BOSS
...
Main Cast:
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
...
Other Cast:
Kim Himchan
Bang Yongguk
Moon Jongup
Nahyun (Sonamoo)
Jinyoung (Got7)
...
Rated M
...
#Banyak typo
...
-Happy Reading-
...
Youngjae terbangun dari tidurnya pandangan matanya menulusuri kamar luas bernuansa warna abu-abu, dia sedikit meringis pelan merasa perih pada holenya saat mencoba bangun ingatannya kembali mengingat kejadian semalam
"Aku melakukan lagi dengannya?" gumamnya
Ckleck
Suara pintu terbuka membuat Youngjae terkejut dia langsung menarik selimutnya saat melihat Daehyun masuk. Namja tan itu memakai baju olahraga tanpa lengan yang sudah basah oleh keringat rambutnya juga berantakan membuat Youngjae tertegun melihatnya
"Sudah bangun" ujarnya tersenyum melihat Youngjae. Namja manis itu tersadar lalu menunduk sambil mengigit bibirnya saat mendengar suara Daehyun, melihat tingkah Youngjae seperti itu dia duduk berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang
"Tatap aku sayang" ujar Daehyun sambil menarik dagu Youngjae membuatnya melihat Daehyun "Jangan mengigit bibirmu Youngjae, kau bisa melukainya" lanjutnya lalu mengusap bibir bawahnya
"Kenapa kau melakukan itu semalam? Kenapa kau bersikap seolah aku milikmu?" tanya Youngjae langsung
"Karena aku mencintaimu Youngjae. Sejak pertemuan kita di Milan aku sudah menyukaimu, aku merasa nyaman berada di dekatmu" jelas Daehyun
"Kau bilang kau mencintaiku tapi kemarin kau pergi bersama seorang yeoja dan kau memperlakukannya seolah kalian sepasang kekasih" ujar Youngjae mengeluarkan isi hatinya yang sejak kemarin di rasanya
"Apa kau sedang cemburu hmm?" goda Daehyun
Wajah Youngjae memerah "T-tidak seperti itu. Aku hanya penasaran" ujarnya
"Nahyun adik kandungku Youngjae" jawaban Daehyun membuatnya terkejut dan seketika malu "Kemarin dia menangis karena bertengkar dengan kekasihnya, dia memang manja padaku sejak ibu kami meninggal" jelasnya
"Maaf aku tidak tau jika ibumu sudah tiada dan maaf karena aku sudah salah paham padamu" sesal Youngjae
"Tidak apa. Jadi Youngjae?"
"Apa?"
"Kau baru saja mendengar kalau aku mencintaimu. Apa jawabanmu?"
Youngjae diam dia bingung harus menjawab apa "Maaf Daehyun aku rasa ini terlalu cepat dan aku belum yakin dengan perasaanku sendiri" jawabnya
"Tidak apa Youngjae kita bisa memulainya perlahan tapi aku membutuhkanmu disisiku" pinta Daehyun
"Jujur saja aku belum pernah merasa seperti ini sebelumnya, kau orang pertama yang membuatku terjatuh seperti ini" ujar Daehyun membuat Youngjae merona
"Akan ku coba Daehyun tapi aku tidak ingin pegawai kantor tau kalau kita punya hubungan lebih dari Boss dan sekertaris. Aku tidak ingin menjadi bahan pembicaraan"
"Kita bisa merahasiakannya dulu, tapi aku tidak main-main dengan ucapanku kemarin untuk menjauhi namja itu atau siapapun yang mencoba mendekatimu. Mengerti" tegas Daehyun
