Title : My Nerd Umbrella Girl
Author : Winter Soldier a.k.a Kim JongDi
Cast : -Kim Jongin
-Do KyungSoo (GS)
Other Cast : -Park Chanyeol
-Menma Uchiha (mungkin akan bertambah seiring berjalannya waktu(?))
Genre : Humor dikit, Romance(?), Friendship(?), Yadong dikit
Rate : bisa T bisa M (Tergantung permintaan dan penawaran(?) #DikiraEkonomiBisnis :v :v
Warning : Absurd, Aneh, Gaje, Typo Bertebaran, Humor Gagal, SasuNaru Nyempil (FF KaiSoo ane nggak nyempil SasuNaru? Nggak greget)
Disclaimer : Ini FF milik saya dan asli dari imajinasi dalam otak somplak saya. KaiSoo milik orang tua mereka. Menma & SasuNaru milik Masashi Kishimoto Sensei dan saya udah dapet izin nyempilin mereka di ff gaje ini :v :v
.
.
.
.
HAPPY READING
.
.
"Kudengar kau mogok balapan. Kau ada masalah adik kecil?" Suara santai Xiumin yang baru saja memasuki paddock membuat Jongin badmood seketika. Jongin menghiraukan kakaknya yang duduk manis disampingnya. Pandangan pembalap muda itu tak teralih dari ponsel yang sejak tadi dia pegang. Xiumin terkikik kecil. Sejujurnya dia sangat tau apa yang membuat adiknya Out Of Character seperti ini. Dia hampir tertawa ngakak saat teringat dengan Chanyeol mengeluh padanya karna Jongin yang berubah aneh. Beberapa menit lalu, adiknya bahkan mengumumkan tidak akan ikut balapan kepada semua kru di pit.
"Kenapa tidak menjawab? Ayolah... para kru sangat frustasi menghadapi sikapmu yang ababil belakangan ini" jongin masih diam dan memilih berkutat dengan benda elektronik ditangannya. Membuka media sosial yang menurutnya lebih menarik daripada wajah sang kakak.
"Kau merajuk padaku adik kecil?" tanya Xiumin menyenggol lengan Jongin sambil menaik turunkan alisnya, menggoda pemuda yang lebih muda 4 yahun darinya itu. Jongin mendengus sebal.
'Apa-apaan kakak pengacau ini? Membuat masalah tapi tidak merasa bersalah' batinnya. Helaan nafas keluar dari bibir pemuda berkulit tan itu.
"Tidak! Memang ada masalah apa sampai aku harus marah pada Noona?" jawab sekaligus tanyanya judes. Tentu saja dia bohong dibagian tidak marah.
"Kalau memang tidak ada masalah dan kau tidak merajuk, cepat temui para kru. Mereka ingin tau apa motormu bermasalah sampai kau tampil buruk belangan ini"
"Tidak mau! Aku tidak akan ikut balapan. Toh aku sudah jadi juara dunia kan?"
"Kau sombong sekali" gumam Xiumin dengan nada meremehkan. Gadis itu memutar bola matanya. Otaknya mencoba memikirkan sesuatu yang sekiranya bisa memperbaiki mood jongin. Dia bisa saja menuruti apa yang Jongin inginkan (ingat permintaan Jongin di chapter 5). Tapi jika dia lakukan sekarang, dia tidak akan bisa menjahili adiknya lagi. -_-
Ting
Sebuah ide melintas dikepalanya. Wajahnya menampilkan senyum jahil.
"Baiklah... kurasa aku tidak akan bisa membujukmu mengingat kau keras kepala. Aku pergi dulu adik kecil" Pamit Xiumin sebelum meninggalkan Jongin sendirian diruangan itu. Menyadari sang kakak sudah pergi, Jongin mendengus.
"Kakakku benar-benar menyebalkan dan tidak peka" gerutunya menatap tajam pintu yang baru tertutup.
BRUK
Jongin merebahkan tubuhnya diatas sofa. Pikirannya kembali ke beberapa jam lalu saat dia hanya berdua dengan Kyungsoo didalam paddock.
