongin menarik kembali tangannya. Huft.. Gadis itu pasti marah padanya. Pembalap muda itu mendekat dan mengangkat tubuh KyungSoo tanpa izin.
"YAKK! TURUNKAN AKU! AKU BISA BERJALAN SENDIRI" Bentak KyungSoo marah.
"Jangan membantah Dokter Nerd! Aku tau kau marah padaku! Tapi biarkan aku membantumu" Jongin menaruh(?) KyungSoo diranjang dan memakai kembali jaket tim-nya. KyungSoo membuang muka, sama sekali tak melirik Jongin saat pemuda itu kembali mengangkat tubuhnya.
"Dimana kamarmu?"
"Lantai 2! Kamar nomor 39" Gadis itu bahkan masih menggunakan nada dinginnya meski Jongin bertanya dengan lembut dan berniat membantunya.
Jongin mengantar KyungSoo ke-kamar yang disebutkan gadis itu. Sepanjang perjalanan, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari keduanya. KyungSoo asik dengan pikirannya sendiri sedangkan Jongin fokus pada lorong hotel yang dilaluinya.
"Ini kamarmu?" Tanya Jongin sambil menurunkan KyungSoo dari gendongannya. KyungSoo tak menjawab. Gadis itu langsung masuk begitu saja tanpa menoleh pada Jongin.
BRAK
Jongin menatap pintu yang baru ditutup kasar oleh KyungSoo. Pembalap muda itu mengacak tatanan rambutnya yang memang sudah berantakan sejak 'ekhm ekhm' dengan KyungSoo. Dalam hati dia menguuntuk dan menyumpah serapahi Chanyeol yang dia anggap biang masalah. Dia akhirnya lebih memilih kembali kekamarnya untuk membereskan kekacauan disana.
.
.
Sementara itu
"Hei Yeol! Kau lihat Jongin? Pesta ini diadakan untuknya tapi dia malah menghilang begitu saja" Chanyeol menanggapi pertanyaan dari salah satu teman sesama kru-nya dengan cengiran lebar yang entah apa maksudnya. Pemuda tiang itu kini sudah berada di pesta dan berkumpul bersama kru tim Movistar Yamaha.
"Jongin? Dia sedang mengurus sesuatu! Aku baru mendapat pesan darinya tadi" Jawab Chanyeol berbohong. Sudah jelas dia tau dimana Jongin dan kenapa pembalap muda itu menghilang. Karna dirinya-lah penyebab Jongin tidak ada di sini. Para kru hanya mengangguk dan kembali tenggelam dengan obrolan mereka.
'Dia sedang bersenang senang lebih tepatnya' lanjut Chanyeol dalam hati. Seringai nista terlihat diwajahnya membayangkan ekspresi Jongin saat melihat KyungSoo yang dia ikat diranjang.
'Mungkin setelah ini aku harus bersiap dibantai oleh KyungSoo dan Kris-ge, bahkan Suho Noona mungkin juga akan mengulitiku' Bukannya takut atau apa, Chanyeol justru malah terkekeh kecil memikirkan dirinya dalam bahaya(?) besar. -_-!
.
.
Pagi harinya
Tok tok tok
"Hei! Jongin! Buka Pintunya! Apa kau sudah membereskan barangmu? Kita akan terbang ke Australia jam 10" Jam baru menunjukkan pukul 06.03, tapi Chanyeol sudah berdiri didepan kamar hotel Jongin dan berteriak teriak memanggil si pembalap yang sepertinya masih berkelana didunia mimpi.
BRAK BRAK BRAK
"WOYY JONG! BUKA PINTU WOYY!" Pemuda itu semakin anarkis mengetuk pintu kamar Jongin karna tak juga dibukakan pintu.
"Apa mereka masih kelelahan karna efek semalam" Gumam Chanyeol agak heran karna Jongin yang biasanya sangat mudah dibangunkan tidak juga membuka pintu. Dia mengira KyungSoo masih didalam
Ceklek
Akhirnya pintu terbuka setelah beberapa saat Chanyeol bergumam sendiri. Chanyeol segera memasang cengiran lebar pada Jongin yang berdiri diambang pintu dengan tampang kusut, mata yang masih merem melek dan rambut yang acak-acakan.
