BOSS

...

Main Cast:

Jung Daehyun

Yoo Youngjae

...

Other Cast:

Kim Himchan

Bang Yongguk

Moon Jongup

Nahyun (Sonamoo)

Jinyoung (Got7)

...

Rated M

...

#Banyak typo

...

-Happy Reading-

...

"Apa ada kabar dari Minwoo ahjussi?" tanya Daehyun saat mereka sampai di halaman belakang gedung

"Belum ada Daehyun, kami masih mencari bukti-bukti baru dari kecelakaan ibumu" ujar Yongguk

Daehyun mengangguk "Hyung apa kau pernah mendengar nama Kim Gilhoon sebelumnya?" tanyanya

Yongguk mengerutkan alisnya saat mendengar nama itu "Kim Gilhoon? Dia teman lama ayahmu kan?"

"Kau tau sesuatu tentangnya Hyung? Appa dan dia terlihat mencurigakan tadi"

"Tadi? Maksudmu Kim Gilhoon ada disini? Tanya Yongguk

"Ne, saat dia datang wajah appa langsung terlihat gelisah. Apa Minwoo ahjussi pernah bercerita tentang dia?"

Yongguk menatap Daehyun menimbang akan mengatakannya atau tidak

"Jawab saja Hyung" ujar Daehyun

"Aku pernah mendengar dari Minwoo ahjussi kalau Kim Gilhoon yang memberitahukan tentang perselingkuhan Tuan Jung dan sekertarinya pada ibumu. Setelah itu hubungan keduanya memburuk dan mereka saling membenci, Kim Gilhoon lalu pergi keluar negeri dan tinggal disana. Itu saja yang aku tau" jawab Yongguk

Daehyun membuang nafas kasar lalu menutup matanya setelah mendengar penjelasan Yongguk "Apa dia ada hubungannya dengan kecelakaan umma?" tanyanya curiga

Yongguk menggeleng "Kami belum tau itu, tapi kita akan segera mencari taunya bersama nanti"

.

.

Daehyun mengantar Youngjae pulang ke apartement kekasihnya setelah pesta selesai, tapi sejak di perjalanan pulang namja tan itu tidak bicara apapun pada Youngjae

"Minumlah. Ini bisa menenangkan pikiranmu" Youngjae memberikan coklat hangat pada Daehyun, kekasihnya itu terlihat kacau dia terus meringis dan memijat kepalanya sendiri saat sampai

"Gomawo" ucap Daehyun menegakkan badannya dan meneguk coklat hangat yang dibuatkan kekasihnya

"Apa kau perlu obat?" tanya Youngjae khawatir. Daehyun menggeleng lalu tersenyum tipis padanya

"Aku baik-baik saja"

Namja manis itu menghela nafas "Ada apa? Kau diam saja dari tadi, tidak mau cerita padaku?" tanyanya

"Maaf aku belum bisa menceritakannya sekarang, aku ingin memastikannya dulu" ujar Daehyun

"Tidak apa. Kau bisa menceritakan padaku nanti" kata Youngjae tersenyum manis lalu mengusap lengan Daehyun

Daehyun memeluk Youngjae dan membenamkan wajahnya pada leher kekasihnya itu "Boleh aku menginap malam ini? Aku ingin menenangkan diriku dulu disini bersama" ujarnya sambil menutup mata dan menghirup aroma tubuh Youngjae

"Tentu saja. ayo ke kamar kau terlihat kelelahan" ajak Youngjae, namja tan itu mengikuti kekasihnya masuk ke dalam kamar dan duduk di ranjang

"Apa kau ingin mandi dulu?" tanya Youngjae

"Tidak aku hanya ingin mencuci muka saja kepalaku sedikit sakit" jawab Daehyun lalu berjalan ke arah kamar mandi

"Yakin tidak ingin minum obat?"

