(Remake) Crazy Little Thing Called Love
Cast : Do Kyungsoo (gs)
Park Chanyeol
Byun Baekhyun (gs)
Kim Min Seok (gs)
Xi Luhan (gs)
Kim Jongin
Chansoo area
Romance/Friendship
~Kyungsoo pov
Namaku Do Kyungsoo. Aku tinggal bertiga dengan adik dan ibuku. Ayahku sudah meninggal sejak aku kecil, jadi ibuku yang bekerja untuk menghidupiku dan adikku selama aku masih sekolah. Ibuku bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di Seoul. Aku sekolah di Anyang Arts High School, kelas 3 SMA. Sedangkan adikku masih kelas 4 SD. Aku punya teman-teman yang baik sejak SD hingga sekarang, nama mereka Byun Baekhyun, Kim Min Seok, dan Xi Luhan. Kami berempat selalu bersama-sama kemanapun kami pergi.
#Di sekolah...
"Anak-anak, Ibu akan membagikan hasil ulangan kita kemarin. Jadi tolong duduk dengan tertib" kata Miss Jung.
"Kyungsoo, selamat ya nilai ulangan Bahasa Inggrismu bagus. Tapi kamu juga harus meningkatkan prestasimu dalam mata pelajaran yang lain karena dalam mata pelajaran lain nilaimu kurang bagus." ucap Miss Jung saat membagikan lembar jawaban ku.
"Terima kasih Miss, saya akan berusaha sebaik mungkin" kataku. Saat pelajaran berlangsung aku meminta ijin untuk ke toilet. Saat menuju toilet aku melewati kelas musik. Dengan perasaan gugup aku melewati kelas itu sambil menengok ke arah meja Chanyeol duduk. Aku melihat dia sedang mengusili temannya yang duduk di depannya.
Park Chanyeol adalah anak laki-laki paling populer dan menjadi idaman semua murid wanita di sekolah. Saat aku kembali dari toilet aku melihat Chanyeol sedang di hukum berdiri di depan kelas dengan satu kaki di angkat dan kedua tangannya memegang telinga. Saat aku melewatinya, dia tersenyum padaku. Jantungku terasa mau meledak melihat senyumnya yang sangat manis. Aku pun membalasnya dengan perasaan berbunga-bunga. Saat pulang sekolah kami berempat sepakat untuk mengerjakan pekerjaan rumah bersama-sama.
Setelah selesai mengerjakan tugas, Baekhyun, Minseok dan Luhan membicarakan buku yang baru saja dibeli Minseok tentang 7 cara memikat hati laki-laki. Aku pura-pura tidak tertarik sambil terus membaca buku untuk meningkatkan prestasi agar aku mendapat beasiswa ke USA.
"Apa kau serius ingin mendapatkan beasiswa itu ?" tanya Baekhyun. Sambil terus membaca aku menjawabnya
"Tentu saja aku serius. Lagi pula kita kan sudah kelas 3 SMA sebentar lagi ujian jadi aku ingin mempersiapkan diri. Aku sangat menginginkan beasiswa itu, agar bisa mengurangi beban ibuku." Sambil terus membaca aku menguping teman-temanku yang sedang asyik membaca buku cara memikat hati laki-laki.
"Hei coba dengarkan. Cara pertama adalah kita harus mencari tempat yang banyak bintangnya, lalu tarik garis dan satukan bintang-bintang itu menjadi inisial nama orang yang kita sukai" kata Baekhyun. Saat malam tiba tanpa sepengetahuan teman-temanku, aku pun mencoba metode itu lewat jendela kamarku.
Esok harinya di kantin sekolah. . .
"Hei Luhan, apa kau mau mencobanya pada Sehun ?" kata Minseok.
"Baiklah" kata Luhan.
"Makanlah, makanlah, makanlah" kata Luhan dengan nada berbisik. Sehun pun memakan makanannya.
"Yes, Sehun memakan makanannya" teriaknya tiba-tiba. Sampai-sampai hampir seisi kantin melihat ke arah kami.
"Hey Luhan, dasar kau ini. Hanya karena dia memakan makanannya kau sebut kalau dia terhipnotis. Apa kau sudah tidak waras" kata Minseok marah-marah karena melihat hampir semua isi kantin melihat ke arah mereka akibat teriakan Luhan.
"Memangnya kalian sedang apa ?" tanya Baekhyun.
"Ini adalah cara ke dua. Coba lihat, katanya kita harus memusatkan pikiran kita lalu melihat ke arah orang yang kita sukai dan ucapkan hal-hal yang kau ingin untuk dilakukannya. Jika dia melakukan hal-hal yang kita pikirkan berarti dia adalah belahan jiwa kita" kata Minseok menjelaskan. Aku pun diam-diam melihat ke arah Chanyeol duduk dengan teman-temannya lalu dengan nada berbisik mengatakan agar dia melihat ke arahku.
"Berbaliklah-berbaliklah" kataku. Ternyata temannya menyuruhnya untuk melihat ke belakang. Chanyeol pun berbalik sambil melihat ke sekeliling tempat di sekitar aku duduk. Tanpa sengaja aku pun langsung bersorak karena ku kira dia melihat ke arah ku.
"Yes, dia melihat ku" kataku.
"Siapa yang melihatmu ?" tanya Luhan.
"Oh, tidak. Bukan siapa-siapa" jawabku spontan pura-pura mereka salah dengar.
"Hei, apa kau mencoba menghipnotis Chanyeol?" goda Luhan.
"A...apa, mana mungkin" jawabku gagap.
"Hei Kyung, jujur saja dengan kami. Tapi, bukankah kau bilang kau tidak percaya dengan buku ini ?" kata Luhan lagi.
"Bukan begitu. Hanya saja...a..aku takut kalian mengejekku" kataku pelan.
