Cast : Do Kyungsoo (gs)

Park Chanyeol

Chansoo area

Romance/Family/Angst

~Author pov

Pagi itu, mentari bersinar dengan cerahnya. Memancarkan kehangatan ke setiap sudut penjuru Seoul. Sementara burung tengah berkicau dengan riang, seorang gadis tampak terganggu dengan cahaya matahari yg masuk melalui celah ventilasi kamarnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 saat alarm berbunyi dari benda pipih yg berada di atas meja tepat di samping tempat tidurnya. Dengan rambut yg acak-acakan dan mata yg masih terpejam, ia menggerakan tangannya mencoba meraih benda pipih itu. Setelah berhasil, ia segera mematikan alarmnya lalu beranjak dari tempat tidur dan segera masuk ke kamar mandi.

Setelah dua puluh menit berselang, ia keluar dengan handuk menggulung di atas kepalanya. Tak seperti gadis lain pada umumnya, dalam lima menit ia sudah selesai bersiap-siap dengan kemeja rapi dan rambut di gerai yg membuat kecantikan alaminya terpancar.

"Pagi tante" ucap gadis itu saat tiba di ruang makan pada wanita paruh baya yg sedang menyiapkan sarapan di atas meja.

"Pagi sayang. Kamu ada kelas pagi ya ? Udah rapi aja" balas wanita cantik yg ia panggil tante itu.

"Iya nih. Dosen killer lagi. Males banget, tapi tetap harus semangat" ucapnya dengan riang lalu memasukan sandwich ke dalam mulutnya.

"Selesainya jam berapa ? Habis itu kamu kerja atau langsung ke rumah sakit ?" tanya wanita itu lagi.

"Emhhh hari ini aku ada tiga kelas. Selesainya kira-kira sore nanti. Habis itu aku kayaknya kerja dulu deh. Soalnya kemarin aku udah ambil shift siang, jadi hari ini harus ngambil shift sore. Jadi selesai kerja baru ke rumah sakit. Bilangin sama dia aku ada urusan bentar ya tan, biar dia ga ngambek lagi kaya kemarin"

"Ya ampun. Sibuk banget sih ponakan tante yg satu ini. Kalau gini terus, kapan bisa belajar dandan kaya kakaknya ? Entar ga ada yg naksir lagi hahaha" ucap wanita itu di iringi dengan tawa renyahnya.

"Ih apaan sih tan. Ngeledek mulu kerjaannya. Sama aja kaya kakak" ucapnya dengan ekspresi seolah-olah ia kesal.

"Hahaha tante kan cuma becanda. Ga usah cemberut gitu dong. Entar makin jelek tau. Lagian dia pasti ngerti kok kalau kamu sibuk jadi kamu ga usah hawatir" ucapnya lagi menambah kehangatan dalam percakapan mereka.

"Hmmm ya udah deh. Aku berangkat dulu ya tan. Anyeong" balasnya tanpa meladeni candaan wanita paruh baya itu setelah menghabiskan sarapannya.

"Eh kamu berangkat sendiri ? Hari ini ga di jemput pacar kamu yg ganteng itu ?" tanyanya lagi sebelum keponakannya menjauh dari ruang makan yg bernuansa sederhana tapi cukup luas itu.

"Engga tan. Lagian dia bukan pacar aku. Dia itu cuma sahabat aku tante. Ganteng dari mananya coba ? Belagu gitu orangnya. Udah ya tan, aku berangkat" balasnya dengan sedikit berteriak sambil mengikat tali sepatu saat berada di depan pintu.

"Hah dasar anak-anak jaman sekarang. Kebanyakan gengsinya" ucap wanita itu lagi sambil tersenyum memandang arah kepergian keponakannya itu.

*

~Kyungsoo pov

Namaku Do Kyungsoo. Aku terlahir kembar dengan kakaku yg bernama Do Kyunghee. Kakaku terpaut lima belas menit lebih tua dariku. Dari segi fisik, aku memang sangat mirip dengannya, tapi dari segi sifat sangat jauh berbeda. Dia itu orangnya sangat feminim, sedangkan aku tomboy.