Daehyun berhenti di depan pintu kamar mandi dan berbalik "Aku tidak apa, jangan khawatir aku hanya butuh istirahat dan memelukmu saja sayang" ucap Daehyun sedikit menggoda dia mencoba menghilangkan kekhawatiran kekasihnya

"Ya sudah masuk sana" Youngjae memberikan handuk mendorong Daehyun ke dalam kamar mandi. Namja tan itu membasuh wajahnya lama mencoba menenangkan pikiran yang sedikit kalut karena teringat masa lalunya

"Aku tidak punya baju yang pas untukmu" kata Youngjae saat melihat dirinya keluar dari kamar mandi

"Tidak apa, kau sudah tau kan jika aku terbiasa tidur tanpa atasan" jawab Daehyun membuat wajah Youngjae memerah

Namja tan itu tertawa melihat wajah merah kekasihnya "Kenapa wajahmu memerah seperti itu? Apa kau malu hmm? Aku hanya bilang terbiasa tidur tanpa atasan bukan mengajakmu bercinta sayang"

"J-jangan mengejekku. minggir aku mau ganti baju" gugup Youngjae lalu berjalan ke kamar mandi

"Perlu bantuanku sayang?" goda Daehyun sambil berbisik ditelinga Youngjae

"Tidak" seru Youngjae lalu lari ke kamar mandi dan membanting pintunya membuat Daehyun semakin tertawa keras, namja tan itu seakan lupa masalahnya tadi perlahan bebannya sedikit terangkat saat bersama kekasihnya

Youngjae keluar kamar mandi setelah selesai membasuh wajahnya dan mencoba menetralkan detak jantungnya tapi itu tidak berhasil saat matanya melihat sang kekasih sedang duduk bersandar ranjangnya tanpa memakai atasan sambil memaikan ponsel di tangannya wajahnya kembali memerah

Daehyun mengangkat wajahnya dan meilhat Youngjae masih terdiam di depan pintu kamar mandi "Kenapa masih berdiri disana, kemarilah"

Youngjae berjalan mendekati ranjang dengan kaku dan duduk di pinggir ranjang dia kembali gugup melihat bentuk tubuh sempurna kekasihnya, wajahnya semakin memerah saja

"Yakkk" teriaknya kaget saat Daehyun menariknya tertidur lalu memeluknya

"Kenapa kau jauh sekali? Tadi aku sudah bilang kalau aku akan tidur sambil memelukmu" Daehyun memeluk dan menenggelamkan wajahnya di leher kekasihnya "Jangan gugup Jae aku kekasihmu ingat itu" ujarnya lalu mengecup bahu Youngjae yang terekspose

"A-aku hanya perlu terbiasa dengan sikapmu seperti ini" gugup Youngjae

"Apa yang membuatmu gugup memangnya? Apa aku membuatmu tidak nyaman?" tanya Daehyun

"Tidak aku merasa nyaman hanya saja jantungku kadang selalu berdetak tidak karuan" jawab Youngjae

Daehyun mengangkat wajahnya menatap Youngjae "Jika sifatku membuatmu tidak nyaman kau tinggal bilang padaku. Mengerti?" ujarnya

Youngjae menatap Daehyun lalu ngangguk, namja tan itu mencium kening kekasihnya lama

"Ayo kita tidur, besok pagi aku akan mengantarmu ke stasiun" kata Daehyun

"Ne jalja"

Daehyun tersenyum lalu mengecup kening Youngjae

.

.