"Kenapa kau posesif sekali" ujar Youngjae mengerutkan bibirnya
"Beginilah sikapku aku harap kau bisa memahaminya. Jika kau tidak suka maka tetaplah disisiku dan rubah aku jadi lebih baik Jae" ucap Daehyun mengelus pipinya
"Mulailah dari menjaga ucapanmu pada pegawaimu yang lebih tua Daepyonim dan bisakah kau berhenti merokok?" pinta Youngjae
Daehyun tersenyum "Akan ku coba sayang" jawabnya "Ayo mandi, aku akan menyiapkan air hangat untukmu" lanjutnya lalu megangkat Youngjae yang masih melingkar dengan selimut ke kamar mandi
Youngjae terkejut dan mengalungkan tangannya pada leher Daehyun, namja tan itu mendudukan dirinya di westafel lalu menyalakan keran air
"Sudah siap, ayo mandi" ucap Daehyun
"A-aku bisa mandi sendiri Daehyun" ujarnya gugup
Daehyun tersenyum miring dia menundukan dan menopang kedua tangannya di westafel mengurung Youngjae "Kenapa? Kau malu? Aku bahkan sudah dua kali melihat tubuh polosmu" godanya
"J-jangan menggodaku" ucapnya lalu mendorong Daehyun dia turun perlahan dari westafel "Bisakah kau keluar biarkan aku mandi sendiri" lanjutnya
"Baiklah, aku akan menyiapkan bajumu" Daehyun mengalah lalu keluar dari kamar mandi, dia akan menggunakan kamar mandi diluar
Selesai mandi Youngjae keluar kamar dia memandangi apartement besar Daehyun sambil berjalan ke arah dapur, namja manis itu melihat seorang yeoja paruh baya yang sedang memasak
"Annyeonghaseyo ahjumah" sapa Youngjae
"Annyeonghaseyo Tuan" balas ahjumah itu
"Saya Yoo Youngjae, panggil saja Youngjae ahjumah" ujar Youngjae sopan
"Ne Youngjae-ssi, saya Lee Siyoon maid Daehyun" balasnya
"Aku bantu ya ahjumah"
"Tidak perlu repot-repot Youngjae-ssi"
"Tidak apa ahjumah. Apa ahjumah tinggal disini?" tanya Youngjae khawatir jika semalan kelakuan mereka di dengar apalagi di lihat oleh ahjumah
"Tidak Youngjae-ssi. Saya hanya akan berada disini sampai sore hari" jawab Lee ahjumah membuat Youngjae membuang nafas lega
"Apa ahjumah sudah lama bekerja disini?" tanya Youngjae
"Ya, aku dulu berkeja pada almarhum Nyonya Jung dan sebelum meninggal beliau menitipkan Daehyun padaku" jelas Lee ahjumah
"Sepertinya ahjumah sangat dekat dengan Daehyun, anda hanya memanggil namanya tanpa embel-embil ssi"
"Daehyun sendiri yang memintaku Youngjae-ssi" jelasnya lalu tersenyum
"Apa Daehyun sangat dekat dengan ibunya?" tanya Youngjae mencoba mengorek sedikit informasi tentang Bossnya
"Daehyun anak kesayangan Nyonya Jung, bahkan nona Nahyun sendiri sempat iri karena ibunya sangat menyayangi Daehyun meski Nyonya Jung tidak pernah pilih kasih" jawab Lee ahjumah
"Lalu bagaimana dengan ayahnya? Kenapa Daehyun tidak tinggal bersama ayahnya?"
"Tuan Jung tinggal di mansion bersama Nahyun. Daehyun dan ayahnya kurang akur setelah kematian Nyonya Jung"
"Memangnya ibunya meninggal karena sakit apa?"
