BOSS
...
Main Cast:
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
...
Other Cast:
Kim Himchan
Bang Yongguk
Moon Jongup
Nahyun (Sonamoo)
Jinyoung (Got7)
...
Rated M
...
#Banyak typo
...
-Happy Reading-
...
Daehyun benar-benar mengajak Youngjae makan malam di restoran favoritnya malam itu, setelah pulang kantor Daehyun langsung menarik kekasihnya untuk makan malam. Youngjae dibuat senang dengan sikap perhatian kekasihnya, sekarang dia paham maksud Himchan waktu itu jika Daehyun bisa bersikap hangat dan penyanyang pada orang yang dia sayang
"Jadi kenapa tiba-tiba mengajakku makan malam? Biasanya kau ingin aku yang memasak untukmu" tanya Youngjae lalu meminum winenya
Sejak menjalin hubungan dengan Youngjae namja tan itu memang lebih sering meminta dimasakan oleh kekasihnya
"Hanya ingin. Anggap saja kencan pertama" jawab Daehyun tersenyum "Cobalah ini makanan kesukaanku di restoran ini" lanjutnya lalu menyuapi kekasihnya
Youngjae membuka mulutnya dan menerima suapan Daehyun
"Ini enak. Akan ku coba membuat di apartement nanti" ujar Youngjae tersenyum manis
Daehyun ikut tersenyum melihat kekasihnya senang "Jae ceritakan tentang keluargamu" tanyanya. Sebenarnya dia bisa menyuruh Jongup untuk mencari tahu tapi dia ingin mendengar langsung dari kekasihnya
"Apa yang ingin kau tahu? Tidak ada yang menarik dengan keluargaku" tanya Youngjae
"Kau bisa menceritakan apapun" ujar Daehyun
"Aku anak satu-satunya, umma adalah mantan koki dan appa bekerja di pabrik teh sebagai manager. Mereka bertemu di acara yang diadakan oleh atasan appa lalu langsung jatuh cinta, setelah menikah umma berhenti menjadi koki dan menjadi ibu rumah tangga biasa" jelas Youngjae
"Pantas saja masakanmu sangat enak, aku harus berterima kasih pada ibumu karena sudah melahirkan namja yang pinta memasak dan juga cantik" kata Daehyun membuat Youngjae merona
"Jangan menggombaliku dan aku tampan" cibir Youngjae dengan wajah memerah
"Hahaha baiklah kau tampan tapi aku serius sayang, aku merasa beruntung bisa mengenalmu dan memilikimu" Namja tan itu mengusap sudut bibir kekasihnya yang terkena saus dengan jempolnya lalu menjilati jarinya, kelakuannya itu sukses membuat wajah Youngjae memerah
"Kau manis sekali jika merona seperti itu sayang" goda Daehyun
Namja manis itu kian merona karena kelakuan dan ucapan Daehyun "Berapa banyak yeoja dan namja yang sering kau perlakukan seperti ini?" tanyanya
"Kenapa? Apa kekasihku ini sedang cemburu?" ujar Daehyun masih belum berhenti menggoda Youngjae
"Aku hanya ingin tau. Jawab saja"
"Aku memang sering berkencan tapi tidak pernah memperlakukan mereka seperti apa yang kau kira dan perlu kau tau aku tidak pernah berkencang dengan namja. Kau yang partama dan terakhir Youngjae" jawab Daehyun sambil meneguk winenya
Namja manis itu terkejut mendengar jawaban kekasihnya. Dia berdehem sebentar "Termasuk sex?" tanya Youngjae
Daehyun menaruh gelas wine di meja dan menatap kekasihnya "Jae aku hanya memberikan apa yang mereka mau setelah itu aku tidak berhubungan lagi dengan mereka" ujarnya
Youngjae menggigit bibirnya "Apa aku juga termasuk? Bukankah malam itu aku yang memintamu" tanyanya
Namja tan itu menghela nafas mungkin karena pikirannya itu kekasihnya masih ragu pada dirinya
"Tidak malam itu aku yang menginginkanmu dan aku sudah tertarik denganmu sejak melihat dirimu di halte itu. Kau harus tau jika kau tidak seperti mereka, kau punya tempat spesial sayang" ujar Daehyun meyakinkan Youngjae
"Tempat spesial? Dimana?" tanya Youngjae bingung
Daehyun mengambil tangan Youngjae dan menaruhnya di dada kirinya "Tempatmu di dalam sini" jawabnya
Sekali lagi Youngjae dibuat merona sekaligus bahagia dengan sifat kekasihnya itu. Ternyata selain membentak dan marah-marah namja tan ini juga bisa menjadi perayu ulung
"Boleh ku tanya sesuatu?" ujar Daehyun
"Mwoya?"