Stasiun kereta api

"Hubungi aku jika sudah sampai" ujar Daehyun setelah mencium kening kekasihnya, namja tan itu mengantar dan menemani kekasihnya menunggu sampai keretanya datang

"Ne, kau hati-hati pulangnya" ujar Youngjae tersenyum

"Pasti. Jangan melupakanku ya kau pasti akan sibuk dengan orang tuamu"

"Tidak, aku akan sering menghubungimu. Aku berangkat sekarang ya" pamit Youngjae

Daehyun melambaikan tangannya setelah kereta Youngjae berjalan, namja tan itu kembali pulang ke apartementnya saat kereta kekasihnya sudah tidak terlihat

Namja tan itu berjalan ke dapur untuk mengambil minuman dingin di kulkas, baru meneguk setengah suara Lee ahjumah membuatnya terkejut

"Kau tidak pulang semalam ya?" tanya Lee ahjumah

"Hm uhuk uhuk uhuk" Daehyun tersedak minumannya, namja tan itu dia menepuk dadanya sendiri

"Ahjumah jangan mengagetkanku seperti itu" ucapnya dengan suara serak

"Aigoo kau ini masih seperti anak kecil saja. lihat lantainya jadi basah kan" Lee ahjumah menggelengkan kepalanya

"Salah sendiri kenapa mengejutkanku" cibirnya

"Memangnya kau lupa kalau aku selalu datang pagi? Sepertinya otakmu sudah dipenuhi oleh Youngjae saja hingga membuatmu melupakanku" ejek Lee ahjumah

"Ck jangan mengejeku ahjumah" ujar Daehyun lalu mengambil pel untuk membersihkan lantai yang basah

"Sini biar aku saja yang pel, kau bau pergilah mandi"

"Aku sudah mandi sebelum pulang ahjumah" ucap Daehyun dengan tatapan malas pada Lee ahjumah lalu melangkah pergi ke kamarnya

.

.

2 hari kemudian

Daehyun berada di Daegu untuk meninjau tempat pembangunan hotel barunya, dia berjalan mengitari dan bertanya-tanya pada Manager proyek tersebut

"Aku ingin melihat design bangunannya lagi" ujar Daehyun

"Ne. Silahkan lewat sini Daepyonim" Manager proyek tersebut mengajak Daehyun ke kantor dan memperlihatkan design bangunannya

"Rubah bagian yang ini dengan membuat kolam ikan dan taman di sebelah sini, aku ingin membuat taman kecil untuk kenyamanan tamu-tamuku nanti" ucap Daehyun

"Baik Daepyonim" ujar Manager dan beberapa orang disana mengangguk mengerti

Drrt..drrt..drrt

Ponsel Daehyun bergetar dia melihat telpon masuk dari Youngjae, namja tan itu keluar ruangan dan mengangkat telpon kekasihnya

"Halo sayang" sapanya

"Sedang apa? Maaf semalam aku tidak membalas pesanmu"

"Tidak apa. Aku sedang berada di Daegu sekarang"

"Bersama siapa?"

"Sendirian saja. kau sudah makan?"

"Sudah umma memasakan makanan kesukaanku" ucap Youngjae ceria

"Sepertinya enak aku ingin mencobanya juga. Aku jadi ingin menyusulmu" ujar Daehyun

"Jangan bercanda fokuslah bekerja dengan begitu seminggu tidak akan terasa. Kau tidak pergi ke club kan selama aku tidak disana?" tanya Youngjae penasaran

"Aku tidak bercanda sayang, aku ingin bertemu dengan orang tuamu juga. Tidak untuk apa aku kesana jika sudah punya dirimu" jelas Daehyun, namja tan itu mendengar suara seseorang memanggil Youngjae

"Ya.. ya terserah. Daehyun aku tutup dulu umma memanggilku"

"Ya sudah tutuplah, nikmati harimu bersama orang tuamu sayang"

"Ne.. aku akan menelponmu nanti malam" ujar Youngjae sebelum menutup telponnya

Daehyun baru akan memasukan ponselnya di saku celana tapi ponselnya kembali bergetar, dia mengerutkan alisnya melihat bodyguard ayahnya menelpon

"Ne ahjussi. Ada apa?"