"Tenang saja kami pasti akan...mengejekmu. Hahahahaha" kata mereka bersamaan. Saat Chanyeol berbalik, dia melihat teman-temannya sedang mengambil makanannya. Spontan dia pun langsung memarahi mereka. Aku yang melihat kejadian itu pun tersenyum melihat tingkahnya yang menurutku sangat lucu.
"Kau tenang saja Kyung, kami pasti akan membantumu" kata Minseok.
"Baiklah sekarang dengarkan baik-baik. Ini adalah cara ketiga. Kau harus memberikan sesuatu padanya dengan tulus tapi kau tidak boleh memberitahunya kalau hadiah itu darimu" kata Luhan menjelaskan. Lalu saat istirahat aku dan teman-temanku pun menuju tempat parkir sekolah. Aku pun meletakkan kadoku yang berisi coklat bentuk hati di atas motornya.
Saat jam pulang sekolah kami pun segera menuju tempat parkir untuk melihat dan memastikan kalau Chanyeol menerima kado dariku. Saat dia mengangkat kotak kado dariku untuk melihat siapa pengirimnya ternyata coklatnya meleleh karena terlalu lama terdiam di tempat parkir dan terkena sinar matahari. Lelehan coklat itu pun hampir mengenai seragam sekolahnya.
"Ya ampun, hampir saja mengenai bajuku" katanya. Melihat kejadian itu aku pun langsung lemas.
"Aku lupa kalau sekarang sedang musim panas" kataku. Saat kami sedang mengobrol sambil membahas apa yang akan ku berikan untuk Chanyeol nanti saat kami bertemu secara langsung, kami melihat Irene anak kelas dua mendekatinya. Walau pun kami tidak sekelas aku tau sifatnya seperti apa. Karena selain dia cantik dia juga terkenal sebagai gadis yang sangat centil di sekolah.
Dia berpura-pura kalau tidak ada yang akan menjemputnya untuk menarik perhatian Chanyeol. Lalu Chanyeol yg memang memiliki sifat terlalu baik, menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Irene pun langsung menerima ajakan itu tanpa basa basi. Melihat kejadian itu, aku benar-benar merasa sudah tidak bertenaga lagi. Apalagi saat mereka lewat di depanku, Irene dengan senangnya tersenyum bangga ke arah ku karna berhasil pulang di bonceng Chanyeol.
"Apa dia dulu sekolah ekting sehingga bisa menipu Chanyeol, tapi dia memang cantik" kata Luhan.
"Sebaiknya kau menyerah saja, karena sainganmu terlalu berat" kata Baekhyun sambil mendesah.
"Kalian ini gimana sih, bukannya ngasih semangat buat Kyungsoo malah matahin semangatnya" kata Minseok penuh iba.
"Thanks ya, kalian terus mendukungku" kataku dengan nada sedih.
"Kamu tenang saja Kyung, kita bakalan selalu ngedukung kamu kok" lanjut Minseok.
"Sekali lagi makasih banget ya" jawab ku.
Esok harinya aku mulai membaca cara yang ke empat bersama teman-teman ku.
"Nih dengerin. Cara keempat, kamu harus menggunakan kekuatan cintamu padanya untuk menjadi lebih baik lagi dari sekarang dalam berbagai hal" kata Luhan. Aku hanya mengangguk mendengar apa yang dikatakan Luhan. Kemudian mereka membawaku ke kamar dan membongkar lemariku mencari baju untuk ku kenakan.
"Sekarang ayo kita pergi" kata Baekhyun.
"Kita mau kemana ?" tanya ku.
"Udah kamu ikut aja, pokoknya kamu gak bakalan nyesel deh kalau ikut kita" sahut Baekhyun lagi. Setelah cukup lama, akhirnya kami tiba di sebuah cafe.
"Ngapain sih kita ke sini ?" tanyaku.
"Untuk apa lagi kalau bukan buat ketemu sama Chanyeol" kata Baekhyun.
"Maksud kamu apa ?, aku kan gak pernah bilang kalau aku mau ketemu dia. Aku cukup ngeliat dia dari jauh kok !" kata ku.
"Justru itu, tadi aku dapat informasi kalau Chanyeol lagi nongkrong di sini sama teman-temannya" kata Luhan.
"Aduh, kayaknya mendingan aku pulang aja deh dari pada aku mati berdiri karena gugup di depan dia" kataku dengan jantung yg mulai berdetak tak tenang.
"Udah deh jangan bawel, masuk aja dulu. Siapa yang tau apa yang akan terjadi nanti" kata Luhan padaku.
Luhan pun menarik lengan ku dan memaksaku masuk ke dalam cafe. Ternyata apa yang dikatakan mereka benar kalau Chanyeol dan teman-temanya sedang ada di cafe itu. Tanpa ku duga saat aku berada cukup dekat dengan Chanyeol, Baekhyun mendorongku hingga aku menabraknya dan jatuh di lantai cafe.
"Aduh" kataku dan Chanyeol bersamaan.
"Maaf aku tidak sengaja. Ini karena temanku mendorongku" kataku sponta langsung meminta maaf padanya.
"Aku tidak apa-apa. Aku juga minta maaf. Lagi pula ini bukan sepenuhnya salahmu. Ini juga salahku karena tidak memperhatikan langahku" katanya sambil berdiri. Kemudian ia mengulurkan tangannya dan membantuku berdiri.
"Apa kau baik-baik saja ?" tanyanya.
"Aku tidak apa-apa. Sekali lagi aku minta maaf ya" kataku dengan wajah memerah karena malu.
"Sudahlah lupakan saja. Lagi pula bukan kah kamu sudah bilang kalau kamu tidak sengaja dan meminta maaf padaku berulang kali" katanya dengan santai sambil memegangi pantatnya yang sakit karena jatuh ke lantai.
"Oh iya, aku Park Chanyeol panggil saja Chanyeol. Kalau kau siapa ?" tanyanya.
