BOSS
...
Main Cast:
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
...
Other Cast:
Kim Himchan
Bang Yongguk
Moon Jongup
Nahyun (Sonamoo)
Taehyung (BTS)
...
Rated M
...
#Banyak typo
...
-Happy Reading-
...
"Aku mau Daehyun" jawab Youngjae dengan senyum
"Kau yakin?" tanya Daehyun kembali menatap mata Youngjae dalam, namja manis itu tersenyum dan mengagguk pasti
"Aku yakin lagi pula kau kan juga sering manahanku menginap di apartementmu"
Daehyun tersenyum dia mengelus tangan Youngjae lalu menciumnya "Terima kasih sayang"
Youngjae mengangguk "Jadi kapan kau ingin aku pindah?" tanyanya
"Malam ini" jawab Daehyun
"Hah? Tapi aku belum merapikan barang-barangku" seru Youngjae terkejut
"Bawa saja seperlunya dulu yang lain akan ku urus"
Youngjae mengangguk lalu melanjutkan makannya
"Apa kau berniat akan menjual apartement ini?" tanya Daehyun
"Iya lagi pula Jinyoung juga sudah tidak pernah datang kemari dan aku juga akan jarang kemari, jarak kantor terlalu jauh dari sini" jawab Youngjae
"Aku akan membantumu jika kita sudah selesai membereskan barang-barangmu. Sekarang habiskan makannanmu dulu setelah itu kita bereskan baju-bajumu" Youngjae mengangguk
Setelah mereka selesai makan Daehyun membantu Youngjae membereskan baju-bajunya dan memasukkannya dalam koper
"Ini sudah semua?" tanya Daehyun
"Ya sudah yang lainnya nanti saja" jawab Youngjae
"Biar aku saja yang bawa"
Youngjae membiarkan kekasihnya membawa koper-kopernya, namja manis lalu mengecup pipi Daehyun membuat kekasihnya tersenyum senang
"Disini tidak?" tanya Daehyun menunjuk bibirnya
"Nanti saja kalau kita sudah sampai di apartementmu. Ayo pergi" kata Youngjae lalu menarik tangan Daehyun
"Jangan terburu-buru sayang, ini berat" keluh Daehyun
"Oh maaf aku lupa" ujar Youngjae dengan senyum polos
"Ada apa? Sepertinya kau sudah tidak sabar sekali" goda Daehyun
Youngjae mengerutkan bibirnya dan memukul lengan kekasihnya "Aku hanya ingin segera sampai dan istirahat. Jangan berpikir mesum"
"Aku tidak berpikiran mesum, aku hanya bertanya saja jangan-jangan kau yang.."
"Jalan saja jangan cerewet" ujar Youngjae memotong ucapan kekasihnya, namja manis itu lalu berjalan duluan sambil mengipas wajahnya yang memerah membuat Daehyun tertawa melihat kelakuan kekasihnya itu, dia kembali menarik kopernya dan memasukannya ke mobil setelah sampai di basement
"Siap sayang?" tanya Daehyun setengah menggoda Youngjae
Namja manis itu membuang mukanya ke arah luar "Jalan saja Daehyun"
"Kekeke. Kau kenapa malu seperti itu? Aku mengajakmu ke rumah bukan bercin.."
"Ya Jung Daehyun kau mau aku batalkan saja eoh" kesal Youngjae
Daehyun mencoba menghentikan tawanya "Oke.. oke jangan marah sayang kita jalan sekarang"
Daehyun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang mereka saling berbicang selama perjalanan tidak jarang namja tan itu menggoda Youngjae dan membuat kekasihnya malu
"Berhentilah menggodaku. Apa kau tidak bosan eoh?"
"Tidak aku suka melihat wajah meronamu, kau semakin cantik" ujar Daehyun masih tidak mau berhenti
"Ck aku tampan bukan cantik" kesal Youngjae membuat Daehyun tertawa, dia membelokkan mobilnya ke arah basement
"Baiklah tampan kita sudah sampai. Ayo turun" kata Daehyun lalu membuka pintu mobilnya di ikuti Youngjae
Mereka mengeluarkan barang-barang dari bagasi mobil "Kau bawa ranselku saja biar aku yang bawa barangmu" pinta Daehyun
"Apa tidak berat?" tanya Youngjae
"Tidak aku kan lebih kuat darimu" ujar Daehyun sambil tertawa menggoda
"Ck terserah kau saja" cibir Youngjae lalu berjalan ke arah lift, dia malas meladeni kekasihnya itu
"Kamarku dimana?" tanya Youngjae setelah mereka masuk ke dalam apartement Daehyun
Daehyun menunjuk kamarnya "Kita sekamar sayang. Hanya ada dua kamar di apartementku dan Nahyun sering menginap"
"Apartementmu sebesar ini tapi kamarnya hanya ada 2 saja?"
