Cast : Do Kyungsoo
Byun Baekhyun (gs)
Baeksoo area
Romance
~Author pov
Seorang gadis mungil tengah asik menatap pantulan dirinya di cermin. Ia berputar kekanan dan kekiri untuk melihat penampilannya. Setelah di rasa bagus, ia melangkah keluar dengan gaun sebatas lutut berwarna merah muda sudah melekat di tubuh mungilnya.
"Oppa, yg ini bagaimana?" tanya gadis bermata sipit itu sambil berpose di depan seorang pria yg tengah duduk sambil memainkan handphonennya.
"Yeppo" hanya satu kata itu yg terucap dari bibir hatinya setelah melihat penampilan si gadis.
"Ish oppa. Dari tadi kau selalu bilang begitu. Aku butuh pendapatmu, bukan hanya pujian seperti itu" ucap si gadis dengan wajah merengut kesal.
"Lalu aku harus mengatakan apa? Kenyataannya apa pun yg kau kenakan kau selalu terlihat cantik, Baekhee-ah" ucapan itu begitu sederhana tapi berhasil membuat pipi gadis di depannya merona.
"Ish tidak usah menggombal" balas si gadis sambil menangkup kedua pipinya yg terasa memanas.
"Siapa yg menggombal? Aku hanya membicarakan fakta. Dengan baju ini kau terlihat lebih feminim. Dengan baju yg biru tadi kau terlihat jadi lebih manis, sedangkan yg warna kuning kau terlihat jadi semakin menggemaskan. Kau cantik dengan pakaian apa pun" jelas si pria tampan sambil berdiri dan melangkah mendekati si gadis yg makin merona.
"A..arraseo. Oppa duduk saja. Aku ganti baju dulu" sergah si gadis mencob menutupi kegugupannya saat pria itu kian mendekat dengan tatapan intense pada wajahnya yg kian merona.
Pria itu hanya tersenyum simpul melihat tingkah gadisnya. Ia pun kembali duduk sesuai permintaan si hadis yg ia sebut Baekhee itu.
"Oppa, setelah ini mau kemana?" tanya Baekhee pada pria yg tengah ia genggam tangannya.
"Kita makan, setelah itu ku antar kau pulang" jawabnya sambil melangkah menyusuri pusat perbelanjaan yg ramai.
"Pulang? Sekarang baru jam setengah delapan malam" terdengar jelas nada kecewa dari kalimat yg di lontarkan si gadis.
"Gadis manis sepertimu tidak boleh pulang larut. Lagi pula aku sudah janji pada orang tuamu untuk memulangkanmu sebelum jam sepuluh" balas si pria lagi sambil mengeratkan genggaman tangan mereka.
"Arraseo" balas Baekhee dengan nada lemas.
"Jangan begitu. Kau tau kan aku tidak ingin merusak kepercayaan yg di berikan orang tuamu padaku. Mereka sudah berbesar hati mengijinkanku untuk menjaga putri berharga mereka selama beberapa jam, jadi aku juga harus berbesar hati memulangkanmu walau pun aku harus menanggung rindu" kata-kata manis itu sungguh menggetarkan hati Baekhee. Ia benar-benar merasa bersyukur bisa memiliki pacar yg baik dan bertanggung jawab seperti Kyungsoo. Do Kyungsoo, pria tampan pujaan banyak gadis di kampusnya.
Mereka berdua sudah menjalin hubungan selama satu setengah tahun. Selama itu pula Byun Baekhyun atau biasa Kyungsoo panggil Baekhee merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.
Bagaimana tidak, di kampus mereka Kyungsoo terkenal sebagai sosok yg dingin dan introvert. Ia hanya bicara seperlunya dan jarang sekali berbaur dengan mahasiswa lain selain teman sepermainannya yg bisa di hitung dengan jari. Banyak gadis yg menyukainya karena paras tampan serta kepintaran otaknya. Belum lagi fakta bahwa Kyungsoo seorang anak dari CEO perusahan terkenal dan berpengaruh di bidang properti.