"Kenapa malam itu kau mengizinkanku untuk menyentuhmu? Bahkan kau baru mengenalku tapi kau dengan gampangnya menyerahkan pengalaman pertamu untukku" tanya Daehyun
Youngjae menatapnya dalam "Entahlah aku merasakan sesuatu yang belum pernah ku rasakan pada orang lain sebelumnya dan yang terpenting hatiku memintaku untuk mempercayaimu" jawabnya
Daehyun hanya tersenyum dia tau jika Youngjae sudah menaruh hati padanya hanya saja kekasihnya itu masih perlu menyakinkan dirinya sendiri
"Apa menurutmu aku terlihat seperti jalang yang memberikan pengalaman pertamaku pada orang yang baru ku kenal?" tanya Youngjae
"Mungkin untuk orang lain yang tidak mengenalmu dengan baik jawabannya iya, tapi tidak untukku. Aku merasa bangga padamu karena kau bisa menjaga dirimu sendiri" ujar Daehyun sambil mengelus tangan Youngjae
Youngjae membalas senyum kekasihnya "Gomawo Daehyun" ujarnya lalu kembali meneguk wine digelasnya sampai habis
Baru saja Youngjae akan kembali menuangkan wine ke gelasnya namja tan itu menghentikan tangannya
"Aku tidak ingin kau mabuk malam ini" ucap Daehyun mengambil botol wine itu dan kembali menaruhnya di meja
"Waeyo?" tanya Youngjae
Daehyun menatap kekasihnya intens "Aku menginginkanmu malam ini sayang" ucapnya dengan suara berat membuat Youngjae merinding
Namja tan itu berdiri lalu pergi membayar pesannan mereka di kasir, dia kembali ke meja lalu menarik Youngjae berdiri
"Ayo pulang"
Youngjae menelan ludahnya saat melihat tatapan penuh gairah kekasihnya
"Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang" batinnya
...
Warning NC
...
Daehyun membawa kekasihnya pulang ke apartementnya, dia menarik Youngjae masuk ke kamarnya dan mencium bibir manis kekasihnya. Daehyun memiringkan kepalanya agar ciuman mereka semakin dalam, dia mendorong tubuh Youngjae hingga menabrak meja rias
"Emmpphh eungghh" desah Youngjae saat Daehyun mengulum bibir atas dan bawahnya bergantian, tangannya membuka kancing kemeja Youngjae satu persatu sedangkan tangan namja manis mulai memeluk leher kekasihnya
Setelah kemeja Youngjae terbuka tangan mengelusi perutnya lalu naik ke nipple kekasihnya, dia memilin lalu menarik nipple namja manis itu
"Anghh hmmck eunghh" desah Youngjae saat jari-jari Daehyun memainkan nipplenya. Lidah Daehyun masuk kedalam mulut namja manis itu menekan lidahnya, menjilat dan menghisapnya membuat kekasihnya mengerang
Ciuman Daehyun turun ke leher namja manis itu awalnya mencium tapi kemudian ciumannya berubah menjadi jilatan, dia menjilati dari leher naik hingga belakang telinga Youngjae
"Eungghh Daehh ahhhh"
Daehyun mengulum cuping telinga namja manis itu tangannya mengusap punggung Youngjae untuk menggoda kekasihnya. Tangan Youngjae mulai berani membuka kancing kemeja Daehyun hingga terbuka semua, Daehyun tersenyum saat merasa tangan kekasihnya mulai mengelus perutnya
"Eungh Daehyunhh" desah Youngjae saat tangan Daehyun meremas pelan juniornya di balik celana
"Ahh ahh Daehh haahh"
