itle : My Nerd Umbrella Girl Chapter 5
Author : Winter Soldier a.k.a Kim JongDi
Cast : -Kim Jongin
-Do KyungSoo (GS)
Other Cast : -Park Chanyeol
-Menma Uchiha (mungkin akan bertambah seiring berjalannya waktu(?))
Genre : Humor dikit, Romance(?), Friendship(?), Yadong dikit
Rate : bisa T bisa M (Tergantung permintaan dan penawaran(?) #DikiraEkonomiBisnis :v :v
Warning : Absurd, Aneh, Gaje, Typo Bertebaran, Humor Gagal, SasuNaru Nyempil (FF KaiSoo ane nggak nyempil SasuNaru? Nggak greget)
Disclaimer : Ini FF milik saya dan asli dari imajinasi dalam otak somplak saya. KaiSoo milik orang tua mereka. Menma & SasuNaru milik Masashi Kishimoto Sensei dan saya udah dapet izin nyempilin mereka di ff gaje ini :v :v
.
Hai gaes! Ane bawa MNUG chapter 5
Okehhh… ane nggak mau banyak cing cong
Jadi mendingan…..
.
Happy Reading :D
Chanyeol tidak pernah merasa se-merinding ini sebelumnya. Tapi sumpah kejadian di depan matanya benar benar terihat horor. Baru saja dia membuka pintu Paddock, tapi pemandangan Jongin yang sedang tersenyum gaje sedirian langsung membuatnya merinding. Bahkan dia lebih rela terjebak di rumah angker daripada melihat sahabat baiknya yang sedang tersenyum gaje setelah kecelakaan. Padahal dia masih ingat betapa mendung-nya wajah Jongin sejak beberapa hari ini.
"Jongin benar benar sedang tidak sehat" Gumamnya dengan ekspresi jijik. -_-!
"Apa maksudmu Nii-san?" Chanyeol berbalik menghadap Menma yang entah bagaimana sudah berada tepat disampingnya.
"Sejak kita tiba di Australia, dia selalu tampak murung dan tidak bersemangat. Tapi lihatlah sekarang! setelah terjatuh di lintasan dia malah tersenyum tidak jelas. Kurasa insiden itu membuat otaknya sedikit bergeser" Menma yang sepertinya belum mengerti maksud Chanyeol mencoba melihat kearah Jongin. Dan benar saja! terlihat Jongin kini sedang tersenyum-senyum aneh seperti orang tidak waras -_- . Seketika itu juga Menma dibuat merinding seperti Chanyeol sebelumnya. Menma kembali menghadap Chanyeol dan menatapnya sambil bergumam 'kau benar'. Jongin yang sudah menyadari keberadaan dua makhluk yang sedang mengerumpi(?) tentang dirinya tampak tak peduli. Matanya melirik sebentar pada mereka dengan senyum aneh yang sangat mengkhawatirkan(?) (yang dimaksud mengkhawatirkan adalah khawatir jika Jongin memang benar benar gila :v ). Pemuda berumur 24 tahun itu beralih menatap kakinya yang terkilir dan sesaat kemudian dia malah cekikikan, membuat Menma dan Chanyeol kembali dibuat merinding. Jongin tak peduli. Hatinya sedang sangat bahagia dan dia tak ingin ada yang mengacaukannya lagi. Sebaiknya kita flashback saja kejadian sebelumnya agar tau kenapa Jongin berubah aneh seperti itu.
.
Flashback
.
"Bagaimana aku bisa fokus jika aku selalu teringat kau sedang marah padaku?"
DEG
Jantung KyungSoo serasa berhenti bekerja mendengar apa yang Jongin katakan. Matanya menatap tak percaya pada Jongin yang kini menyenderkan punggungnya disandaran sofa sambil mengusap wajahnya frustasi. Apa semua hasil buruk yang didapat Jongin selama latihan bebas karna dirinya? Apa penyebab pemuda itu terlihat berantakan dan frustasi adalah dirinya?
