BOSS
...
Main Cast:
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
...
Other Cast:
Kim Himchan
Bang Yongguk
Moon Jongup
Nahyun (Sonamoo)
Taehyung (BTS)
...
Rated M
...
#Banyak typo
...
-Happy Reading-
...
"Mwo? Kekasih? Youngie kau tidak bilang jika sudah punya kekasih. Anak umma sudah besar rupanya" ujar Nyonya Yoo sedikit menggodanya
"Ish umma kau bicara seolah aku anak kecil saja" kesal Youngjae
Daehyun tersenyum melihat interaksi ibu dan anak itu, dia jadi merindukan ibunya
"Apa kau Jung Daehyun pemilik Jung Corp?" tanya Tuan Yoo dengan alis saling bertautan. Daehyun mengalihkan pandangannya pada Tuan Yoo
"Bukan Tuan Yoo, ayahku yang memiliki perusahaan itu aku hanya meneruskannya" jawab Daehyun sopan
"Omo dia Bossmu Youngjae?" tanya Nyonya Yoo terkejut
Daehyun dan Youngjae hanya tersenyum merespon Nyonya Yoo "Wah. Anakku hebat sekali kau pintar memilih ternyata" Nyonya Yoo tersenyum
"Ummaa" seru Youngjae dengan wajah memerah membuat mereka hanya tertawa
"Daehyun-ssi duduklah" ujar Tuan Yoo
Namja tan itu menurut dan duduk berhadapan dengan Tuan Yoo di ikuti Youngjae "Sudah berapa lama kalian menjadi sepasang kekasih?" tanya Tuan Yoo dengan nada datar, dia mulai mengitrogasi Daehyun entah kenapa membuat Youngjae mulai cemas jika ayahnya tidak menyukai kekasihnya
"Kami baru menjadi sepasang kekasih hampir dua bulan tapi kami sudah saling kenal sebelum Youngjae bekerja di perusahaan sebagai sekertarisku" jawab Daehyun
"Apa kau mencintai anakku?" tanya Tuan Yoo dengan tatapan tajam
Daehyun menatap Youngjae yang juga sedang menatap dirinya dengan ekspresi takut "Aku sangat mencintainya bahkan lebih dari nyawaku sendiri Tuan Yoo" ucapnya tanpa ragu lalu dia kembali menatap ayah Youngjae dan tersenyum pasti
"Dan aku ingin meminta izin Tuan dan Nyonya Yoo agar bisa menjalin kasih dengan anak kalian" lanjut Daehyun
Jantung Youngjae berdetak tidak karuan setelah mendengar Daehyun mengatakan itu tanpa ragu sedikitpun pada ayahnya, tapi kemudian dia tersenyum senang pada kekasihnya bisa dengan berani mengatakannya
Tuan dan Nyonya Yoo saling melirik lalu tersenyum senang melihat keseriusan Daehyun dan raut senang dari Youngjae. Mereka senang akhirnya sekarang Youngjae sudah bisa membuka hatinya karena mereka tau jika anaknya sulit bisa dekat dengan orang lain tapi sekarang namja tan itu bisa membuat anaknya bisa merasakan apa itu cinta
"Aku akan menyutujui hubungan kalian jika kau mau memanggil kami appa dan umma bukan Tuan dan Nyonya Yoo" kata Tuan Yoo tersenyum pada Daehyun melunturkan sifat kerasnya pada kekasihnya putranya itu
Tuan Yoo menyukai sifat berani dan tegas milik Daehyun, dia dengan sopan meminta izin langsung pada mereka meskipun baru menjalin kasih dengan anaknya
Namja tan itu membalas senyum calon mertuanya "Gomawo appa, umma"
"Kami titip Youngjae padamu, jaga dia jangan sampai membuatnya menangis atau terluka" pinta Tuan Yoo
"Pasti appa" jawab Daehyun tegas
"Appa umma terima kasih telah menerima Daehyun" ujar Youngjae lalu berdiri memeluk keduanya
"Sama-sama sayang" Nyonya Yoo tersenyum pada mereka
"Meninaplah disini Daehyun, kami masih panya kamar kosong" kata Nyonya Yoo
"Apa tidak akan meropotkan?" tanya Daehyun basa basi tentu saja dia ingin sekali bisa meninap disini agar bisa lebih dekat dengan kekasihnya
"Tidak lagi pula sekarang kau adalah calon menantu kami" ujar Nyonya Yoo menggoda mereka
"Gomawo appa umma" balas Daehyun
"Ne. Youngjae antar Daehyun ke kamarnya" pinta Tuan Yoo
Youngjae mengangguk lalu menyuruh Daehyun mengikuti dirinya "Ini kamarmu di depan adalah kamarku" ujar Youngjae