"Namaku Do Kyungsoo, panggil saja Kyungsoo" jawabku. Setelah itu Chanyeol mengajakku dan teman-temanku untuk makan bersama. Kami pun menggabungkan meja kami menjadi satu. Setelah selesai makan aku dan teman-temanku pun pergi dari cafe itu. Aku pulang dengan wajah merona karena tanpa di sangka perbuatan Baekhyun padaku yang sempat membuatku marah, malah membuatku bisa makan sambil mengobrol dengannya.
"Ciyeee, yang lagi jatuh cinta. Dunia serasa milik berdua nih" ledek Baekhyun dan Luhan bersamaan.
"Apaan sih kalian ini. Bikin pipi ku makin merah aja" kataku malu-malu.
"Gak usah malu kali, kita kan sudah tau perasaanmu" goda Baekhyun lagi.
"Udah ah, kalau gitu aku balik duluan ya. Sampai ketemu besok di sekolah" kataku sambil membuka pintu rumah.
"Oke, see you next day" kata mereka serempak sambil berlalu meninggalkan halaman rumahku.
Esok paginya . . .
Sebelum pelajaran dimulai, aku dan teman-temanku membaca cara kelima.
"Cara kelima. Kamu harus berani untuk lebih dulu mendekatinya dan dia suatu saat nanti pasti akan menyadari perasaanmu padanya" kata Luhan.
Hari ini saat jam pelajaran Bahasa Inggris di adakan ulangan mendadak. Wajah anak-anak lain terlihat lesu, karena mereka kurang menguasai Bahasa Inggris. Aku selesai mengerjakan soal lebih dulu dan di perbolehkan keluar kelas. Karena hanya sendirian dan waktu istirahat masih satu jam lagi aku memutuskan untuk pergi ke taman sekolah menunggu Minseok, Baekhyun, dan Luhan selesai mengerjakan soal ulangan dadakan itu.
Karena sedang tidak ada kerjaan, aku membuka buku dan mulai menulis. Sangking asiknya menulis aku tidak sadar kalau ada seseorang yang datang dan minta izin untuk duduk di sampingku. Tanpa melihatnya aku pun langsung memperbolehkannya. Setelah duduk ia pun memulai percakapan.
"Hai Kyungsoo, kau sedang apa ? Kau terlihat sangat serius, hingga saat aku datang pun kau tidak tau" tanyanya. Aku mengenali suara itu dan langsung mengangkat kepalaku dari buku yang sedang kutulis dan melihatnya. Ternyata aku benar kalau suara itu adalah suara Chanyeol. Tiba-tiba aku pun teringat akan cara kelima di buku itu dan langsung balik menyapanya.
"Oh, hai Chanyeol. Maaf tadi aku benar-benar tidak mendengarmu datang" kataku dengan nada pelan karena malu.
"It's okay, by the way apa yg sedang kau kerjakan ?" tanyanya padaku.
"Oh aku hanya sedang menulis cerita" jawabku.
"Cerita apa ? Dan kenapa kau sendirian di sini ?" kata Chanyeol lagi lanjut bertanya.
"Aku hanya iseng membuat cerpen karena tidak ada kerjaan. Ini cerita tentang kehidupan seorang remaja yang diam-diam mencintai seseorang selama bertahun-tahun dan yang pasti orang itu tidak tau. Sebenarnya cerita ini sudah lama ku buat dan ini adalah cerpen pertamaku tapi sampai sekarang belum selesai. Oh iya aku di sini karena tadi ada ulangan mendadak dan aku selesai lebih dulu, jadi aku memutuskan duduk di sini dan mulai menulis hingga akhirnya kau datang" jawabku panjang lebar.
"Ohh ternyata kau suka menulis. Tapi kenapa ceritanya belum selesai hingga sekarang ?" tanyanya lagi.
"Emm sebenarnya aku juga sudah mempunyai cerpen lain yang sudah selesai, tetapi entah kenapa aku tiba-tiba ingin kembali meneruskan cerpenku yang satu ini. Dulu saat aku menulis cerpen ini sama sekali tidak tau harus bagaimana meneruskan ceritanya, jadi kuputuskan untuk berhenti menyelesaikan ceritanya dan baru memulainya lagi" jelasku pada Chanyeol sambil terus memperhatikannya.
"Oh jadi karena itu" jawabnya singkat.
"Maaf, apa penjelasanku membuatmu bosan ?" tanyaku dengan nada lirih.
"Tidak, tentu saja tidak. Aku justru senang bisa mendengarnya" katanya sambil tersenyum manis kepadaku menandakan yang dikatakannya benar. Dan tanpa sadar aku membalas senyum itu.
Saat kami asik mengobrol, tiba-tiba Baekhyun, Luhan dan Minseok datang mengejutkan kami berdua.
"Hayoo, lagi pada ngapain nih berdua-duaan di taman sekolah ?" goda mereka.
"Apaan sih, kita gak ngapa-ngapain kok" bantahku.
"Iya, yang dibilang Kyungsoo bener kok !" tambah Chanyeol.
"Emh, tapi kalian kok bisa berduaan di sini sih ?" tanya Baekhyun penuh selidik dan pastinya hal itu membuatku kesal.
"Oh itu, tadi pas aku keluar dari kelas karena lagi ga belajar soalnya gurunya lagi pergi keluar dan enggak sengaja aku melihat Kyungsoo duduk sendirian disini sambil menulis, jadi dari pada enggak ada kerjaan aku nyamperin dia !" jelas Chanyeol.
"Ohh jadi gitu ceritanya. Oke kalau gitu... kami pergi dulu ya !" kata Luhan sambil berjalan menjauh dari ku dan Chanyeol.
"Eh tunggu, kalian mau kemana ?" teriakku karena mereka berjalan dengan cepat.
"Kami mau ke kantin dulu, lagian kami ga mau ngeganggu kalian !" teriak Luhan.
"Eh apa-apaan sih kalian ini, tadi kan sudah ku bilang kami ngga ngapa-ngapain !" teriakku sambil melirik ke arah Chanyeol duduk, takut ia tersinggung. Tapi mereka sudah tidak ada dan hal itu membuatku seperti orang gila karena teriak-teriak sendiri di taman sekolah.