Kami berdua tinggal dengan om Insung dan tante Hyojin yg notabennya adik kandung eomma. Sedangkan kedua orang tua ku sudah lama meninggal dunia. Eomma meninggal waktu umur kami masih 2 tahun karena penyakit yg dideritanya. Sedangkan appa, dia meninggal waktu umur kami 5 tahun karena sakit-sakitan terus kepikiran dengan mendiang eomma.

Sebenarnya kedua orang tua kami meninggalkan cukup banyak warisan, tapi aku tidak mau di cap sebagai anak manja karena uang peninggalan hasil kerja keras mereka. Dan karena umur kami yg waktu itu masih sangat muda, jadi semua usaha appa dan eomma di teruskan oleh om dan tante.

Mereka berdua sudah kami anggap seperti orang tua kandung sendiri karena kebetulan juga mereka tidak bisa mempunyai anak. Sekarang di usia ku yg sudah menginjak 20 tahun dan masih kuliah di semester 5, aku memutuskan untuk bekerja paruh waktu hitung-hitung mencari pengalaman sambil mengisi waktu luang.

Aku kuliah di Sungkyunkwan University jurusan Kedokteran. Kebetulan otak ku sedikit di atas rata-rata jadi aku bisa kuliah dengan beasiswa sebagai masiswa berprestasi. Aku mengambil jurusan kedokteran karena eomma, aku punya motivasi untuk menyembuhkan orang-orang agar tidak mengalami hal seperti eomma dan appa. Dan beruntungnya, semua orang yg ku sayang mendukung keputusan ini.

Kakak ku itu orangnya sangat cerewet. Apa pun bisa di jadikan bahan untuk berdebat. Dan lebih parahnya dia punya sahabat yg tidak kalah menyebalkan, namanya Park Chanyeol. Dia itu tidak kalah cerewet dari kakak ku, apa-apa di komentarin. Sok ngatur-ngatur lagi, sudah seperti kakak ku saja.

Nah si Chanyeol ini datangnya selalu sepaket dengan dua sahabatnya yg seperti terong-terongan yaitu Baekhyun dan Jongdae. Sok jadi cowok-cowok cool, tebar pesona kemana-mana. Mereka bertiga kerjaannya mengikuti kakak ku terus. Sudah seperti anak buahnya saja, di suruh apa saja juga menurut terus. Dan yg paling super duper menyebalkan di antara mereka bertiga, si Chanyeol itu mau-maunya di suruh kakak ku untuk mengikutiku ke mana-mana. Katanya sih utuk menjagaku, tapi yg benar saja masa sampai ke toilet mau di ikuti juga, menyebalkan bukan ?

Lagi pula aku ini ikut Jiu Jitsu sudah sampai sabuk hitam, jadi tidak perlu pakai pengawal segala. Aku juga bisa menjaga diri sendiri, lagi pula siapa juga yg mau mencari masalah dengan wanita tomboy sepertiku ini.

*

~Author pov

Jam menunjukkan pukul 10.30 saat Kyungsoo berkumpul bersama teman-teman sekelasnya di gazebo kampus. Mereka terlihat tengah asik berbincang dan saling melemparkan candaan satu sama lain.

"Eh Kyung, mana pacar kamu yg ganteng itu ? Tumben banget dia ga ngintilin. Aku kangen nih liat muka coolnya yg ganteng itu hahaha" gurau salah seorang di antara mereka.

"Apa sih ? Pacarku dari Hongkong. Ga mungkin banget lah. Cowok sok cool gitu bukan type ku. Kalau kau mau, ambil aja sana" ucapnya membalas gurauan salah satu temannya itu.

"Idiihh segitunya amat. Entar naksir baru tau rasa kau hahaha" gurau gadis lainnya dalam perkumpulan itu.

"Ih enak aja. Ga bakal ya, selera ku itu tinggi tau" balas Kyungsoo dengan wajah cemberut walau di dalam hatinya tidak memungkiri bahwa Chanyeol memang sosok pria yg cukup baik untuk di jadikan gebetan.

"Oh aku tau, pasti selera mu yg kaya kak Sehun kan. Yg sampai sekarang masih mengejar-ngejarmu itu" sahut yg lainnya.