Daehyun mengangguk lalu menutup pintu kamarnya, dia datang memeluk pinggang Youngjae dari belakang "Bagaimana aku hebat kan bisa meyakinkan ayahmu?" ujarnya
"Apa rahasiamu hingga appa langsung menyetujuinya begitu saja?" tanya Youngjae heran
"Aku hanya membaca karakter appamu, beliau adalah orang yang sangat suka kejujuran dan ketegasan kan? Aku hanya perlu menyampaikan isi hatiku dengan sejujur-jujurnya" jelas Daehyun
"Hebat sekali dia hanya dengan melihat dia bisa langsung mengenal karakter appa" batin Youngjae
Namja manis itu melepaskan pelukan mereka dan berbalik menatap wajah Daehyun "Gomawo Daehyun-ah kau bisa mencintaiku dengan tulus meskipun aku belum bisa meyakinkan diriku sendiri"
"Cinta datang karena terbisa sayang dan aku tidak ingin memaksamu dengan perlahan kau akan bisa merasakannya sendiri" ujar Daehyun "Tapi apa kau merasa nyaman di bersamaku" lanjutnya
"Ya aku merasa nyaman bersamamu berada di dekatmu, aku merasa terlindungi meskipun sikapmu sangat posesif" jawab Youngjae
Daehyun tersenyum "Itu sudah cukup bagiku untuk sekarang dan bukankah sudah ku bilang aku memang seperti itu" dia mencium bibir kekasihnya lembut dan di balas kekasihnya
"Boleh aku tanya sesuatu?" kata Youngjae setelah ciuman mereka terlepas
"Apa sayang?"
"Kenapa kau bisa tau alamat rumahku?" tanya Youngjae
Daehyun memutar bola matanya "Kau menulisnya di surat lamaranmu. Apa kau lupa?"
"Benarkah? Aku tidak ingat jika aku menulisnya di lamaranku, setahuku aku hanya menulis alamat apartement yang di seoul" ujar Youngjae dengan pose berpikir
"Apa kau terlalu merindukanku hingga seperti ini eoh?" goda Daehyun
Youngjae mengerutkan bibirnya "Kau terlalu percaya diri. Lepas aku mau keluar kita terlalu lama berdua dalam kamar nanti umma dan appa curiga" ujarnya
Daehyun menurut lalu melepas kekasihnya, dia tidak ingin memberi kesan buruk pada calon mertuannya di hari pertama datang
.
.
2 hari Daehyun disini berada di rumah Youngjae, namja tan itu sangat pintar mengambil hati Tuan dan Nyonya Yoo hingga membuat Youngjae terkadang cemburu karena kedua orang tuanya seperti melupakannya
Namja manis itu baru saja bangun tidur dia keluar kamar dan langsung berjalan ke dapur, dia melihat ibunya sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk makan siang
"Umma. Appa dan Daehyun kemana?" tanyanya saat sadar jika rumah sepi
"Appamu mengajak Daehyun ke kebun teh. Katanya Daehyun ingin melihat-lihat disana" jawab Nyonya Yoo, Youngjae hanya mengangguk lucu
"Youngie umma ingin bertanya padamu"
"Tanya apa umma?"
"Apa kau mencintai Daehyun?" tanya Nyonya Yoo membuat Youngjae terkejut
"A-aku nyaman bersamanya umma"
"Umma bertanya jika kau mencintainya Youngie?"
"Aku masih belum bisa memastikannya umma"
Nyonya Yoo membalikkan badannya dan menatap Youngjae "Kenapa? Daehyun namja yang baik dan umma bisa melihat dari sikap dan tatapan matanya kalau dia sangat tulus mencintaimu"
"Sikap pemaksanya dan dulu dia juga sering bermain dengan banyak yeoja" jujur Youngjae
"Jadi kau merasa terpaksa menjalin hubungan dengannya karena di paksa? Dan bukankah itu dulu sebelum bertemu denganmu"nya Nyonya Yoo
Youngjae menggeleng cepat "Tidak begitu umma, Daehyun memintaku baik-baik agar bisa menjalani hubungan ini dengannya secara perlahan dan memintaku mempercayainya"
Nyonya Yoo menatap mata Youngjae "Dari awal dia sudah jujur padamu dan itu adalah bukti kalau dia benar-benar serius mencintaimu. Semua orang bisa berubah jika dia mendapat apa yang selama ini mereka cari begitu juga dengan Daehyun, jadi apa kau mempercayainya?"