"Udah biarin aja mereka pergi dan berpikir seperti itu. Lagian kan yang penting kita udah ngejelasin sama mereka, kalau mereka mau percaya atau enggak itu sih urusan mereka. Dan lagian ga bakalan ngerubah apapun juga" katanya yang terdengar seperti orang bijak.
"Emh tapi..." kataku terputus karena gugup dan malu.
"Udah, ga papa. Oh ya aku balik ke kelas duluan ya" katanya lalu berdiri dari duduknya.
"Oh, oke kalau gitu aku juga mau pergi ke kantin nyusulin mereka" kataku.
"Kalau gitu sampai jumpa lagi" katanya melambaikan tangan.
"Ya, sampai jumpa" balasku. Karena ruang kelasnya dan kantin berlawanan arah kami pun langsung berpisah setelah mengucapkan sampai jumpa. Tanpa sadar sambil bejalan menuju kantin aku tersenyum sendiri memikirkan apa yang baru saja terjadi.
"Dia memang benar-benar sangat dewasa. Oh aku tidak salah menyukainya" pikirku. Dan saat tiba di kantin, seperti yang telah kuduga sebelumnya kalau teman-temanku akan bertanya macam-macam padaku tentang apa saja yang aku dan Chanyeol lakukan di taman saat berdua.
Setelah itu pun aku dan teman-temanku mulai membaca cara yang ke enam dari buku itu. "Oh iya Kyung, kali ini kamu harus serius ngejalanin cara ini. Denger ya, cara ke enam adalah kamu harus lebih sering dan lebih dekat lagi dengannya agar dia mengingatmu terus dan akhirnya pasti dia akan menyukaimu juga" kata Minseok.
"Apa kau yakin cara ini akan berhasil ?" tanyaku pada Minseok dengan ekspresi ragu.
"Kamu ga bakalan tau kalau belum mencobanya" jawab Minseok sambil mengambil minumannya lalu meminumnya. Aku tau perkataan Minseok itu benar, tapi perasaanku benar-benar ragu untuk melakukannya, apalagi terhadap Chanyeol.
Tapi hari-hari yang berlalu benar-benar tak terduga olehku. Aku dan Chanyeol justru semakin dekat seperti yang di katakan Minseok. Aku benar-benar tak pernah membayangkan kami bisa sedekat ini. Walaupun kedekatan kami bukan karena perasaanku padanya sama dengan perasaannya padaku, tetapi ini semua sudah membuatku benar-benar bahagia.
Hari-hari berikutnya pun mulai berjalan seperti biasa. Aku kembali menjalani hari-hariku seperti dulu, tetapi kali ini aku semakin giat belajar karena hari ujian hampir tiba. Kini aku menjadi lebih sering bertemu dengan Chanyeol dan teman-temannya. Kami menjadi semakin akrab dari hari ke hari. Dan karena kami sama-sama kelas 3 walaupun beda kelas yang sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir, kami pun kini menjadi sering belajar bersama.
"Ciyeee yang lagi kasmaran, kayaknya sekarang makin deket aja nih" goda Baekhyun.
"Apaan sih Baek. Kitakan sebentar lagi ujian akhir, jadi harus serius belajar. Lagian mana sempat sih aku mikirin hal kaya gitu" kataku mengelak.
"Iyadeh iya, yang lagi serius belajar biar bisa dapet beasiswa ke USA" kata Luhan dengan nada bercanda.
"Iya dong Lu, aku harus serius kali ini supaya bisa membantu ibuku" kataku menerangkan.
"Tapi Kyung, apa kau yakin mau dapetin beasiswa ini ?" tanya Minseok.
"Memangnya kenapa ?" tanyaku.
"Soalnyakan kalau kamu dapet beasiswa ini kamu harus pergi ke USA dan ga bisa ketemu Chanyeol lagi" jelas Minseok.
"Kau bener juga. Tapi kan keluargaku itu lebih penting, jadi walaupun aku harus ngorbanin perasaan ku sendiri aku ga papa kok" jawabku dengan nada lemas karena baru memikirkan hal itu.
"Iya sih Kyung, tapi inikan cinta pertamamu. Dan kau kan sudah menyukainya selama tiga tahun, masa mau kamu lepasin begitu aja sih" komentar Baekhyun lagi sambil mencoba menenangkanku.
"Tapi, apa lagi yang bisa ku lakukan. Lagi pula belum tentu dia juga menyukaiku" lanjutku dengan wajah yang semakin murung.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ujian akhir berjalan dengan semestinya. Karena sering belajar bersama, aku pun dapat menjawab soal-soal ujian dengan mudah. Tapi teman-temanku justru sebaliknya. Mereka terlihat begitu bingung ketika soal ujian dibagikan. Tampak di wajah mereka ekspresi minta tolong. Tapi karena pengawasannya sangat ketat, kami tidak bisa melakukan apa-apa.
Hari terakhir ujian pun akhirnya berlalu. Tanpa terasa kami sudah bersekolah di Anyang Arts High School ini selama 3 tahun. Dan selama itu pulalah cintaku pada Chanyeol bersemi. Walaupun hingga kini aku tak tau bagaimana perasaannya padaku, tetapi hubungan kami yang kini menjadi teman cukup dekat sudah menjadi perkembangan yang cukup besar.
"Akhirnya ujian selesai juga. Sekarang aku merasa hidup kembali" kata Baekhyun lega.
"Memangnya kemarin kau udah mati ?" ledek Luhan.
"Sialan kau Lu. Ya enggak lah, tapi hampir hahaha" kata Baekhyun menanggapi ledekan Luhan yang di iringi dengan tawa ku dan Minseok.
"Iya juga sih. Udah soalnya susah-susah, eh pengawasannya ketat banget lagi" tambah Luhan.