"Tuan Muda, anda berada dimana?" tanya orang itu terdengar panik

"Aku di Daegu. Ada apa?" tanya Daehyun heran

"Tuan Besar kecelakan dan sekarang berada dirumah sakit, dia juga mengalami serangan jantung"

Daehyun terkejut mendengar ayahnya dirumah sakit "Aku akan pulang sekarang" ujarnya lalu menutup telponnya

Daehyun langsung bergegas menaiki mobilnya untuk kembali ke Seoul, dia memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Namja tan itu sampai dirumah sakit hanya dengan waktu 2 jam saja, dia melangkah masuk ke rumah sakit dan langsung menuju ruang vvip tempat ayahnya di rawat

Ckleck

Nahyun langsung berdiri dan memeluk oppanya saat melihat namja tan itu datang

"Oppa hiks" tangis Nahyun

"Shht tenanglah Nahyun" kata Daehyun mencoba menenangkannya, dia melirik orang yang selalu mendampingi ayahnya itu

"Ada mobil yang menabrak mobil kami, kupikir dia memang sengaja karena jalanan sedang lenggang. Dokter Choi sudah memeriksa Tuan Besar tadi dia mengatakan kalau Tuan Besar tidak apa-apa, beliau mengalami serangan jantung ringan karena shock dan hanya luka kecil di bagian pelipis tapi itu tidak membahayakannya" jelasnya

Daehyun mengangguk "Lalu bagaimana dengan mobil itu?"

"Mobil itu langsung pergi setelah orang-orang mengerumuni mobil kami tapi aku tidak melihat orang itu keluar dari mobil" jelasnya

"Cari mobil itu, aku ingin tau siapa dia dan apa motifnya" tegas Daehyun

Bodyguard Tuan Jung mengangguk dan keluar, sementara namja tan itu mulai menenangkan adiknya yang masih menangis "Sudah jangan menangis lagi, kau dengar sendiri kan kalau appa akan baik-baik saja" ucapnya lalu mengelus pundak Nahyun

Yeoja itu hanya mengangguk "Aku terlalu khawatir dan takut, oppa juga tidak datang-datang dari tadi"

"Oppa sedang berada di Daegu. Sudahlah berhenti menangis kau jelek sekali" ejek Daehyun mencoba menghentikan tangisan adiknya

"Jangan mulai lagi oppa, aku masih sedih" cibir Nahyun lalu mengerutkan bibirnya

"Iya.. iya princess"

Daehyun terdiam setelah menenangkan adiknya pikirannya kembali teringat kejadian hari ini dan beberapa waktu lalu "Kemarin ada mobil yang mengikutiku, lalu kemunculan teman lama ayahnya dan sekarang ayahnya kecelakan karena di tabrak lari. Apa ini semua saling berbuhungan?" batinnya

Namja tan itu tersadar dari lamunannya saat kepala Nahyun terjatuh di pundaknya, rupanya adiknya itu tertidur setelah lelah menangis. Dia tersenyum lalu membaringkan Nahyun di sofa ruangan itu dan mengelus kepala adiknya

"Oppa tidak akan membiarkan ada orang yang akan menghancurkan keluarga kita lagi. Cukup dengan kesalahan yang apa buat dengan berselingkuh dari umma" batin Daehyun

.

.

Rumah Keluarga Yoo

Youngjae sedang berbaring di ranjangnya, namja manis itu mulai bosan seharian ini dia tidak melakukan apapun dan sekarang orang tuanya sedang pergi entah kemana meninggalkan dirinya sendirian di rumah

"Ish umma dan appa keterlaluan, mereka menyuruhku pulang karena rindu atau hanya untuk menjaga rumah sih" kesalnya

Sejak dirinya pulang hanya 2 hari pertama umma dan appanya sibuk dengan dirinya setelah itu malah sibuk di luar rumah dan menyuruhnya untuk menjaga rumah

"Kenapa aku tiba-tiba merindukan Daehyun? Dia sedang apa sekarang?" pikirnya

Namja manis itu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada kekasihnya

"Sedang sibuk?" 20 menit dia menunggu belum ada balasan dari kekasihnya itu

"Apa yang sedang dia lakukan? Namja itu tidak bekerja di hari sabtu kan?"