"Ya engga lah. Kak Sehun itu cuma partner ku di BEM doang. Aku yakin kok dia itu ga beneran suka sama aku. Secara fansnya kan banyak yg lebih cantik dariku" kilahnya.

"Masih ngelak aja. Jelas-jelas dia suka banget sama kamu udah dari jaman kita-kita masih mahasiswa baru, tapi kau malah nolak. Lagian kenapa sih makhluk keren kaya kak Sehun bisa sampai naksir sama kamu ? Aku ga habis pikir. Apa sih bagusnya kau itu dibanding aku hahaha" sahut yg lainnya lagi di sambut dengan gelak tawa anak-anak lain.

"Ah udah deh. Ngapain jadi bahas kak Sehun sih. Kita kan mau bahas masalah tugas dari Miss Lee tadi. Ngomong-ngomong, sekarang kayaknya kita harus ke kelas deh. Kalian ga lupa kan kalau hari ini ujian, entar ga kebagian kursi di belakang lagi" ucap Kyungsoo mengalihkan perhatian yg sukses membuat semuanya kalang kabut berlarian menuju kelas karena baru ingat hari ini ada UTS.

*

Selesai ujian, Kyungsoo memutuskan untuk menunggu teman-temannya di perputakaan kampus. Tapi sebelum ia memasuki ruang perpustakaan, langkahnya terhenti. Di depan pintu terlihat seorang pria dengan kemeja yg di biarkan terbuka memperlihatkan kaos yg ia kenakan di dalamnya dengan kaca mata yg bertengger manis di hidung mancungnya tengah bersandar di dinding dekat pintu itu seolah sedang menunggu dirinya. Dan benar saja, pria tersebut adalah Sehun, kakak kelas yg baru tadi siang jadi bahan pembicaraannya dengan teman-temannya.

"Kyung, bisa kita ngobrol bentar" ucap pria itu setelah melihat kedatangan Kyungsoo.

"Maaf ka, tapi aku..."

"Bentar aja kok" potongnya langsung.

"Emh ya udah. Mau ngomong apa ?" tanya Kyungsoo mengalah.

"Soal yg kemarin, tolong kamu jangan salah paham ya. Aku beneran ga ada hubungan apa-apa kok sama Irene. Aku cuma nemenin dia nyari buku bentar" ucapnya mencoba menjelaskan kesalah pahaman yg terjadi di antara mereka berdua.

"Kak Sehun ga perlu khawatir. Aku ga salah paham kok. Lagian kakak ga perlu jelasin apa-apa sama aku, mau kakak punya hubungan atau engga sama Irene itu ga ada hubungannya sama aku. Lagian jawaban aku waktu itu udah jelas kan kak, aku ga punya perasaan apa-apa sama kakak. Aku itu cuma adik tingkatan kakak. Jadi sebaiknya kakak ga perlu ngelakuin hal-hal kaya gini lagi ke aku" jelas Kyungsoo berusaha sehalus mungkin agar pria di hadapannya itu tidak tersinggung.

"Tapi Kyung, aku ga bisa terima alasan kamu. Kalau pun ada cowok yg kamu suka, seenggaknya aku mau tau dia siapa biar aku bisa mastiin kalau dia emang lebih baik dari pada aku sampai-sampai kamu nolak aku" ucap lelaki itu sedikit prustasi mencoba meminta kejelasan dari Kyungsoo.

"Maaf kak. Tapi aku ga bisa bilang. Ini hak pribadi aku. Aku harap kakak ngerti. Permisi" ucap Kyungsoo lalu melangkah memasuki perpustakaan dan meninggalkan Sehun yg masih kalut dengan pikirannya sendiri.

"Maaf kak. Tapi sekarang bukan waktu yg tepat buat mikirin masalah kaya gitu. Masih banyak hal yg lebih penting yg harus diutamain selain masalah pacar-pacaran" batin Kyungsoo.