'Apa dia tak memang sebenarnya tak ingin mendampingiku sebelum balapan? Memang apa salahnya dia tetap menjadi Umbrella Girl-ku walau Xiumin Noona sudah disini?' Batinnya kesal. Kyungsoo benar-benar sudah membuatnya gila. Jongin akui, sepertinya dia sudah benar-benar terjerat oleh adik dari Dokter pribadinya (Kris) itu.
"Jika aku memang meyukainya, lalu bagaimana perasaan si Dokter Nerd padaku?" Jongin mengusap wajahnya dan mengacak rambutnya yang sudah berantakan. Pertanyaan itu mendadak berputar-putar dikepalanya. Bagaimana perasaan Kyungsoo padanya? Apa dia...
CKLEK
Pintu yang terbuka membuyarkan pikiran si pembalap yang sedang ber-galau ria. Jongin segera mengalihkan pandangannya kearah lain. Tak ingin melihat siapa yang masuk. Dia kira itu adalah Xiumin yang kembali untuk membujuknya ikut balapan (lagi).
"Sudah kubilang, aku tidak akan balapan kan Noona? Jangan coba membujukku lagi" Teriaknya menutup pandangannya dengan lengan. Dia tidak sadar jika sosok yang baru masuk bukanlah kakaknya.
"Ohh... Jadi keluhan para kru tentang kau yang mogok balapan itu benar?"
Mata Jongin terbuka lebar. Dia segera berdiri begitu melihat Kyungsoo yang kini berdiri didepannya.
"Dokter Nerd? A-ah.. maaf. Kukira kau Miniie Noona" Kyungsoo mengabaikan apa yang baru saja Jongin katakan. Gadis itu kini memasang tampang marah pada pemuda didepannya.
"Jadi benar kalau kau mogok balapan?" Ujar Kyungsoo mengulangi pertanyaanya dengan penekanan. Tangan mungilnya kini sudah terlipat didepan dada. Dia tadi langsung kemari setelah Xiumin datang padanya meminta bantuan membujuk Jongin yang katanya mogok balapan. Awalnya dia pikir itu hanya guyonan. Tapi ternyata benar.
"Emm... ya..." Jawab Jongin ragu. Matanya melirik mata Kyungsoo yang tertutup kacamata.
"Kenapa? Kau tidak kasihan dengan para kru yang bekerja keras demi kau?"
"Tidak ada apa-apa. Hanya... aku agak malas" jawab Jongin berbohong. Tak mungkin kan dia bilang jika alasannya bersikap egois seperti ini karna Kyungsoo kan?
"Malas katamu?" Kyungsoo mengerutkan keningnya heran. Oh ayolah... yang dia tau, Jongin sudah mencintai dunia balap sejak kecil (Kyungsoo tau dari profil Jongin yang dia baca di internet). Tidak mungkin! Sangat tidak mungkin Jongin malas balapan meskipun dia sudah menjadi juara dunia. Tahun lalu saja Jongin tetap ngotot ingin balapan saat dia sedang cedera. Padahal saat itupun gelar juara sudah ada ditangannya.
"Kau bohong"
"Tidak" Jongin masih menyangkal. Tapi Kyungsoo juga tetap tak percaya.
"Jika kau tetap tidak ingin balapan, jangan salahkan aku jika tidak memaafkanmu dan mendiamkanmu lagi seperti tadi. Kau lupa kita baru berbaikan 3 jam lalu? Dan jika kuingat, aku belum sepenuhnya menerima permintaan maafmu" Jongin gelagapan. Astaga! Dia lupa dengan perjanjiannya dan Kyungsoo untuk naik podium di 3 seri tersisa.
"A-apa? Ta-tapi..."
"kita sudah sepakat dengan hal itu Jongin" Jongin tau mereka sudah sepakat. Bukannya dia tak ingin memenuhinya. Tentu Jongin ingin agar Kyungsoo memaafkannya.