"Kau terus mendiamkanku dan sama sekali tak mau bicara padaku. Apa kau pikir hal itu tak mengganggu pikiranku?" KyungSoo menghela nafas dan berdecak. Dia merasa agak bersalah karna mendiamkan Jongin beberapa hari ini. KyungSoo tak tau jika itu akan berakibat buruk untuk sang pembalap. Gadis itu menunduk, merenungkan apa yang sudah terjadi. Sebenarnya KyungSoo sama sekali tak bermaksud mengabaikan pemuda itu. Dia hanya kesal karna dijadikan bahan taruhan oleh Jongin dan Chanyeol. Ayolah.. memangnya siapa yang tidak akan marah dan kesal jika dijadikan bahan taruhan tanpa alasan yang jelas? Apalagi karna taruhan konyol itu, KyungSoo jadi terbuai(?) dan merelakan keperawanannya direnggut oleh Jongin. Lupakan fakta jika KyungSoo juga menikmatinya saat itu -_- .
Oh... andai saja Kris tau KyungSoo diperlakukan seperti ini, dia pasti tidak akan segan segan memutilasi kedua sahabat itu mengingat Kris menderita Sister Complex sebelum menikah dengan Suho.
"Apa karna itu catatan waktumu menjadi benar benar hancur?" Jongin membuang nafas kasar sebelum akhirnya mengangguk pelan. KyungSoo memejamkan matanya. Wajahnya yang selalu terlihat dingin perlahan mulai melembut.
"Apa jika aku memaafkanmu. Kau akan fokus pada balapanmu?" Jongin mengangkat kepalanya dan menatap KyungSoo seolah mengatakan 'Kau akan memaafkanku?'
KyungSoo tersenyum tulus yang seketika membuat senyum diwajah Jongin mengembang.
"Aku akan memaafkanmu. Tapi dengan syarat, kau harus menang di 3 seri tersisa" Senyum diwajah Jongin luntur seketika. Yang benar saja...
"APA? Kau gila? Kau tau sendiri catatan waktuku. Aku tidak mungkin menjadi salah satu dari 10 orang tercepat . Jadi tak mungkin aku bisa ikut kualifikasi" Protes Jongin bangkit dari posisinya. Pemuda itu bahkan hampir lupa dengan kakinya yang terkilir.
"Tidak ada alasan. Masih ada kualifikasi pertama (QP 1) nanti sore. Kakimu tidak apa apa. Jadi kau bisa ikut. Dan jika kau bisa menjadi salah satu dari 2 orang tercepat, kau bisa mengikuti kualifikasi kedua (QP 2) besok dan punya kesempatan start diposisi terdepan" KyungSoo meraih tangan Jongin dan menariknya agar kembali duduk.
"Bagaimana kau bisa tau banyak hal tentang balapan?" Tanya Jongin bingung dengan KyungSoo yang bahkan juga tau tentang aturan kualifikasi.
"Tidak usah membahas hal yang tidak penting! Pokoknya jika kau tidak juara di 3 seri terakhir, aku tak akan memaafkanmu" Jongin memasang wajah memelas yang terlihat sangat menggelikan, berharap KyungSoo akan meringankan syarat yang dia berikan. KyungSoo tak peduli dan justru malah menahan tawa melihat sang pembalap yang benar benar OOC saat bersamanya.
"Tapi tetap saja sulit Dokter nerd! Mungkin aku masih bisa menang disini. Tapi kau tau sendiri aku punya masalah di Sepang dan tidak pernah sekalipun juara disana" Protes Jongin lagi. KyungSoo berfikir sejenak. Ya.. memang benar! Setau KyungSoo, selama 8 tahun berkarir didunia balap, Jongin tidak pernah meraih podium pertama di Malaysia. Torehan terbaiknya di Negeri Jiran itu hanya finish di posisi 3 saat pemuda itu masih di kelas moto2. Entah apa yang membuat Jongin sulit naik podium setiap balapan di Sepang.
"Baiklah... akan kupermudah! Jika kau bisa naik podium di 3 seri terakhir, aku akan memaafkanmu"
"Bahkan diposisi ketiga?"
