BOSS
...
Main Cast:
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
...
Other Cast:
Kim Himchan
Bang Yongguk
Moon Jongup
Nahyun (Sonamoo)
Jinyoung (Got7)
...
Rated M
...
#Banyak typo
...
-Happy Reading-
...
Ckleck
"Hyung bagaimana hasil interviewnya?" tanya Daehyun tanpa memperdulikan Himchan yang terkejut, dia bahkan tidak mengetuk pintu dan langsung duduk di kursi depan meja Himchan
"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu atau setidaknya menyapaku dulu eoh? Datang-datang langsung seenaknya seperti itu" kesal Himchan
"Kenapa harus mengetuk ini kantor milikku, lagi pula aku tidak suka basa basi" kata Daehyun tanpa memperdulikan kekesalan Himchan
"Ck jika saja kau bukan pewaris perusahaan ini akan ku suruh Yongguk menembak kepalamu" ucap Himchan
"Mentang-mentang kekasihmu seorang polisi kau bisa seenaknya mengancamku seperti itu. Cepat katakan saja bagaimana hasilnya" tanya Daehyun
"Dia diterima, namja itu menjawab seluruh pertanyaan kami dengan lancar lagipula dia sudah lulus berkas sebelumnya" jawab Himchan
"Baguslah, jadi kapan dia akan mulai bekerja?"
"Lusa" jawab Himchan lalu kembali memeriksa berkas dihadapannya
"Kenapa tidak besok saja?" Daehyun kembali bertanya, membuat Himchan mengangkat wajahnya
"Kenapa kau cerewet sekali? Lagipula punya hubungan apa kau dan namja itu?" tanya Himchan curiga
Dari awal memang dia sudah curiga dengan Daehyun, tidak biasanya namja tan ini akan mempredulikan siapa yang akan menjadi sekertarisnya dia tapi beberapa hari lalu dia menyarahkan data Youngjae padanya dan memintanya untuk menjadikan namja manis itu sebagai sekertarisnya
"Itu urusanku. Kau urus saja pekerjaan mu" ujarnya lalu berdiri
"Ya aku lebih tua darimu, setidaknya hormat sedikit padaku brengsek" maki Himchan pada Daehyun
"Hyung jaga ucapanmu bagaimana jika ada yang mendengar kau mengumpat pada atasanmu eoh?" ejek Daehyun membuat Himchan mengeram tertahan
"Dan jangan lupa aku bisa saja memotong gajimu" lanjtnya lalu keluar dari ruangan Himchan
.
.
.
cafe
"Jadi bagaimana interviewnya? Lancarkan?" tanya Jinyoung pada Youngjae
"Lancar. Aku bisa menjawab pertanyaan mereka dengan baik" jawab Youngjae
"Baguslah. Jadi kapan kau mulai bekerja?"
"Lusa aku sudah bisa masuk kerja"
Youngjae melamun setelah menjawab pertanyaan Jinyoung
"Ya kau kenapa?" tanya Jinyoung melihat Youngjae melamun
"Aku sedang memikirkan tentang Ceo perusahaan itu, kata Managernya banyak sekertaris yang memundurkan diri karena sikapnya tersebut. Bagaimana jika Ceo itu adalah namja yang sudah tua dan genit nan kejam? Makanya banyak yang tidak tahan dengan sikapnya" ujar Youngjae merinding sendiri memikirkannya
"Omong kosong. Kau tau dari mana jika Ceonya sudah tua? Yang ku tau Ceo masih muda dan tampan" ujar Jinyoung
"Kau sudah pernah lihat memangnya?"
