Two

.

.

.

.

.

.

.

.

.

KRINGGG KRINGGG KRINGGG

Bel istirahat berbunyi yang menandakan waktu istirahat telah tiba. Semua siswa pun berhamburan untuk keluar kelas dan menuju area kantin yang seketika penuh dengan siswa dan siswi yang kelaparan.

"Lu ayo kita ke kantin aku sudah lapar" ucap Baekhyun sambil mengeluarkan tas kecil yang berisi makanannya

"ayo Baek kita ke kantin aku juga sudah laper nih dari td" mereka pun akhirnya keluar kelas dan menuju kantin

kantin*

"Yah Lu penuh banget lagi tidak ada tempat duduk sepertinya yang kosong"

"iya ya Baek penuh banget, tapi coba deh kita cari dulu saja siapa tau masih ada bangku yang tersisa" sambil melihat lihat ke seluruh bangku

"Coba kita ke pojok sana Lu"

"Yapp aku menemukannya Baek"

"Akhirnya yuk kita makan"

akhirnya mereka duduk dan membuka bekal makanan mereka masing masing.

"Lah Sehun kemana Lu kok tidak ada? " sambil mengunyah makanannya

"tudak tahu mungkin lagi di perpus"

"Doyan amat di perpus heran"

Selagi mereka makan makanan mereka tiba tiba...

BRAKK

seseorang menggebrak meja mereka

"uhuk uhuk" itu adalah Luhan yang tersedak makanannya

"hahahhaah" terdengar gelak tawa dari manusia berkuping lebar

"yaampun Luhan, ini ini minum dulu minum" panik Baekhyun dan cepat cepat memberikan air mineral kepada Luhan dan langsung di minum oleh Luhan dengan cepat

"Chan apaan sih jangan bercanda dong bahaya ini" ketus Baekhyun

"hehehe mian Baek" menampilkan muka idiotnya

"hos hos hos, Chanyeol kau gila ya kalau aku mati gimana hah! "

"ehe ehe maaf lu lagian ditinggalin bukannya pada nungguin"

"oh tuhan Chan please come on ini tuh cuman ke kantin doang memangnya kau tidak bisa jalan sendiri" ucap Baekhyun

"tau ih nyebelin banget tau ngga"

"iya iya mian udah tau ngga suka kalau ditinggal tinggal"

"WHATEVER" balas Baekhyun dan Luhan

"susu aku mana?"

"oiya lupa bentar ya aku beliin dulu Baek, Kamu mau tidak Lu?"

"iya mau lah kalu di belikan" ucap masih ketus

"iya iya tuan putri heran kenapa si albino itu nyaman sama si cerewet dan sok cantik ini yatuhan" pusing Chanyeol

"heh sekali lagi kau panggil aku cantik abis kau Yeol"

"bwleee" menjulurkan lidahnya dan langsung pergi ke stad minuman

"aishhh jinja, please Baek kenapa dia sangat mennyebalkan sekali sih"

"kayak tidak tahu Park Chanyeol saja kau Lu"

"dan kenapa kau bisa tahan dengan dia Baek"

"karna aku cinta, karna sayang heheh"

"duhh yatuhan ini lagi satu ngga ada pernah nyerahnya untuk memendam sendiri" frustasi Luha

"namanya juga hidup Lu mau diapakan lagi heheh"

"please siapa pun itu tolong bunuh aku sekarangg"

"heh kalau kau mati nanti aku sama siapa bodoh"

"Lu nanti kalau Chanyeol bener bener jadian gimana? "

"sehsrusnya aku yang tanya seperti itu Baek, perasaan mu gimana? "

"ya biasa saja" jawab cuek

"benarkah? " mencolek dagu Baekhyun

"memang benar kenapa apakah aku salah mengatakannya barusan"

"aku tidak percaya denganmu bucin haha"

"sialan kau seenaknya saja mengataiku bucin, memang sebenarnya iya sih haha"

"apa yang sedang kalian bicarakan" tiba tiba si tiang listrik ini datang

Baekhyun kaget dengan kedatangannya Chanyeol dia berdoa dalam hati semoga Chanyeol tidak mendengar omongannya yang dua ucapkan barusan