"Pagi Jongin! Bagaimana dengan malam kalian? menyenangkan?" Tanya Chanyeol antusias sambil kepalanya bergerak gerak melihat bagian dalam kamar Jongin, mencoba mencari KyungSoo. Seketika mata Jongin benar benar terbuka saat menyadari Chanyeol berada didepannya. Aura gelap mulai menguar dari dari tubuh Jongin melihat Chanyeol yang memasang tampang seperti tidak punya dosa dan menanyakan hal yang membuat KyungSoo marah padanya semalam.
Twitch
"APANYA YANG MENYENANGKAN HAH? KAU TAU? GARA GARA KAU DIA JADI MARAH DAN MEMBANTING PINTU TEPAT DIDEPAN WAJAHKU" Bentak Jongin kesal sambil memukul lengan Chanyeol agak keras membuat pemuda tiang itu merintih sakit. Tangan Jongin beralih keleher Chanyeol dan beralih mencekik sahabat baiknya yang menjadi sumber masalah dalam kehidupannya sejak kemarin. Tapi tenang saja! Jongin tidak benar benar akan membunuh Chanyeol. Karna Jongin akui meski Chanyeol membuat KyungSoo marah besar padanya, tapi pemuda itu juga memberinya hadiah terbaik yang pernah dia terima -_- . Dia hanya ingin memberi tiang listrik ini pelajaran. Dan bukannya meminta maaf atau minta ampun, Chanyeol justru juga melakukan hal yang sama pada leher Jongin sehingga kini mereka terlihat seperti remaja perempuan ababil yang sedang cekik-cekikan karna rebutan cowok ganteng -_-! . (Ngaco banget ye gua? :v )
Pintu kamar sebelah tiba tiba terbuka. Pemilik kamar yang kita ketahui sebagai cucu dari pemilik hotel, keluar dari dalamnya. Ya... itu Menma. Tatapan pemuda yang sepertinya sedang bersiap untuk berolahraga itu langsung tertuju pada kedua orang yang kini sedang saling mencekik satu sama lain. Sebuah bulir keringat besar terlihat menggauntung dibelakang kepala Menma.
"JONGIN-NII ! CHANYEOL-NII ! HENTIKAN!" Pemuda berumur 18 tahun itu segera nyempil diantara Jongin dan Chanyeol, berusaha melerai keduanya. Cukup mudah karena postur Menma memang tak kalah tinggi dari Chanyeol dan Jongin. Meskipun jika ketiganya disejajarkan, Menma-lah yang paling pendek diantara mereka. Menma merentangkan tangannya, menjauhkan Jongin dari Chanyeol begitupun sebaliknya. Tapi tangan kedua orang itu justru malah berusaha saling mencakar.
"HENTIKAN! KALAU KALIAN INGIN SALING MEMBUNUH JANGAN DISINI! REPUTASI HOTEL KAKEKKU BISA HANCUR JIKA KALIAN MATI DISINI"
Krik krik krik
Kedua orang yang tadi saling melemparkan tatap tajam kini ganti melayangkan deathglare pada Menma.
"Apa kalian tidak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin? Kalian lebih tua dariku tapi kelakuan kalian jauh lebih parah dari adikku yang masih kelas 3 SD" Kedua-nya terdiam. Sepertinya mereka agak malu karna dikatai lebih ababil dari anak kelas 3 SD. Mereka membuang kearah yang berlawanan karna tak ingin bertemu pandang.
"Dia yang membuat masalahdenganku! Gara gara dia, si Dokter Nerd jadi marah besar padaku"
"Yaakk! Jika KyungSoo marah, itu karna kesalahanmu sendiri! Siapa suruh kau mengikuti rencanaku? "
"DIAAMMM! " Menma berusaha melerai kedua orang yang kini malah adu mulut. Tapi percuma karna mereka sama sekali tidak mendengarkan. Menma memijat pelipisnya nelangsa. Siapapun! Tolong bunuh dia sekarang!
