BOSS

...

Main Cast:

Jung Daehyun

Yoo Youngjae

...

Other Cast:

Kim Himchan

Bang Yongguk

Moon Jongup

Nahyun (Sonamoo)

Jinyoung (Got7)

.

Rated M

...

#Banyak typo...

Ini sequel dari A Day With Him yang belum baca salah sendiri XD ✌️

...

-Happy Reading-

...

.

Terlihat kedua orang namja keluar dari lift dari salah satu perusahaan besar di korea, tapi salah satu namja sedang menasehati tepatnya memarahi seorang namja yang lebih muda darinya

"Kau seharusnya tidak bersikap seperti itu Daehyun. Bagaimana jika mereka semua tiba-tiba membatalkan kontrak kita?" ujar seorang namja yang berjalan bersama Daehyun

"Jika mereka ingin membatalkannya biar saja bukan aku yang akan rugi kan" ujar Daehyun membalas ucapan namja yang lebih tua itu

Sementara Himchan nama namja yang lebih tua itu hanya menghela nafas, dia sungguh lelah menghadapi sikap Daehyun

"Ck terserah kau saja kepalaku pusing memikirkanmu terus. Aku akan segera mencari seorang seketaris untukmu, aku harap kali ini dia tidak memberikan surat penguduran diri lagi" ujar Himchan kesal

Jung Daehyun adalah seorang Ceo , meski umurnya masih 26 tahun dia sudah dipercaya mengurusi perusahaan yang didiri ayahnya tersebut karena ayahnya sudah sakit-sakitan dan tidak mampu lagi mengurusi perusahaan. Namja tan itu berbuat selalu berbuat seenaknya, dia ingin segalanya berjalan sesuai keinginan dan jika dia sudah menginginkan sesuatu maka dia akan terus mengejarnya. Sementara Himchan adalah wakilnya di perusahaan itu dia sudah lama berkerja disana karena ayahnya adalah tangan kanan Tuan Jung, makanya namja itu berani memarahi Daehyun

"Kau atur saja Hyung. Cari yang benar-benar berguna untuk bekerja disini" ujar Daehyun lalu masuk keruangannya meninggalkan Himchan

"Ya.. ya aku tau" ujar Himchan setengah berteriak

Ckleck

"Yo. Akhirnya kau datang juga Hyung" ujar namja yang kebih pendek darinya saat Daehyun memasuki ruangannya

"Sejak kapan kau datang Moon Jongup?" tanya Daehyun

"Belum lama, baru sekitar 15 menit yang lalu" ujar Jongup

"Apa kau sudah mendapatkan yang ku minta?" tanya Daehyun langsung, dia tidak suka basa-basi

"Tentu saja, jika tidak aku mana berani datang dengan tangan kosong kemari" ucap Jongup

Namja itu mengeluarkan sebuah map dan memberikannya pada Daehyun

"Dia pernah bekerja di sebelum dipecat karena di fitnah oleh rekan kerjanya, dan dia tinggal bersama sahabatnya di seoul mereka berdua menyewa sebuah apartement" terang Jongup

"Bagaimana dengan orang tuanya?" tanya Daehyun sambil membaca data-data yang diberikan Jongup

"Kedua orang tuannya di busan" jawab Jongup

"Jadi dia tinggal jauh dari orang tuanya. Ini menarik" ujarnya

"Ada yang lebih menarik lagi Hyung" ujar Jongup

Daehyun mengangkat wajahnya lalu menatap namja itu

"Dia sedang mencari pekerjaan, dan kalau aku tidak salah dia melamar pekerjaan disini sebagai sekertaris" jelas Jongup membuat Daehyun tersenyum miring

"Sepertinya aku baru mendapat jackpot" ujar Daehyun lalu menyandarkan punggungnya pada kursi

"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Jongup

"Mwo?"