"Menurut ku ga sesusah itu kok. Soalnya kan kemarin-kemarin kita sudah belajar bersama dan soal yang di keluarin ga beda jauh sama yang kita pelajarin" kataku.
"Itu sih buat kamu Kyung, tapi kalau buat kami adalah perjuangan besar baru bisa ngejawab semua soal itu. Ya gak Lu ?" kata Baekhyun menanggapi.
"Iya Baek, bener banget" sahut Luhan membenarkan perkataan Baekhyun.
"Ya ya ya, terserah kalian aja deh. Siapa suruh kemarin kalian belajarnya gak serius" timpalku. Mereka pun menanggapi komentarku dengan candaan seperti biasanya.
Seminggu kemudian . . .
"Kyung, nih dengerin cara terakhir. Kamu harus menyatakan perasaanmu padanya lebih dulu karena pada kenyataannya tidak sedikit laki-laki yang gengsinya melebihi apa pun. Jadi Kyung, kalau menurut ku kau harus mengungkapkan perasaanmu padanya" kata Baekhyun.
"Mana mungkin aku bilang kalau aku suka sama dia dan sudah tiga tahun. Aku kan cewe" timpalku.
"Ini kan udah jamannya emansipasi wanita. Jadi gak papa dong kalau cewe yang bertindak duluan" kata Luhan.
"Ta..tapi.. Lu..aku..." kataku terputus-putus.
"Udah deh kamu tenang aja, kita semua pasti bakalan bantuin kamu. Ya kan girl's ?" kata Luhan memberiku semangat.
"Pastinya dong !" seru mereka serempak.
Hari-haripun berganti. Kini tiba saatnya Prom Night. Aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku padanya malam ini.
"Kyung kamu harus semangat. Aku yakin kamu pasti bisa" kata Minseok menyemangatiku. Aku hanya bisa berharap apa yang dikatakan Minseok akan terwujud dan yang pasti perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan. Malam ini aku mengenakan gaun berwarna biru muda yang cukup panjang hingga lututku. Gaun ini sengaja dipilihkan teman-temanku saat kami melewati sebuah butik. Kata mereka aku terlihat sangat cantik malam ini mengenakan gaun itu dengan rambut di gerai dan menggunakan make up yang berwarna natural.
Saat tiba di aula sekolah, hampir semua murid telah tiba di sana. Tempat itu begitu ramai dengan musik hip hop yang di putar. Aku mulai mengedarkan pandanganku keseluruh sudut ruang aula sekolah. Hingga akhirnya aku melihat Chanyeol yang sedang mengobrol dengan teman-temannya di dekat panggung. Ia terlihat begitu mempesona dengan mengenakan stelan jas berwarna hitam. Tubuhnya yang tinggi dan berotot membuatnya terlihat seperti orang yang dewasa. Aku terus memandanginya hingga akhirnya ia melihat ke arahku dan memanggilku.
"Hai Kyung. Kemarilah, aku ingin memperkenalkanmu pada temanku" katanya. Aku pun langsung melangkah ke arahnya.
"Hai, ada apa ?" tanyaku setelah berada cukup dekat dengannya.
"Aku ingin memperkenalkanmu pada temanku. Kenalkan ini Jongin. Dia adalah temanku dari SMP, sekarang ia juga baru lulus SMA" kata Chanyeol sambil menunjuk ke arah temannya itu.
"Oh hai Jongin, namaku Do Kyungsoo tapi panggil saja Kyungsoo agar lebih akrab" kataku sambil mengulurkan tangan padanya. Ia pun menjabat tanganku sambil tersenyum dan memperkenalkan diri.
"Oh jadi kamu yang bernama Kyungsoo. Salam kenal ya" balasnya. Aku pun bingung bagaimana ia bisa tau aku, padahal ini pertama kalinya kami bertemu.
"Maksud kamu apa ?" tanyaku penasaran.
"Emh itu, Chanyeol sering cerita soal teman-temannya di SMA ini" jelasnya.
"Ohhh jadi begitu, aku pikir kenapa" kataku dengan perasaan lega.
Setelah sekian lama pesta berlangsung, aku mulai merasa bosan. Apalagi ditambah Jongin yang terus-terusan mengajakku mengobrol. Katanya aku anak yang cukup asik di ajak ngobrol, jadi ia terus saja nyerocos tanpa henti dan aku hanya bisa menanggapinya dengan kata ya atau tidak.
Teman-temanku sedang asik berdansa, walaupun mereka mengajakku, entah kenapa aku begitu tidak bersemangat. Jongin juga mengajakku, tapi aku menolaknya karena yang ada di pikiranku saat ini hanyalah Chanyeol. Aku mulai memikirkan rencana awalku untuk menyatakan perasaanku padanya. Akan tetapi sejak pesta dansa dimulai ia menghilang dari pesta entah kemana.
Karena aku benar-benar bosan, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke atap gedung sekolah. Dan yang mengejutkan saat aku tiba di sana, ternyata Chanyeol juga sedang ada di sana. Aku melihat ia tampak murung sambil menatap ke langit. Lalu tanpa ragu kuputuskan untuk menghampirinya.
"Langitnya indah ya dilihat dari sini" kataku mencairkan suasana.
"Oh ternyata kau Kyung, aku pikir siapa. Sedang apa kau disini ?" tanyanya agak terkejut.
"Maaf kalau aku mengganggu, hanya saja aku merasa bosan ada di pesta itu jadi kuputuskan untuk pergi kesini. Dan kau sedang apa di sini ?" kataku.
"Oh jadi begitu. Aku juga. Dan yah kau benar, pemandangan langit malam dari sini memang indah" katanya menanggapi sambil tersenyum dengan sangat manis menambah ketampanannya.
Waktu pun berlalu dan kuputuskan itulah saat yang tepat untuk aku menyatakan perasaanku padanya.
"Emh, Chanyeol ada yang ingin kukatakan padamu" kataku dengan nada lemah.