Youngjae mengangguk
"Apa yang kau rasakan saat bersama Daehyun?"
"Aku merasa nyaman dan terlindungi jika bersamanya, sifatnya yang lembut saat bersamaku itu membuatku merasa sesuatu yang belum pernah ku rasakan sebelumnya"
"Mungkin kau belum bisa memastikannya sendiri karena masih ragu padanya tapi umma bisa melihat cinta di matamu untuknya Jae"
Youngjae menatap ummanya "Jangan terlalu lama membuat Daehyun menunggumu. Apa kau ingin jika Daehyun pergi meninggalkanmu karena kau tidak bisa meyakinkan dirimu?"
"Aku tidak mau umma, aku tidak ingin kehilangan Daehyun" lirihnya dengan mata yang berkaca-kaca
Nyonya Yoo tersenyum lalu memeluk anaknya, dia memakluminya ini pertama kali Youngjae punya kekasih selama ini anaknya sangat tertutup dan hanya sibuk dengan buku-bukunya
"Umma tau kau mencintainya, cobalah ikuti kata hatimu jika tidak kau akan kehilangannya" Youngjae mengangguk
"Sekarang pergilah mandi, umma akan menyelesaikan masakannya sebelum mereka kembali" ujar Nyonya Yoo
Youngjae memeluk ummanya "Ne gomawo umma" lalu pergi ke kamarnya
Youngjae keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan baru saja akan mengganti pakaiannya dia merasa ada orang memperhatikan dirinya, namja manis itu membalikkan badannya dan terkejut melihat sang kekasih sudah berada di dalam kamarnya
"Da-Daehyun kapan kau masuk?" tanya Youngjae
"Sejak kau mandi" jawab Daehyun dengan nada rendah dan senyum miring, dia berjalan mendekati Youngjae
...
Warning NC
...
Youngjae mundur saat melihat tatapan intens kekasihnya hingga dirinya menabrak lemari bajunya, dia mengangkat tangannya menyuruh Daehyun berhenti mendekat
"Da-Daehyun kau mau apa? Jangan mendekat" gugupnya
"Kau tau apa yang ku mau sayang dan aku tidak ingin mendengar kata jangan" Daehyun memegang tangan Youngjae dan mengelusnya lembut lalu mencium kedua tangan kekasihnya, namja tan itu mendekatkan wajah mereka membuat kekasihnya menutup mata
Youngjae bisa merasakan bibir tebal Daehyun menekan bibirnya, namja tan itu menciumnya lembut membuatnya membalas tapi kemudian ciuman mereka semakin panas saat Daehyun mengelus perut lalu naik ke nipple kekasihnya mencoba membuatnya semakin menegang sebelah tengannya meremas junior Youngjae dibalik handuk yang dipakainya
"Hmcpk eemcpkk enghh"
Youngjae membuka mulutnya saat lidah kekasihnya menjilati belahan bibirnya, dia membiarkan lidah Daehyun menari di dalam mulutnya dan menyapu lidahnya
"Angh emhpck nghh" desah Youngjae saat kekasihnya melilitkan lidah mereka, dia mengalunkan tangannya pada leher Daehyun
Namja tan itu menurunkan bibirnya ke leher Youngjae mengigit kecil dan menjilatinya tanpa meninggalkan tanda, lidahnya naik menyapu belakang telinga kekasihnya
"Aku menginginkanmu sayang" ujar Daehyun dengan suara sensual di telinga Youngjae
Namja manis itu menatap kekasihnya "La-lakukanlah hh" izinnya, Youngjae seakan lupa jika sedang berada dirumah orang tuanya dia tau jika Daehyun sudah memendam hasratnya lebih dari seminggu
Daehyun mengaluarkan lube dari saku celananya lalu membalikkan tubuh Youngjae menghadap lemari dan membuat tangan kekasihnya bertumpu pada lemari pakaian, dia membuka handuk di pinggang kekasihnya lalu melumurinya jari-jarinya dengan lube
"Aahh Daehh" desahnya saat Daehyun memasukan 2 jari ke dalam holenya, namja tan itu mulai bergerak dengan gerakkan menggunting lalu memutar
"Ahhh hahh anghh ahh"
"Aakhh disanah Daehh nghhh" pekik Youngjae saat jari Daehyun menumbuk spotnya