"Kenapa Hyung tiba-tiba memintaku mencari tau segala sesuatu tentang Yoo Youngjae? Dan kenapa juga Hyung ingin aku memata-matainya. Tidak biasanya kau seperti ini Hyung" tanya Jongup penasaran

Jongup benar tidak biasanya Daehyun bertingkah seperti ini, dia akan langsung melupakan seseorang yang sudah berkencan semalam dengannya tapi kali ini namja tan itu malah berbuat sebaliknya

"Entahlah dia tidak seperti yang lain orang-orang yang pernah ku kencani dulu. Ku rasa dia bisa memberikanku apa yang pernah aku miliki dulu" jawab Daehyun sambil merenung

Jongup hanya mengangguk mengerti setelah Hyungnya berkata seperti itu "Aku mengerti, semoga Hyung mendapatkan apa yang Hyung cari" ujarnya

"Gomawo Jongup-ah. Aku akan mentransfer uangmu" ucap Daehyun

"Tidak usah Hyung, uang saku yang Hyung berikan padaku sudah lebih dari cukup aku bahkan membeli speaker baru untuk studioku" jawab Jongup lalu berdiri "Aku harus pergi sekarang" lanjutnya

"Kenapa buru-buru. Apa kau ada kencan dengan Junhong?" tanya Daehyun

"Iya dia sudah menungguku dari tadi di cafe biasa, jika aku terlambat 10 menit saja dia akan mengamuk lagi padaku" ujar Jongup bergedik membayangkannya

Daehyun menggelengkan kepalana melihat Jongup seperti itu "Ya sudah tapi jika kau butuh sesuatu katakan padaku" ujarnya

"Oke. Aku pergi dulu Hyung" jawab Jongup lalu meninggalkan ruang kerja Daehyun

Moon Jongup adalah adik angkat Daehyun, 3 tahun lalu namja tan itu bertemu dengannya di club malam. Jongup mencari uang dengan cara menjadi penari di club malam itu untuk membiayai sekolahnya, ayahnya seorang penjudi dan pemabuk makanya dia terpaksa mencari uang sendiri. Beruntung dia bisa bertemu dengan Daehyun, namja tan itu langsung menawarinya untuk bekerja di cafe milik temannya selain itu Jongup juga hebat dalam mencari informasi seperti mata-mata. Daehyun membiayai sekolah Jongup sampai selesai sekarang dia sudah menjadi mahasiswa salah satu universitas terbaik di seoul, setahun lalu Jongup mengatakan kalau dia ingin membuka studio dance sebagai salah satu penopangnya hidup nanti dia mengatakan tidak ingin terus bergantung pada Daehyun dan ingin mandiri. Daehyun menyutujuinya dan membatu Jongup untuk membangun studio dengan dua lantai dekat rumahnya

Setelah Jongup pergi Daehyun membaca review pengalaman kerja Youngjae, namja manis itu ternyata pintar dia lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Pengalaman kerjanya juga lumayan banyak dia menjadi pelayan cafe sambil kuliah dan setelah lulus dia menjadi sekertaris di perusahaan sebelumnya selama 1 tahun lebih. Mata Daehyun beralih melihat foto-foto namja manis yang di ambil oleh adik angkatnya tersebut, tangannya mengambil satu foto Youngjae yang sedang tersenyum

"Aku harus memilikimu Yoo Youngjae"

Daehyun langsung menghubungi Himchan dan meminta namja itu ke ruangannya

.

.

.

Sementara itu Youngjae sedang duduk di depan tv yang menyala tapi namja manis itu malah melamun, pikirannya berkenala pada hari terakhir saat dia berada di Milan. Berkenalan dengan namja asing yang ternyata adalah orang korea, jalan-jalan, minum bersama dan terakhir menghabiskan malam yang panas di ranjang hotel dengan desahan yang erotis

Dia langsung menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan ingatan itu "Aku harus melupakannya lagi pula kami tidak akan bertemu lagi" ujarnya

"Kau kenapa berbicara sendiri?" tanya sahabatnya

"Tidak apa-apa" jawab Youngjae

"Apa kau sedang mengingat pengalaman pertamamu dengan namja itu?" goda Jinyoung sahabat Youngjae

Youngjae menceritakan pada sahabatnya apa yang terjadi sewaktu dia disana tapi dia tidak menyebutkan nama namja tan itu. Dia kira Jinyoung akan menceramahinya tapi respon yang dia terima adalah "Omo Youngjae-ku sudah dewasa ternyata. Siapa namja yang beruntung itu?" ujar Jinyoung histeris sendiri saat dia selesai bercerita

"Tidak, lagi pula aku harus melupakannya" jawab Youngjae

"Hei jangan terlalu naif Jae. Pengalaman pertama itu akan susah dilupakan apalagi jika dia namja tampan dan sangat mahir di ranjang" ujar Jinyoung membuat wajah Youngjae merona, dia teringat wajah Daehyun yang berkeringat saat mereka melakukannya