"Apa itu ?" tanyanya sambil mengalihkan pandangannya dari langit lalu menatapku. Perasaanku pun semakin tak karuan dan suasana yang begitu tenang membuatku semakin tegang.
"Emh itu, aku . . . aku . . ." kataku terputus-putus karena gugup.
"Ada apa Kyung, katakan saja padaku" katanya berusaha menenangkan. Tapi karena ia tepat berada di depanku sambil menatapku membuat aku semakin grogi dan tak percaya diri.
"Aku . . . aku sebenarnya . . . aku me-" kata-kataku terpotong karena tiba-tiba Jongin datang dan mengacaukan situasi itu.
"Hai Kyung, ternyata kau disini. Aku mencarimu kemana-mana tapi ternyata kau disini bersama Chanyeol" katanya membuyarkan kata-kata yang ingin ku ucapkan pada Chanyeol.
"Oh, hai Jongin. Aku tidak sengaja bertemu Chanyeol saat aku kesini dan dia juga ada di sini" kataku mencairkan suasana yang tadinya cukup mendebarkan sebelum kehadiran Jongin.
"Oh ternyata begitu. Oh iya Chan, tadi aku ketemu Seohyun di bawah dan dia ingin bertemu denganmu jadi kubawa saja dia kesini" katanya sambil menunjuk ke arah pintu.
Aku bertanya-tanya siapakah Seohyun itu. Apakah ia ada hubungan dengan Chanyeol sehingga ia ingin sekali bertemu dengannya. Lalu munculah seorang perempuan yang terlihat begitu cantik dan anggun dari balik pintu. Ia pun langsung menghampiri Chanyeol lalu memeluknya sambil menangis. Melihat hal itu aku pun semakin bingung.
"Siapa sih nih cewe, kok dateng-dateng langsung meluk Chanyeol, sambil nangis lagi" pikirku. Karena hal itu Jongin pun langsung menarik lenganku menjauhi mereka.
"Mereka itu dulu pernah pacaran tapi terpaksa putus karena Seohyun pindah ke luar negeri untuk waktu yang sangat lama" kata Jongin menjelaskan.
"Oh, jadi mereka itu dulu pacaran. Tapi kenapa cewe itu, maksudku Seohyun menangis ?" tanyaku penuh selidik.
"Apalagi kalau bukan rindu. Merekakan sudah berpisah selama bertahun-tahun, dan setauku Chanyeol masih mencintainya" kata Jongin. Mendengar hal itu pun membuatku semakin lemas.
"Pantas saja selama ini Chanyeol tidak pernah memberikan tanggapan apapun padaku, ternyata dia masih mencintai mantan kekasihnya itu" kataku dalam hati. Aku pun beranjak pergi meninggalkan mereka karena melihat mereka berdua membuat hatiku seperti disayat-sayat.
Saat kembali ke ruang aula, teman-temanku pun langsung mendekatiku dan bertanya bagaimana hasilnya. Dengan nada yang sangat lemas aku menjawab mereka bahwa aku sama sekali belum menyatakan perasaanku padanya.
"Kok bisa sih, padahalkan kalian berada di atas berduaan cukup lama" kata Luhan.
"Ya bisa lah. Tadi waktu aku mau bilang kalau aku suka sama dia, tiba-tiba Jongin temannya Chanyeol datang dengan membawa seorang perempuan yang bernama Seohyun dan ternyata dia adalah mantan kekasihnya" jelasku.
"Apa ?Bbagaimana mungkin. Setauku Chanyeol tidak pernah pacaran" kata Baekhyun dengan wajah terkejut.
"Dia itu mantan kekasihnya waktu SMP dan mereka terpaksa putus karena cewenya itu harus pindah ke luar negeri selama bertahun-tahun dan baru kembali sekarang" jelasku pada mereka.
"Ya ampun Kyung, kami turut sedih untukmu. Kau yg sabar ya. Kalau kalian memang jodoh, nanti pasti akan ada hal yang membuat kalian bisa bersama" kata Minseok berusaha menenangkanku.
Malam itu pun berlalu. Tanpa kuduga ternyata aku berhasil mendapatkan beasiswa ke USA. Aku begitu senang sekaligus sedih karena harus meninggalkan teman-teman dan keluargaku.
"Teman-teman terima kasih ya udah jadi temen yang baik untuk ku selama ini. Aku pasti akan sangat merindukan kalian saat berada di USA nanti" kataku saat di Bandara.
"Kyung, sekali lagi selamat ya. Dan jangan lupa kasih kabar ke kita-kita" kata Minseok yang diikuti anggukan Luhan dan Baekhyun.
"Iya teman-teman, aku pasti bakalan kirim kabar terus sama kalian. Dan aku juga nitip keluarga aku ya, pastiin kalau mereka baik-baik aja" kataku sambil memeluk mereka satu persatu.
"Pastinya dong Kyung. Oh iya, apa kamu yakin mau ambil beasiswa ini. Kamu kan bakalan gak bisa lagi ketemu sama Chanyeol" kata Luhan.
"Udah lah Lu, aku yakin kok. Dan lagian dengan kepergianku ini mungkin akan bisa menghapus rasaku padanya dan melupakannya" kataku dengan nada lirih.
"Kalau gitu aku pergi dulu ya" kataku melambaikan tangan pada mereka sambil melangkah menuju ke arah keberangkatanku ke USA.
Tanpa terasa waktupun berlalu. Sudah hampir 5 tahun aku berada di USA dan kini aku telah lulus kuliah. Aku memutuskan untuk kembali ke Korea dan pulang ke Seoul. Walaupun hatiku masih belum siap untuk kembali, tapi perasaan rinduku pada teman-teman dan keluargaku sudah tak terbendung lagi.
Dan saat tiba di rumah, mereka pun menyambutku dengan penuh kebahagiaan. Suasana haru pun tak bisa dihindari. Aku dan ibuku langsung menangis saat bertemu dan berpelukan karena begitu tak percaya bisa bertemu kembali. Teman-temanku pun demikian juga.