"Belum. Tapi Jaebum yang mengatakannya padaku kalau Ceo yang sekarang adalah anak dari pendiri perusahaan tersebut"
Youngjae hanya menganggukan kepala mengerti, semoga saja benar jika Ceonya nanti masih muda dan tidak kejam ataupun genit
"Dari pada kau terus berpikir bagaimana jika kita pergi belanja untuk keperluanmu kerja nanti" tawar Jinyoung
"Ayo. Aku juga perlu membeli beberapa kemeja dan celana baru" ujar Youngjae setuju
Setelah membayar pesanan mereka langsung pergi ke mall terdekat untuk berbelanja keperluan mereka berdua
"Jae-ah bagaimana dengan ini?" tanya Jinyoung menunjukan kemeja tipis pada Youngjae
"Apa kau gila? Kemeja itu terlalu tipis" ujar Youngjae
"Ck tidak apa ini fashion kau tau. Mungkin saja nanti ada yang menempeli dirimu atau bisa Bossmu itu tertarik padamu" ujar Jinyoung sambil menaik turunkan alisnya
"Aku disana untuk bekerja bukan untuk mengoda. Jangan menyesatkanku Park Jinyoung" kesal Youngjae
Namja ini benar-benar gila, dia selalu saja mencoba menyesatkan Youngjae
"Bukan menggoda tepatnya mencari pasangan. Kau sudah 24 tahun Youngjae-ah, apa kau tidak ingin mencari pasangan untukmu? Sampai kapan kau akan sendiri" ujar Jinyoung
"Aku akan memikirkannya nanti setelah aku sudah resmi bekerja" ucap Youngjae
"Cobalah membuka hatimu, kenapa kau sulit sekali menyukai seseorang? Banyak yang menyukaimu dan mengajakmu kencan tapi kau malah menolak mereka? Apa yang kau cari sebenarnya" tanya Jinyoung, dia mulai menceramahi Youngjae lagi
"Aku hanya belum mendapatkan yang pas untukku. Aku tidak mau sembarang menerima orang yang hanya ingin mencari teman kencan saja tapi aku mau yang benar-benar serius denganku" jelas Youngjae
"Ck pikiranmu itu" Jinyoung hanya mampu menggelengkan kepalanya
"Sudahlah jangan bahas ini lagi. Aku sudah selesai ayo kita ke kasir" ajak Youngjae
Jinyoung hanya mengikutinya sambil membawa belanjaannya. Selesai mereka membayar keduanya pulang karena Jinyoung akan masuk kerja sore ini
.
.
.
Di ruang kerjanya Daehyun sedang memeriksa laporan kerja dari para Manager, dia mengerutkan dahinya saat melihat beberapa hasil laporan
Brak
Daehyun membanting hasil laporan yang dipegangnya membuat para Manager tersebut terkejut mereka menundukan kepala mulai merasa takut
"Apa kalian tidak bisa membuat laporan dengan baik? Sudah berapa tahun kalian kerja disini eoh?" ujarnya dengan nada marah
"Ma-maafkan kami Daepyonim. Kami akan segera memperbaikinya" ujar salah satu Manager
"Sebaiknya seperti itu. Aku ingin menerima perbaikan laporannya sebelum sore ini, jika ada kesalahan lagi aku tidak akan ragu untuk memecat kalian" ujarnya lalu berdiri. Daehyun memasukan tangannya dalam kantung celananya
"Dan untuk anda Tuan Lee, aku ingin kau memperketat pengawasan di bagian keuangan. Aku mendengar ada salah satu bawahanmu yang bermain kotor urus itu jangan sampai aku turun tangan dan langsung memecat kau dan orang itu. Aku tidak ingin ada yang bermain kotor di perusahaanku. Mengerti?" ujar Daehyun tegas para Manager mengangguk "Sekarang keluar" lanjutnya membuat mereka langsung keluar dari ruangnya
Baru saja dia kembali duduk pintu ruangannya kembali terbuka, Himchan masuk dan duduk di sofa
"Apa lagi yang kau lakukan pada mereka?" tanyanya
"Aku hanya memeriksa laporan mereka. Dan Hyung biasakan untuk mengetuk pintu ruanganku sebelum kau masuk" ujar Daehyun sambil mengetik di macbooknya