Di tambah sifatnya yg tertutup membuat daya tariknya kian meroket karena terkesan misterius. Setiap ada yeoja yg mendekatinya, Kyungsoo tak pernah menanggapi. Justru teman sepermainannya yg lebih antusias setiap ia mendapat pengakuan cinta. Maaf aku tidak tertarik menjalin hubungan menjadi kalimat ampuhnya membuat patah hati puluhan yeoja yg memberanikan diri menyatakan perasaan mereka.
Teman-temannya bahkan sering menudingnya sebagai gay karna tak pernah menunjukan ketertarikan pada yeoja mana pun. Tapi segalanya berubah saat ekor matanya tak sengaja menangkap tingkah lucu seorang yeoja mungil yg terlihat mondar mandir di depan pintu ruangan dosen. Tangan gadis itu sesekali terangkat untuk mengetuk pintu di depannya, tapi beberapa detik kemudian tangan itu kembali turun dengan helaan nafas berat.
Semenjak hari itu, sepasang mata bulat Kyungsoo selalu memperhatikan gerak-gerik si yeoja mungil tanpa sepengetahuannya. Ia selalu bisa mencari alasan menghindari teman-temannya hanya untuk mengikuti gadis itu. Makin hari ia semakin di buat penasaran dengan sifat si gadis yg begitu ceria. Di mana pun gadis itu berada, selalu tercipta tawa. Ia sangat pintar bersosialisasi, tidak seperti dirinya yg pendiam.
Kyungsoo tersadar dengan perasaannya setelah tak sengaja mencuri dengar pembicaraan beberapa pria yg dekat dengan gadis mungil yg ia tau berbama Baekhyun setelah menggunakan sedikit kekuasaannya untuk melihat biodata para mahasiswa. Mereka mendiskusikan mengenai rencana untuk mengutarakan perasaan pada gadis mungil itu secara romantis. Perasaan tak suka mendorong keberaniannya muncul untuk mengajak gadis itu berkenalan secara resmi.
Gadis itu benar-benar terkejut mendapati seorang idola kampus mendatanginya saat di kantin dan mengajaknya berkenalan. Gadis itu bahkan tak berani menatap langsung pada mata yg begitu memikat saat mereka berbicara. Di tambah lagi pandangan tak suka yg di layangkan padanya dari semua gadis yg menyematkan diri sebagai fans Kyungsoo.
Perkenalan mereka berjalan lancar. Hampir setiap hari saat jam makan siang selalu mereka habiskan berdua. Kyungsoo bahkan tak memperdulikan sindiran temannya yg mengatainya lupa teman karena sedang kasmaran. Ia selalu bisa menampilkan wajah flat saat bersama dengan yg lain. Berbanding terbalik saat ia berada di sisi gadis itu. Sungguh senyum dan tawa Bakhyun menular padanya. Keceriaan gadis itu membuatnya benar-benar jatuh hati.
Setelah enam bulan perkenalan mereka, Kyungsoo akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya. Ekspresi terkejut dan terharu tak bisa di sembunyikan dari wajah Baekhyun malam itu. Kyungsoo mengajaknya jalan-jalan seharian, lalu memintanya menjadi kekasih di depan kedua orang tuanya saat ia mengantarkan pulang.
Baekhyun di buat bingung saat Kyungsoo menanyakan keberadaan orang tuanya di rumah. Dan air mata lolos begitu saja saat Kyungsoo meminta ijin pada tuan dan nyonya Byun untuk menjaga putri mereka. Sungguh bukan kalimat gombal atau apa pun yg pria itu lontarkan. Tapi sikap dewasanya benar-benar meluluhkan hati kedua orang tua Baekhyun.
"Maaf mengganggu malam-malam. Tapi aku harus mengatakan ini sekarang. Aku ingin berterima kasih pada kalian yg sudah membesarkan seorang putri yg begitu mempesona seperti Baekhyun. Mataku tak bisa berhenti memandangnya, dan jantungku tak bisa lagi berdetak dengan normal setelah bertemu dengannya. Oleh karena itu, dengan segenap keberanian yg berhasil ku kumpulkan. Aku ingin meminta ijin dari kalian untuk mengemban tanggung jawab menjaga hati Baekhyun sebagai kekasih hatiku. Aku tidak bisa berjanji untuk tidak menyakitinya, tapi aku akan berusaha semampuku untuk terus membahagian putri kalian" Kyungsoo menggantung kalimatnya sejenak untuk memperhatikan ekspresi kedua orang tua Baekhyun. Melihat tak ada yg berniat menyanggahnya, Kyungsoo pun meneruskan.