"Ya ampun Kyung, kamu makin cantik aja sih" kata Luhan dengan nada bercanda.
"Udah deh Lu, gak usah ngajak berantem sekarang. Aku kan lagi pengen kangen-kangenan sama kalian semua" kataku sambil mengusap air mata.
"Iya deh iya, kita juga kangen banget nih sama kamu Kyung" lanjut Luhan. Hari itu pun berlalu dengan penuh suka cita.
Esok paginya . . .
"Kyung, gimana sekarang perasaan kamu sama Chanyeol? Apa kau sudah bisa melupakannya ?" tanya Baekhyun.
"Eh Baek, Kyungsoo kan baru pulang kemarin masa kamu udah ngingetin dia masalah yang bikin dia sedih sih" kata Minseok menanggapi pertanyaan Baekhyun.
"Udah sih ga usah berantem. Emh masalah itu kayaknya aku belum bisa deh ngelupain dia" kataku menanggapi dengan nada sedih karena kembali teringat kejadian malam itu.
"Kamu yang sabar ya Kyung" kata Minseok.
Siangnya aku memutuskan untuk jalan-jalan sebentar ke taman kota. Karena asik memperhatikan suasana sekitar, tanpa sengaja aku menabrak seseorang.
"Aduh maaf, saya tidak sengaja" kataku. Lalu beranjak pergi meninggalkan taman itu karena Luhan menelpon mengajak bertemu di cafe tempat biasa kami ngumpul.
Saat tiba di cafe, aku langsung menuju meja paling ujung tempat kesukaan kami.
"Kenapa Lu, kok tiba-tiba ngajak ngumpul di sini sih ?" tanyaku yang di iringi dengan raut wajah Baekhyun dan Minseok yang terlihat ingin menanyakan hal yang sama.
"Begini, sebenernya aku pengen ngajak kalian ke butik buat belanja gaun" kata Luhan menerangkan.
"Gaun buat apa Lu ?" tanya Minseok.
"Buat apa lagi kalau bukan buat reunian nanti malam" kata Luhan lagi.
"Oh iya aku lupa soal itu. Kalau gitu kita harus pergi sekarang" kata Baekhyun bersemangat.
Saat tiba di butik langganan kami, mereka langsung melihat sekeliling butik untuk menemukan baju yang ingin mereka kenakan nanti malam. Aku hanya duduk dan melihat mereka sibuk memilih pakaian. Lalu tiba-tiba Minseok menyerahkan sebuah gaun padaku dan menyuruhku mencobanya. Aku pun terpaksa melakukannya karena dia memaksaku. Setelah kukenakan lalu menunjukannya pada mereka, mereka langsung memberi tanggapan bahwa baju itu sangat cocok untuk kukenakan nanti malam. Dan entah apa yang merasukiku, aku pun langsung menyetujui saran mereka.
Akhirnya malam yang dinanti pun tiba. Baekhyun mengenakan gaun berwarna pink yang cukup mewah dan membuatnya tampak begitu elegan dan anggun dengan rambut di gelung. Luhan mengenakan gaun warna hijau muda yang agak ketat dan membuatnya terlihat seperti ABG. Minseok mengenakan gaun berwarna biru tua dengan switer yang membuatnya terlihat innocent. Sedangkan aku mengenakan gaun berwarna putih setinggi lutut yang dipilihkan mereka tadi siang dengan rambut diikat sebagian dan riasan wajah yang tipis.
Aku sangat tidak bersemangat mengingat bahwa kemungkinan bertemu Chanyeol malam ini cukup besar karena ini adalah reunian. Dan seperti dugaanku, setelah setengah jam pesta berlangsung Chanyeol pun datang, dan ia masih terlihat sama seperti terakhir aku melihatnya. Hanya saja kali ini dia mengenakan jas berwarna putih dan hal itu membuatnya semakin terlihat mempesona karena hanya dia laki-laki yang tidak mengenakan jas hitam.
Selama pesta berlangsung aku terus berusaha melakukan segala hal untuk mencegah ia melihatku atau pun sebaliknya. Hingga akhirnya saat aku menuju atap gedung untuk bersembunyi darinya aku malah menemukan ia telah berada di sana lebih dulu. Aku memutuskan untuk kembali ke aula, tetapi ia berbalik dan melihat aku yang sedang buru-buru pergi lalu memanggilku.
"Kyungsoo!" panggilnya. Tapi aku berpura-pura tidak mendengar hingga ia memanggilku sekali lagi.
"Do Kyungsoo, tunggu dulu kau mau kemana ?" teriaknya. Dengan terpaksa aku pun berbalik dan menjawabnya.
"Oh Chanyeol ternyata kau melihatku. Tadinya aku mau mencari udara segar tapi aku tidak mau mengganggumu" kataku tanpa menatapnya.
"Oh ternyata begitu. Aku pikir kau menghindariku. Oh iya, bukankah berbicara dengan seseorang tanpa menatapnya itu tidak sopan ?" kata Chanyeol dengan nada bercanda.
"Maaf, bukan begitu maksudku" kataku berusaha menjelaskan walaupun aku tau yang dikatakannya benar.
"Aku tau, aku hanya bercanda" katanya yang membuat suasana mencair.
"Oh iya Kyung, ini punya kamu kan ?" tanya Chanyeol sambil menyerahkan sekumpulan kertas kepadaku. Setelah memeriksanya ternyata itu memang milikku.
"Kau benar, ini memang milikku. Tapi bagaimana kau mendapatkannya ?" tanyaku dengan penasaran.
"Tadi siang kita tidak sengaja bertabrakan di taman dan kau menjatuhkan ini. Sebenarnya aku mau memanggilmu lagi untuk menyerahkannya, tapi kau buru-buru naik taksi dan aku teringat malam ini ada reunian yang ku yakini pasti kau akan datang. Jadi aku membawanya ke sini untuk ku kembalikan. Apa kau masih ingat ?" jelasnya panjang lebar.