"Ya.. pokoknya kau harus naik podium" Jawab KyungSoo santai sambil meraih sebuah kaleng minuman dimeja yang tadi diberikan oleh salah satu kru padanya. Jongin berfikir sejenak sebelum kemudian mengeluarkan seringai iblis.
"Baiklah! Tapi kau yang harus jadi Umbrella Girl-ku"
Brush
KyungSoo hampir saja menyemburkan cairan soda yang baru akan dia telan. Beruntung tangan kanannya sempat menutupi bibirnya sendiri. Dokter muda itu menelan paksa cairan yang tertahan dalam mulutnya.
"Uhuk.. Apa kau bilang?" Tanya KyungSoo terbatuk kecil. Merasakan sesak karna menelan paksa minumannya. Jongin terkikik geli melihat reaksi KyungSoo.
"Ya... Kau harus jadi Umbrella Girl-ku. Aku butuh seorang gadis untuk memayungiku. Ssshh... dan aku ingin kau yang melakukannya" Jelas Jongin sambil mengurut kecil kakinya yang terasa nyeri. Kali ini KyungSoo yang melayangkan tatapan protes.
"Yakk! Pertama dan terakhir kali melakukannya, aku harus kehilangan ke-gadisanku! Aku tak mau mengulanginya lagi" Balas KyungSoo menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Senyum jahil terlihat sekilas diwajah Jongin. Namun pemuda itu segera menutupinya dengan ekspresi serius.
"Hei! Aku juga kehilangan keperjakaanku. Tapi aku tidak masalah. Aku malah senang dan jika bisa aku ingin mengulanginya lagi dengan orang yang sama" KyungSoo cengo. Mengulanginya? Dengan orang yang sama? Entah kenapa ucapan Jongin terdengar seperti 'Aku ingin menidurimu lagi' ditelinga KyungSoo. Kedua kalimat itu memang punya makna yang sama kan? KyungSoo gondok seketika. Tangan mungilnya mengangkat kaki Jongin yang terkilir dan menghempaskannya secara kasar. Kaki kanan Jongin kembali berdenyut nyeri dan membuat pemiliknya mengaduh kesakitan.
"Jika kau terus bicara ngawur seperti itu, aku akan membuat kakimu benar benar patah Kim Jongin" Ancam KyungSoo menatap Jongin horor. Gadis itu membuang muka kearah lain. Merajuk sepertinya. Jongin yang tadinya terus mengeluh sakit kini tersenyum lembut. Dia senang bisa kembali akrab dengan KyungSoo. Dia senang gadis itu tak lagi bersikap dingin padanya.
"Aku hanya bercanda Dokter Nerd!" Jongin meraih pipi KyungSoo dengan sebelah tangan dan memaksa sang gadis yang masih cemberut agar menghadap padanya. Dia tersenyum kecil melihat ekspresi cemberut KyungSoo yang terlihat menggemaskan dimatanya. Bibirnya yang mengerucut seolah mengundang Jongin untuk melumatnya habis habisan :v (Jongin Kumat)
"Tapi aku serius ingin kau menjadi Umbrella Girl-ku" Lanjutnya melepaskan pipi KyungSoo.
"Kau janji tidak akan taruhan atau melakukan hal bejat padaku setelah balapan?" Tanya KyungSoo seolah menyindir Jongin. Pemuda itu kembali tersenyum. Entah ini sudah keberapa kalinya Jongin tersenyum sejak kecelakaan 45 menit lalu. Padahal sebelum ini pemuda itu sangat irit senyum dan selalu mengeluarkan aura suram :v
Semua yang dikatakan KyungSoo seolah bisa membuat sudut bibirnya tertarik keatas.
"Iya.. aku janji" Gumam Jongin diiringi kekehan kecil. KyungSoo bangkit dari duduknya dan merapikan sedikit Rok hitam panjangnya.
