semua karakter disini bukan milik saya

aku cuman pinjam gak lebih.

warning: masih banyak typo,mainstream, dan lain sebagainya.

jika tidak suka cepat tekan tombol exit.

happy reading.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

someone pov

namaku naruto, umurku 13 tahun aku terlahir tanpa marga kata mereka aku di besarkan saat berada di panti asuhan, ciri fisikku bermbut pirang jabrik bermata biru jernih dan warna kulitku putih.

aku shinobi asal iwagakure, walaupun berumur 13 tahun namun aku sudah sampai tahap low chunin, bukanya sombong tapi rata-rata anak seusiaku mereka masih genin, namun jika difikir lagi itu wajar karena aku punya 2 guru sekaligus yaitu han-sensei dan roushi-sensei dua shinobi iwa yang menyandang gelar jinchuriki ekor 5 dan ekor 4 merekalah yang melatihku sampai aku seperti sekarang ini.

walau mereka mempunyai watak keras kepala namun aku menghormati mereka sebagai guru dan orang tuaku, saat ini aku sedang menjalankan misi yaitu membasmi para perampok yang meresahkan warga desa pinggiran perbatasan antara iwa dan kumo, menurut informasi yang aku dapat dari tsucikage-jiji para perampok tersebut adalah shinobi missing-nin yang cukup kuat dan sialnya saat ini aku harus menjalankan misi ini sendirian karena kedua senseiku ada urusan di luar desa jadi tsucikage-jiji memintaku untuk mengawasi mereka saja tanpa perlu kontak fisik mengingat aku menjalankan misi rank b sendirian tanpa mentorku.

dan menurutku itu wajar karena para perampok itu adalah shinobi mid chunin akan cukup menyusahkan jika aku datang dan langsung menyerang tanpa persiapan. aku harap han-sensei atau roushi-sensei cepat datang membantuku.

someone pov end

cukup lama naruto melompati dahan pohon menuju desa dekat perbatasan. namun dia harus berhenti saat merasakan aliran cakra shinobi asing didepannya "6 kilometer dari sini, tidak salah lagi ini pasti perampok itu" ucap naruto pada dirinya sendiri lalu dia kembali melesat dengan kecepatan penuh.

ditengah hutan perbatasan

delapan mayat berserakan dimana-mana mereka mati dengan cara menyedihkan

lalu ada seorang kakek tua sedang berlutut sambil dicengkram kepalanya oleh pria berbadan besar "cepat serahkan uangmu kakek tua, aku tahu kau adalah pedagang kaya dari desa perbatasan" ucap pria berbadan besar itu sambil mengeratkan cengkraman pada kepala kakek tua itu. "ma-maaf tuan ta-tapi uangku ada di rumah aku tidak membawanya, su-su-sungguh" elak si pria tua tersebut karena marah sang pria yang bertubuh besar itu berniat menghantamkan tinjunya "bedebah, lebih baik kau mati saja orang tua"

syuuutt

jrasssshhhh

entah datang darimana tiba-tiba kepala sang perampok itu tewas mengenaskan dengan kepala yang terbelah menjadi dua akibat sebuah kunai yang dialiri cakra angin, sontak hal itu membuat dua perampok lainnya terkejut

"ap-apa itu?"

"cepat tunjukan dirimu"

ucap kedua perampok itu dan secara perlahan muncul naruto sambil memaikan kunainya dengan tangan kanan dan tangan kirinya diselipkan kantong celananya, "menyerang seorang kakek tua yang lemah adalah tindakan pengecut, bukan begitu tuan-tuan?" tanya naruto dengan ekspresi yang terlihat polos, "keh. . . hanya seorang bocah ingusan, aku kira siapa" ucap salah satu perampok yang sudah mulai tenang.

"aku akui kau cukup hebat bocah bisa membunuh teman kami dalam satu serangan namun. . . " si perampok satunya lagi tidak melanjutkan ucapanya, akan tetapi shinobi itu langsung melesat kearah naruto "kami tidak akan mudah kau kalahkan begitu saja" teriak perampok itu sambil mengayunkan kapak besarnya

tring

namun naruto dapat dengan mudah menangkis serangan kapak itu yang hampir menebas lehernya "benarkah?" balasan itu membuat sang perampok geram dan mulai menyerang naruto membabi buta namun lagi-lagi naruto dapat menghindarinya.

saat sang perampok itu melompat dan melemparkan kapaknya kearah naruto, si remaja pirang itu dapat menghindar dengan melompat kebelakang.

"hey bocah jangan hanya menghindar, kenapa kau tidak membalas seranganku?" ucap perampok itu sambil mencabut kapaknya yang menancap di tanah, sedangkan naruto hanya diam. merasa tidak mendapat jawaban tiba-tiba saja perampok itu membuat segel tangan

"MATILAH KAU BOCAH KEPARAT"

Katon : dai endan

perampok itu menyemburkan peluru api yang cukup besar kearah naruto. 'sial ternyata benar mereka kelompok shinobi' batin naruto lalu dia juga membuat segel tangan.