"Ck.. Aku yakin kau tidak hanya memeriksa laporannya, wajah mereka terlihat pucat setelah keluar dari ruanganmu"
Daehyun hanya mengangkat bahunya tidak perduli "Kenapa kau kemari Hyung? Apa kau tidak punya pekerjaan?" tanya Daehyun
"Aku ingin mengantar kontrak ini. Mereka setuju dengan syarat-syaratmu" ujar Himchan lalu menyerahkan berkasnya pada Daehyun
"Tentu saja mereka akan setuju, sudah kubilangkan mereka tidak akan melepaskan kesempatan ini" ujar Daehyun dengan penuh percaya diri
"Ck terserah kau saja Jung Daepyomin. Aku pergi" kata Himchan lalu keluar
Setelah Himchan pergi Daehyun memijit pelan pangkal hidungnya, dia merasa penat akhir-akhir ini belum lagi setelah pertemuan dengan ayahnya kemarin
Flashback
Daehyun bersama ayahnya sedang berada di restoran bintang lima, mereka atau tepatnya ayahnya menyewa ruang vip. Ayahnya tiba-tiba menelponnya dan mengajak makan siang bersama
"Dae apa kau belum punya kekasih?" tanya Tuan Jung saat mereka makan bersama
"Ada apa? Kenapa bertanya soal itu lagi padaku?" ujar Daehyun tanpa menatap ayahnya
"Appa hanya ingin bertanya, selama ini kau hanya melakukan kencan satu malam saja. apa kau tidak punya niat untuk menikah?" ujar Tuan Jung
Daehyun menghentikan kegiatan makannya lalu menatap tajam ayahnya
"Appa tidak berniat untuk menjodohkanku dengan kenalanmu lagikan?" tanya Daehyun dingin
"Tidak Daehyun. appa tau kau tidak menginginkan itu, appa hanya ingin kau segera menikah" ujar Tuan Jung. Semua anak kenalannya yang pernah dia coba kenalkan pada Daehyun hanya akan berakhir di ranjang saja dan setelah itu putranya akan langsung melupakan yeoja itu begitu saja
"Itu biarkan aku yang mengurusnya, appa tidak perlu ikut campur untuk mengurusi kehidupanku" ucap Daehyun penuh penekanan
"Bukan maksud appa mencampuri urusanmu Dae. Appa hanya ingin kau memikirkan masa depanmu" ucap Tuan Jung hati-hati, dia tidak ingin memancing emosi Daehyun hingga membuat putranya ini kembali marah padanya
"Masa depanku berada di tanganku sendiri kau tidak perlu repot-repot memikirkan diriku dan jangan pernah coba-coba untuk mengontrolku. Aku selesai" ujar Daehyun lalu berdiri dan meninggalkan ayahnya yang menatap kepergiannya dengan pandangan sedih
Daehyun sebenarnya tidak ingin bersikap dingin pada ayahnya tapi setiap kali dia menatap mata ayahnya luka lama yang ingin dia lupakan kembali terbuka. Dirinya belum sepenuhnya bisa memaafkan kelakuan ayahnya dimasa lalu yang membuat kepercayaan pada ayahnya hancur
Flashback end
Daehyun mengambil foto Youngjae yang disimpan di laci meja kerjanya
"Bisakah kau memberikan apa yang selama ini hilang dariku Youngjae" tanyanya pada dirinya sendiri
.
.
.
Hari ini adalah hari pertama Youngjae bekerja di , dia sudah bagun pagi sekali dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Jinyoung
"Tidakkah ini terlalu pagi dan kau sudah sangat rapi" ujar Jinyoung menghampirinya di dapur
"Aku sudah terbagun sejak jam 5 dan tidak bisa tertidur lagi" jawab Youngjae tersenyum
"Sepertinya kau senang sekali, tidak seperti saat kau diterima di " heran Jinyoung
"Entahlah, aku juga tidak tau kenapa aku sesenang ini" ujar Youngjae
"Apa kerena pekerjaanmu atau tentang Ceo mudanya yang membuatmu sesenang ini?" ejel Jinyoung
"Ya kau jangan membuat moodku hancur" kesal Youngjae
Jinyoung tertawa melihat ekspresi kesal sahabatnya dia lalu memakan sarapannya diikuti Youngjae keduanya memakan sampai habis. Youngjae langsung pamit dan menyuruh Jinyoung mencuci piring-piring kotor, baru saja namja itu akan mengomel tapi Youngjae langsung melesat pergi