"Aku akan mencari minyak. Aku akan mengurut kakimu agar cepat sembuh dan kau bisa ikut Kualifikasi sesi 1 nanti sore" Gadis itu berlalu menjauhi Jongin dan berniat keluar dari sana. Tapi sang pembalap yang merasa KyungSoo belum memberi jawaban segera berteriak saat Dokter muda itu baru membuka pintu.
"Hei Dokter Nerd! Jadi bagaimana? kau mau jadi Umbrella Girl-ku lagi tidak?" Tanya Jongin berteriak. KyungSoo berbalik dan menampilkan senyum manisnya. Senyum yang sudah beberapa hari tak dilihat oleh Jongin. Jongin terpana. Itu adalah senyuman yang berhasil membuat Jongin melongo seperti orang bodoh saat di Motegi minggu lalu. Meski penampilan KyungSoo mungkin tidak secantik saat itu. Tapi entah kenapa senyum gadis berpenampilan nerd itu tatap terlihat mempesona bagi Jongin.
"Yaa.. mau bagaimana lagi? Jika kau memang butuh bantuanku, tak ada alasan untukku menolak" KyungSoo keluar dari ruangan itu meninggalkan Jongin yang tersenyum senyum gaje setelah kepergiannya -_-!
END
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Flashback-nya yang END maksudnya :v
Nah... terjawab sudah alasan Jongin jadi tersenyum aneh sejak tadi. Ya.. itu karna seorang gadis yang menjabat sebagai Dokter Pribadi-nya.
KyungSoo!
Jongin masih tampak tak peduli dengan kedua sahabatnya dan asik dengan dunia-nya sendiri.
Chanyeol dan Menma kini masih saling berbisik membicarakan Jongin yang mendadak gila.
"Chanyeol-nii! Kenapa aku mulai merasa takut pada Jongin-nii ya?" Gumam Menma horor
"Sama! Kurasa sebaiknya kita jangan ganggu dia. Dia sedang benar benar gila" Keduanya kini saling pandang dan mengangguk bersamaan.
"Setuju" Ucap keduanya kompak.
"Kalian sedang melihat apa sih?" Bahkan mereka mengabaikan begitu saja pertanyaan dari seorang gadis yang mendadak muncul dibelakang mereka. Merasa diabaikan, gadis yang sepertinya ingin masuk itu langsung menerobos melewati dua pemuda tiang yang menghalangi pintu.
"Hei Jongin! Kau baik baik saja?" Gadis itu mendadak berubah panik dan segera menghampiri Jongin yang terlihat tersenyum senyum aneh.
"Kau tidak apa apa kan? Apa kau cedera? Apa tulangmu ada yang patah? Apa kepalamu pusing? Lehermu? Lenganmu? pergelanganmu? Kenapa kau bisa sampai terjatuh hah? Dasar Adik bodoh! Gara-gara kau, Umma jadi mengomeliku saat aku baru sampai di bandara" Gadis itu langsung berceramah sambil memeriksa setiap jengkal tubuh Jongin dengan sadis. Mulai dari lengan, leher, kepala, punggung dll. Chanyeol dan Menma yang menyaksikan kejadian itu malah bengong dan sama sekali tidak ada niat untuk membantu Jongin.
"YAKK! NOONA! HENTIKAN! KAU MAU MEMBUNUHKU YA?" Gadis itu menghentikan acara memeriksa(?)nya dan nyengir tanpa dosa. Sepertinya dia tak sadar sudah mengganggu sang adik dari khayalan indahnya tentang seorang gadis -_-
"Hehe... Jarang jarang aku bisa menyiksamu kan Jongin?" Jawab gadis itu dengan watadosnya. Jongin sweatdrop. Kakaknya sangat 'perhatian' sekali padanya. Tunggu dulu!
Mata Jongin melebar dan menatap heran gadis dihadapannya.
1 detik...
2 detik...
5 detik...
10 detik... (Jongin lemot ye?) #DilemparBatako
"NOONA! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?" Teriakan histeris Jongin seketika membuat ketiga orang lainnya harus menutup paksa telinga mereka. Gadis yang tidak lain adalah kakak kandung Jongin melayangkan deathglare mematikan pada sang pembalap. Sedangkan kedua orang yang tadi merumpi diambang pintu kini sudah lenyap entah kemana.
