THREE
Suara bel pulang sekolah sudah terdengar para siswa mulai menuju gerbang keluar.
"Chanyeol-ah" terdengar suara wanita cantik yang memanggil chanyeol dan menghampirinya
"oh ya Rose ada apa" seketika Chanyeol terkejur dan merasa senang di hampiri oleh wanita yang dicintanya
"emm bolehkah kita pulang bersama" tanyanya dengan malu malu
Chanyeol sangat terkejut atas ucapan wanita di depannya ini dan dia merasa sangat senang sekali karna yaa akhirnya Rose menemuinya duluan bukan Chanyeol lagi yang harus mengejar ngejar "oh tentu saja, yuk kita keparkiran mengambil motorku"
"oke" tersenyum kearah Chanyeol
Mereka pun akhirnya menuju parkiran yang ada di samping sekolah dan mulai pergi menghindari area sekolahnya.
"Baekhyun-ah mau pulang bareng dengan ku? "
"sepertinya tidak Lu tadi Chanyeol meminta ku untuk pulang bersama"
"apakah kau yakin?" tanya Luhan tidak percaya
"yakin Lu, Chanyeol sendiri yang bilang kalau kita akan pulang bersama, kenapa kau meragukannya Lu?" bingung Baekhyun karna tidak biasanya sikapnya dia seperti ini terhadap Chanyeol
"aku bukannya tidak yakin Baek liahat saja tadi pagi dia bareng dengan siapa aku tidak mau saja kalau kau di beri harapan palsu terhadapnya"
"kan itu tadi Luhanie sekarang beda orang tadi Chanyeol sudah janji kok dengan ku"
"ohh yasudah kalau begitu, aku pulang dengan Sehun ya, bye Baek"
Dijawab dengan deheman dari Baekhyun. Ia pun mulau mengambil handphonenya yang berada di saku celana ia pun langsung menchat Chanyeol bahwa dia sudah menunggunya
"kok ngga di balas ya? " bingung Baekhyun, ia pun menunggu beberapa menit dan tak ada respon dari Chanyeol sumpah demi apapun Baekhyun itu msh menungu di dibangku kelasnya
"baiklah aku menelfonnya saja"
dan tetap tidak ada jawaban dari Chanyeol sendiri
"yasudah lah aku saja yang menghampirinya" Baekhyun pun langsung menghampiri kelas Chanyeol
"permisi Doyoung-ah" memamnggil siswa yang sedang piket di kelasnya
"iya Baekhyun ada apa? " memghampiri Baekhyun yg berada di depan pintu kelas
"apakah kau melihat Chanyeol? "
"loh kau menunggunya Baek?" bukannya menjawab malah balik nanya kepada Baekhyun
"iya aku menunggunya dari tadi selama bel pulang sekolah berbunyi"
"demi tuhan Baek apakah kau tidak tahu, Chanyeol telah pulang bersama Rose 45 menit ya lalu Baek"
"hah" Baekhyun terbengong medengar ucapannya Doyoung barusan, jd selama ini dia menunggu itu buat apa kalau ujung ujungnya Chanyeol pulang bersama orang lain
"apakah Chanyeol tidak bilang kepadamu? "
"tidak Doyoung bahkan tadi dia bilang sebelum bell pulang sekolah sudah bejanji kepada ku untuk pulang bersama"
"Chanyeol memang kebangetan Baek, heran ya sama semua orang kalau sudah bersama pacar pasti lupa dengan semuannya"
"apakah Chanyeol dengan Rose sudah resmi menjadi sepasang kekasih" tanya Baekhyun dengan ragu
"molla sepertinya sudah, dan jangan bilang kalau kau juga tidak di beri tahu sama Chanyeol"
"ahh tidak tidak sebenarnya sih sudah tapi aku kurang yakin hehehe, yasudah kalau begitu aku pamit dulu ya Young bye" meninggalkan Doyoung
"kau pulang dengan siapa Baek" teriak Douyoung
"Dengan bis" di balas dengan teriakan tetapi tidak menengok ke arah Doyoung
Doyoung menghembuskan napas dan menggeleng gelengkan kepala nya sendiri karna melihat tingkah Baekhyun yang begitu polosnya "kenapa Chanyeol tidak pacaran saja dengan Baekhyun kenapa malah dengan Rose aku yakin pasti hubungan Chanyeol dengan Rose tidak bakalan lama" monolog Doyoung dan lanjut membersihkan kelasnya lagi.