Youngjae menyumpat telingannya dengan headset saat menaiki bus, untung saja masih sepi karena masih pagi jadi dia bisa duduk dengan tenang dalam bus. 25 menit waktu yang ditempunya untuk sampai ke , dia melangkah masuk dan menghampiri resepsionis yang tempo hari juga mengantarnya rapat
"Apa kabar Youngjae-ssi?" sapa yeoja itu tersenyum manis
"Baik emm"
"Sunhwa. Namaku Han Sunhwa" ujar yeoja tadi
"Ah ne Sunhwa-ssi, aku baik" ucap Youngjae lalu ikut tersenyum
"Mari aku antar, Busajangnim sudah menunggu anda" ujar Sunhwa
Youngjae mengikuti Sunhwa dan membawanya ke lantai 20, lantai paling atas ditempati para petinggi perusahaan. Saat sampai Himchan langsung menghampirnya
"Kau boleh pergi Sunhwa. Terima kasih" ujar Himchan
Sunhwa menundukan kepalanya dan pamit turun
"Selamat pagi Busajangnim" kata Youngjae menyapa Himchan
"Pagi Youngjae-ssi. Aku harap kau sudah siap untuk melaksanakan tugasmu" ujar Himchan
"Aku sudah siap Busajangnim" ucap Youngjae tegas
"Baiklah, ayo ku antar menemui Daepyonim" ucap Himchan lalu berjalan ke ruangan Ceo
Youngjae mengikuti Himchan dari belakang tiba-tiba dia gugup, jantungnya mulai berdetak tidak karuan saat melihat ruang Ceo sudah semakin dekat. Namja manis itu mulai bergumam untuk menyemangati dirinya sendiri, semoga saja Jinyoung benar kalau Daepyonim itu masih muda dan tidak kejam
Tok..tok..tok
Setelah mengetuk pintu Himchan membuka pintu lebar lalu langsung masuk kemudian dia menyuruh Youngjae ikut masuk bersama. Youngjae masuk dan dia melihat ada seorang namja yang masih muda sedang menatap keluar jendela besar yang memperlihatkan pemandangan diluar kantor tersebut sambil memasukan kedua tangannya dalam saku celana
"Aku sudah membawa sekertaris baru untukmu" ujar Himchan "Perkenalkan dirimu" suruhnya
"Annyeonghaseyo Daepyonim, saya Yoo Youngjae sekertaris baru anda" ujar Youngjae memperkenalkan diri dan membungkuk
Daehyun berbalik dan menatap Youngjae, namja manis itu melebarkan matanya terkejut saat melihat siapa Bossnya
"Kau boleh keluar Hyung. Aku rasa dia sudah tau apa tugasnya" ujar Daehyun dingin "Dan Hyung jangan lupa tutup pintunya" lanjutnya
Himchan menatap Daehyun lama sebelum dia berbalik, dia menatap Youngjae sebentar lalu keluar tanpa mengatakan apapun pada Daehyun
"Senang bisa bertemu denganmu lagi Yoo Youngjae-ssi" ujar Daehyun lalu tersenyum miring
Youngjae menelan kasar ludahnya sendiri apalagi saat melihat tatapan intens Daehyun padanya, dia tidak menyangka akan kembali bertemu dengan namja tan ini
"Mimpi apa aku semalam" batin Youngjae berteriak
Youngjae langsung menunduk gugup dan meremas tangannya sendiri saat namja tan itu menyapanya dan terus menatapnya, Daehyun memberikan tatapan mengitimidasi membuat tubuhnya seakan membeku tidak bisa bergerak
"Duduk" ucap Daehyun
Youngjae duduk di depannya dengan kaku, membuat Daehyun terkekeh senang melihat namja manis didepannya langsung menurutinya
"Kurasa aku akan betah dengan sekertaris yang penurut sepertimu. Youngjae-ssi" ujarnya lalu menunjukan senyum mautnya membuat Youngjae terpana
Daehyun mengambil berkas dengan tangan kananya sedangkan tangan kirinya masih berada di saku celana, dia berjalan mendekat ke arah Youngjae lalu memberikan berkas yang harus di tanda tangani namja manis itu