"Heii! Kau mau membuat telingaku tuli ya? " Protesnya memukul lengan Jongin yang kini melongo menatap sang kakak.
"Kenapa Noona bisa ada disini? " Tanya jongin tak memperdulikan protesan kakaknya tadi. Kakak Jongin yang kita tau bernama Xiumin itu menaikkan sebelah alisnya, seolah tak mengerti maksud sang adik.
"Maksudmu apa? Tentu saja aku disini untuk menemanimu sebelum balapan" Xiumin dengan santai mengambil tempat disamping Jongin. Jongin melotot dan sedikit menjauh dari sang kakak. Ini berita buruk. Jika kakaknya ada disini, berarti dia tidak akan dipayungi oleh KyungSoo. TIDAKK! Jika itu sampai terjadi, sia sia-lah pengorbanan Jongin dengan sengaja menjatuhkan dirinya dilintasan.
"APAA? Ta-tapi… bu-bukankah kau bilang ingin menjaga JongDae hyung?"
"JongDae bilang sudah tidak apa apa! Padahal kaki kirinya patah karna kecelakaan itu. Dia itu terlalu perhatian padamu! Dia yang menyuruhku kemari karna tau kau tidak suka ada yang memayungimu selain aku" Jawab Xiumin cemberut. Dia kesal karna sang kekasih justru memintanya untuk menemani Jongin balapan. Padahal dia sangat ingin merawat JongDae hingga benar benar sembuh.
"Ta-tapi Noona! A-aku…."
Ceklek
Pintu yang terbuka membuat Jongin gagal menyelesaikan kalimatnya.
"Jongin! Aku tak menemukan minyak untuk mengurut kakimu. Jadi…" KyungSoo yang baru saja menutup pintu menghentikan ucapannya melihat seorang gadis disamping Jongin. Xiumin menatap heran KyungSoo. Sepertinya dia merasa aneh karna selama init tak ada seorang perempuanpun yang diperbolehkan masuk kedalam paddock oleh Jongin.
"Ah… maaf aku mengganggu ya? " Tanya KyungSoo yang merasa agak tidak enak mengganggu obrolan Jongin dengan gadis yang dia tau adalah Kakak Jongin.
"Kau siapa? " Bukannya mengatakan sesuatu seperti 'tidak apa apa' atau 'kau tidak mengganggu', Xiumin justru malah bertanya siapa KyungSoo. Ya.. sebenarnya wajar saja karna Xiumin memang tidak mengenal KyungSoo. Xiumin mengamati penampilan KyungSoo Dari atas kebawah. Dia baru tau ternyata ada gadis yang suka memakai pakaian serba panjang di jaman modern seperti ini.
"A-ah… A-aku Do KyungSoo. Aku dokter pribadi Jongin" KyungSoo memperkenalkan dirinya dan membungkuk sebentar. Xiumin mengalihkan pandangannya pada Jongin.
"Dokter Pribadi? Bukannya Dokter pribadi-mu itu Yifan ya Jongin?"
"Dia adik Kris-ge Noona! Dia sedang cuti, jadi si Dokter Nerd menggantikannya" Jongin menjelaskan. Xiumin ber-oh ria dan mengangguk paham. Jangan tanya kenapa dia tidak bertanya tentang pangilan Dokter Nerd itu. Tanpa bertanya pun dia sudah tau yang dimaksud Jongin adalah KyungSoo karna sang adik suka member 'gelar' secara sembarangan pada orang lain. Dia kembali menatap KyungSoo yang masih berdiri ditempatnya. Kali ini dengan senyum manis.
"Ah! Jadi kau adik kandung Yifan ya? " KyungSoo membalas senyuman Xiumin dengan senyumannya yang bisa membuat author terkena diabetes dadakan (saking manisnya) :v
"Iya benar ! Mmm… maaf, apa aku tadi mengganggu obrolan kalian? Aku hanya ingin mengurus kaki Jongin yang terkilir" KyungSoo membungkuk sebentar sebagai permintaan maaf.