"Tapi aku tidak mau balapan jika Miniie Noona masih disini" Sungguh, dia ingin Kyungsoo yang berada disebelahnya saat di garis start nanti, bukan kakaknya. Dia ingin semakin dekat dengan Kyungsoo. Ingin gadis itu selalu berada didekatnya. Jongin ingin memastikan, apa benar dia menyukai Kyungsoo? Dia masih belum yakin. Itulah alasan dia tak ingin balapan jika Xiumin tak memenuhi permintaannya.
"Alasan macam apa itu? Jangan main-main Jongin. Katakan alasan sebenarnya kenapa kau melakukan tindakan egois seperti ini" bentak Kyungsoo. Gadis itu merasa Jongin berubah menjadi egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri.
"Tapi itu memang alasanku Dokter Nerd" Nada suara Jongin mulai meninggi. Sepertinya dia juga mulai terbawa emosi disini. Mencoba menyembunyikan sesuatu yang ingin dikatakan terasa sangat sulit.
"Alasan yang tidak masuk akal"
"Masuk akal! Karna jika Xiumin Noona masih disini. Maka kau..." Ucapan Jongin terputus. Hampir saja dia keceplosan mengatakan hal itu. Untung dia bisa mengendalikan mulutnya. Harga dirinya masih cukup tinggi untuk mengakui alasan yang sebenarnya. Dia dikenal sebagai pemuda yang anti perempuan ingat? Jadi Jongin tak akan mengatakannya untuk saat ini. Setidaknya sampai dia yakin dengan perasaannya sendiri.
Lagipula Jongin takut Kyungsoo akan berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya. Mereka baru bertemu seminggu dan Jongin sudah menyukai Kyungsoo? Lupakan fakta jika mereka sudah melakukan 'sesuatu'. Jatuh cinta dalam waktu singkat tetap terdengar aneh bagi Jongin.
"Maka aku apa?" Tanya Kyungsoo menuntut Jongin melanjutkan kalimatnya yang belum selesai. Penasaran kenapa dia disangkut pautkan dengan Xiumin. Apa itu berarti ini ada hubungannya dengan dia?
"Maka kau... AAGGHH! Aku tak bisa mengatakannya sekarang!" Rasa kecewa menyelimuti hati Kyungsoo. Tadinya dia berpikir ada sesuatu tentang dirinya yang akan dikatakan Jongin.
"Baik! Kalau begitu perjanjian kita batal" Kyungsoo berbalik dengan wajah kecewa yang tak bisa disembunyikan.
"Tu-tunggu... Dokter nerd!" Jongin mencekal lengan Kyungsoo. Memaksa gadis itu berhenti dan menarik tubuh mungil itu dalam pelukannya. Hal yang membuat Kyungsoo cukup terkejut.
'Sebenarnya ada apa dengan Jongin?' Batinnya bingung. Walau tanpa dia sadari, ada perasaan nyaman yang dia rasakan setiap kali Jongin memeluknya seperti ini.
"Aku akan mengatakan alasannya padamu. Tapi tidak sekarang" gumam Jongin mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyungsoo. Dia ingin mengatakan alasannya melakukan hal bodoh seperti ini. Tapi tidak bisa! Dia sendiri masih ragu dengan apa yang dia rasakan.
Kyungsoo terdiam. Dia sunggguh penasaran dengan apa yang ada dipikiran pemuda itu. Yang jelas, hal yang membuat Jongin tidak mau balapan itu tidak bisa diterima. Itu sudah membuat Jongin menjadi egois dan tidak profesional. Tapi yang lebih penting, itu juga yang membuat Jongin melanggar perjanjian mereka.
Dengan sedikit enggan, Kyungsoo mendorong tubuh Jongin hingga pelukan mereka terlepas.
"Tidak bisa! Kau tidak balapan, maka tidak akan ada kata maaf" Bohong! Sesungguhnya Kyungsoo kecewa bukan karna Jongin tak mau balapan. Tapi karna Jongin tak mau mengatakan alasannya.