"Nyonya Jung meninggal karena kecelakaan mobil bukan karena sakit Youngjae-ssi" jawabnya
"Kalian sedang membicarakanku?" tanya Daehyun membuat Youngjae dan Lee ahjumah kaget
"Kau membuatku terkejut Daehyun" tegur Lee ahjumah
"Hahaha maaf ahjumah aku tidak bermaksud seperti itu kalian saja yang sangat asik bercerita. Jadi benar ya kalian memang sedang membicarakanku?" ujarnya sambil tertawa
"Tidak siapa bilang, aku hanya bertanya tentang ahjumah" ujar Youngjae berbohong dia tidak ingin menanggung malu karena ketahuan bertanya tentang namja tan itu
Lee ahjumah hanya tersenyum mendengar ucapan Youngjae "Duduklah Youngjae-ssi makannya sudah siap"
Youngjae menurut lalu duduk di samping Daehyun setelah namja itu menarik kursi untuknya, setelah mengatur makanannya Lee ahjumah beranjak pergi
"Ahjumah mau kemana? Tidak ikut makan bersama?" tanya Youngjae
"Aku sudah makan sebelum datang Youngjae-ssi"
"Panggil saja namaku seperti ahjumah memanggil Daehyun" ujar Youngjae tersenyum ahjumah hanya mengangguk tersenyum lalu pergi
"Makanlah kau pasti kelaparan karena semalam bekerja keras" goda Daehyun membuat Youngjae malu
"J-jangan mulai menggodaku lagi" ujarnya dengan wajah memerah membuat Daehyun tertawa
"Kau manis jika sedang merona seperti ini" godanya lagi
"Hentikan. Biarkan aku makan dengan tenang" Youngjae membuang mukanya tidak ingin menatap Bossnya itu
Daehyun berhenti menggoda Youngjae dan memakan sarapan mereka "Aku menyukai sikapmu pada ahjumah, kau ramah padanya" ujar Youngjae
"Karena umma yang memintaku seperti itu lagipula ahjumah sudah mengurusiku sejak aku berumur 3 tahun" jelas Daehyun
Drrt..drrt
Baru memakan setengah sarapanya ponsel Daehyun bergetar, namja tan itu mengerutkan keningnya setelah membaca pesan dari Yongguk
"Aku pergi dulu" ujarnya pada Youngjae
"Kau mau kemana? Makanannya belum habis" tanya Youngjae heran
"Aku ada urusan sebentar. Tunggu disini nanti malam aku akan mengantarmu pulang" youngjae mangangguk. Daehyun mengambil jaketnya dan pergi ke kantor polisi
Saat dirinya sampai Yongguk langsung menghampirinya "Apa lagi yang dia lakukan?" tanya Daehyun
"Nahyun melihat kekasihnya sedang berselingkuh dengan orang lain, dia menapar mereka lalu terjadi keributan" jelas Yongguk padanya "Tanda tangani ini aku akan mengeluarkannya" lanjutnya dia menyerahkan surat jaminan pada Daehyun dan pergi untuk mengeluarkan Nahyun
Daehyun menandatangani surat itu lalu menunggu Nahyun, dia melihat adiknya yang keluar dan berjalan kearahnya dengan wajah takut
"O-oppa maafkan aku" ujar Nahyun menundukan kepalanya. Tanpa menjawab Daehyun berjalan pergi meninggalkan Nahyun, adiknya itu mengikutinya dari belakang
"Masuk" ujarnya dingin membuat adiknya itu semakin takut
"Aku minta maaf oppa"
"Sudah berapa kali aku bilang putuskan namja brengsek itu, kau lihatkan sudah berapa kali terjerat masalah karenanya. Ini terakhir kalinya aku akan datang ke kantor polisi jika kau membuat masalah lagi maka aku akan mengirimmu kembali ke London" tegasnya
"Aku mengerti oppa tapi jangan mengirimku ke London lagi, aku tidak ingin berpisah denganmu dan juga appa" ujar Nahyun dengan mata mulai berkaca-kaca
Daehyun membuang nafasnya kasar lalu menyalakan mobilnya dan pergi dari kantor polisi itu dia membawa Nahyun pulang ke mansion, dia yakin jika appanya pasti khawatir karena semalam adiknya tidak pulang
"Oppa jangan bilang pada appa tentang ini"
"Tentu saja, aku tidak ingin appa kena serangan jantung lagi" ujar Daehyun lalu turun dari mobil
"Gomawo oppa" ujar Nahyun
Para maid yang bertugas langsung menyambut mereka saat masuk "Tuan muda anda datang, Tuan besar pasti senang melihat anda datang" ujar salah satu maid yang sudah berumur, Daehyun hanya mengangguk