Tiba-tiba handphone Kyungsoo bergetar yg seketika membuyarkan lamunannya. Tampak sebuah nama di layar datar benda pipih di tangannya, ia segera keluar untuk mengangkat telponnya takut mengganggu mahasiswa lain yg sedang berada di dalam perpustakaan juga.

"Halo kak"

"Iya, aku inget kok"

"Emh habis ini ya ? Masih ada satu kelas lagi sih"

"Sorry kak, tapi kayaknya aku baru bisa ke sana nanti malem deh. Soalnya habis kelas entar sore aku harus kerja"

"Iya iya aku ga bakalan lupa makan kok"

"Iya kakak ga usah hawatir sama aku"

"Chanyeol ? Mana aku tau. Hari ini dia ga nongol. Sibuk kali"

"Idiiiih ngapain aku nelpon dia segala"

"Siapa yg gengsi ? Aku ga mau aja dia kegeeran kalau aku nelpon dia. Udah ah aku sibuk. Kakak baik-baik ya di sana, entar aku ke sana sekalian bawain pesenan kakak"

"Iya, ya udah bye"

"Haduh kakak ku yg satu ini bener-bener, tiap nelpon pasti aja nanyain itu anak. Ngapain sih ? Kalau emang suka ya bilang aja sendiri, kenapa harus selalu nanyain ke aku sih. Lagian ngapain juga dia pake acara jadiin gebetannya pengawal ku segala, aku bisa jaga diri sendiri tau" batin Kyungsoo lagi.

"Eits, mau kemana kau ? Kau pikir bisa menghindar dari ku habis deketin pacarku ?" ucap seorang gadis yg tiba-tiba muncul dan menghadang jalan Kyungsoo bersama kedua temannya.

"Apaan sih Ren. Aku ga pernah ya deket-deketin pacar kamu. Minggir, aku mau lewat" ucap Kyungsoo ketus.

"Eits, kayaknya ada yg udah mulai berani ngelawan nih girls. Ikut aku sekarang" ucap gadis yg di panggil Ren itu sambil menyuruh kedua temannya menarik paksa Kyungsoo agar mengikutinya.

"Kau apa-apaan sih Ren ? Lepasin" balas Kyungsoo dengan nada mulai meninggi.

Setibanya di belakang bangunan kampus, gadis cantik bernama Irene itu segera menyudutkan Kyungsoo di bantu kedua temannya.

"Kau pikir aku ga tau kalau tadi kau nemuin kak Sehun ? Kayaknya peringatan ku ke pacarmu itu belum cukup ya" ucap Irene sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.

"Peringatan ? Pacarku ? Maksudmu apa ?" tanya Kyungsoo bingung dengan dahi berkerut.

"Ooohh jadi pacarmu itu ga ngomong apa-apa. Pantes aja hari ini dia ga nongol" ucap gadis itu lagi sambil menyunggingkan senyum sinisnya meremehkan Kyungsoo.

"Kau apakan Chanyeol ?" tanya Kyungsoo sambil memegang erat kerah baju Irene dengan tatapan marah. Kini ia baru menyadari keganjilan yg terjadi. Sikap Chanyeol tiba-tiba saja berubah, dan sejak kemarin pria itu sama sekali tak menghubunginya sekali pun.

"Sabar dong. Kau tenang saja, dia ga aku matiin kok. Cuma aku kasih sedikit pelajaran doang hahahahaha" tawa gadis itu beserta kedua temannya merasa menang karena berhasil memancing emosi Kyungsoo.

"Kau bener-bener ya. Kalau sampai terjadi apa-apa sama dia, aku akan membuatmu menyesal sudah berurusan denganku" ucap Kyungsoo lalu melangkah menjauhi mereka mencoba menahan amarahnya yg hampir memuncak.

"Makanya sudah ku bilang jangan pernah deketin kak Sehun lagi. Itu peringatan terakhir dari ku, lain kali kalau kau macam-macam lagi aku ga tau deh apa yg bakalan terjadi sama dia. Dan lagian mendingan kau urusi saja tuh kakakmu yg penya-"

*plak

Sebuah tamparan mendarat dengan mulus ke wajah cantik wanita bernama Irene itu yg seketika membuatnya terdiam sambil memegangi pipi kirinya. Kalimat terakhir yg meluncur dari mulut manisnya itu sukses membawa amarah Kyungsoo hingga ke puncaknya.