"Aku tau ini permintaan yg sulit. Kalian membesarkannya dengan susah payah dengan penuh cinta hingga sebesar ini. Baekhyun benar-benar seseorang yg berharga untuk kalian. Tapi aku benar-benar tidak bisa menahan perasaanku lagi. Karena itu aku ingin mendapat restu kalian, jika memang terlalu sulit aku bisa mengerti. Aku akan berusaha untuk menghapus perasaanku padanya" jelas Kyungsoo mengakhiri kalimatnya. Ia juga tak tau dari mana keberanian untuk meminta ijin pada orang tua gadis itu muncul. Kyungsoo hanya merasa ia akan sangat menyesal jika sampai kehilangan Baekhyun.
Malam itu berlalu dengan senyuman bangga dari ayah Baekhyun. Ia benar-benar menyukai sikap dewasa yg Kyungsoo tunjukan. Baekhyun menangis haru di pelukan ibunya saat sang ayah memberikan restu untuk hubungan mereka.
Namun yg namanya hubungan, tak pernah berlangsung mulus selamanya. Selalu saja ada yg mengusik karena tak suka dengan hubungan mereka. Terlebih para fans Kyungsoo. Mereka merasa tak terima pujaan hati mereka menjalin hubungan dengan gadis biasa-biasa saja seperti Baekhyun.
Yg terparah terjadi saat hubungan merwka menginjak satu tahun. Baekhyun mendapatkan teror dari fans Kyungsoo yg tak pernah ia katakan pada pria itu. Pernah sekali Baekhyun mendapatkan paket berisi bngkai ayam dengan kertas bertuliskan tinta darah yg menyuruhnya untuk menjauhi Kyungsoo. Baekhyun benar-benar terpukul dengan teror yg tak pernah berhenti.
Bukan hanya itu, Baekhyun bahkan di buli oleh beberapa yeoja saat ia tak bersama Kyungsoo. Pernah sekali ia di siram dan di kunci di dalam toilet selama 3 jam hingga akhirnya seseorang menemukannya dalam keadaan menggigil di bilik toilet yg di tempeli tulisan rusak. Ia berakhir dengan membohongi Kyungsoo bahwa ia sakit flu karena terjatuh di kolam saat bermain dengan teman-temannya saat cuaca panas.
Memang dasarnya Kyungsoo termasuk pria yg peka, ia menyadari perubahan sikap Baekhyun padanya. Gadis itu tak seceria dulu, bahkan saat di kampus Baekhyun sering menghindarinya dengan berbagai alasan yg tak jelas. Puncaknya waktu itu saat Baekhyun meminta putus hubungan dengannya. Kyungsoo yg merasa tak ada yg salah di antara mereka tentu saja tak terima. Ia terus meminta penjelasan dari gadisnya hingga akhirnya Baekhyun menangis sejadinya di pelukannya.
"Tidak oppa. Kita tidak seharusnya bersama. Kau dan aku tidak cocok. Kita seperti bumi dan matahari yg tak bisa menyatu. Kau terlalu bersinar, sedangkan aku hanya manusia biasa yg tidak memiliki kelebihan apa pun" ucap gadis itu diiringi isakan dalam dekapan Kyungsoo.
"Jangan berbicara seperti itu" ucap Kyungsoo sambil mengelus punggung Baekhyun yg bergetar. Lalu perlahan ia lepaskan dekapannya dan menangkup wajah mungil itu.
"Hei, lihat aku" ucapnya lagi sambil mengangkat wajah Baekhyun yg menunduk agar bertemu pandang dengannya.
"Apa kau tak percaya padaku?" tanya pria itu sambil memandang tepat di mata sipit yg masih terus terisak.
"Aniya, aku hikse percaya" balas gadis itu dengan isakannya.
"Kalau begitu jangan pergi. Kau harus percaya bahwa aku sangat mencintaimu. Hanya itu yg harus kau ketahui. Apa pun perkataan orang di luar sana, jangan dengarkan mereka. Kau hanya perlu memandang dan mendengarkan perkataanku. Kau mengerti ?" lanjut Kyungsoo lagi.