"Daehyun-ah kau datang" sambut Tuan Jung senang saat mereka sampai di ruang tengah
"Aku hanya mengantar Nahyun pulang"
"Semalam kau kemana Nahyun-ah? Kau merepotkan oppamu lagi?" tanya Tuan Jung
"Dia menginap di apartementku semalam dia mengerjakan tugas sampai larut dan tertidur karena kelelahan" jawab Daehyun saat melihat adiknya bingung untuk menjawab
"Seharusnya kau memberitahu appa Nahyun-ah. Kau membuat appa khawatir semalam"
"Maaf appa aku lupa sekarang aku sudah disini kan. Apa appa sudah makan?" Nahyun mencoba mengalihkan pembicaraan
"Belum. Appa menunggumu" jawab Tuan Jung
"Ya sudah ayo kita makan sekarang" ajak Nahyun
"Ayo Daehyun"
"Aku sudah makan. Appa makan saja dengan Nahyun aku akan ke kamar dulu" tolak Daehyun lalu meninggalkan adik dan appanya
Dia memasuki kamarnya dan memandangi isi kamarnya yang tidak pernah berubah dari dulu, dia berjalan mengitari kamarnya lalu berhenti meja belajar dan mengambil fotonya bersama sang ibu
"Aku merindukanmu umma" ujarnya sedih lalu mengelus foto itu
Daehyun berjalan ke arah lemari pakaiannya dia mengeluarkan box yang terisi oleh beberapa kenangannya bersama ibunya dan beberapa surat dan buku harian yang ditinggalkan ibunya. Daehyun mengambil buku dan surat itu lalu menaruhnya di saku jaket, dia kembali menyimpan boxnya lagi dalam lemari lalu keluar dari kamar
"Kau mau kemana Daehyun?" tanya Tuan Jung saat melihat Daehyun berjalan menuju pintu keluar
Daehyun berhenti dan berbalik menatap ayahnya "Aku akan kembali ke apartement" jawabnya
"Sudah lama kau tidak pernah pulang setidaknya menginaplah untuk malam ini saja" pinta Tuan Jung
"Tidak, aku tidak akan pernah bisa tidur dengan tenang dirumah ini" ujarnya tanpa menatap ayahnya lalu melangkah keluar rumah
Tuan Jung memandangi punggung Daehyun dengan penub penyesalan, dia tau ksesalahannya dimasa lalu sangat fatal hingga membuat putranya itu sulit untuk kembali mempercayainya
.
.
Daehyun kembali ke apartement dan langsung pergi ke ruang kerjanya untuk menyimpan surat dan buku harian ummanya lalu keluar untuk mencari Youngjae, namja manis itu sedang berbicara dengan Lee ahjumah di balkon
"Kau sudah kembali?" sapa Youngjae saat melihat Daehyun mendekat
"Ya"
"Aku kedalam dulu" Lee ahjumah beranjak pergi meninggalkan Daehyun dan Youngjae berdua
Daehyun duduk di samping Youngjae, dia menaruh kepalanya di pundak namja manis itu dan menutup mata
"Ada masalah apa?" tanya Youngjae saat melihat gurat lelah Daehyun
"Tidak ada" jawabnya masih menutup mata
"Daepyonim"
"Panggil namaku Youngjae. Aku kekasihmu sekarang" ujar Daehyun
"Baiklah Daehyun. Apa kau tidak ingin bercerita?" tanya Youngjae tapi Daehyun hanya menggelengkan kepalanya
"Bagaimana aku bisa mengerti dirimu jika kau tidak ingin jujur padaku?" ujar Youngjae membuat Daehyun membuka mata dan menoleh padanya
"Apa kau percaya padaku Daehyun?"
"Ya aku mempercayaimu tapi aku butuh waktu untuk menceritakan semuanya"
"Kau bisa memulainya secara perlahan, bukankah kau sendiri yang mengatakannya tadi kalau kita bisa memulainya perlahan" ujar Youngjae membuat Daehyun tersenyum. Dia menangkup kedua pipi Youngjae lalu mengelusnya dan mengecup bibirnya
"Gomawo Youngjae-ah"
"Kau bisa menceritakan apa yang terjadi hingga membuatmu seperti ini" tawar Youngjae
"Nahyun membuat masalah lagi karena kekasihnya, ini ke empat kalinya aku membebaskannya dari kantor polisi jika tidak ada Yongguk Hyung aku tidak tau harus bagaimana" ujar Daehyun mencoba terbuka pada Youngjae
"Kenapa kau tidak mencoba memisahkan mereka?"