Drrt..drrt..drrtt

Bukan pesan masuk namja tan itu malah menelpon dirinya, tanpa menunggu lama Youngjae langsung mengangkatnya

"Hallo" sapanya

"Hai sayang. Maaf aku baru melihat pesanmu" ujar Daehyun dengan suara lelah

"Apa kau baru bangun tidur?" tanya Youngjae

"Ya aku tidak bisa tidur semalam. Appa mengalami kecelakaan kecil 2 hari lalu dan aku menjaganya semalam" jelas Daehyun

Youngjae mendengar itu terkejut "Apa Tuan Jung baik-baik saja?"

"Ya tidak apa hanya butuh istirahat besok sudah boleh pulang" jawab Daehyun

"Syukurlah jika beliau tidak apa? Apa aku mengganggu istirahatmu?"

"Tidak aku terbangun karena lapar dan aku merindukan masakanmu sayang"

"Aku akan memasak untukmu nanti jika sudah pulang"

"Aku menunggunya sayang. Kau sedang apa sekarang?"

"Bermalas-malasan. Umma dan appa meninggalkanku lagi dirumah mereka sibuk sendiri dan memintaku menjaga rumah, aku bosan" seru Youngjae mulai kesal lagi, dia mendengar tawa Daehyun di seberang sana

"Karena itu kau mengirim pesan padaku? Apa kekasihku ini merindukanku"

"Siapa bilang? Aku hanya sedang bosan" elak Youngjae

"Ku pikir kau merindukanku, padahal aku ingin menyusulmu jika kau mengatakannya"

Youngjae membulatkan matanya dan duduk di ranjang dengan cepat "Apa kau benar-benar akan menyusulku?"

"Hanya jika kau bilang jika kau merindukanku, kalau tidak aku.." kata-kata Daehyun tidak diteruskan kerena di potong kekasihnya

"Aku merindukanmu Jung Daehyun" seru Youngjae membuat Daehyun tersenyum senang

"Aku juga sayang. Besok aku akan kesana?"

"Apa kau tidak sibuk? Aku tidak ingin membuat perkerjaan terganggu" ucap Youngjae ragu

"Untukmu aku akan meluangkan waktuku, aku juga ingin bertemu dengan calon mertuaku sayang" ujar Daehyun

Wajah Youngjae memerah mendengar kata calon mertua dari Daehyun "Apa namja ini mau datang melamarnya?" batinnya

"Sayang? kau baik-baik saja?" tanya Daehyun

Youngjae menggelengkan kepalanya mengusir pikirannya yang tidak-tidak "Ya aku hanya khawatir appa akan menolakmu, dia sangat tegas dan sedikit keras jika menyangkut diriku" ujarnya

"Tenanglah aku bisa mengurusi itu jangan khawatir"

"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu"

Daehyun tersenyum di kamarnya "Ku tutup ya, aku akan makan lalu bersiap ke rumah sakit dulu" ujarnya

"Ya hati-hati, sampaikan salamku pada Tuan Jung"

"Ne. Sampai jumpa sayang"

Youngjae menutup telponnya lalu tersenyum dia memeluk gulingnya senang kekasihnya akan datang kemari

.

.

.