BRAK
Kyungsoo menutup pintu keras. Kembali meninggalkan Jongin dengan rasa frustasi dan galau-nya.
"ARRGGHHH"
'Kenapa sulit sekali mengatakan aku ingin dia menjadi Umbrella Girl-ku?' Jongin mengusap wajahnya frustasi. Dia berdiri dan meninggalkan ruangan, berniat menyusul Kyungsoo.
-My Nerd Umbrella Girl-
"Hei Yeol, kau melihat Dokter Nerd?" tanya Jongin pada Chanyeol yang sedang berkumpul dengan para kru lain. Dia sudah mencoba mencari Kyungsoo, tapi tak bisa menemukannya. Padahal mereka keluar dari paddock dalam waktu yang tidak terlalu jauh.
"Dia bilang ingin meredakan marah dengan jalan-jalan sebentar. Sebenarnya kenapa lagi dengan kalian? Dia tampak marah setelah bicara denganmu" Chanyeol memijat keningnya. Frustasi sendiri dengan kedua temannya yang terus saja bertengkar.
"Kemana dia?" Chanyeol menunjuk keluar pit.
"Ke arah kanan. Cepat selesaikan masalah kalian. Dan... HEI JONGIN! BAGAIMANA DENGAN KUALIFIKASINYA? 1 JAM LAGI AKAN DIMULAI" Chanyeol meneriaki Jongin yang berlari kearah yang dia tunjuk tadi. Tapi terlambat. Pemuda itu sudah hilang diantara kerumunan kru.
Jongin mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Mencoba mencari keberadaan Kyungsoo di sirkuit balap yang luas itu. Sangat sulit mengingat banyaknya orang disana. Hingga matanya menangkap siluet gadis yang dia cari di bangku penonton (ini belum balapan, jadi bangku penonton kosong. Kalaupun ada orang paling nggak terlalu banyak). Sedang mengobrol akrab dengan seorang gadis lain. Kyungsoo tampak mengatakan sesuatu dengan wajah kesal. Sedangkan gadis disampingnya tertawa mendengar ocehan Kyungsoo.
'Siapa gadis itu?' mencoba mengabaikan keberadaan gadis disamping Kyungsoo, Jongin berlari menghampiri keduanya yang masih saling berbincang.
"Dokter Nerd" Kedua gadis itu menoleh. Wajah Kyungsoo terlihat semakin kesal sementara gadis disebelahnya melongo menatap Jongin.
"Apa mau-mu?"
"Kita harus bicara... emm... lagi" ujar Jongin pelan, agak canggung dengan gadis disamping Kyungsoo.
"Kau... Kim Jongin kan?" jongin menoleh pada gadis yang memanggil namanya. Tersenyum singkat untuk membalas senyum gadis itu, sebelum kembali pada Kyungsoo. Kyungsoo memutar bola matanya setelah melirik si gadis lain yang tersenyum aneh pada Jongin.
"Bukankah kita sudah biacara tadi? Dan kau sudah membuatku kesal. Ingat?"
"Tadi belum selesai, tapi kau sudah pergi" balas Jongin mulai agak nyolot.
"Kita su..."
"Astaga Kim Jongin! Aku... uh.. aku fans beratmu" dengan tidak sopannya, gadis disamping Kyungsoo tadi memotong ucapan Kyungsoo yang belum selesai dan meraih tangan Jongin (menyalaminya).
"Emm... i-iya. Senang bertemu denganmu" Merasa agak risih dengan sikap gadis itu, Jongin melepaskan tangan yang memegangnya.
"Byun Baekhyun! Kau tidak lihat kami sedang bicara disini?" Bentak Kyungsoo yang entah kenapa menjadi agak sensi. Matanya yang bulat menatap tajam gadis yang dia panggil Baekhyun itu.