"Sudahku coba tapi sih brengsek itu lalu bisa merayu adikku" geram Daehyun "Aku sudah berjanji pada umma untuk selalu menjaga dan membahagiakan Nahyun, aku tidak ingin dia meneteskan air matanya untuk orang yang tidak bertanggung jawab" lirihnya
"Kau sudah melakukannya Daehyun, teruslah berusaha untuk ada untuknya" ujar Youngjae lalu mengusap pipi kekasihnya
Daehyun menutup matanya merasa bebannya sedikit terangkat, dia berharap adanya Youngjae disisinya bisa merubahnya. Sikap lembut dan ceria namja manis ini yang membuatnya merasa nyaman sejak pertaman bertemu, sifat Youngjae ini mengingatkannya pada sang ibu yang telah meninggal
.
.
.
Seminggu kemudian
Sejak percakapan mereka di balkon apartement waktu itu, Daehyun dan Youngjae menjadi semakin dekat meski hubungan mereka dirahasiakan oleh keduanya
Awalnya Jinyoung sempat heran dan tidak percaya pada Youngjae karena dia bisa dengan cepat memberikan Daehyun kesempatan dan langsung menjadi kekasihnya, setahunya Youngjae sangat tertutup pada orang yang mengejar-ngejar dirinya dulu tapi sekarang dia bisa dengan namja manis itu malah bisa percaya dan menjalin kasih dengan namja tan itu
"Kau yakin Jae? Tapi kenapa kau bisa secepat itu percaya padanya?" tanya Jinyoung
"Ya aku yakin. Entahlah hatiku yang ingin memberikan kesempatan itu, seperti yang kau bilang aku haru membuka hatiku" jawab Youngjae
Jinyoung berpikir sehebat dan setampan apa Ceo itu sehingga membuat sahabatnya ini bisa dengan cepat membuka hatinya yang sangat tertutup
"Dan kau memilih namja yang pernah mengambil pengalaman pertamamu di ranjang. Apa ini semacam love after sex?" goda Jinyoung dengan alis naik turun
"Diamlah" Youngjae hanya bisa mencibir sahabatnya itu
.
Youngjae, Daehyun dan Himchan sedang berkumpul di ruangan Daehyun, mereka sedang membahas tepatnya namja tan itu sedang membujuk Himchan
"Tidak bisa Daehyun. ini kontrak besar kau harus menanganinya langsung" tolak Himchan saat Daehyun memintanya untuk menggantikannya rapat dengan klien dari Amerika
"Aku tidak bisa menunda pertemuannya apa lagi membalkannya, mereka hanya punya waktu hari ini Hyung. Untuk hari ini saja bantu aku" pinta Daehyun
"Aku sudah sering membantumu Jung Daehyun tapi pertemuan ini membutuhkanmu. Memangnya kau mau kemana? Tidak bisakah kau menundanya dulu? "
Daehyun mengusap wajahnya kasar "Tidak bisa Hyung. Hari ini adalah hari peringatan kematian umma dan aku harus pergi bersama appa dan Nahyun" ujarnya membuat Himchan terdiam
Youngjae yang juga berada disana sedari tadi akhirnya angkat bicara "Busajangnim. Gantikan saja Daepyonim untuk hari ini saya sudah membaca dokumentnya, saya akan membantu anda nanti" ujarnya membuat mereka berdua menengok kearahnya
Daehyun tersenyum padanya, Youngjae yang melihat itu membalas senyuman kekasihnya sementara Himchan yang melihat mereka berdecak kesal
"Baiklah aku akan menggantikanmu karena alasanmu kali ini tidak bisa ditolak. Dan Youngjae tolong buat presentasi yang bagus untuk pertemuan nanti" ujar Himchan