Daehyun menurunkan tangan Youngjae dari perutnya ke juniornya yang mulai menegang di balik celana. Namja manis itu awalnya terkejut tapi kemudian dia meremasnya pelan seperti yang dilakukan Daehyun padanya
Ciuman Daehyun turun ke bahu Youngjae menjilat dan menghisapnya meninggalkan tanda, tangannya membuka celana dan dalaman yang di pakai kekasihnya lalu mengangkat namja manis itu duduk di meja rias dan kemudian mulai memanjakan juinornya dengan tempo sedang
"Ahh Daehyunniehh hahh aaahhh"
"Daehh hahh aahh eungh" desah Youngjae meremas rambut kekasihnya saat bibir namja tan itu turun ke nipple tegangnya dan tangannya bergerak semakin cepat. Tangan kanan Daehyun bergerak membuka laci meja rias lalu mengeluarkan sebuah botol kecil dia meletakan botol itu di meja rias
Daehyun menghentikan kegiatannya membuat Youngjae membuka mata, namja manis itu melihat kekasinya sedang membuka botol yang keluarkan tadi lalu melumurinya di jari-jarinya
"Kau punya lube? Kenapa tidak menggunakannya waktu itu, kau membuatku kesakitan saat memasukiku dengan kering" ujar Youngjae dengan nafas putus-putus
"Aku baru membelinya sayang, kau tau aku tidak pernah menggunakan ini sebelumnya" jawab Daehyun. namja tan itu melebarkan kaki Youngjae lalu mengolesi hole kekasihnya dengan lube tadi
"Aahh ohh Daehyunhh" desah Youngjae dadanya membusung saat Daehyun mulai memasukkan satu jarinya kedalam hole Youngjae membuat gerakan zigzag lalu memutar membuat dinding holenya basah dengan lube itu
"Shh aah Daehh eungg aaahhhh" Youngjae meremas punggung kekasihnya mulai bergerak keluar masuk, tangan lain manja tan itu kembali memijit juniornya
"Daehh cepathh hhah lakukanh denganhh cepathh anghh" Daehyun tersenyum miring melihat kekasihnya mulai kacau, dia mempercepat gerakan kedua tangannya lalu menambahkan dua jari lagi ke dalam hole Youngjae
"Kau menikmati ini sayang?" tanya Daehyun sambil mengusap precum Youngjae yang keluar lalu menggaruk lubang kencing dengan jarinya
"Aahh yahh eunghh aaahh ini nikmath oohhh" desah Youngjae meremas lengan Daehyun. Namja manis itu sudah ingin keluar hanya dengan permainan tangan kekasihnya
"Ohh ughhh yahh disanahh ahhh nghhh" Youngjae mengelinjang saat jari Daehyun menusuk tepat di spotnya
"Daehyunhh akuh ahh hahhh"
Daehyun tau jika kekasihnya akan klimas langsung menghentikan gerakkan tangannya, Youngjae membuka matanya melihat ke arah Daehyun yang sedang membuka celanannya beruntung mereka mengenakan celana kain hingga bisa dengan mudah membukanya
"Cukup dengan foreplaynya. Aku ingin kau keluar saat aku di dalam dirimu" ujar Daehyun lalu melumuri juniornya, dia kemudian mengangkat kedua kaki Youngjae ke atas meja rias dan melebarkannya dengan pelan Daehyun memasukkan miliknya
"Ohh/Shh" mereka berdua mendesah saat Daehyun memasuki hole kekasihnya, namja tan itu meremas pinggang Youngjae saat merasa hole itu menghisap kuat miliknya hingga semakin tertanam dalam, lube itu semakin memudahkan Daehyun untuk memasuki hole sempit kekasihnya