"Aku cuma ingin menyapa Jongin, Kyung" Ujar Baekhyun cemberut. Kyungsoo mendengus. Dia tau temannya itu sangat mengidolakan Jongin. Tapi dia tak suka gadis itu bersikap berlebihan saat bertemu Jongin. Kyungsoo tadi bahkan menghitung lamanya tangan Baekhyun menyalami Jongin. 10 detik. Salaman yang sangat tidak wajar dan terlalu lama bagi Kyungsoo. Bahkan dia yakin itu akan semakin lama jika tadi Jongin tidak melepaskannya paksa. Cemburu? Entahlah!
" Tapi kau berlebihan. Kami sedang bicara"
"Kau tenang saja. Jangan cemburu begitu. Aku tidak akan merebut Jongin darimu. Aku hanya terlalu bersemangat bertemu dengannya" Baekhyun mengucapkan itu dengan polos. Tak sadar jika ucapannya membuat kedua orang didepannya salah tingkah. Terutama Kyungsoo.
"K-kau ini bicara apa Ba-Baek? Kami.. kami tidak..."
"Mu-mungkin kau salah paham tentang kami. Kami ini..." elak Kyungsoo dan Jongin bersamaan. Membuat Baekhyun bingung harus mendengarkan yang mana.
"Kalian ini lucu ya. Malu malu begitu" jongin menggaruk tengkuknya kikuk. Oh... gadis bernama Baekhyun sangat ceplas-ceplos atau memang polos?
"Oh.. ya Jongin. Perkenalkan, namaku Byun Baekhyun. Aku temannya Kyungsoo. Aku seorang dokter juga lho. Dan aku fans beratmu. Aku sedang liburan disini sekaligus ingin bertanya pada Kyungsoo tentang ciuman kalian di Jepang lalu. Bagaimana kejadian rincinya? Kyungsoo tidak mau menceritakannya saat kutelepon. Jadi aku kesini langsung saja biar dia mau bilang mumpung aku dapat libur seminggu. Tapi dia tetap tak mau bilang. Aku tanya padamu saja ya? Kenapa kau mencium Kyungsoo waktu itu? Apa kalian pacaran? Apa kau mencintai Kyungsoo? Apa Kyungsoo juga mencintaimu? Apa kalian saling mencintai? Kau tau Kyungsoo sangat sulit mendapat pacar sejak SMP, kalau kalian benar pacaran aku akan senang sekali. Dan.. bla bla bla" dengan semangat 45 dan tanpa menyaring kata-katanya, Baekhyun memeperkenalkan dirinya pada Jongin dan mengucapkan kalimat super panjang berisi pertanyaan dan pernyataan yang membuat wajah Kyungsoo memerah.
Astaga! Dia sedang bertengkar dengan Jongin. Tapi Baekhyun malah membuatnya malu karna membahas masalah ciuman mereka didepan publik saat di jepang dulu. Dia benar benar ingin melempar sahabatnya itu ketengah lintasan. Diliriknya Jongin yang kini juga meliriknya dengan tatapan yang seolah mengatakan
'Apa gadis ini memang sangat cerewet?'
"Baek! Hentikan ocehanmu itu! Aku harus bicara empat mata dengan Jongin. Sebaiknya kau ikut kami sekarang" Baik! Kyungsoo harus memotong ucapan Baekhyun sebelum sahabatnya mengoceh tentang dia dan Jongin lagi. Kyungsoo menarik Baekhyun dan memberi isyarat kepala pada Jongin agar mengikuti mereka.
"Baek! Duduk disini. Dan jangan pergi kemana-mana. Kau mengerti?" Baekhyun mengangguk patuh seperti anak kecil saat Kyungsoo menyuruhnya duduk disalah satu kursi di pit.
"Kalian bicara berdua saja. Aku tak akan mengganggu" Kyungsoo menarik Jongin menuju ke paddock setelah sebelumnya bicara pada salah satu kru untuk 'menitipkan' Baeekhyun disana. Setelah keduanya pergi, Baekhyun menatap sekeliling. Ini pertama kalinya dia berada dalam pit stop balapan. Matanya menatap takjub para kru yang berlalu lalang kesana kemari.
"Hei... kau lihat Jongin dan Kyungsoo?"