"Bacalah dan tanda tangani berkas ini. Ini adalah kontrak kerjamu" ujar Daehyun, dia menaruh tangan kirinya di pinggiran meja untuk menopang dirinya sedangkan matanya terus menatap lurus mata Youngjae
Youngjae memalingkan wajahnya saat tatapan mata mereka bertemu, wajahnya langsung merona karena tatapan itu. Tanpa membaca dan pikir panjang dia langsung menandatangani kontrak kerjanya tapi setelah itu dia terdiam dan menyesali tindakannya barusan "Apa yang baru saja ku lakukan? Seharusnya aku membacanya dulu" ujarnya dalam hati
Daehyun langsung mengambil berkas yang telah ditanda tangani Youngjae, dia melihat sekilas lalu tersenyum miring "Hebat sekali kau langsung menandatanganinya tanpa membaca isinya" ujar Daehyun entah apa maksudnya
Daehyun menutup berkas itu lalu menaruhnya di meja, dia bersandar di meja kerjanya dan menatap Youngjae yang masih diam tidak bersuara. Namja manis itu masih diam menundukkan kepalnya
"Apa kau tidak ingin berkata sesuatu Youngjae" suara Daehyun terdengar menuntutnya tapi namja manis itu hanya diam. Bukan diam karena takut tapi tatapan dan pesona namja tan itu membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali
Youngjae berdehem lalu mengangkat wajahnya "Da-Daepyonim s-saya berterima kasih anda telah menerima saya berkerja disini" ujarnya gugup, dia tidak tau akan berkata apa pikirannya tiba-tiba kosong saat masuk ruangan ini dan melihat namja yang pernah mengahabiskan malam panas bersamanya
"Ssh.. bukan itu yang ingin ku dengar darimu Yoo Youngjae" ujar Daehyun, dia mengangkat tangannya lalu mengelus pipi Youngjae lembut
Namja manis itu mengigit bibirnya, tubuhnya seakan membeku saat tangan Daehyun mengelus pipinya sensasi aneh seperti malam itu kembali terasa
Jari jempol Daehyun mulai mengusap di bibir bawahnya membuat Youngjae melepas gigitannya "Aku merindukan bibir manismu ini" ujar Daehyun dengan nada rendah
Youngjae memberanikan diri untuk menatap Daehyun, dia harus menghentikan ini "Daepyomin saya.." ucapannya terhenti saat Daehyun menciumnya
Namja manis itu langsung membulatkan matanya terkejut dengan ciuman tiba-tiba Daehyun tapi dia tidak mencoba menghentikannya, namja tan itu mulai melumat selembut mungkin bibir atas dan bawahnya bergantian membuat Youngjae terbuai dengan ciuman namja tan itu dan menutup matanya
Baru saja akan membalas ciuman itu Daehyun menarik dirinya untuk berhenti "Aku harus berhenti sekarang jika tidak maka aku bisa bertindak lebih dari ini" ujar Daehyun lalu mengusap bibir bawah Youngjae yang basah karena salivanya sambil memperlihatkan senyum manis pada namja manis itu
"Selamat datang di kantorku sekertaris Yoo" ujar Daehyun
"Te-terima k-kasih Daepyonim" gugup Youngjae
"Ini jadwalku, aku ingin kau menyusun ulang semuanya" ujarnya kembali bersikap seperti tidak terjadi apa-apa lalu memberikan buku kecil pada Youngjae
"Ba-baik Daepyonim" ujar Youngjae masih gugup
"Kau boleh keluar sekarang sekertaris Yoo" ujar Daehyun lembut tidak seperti sikapnya pada pegawaimya yang lain. Youngjae langsung keluar dengan tergesah-gesah
Daehyun tersenyum miring setelah Youngjae keluar "I got you Yoo Youngjae" ujarnya pelan
Setelah menutup pintu ruangan Bossnya Youngjae memegangi dadanya yang berdetak tidak karuan karena sikap dan tatapan Daehyun padanya
"Apa aku bisa bertahan dengan sikapnya seperti itu? Dia sungguh berbahaya untuk kesehatan jantungku" gumamnya