"Tap-"
"Ssttt. Tak ada tapi Baek." ucap Kyungsoo memotong ucapan Baekhyun sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir tipis gadis itu.
"Dengar, sejauh yg aku tau, tak ada wanita mana pun yg lebih baik darimu selain ibu ku yg bisa bersabar dengan semua sifatku. Aku bukan manusia yg sempurna Baek, kehadiranmu di hidupku yg membuatku merasa sempurna. Kau satu-satunya gadis yg berhasil mencuri hatiku tanpa melakukan apa pun. Jadi jangan pernah lagi berfikir untuk meninggalkanku, kau mengerti?" kata-kata itu benar-benar di ucapkan dengan lembut tapi terdengar tegas.
Baekhyun hanya bisa menganggukan kepalanya seraya menghambur diri kepelukan Kyungsoo dengan erat. Ia tak bisa berkata-kata lagi karena jujur ia juga sangat mencintai pria ini.
Hari-hari berlalu dan Baekhyun tak pernah lagi menemukan gadis-gadis yg membulinya. Baekhyun merasa lega, namun tak di pungkiri ia juga penasaran akan nasib mereka. Namun Kyungsoo berhasil meyakinkannya untuk tak memikirkan mereka dan hanya fokus pada hubungan mereka. Tanpa sepengetahuan Baekhyun, Kyungsoo sudah menyuruh beberapa orang kepercayaan keluarganya untuk mengurus gadis-gadis yg sudah berani menyakiti gadisnya. Semenjak hari itu, tak ada lagi yg berani mengusik hubungan mereka berdua.
"Aku tidak ingin berpisah dengan oppa" manja Baekhyun di lengan Kyungsoo saat mereka menuju parkiran.
"Aigo, uri Baekhee sedang manja" goda Kyungsoo sambil mencubit gemas pipi gadis itu.
"Ish aku serius oppa" ucap gadis itu lagi merengut.
"Hahaha maaf. Kau tau kalau aku lebih tak ingin berpisah denganmu" tawa Kyungsoo melihat gadisnya yg begitu menggemaskan saat merajuk sambil mengusap kepalanya lembut.
"Sekarang, silahkan masuk tuan putri" lanjut Kyungsoo membukakan pintu di samping kemudi untuk Baekhyun.
"Terima kasih pangeranku" balas Baekhyun tak mau kalah. Setelahnya perjalanan mereka di penuhi tawa riang sambil saling menjahili satu sama lain di sela-sela keseriusan Kyungsoo menatap jalanan di depannya.
Jari jemari yg terjalin tak pernah lepas sepanjang perjalanan. Mereka benarlarut dalam kebahagiaan hingga tak terasa mobil yg di kendarai Kyungsoo sudah memasuki pekarangan rumah Baekhyun. Raut wajah Baekhyun kembali tertekuk saat menyadari di mana mereka berada sekarang.
"Kenapa oppa cepat sekali sih menyetir mobilnya? Aku kan masih ingin terus berduaan denganmu" ucap Bakhyun sambil memandangi tautan tangan mereka.
"Tenanglah, aku akan mampir sebentar" kata Kyungsoo berhasil membuat kepala Baekhyun mendongak.
"Sungguh?" tanya gadis itu. Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya lalu keluar dari mobil yg langsung di susul Baekhyun.
Saat memasuki rumah, Baekhyun di buat bingung dengan keadaan ruang tamu yg terlihat sepi. Jam baru menunjukan pukul setengah sembilan, biasanya orang tua Baekhyun tengah asik menonton drama di ruang keluarga.
"Sebentar oppa. Aku cari eomma sama appa dulu" pamit gadis itu menelusuri setiap ruangan di rumahnya. Namun setelah hampir sepuluh menit berlalu, gadis itu kembali lagi dengan wajah bingungnya menghampiri Kyungsoo yg tengah duduk seorang diri di ruang tamu.
"Eoh, ini aneh. Kemana semua orang? Bahkan bibi Lee juga tidak ada di mana pun" tutur gadis itu pelan yg masih bisa di tangkap oleh pendengaran Kyungsoo.