"Shht.. pelankan suaramu sayang, umma dan appa bisa mendengarnya" bisik Daehyun lalu mencium pundak kekasihnya
Youngjae menggigit bibirnya mencoba tidak mendesah saat jari-jari panjang kekasihnya bermain di dalam holenya
"Ngh langsung sajah Daehh" pinta Youngjae dengan suara pelan
Daehyun menurut dia mengeluarkan jarinya lalu menurukan celananya, dia memasukkan juniornya ke hole Youngjae setelah melumurinya dengan lube
"Akhh mmmhhh nghhh" Daehyun menutup mulut Youngjae dengan tangannya saat namja manis itu akan berteriak
"Shhh Jae kau masih sempit sajah akhh" desah Daehyun pelan, namja tan itu meremas pinggang kekasihnya dan menggerakan juniornya keluar masuk dengan tempo sedang
"Enghh hhhmmmm"
"Hmmpp hhh nghhhh"
Daehyun mengigit bibirnya sendiri dan mengadahkan kepalanya ke atas saat Youngjae mengetatkan holenya, dia meremas pinggang kekasihnya lalu mempercepat gerakkannya. Tangannya yang lain mengusap punggung halus Youngjae dan berhenti di pundak kekasihnya itu, dia menekan ke arah bawah saat dirinya menumbuk kuat hole Youngjae
"Engggghhh mhhhh Daemhhh" desah Youngjae tertahan dengan tangan Daehyun, jari-jarinya mulai mengais lemari mencari pelampiasan
"Shhh ohh sayanghh ini nikmah"
"Hhh nghh mmppphhhh hhh"
"Nghhh mpphhh"
Tok..tok..tok
"Youngie?"
Daehyun berhenti bergerak, matanya dan Youngjae membulatkan mendengar suara Nyonya Yoo memanggil mereka
Ckleck
Nyonya Yoo mencoba membuka pintu kamar anaknya tapi terkunci, beruntung Daehyun sudah menguncinya lebih dulu jika tidak pasti ibu Youngjae itu sudah memergoki keadaan laknat mereka
"Youngjae" panggil Nyonya Yoo
Mereka saling memandangi "Jawab ummamu Jae" bisik Daehyun lalu menurunkan tangannya dari mulut Youngjae
"Y-ya umma? A-aku baru mau mandi" gugup Youngjae membuat Daehyun tersenyum mendengar kekasihnya memberi alasan pada ummanya
"Ck kau belum mandi juga dari tadi? Kalau sudah selesai panggil Daehyun" Nyonya Yoo pergi setelah Youngjae menjawab
Plak
"Nghh Daehyunh" Youngjae memekik pelan, dia terkejut karena Daehyun menampar pantatnya
"Anak nakal kau mulai berbohong pada ummamu" goda Daehyun
Namja manis itu menengok kebelakang "Jangan bercanda cepat selesaikan ini nghhh" ujarnya setengah mendesah saat kekasihnya meremas pantatnya
Daehyun tersenyum miring "Jangan mendesah terlalu keras kita bisa ketahuan" pintanya, kekasih manisnya itu hanya mengangguk
"Ahh aahhh nghhh" desah pelan Youngjae saat Daehyun mulai bergerak lagi
"Enghh aahh Daehh"
Tangan Daehyun berpindah dan mengocok junior Youngjae membuat namja manis itu mengigit bibir bawahnya dia meremas lengan Daehyun, matanya tertutup selaras dengan tumbukan keras junior dan gerakan tangan kekasihnya
Daehyun berhenti sebentar lalu menarik tubuh Youngjae mundur dan duduk di ranjang, namja manis itu duduk di atas pangkuan Daehyun membuat junior itu tertanam dalam
"Oohhh Dae-Daehyunhh milikmuh massukh ahh terlalu dalam nghh" pekik pelan Youngjae
Namja tan itu menutup matanya saat Youngjae mengetatkan holenya ketika miliknya terbenam semakin dalam
"Daeh b-bergeraklahh hahh cepathh"
Namja tan itu menurut lalu dia memegang pinggang Youngjae lalu mengangkatnya naik turun di pangkuannya, Youngjae sedikit meringis merasa holenya penuh dengan junior kekasihnya yang mulai membesar
"Ahh shh nghhh"
"Daehh akhhh" Youngjae menuntun tangan Daehyun untuk memanjakan juniornya, namja tan itu mengerti lalu mengocoknya cepat
"Akhh haaahhh aaahhhhh oohhh"