Namja manis itu menutup matanya lalu menghela nafas dan membuangnya pelan, dia segera duduk di kursinya dan melakukan perintah Daehyun untuk menyusul ulang jadwal Bossnya. Youngjae mulai mengetik satu persatu dari pertemuan, rapat, nama klien, hari, tanggal dan jam namja manis itu membuatnya sangat detail. Selesai menyusun jadwal itu dia berdiri lalu berjalan ke ruangan Daehyun, dia masuk setelah mendapat izin
"Daepyomin. Anda punya pertemuan dengan klien dari jepang untuk makan siang bersama" ujar Youngjae sopan, dia memperhatikan Daehyun yang masih serius dengan berkas-berkas di depannya "Dia tampan sekali jika sedang serius seperti ini" batinnya mengagumi Daehyun
"Ne" ujarnya singkat
"Saya juga sudah merapikan jadwal anda untuk 2 hari ke depan dan sudah saya kirim ke email anda" ucap Youngjae kembali membuat Daehyun mengangkat wajahnya menatap namja manis itu
"Aku merasa tidak pernah menyuruhmu untuk melakukan itu" ujar Daehyun
"Maaf jika anda tidak menyukainya Daepyonim" ucap Youngjae sedikit takut melihat wajah datar Bossnya
"Tidak perlu minta maaf, aku hanya terkejut kau bisa memikirkan itu selama ini tidak ada sekertarisku yang bisa berpikiran sepertimu" ujar Daehyun tersenyum tipis
"Saya sudah terbiasa melakukan itu di kantor lama saya" ujarnya
"Kau boleh keluar, sebentar lagi waktunya istirahat kau tidak perlu mengikutiku untuk pertemuan itu" kata Daehyun kembali membaca berkas-berkasnya
"Baik Daepyonim" ujar Youngjae
Youngjae kembali ke meja kerjanya dia melihat tumpukan tugas-tugasnya yang diberikan oleh sekertaris Himchan lalu mengerjakannya pelan-pelan, tidak lama kemudian Daehyun keluar dari ruangannya membuatnya langsung berdiri
"Aku akan kembali setelah makan siang, urusan kantor ku serahkan padamu" ujar Daehyun
"Baik Daepyonim" jawab Youngjae sebelum Daehyun melangkah pergi
Youngjae kembali mengerjakan tugas itu, dan menyelesaikannya tepat jam makan siang tiba. Dia turun ke kantin dan memesan makanan setalah itu dia mencari tempat duduk kosong dekat jendela
"Hi, boleh aku duduk disini?" tanya seseorang namja padanya
"Silahkan" ujarnya lalu kembali makan
"Apa kau sekertaris baru Daepyonim?" tanya orang itu lagi membuatnya berhenti makan
"Iya, aku sekertaris barunya" jawabnya
"Kenalkan namaku Kim Seokjin, kau bisa memanggilku Jin" ujar namja bernama Jin itu
"Aku Yoo Youngjae, salam kenal Jin-ssi" ujar Youngjae
"Jangan memanggilku seformal itu panggil saja aku Jin. Aku masih muda dan penggilamu membuatku terlihat tua Youngjae-ah" ucap Jin mencoba mengakrabkan diri
"Baiklah Jin-ah. Kau dari bagian mana?" tanya Youngjae mencoba sopan, dia tidak ingin meninggalkan kesal buruk di hari pertamanya bekerja
"Aku bagian HRD, sudah 2 tahun aku disini" jawabnya "Aku harap kau betah bekerja pada Daepyonim" ujarnya kembali
"Memangnya apa yang terjadi dengan para sekertaris Daepyonim yang sebelumnya?" tanya Youngjae penasaran dengan sikap Daehyun
"Mereka tidak kuat dengan sikap keras Daepyonim, apalagi jika dia marah" ujar Jin membuat Youngjae menelan ludahnya
Tiba-tiba dia teringat dengan perkataan Daehyun waktu mereka di Milan "Kau belum mengenal siapa aku sebenarnya" kata-kata itu terngiang di telinganya
.
.
.
TBC
...
Up lagi soalnya mood gw lagi bagus tapi nanti ga janji bakalan fast up soalnya bsk udah mulai sibuk ngurus berkas cpns.. doa'in ya semoga lancar dan mood nulisnya ga ilang 😊
Thanks udah mau nunggu & review di chap sebelumnya 😇