Akhirnya Baekhyun pun jalan menuju halte yang berada tidak jauh dari sekolahnya
byurr
"yatuhan baju ku" teriak Baekhyun yang kaget karna seseorang pengendara mobil sengaja berjalan kencang di jalan yang terdapat genangan air
"heii sialan! " teteriak Baekhyun kepada mobil mewah itu
tiba tiba kaca mobil pengemudi penumpang dan pengemudi pun terbuka menampilkan Jennie yang berada posisi tempat pengemudi, Lisa di sampingnya dan Jisoo yang berada di belakang
"ouhh girlss ada yang terkena genangan air rupanya" iya itu Jennie yang memulainya
"apakah kita harus meminta maaf kepadanya girls " tanya Jisoo kepada teman temannya
Baekhyun hanya diam saja tidak menanggapi omongan mereka tetapi sejujurnya diapun geram dengan kelakuan mereka
"sepertinya tidak usah deh penampilannya lebih bagus seperti itu hahaha" jawab Lisa dengan gelak tawa
"dasar tidak sopan" ucap Baekhyun dengan kesal
"sudah yuk kita tinggalkan saja"
"BYE LOSER" teriak mereka bertiga dan meniggalkan Baekhyun dengan perasaan yang gondok
"arrgghhh sabar Baek sabar yatuhan tolong kuatkan ku yatuhan" Baekhyun pun mengeluarkan tisue yang berada di tasnya
"awas saja kau aku balas nanti" sambil membersihkan bajunya yang kotor. Yap Baekhyun pun tidak pernah takut kepada mereka karna menurut dia selagi dia tidak bersalah ya tidak apa apa dan dia pun tidak pernah takut atas ancaman mereka
Baekhyun pun sampai di halte dan tidak telalu lama menunggu akhirnya Baekhyunpun naik ke buss itu
"yap sudah sampai" ucap Chanyeol
"cepat sekali ya hehe" turun dari motor Chanyeol
"sudah sana masuk"
"ohh jadi mengusir okay"
"hey hey hey tidak begitu aku hanya takut saja kalau kau kecapean"
"ouhh, oh ya aku mau bilang sesuatu Yeol"
"apa? "
"aku juga cinta sama kamu aku mau jadi pacarmu" ucapnya bersemangat
"benarkah? " dengan mata yang berbinar binar
"iya aku serius Yeol"
"aaaaa aakhirnya terima kasih Rose" sambil memeluk Rose
"untuk? "
"karna kau telah mau menjadi pacarku hehe" melepas pelukannya
"iss kamu aku kira karna apa, iya sama sama yeol"
"yasudah sana masuk nanti kamu cape lagi"
"iya iya bawel banget kamu tu"
"nanti kita lanjut lagi di chat ya"
"iya Yeol bye bye"
"bye" meninggalkan rumah Rose
"rasakan itu Byun Baekhyun hahaha" monolog Rose
Dan ya Chanyeol duluan yang menyatakan cintanya kepada Rose yang sangat romantis di cafe yang sangat indah dan mendukung awalnya Rose meragukan dan pda akhirnya mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
"ada apa Lu kau terlihat seperti guasar sedari tadi" ucap Sehun karna gemas dengan perlakuan luhan yang gusar
"aku khawatir dengan Baekhyun sayang"
"ada apa memangnya bukankah Baekhyun baik baik saja" sambil mengemudikan mobilnya
"aku tidak yakin dengan sodaramu itu hun"
"Chanyeol ?"
"iya, memang siapa lagi kalau bukan si bocah idiot itu"
"why? "
"aku tidak yakin dengan Chanyeol yang akan pulang bareng dengan Baekhyun lihat saja dia tadi pagi bareng dengan siapa, bukanya bareng Baekhyun malah bateng degan wanita sok cantik itu kan kasihan Baekhyun kalau iya ternyata harus menunghu lama di kelas dan tidak jadi pulang bersama" kesal Luhan
"ouhh karna itu"
"bilangin ke Chanyeol Hun jangan bisanya nyakitin sahabatku saja"
"kau fikir aku sudah tidak muak dengannya kau kayak tidak tahu Park Chanyeol saja Lu, aku juga kasihan dengan Baekhyun yang sakit tanpa Chanyeol tau alasannya, suka heran jadi cowok tidak peka sekali"
"tapi mau sampai kapan Hun kalau harus begini terus kasihan Baekhyun sudah terlalu lama memendam rasa sakitnya sendiri, ya walaupun dia sering cerita sama aku"
"biarkanlah begini dulu nanti juga Chanyeol kena karmamya Lu"
"kita harus membantu mereka agar menjadi bersama Hun" melipat kedua tangannya di dada
"harus banget itu sayang"
Chanyeolpun akhirnya samapai di garasi rumah mewahnya dan langsung menuju ruang tengah untuk menaruh tas serta jaketnya
"Chanyeol-ah" teriak sang mommy yang berada di dapur sedang membuat cake
"yes mom" menuju kedapur
"dari mana saja kau kenapa baru pulang jam segini" masih sibuk dengan bahan bahan cakenya
"abis mengantar Rose mom, why? "
mengambil air yang ada di dalam kulakas dan langsung meminumnya