"Baik Busajangnim" jawab Youngjae
"Gomawo Youngjae" ucap Daehyun tersenyum
"Akhemm.. Sepertinya ada yang belum kuketahui tentang kalian berdua? Apa terjadi sesuatu diantara kalian?" tanya Himchan lalu menaikan alisnya. Seminggu ini Daehyun jarang sekali marah-marah dan namja tan itu juga lebih sering makan siang di kantor tidak seperti biasanya
"Tidak ada. Jangan mencampuri urusanku Hyung lebih baik kau fokus saja untuk pertemuan nanti siang" ujar Daehyun membuat Himchan kesal
"Dasar kau ini. Youngjae ku harap kau bisa tahan dengan sikap Bossmu ini" ujar Himchan lalu keluar dari ruangan Daehyun
"Saya keluar dulu Daepyonim" pamit Youngjae tapi sebelum dia melangkah keluar Daehyun menarik tangannya lalu memeluk pinggang namja manis itu
"Mau kemana? Aku belum menyuruhmu keluar sayang" Daehyun memeluk dan membenamkan wajahnya di leher kekasihnya
"D-Daepyonim lepasakan saya"
"Kita hanya berdua sayang jangan memanggilku seperti itu" ujar Daehyun lalu mengecup leher Youngjae
"Da-Daehyun jangan seperti ini, bagaimana jika ada yang masuk" kata Youngjae mencoba menghentikan Daehyun
"Tidak akan ada yang masuk sayang tenanglah" ucapnya tanpa menghentikan aksinya, tangannya mulai membuka kancing kemeja kekasihnya
"Ahhh Daehyunhh" desah Youngjae saat manja tan itu menjilat dan menghisap lehernya
"Berhentihh shh ahhmmmp" ucapannya terhenti saat Daehyun beralih mencium bibirnya
Daehyun memiringkan kepalanya dan menyesap bibir bawah Youngjae yang sudah menjadi candunya, tangannya yang lain menarik tengkuk kekasihnya agar ciuman mereka semakin dalam. Youngjae yang terbuai ikut membalas lalu mengalungkan tangannya pada leher Daehyun
"Hmm eungh" desah tertahan Youngjae karena tangan nakal Daehyun mulai meremas pantatnya. Daehyun semakin merapatkan tubuh mereka saat merasa tangan kekasihnya menarik lembut rambut belakangnya
Ckleck
"Daehyun-ah.. omo" kaget Himchan saat masuk tanpa mengetuk membuat mereka terkejut. Youngjae yang kaget refleks mendorong tubuh Daehyun menjauh, namja manis itu langsung mengusap bibirnya yang basah dan kembali mengancing kemejanya
"Sialan kau Hyung. Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk eoh" kesal Daehyun
"Kekeke. Manaku tau jika kalian sedang melakukan itu. Lagi pula ini kantor tidak sepantasnya kau berbuat mesum disini untung saja aku yang masuk bagaimana jika orang lain apa kalian tidak malu" goda Himchan sambil tertawa membuat Youngjae malu
"Ck jangan menceramahiku. Katakan saja apa maumu?"
"Santai saja, aku hanya ingin mengatakan jangan lupa membuat kontraknya" ujar Himchan lalu pergi.
"Ya Kim Himchan" teriak Daehyun kesal
"Hahaha kena kalian" ujarnya tertawa puas bisa mengerjai Daehyun dan Youngjae
Karean sifat keingintahuannya Himchan memang sengaja kembali masuk untuk melihat apa yang terjadi dengan mereka, sikap Daehyun saat bersama Youngjae sangat berbeda sejak namja manis itu menjadi sekertarisnya. Youngjae juga tidak pernah mengeluh tentang kelakuan Bossnya itu
.
.
.