.
.
.
SKIP
Bandara Internasional Tokyo
Kini mereka semua sedang berada di Bandara, bersiap untuk terbang ke Australia. Bagaimana dengan Chanyeol dan Jongin? Mereka baik baik saja. Setelah tadi pagi mereka membuat Menma hampir gila karena pertengkaran absurd mereka, keduanya akhirnya berbaikan. Jongin menceritakan semua yang terjadi pada Menma yang seketika membuat pemuda itu shock berat karna mengetahui Jongin yang paling anti dengan perempuan bisa melakukan hal tak senonoh pada seorang gadis. Lalu KyungSoo? Jongin sempat berjumpa dengannya saat di Lobby hotel. Gadis itu sudah kembali dengan setelan lamanya. Baju panjang, Rok Panjang, Rambut yang dikuncir kuda, dan kacamata minus yang bertengger dihidungnya. Jongin mencoba menyapa gadis itu, tapi KyungSoo mengacuhkannya dan langsung pergi meninggalkan Jongin yang membuat pemuda itu benar benar frustasi.
Balik ke cerita…
KyungSoo kini sedang berjalan sambil menyeret kopernya sendirian. Dia akan ikut ke Australia! Ya.. memang beginilah pekerjaan Kris! Mengikuti Jongin kemanapun Jongin berlomba! Berjaga jaga jika terjadi hal yang tak diinginkan saat balapan. Karna KyungSoo pengganti Kris, KyungSoo harus mengikuti Jongin ke Negara manapun balapan diadakan. Meski KyungSoo sebenarnya sangat ingin menghindari pemuda itu sejak kejadian semalam, bagaimanapun dia tetap harus melakukan pekerjaannya. Namun, kali ini dia membuat prinsip, dia tak akan berdekatan dengan Jongin lagi kecuali pemuda itu memang membutuhkannya. KyungSoo terus menyeret kopernya dengan agak kesulitan ditengah kerumunan orang orang yang berlalu lalang.
BRUK
Tanpa sengaja dia malah menjatuhkan tas ditangan-nya hingga isi tas itu berceceran dilantai. KyungSoo kalang kabut dan mencoba memunguti barangnya. Sepertinya Jongin benar tentang dirinya yang sangat ceroboh. KyungSoo terdiam, mengingat kembali semua kalimat Jongin yang mengatainya ceroboh kemarin.
"Ah.. sini Nee-san! Biar kubantu" Seorang pemuda menghampiri KyungSoo dan membantunya memunguti barang barang yang berceceran. KyungSoo mendongak menatap pemuda berambut raven yang dia tau adalah Menma, rekan satu tim Jongin.
"Terima kasih!" Ucapnya pada Menma. Pemuda berusia 18 tahun itu tersenyum lebar, dan memasukkan barang yang dipungutnya kedalam tas hitam milik gadis dihadapannya.
"Tidak masalah KyungSoo-nee! Aku senang bisa membantu kekasih Jongin-nii" Ucap pemuda itu santai.
Blush
Pipi KyungSoo memerah mendengar Menma memanggil dirinya sebagai kekasih Jongin.
"A-aku bu-bukan kekasih Jongin! A-aku hanya Dokter pribadi-nya" Sergah KyungSoo tergagap. Menma tersenyum kecil melihat KyungSoo yang salah tingkah. Kedua-nya berdiri setelah semua barang telah kembali masuk kedalam tas.
"Hahaha! tidak apa apa. Aku yakin sebentar lagi kalian akan jadian. Baiklah! Aku harus mengambil koperku yang tertinggal dimobil Kakekku. Aku pergi dulu Nee-san" Menma berlalu sambil melambaikan tangan ceria kearah KyungSoo. Meninggalkan sang gadis yang terdiam, berusaha mencerna apa yang Menma katakan.
Blush
Pipi KyungSoo kembali memerah. Kata kata Menma terngiang dikepalanya.