"Oh.. ya... mereka didalam paddock Yeol. Sepertinya sedang membicarakan sesuatu" mendengar nama sahabat dan idolanya disebut, Baekhyun mengalihkan pandangannya pada dua orang kru. Salah satu kru bertubuh tinggi yang kita tau adalah Chanyeol berlari kecil menuju paddock tempat Kyungsoo dan Jongin bicara. Secara reflek Baekhyun menahan tangan pemuda itu. Melarangnya pergi kesana.
"Siapa kau? Kenapa menarik tanganku?" tanya Chanyeol heran karna gadis yang tidak dia kenal menarik tangannya. Baekhyun menggeleng gelengkan kepalanya.
"Aku Byun Baekhyun. Jangan kesana! Jongin dan Kyungsoo sedang bicara. Kau tidak boleh mengganggu sepasang kekasih yang sedang berduaan" teriak Baekhyun agak keras dengan mata melotot yang justru terlihat sangat menggemaskan. Tapi bukannya takut atau marah karna dibentak, Chanyeol justru diam dan melongo menatap Baekhyun. Merasa ada yang aneh dengan pemuda dihadapannya, Baekhyun melepaskan pegangannya pada pemuda itu.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Baekhyun agak risih sebab ditatap dengan aneh.
"Hai Byun Baekhyun. Namaku Park Chanyeol. Kau mau jadi pacarku?" Jawab Chanyeol cepat sambil meraih kembali tangan Baekhyun dan menggenggamnya.
"APAA?"
-My Nerd Umbrella Girl-
Suasana Paddock sangat sunyi. Tak ada yang bicara. Jongin masih sibuk merangkai kalimat yang ingin dia ucapkan. Kyungsoo menghela nafas. Dasar bodoh! Dia sedang mendiamkan Jongin, tapi malah menuruti keinginan pemuda itu untuk bicara lagi. Baekhyun benar-benar pengacau. Sekarang dia jadi bingung harus melakukan apa. Apa mungkin dia harus diam saja?
"Dokter Nerd" Panggilan Jongin sama sekali tak ditanggapinya.
"kau masih marah tentang pembicaraan kita tadi?" Kyungsoo masih tak menjawab.
"Aku minta maaf karna bersikap egois"
"..." Jongin menghela nafas. Kyungsoo sama sekali tak menatapnya. Entah kemana arah pandangan gadis itu.
"Kau masih tak mau bicara? Setidaknya lihatlah aku" Kepala Jongin berdenyut. Entah cara apalagi yang harus dia gunakan agar Kyungsoo mau menanggapinya.
"..."
"Ayolah! Jangan diamkan aku lagi. Bukannya tadi kau bilang kita harus bicara empat mata?" sungguh! Jongin lebih suka Kyungsoo berteriak padanya daripada terus diam seperti ini. Apalagi yang harus dia lakukan?
Kyungsoo berdiri dan berjalan menuju pintu tanpa mengatakan apapun.
"Baiklah! Aku akan ikut balapan" langkah Kyungsoo terhenti. Gadis itu membalik tubuhnya untuk menatap Jongin.
"Benarkah?" Tanyanya senang.
"Iya?" jawaban itu membuatnya lega. Dia berhasil membujuk Jongin walaupun dengan cara licik.
"Kau juga akan mengatakan alasanmu melakukan itu?" wajah Jongin berubah. Tidak... tidak. Dia mungkin bisa menuruti Kyungsoo untuk tetap balapan. Tapi untuk mengatakan alasannya, Jongin belum siap. Melihat perubahan di wajah Jongin, Kyungsoo rasa dia tau apa jawaban pemuda itu.
"Masalah itu... aku masih belum bisa mengatakannya sekarang"
'Akan kukatakan saat aku benar-benar yakin bahwa aku menyukaimu' lanjut Jongin dalam hati.
"Katakanlah Jongin! Alasanmu ada hubungannya denganku dan aku ingin tau apa itu"
"Sudah kubilang aku tak bisa mengatakannya sekarang" Kyungsoo mulai emosi lagi. Dengan marah gadis itu berteriak
"Oke... jika kau tidak mau mengatakannya"
"Ayolah... jangan marah lagi Dokter Nerd"
"..."