Di pemakaman
Tuan Jung, Daehyun dan Nahyun berada di pemakaman Nyonya Jung, mereka menutup mata dan memanjatkan doa untuk almarhum Nyonya Jung
"Annyeong bagaimana kabar umma? Aku yakin Tuhan pasti menjaga umma dengan baik kan. Umma aku sudah masuk universitas favorit sesuai keinginanmu, aku akan belajar dengan rajin dan lulus dengan nilai terbaik. Aku janji" kata Nahyun dengan mata berkaca-kaca. Setelah itu dia mundur memberikan ayahnya kesempatan bicara
"Annyeong sayang. Bagaimana kabarmu di atas sana? Apa kau sudah bahagia?" ujar Tuan Jung sambil mengelus foto istrinya dari luar kaca "Kumohon maafkan segala kesalahanku dulu" lanjutnya sambil menangis
Nahyun melihat ayahnya menangis langsung memeluk dan dia mencoba menenangkannya, sementara Daehyun hanya memandang ayahnya yang menangis dengan pandangan datar, hatinya kembali sakit saat ayahnya menginga tentang kesalahannya dulu
Namja tan itu mendongkak lalu membuang nafasnya kasar "Nahyun bawa appa keluar dan tunggu aku di mobil" ujar Daehyun
Nahyun menurut dan membawa appanya keluar
"Annyeong umma aku merindukanmu. Maaf karena sampai saat ini aku belum sepenuhnya bisa memaafkan appa, bayangan malam itu masih teringat dengan jelas dalam ingatanku" tangisnya
"Maaf aku seharusnya tidak menangis di depan umma. Aku hampir lupa mengatakan jika aku sudah bertemu dengan orang yang kucintai, sikapnnya membuatku teringat umma. Aku akan mengenalinya pada umma nanti jika dia sudah sepenuhnya mencintaiku" ujar Daehyun sambil mengelus foto ibunya "Aku pergi dulu umma, Nahyun dan appa sudah menungguku" lanjutnya lalu berbalik pergi
"Ayo pulang" ajaknya pada Nahyun yang berdiri di samping mobil
"Oppa baik-baik saja?" tanya Nahyun melihat mata Daehyun yang sedikit memerah
"Oppa tidak apa Nahyun, jangan khawatir" jawab Daehyun tersenyum lalu mengacak rambut adiknya
"Ish jangan mengacakkan rambutku oppa" kesalnya sambil mencoba merapikan rambutnya tapi Daehyun tidak berhenti mengacaknya dan menertawakan kekesalan adiknya
"Oppa hentikan" ujar Nahyun mengerutkan bibirnya
"Baik-baik oppa berhenti, jangan menunjukan wajah jelekmu seperti itu" ejeknya
"Oppa kau menyebalkan sekali" kesal Nahyun lalu masuk ke mobil Daehyun
Baru saja akan masuk ke mobil mata Daehyun tidak sengaja saling bertatapan dengan seorang namja berambut blonde yang sedang berdiri di samping mobilnya namja itu menatap tajam ke arah mereka. Tidak ingin mengambil pusing Daehyun dengan segera memasuki mobilnya lalu mengantar Nahyun dan ayahnya pulang ke rumah, setelah itu dia memutuskan untuk kembali ke kantor setelah pukul 2 siang
"Kebetulan kau sudah datang" ujar Himchan saat Daehyun baru mau memasuki lift
"Bagaimana dengan pertemuannya?" tanya Daehyun
"Lancar. Mereka sangat senang dan terkesan dengan presentasi yang dibuat Youngjae" jawabnya
"Lalu kenapa kau yang senang seperti ini? Mereka senang karena presentasi yang Youngjae buat bukan karena mu Hyung" ejek Daehyun dia masih kesal dengan kejadian tadi pagi
"Ck. Aku yang mengawasi sekertarismu itu dan jangan lupa kalau aku yang memimpin rapat itu" balas Himchan
"Sama saja presentasinya tetap Youngjae yang buat berarti itu memang hasil kerja kerasnya dan kau hanya membantunya dengan membacakan bahasannya" ujar Daehyun sambil mengangkat alisnya
"Terserah padamu sajalah. Kau selalu saja membuat moodku hancur" kesal Himchan membuat Daehyun tertawa sinis
"Hei, dia hebat kau harus memberikan Youngjae hadiah dia sudah berkerja keras untuk hari ini dan juga kerja keras menghadapi orang sepertimu" ujar Himchan lagi
Daehyun mencibir mendengar kalimat ejekkan Himchan "Tentu aku akan memberikannya hadiah" ucapnya lalu keluar dari lift
Himchan menahan bahu Daehyun "Pervert. Hadiah yang ku maksud bukan yang seperti kau pikirkan"
"Memangnya apa yang ku pikirkan? Aku sedang memikirkan untuk mengajaknya makan malam bersama" jawab Daehyun
"Apa kau sedang berpikir jika aku akan mengajaknya bermain di ranjang Hyung?" tanya Daehyun lalu melipat tangannya di depan dada "Lalu siapa yang pervert disini sebenarnya?" ejeknya membuat Himchan malu lalu kembali berjalan meninggalkan Daehyun yang sedang menertawakannya. Dia seperti membalas kelakuan Himchan yang tadi pagi
.
.
.
TBC