"Ahh Daehyunhh ohh hahh" desah Youngjae merasa penuh karena junior besar Daehyun
"Shh sial Youngjae holemu benar-benar nikmat oohh"
Namja tan itu menarik keluar juniornya hingga tersisa ujung lalu mendorong masuk dengan kuat dan dalam
"AKHH DAEHYUN OHH" teriak Youngjae. Namja manis itu mengelinjang saat junior besar Daehyun masuk dan menumbuk spotnya dengan kuat
"Agghh Jae kau menjepitku terlalu kuat akh" Daehyun ikut mendesah dan mengadahkan kepalanya ke atas saat kekasihnya mengetatkan holenya. Daehyun melingkarkan kaki Youngjae ke pinggangnya lalu mulai bergerak keluar masuk dengan cepat
"Ahhh hahh Daeh pelanh-pelanhh akhh"
"Hah ahhh Daehyunhh aahhh ooh enghhh" tubuh Youngjae terhentak-hentak akibat gerakan gila namja tan itu, punggungnya menabrak kaca meja rias dibelakangnya dia meremas pundak kekasihnya saat Daehyun menumbuk kuat spotnya berulang-ulang
Ac di kamar Daehyun sama sekali tidak terasa dingin, tubuh mereka berdua sudah mengkilat karena keringat yang bercucuran
"Shh Jae akhh"
"Ahh ahhh eunghh haahh" pinggang Youngjae sedikit terangkat lalu ikut bergerak berlawanan arah dari Daehyun
"Shit Youngjae ohh" Daehyun meremas kuat pinggang kekasihnya hingga merah
"Haahhh ohh Daehh akuh akan hahh sampaiihhh eungghh"
Mendengar itu Daehyun mengocok junior kekasihnya dengan cepat membuat namja manis itu semakin mendesah keras
"Ahh Daeh eungh hahh ahh aakhhh"
"Ahh Daehyunhh aaahhhhh" desah panjang Youngjae saat dirinya klimas, cairannya keluar banyak mengotori perutnya dan Daehyun
"hahh ahhh" nafas namja manis itu terengah-engah, tubuhnya lemas seketika setelah klimaks tangannya turun dari pundak Daehyun dan mencoba menompang dirinya
Daehyun menjilat bibir bawahnya saat melihat penampilan berantakan kekasihnya itu. Rambut yang berantakan dan basah tubuhnya yang mengkilat karena keringat, bibir yang bengkak sedang terbuka mencoba menghirup oksigen
Namja tan itu menarik punggung Youngjae yang tersandar di kaca ke arahnya lalu mencium bibir yang menjadi candunya itu. Dia mengulumnya dan dibalas lembut oleh kekasihnya, dia kemudian mengalungkan kembali tangan Youngjae ke pundaknya lalu menganggkatnya ke pindah ke ranjang
"Eunghh eumhh" desah Youngjae saat merasa junior Daehyun menusuk holenya ketika berjalan
Namja tan itu membaringkan tubuh kekasihnya di ranjang, dia kembali bergerak keluar masuk setelah memastikan namja manis itu sudah merasa nyaman
"Eummhh ohh ahh hahh" Youngjae mendesah saat dia melepas ciuman kekasihnya, dia melesakan kepalanya ke bantal saat Daehyun mulai kembali bergerak
Daehyun meletakkan tangannya di samping tubuh Youngjae, dia mengangkat sedikit tubuhnya lalu kembali menghentakkan miliknya dalam
"Ahh Daehyunhh enghh lebihh cepath kumohon ahhh"
"Akhh ahh hahh eunghh"
"Ohh disanahh lebihh dalam lagih akhh" desah Youngjae lalu membusungkan dadanya saat Daehyun menuruti ucapannya
"Akhh Jaeh holemu ohh" desah Daehyun meremas sprei kuat kepalanya terasa pening ketika namja manis itu kembali merapatkan holenya yang semakin berkedut