"ingin tahu saja " sahut Baekhyun

"mana susu punya ku Yeol? " tanya Luhan

"ini susu kalian" memberikan kepada Baekhyun dan Luhan

"terima kasih Chanyeol" ucap Luhan

"terima kasih dumbo" menampilkan senyum indahnya kepada Chanyeol

"sama sama" megusak rambut grey milik Baekhyun

Luhan yang melihat itu terlihat gemes dan mengatakan "aaaa so sweet" ucap luhan

"jangan gila kau Luhan" ucap Chanyeol

"kenapa kalian tidak pacaran saja? "

"aku ini masih normal Lu tidak mungkin aku berpacaran denga laki laki"

"loh memangnya kenapa? ada yang salah memangnya? "

"ya salah karna aku ingin mepunyai seorang bayi, dan Baekhyun itu sudah ku anggap sebagai sodara ku sendiri, kau tahu itu kan"

"tidak semuannya orang laki menikah dengan perempuan itu mendapatkan keturuan Chan kalau tuhan berkehendak lain gimana, atau janga jangan kau malu ya berpacaran dengan Baekhyun yaa... karna kau takutkan dibilang pacaran dengan kalangan orang biasa biasa saja"

memicing ke arah Chanyeol

"tidak aku bahkan tidak berpikiran seperti itu aku tidak mau berpacaran dengan laki laki karna aku tidak suka dengan gay "

"berarti kau juga tidak suka dengan aku dan Sehun "

"tidak aku tidak bilang begitu"

"kau iya"

"aku tidak"

"kau iya"

"ti.."

"sudah cukup oke" Baekhyun muak "kenapa kalian jadi berbelit seperti ini sih" omel Baekhyun

"dianya duluan Baek yang mancing aku"

"munafik kau Chan" ucap Luhan

"kau yang munafik Lu"

"apa buktinya heol apa? "

"Luhan Chanyeol diam! " marah Baekhyun

"seperti anak kecil saja tau ngga, hanya karana gay atau normal kalian jadi adu mulut gini sih"

"dengar ya ini untuk kalian berdua untuk kamu Luhan terserah Chanyeol mau dia normal atau tidak itu kan pilihanya dia kau tidak boleh melarang larang dan dia berhak mendapatkan bayi karna dia normal dan mau berusaha dan kau Chanyeol, kau introspeksi diri sebelum kau berucap, apa yang kau katakan dengan yang ada dalam hati kau kau pikirkan lagi dan juga jangan sampai ucapan mu itu membuat hati orang sakit hati oke" tegas Baekhyun

"iya iya aku mengerti" ucap Luhan

"iya iya aku minta maaf Baek"

"jangan meminta maaf denganku Chan minta maaf dengan Luhan kamu kan salah tadi"

"iya iya, Luhan aku minta maaf ya atas ucapan ku yang barusan"

"iya Yeol aku maafkan"

"sudah, gini kan enak di lihatnya jagan seperti anak kecil saja pikirannya kalian tuh seharusnya sudah dewasa"

senyum Baekhyun

"ne Baek" ucap Chanyeol dan Baekhyun bersamaan

KRINGG KRINGG KRINGG

bel telah berbunyi dan menandakan waktu istirahat telah habis.

"sudah waktunya kita ke kelas ayo Lu kita ke kelas"

"aku ke kelas duluan ya Baek" ucap Chanyeol

"iya Yeol"

kelas*

"anak anak kali ini bapak ada rapat dengan seluruh karyawan guru untu kali ini kalian freeclass"

langsung terdengar suara riuh dari para siswa siswi

DORR DORR DORR

suara dari penggaris kayu yang di adu dengan meja guru

"tenang oke kalian boleh bersantai santai hingga waktu pulang sejolah tetapi ingat jangan ada yang berisik atau keluar keluar kelas seperti anak urakan mengerti" ucap guru itu dengan keras

"MENGERTI"

"kalau begitu selamat bersenang senang" guru itu meninggalkan kelas

"Lu nanti kalau sudah waktu bel pulang sekolah sudah berbunyi bangunkan ku ya"

"siap bosq" mengacungkan jempol tanganya ke arah Baekhyun

Baekhyun mulai melipat kedua belah tangannya dan ingin menjatuhkan kepalanya di atas meja tiba tiba handphonnya menyala menandakan ada seseorang yang menelfonnya. Baekhyun mulai meluhat dan ternyata terteta disitu tulisan

'My Dumbo' Baekhyun pun mulai menggeser tombol hijau.