Tuan Jung pulang ke rumah setelah di rawat di rumah sakit selama 3 hari, sebenarnya ayah dari Daehyun itu sudah bisa pulang setelah sehari di rawat tapi anak lelakinya itu tidak mengizinkan karena dirinya masih merasa nyeri di dadanya

"Appa butuh sesuatu?" tanya Daehyun setelah membantu ayahnya berbaring

"Tidak ada Dae, appa hanya butuh istirahat" jawab Tuan Jung

"Jika butuh sesuatu panggil saja Nahyun atau ahjumah. Aku harus pergi sekarang" ujar Daehyun lalu berbalik

"Daehyun-ah" panggil Tuan Jung membuat Daehyun berhenti dan berbalik menatapnya

"Terima kasih kau sudah mau menjaga dan mengkhawatirkan appa" ucap Tuan Jung dengan senyum tipis

"Itu sudah harus, aku sudah kehilangan umma dan aku tidak ingin kehilangan appa ataupun Nahyun. Meskipun appa sudah melakukan kesalahan fatal tapi kau tetap ayahku dan sudah tugasku untuk melindungi keluargaku" ujar Daehyun dengan wajah datar lalu kembali melangkah pergi

Tuan Jung menitihkan air matanya setelah mendengar kata-kata Daehyun, dia merasa sangat bersalah karena sudah menghancurkan kebahagiaan keluarga kecilnya "Maafkan appa, seharusnya appa bisa membahagiakan dan menjaga kalian" lirihnya

.

.

Namja tan itu memarkirkan mobilnya di basement apartementnya, baru saja keluar dari mobilnya dia kembali melihat mobil hitam yang sama kembali mengikutinya lagi. Merasa muak terus di ikuti Daehyun berjalan menghampiri mobil itu beruntung orang yang membawa mobil itu tidak lari lagi

Tok..tok..

"Turun. Aku ingin bicara denganmu" ujar Daehyun seletah mengetuk kaca mobilnya

Namja berambut blonde itu keluar dari dalam mobil dia tersenyum melihat Daehyun

"Kau siapa? Kenapa kau selalu mengikutiku?" tanya Daehyun langsung

"Annyeong nama ku Kim Taehyung. Aku adalah adikmu Daehyun Hyung" ujar namja berambut blonde

Daehyun menatap tajam namja di depannya yang mengaku sebagai adiknya "Jangan bercanda denganku. Katakan apa maumu?" geramnya

"Aku tidak bercanda Hyung, aku punya buktinya jika aku anak Jung Donghan" sahut Taehyung

"Appaku hanya punya aku dan Nahyun dari ibuku. Jangan buang-buang waktuku lebih baik kau pergi dari sini dan jangan ikuti aku lagi" ujar Daehyun dingin, dia berbalik lalu beranjak pergi

"Aku anak Jung Donghan dan Yoon Minjung" seru Taehyung membuat Daehyun terhenti "Aku yakin kau pasti mengenal ummaku kan?" lanjutnya

Namja tan itu berbalik lalu kembali mendekat ke arah Taehyung, dia mencengkram kerah namja di depannya "Jangan sebutkan nama yeoja sialan itu di hadapanku dan pergilah dari sini sebelum aku menghancurkan wajahmu"

"Yeoja yang kau sebut sialan itu adalah ummaku dan perlu kau tau umma menyembunyikanku setelah Jung Donghan membuangnya dia takut jika appa akan melukaiku. Aku kemari untuk meminta bagianku di perusahaan" jelasnya dengan nada santai

Daehyun semakin emosi mendengar kata-kata namja itu "Jangan bermimpi aku tidak akan memberikanmu sepeserpun. Pergi dari sini brengsek" ujarnya lalu mendorong Taehyung lalu berjalan pergi

"Aku akan membuatmu menyesalinya lihat saja nanti aku akan menghancurkanmu dan membuatmu menyerahkan perusahaan itu padaku" teriak Taehyung

Tidak memperdulikan acaman dari Taehyung, namja tan itu terus berjalan dan memasuki lift naik ke apartementnya dia langsung menuju kamarnya saat sampai tanpa memperdulikan Lee ahjumah yang bertanya padanya

"Tidak mungkin appa memiliki anak dari hasil perselingkuhan itu" gumam Daehyun lalu mengusap kasar wajahnya. Namja tan itu membaringkan dirinya lalu menutup matanya sebentar