"siapa itu Rose dan kenapa kau tidak pulang bareng dengan Baekhyunku kenapa harus sama orang lain? " yaa mommynya sudah sangat dekat sekali dengan Baekhyun karna menurut Yoona alias mommynya Baekhyun anak itu cukup menggemaskan dan Yoona sangat suka dengan Baekhyun yang sering menemaninya kemana mana dan sering juga ikut membuat cake bersama
brusssss
air yang masih didalam mulut Chanyeol yang belum sempat di telan keluar dengan sendirinya " ya tuhan aku meninggalkan Baekhyun di sekolah " kaget Chanyeol karna melupakan
"Channie kenapa kamu jorok sekali sih dan apa kau bilang kau meninggalkan Baekhyunku, demi tuhan Park Chanyeol kalu terjadi apa apa dengan Baekhyun awas kau ya" Yoona mengancam Cahnyeol dengan menunjuknya menggunakan sepatula ditangannya
"iya mom tadi Chanyeol sudah janji dengannya ingin pulang bersama, aku sangat lupa mom karna tadi Rose memintaku pulang bersama"
"kenapa kau sebodoh itu si Chan, lagi memang siapa Rose itu sampai sampai kau melupakan Baekhyun ku hah? "
"pacar baruku mom, mian mom tadu Rose menghampiriku arrgghh dan kenapa mommy selalu membela Baekhyun si aku kan anakmu mom" kesal Chanyeol karna perhatiannya sudah terbagi kepada Baekhyun sebenarnya dia tidak masalah tetapi mommynya ini kalau sudah tentang Baekhyun cerewr sekali
"secantik apa dia dan apakah sebaik Baekhyun" meragukan Rose "Baekhyun itu sudah ku anggap sebagai anak ku sendiri kau tahu kan itu, cepat ambil ponselmu dan segera hubungi dia"
"iya mom" baru saja ingin ke ruang tenagah mommynya sudah mendumel saja
"eits jangan lupa untuk meminta maaf kepadanya aku tidak mau kalau Baekhyun marah dan tidak mau lagi keisni untuk menemaniku hanya gara gara kau"
"iya iya mommy santai okay"
mengambil handphonenya yang berada di tasnya dan langsung mengecek berbagai notifikasi dari Baekhyun seketika kaget dan langsung menelfon . Terdengar suara nada sambung dari handphone Baekhyun "ayolah Baek angkat aku khawatir denganmu" yaa sejujurnya memang Chanyeol sangat khawatir dengan anak itu
"hallo"
"yakkk akhirnya kau mengangkat juga kau dimana? "
"di rumah"
"kau pulang dengan siapa tadi? "
"dengan bis" cuek Baekhyun
"cuek sekali kau menjawabnya apakah ada yang sedang merajuk?" tanya Chanyeol sambil meggodanya
"kau fikir saja sendiri'
"aaa menggemaskan, yakin ingin merajuk denganku" masih dengan nada mengodanya
"bukannya meminta maaf malah menggoda orang dasar caplang" terdengar suara yang kesal dari sebrang sana
"hahahaha iya iya maaf ya aku tadi meninggalkan mu aku benar benar lupa Baek"
"sudah lah kalau tidak ada lagi yang ngga penting untuk di omongkan tidak usah menelfon ku dan kau tidak usah menannyakan kalau aku sudah sampai jawabannya sudah dan kalau kau menannyakan kalau apakah aku baik baik saja jawabnnya iya, tetapi tadi aku terkena genangan air karana ulah teman gebetan mu dan aku tutup bye!" terdengar suara putus dari salusran hanphone Chanyeol
"et et et tunggu yak Baek Baekhyunie jangan kau putuskan sambungannya" melempar hanphonnya ke arah sofa "dan apa tadi dia bilang terkena genangan air bagaimana bisa" siapa yang Baekhyun maksud si sebearnya bingung Chanyeol "aishhh jinjaaa gimana ini" mengusak ngusak rambutnya frustasi
"sukurin Baekhyun marah, Chanyeol ingat kata mommy kau ambil permintaan maaf darinya dan kau harus kermuahnya dan ini kau antar kue buatan umma dan kalau kau tidak berhasil uang jajan mu mommya kurangkan hahaha" melenggang ke dapur sambil tertawa evil
"aishhh kenapa anak itu gampang sekali marahnya sih kan dia kalau sudah ngambek susah membujuknya dasar kau terlalu ceroboh Park Chanyeol" merutuki dirinya sendiri
"baiklah baiklah waktunya membujuk si anak manja itu" menuju kamarnya untuk membersihkan dir lalu pergi ke rumah sahabatnya.
"aarrgh mati saja kau Park Chanyeol mati sana mati!" menmukuli bantal yang ada di kasurnya
ya dia baru sja tiba 30 menit yang lalu dan langsung membersihkan diri dan berakhir mendapat telfon dari sang sahabatnya yang tidak jadi mengantar pulang
"kenapa kau selalu menyebalkan Chanyellie" sambil menatap foto yang ada di galery handphonenya
Baekhyun pun tertidur karna matanya yang mengantuk.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