"halo Chan ada apa"

"hai baek aku ingin nanti kita pulang bareng ya" ucap Chanyeol di sebrang sana

"oh oke nanti ku tunggu di parkiran ya"

"oke, lagi apa kau? "

" lagi mau tidur kenapa? "

"ohh yaudah sana kalau kau mau tidur yang nyenyak ya tidurnya hehe"

"iya iya sudah kututup ya bye Chan"

"bye Baek" akhirnya sambungan telfon itu terputus.

Chanyeol dan Baekhyun itu memang beda kelas, kelas Baekhyun itu XI-A dan Chanyeol XI-D jadi wajar kalau mereka saling telfon menelfon walau sebenarnya salah satu dari mereka bisa menyamper salah satu dari mereka hahaha lucu ya mereka.

Baekhyun pun mulai menjatuhkan kepalanya di atas meja sebenarnya dia bukan ngantuk tetapi ia memikirkan apa yang td chanyeol katakan. Kata kata itu masih terngiang di kepala Baekhyun

"ya salah karna aku ingin mepunyai seorang bayi, dan Baekhyun itu sudah ku anggap sebagai sodara ku sendiri, kau tahu itu kan"

Apa segitu inginnya kau memiliki bayi Chan, hati ku sebenarnya sakit karna kau anggap aku sebagai sodara mu sendiri dan apakah kau tidak tau kalau sebenarnya aku adalah namja yang bisa hamil dan aku bahkan mempunyai rahim di perutku Chan.

Dan kau juga bilang kalau kau juga tidak suka dengan gay, apakah kalau kau tau sebenarnya aku itu adalah gay apakah kau bakalan jijik bahkan menjauhi ku Chan. Dalam hati Baekhyun hingga pada akihrnya Baekhyunpun mulai tertidur pulas.

Terdapat 4 wanita cantik yang bernama Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa mereka adalah 4 wanita yang penampilannya seperti dewi dewi yang terlihat sangat cantik dan juga kharismatik. Mereka juga terkenal di sekolahnya karna kecantikannya yang tidak terkalahkan dan mereka juga terlahir dari orang tuanya yang kaya raya hidup mereka pun serba mewah tetapi banyak orang di sekolah mereka yaitu Seoul High School yang tidak suka dengan perilaku mereka yang sangat tidak patut di contoh yaitu suka membully membantah perkataan guru dan juga sering melanggar peraturan sekolah dan mereka juga kadang di takuti oleh siswa siswi di Seoul High School karna mereka mempunyai pepatah 'jangan membuat masalah kepada mereka kalau kau tidak mau masuk kelubang hitam' cukup menyeramkan bukan?

"Rose apakah Chanyeol sudah menyatakan cintanya kepada mu? " tanya Jennie

"Belum kenapa memangnya?"

"aku kira Chanyeol belum menyatakan cintanya, apakah kau tidak taku kalau Chanyeol bakala kepincut dengan Namja Byun Baekhyun itu? "

"berani dia menyentuh milikku maka dia bakalan mati di tanganku"

"wow wow takut" ucap Lisa dan ditanggapi oleh Jisoo dengan tawaan

"kau harus buru buru mrngambil hatinya Rose"

"iya Jenn aku juga sebenarnya pengen cepet cepet jadi pacarnya Chanyeol selain ingin mrmiliki Chanyeol aku juga ingin membuat si Byun Baekhyun itu tersiksa"

"loh ada apa dengan Baekhyun" tanya Jisoo

"aku tidak yakin kalau Baekhyun itu normal pasti dia gay sudah terlihat dari matanya ia menatap Chanyeol iti seperti apa"

"tuh kan mangkanya kau buru buru rebut hatinya Chanyeol, aku jadi tidak sabar ingin melihat si Byun Baekhyun itu tersiksa, dan sudah lama juga kita tidak menyakiti orang lain bukan" ucao Jennie dengan penuh kesenangan

"i gree" ucap Lisa

"ayolah come on" ucap jisoo sambil mengambil ancang ancang terhadap tangannya

"sabar ya kalian semuanya sudah ku atur" Rose memperlihatkan senyum miringnya

Kau bakalan mati di tanganku Byun Baekhyun kalau kau beraninya merebut Chanyeol dari tanganku.

TBC