Daehyun mengambil ponselnya menelpon Yongguk dan meminta kekasih Himchan itu untuk datang ke apartementnya setelah selesai menelpon dia bangun dan menyiapkan baju-bajunya hari ini dia akan ke busan bertemu kekasihnya, dia membutuhkan Youngjae untuk saat seperti ini

"Daehyun" panggil ahjumah dari luar kamar

"Ne" jawabnya

"Ada Yongguk datang mencarimu" ujar Lee ahjumah

"Aku akan keluar sebentar lagi ahjumah"

Namja tan itu kembali memasukkan barang-barangnya dalam ransel lalu membawanya keluar. Yongguk mengerutkan alisnya saat melihat Daehyun membawa tas ransel besar

"Kau mau kemana?" tanya Yongguk

"Busan, hanya sebentar"

Yongguk mengangguk "Ada apa kau menyuruhku datang?"

"Untuk 3 hari ini aku ingin orang-orangmu menjaga Nahyun dan ayahku. Kau tau kan Hyung barusan appa kecelakaan dan kita belum menemukan siapa pelaku tabrak lari itu, belum lagi ada namja yang mengaku sebagai anak appa dari selingkuhannya itu" jelas Daehyun

"Mwo? Kapan?" tanya Yongguk terkejut

"Barusan saat aku sampai di basement, aku akan mengurusi itu nanti tapi aku ingin selama aku di busan orang-orangmu berjaga untuk mengantisipasi hal yang tidak-tidak" ujar Daehyun

"Termasuk menjaga disekitar mantion?" tanya Yongguk

"Iya kurasa itu perlu dan Hyung usahakan jangan menjaga Nahyun terlalu mencolok dia tidak menyukai itu"

"Aku sudah tau. Ya sudah aku pergi sekarang" kata Yongguk lalu pergi

Lee ahjumah mengampiri Daehyun setelah Yongguk pergi, dia melihat namja tan itu sedang sibuk memeriksa barangnya

"Mau apa kau ke busan Daehyun?" tanya Lee ahjumah

"Aku ingin menyusul Youngjae, aku hanya sebentar disana. Jika ada apa-apa hubungi aku ne" Lee ahjumah mengangguk

"Aku pergi dulu ahjumah" pamitnya

"Hati-hati" kata Lee ahjumah Daehyun hanya mengangguk

.

Daehyun memilih menggunakan pesawat, dia ingin cepat sampai dan bertemu dengan kekasihnya. Namja tan itu sampai setelah makan siang dia langsung menuju rumah Youngjae

Ting..tong..

Ckleck

Youngjae membuka pintu mata langsung membulat saat melihat kekasihnya berdiri di depannya

"Hai sayang. Aku merindukanmu" ujar Daehyun mengelus pipi Youngjae lalu memeluknya, namja manis itu membalas pelukan kekasihnya dengan sangat erat

"Aku juga merindukanmu" balas Youngjae

"Sayang kau memelukku terlalu erat" kata Daehyun dia mulai susah bernafas, mendengar itu Youngjae melepas pelukannya dan tersenyum polos

"Apa kau begitu merindukanku hmm?" tanya Daehyun

"Tentu saja. Ayo masuk umma dan appa ada di dalam" ajak Youngjae menggengam tangan kekasihnya

Daehyun mengangguk dan mengikuti Youngjae masuk ke dalam rumah

"Umma appa kenalkan ini Daehyun dia Bos.."

"Annyeonghaseyo saya Jung Daehyun kekasih Youngjae" katanya sambil membungkukan badannya. Daehyun memotong ucapan Youngjae saat namja manis itu akan memperkenalkan dirinya sebagai Bossnya bukan kekasihnya. Kedua orang tua Youngjae membulatkan mata mereka mendengar ucapan Daehyun

"Mwo? Kekasih?

.

.

.

TBC