"Dokter Nerd?"
"..."
"ARRGGHH... kenapa ini rumit sekali" teriak Jongin putus asa.
"Baiklah, kau tidak mau bicara lagi padaku. Aku akan lakukan itu lagi. Hal yang bisa membuatmu bicara lagi padaku" Jongin keluar dari paddock. Sebelum keluar, Jongin berbalik sebentar untuk melihat reaksi Kyungsoo. Namun hanya rasa kecewa yang dia dapat karna gadis itu sama sekali tak merespon. Namun dia salah, karna Kyungsoo diam karena kepalanya masih memproses ucapan Jongin.
'Apa maksudnya 'melakukan hal itu' lagi?' batin Kyungsoo bertanya.
-My Nerd Umbrella Girl-
Jongin duduk disalah satu kursi di pit bersama beberapa kru disekitarnya. Menunggu kualifikasi dimulai dengan Menma yang duduk disampingnya. Matanya menatap monitor yang memperlihatkan salah seorang pembalap yang sedang meluncur(?) dilintasan dengan motornya.
"Jongin-nii, kau siap?"
"Ya... kau tau aku selalu siap" Jongin menjawab pertanyaan Menma seadanya.
"Memang kenapa?" ujarnya balik bertanya.
"Tidak. Hanya saja aku terkejut saat kau bilang tidak mau balapan tadi. Kukira kau ada masalah. Setelah bicara dengan Kyungsoo-nee kau mau ikut kualifikasi. Kurasa Kyungsoo-nee berhasil membujukmu ya?" gurau Menma diiringi tawa jahil para kru disekitar mereka. Jongin tersenyum kaku dan mengusak rambut pemuda itu keras. Kenyataannya Kyungsoo tidak benar-benar berhasil membujuk dirinya. Hanya saja dia tak ingin mengatakannya pada Menma. Jadi dia bersikap seolah semuanya baik baik saja.
"Sejak kapan kau jadi pintar menggoda orang seperti ini?" Tanyanya mencoba mengalihkan pembicaraan. Tapi ternyata itu sebuah kesalahan karna Menma dengan jujurnya menjawab
"Sejak malihatmu dan Kyungsoo-nee. Kalian itu pasangan yang lucu. Aku jadi gemas sendiri dan selalu ingin menggoda kalian. Hahaha..." Menma memegangi perutnya yang mulai sakit karna terlalu banyak tertawa.
"Kau ini" Jongin tersenyum singkat. Tingkah Menma yang kekanakan sedikit memperbaiki mood-nya. Tapi disaat yang sama, pemuda itu juga membuat rasa galau-nya kembali. Dia dan Kyungsoo bertengkar lagi.
'Apa aku harus lakukan itu lagi agar dia mau bicara denganku?' Hanya 'hal itu' yang Jongin yakin bisa membuat Kyungsoo bicara.
'Akan kulakukan' Batinnya mantap.
Kyungsoo resah. Perasaannya terasa kacau. Suasana Paddock yang sunyi semakin memperparah keadaan. Oke Jongin sudah mau ikut kualifikasi. Harusnya dia senang bukan? Tidak! Bagaimana mungkin dia bisa tenang. Kalian ingat apa yang Jongin katakan tadi? Tentang Jongin akan melakukan 'hal itu' lagi karna dia mendiamkan pemuda itu?
'Apa sebenarnya yang dia maksud 'melakukan hal itu' lagi?' entah kenapa Kyungsoo merasa 'hal tu' yang dimaksud Jongin adalah sesuatu yang buruk. Dan itu terjadi karna pertengkaran mereka (lagi). Kepala Kyungsoo berpikir keras. Sesuatu yang membuat pertengkaran mereka yang pertama mereda adalah karena Jongin kecelakaan di latihan bebas ke 3. Benar kan? Kyungsoo tersentak.