'Aku yakin sebentar lagi kalian akan jadian' KyungSoo menggelengkan kepalanya, mencoba menengenyahkan kalimat itu dari pikirannya. Disisi lain, tampak seorang pemuda yang tersenyum kecil melihat kejadian itu.
"Kerja bagus Menma" Gumam pemuda itu sebelum berlalu dari tempatnya berdiri.
.
.
.
SKIP (Lagi)
Melbourne! Ibu kota negara bagian Victoria. Kota terbesar kedua setelah Sydney di Australia. Akhirnya setelah perjalanan panjang dari Jepang, mereka sampai juga disini. Di kota yang berjarak 140 km dari Phillip Island.
"AKHIRNYA KITA SAMPAI JUGA" Teriak Menma heboh yang seketika membuat orang orang yang ada dibandara menoleh padanya. Oh.. Jika saja pemuda itu bukan salah satu pembalap terkenal, orang orang pasti sudah mengira pemuda hyperaktif itu tidak waras karna berteriak teriak gaje di bandara. Para kru tim geleng geleng kepala melihat kelakuan bocah itu. Sementara Jongin yang berada disebelah Menma terkekeh kecil melihat tingkah pemuda yang sudah dia anggap adiknya sendiri. Jongin berniat untuk menegur Menma namun….
BLETAK
"JANGAN BERTERIAK SEPERTI ITU! KAU MEMBUAT TEMAN TEMANMU MALU!" Menma mengusap kepala-nya yang baru saja mendapat pukulan penuh kasih sayang dari seorang wanita paruh baya berambut blonde.
"Kaa-san apa-apaan sih? tidak perlu memukul kepalaku begini! Bagaimana jika nanti kepalaku benjol dan aku jadi tidak tampan lagi? Tou-san! lain kali jangan diam saja saat Kaa-san memukulku" Gerutu Menma mengomeli si wanita blonde bermata biru safir dan seorang pria bermata onyx dengan rambut raven yang menutupi mata kirinya. Dua orang yang kita ketahui adalah orang tua kandung Menma.
'WAIT! Kaa-san? Tou-san?' Mata Menma mengerjab ngerjab menatap sepasang suami istri yang berdiri dihadapannya. Otaknya masih loading...
1 detik..
3 detik..
5 detik..
"TOU-SAN! KAA-SAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN DISI-mmmhhh" Teriak Menma histeris saat menyadari orang tua-nya berada disana. Dan andai saja Jongin tidak membekap mulutnya, mungkin Menma akan membuat mereka di giring(?) petugas keamanan karna membuat keributan.
"Kecilkan suaramu bocah" Perintah Jongin masih membekap mulut Menma. Menma mengangguk dan Jongin segera melepaskan bekapannya.
"Hah.. hah Baiklah... Kaa-san! Tou-san! kenapa kalian ada disini daaannn..." Ucapan Menma menggantung saat melihat gadis yang dia kenal berada dibelakang orang tuanya.
"Dan kenapa KyungSoo-nee bisa bersama kalian?" Tanya Menma bingung karna KyungSoo yang tak telihat sejak mereka keluar dari pesawat ternyata bersama orang tua-nya. Orang tua Menma, Uchiha Sasuke dan Namikaze (atau yang sekarang bermarga Uchiha) Naruto saling berpandangan sejenak sebelum Naruto berkacak pinggang dan menatap tajam anak-nya.
"Itu tidak penting! Kenapa kemarin kau tidak pulang hah? Apa susahnya pulang saat kau sedang ada di Jepang? Sekarang kau ikut kami anak nakal! Apa kau tidak tau Kaa-san sangat merindukanmu hah? bla bla bla..." Naruto menjewer telinga Menma dan menariknya yang membuat Menma merintih dan terpaksa mengikuti Ibunya.
"Ahh! Kaa-san! Sakit! Lepas.. aduh aduh" Sasuke yang melihat kelakuan istri dan anaknya menghela nafas. Sifat kedua orang itu sama saja.