Doton : doryuuheki

lalu muncul sebuah perisai dinding tanah melindungi naruto dari serangan api lawannya

Bwooosssshhh

api dari perampok itu berhasil dihentikan namun belum sampai bernafas lega insting ninja miliknya berteriak dari arah belakang dan saat dia menoleh kebelakang naruto mendapati sang perampok telah dibelakangnya dengan mengayunkan kapak besarnya secara vertikal

bruuaakkk

namun naruto berhasil menghindar kekanan membuat kapak itu menancap ketanah, tak mau kehilangan kesempatan naruto menyerang balik menggunakan tendangan kaki kanannya

tak

dengan mudah si perampok menghalau menggunakan lengan kirinya "masih terlalu dini untukmu mengalahkanku bocah sialan" ucap perampok itu sambil menyeringai "benarkah?" balas naruto juga menyeringai

poft

"APA"

sang perampok terkejut bukan main saat tubuh naruto berubah menjadi kayu yang ditempeli kertas peledak

duaarrr

ledakan cukup besar terjadi membuat tubuh perampok itu tepental jauh sekitar 30 meter, bukan hanya itu lengan kirinya juga putus akibat jebakan naruto tadi.

"ugh. . . dasar ke-kepa-rat"

gumam perampok yang masih terlentang sambil kesakitan dan secara perlahan si perampok itu mulai bangkit menggunakan tangan kanannya, tubuh gosong dan lengan yang buntung di sebelah kirinya membuat si perampok melemah. "hanya menghadapi bocah sepertiku kau harus terluka parah seperti itu, dasar pecundang" ucap naruto yang muncul dari balik pohon sambil meremehkan lawannya, "sekarang giliranku" lalu naruto membuat segel tangan

doton : gansetsukon

lalu dari dalam tanah muncul sebuah tombak tanah yang siap naruto luncurkan "sampai disini saja pertemuan kita, selamat tinggal" setelah itu tombak tanah naruto meluncur cepat kearah perampok itu, "sialan" gumam si perampok

jleebb

tombak itu mengenai tepat di jantung perampok itu, lalu tubuhnya langsung terjatuh ketanah dan mati. 'eh. . . tunggu dulu bukanya mereka ada tiga lalu kemana yang satunya' batin naruto bingung mencari teman si perampok tadi.

prok prok prok prok

mendengar suara tepuk tangan, naruto langsung menoleh kebelakang dan dia langsung siaga begitu melihat musuh yang tersisa "kau hebat bocah, benar-benar luar biasa, mungkin di masa depan nanti kau akan menjadi shinobi hebat" namun naruto tidak menanggapi omongan musuhnya,

"hey jangan kaku begitu, aku tudak akan menyerangmu, lagipula saat ini aku sedang malas bertarung" ucap orang itu santai dan berjalan pelan ke arah naruto yang masih bersiaga, "perkenalkan namaku hattori, dan siapa namamu bocah?" tanya si perampok "naruto shinobi dari iwagakure" jawab naruto yang mulai menurunkan kuda-kudanya "iwagakure ya?" gumam orang itu dengan pose berfikir "baiklah sampai disini dulu perjumpaan kita naruto, semoga kita bisa bertemu lagi" setelah itu dia menghilang dengan shunsin api miliknya meninggalkan naruto yang masih berdiri disitu.

"kenapa dia malah menghilang" gumam naruto, merasa tak ada gunannya memikirkan hal itu naruto mencoba mencari kakek tua tadi yang ternyata sudah pingsan, lalu dengan cepat naruto menggendong kakek tua itu menuju desa yang terdekat.

skip time

malam hari di sebuah kamar penginapan naruto sedang duduk di dekat jendela sambil meminum teh hangat sembari merileksasikan tubuhnya, 'entah kenapa aku merasa akan bertemu lagi dengan orang yang bernama hattori itu' batinya.

sambil terus menatap langit malam yang bertabur bintang, namun tanpa di sadari olehnya sosok berjubah hitam sedang mengawasinya dari jauh, sosok misterius berjubah hitam dengan katana bergagang merah maroon, matanya menatap tajam naruto, "tidak salah lagi, cakra ini sama persis dengan cakra clanku" gumam sosok itu lalu mulai berbalik dan berjalan pelan kearah rimbunan pepohonan yang gelap, "jika kau benar dari clan yang sama nanti, kuharap kau mau bekerja sama denganku naruto, dan di pertemuan selanjutnya, akan aku beri kau hadiah spesial dariku" monolog sosok tersebut dan menghilang di balik gelapnya pepohonan.

To be continued. . .

maaf jika updatenya lama. maklum kewajiban di dunia nyata sangat banyak jadi cuman sedikit waktunya.

untuk yang minta narutonya di ubah cwo udah aku turutin lalu soal word maaf masih belum bisa nambah soalnya masih repot hehe,

oh ya bagi yang udah review fic ku, terima kasih banyak apa lagi respon positifnya, aku sangat menghargai masukan kalian.

ok deh sampai disini dulu, jangan lupa tinggalin jejak kalian ya reader.

see ya in next chap, bye-bye.