"Ahh ahh hahh ahh"
Daehyun menurunkan tubuhnya lalu memeluk kekasihnya, dia menenggalamkan wajahnya ke leher jenjang Youngjae sesekali mengecupnya
"Daehyunniehh ahh hahh nghh ohhh"
Youngjae mendesah tepat di telinga Daehyun membuat namja itu semakin merasa panas dan kembali bergerak liar
"Yoo Youngjae akhh shit" gerakannya semakin cepat membuat namja manis itu kembali terhentak, ranjang Daehyun ikut berdecit seiring hentakan keras namja tan itu
"Eungg ahh Daehh akkh kau terlaluh hahh cepathh shh" Youngjae meremas punggung Daehyun, kukunya mulai melukai punggung kekasihnya
"Shh Jae hhh"
"Akuhh hampir akh ohh Daehh"
"Bersamah Jaeh. Sebentar lagih sayanghh"
"Akuhh ahh akhh AHH DAEHYUNIEHH"
"YOUNGJAE AKHH"
Desah panjang mereka berdua saat klimas bersamaan, tubuh Youngjae bergetar saat dia merasa hangat oleh cairan kekasihnya di dalam dirinya sedangkan miliknya kembali mengotori perut mereka berdua
"Hahh hah" dada Youngjae naik turun menarik nafasnya
Daehyun berguling ke samping tapi wajahnya tetap berada di leher kekasihnya
"Aku menyukai aroma tubuhmu yang biasa tapi aroma tubuhmu setelah kita bercinta terasa lebih candu bagiku sayang" ujar Daehyun lalu mengecup bahu kekasihnya
"Kau benar-benar mesum Daepyonim" Youngjae dengan suara serak, namja manis itu membalikan badannya lalu memeluk Daehyun dia membenamkan kepalanya di dada kekasihnya
"Kenapa kau selalu malu seperti ini Jae? Mulai sekarang kau harus terbiasa dengan sikapku ini lagipula kita akan semakin sering bercinta" ujar Daehyun lalu membalas pelukan kekasihnya
Youngjae membulatkan matanya karena ucapan kekasihnya itu, dia memukul punggung Daehyun "Kau mau membuatku susah berjalan eoh?" ujarnya
"Iya. Kalau perlu aku membuatmu tidak bisa bangun dari tempat tidur"
"Ya kau ingin aku dipecat eoh?" kesal Youngjae
"Aku Bossmu ingat, hanya aku yang berhak memutuskan hal itu sayang" ujar Daehyun lalu meremas pantat Youngjae
"Eung Dae lepashh" Youngjae berontak
"Jangan banyak bergerak Jae, kau bisa membangunkan Daehyun kecil lagi"
"Ya Jung Daehyun lepaskan aku dan biarkan aku tidur"
"Dari pada kau tidur bagaimana jika kita melakukan ronde kedua sayang" tawar Daehyun
"Shireo. Aku lelah" ujar Youngjae lalu membalikan badannya
"1 ronde saja sayang" Daehyun belum berhenti membujuknya
"Tidak mau. Besok pagi kau ada rapat lebih baik kau cepat tidur" tolaknya
Daehyun membalikan tubuh Youngjae lalu menindihnya
"M-mau apa kau?" tanya Youngjae gugup
"Menurutmu?"
"Daehyun kumohon aku lelah biarkan aku tidur" ujarnya dengan wajah memelas
Daehyun masih diam menatap Youngjae, dia mendekatkan wajah mereka membuat kekasihnya menutup mata
Cup
Daehyun mengecup kening kekasihnya "Setidaknya biarkan aku memberikanmu ciuman selamat malam untukmu sayang" ucapnya membuat Youngjae membuka mata, namja manis itu tersenyum lalu mencium pipi Daehyun
"Bisa kita tidur sekarang?" tanyanya
Tanpa menjawab Daehyun kembali berbaring lalu menarik selimut dan tidur memeluk kekasihnya
.