"Hai Ahjussi! Apa kabar?" Sapa Jongin pada Ayah Menma (Sasuke). Mata pembalap muda itu melirik pada KyungSoo yang ada dibelakang Sasuke.
"Hn.. baik" Jawab Sasuke singkat, tidak jelas, tidak padat, dan tidak berkualitas. Jongin hanya tersenyum. Dia mengenal baik keluarga Menma. Jadi dia juga sudah kebal dengan sifat datar Ayah Menma. Sasuke melenggang pergi begitu saja meninggalkan Jongin bersama KyungSoo berdua.
"Emm... bagaimana kau bisa bersama mereka?" Jongin mencoba mencairkan suasana yang terasa kaku diantara mereka. KyungSoo diam dan berlalu meninggalkan Jongin seperti Sasuke tadi. Jongin menatap kepergiaan KyungSoo gusar. Sampai kapan gadis itu akan tetap seperti ini padanya?
.
.
SKIP (lagi)
Beberapa hari sudah berlalu sejak KyungSoo menggantikan posisi kakaknya sebagai dokter pribadi Jongin. 5 hari lebih tepatnya. Artinya sudah lima hari juga sejak kejadian 'Jebakan Pororo' Chanyeol. Selama itu pula KyungSoo selalu berusaha menghindari Jongin dan sama sekali tak bicara dengan pemuda itu. Gadis itu tak Hal itu cukup membuat Jongin yang biasanya tak peduli pada perempuan jadi frustasi. Bahkan para Kru dibuat heran dengan Jongin yang berbeda sejak meninggalkan Jepang. Hari ini hari Jum'at. Latihan bebas hari ke-3 para pembalap dilakukan hari ini. Jongin kini sedang duduk di pit dan sudah siap dengan baju balapnya.
"Hei Jongin! Kau ada masalah ya? Apa hubunganmu dengan KyungSoo masih belum membaik?" Jongin berdecak dan lebih memilih menutup kedua matanya. Dia sama sekali tak menanggapi pertanyaan Chanyeol yang kini duduk disampingnya.
"Apa kau yakin ingin ikut latihan hari ini Jongin?"
"Hmm" Gumam Jongin sebagai jawaban tanpa membuka kedua matanya.
"Kurasa lebih baik kau tidak usah ikut. Mengingat kau sama sekali tidak bisa fokus! Jika kau memaksa itu bisa membahayakan dirimu sendiri" Jelas Chanyeol mencoba menasehati sahabatnya.
"Aku baik baik saja Yeol"
"Kau tidak baik baik saja Jongin. Jika kau baik baik saja, tidak mungkin catatan waktu tercepatmu kalah 1 detik dari Menma di latihan hari pertama dan 2 detik dari rivalmu dihari kedua" Chanyeol sepertinya mulai dongkol dengan Jongin yang terus menyangkal dia punya masalah. Catatan waktu Jongin benar benar buruk di latihan bebas hari pertama dan kedua. Padahal biasanya Jongin sering sekali menjadi yang tercepat dilatihan bebas dan kualifikasi.
"Sudahlah Yeol! Sudah kubilang aku baik baik saja. Aku harus pergi" Jongin meraih helm-nya dan memakai pengaman(?) kepala itu. Sang pembalap segera menuju ke-motornya dan menaiki kuda besi itu sebelum membawanya keluar pit menuju lintasan.
Sepanjang latihan, Jongin mencoba fokus pada lintasan untuk memperbaiki catatan waktu-nya yang hancur. Dia memutari sirkuit beberapa kali mencoba membuat(?) catatan waktu yang lebih baik dari sebelumnya. Namun, dia kesulitan berkonsentrasi karna pikirannya masih saja teringat dengan KyungSoo yang masih tak mau bicara padanya. Dia merasa agak aneh! KyungSoo itu Dokter Pribadinya kan? Itu sama artinya Jongin bos KyungSoo bukan? Tapi kenapa gadis itu malah...