"Ti-tidak! Tidak mungkin waktu itu dia melakukannya dengan sengaja. Tidak mungkin saat itu Jongin terjatuh karena sengaja" rancaunya tak jelas.
Tunggu!
Saat itu dia mendiamkan Jongin dan tak mau bicara padanya. Dia adalah dokter pribadi Jongin. Jongin pasti berpikir satu-satunya cara untuk bisa bicara dengannya adalah jika dia terluka. Kecelakaan itu terjadi karna Jongin ingin dia bicara lagi.
"Kenapa aku baru menyadarinya?" Kyungsoo segera bangkit dan berlari kearah pintu. Namun baru saja pintu terbuka. Suara seruan dari salah satu kru membuatnya terkejut.
"TERJADI KECELAKAAN DI TIKUNGAN 4"
DEG
Pikiran Kyungsoo mendadak beku. Ada dua kata yang terpatri dikepalanya. Kecelakaan dan Jongin. Begitu sadar, Kyungsoo segera berlari ke pit.
"JONGIN" teriaknya keras tanpa mempedulikan para kru yang menatapnya bingung. Kyungsoo mengabaikan mereka. Yang ada dipikirannya kini hanya Jongin. Chanyeol yang menghampirinya dengan wajah panik, membuat Kyungsoo semakin kalang kabut.
"Kyungsoo! Kenapa denganmu?"
"Chanyeol! Mana Jongin? Dia baik-baik saja kan?" Kyungsoo mengguncang tubuh Chanyeol membabi buta. Dia sudah benar-benar tak bisa berpikir jernih.
" Kau ini kenapa Soo?" tanya Chanyeol keheranan.
"KATAKAN DIMANA..." Ucapan Kyungsoo terputus. Pandangannya tertuju pada layar monitor di pit yang menampilkan keadaan di tikungan 4 tempat terjadinya kecelakaan. Kyungsoo melepaskan Chanyeol dan mendekat pada kerumunan kru yang menatap ke arah monitor.
"Apa yang terjadi? Gumamnya lirih. Matanya berkaca-kaca melihat banyaknya paramedis di tempat kejadian. Apalagi dengan adanya 2 mobil ambulance dan 1 helikopter medis yang menandakan parahnya kecelakaan. Sesosok tubuh pembalap dengan pakaian balap berwarna biru tergeletak dibebatuan.
"Dia menabrak pembatas sangat keras" Kyungsoo bisa mendengar ucapan dari beberapa kru. Tak bisa ditahan lagi. Air matanya jatuh membasahi pipinya yang putih.
"Alex Evans" gumaman dari belakang membuat Kyungsoo tersentak dan berbalik. Mendapati Jongin yang berdiri dibelakangnya lengkap dengan atribut balapannya. Pemuda itu menatap monitor cemas. Tidak ada luka ataupun cedera. Membuat perasaan lega memenuhi batin Kyungsoo
Jongin balik menatap Kyungsoo saat menyadari sang gadis menatap kearahnya. Agak bingung juga karna melihat Kyungsoo menangis.
"Emm.. kenapa denganmu?" Tanya Jongin meraih pundak Kyungsoo agak ragu. Kyungsoo sedang marah padanya, jadi dia agak was was jika itu akan membuat Kyungsoo semakin marah.
GREP
"Aku pikir itu kau"
.
.
.
TBC
.
.
Hai gaes! Ane balik membawa lanjutan FF gaje ini setelah sekian lama. Karna hari ini ultah ane, ane dengan baik hatinya akan memberikan kalian traktiran berupa(?) lanjutan ini FF *dilempar batako karna apdet lama banget* :v . semoga kalian masih pada inget sama ini FF.
Maaf lama banget. Maklum, anak kelas 12. Sibuk banget *sok sibuk*
Oh iya… ini FF ngetiknya ngebut kemarin. Jadi maaf kalo kurang memuaskan dan banyak typo.
Oke… makasih buat yang masih mau baca
Kritik dan Saran sangat dihargai :D
Bye
.
.
.
Winter Soldier