Selama ini ia selalu bisa menahan amarahnya, tapi jika sudah menyangkut kakaknya ia benar-benar tak bisa menahannya lagi. Amarahnya benar-benar sudah sampai ke ubun-ubun hingga membuat tangannya dengan mulus mendaratkan tamparan di pipi gadis itu.

"Sekali lagi kau menyebutkan sesuatu soal kakak ku, aku pastikan mulutmu itu ga bakalan pernah bisa ngomong apa-apa lagi. Kau tak punya hak apa pun buat ngomong apa-apa tentang dia" ucap Kyungsoo tegas dengan nada penuh amarah tepat di depan wajah gadis itu lalu sekali lagi beranjak dari tempatnya.

"Dan satu hal lagi, sekali lagi kau menyentuh siapa saja dalam keluarga atau pun temanku, aku bisa pastiin besoknya kau sudah ga ada lagi di dunia ini. Jangan kau kira selama ini aku diam karena ga bisa ngelawan, aku cuma nahan diri biar ga jadi orang ga berguna sepertimu yg bisanya cuma ngandelin duit orang tua doang" ucap Kyungsoo lagi setelah berhenti sejenak tanpa memalingkan wajahnya menatap gadis itu agar amarahnya tak semakin memuncak.

"Cih, liat aja nanti aku bakal balas perbuatanmu terhadapku" ucap Irene dengan tatapan kesalnya.

*

Sore itu Kyungsoo bolos kelas dan memutuskan untuk pergi ke rumah Chanyeol untuk memastikan apa yg terjadi padanya. Setibanya di sana, Kyungsoo terkejut melihat kondisi motor Chanyeol yg rusak cupuk parah seperti habis kecelakaan. Perasaan Kyungsoo menjadi was-was dan segera berlari ke kamar Chanyeol setelah di ijinkan masuk oleh ibunya.

"Chan, kau tak apa-apa ? Ya ampun kok kamu bisa jadi kaya gini sih ? Tanganmu ga patah kan ? Kok di perban segala ? Itu juga mukamu lecet-lecet gitu, pasti sakit ya ? Kakimu gimana ? Ada yg sakit ga ? Chan aduh ya ampun kok kamu ga ngomong-ngomong sama aku kalau kecelakaan ? Sekarang kondisimu gimana ? Apa kata dokter ? Apa kamu ga sebaiknya di bawa ke-"

"Ssstttt. Kalau kamu ngomong terus kaya gini, kapan aku bisa jawab semua pertanyaan kamu ?" ucap Chanyeol sambil meletakan jari telunjuk tangan kanannya yg tidak di perban pada bibir merah Kyungsoo yg duduk berhadapan dengannya.

Dengan jarak yg hanya beberapa cm pandangan mereka beradu beberapa saat. Mata Kyungsoo menatap lurus ke dalam mata Chanyeol yg memandangnya dengan tatapan hangat. Detak jantung Kyungsoo semakin cepat seperti berkejaran saat melihat Chanyeol menyunggingkan senyum manisnya menandakan ia tak apa-apa.

Kyungsoo segera menjauh dan beralih duduk ke ujung dekat kaki Chanyeol yg sedang duduk bersandar pada bahu ranjangnya. Ia mencoba terlihat setenang mungkin dengan memalingkan wajahnya sambil berpura-pura marah.

"Jangan marah gitu dong. Aku ga papa kok. Lagian juga kondisiku ga parah kok" ucap Chanyeol mencoba menenangkan gadis bermata bulat itu.

"Ga parah gimana ? Motor kamu aja sampai bonyok gitu. Kalau mau bohong kira-kira dong" balas Kyungsoo ketus setelah berhasil mengembalikan detak jantungnya menjadi normal kembali.

"Eh beneran tau. Aku ga bohong. Itu motor bonyok gitu gara-gara ketabrak trotoar sama tiang listrik. Nah akunya sempet lompat dari motor sebelum nabrak, jadi yah gini deh lecet-lecet dikit" ucapnya lagi setenang mungkin sambil menyunggingkan senyum khasnya mencoba meyakinkan Kyungsoo bahwa ia baik-baik saja.