"Kau yakin sudah mencari di semua tempat?" tanya Kyungsoo.
"Ne oppa. Bahkan sampai ke.. Ah benar, aku belum melihat ke kebun belakang dekat kolam renang. Ayo temani aku kesana" ucap gadis itu lagi dengan semangat menarik lengan Kyungsoo menuju tempat yg baru saja ia sebutkan setelah mengingat hanya tersisa tempat itu saja yg belum ia periksa.
Saat tiba di tepi kolam, kedua bola mata Baekhyun membola. Di sana berdiri kedua orang tuanya serta kedua orang tua Kyungsoo. Mereka berdiri dengan senyum mengembang menatapnya. Tempat itu telah di ubah menjadi sedemikian rupa. Lilin berjejer dan berakhir membentuk hati di depan sebuah layar besar yg menampilkan wajahnya sejak kecil hingga sekarang.
Air matanya menetes begitu saja saat berbalik dan menemukan Kyungsoo tengah berlutut dengan serangkaian bunga di tangannya. Pria itu tersenyum dengan tampan sambil menatapnya dalam.
"O.. oppa..."
"Byun Baekhyun, dengarkan perkataanku dengan baik dan jangan di potong. Areaseo?" tanya Kyungsoo pada gadia yg tengah menatapnya haru. Baekhyun hanya menganggukan kepalanya menunggu kalimat Kyungsoo selanjutnya.
"Aku sadar bahwa aku bukanlah pria yg baik. Aku juga bukan pria yg sempurna. Aku sadar selama kita menjalin hubungan, aku sering membuatmu kesal dengan sikap cuek ku. Aku bahkan sering membuatmu marah saat menemanimu berbelanja karena tidak bisa memilihkan baju sesuai keinginanmu" Kyungsoo mengambil nafas sejenak lalu melanjutkan.
"Tapi malam ini aku ingin mengungkapkan isi hatiku. Betapa aku bersyukur telah di pertemukan oleh Tuhan dengan wanita sebaik dirimu. Aku sadar kau juga tak sempurna, tapi kita bisa saling melengkapi dan membuat segalanya menjadi terasa sempurna. Byun Baekhyun, malam ini, di tempat ini, di depan kedua orang tua kita aku ingin menjadi orang yg egois. Ijinkan aku memilikimu seutuhnya. Ijinkan aku menyematkan margaku di depan namamu. Ijinkan aku menjadi seseorng yg melengkapi kekuranganmu"
"Baekhee-ah, will you be the last one for me? To complete my life? Live the rest of your day with me? Being the mother of my kids ? And grow old together until death separates us?" tanya Kyungsoo sambil mengulurkan sebelah tangan yg berisi kotak cincin di depan gadis yg sudah terisak sedari tadi.
"Absolutely yes" balas gadis itu langsung menghambur dalam pelukan Kyungsoo. Ia terus menangis haru mendengar penuturan Kyungsoo. Pria itu sungguh sempurna baginya. Mana mungkin ia bisa mengatakan tidak pada nya setelah semua yg mereka lewati bersama selama ini.
"Uljima. Nanti bajuku kotor terkena eylinermu" canda Kyungsoo mencoba menenangkan gadisnya.
"Oppa!" seru gadis itu dengan nada manja masih tak mau berhenti menangis dan terus mengeratkan pelukannya.
Malam itu juga mereka menglangsungkan pertunangan. Hanya dengan kehadiran kedua orang tua, semua terasa begitu lengkap dan sempurna. Merek saling melengkapi satu dengan yg lain. Bahkan waktu pernikahan sudh di tentukan. Karena sebentar lagi mereka berdua lulus kuliah, dan Kyungsoo juga sudah bekerja karena otaknya yg jenius jadi tak perlu ada penundaan untuk kebahagian kedua keluarga itu.
THE END
Astaga apa ini????? Hahahaha gaje banget sumpah. Aku aja geli sendiri ngetiknya. Bukan Kyungsoo banget Ga papa lah ya sekali-sekali bikin cimol jadi sweet Jangan kapok ya mampir di story g jelas ini. Di tunggu reviewnya ya. Buat yg request couple chansoo atau hunsoo habis ini ya. Ide ini udah terlanjur jadi sayang kalau harus di rombak lagi.