Pukul 6 pagi Daehyun terbangun karena alarm yang berbunyi diatas nakas samping tempat tidurnya
"Sejak kapan aku menyalakan alarm?" tanyanya bingun karena dirinya memang sudah terbiasa bangun pagi tanpa alarm
Daehyun melihat ke samping tempat Youngjae tidur semalam, namja manis itu sudah tidak ada disana matanya melirik setelah jasnya yang sudah tersedia dengan rapi. Daehyun tersenyum lalu beranjak ke kamar mandi, dia membersikan dirinya dan memakai kemeja yang sudah disediakan kekasihnya
Daehyun keluar dari kamar dan berjalan ke arah dapur, benar saja dugaannya kekasihnya itu sedang memasak sarapan pagi mereka
Cup
"Kenapa menyalakan alarm jika kau bisa membangunkanku" ucapnya sambil memeluk Youngjae dari belakang
"Omo.. Ya jangan memeluku tiba-tiba seperti itu Daehyun, bagaimana jika aku sedang memegang pisau atau sedang merebus sesuatu" ujar Youngjae terkejut dan marah
"Maaf sayang aku tidak bermaksud membuatmu terkejut" ujar Daehyun tertawa melihat ekspresi wajah kekasihnya yang kesal
"Jangan lakukan itu lagi ya. Sekarang lepaskan aku" ujar Youngjae
"Oke.. oke jangan marah-marah seperti itu sayang"
Daehyun lalu melepas pelukan mereka tapi kemudian dia membalikan tubuh kekasihnya berhadapan dengannya lalu mencium bibir namja manis itu. Youngjae yang awalnya akan marah tiba-tiba diam lalu menutup matanya menikmati ciuman kekasihnya, dia mengalungkan tangannya pada leher Daehyun
"Eumpck eunghh" desah tertahan Youngjae saat namja tan itu menggulum bibir bawahnya
Youngjae membuka mulutnya saat Daehyun menjilati belahan bibirnya, namja tan itu mendorong lidah kekasihnya lalu melilitkan lidah mereka
"Eunghh hmpckh"
Daehyun menarik pinggang Youngjae merapat ke arahnya lalu memiringkan kepalanya semakin memperdalam ciuman mereka
"Daeh hmpck lepashh" ucap Youngjae
Namja manis itu memukul dada Daehyun saat dirinya mulai kehabisan nafas, namja tan itu menurut dan melepaskan ciuman mereka
"Untuk apa yang tadi itu?" tanya Youngjae terengah-engah
"Morning kiss sayang" jawab Daehyun lalu mengusap bibir basah kekasihnya
"Ekhem.. Apa kalian sudah selesai?" suara seseorang menghentikan aktifitas mereka, keduanya menengok ke arah suara tadi
"Ahjumah sejak kapan disana?" tanya Daehyun
"Sejak kalian mulai berciuman" ujar Lee ahjumah lalu tersenyum menggoda
Wajah Youngjae memerah saat mendengar jawaban Lee ahjumah dia mendorong Daehyun menjauh, yeoja paruh baya itu tertawa melihat ekspresi Youngjae
"Jangan mengganggu kekasihmu yang sedang memasak kau bisa membuatnya lupa jika dia sedang memasak" ujar Lee ahjumah membuat namja manis itu tersadar jika dia sedang memasak
"Omo aku hampir lupa, untung saja tidak gosong" ujar Youngjae panik
Lee ahjumah tau jika Daehyun dan Youngjae sedang menjali kasih, dia beberapa kali melihat keduanya bermesraan saat namja manis itu menginap
"Keluarlah Daehyun, sebelum kau benar-benar membuat sarapan pagi kalian gosong"
"Apa ahjumah sedang mengusirku?"
"Iya aku mengusirmu" ucap Lee ahjumah lalu mendorong Daehyun keluar dari dapur, Youngjae tertawa saat melihat interaksi kekasihnya dan ahjumah
"Ayo selesaikan sarapannya ahjumah akan membantumu"
"Gomawo ahjumah" ucap Youngjae tersenyum
"Aku senang akhirnya Daehyun bisa memakan makanan rumahan yang bukan buatanku" ujar Lee ahjumah
"Apa Daehyun tidak pernah memakan selain masakkan buatan ahjumah sebelumnya?" tanya Youngjae penasaran
"Daehyun hanya akan memakan makanan buatan ibunya atau aku, dia jarang makan di apartment apalagi rumahnya. Jika lapar anak itu akan pergi ke restoran yang di bangun ibunya dan akan memesan makan kesukaannya" jawab Lee ahjuma dengan jelas
Youngjae memikirkan tentang restoran tempat mereka makan semalam "Apa nama restoran itu DN-Sol?" tanya Youngjae
Lee ahjumah menatapnya "Bagaimana kau tau?"