"Akkhhh..." Teriak Jongin yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Dia mencoba kembali berkonsentrasi untuk meraih catatan waktu yang lebih cepat saat dirinya kembali melewati garis start. Namun tak bisa, pikirannya tetap tertuju pada KyungSoo.
'hhh... bagaimana cara aku meminta maaf padanya jika dia tidak mau bicara padaku? Apa perlu aku cedera dulu agar dia mengobatiku dan aku bisa bicara padanya?' Sebuah ide gila mendadak muncul dikepala Jongin.
'Apa aku cedera saja ya?' Pikirnya agak ragu saat dia baru sampai di tikungan ke 3 dengan mengurangi sedikit kecepatannya karna karakter tikungan yang high speed . Motor Jongin menuju tikungan 4. Berbeda dengan tikungan 3 yang bisa diatasi dengan kecepatan cukup tinggi, disini pembalap harus menurunkan kecepatannya. Tikungan 4 harus dilalui dengan kecepatan sedang atau rendah sehingga pembalap harus mengerem untuk mengurangi kecepatan sebelum berbelok. Namun, bukannya menurunkan kecepatan motornya, Jongin justru sengaja memperlambat pengereman. Akibatnya dia memasuki tikungan dengan kecepatan yang masih cukup tinggi. Jongin keluar lintasan dan kehilangan kendali motornya hingga menabrak pembatas. Beruntung Jongin baik baik saja. Pemuda itu segera berdiri dan berjalan menjauhi motornya dengan tertatih. Beberapa Marshal (Petugas Moto GP yang salah satu tugasnya mengamankan pembalap yang kecelakaan) segera menghampiri Jongin dan membantu memgevakusi(?) motornya. Paramedis segera bergerak mendekati Jongin yang berjalan tertatih tatih menjauhi tenpat dia terjatuh. Pemuda itu melepas helm-nya hingga terlihat wajahnya yang menahan sakit. Pergelangan kaki kanannya terasa nyeri karena menabrak pembatas. Ya.. dia merasa agak menyesal karna sengaja terlambat mengerem saat dia harusnya mengurangi kecepatan. Jongin langsung menolak saat salah satu tim medis berniat membantunya berjalan.
"Tidak usah, tolong panggilkan kru tim-ku saja" Orang itu mengangguk dan segera menjauh dari Jongin.
"JONGIN" Chanyeol bersama seorang kru lain menghampiri Jongin dengan wajah panik dan segera memapah pembalap mereka.
"Kau baik baik saja?" Tanya Chanyeol khawatir. Jongin mengangguk pelan mencoba meyakinkan sahabatnya dia tidak apa apa. Tapi percuma karna pada akhirnya dia kembali meringis ketika kakinya terasa nyeri saat digerakkan.
"Kami akan membawamu ke-KyungSoo"
.
.
"KYUNGSOO!" Chanyeol berteriak memanggil sang dokter saat mereka telah sampai di pit. Orang yang dipanggil tampak berlari keluar dari pit dengan wajah tak kalah panik dari Chanyeol tadi. Jongin tertegun! Ini pertama kalinya dia melihat KyungSoo yang terlihat sangat khawatir. Bahkan ini pertama kalinya dia melihat KyungSoo mengeluarkan ekspresi sejak kejadian di Jepang.
"Cepat bawa dia ke Paddock! Aku akan memeriksanya disana" Kedua orang yang memapah Jongin mengangguk dan segera melaksanakan perintah KyungSoo. Mereka membawa Jongin ke Paddock dan mendudukkannya dikursi lalu pergi membiarkan KyungSoo memeriksa Jongin.
"Kau beruntung! Tadinya kupikir tulang kakimu akan retak bahkan patah karna menahan tubuhmu saat menabrak pembatas. Tapi ternyata kau hanya terkilir" KyungSoo meletakkan(?) kaki kanan Jongin perlahan. Pemuda itu tak bergeming. Pandangannya sejak tadi tak lepas dari wajah KyungSoo yang fokus pada kakinya. Terselip rasa bahagia dalam hati Jongin melihat ekspresi khawatir KyungSoo saat dia dipapah oleh Chanyeol dan salah satu kru.