"Oh jadi itu kau. Ya ampun dunia ini sempit banget ya" celetukku.
"Kau bisa saja. Tapi setelah ku baca, bukankah itu cerpenmu yang dulu kau bilang cerpen pertamamu ?" tanyanya.
"Ne, tapi apa benar kau membacanya ?" tanyaku balik.
"Iya dan kulihat ceritanya masih belum selesai juga ya ?" katanya lanjut bertanya.
"Yah begitulah" kataku.
"Tapi kenapa ? Apa yang selanjutnya terjadi pada mereka berdua ? Apakah wanita itu berhasil mendapatkan cinta pertamanya itu ? Ayo katakan padaku karena aku benar-benar penasaran" tanyanya.
"Emh soal itu aku tidak yakin" aku terdiam sambil membelakangi Chanyeol karena bingung harus menjawab apa.
"Kyungsoo. Aku rasa aku tau bagaimana akhir ceritanya" kata Chanyeol tiba-tiba. Lalu tanpa di duga ia memelukku dari belakang sambil membisikkan sesuatu ketelingaku. Karena aku sangat terkejut dengan apa yang dilakukannya, aku tidak mendengar apa pun yang dibisikannya padaku.
"Chanyeol, apa yang kau lakukan. Lepaskan aku. Jika Seohyun melihat kita seperti ini bagaimana ? Dia pasti akan terluka dan salah paham" kataku sambil berusaha melepaskan pelukannya dariku.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Lagi pula Seohyun bukan pacarku. Kami sudah putus sejak dia pindah keluar negeri bertahun-tahun lalu" seruChanyeol.
"A...apa maksudmu ? Bukankah malam itu saat Prom Night kalian kembali bersama ?" kataku lagi.
Lalu ia melepaskan pelukannya. Kini kami berhadapan dan tangan Chanyeol terus menggenggam kedua tanganku tanpa henti menatapku.
"Dengar ya Kyung. Sebenarnya aku sudah lama menyukaimu dan malam itu aku ingin mengungkapkannya padamu tapi kedatangan Seohyun membuatku terpaksa membatalkan itu semua. Dan asal kamu tau, aku sama Seohyun malam itu hanya mengobrol biasa antara teman" jelas Chanyeol padaku. Kata-katanya benar-benar membuatku terkejut. Aku tak pernah menyangka kalau selama ini dia juga menyukaiku.
"Lalu kenapa dia menangis sambil memelukmu ?" tanyaku.
"Ia menangis karena begitu sedang ada masalah dan senang bisa melihatku lagi walau pun kami tidak kembali bersama" kata Chanyeol menjelaskan.
"Tapi Jongin bilang kamu-" kataku terputus karena di potong Chanyeol.
"Apa pun yang di katakan Jongin padamu tentang Seohyun dan aku tidak benar. Selama ini aku selalu memperhatikanmu, tapi aku tidak pernah menunjukkannya karena aku takut itu akan merusak pertemanan kita" kata Chanyeol.
"Jadi boleh aku tau bagaimana akhir ceritanya sekarang? Apakah mereka berdua akhirnya bersama atau tidak ?" tanya Chanyeol.
"A...aku tidak tau" kataku terbata sambil menundukan kepala karena takut manatap matanya dengan pipi yg sudah merah merona.
"Kyung, sekarang lihat mataku dan bilang kalau kamu gak suka sama aku" katanya. Perlahan-lahan aku pun mengangkat kepala sambil berucap dengan ragu.
"Aku tidak...aku tidak bisa Chanyeol" kataku mengalihkan pandangan.
"Kyung, aku cuma ingin kamu jujur sama aku" katanya lagi.
"Aku ga siap terluka lagi" kataku sambil menangis.
"Kamu tenang aja Kyung, aku janji ga bakalan buat kamu terluka dan ga bakalan biarin satu tetespun air mata mengalir di pipimu lagi" katanya sambil mengusap air mataku lalu memelukku dengan erat.
"Kyung, aku benar-benar mencintaimu. Aku ga mau kehilangan kamu seperti aku kehilangan Seohyun dulu. Aku ga peduli apa pun halangan yang menghalangi cintaku padamu, aku pasti akan terus memperjuangkan cintaku sama kamu" katanya yang membuatku benar-benar terharu dan membalas pelukannya.
"Sebenarnya aku juga sudah lama suka sama kamu Chanyeol" kataku di iringi dengan tepuk tangan teman-temanku yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Kami pun saling berpandangan dan tersenyum.
"Kayaknya akhir dari cerita itu wanitanya berhasil mendapatkan cinta pertamanya" kataku. Chanyeol pun membalasnya dengan senyuman yang begitu lembut dan tulus.
"Selamat ya. Akhirnya kalian berdua bisa bersama !" kata Minseok, Luhan dan Baekhyun sambil bertepuk tangan. Akhirnya aku pun mengalami sendiri happy ending dengan mendapatkan cinta pertamaku seperti cerita-cerita yang kutulis dan ku lihat di TV yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya akan ku alami. Kini aku sudah memutuskan untuk tidak akan lagi percaya hanya dengan penglihatanku dan ucapan orang lain, karena bisa saja kenyataan sebenarnya berbeda dan justru membuatku bahagia seperti ini.
THE END
Maaf lebay hahaha. Karena ga ada yg request couple jadi aku tetap pakai couple sesuai keinginanku sendiri. BTW sorry gaje banget, kepanjangan lagi jadi boring . Makasih yg udah luangin waktu buat baca. Love u guys Di tunggu kritik dan sarannya ya. Happy reading Typo alert!!!!
Buat yg request sequel Baby In Love sorry banget ya, tapi aku sama sekali ga ada rencana buat bikin sequel. Karena cerita ini kumpulan one shot atau two shot aja. Tapi kalau nanti ada yg nagih lagi minta sequel, bakal aku bikinin deh . Makasih reviewnya, di dunggu review selanjutnya ya.