"Daehyun mengajakku makan disana semalam. Jadi restoran itu milik ibunya?" tanya Youngjae
"Iya. Itu adalah inisial nama Daehyun dan Nahyun lalu Sol artinya matahari" ujar Lee ahjumah tersenyum
"Dia benar-benar menyayangi ibunya" ujar Youngjae tersenyun
"Ya ibunya sangat menyayangi keduanya, Nyonya Jung selalu mengatakan jika Daehyun dan Nahyun adalah mataharinya" ujar Lee ahjumah "Makanannya sudah masak, Jae pergilah dan panggil Daehyun" lanjutnya
Youngjae keluar dari dapur dan mencari Daehyun di ruang tengah tapi tidak menemukan kekasihnya matanya melihat dasi yang belum di pakai Daehyun tergeletak di atas jas. Youngjae melihat namja tan itu berada di balkon sedang berbicara dengan seseorang di telpon, dia mengambil dasi itu dan berjalan ke aras kekasihnya
"Ya ahjussi aku akan menemuimu siang ini" ujar Daehyun. Namja tan itu berbalik saat Youngjae menepuk pundaknya dan menujukan dasi yang belum sempat dipakainya
Daehyun melirik dasinya lalu sedikit menjauhkan ponselnya "Sebentar" ucapnya berbisik lalu kembali melanjutkan pembicaraannya
Youngjae meniup rambut depannya lalu menarik kerah kemeja Daehyun membuat kekasihnya itu kembali menghadapnya, tindakannya itu membuat Daehyun kaget tanpa memperdulikan raut kaget Daehyun dia langsung memasangkan dasi itu pada kekasihnya
"Aku akan menghubungimu lagi ahjussi " ujar Daehyun menutup telponnya tanpa mengalihkan pandangannya dari kekasihnya itu, dia lalu tersenyum pada Youngjae yang sedang memasangkan dasinya
"Selesai" ucap Youngjae lalu menatap kekasihnya "Akan lama jika menunggumu selesai, ini sudah jam 7 kau ada rapat setengah 9 pagi Daepyonim" lanjutnya
Daehyun tersenyum menatap Youngjae "Aku bisa apa tanpamu disisiku" ujarnya menangkup kedua pipi kekasihnya
Cup
Dia mengecup bibir manis Youngjae sebentar lalu mengusap lembut pipi kekasihnya
"Jangan mulai lagi ayo masuk sarapannnya sudah siap, aku juga harus pulang untuk ganti baju" ujar Youngjae melepas tangan Daehyun lalu masuk. Namja tan itu mengikutinya dari belakang dengan senyum senang masih terlihat dibibirnya
Setelah sarapan Daehyun mengantar Youngjae ke apartementnya dulu untuk ganti baju sebelum mereka ke kantor
"Apa sahabatmu sudah pindah?" tanya Daehyun
Dia tidak melihat adanya tanda dari sahabat kekasihnya itu, biasanya saat dia berkunjung sahabat kekasihnya itu akan menyambut mereka
"Ya dia sudah pindah ke apartement Jaebum kemarin siang. Aku ganti baju dulu" ujar Youngjae lalu memasuki kamarnya
Daehyun hanya mengangguk lalu duduk di sofa. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengecek email jika ada koleganya tapi dia tidak menemukan apapun, namja tan itu memutuskan untuk bermain game sambil menunggu kekasihnya berganti baju
"Dae ayo, aku sudah siap" ajak Youngjae
"Ya ayo" Daehyun menghentikan permainannya lalu berdiri mereka turun ke basement dan memasuki mobil, tapi sebelum memasuki namja tan itu melirik mobil hitam yang berada di ujung tempat parkir
"Sepertinya aku pernah melihat mobil itu?" tanyanya membatin
,
.
.
TBC