"Kenapa kau memandangiku seperti itu?" Tanya KyungSoo heran dengan sikap Jongin yang malah tersenyum gaje setelah mengalami kecelakaan.
"Ini pertama kalinya kau bicara padaku sejak kita datang ke Australia" Wajah KyungSoo mendadak berubah dingin kembali karna Jongin mengungkit kejadian itu. Gadis itu menghela nafas lalu beralih duduk disamping Jongin.
"Kenapa denganmu Jongin? Kenapa kau bisa sampai jatuh tadi?" Tanyanya datar tanpa melirik sedikitpun pada Jongin. Yang ditanyai hanya tersenyum, dia senang karna akhirnya KyungSoo mau bicara dengannya lagi.
"Bukankah itu hal wajar? Setiap pembalap memiliki resiko tinggi mengalami insiden saat sedang berlomba" Jawab Jongin santai seolah hal yang dialaminya memang murni kecelakaan.
"Kau fikir aku bodoh?" Jongin menatap KyungSoo bingung.
"Apa Maksudmu? Aku hanya terlambat mengurangi kecepatan. Itu saja!" KyungSoo tersenyum remeh dan membenarkan sedikit kacamatanya. Gadis itu akhirnya menghadap pada Jongin dan menatap remeh pemuda dihadapannya.
"Kau tidak berharap aku percaya dengan alasanmu kan? Kau itu juara dunia Jongin. Aku yakin kau benar benar mengerti tentang mengurangi kecepatan sebelum berbelok. Tapi tadi kau malah baru mengurangi kecepatanmu saat detik detik terakhir. Itu yang membuatmu terlempar keluar lintasan"
"Tikungan di Phillip Island berkarakter high speed, jadi tidak masalah jika aku tidak terlalu mengurangi kecepatanku" Jongin masih saja berusaha menyangkal.
"Oh ya? Kau terjatuh ditikungan 4 Jongin! Memang hampir semua tikungan di Phillip Island berkarakter high speed, tapi tidak dengan tikungan 4 dan 10. Semua pembalap tau itu termasuk kau. Bahkan dilintasan sudah ada tanda dimana kau harus mulai mengerem saat akan memasuki tikungan"
Skat Mat! Ternyata KyungSoo tau banyak tentang balapan. Bola mata Jongin bergerak gelisah mencari alasan yang bisa dia gunakan untuk meyakinkan KyungSoo.
"Aku hanya..."
"Apa kau mencoba bermain main mentang mentang sudah menjadi juara dunia Jongin? Latihan bebas hari pertama kau tertinggal 1 detik dari Menma. Hari kedua kau tertinggal 2 detik dari rivalmu. Dan dihari ketiga kau terlempar keluar lintasan. Jika saja ini adalah hasil dari 3 seri balapan, kau berada diposisi 7, 10 dan out" Jongin tersentak karna KyungSoo ternyata tau tentang catatan waktunya di 2 latihan bebas sebelumnya. Dia tak menyangka ternyata KyungSoo memperhatikan dirinya.
"Aku hanya kurang fokus"
"Kurang fokus? Kau bukan kurang fokus tapi sama sekali tidak fokus. Kenapa kau tidak bisa..."
"Bagaimana aku bisa fokus jika terus teringat tentang kau sedang marah padaku?"
DEG
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hai gaes! Nih chapter 4-nya. Makin Gaje kan? SasuNaru nyempil coba :v. Biar lucu gitu maksudnya, tapi jadinya malah gaje. Maaf ya kalo mengecewakan
Oke… makasih ya buat masih mau baca
Makasih juga udah review di chapter 3, maaf nggak bisa bales satu satu
Maaf typo bertebaran
Dan maaf saya mengganggu kehidupan kalian dengan update ini FF :v :v
Untuk pemberitahuan jujur sebenernya saya nggak terlalu tau tentang jadwal latihan bebas MotoGP. Jadi maaf jika ada kesalahan
.
.
.
.
Winter Soldier