"Lihatlah wajahmu memerah seperti itu. Aku yakin dia namja yang memang berpengalaman di ranjang" goda Jinyoung lagi lalu mengganti siaran tv yang ditontonnya dengan siaran lain

"Ya aku sedang menonton tv Jinyoung-ah" ujar Youngjae mencoba mengalihkan pikirannya

"Kupikir kau sedang bernostalgia" ujar Jinyoung

"Tidak, berhenti menggodaku. Kemarikan remotnya" ucap Youngjae sambil berusaha mengambil remot tv dari tangan sahabatnya

"Ish nanti dulu, kau sudah dari tadi menontonnya" ujar Jinyoung

"Dasar kau ini tidak bisa melihatku senang saja" kesal Youngjae

"Ck dari pada kerjaanmu hanya melamun dan menonton tv saja lebih baik kau pergi mencari pekerjaan Jae, uang ku sudah tidak cukup untuk membayar sewa apartement ini" ujar Jinyoung

"Aku sudah tau Jinyoung-ah. Aku sudah memasukkan beberapa lamaran pekerjaan tinggal menunggu panggilan saja" jawab Youngjae

"Kau melamar dimana saja memangnya?" tanya Jinyoung

"Banyak, salah satunya " jawab Youngjae sambil memakan cemilannya

"Wow. Kau melamar di ? Memangnya kau yakin akan di terima si perusahaan itu?" ejek Jinyoung

"Ck tentu saja, aku kan pintar tidak seperti dirimu" jawab Youngjae membalas ejekkan Jinyoung

"Sialan kau" kesal Jinyoung membuat Youngjae tertawa senang

"Lagi pula bukankah kau bilang Jaebum sudah mengajakmu tinggal bersama, kenapa tidak kau iyakan saja" tanya Youngjae

"Mana bisa aku meninggalkan sahabatku yang pengangguran ini sendirian di apartement ini. Bisa-bisa kau mati kelaparan karena belum mendapatkan perkerjaan" jawab Jinyoung

"Apa kau sedang mendoakanku seperti itu eoh" ujar Youngjae kesal lalu melempar bantal ke wajah Jinyoung

"Ya. Sakit pabbo"

"Siapa suruh"

Mereka saling meledek dan mengumpat satu sama lain sebelum terhenti setelah ponsel Youngjae berdering, namja manis itu mengerutkan keningnya melihat nomor asing yang muncul di layar ponselnya. Tidak mau banyak berpikir dia segera mengangkat telponnya

"Hallo?" ujarnya setelah mengangkat telpon

"Apakah ini Yoo Youngjae?" tanya orang yang menelpon

"Ya ini saya sendiri" jawab Youngjae

"Kami dari ingin memberitahukan jika anda sudah lulus berkas dan meminta anda untuk datang interview besok jam 10 pagi" ujar seseorang dari telpon yang diangkat Youngjae

Youngjae terkejut baru saja membicarakan tentang pekerjaannya tiba-tiba dia sudah mendapat telpon yang ternyata dia diterima bekerja, belum lagi perusahaan itu adalah

"B-baik besok saya akan datang. Terima kasih sebelumnya" ujarnya senang

"Ada apa? Kenapa kau terlihat senang sekali?" tanya Jinyoung setelah Youngjae menutup telponnya

"Aku lulus berkas di dan besok aku diminta datang untuk intervew Jinyoung-ah" ujar Youngjae lalu memeluk Jinyoung erat

"Ya lepas, ini menyesakan Jae-ah" Jinyoung berusaha melepas pelukan Youngjae, namja itu hampir saja kehabisan nafas karena ulah sahabatnya itu

"Hehehe. Maaf aku terlalu bahagia" ujar Youngjae lalu tersenyum lebar

"Aku ikut senang untukmu. Akhirnya aku bisa pindah ke rumah Jaebum dengan tenang" ujar Jinyoung membuat Youngjae mencibbir tapi kemudian mereka berdua tertawa

.

.

.