"kau tidak mengganggu Dokter nerd! Lagipula kenapa kau lama sekali? Kau tidak tau berapa lama menunggumu hah? "
"Maaf Jongin. Aku kan sedang mencari minyak untuk mengurut kakimu" KyungSoo mendekati Jongin dan memegang kaki kanannya yang terkilir. Xiumin sedikit menjauh dari mereka agar KyungSoo bisa lebih leluasa mengobati kaki adiknya.
"Apa masih terasa sakit?" tanya KyungSoo lembut sambil memijat pelan kaki Jongin. Jongin meringis pelan setiap kali KyungSoo memijat kakinya agak keras. KyungSoo menurunkan kaki Jongin secara perlahan karna pemuda itu terus merengek sakit.
"Kurasa agak sulit memijat tanpa minyak. Aku akan mencari minyak lagi. Kau tunggu dulu ya" KyungSoo kembali berdiri dan berniat pergi dari sana tapi Jongin menahan tangannya.
"kau mau pergi kemana lagi? Kenapa kau suka sekali meninggalkanku?" Tanya jongin agak mendramatiasir -_-
"Aku ingin mencari minyak. Hanya sebentar! "
"Janji benar benar hanya sebentar? "
"Iya aku janji!" KyungSoo berlalu pergi setelah sebelumnya melayangkan senyum manis yang membuat Jongin kaku ditempat. Jongin kembali tersenyum gaje, membayangkan senyum manis KyungSoo.
"adikku sedang jatuh cinta ya"
DEG
Astaga! Jongin lupa Xiumin masih disana. Dia menoleh pada sang kakak yang kini tersenyum jahil disampingnya.
"A-apa maksudmu Noona? A-aku tidak... "
"kau mudah ditebak Jongin. Lagipula aku tidak pernah melihatmu sedekat itu dengan seorang gadis. Caramu menatapnya. Tingkah bodohmu saat melihat senyumnya. Sudah terlihat bahwa kau suka padanya"
"Tapi aku benar benar tidak…"
"Tidak usah mengelak Jongin! Aku kakakmu! Aku sangat mengenal dirimu" Jongin terdiam sebentar. Mengingat semua tentang KyungSoo yang selalu membuatnya bahagia. Mungkin benar dia mencintai KyungSoo.
"Arrgghhh… aku tidak mengerti. Tapi baiklah! Aku akui, aku memang menyukainya" Teriak Jongin pada akhirnya. Xiumin tersenyum. Dia senang adiknya yang selalu menjauh dari wanita, kini sedang jatuh cinta pada seorang gadis.
"Aku senang kau akhirnya menemukan seorang gadis yang bisa menghancurkan tembok gengsimu. Tapi yang membuatku heran, kau menyukai seorang gadis yang berpenampilan nerd dan menolak semua gadis cantik yang mendekatimu. Kau bahkan menolak Krystal yang menembakmu 6 tahun lalu. Padahal gadis itu sudah jelas sangat cantik. Apa kau tidak bisa melihat sesuatu yang sudah jelas telihat indah?" Jongin mendengus. Dia merasa sang kakak merendahkan KyuingSooo-'nya'.Ya… memang dia menolak Krystal, gadis cantik yang menembaknya 6 tahun lalu dan menyukai KyungSoo yang berpenampilan nerd. Tapi bukan berarti dia tidak bisa melihat sesuatu yang cantik dan indah. Xiumin tidak tau saja jika dibalik penampilan nerd itu terdapat gadis cantik yang menyembunyikan keindahannya. Sesaat kemudian dia mengigat sesuatu.
"Yaaa... Seperti yang tertulis dikamus sepuluh ribuan punya author
'Love is beauty, but not every beauty have love'. Artinya
Cinta itu indah, tapi tidak semua keindahan mengandung cinta.