Youngjae mendesah kacau saat merasa junior Daehyun semakin membesar di dalamnya
"Sstt pelankan suaramu sayanghh"
Youngjae mengigit bibirnya dan mendesah pelan "Daehh akuhh akan hh sampaiihhh"
"Sebentar lagihh, jepit milikku lebih kuat sayang akkhhh" Youngjae melakukannya, dia mengetatkan holenya menjepit milik kekasihnya tangannya bertumpu pada paha Daehyun
"Ahh hhaahhh aahhhh"
"Daehh ahhh akuhh tidak nghh kuath lagihhh aahhhh"
"Bersama sayang shh ahhh"
Daehyun semakin mempercepat gerakannya membuat kekasihnya semakin melonjak cepat di atas pangkuannya, Youngjae meremas kedua lengan Daehyun kepalanya mengadah ke atas dengan mulut terbuka
"Akuhh sampaiihhhhh ahhhhhhh"
"Jae ahhh"
Youngjae menyemburkan cairannya keluar mengenai lantai kamarnya tubuhnya bergetar saat merasa cairan kekasihnya menyemburkan deras di dalam holenya dan perlahan meleleh keluar. Daehyun menahan tubuh Youngjae yang hampir jatuh karena lemas
"Gomawo sayang" ujar Daehyun
Youngjae mengangguk "Aku harus mandi lagi" ujarnya lemas
"Aku juga. Apa kau bisa berdiri" tanya Daehyun
Youngjae mengangguk lalu mencoba berdiri dengan pelan dibantu Daehyun
"Perlu bantuanku?" tawar Daehyun, dia bisa melihat cairannya yang meleleh diantara kaki kekasihnya
Youngjae menggeleng "Aku bisa sendiri, kau pergilah mandi sebelum appa dan umma mencurigai kita karena terlalu lama" ujarnya
"Ne sayang" Daehyun mencium bibir Youngjae sebelum keluar dari kamar kekasihnya
.
Setelah Daehyun keluar Youngjae kembali masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya yang lengket, dia turun ke meja makan diikuti Daehyun
"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Tuan Yoo
"Maaf aku ketiduran lagi appa" bohong Daehyun
"Tidak apa, kalau begitu duduklah kita makan sekarang"
Daehyun dan Youngjae saling melirik lalu duduk bersebelahan lalu tersenyum kecil, namja manis itu mengambilkan nasi dan memberikan pada kekasihnya
Daehyun tersenyum saat mengambilnya "Terima kasih Jae" dia mengalus rambut kekasihnya lembut membuat Youngjae tersenyum manis
Nyonya Yoo tersenyum interaksi keduanya apalagi raut bahagia dari keduanya
"Kalian akan kembali besok?" tanya Tuan Yoo
"Iya appa Daehyun masih punya banyak urusan di kantor" jawab Youngjae
"Kalian harus sering-sering kemari, supaya appa punya teman bermain catur lagi" kata Tuan Yoo membuat Daehyun tertawa
Youngjae memutar matanya dia kesal sejak Daehyun datang namja tan itu malah sibuk dengan ayahnya saat tau jika dia bisa pemain pintar. Selama ini belum ada yang bisa mengalahkan Tuan Yoo dan namja tan itu bisa mengalahkannya hanya dalam waktu singkat hingga membuat keduanya semakin dekat, dan tanpa bosan selalu mengajak Daehyun kembali bermain hingga larut malam
"Jangan khawatir appa, aku akan mengajak Youngjae pulang" ucap Daehyun tersenyum
"Sudah bicaranya sekarang ayo makan" ujar Nyonya Yoo menghentikan percakapan mereka
.
.
.
Kesokan harinya
"Kami pulang dulu umma appa" pamit Youngjae lalu memeluk kedua orang tuannya
"Hati-hati. Kabari kami jika sudah sampai" ujar Tuan Yoo. Daehyun dan Youngjae mengangguk
"Ne jangan khawatir appa, aku akan menjaga Youngjae selama disana dan terima kasih untuk semuanya umma" ujar Daehyun
"Sama-sama Daehyun" Nyonya Yoo tersenyum
Setelah pamit mereka naik taksi yang sudah menunggu mereka dan mengantar keduanya ke bandara
"Kita ke apartementku saja ya, lebih dekat aku merasa lelah" ujar Youngjae saat mereka sampai di seoul
Daehyun menatapnya khawatir "Kau baik-baik saja kan?"