"Tau ah. Bete" ucap Kyungsoo lagi sambil menggembungkan kedua pipinya yg sukses membuatnya terlihat sangat lucu sekaligus imut di mata Chanyeol.

"Ya ampun, sampai segitunya kamu khawatir sama aku hahaha aw sakit" ucap Chanyeol sambil tertawa lalu meringis menahan sakit di pipinya karena luka di sekitar bibirnya tertarik akibat tertawa.

"Chan! Kamu ga papa ? Mana yg sakit ? Aku bilang juga apa, ga usah so kuat gitu deh. Mendingan sekarang kita ke..." ucapan Kyungsoo terhenti seketika saat Chanyeol menggenggam tangannya.

"Ke.. kenapa ? Ada yg sakit ya ?" tanya Kyungsoo sambil mengalihkan pandangannya menatap wajah Chanyeol.

Chanyeol menggelengkan kepalanya, lalu mengeratkan genggamannya pada tangan Kyungsoo. Di tatapnya manik coklat terang itu dengan lekat.

"Aku senang, kamu khawatir kaya gini sama aku" ucap Chanyeol lembut dengan senyum manis di akhir kalimatnya.

"A...apaan sih. Ya wajar lah aku khawatir, kamu kan udah kayak kakak ku sendiri. Lagian kamu gausah deh so tebar pesona sama aku, ga mempan. Aku ga kaya cewek-cewek kamu yg bertebaran di mana-mana itu yg gampang luluh sama kata-kata dari buaya darat kaya kamu" ucap Kyungsoo lagi dengan ketusnya sambil melepaskan genggaman tangan Chanyeol lalu memberi jarak pada mereka berdua dengan kembali duduk di ujung ranjang.

"Kapan sih kamu bisa menganggap aku lebih dari sekedar kakak ?" batin Chanyeol sambil terus menatap Kyungsoo yg terlihat sibuk dengan hpnya.

~Kyungsoo pov

"Chan, kamu nyebelin banget sih. Kenapa sih kamu harus selalu bersikap semanis ini sama aku ? Kalau kamu terus-terusan kaya gini, aku harus bilang apa sama kak Kyunghee ? Dia itu suka banget sama kamu Chan, udah dari dulu. Seharusnya kamu bersikap kaya gini sama dia, bukan aku. Karena itu, kamu juga harusnya suka sama dia" ucapku dalam hati.

Selama bertahun-tahun semenjak kak Kyunghee sakit, aku selalu mengutamakannya. Apa pun itu, dia selalu menjadi yg utama dalam urutan prioritas hidupku. Apa pun yg dia inginkan, akan selalu ku penuhi. Dan sekarang dia membutuhkan cinta dari Chanyeol, jadi apa pun caranya aku harus membuat Chanyeol mencintai kak Kyunghee.

Walau pun itu berarti aku harus mengorbankan perasaanku sendiri, aku tidak perduli. Karena untuk saat ini dan sampai seterusnya, kebahagiaan kak Kyunghee adalah prioritas utamaku.

~Author pov

Waktu sudah menunjukan pukul 16.45 sore saat Kyungsoo pamit dari kediaman Chanyeol untuk pergi bekerja. Jarak dari rumah Chanyeol ke tempatnya bekerja cukup jauh, jadi Kyungsoo memutuskan untuk naik kereta saja untuk melewati kemacetan yg pasti akan membuatnya datang terlambat dan mendapatkan potongan gajih.

Kyungsoo tak mengatakan pada Chanyeol bahwa ia tau siapa yg menyebabkan kecelakaan itu terjadi padanya karena Chanyeol juga tak mengatakan apa pun. Mereka berdua saling menyimpan rahasia seolah tak terjadi apa-apa.

#TBC

Lanjut ga nih ? Maaf ya boring dan mainstream. Ide ini tiba-tiba aja lewat di kepala author haha. Happy reading. Di tunggu reviewnya ya. Makasih udah mampir. Happy reading. Typo alert!!!