Dia mungkin tidak terlihat indah, tapi dia satu satunya orang yang berhasil membuatku jatuh cinta" Kalimat yang mungkin bisa disebut pantun atau syair atau sajak itu sukses membuat Xiumin bermuntah-muntah ria. Xiumin bersumpah, tidak ada hal yang lebih menggelikan dari adiknya yang berubah absurd karna sedang jatuh cinta. Dan lagi! Entah darimana Jongin bisa tau harga kamus mini yang dibeli author di Luwes waktu lebaran 3 tahun lalu -! .
Disisi lain, author yang lagi enak enak makan cireng dipinggir jalan mendadak dilanda(?) bersin hebat(?) yang membuatnya keselek cireng dan harus menghabiskan 2 ember air kobokan -_-! -_-!
'Siapa yang lagi ngomongin gua?' Batin author murka :v :v (Pertanyaannya, emang di Australia ada cireng gitu? #AbaikanPertanyaanDiatas
#AbaikanJugaKenyempilanSaya -!
Bek tu stori
"Adikku sudah benar benar gila. Oh iya.. jika kulihat gadis itu mirip dengan Umbrella Girl yang kau cium di Jepang minggu lalu" Jongin diam. Dia tak menyangka kakaknya akan membahas kejadian seminggu yang lalu. Maklum saja! Kejadian itu menjadi tranding topic dibeberapa Negara. Keluarga Jongin bahkan langsung menelfon dan bertanya siapa gadis itu. Dan Xiumin menjadi yang paling histeris setelah Ibunya saat itu. Jongin menggusap tengkuknya kikuk.
"Yaaa… sebenarnya Umbrella Girl yang kau maksud itu memang dia" Jawab jongin agak ragu. Xiumin tersentak.
"Apa? Jadi gadis itu benar KyungSoo? " Jongin mengangguk. Xiumin melongo. Dia seolah tak percaya jika gadis cantik yang dicium adikny ternyata penampilan aslinya seperti itu.
"Akan kujelaskan cerita rincinya nanti. Tapi untuk sekarang, bisakah Noona kembali ke-Korea saja?" Xiumin menatap horror pada Jongin. Yang benar saja! Dia baru saja sampai disini dan Jongin justru mengusirnya.
"apa maksudmu?"
"Noona Kumohon! kau pulang saja ke Korea. Jagalah JongDae Hyung saja"
"Kau mengusirku? Aku tidak akan pulang"
"Noona ayolah! Jika kau disini, Dokter Nerd pasti tidak mau jadi Umbrella Girl-ku. Jadi kumohon pulanglah" Jongin memohoon sambil merengek seperti anak TK. Ahh… Xiumin tau sekarang! Jongin ingin dipayungi oleh KyungSoo. Dia hampir saja tertawa. Jongin yang sedang jatuh cinta sangat absurd menurutnya. Xiumin menyeringai setan.
"Tidak mau! Memangnya siapa yang 7 tahun lalu merengek memintaku menemaninya balapan. Sekarang kau harus menjalani sisa karirmu didunia balap bersamaku" Xiumin menjulurkan lidahnya. Dia berdiri dan segera berlari keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Jongin yang tenggelam dalam rasa frustasi.
Blam
Suara pintu yang ditutup keras menyadarkan Jongin kembali keduania nyata.
"NOONAAA! KAU JAHAT SEKALI PADA ADIKMU" teriaknya sambil mengacak rambut frustasi.
"Arrghhh... aku hanya mau si Dokter Nerd yang menjadi Umbrella Girl-ku!" Dibalik pintu Xiumin tertawa ngakak. Walau dia tak mendengar teriakan Jongin, tapi dia tau Jongin sedang berteriak gaje sekarang.
"Hihihi… Adikku sudah dewasa rupanya" gumamnya.
.
TBC
Hai Gaes! Ane kembali dengan ini ff absurd :D
Maaf mengganggu kehidupan kalian dengan update ini FF
Maaf juga kalo chapter ini mengecewakan dan makasih ya yang masih mau baca
Makasih buat yang udah review, maaf lagi karna saya nggak bisa bales satu-satu
.
.
.
Harap Review ya :D
.
.
Winter Soldier