"Aku tidak apa-apa hanya lelah. Jangan khawatir" kata Youngjae tersenyum
"Katakan padaku jika kau merasa tidak enak badan" ucap Daehyun lembut dia mengelus tangan kekasihnya lembut
Daehyun menuruti Youngjae dia membawa mobilnya ke apartement kekasihnya
"Ayo masuk" ajak Youngjae setelah mereka sampai
Youngjae masuk kamar di ikuti Daehyun, namja tan itu menaruh barang-barang kekasihnya di kamar
"Apa kau benar-benar selelah itu sayang?" tanya Daehyun saat melihat kekasihnya langsung berbaring di ranjang
"Iya, mungkin karena semalam aku tidak bisa tertidur dengan nyenyak" jawab Youngjae
Semalam Youngjae mengetuk pintu kamar Daehyun, namja manis itu tidak bisa tidur karena insomnianya mereka mengobrol hingga larut malam kalau saja Daehyun tidak memaksanya dengan nada dingin untuk tidur mungkin Youngjae akan terus bicara hingga pagi menjelang
"Apa kita perlu pergi ke dokter?"
"Tidak usah aku hanya butuh tidur, ini sudah biasa Dae"
"Tidurlah kalau begitu, aku akan nonton tv diluar"
"Temani aku dulu" tahan Youngjae saat Daehyun akan beranjak pergi. Namja tan itu kembali duduk dan mengusap sayang kepala kekasihnya hingga tertidur, setelah mendengar nafas teratur kekasihnya Daehyun berjalan keluar kamar dan menyalakan tv
Sorenya Youngjae terbangun dia berjalan keluar kamar dan melihat Daehyun yang tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala, namja manis itu berjongkok dia mengelus pipi kekasihnya yang sedang tidur
"Kanapa kau semakin tampan saja" ujarnya pelan tidak ingin membangunkan Daehyun
Youngjae menjauhkan tangannya lalu berjalan ke dapur dan memasak makanan untuk mereka, namja manis itu membuka kulkas tapi hanya menemukan ayam dan beberapa sayuran
"Aku lupa belum belanja bulanan" ujarnya
Dia memutuskan untuk membuat sup ayam, namja manis itu berkutat dengan bahan-bahan makanan. Selesai memasak Youngjae membangunkan Daehyun yang masih tertidur
"Daehyun-ah bangun" ucapnya lalu menepuk pipi namja tan itu
"Eung Jae?"
"Ayo bangun ini sudah hampir malam, kau belum makan siang" ujar Youngjae
Daehyun menerjapkan matanya lalu bangun "Jam berapa ini?" tanyanya
"Setengah 6. Cuci mukamu dan kita makan"
Daehyun mengangguk lalu berjalan ke kamar mandi samping dapur, setelah mencuci wajahnya dia keluar dan melihat Youngjae sedang menata makan di meja
"Maaf aku hanya buat sup ayam, aku lupa belum belanja bulanan" ucap Youngjae saat Daehyun menarik kursi dan duduk di sampingnya
"Tidak apa aku akan tetap memakan apapun masakan yang kau buat" ujar Daehyun dengan senyum tulusnya membuat kekasihnya mau tak mau juga iku tersenyum
Youngjae memberikan nasi pada Daehyun "Makanlah"
"Gomawo"
Mereka mulai makan dengan hikmat sebelum Daehyun mengeluarkan suara dan membuat Youngjae terkejut
"Jae jika aku memintamu untuk tinggal bersama di apartementku apa kau mau?" tanya Daehyun
Namja manis itu menghentikan makannya dan menatap Daehyun, dia terdiam tiba-tiba dia teringat ucapan ibunya kemarin. Melihat kekasihnya terdiam Daehyun mengusap pipi Youngjae membuatnya tersadar
"Tidak apa jika kau belum siap aku tidak ingin membebanimu dengan permintaanku" kata Daehyun lembut
Benar kata ibunya kenapa dia harus ragu jika Daehyun benar-benar bisa berubah dan sangat mencintainya, namja tan itu selama ini tidak pernah sengaja mencoba untuk menyakiti dirinya lagipula dia bisa lebih membuka diri dan bisa lebih mengenal kekasihnya itu
"Aku mau Daehyun" jawab Youngjae dengan senyum
.
.
.
TBC