Keesokan harinya seperti yang diberitahukan jika Youngjae akan melakukan interview di , namja manis itu melangkah masuk ke dalam kantor itu

"Selamat pagi. Saya Yoo Youngjae kemarin saya diberitahukan jika hari ini ada interview" ujar Youngjae pada resepsionis

"Oh iya. Lewat sini Youngjae-ssi, saya akan mengantar anda" kata resepsionis itu sopan

Youngjae mengangguk dan mengikuti yeoja itu menaiki lift ke lantai 12. Setelah sampai di yeoja itu menuntun Youngjae ke depan ruang yang biasa dilakukan interview

"Tunggu sebentar disini Youngjae-ssi" ujar yeoja tersebut

"Baik" jawabnya

Youngjae menungguk sambil duduk di kursi depan ruangan tersebut tidak lama kemudian yeoja yang tadi mengantarnya keluar dan memintanya masuk. Youngjae masuk di dalam sudah ada beberapa orang yang akan mewawancarainya

"S-selamat pagi" ucapnya pada mereka

"Selamat pagi Yoo Youngjae-ssi. Saya Himchan wakil direktur di perusahaan ini, kami akan memberikanmu beberapa pertanyaan jawab saja sebisamu tidak perlu gugup" ujar Himchan sambil tersenyum pada Youngjae. Namja manis itu hanya mengangguk

"Baiklah bisa kita mulai sekarang?" ujar salah satu dari mereka yang diketahui adalah Manager SDM

Himchan dan tiga orang lainnya bertanya padanya tentang bisnis dan tentu saja bisa di jawab Youngjae karena dia sudah punya pengalaman sebelumnya, hanya 6 pertanyaan yang diajukan dan bisa dengan baik dijawab Youngjae

"Baiklah. Kami sangat puas dengan jawabanmu Youngjae-ssi, anda sudah punya pengalaman sebelumnya jadi itu bisa menjadi point tambahan untuk anda sebelumnya" ujar namja yang diketahui sebagai Manager SDM disamping Himchan

"Anda diterima Youngjae-ssi. Mulai besok lusa anda sudah bisa masuk kerja, jadi persiapkan diri" ujar Himchan lalu berdiri

Satu-satu dari mereka mulai keluar dari ruangan tersebut tapi sebelum semuanya keluar Himchan mendekati Youngjae dan berbisik

"Aku harap kau betah berkerja disini Youngjae-ssi. Ceo perusahaan ini sungguh menyebalkan tapi aku harap kau bisa menyiapkan mentalmu untuk menghadapinya" ujar Himchan membuat Youngjae menelan ludahnya takut

"Aku harap kau tidak menulis surat pengunduran diri karena tidak tahan dengan sikap Ceo kami" ujar Himchan kembali, dai tersenyum tipis lalu menepuk pundak Youngjae dan keluar dari ruangan tersebut

Sementara Youngjae hanya terpaku dia menjadi khawatir jika dia tidak bisa bertahan lama di kantor ini

Tiba-tiba dia berpikir "Apa Ceo itu sudah berumur dan sangat kejam sehingga Himchan-ssi berkata seperti itu" Youngjae bergumam sambil membayangkan namja yang sudah berumur nan kejam seperti sikopat yang akan menguliti bawahannya jika mereka membuat kesalahan. Dia bergedik sendiri membayangkannya

"Tidak mungkin dia seperti itu dan aku harus kuat bekerja disini, aku membutuhkan perkerjaan ini. Hwaiting Yoo Youngjae" ucapnya lalu menyemangati dirinya sendiri lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut, dia menaiki lift dan turun ke lobby

Youngjae berjalan keluar dari lift sambil mengetik pesan di ponselnya tanpa memperhatikan sekitar, dia mengirim pesan pada Jinyoung jika dirinya sudah selesai melakukan interview

Drrtt..drrtt

Ponselnya berdering telpon dari Jinyoung. Youngjae segera mengangkatnya dan berbicara pada sahabatnya itu, dia menutup telponnya dan berjalan cepat keluar dari kantor tersebut setelah Jinyoung mengatakan kalau namja itu menunggunya di tempat biasa mereka bertemu

Tanpa Youngjae sadari ada seseorang yang dari tadi terus menatapnya saat dia keluar dari lift. Namja itu adalah Daehyun, dia baru saja kembali ke kantor setelah mengurusi urusannya. Langkah namja tan itu terhenti ketika ingin memasuki lift yang bersebrangan dengan lift yang dinaiki Youngjae berusan

"I will get you Yoo Youngjae" ujar Daehyun sambil tersenyum miring, lalu kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift

.

.

.

TBC