"Iya, lagi pula apa salahnya jika kita sekamar? Kita juga sering tidur seranjang kan"
Youmgjae berpikir "Benar juga, ya sudahlah aku akan membereskan barang-barangku dulu" jawabnya lalu masuk kamar Daehyun
Daehyun mencegat tangan Youngjae ketika namja manis itu akan membongkar baranga-barang bawaannya "Besok saja kau bilang masih ingin istirahat, aku akan membantumu merapikannya"
"Janji akan bantu aku dan bukan menggodaku ya" ujar Youngjae dengan wajah menggemaskan lalu mengangkat jari kelingkingnya
Daehyun tertawa lalu menyambut jari kelingking Youngjae "Apa kau benar-benar sudah berumur 24 tahun? Kenapa masih sering bertingkah seperti anak kecil eoh?" tanyanya
"Apa aku perlu menunjukan identitasku lagi?" kata Youngjae mulai kesal lagi
"Tidak perlu sayang, caramu menghangatkanku di ranjang sudah membuktikannya" goda Daehyun lagi
"Ya hentikan jangan mulai lagi Daehyun.. ayo tidur aku lelah" Youngjae naik ke ranjang lalu membaringkan dirinya
"Iya.. iya sayangku" ucap Daehyun lalu menyusul naik ke ranjang, dia mencium kening Youngjae dan memeluk kekasihnya
.
.
.
2 minggu kemudian
Youngjae terbangun dengan keadaan telanjang dan tubuh bagian bawahnya sedikit sakit semalam kekasihnya memintanya saat mereka pulang dari kantor, tidak tanggung-tanggung namja tan itu melakukannya hingga pukul 3 pagi. Dia memakluminya mereka sangat sibuk dengan pekerjaan kantor sejak minggu lalu hingga Daehyun tidak bisa meminta jatahnya karena Youngjae kelelahan setelah pulang dari kantor, makanya semalam namja tan itu menyalurkan hasratnya semalam dengan permainan berondenya
Sudah dua minggu mereka tinggal bersama keduanya semakin dekat dan mesra, Daehyun juga perlahan mulai terbuka dengannya kekasihnya itu mulai menceritakan tentang dirinya meskipun belum semuannya
Youngjae keluar dari kamar setelah dia membersihkan diri dia berjalan ke arah kulkas dan mengambil minuman, tenggorokannya serasa kering karena terlalu banyak berteriak semalam saat di ingin membuka kulkas dia melihat ada note yang sengaja Daehyun tampelkan disana
"Aku pergi jogging di taman sebentar"
Youngjae tersenyum dia kembali melanjutkan niatnya untuk minum. Namja manis itu merasa bosan dan memutuskan untuk berkeliling, dia naik ke lantai 2 apartement Daehyun yang sebelumnya tidak pernah dia naiki
"Bukankah dia bilang hanya punya dua kamar?" batin Youngjae saat dia melihat ada 2 pintu yang tertutup
Namja manis itu membuka pintu yang berada di dekat tangga itu adalah ruang kerja Daehyun dia melihat ada meja kerja dan lemari yang penuh dengan buku-buku, dia berjalan lalu membuka pintu yang berada di sudut ruangan mulutnya terbuka saat melihat ada beberapa monitor di dalam ruangangan itu
"Dia bisa mengakses seluruh cctv di bangunan apartement ini? Apa mungkin bangunan ini miliknya juga?" tanya Youngjae pada dirinya sendiri. Namja manis itu keluar setelah puas melihat-lihat lalu membuka pintu di depannya
Mata namja manis itu membulat saat hanya ada grand piano putih di dalam, dia melangkah masuk ke dalam baru saja akan menyentuh piano itu suara seseorang yang dia kenal menghentikan dirinya
"Sedang apa? Aku mencarimu dari tadi" ujar Daehyun lalu melangkah masuk
Youngjae berbalik dan bertanya pada Daehyun "Kau bisa main piano?"
"Ne" jawab singkat Daehyun lalu terdiam menatap piano putih di hadapan mereka, Youngjae tersenyum melihat raut sedih kekasihnya
"Punya ibumu?" tanya Youngjae membuat Daehyun tersadar, namja tan itu tersenyum pada kekasihnya
"Ne, bisa kita keluar dari sini?" pinta Daehyun
"Baiklah" kata Youngjae lalu menarik lengan Daehyun keluar
"Aku masuk ke dalam ruang kerjamu dan melihat lihat isi di dalamnya. Tidak apakan?" tanya Youngjae
"Tidak apa kau berhak tau sayang"
"Apa gedung ini milikmu? Kau juga bisa mengakses cctv seluruh isi di bagunan ini" Youngjae kembali bertanya masih penasaran
"Tanah tempat ini di bangun adalah milik ummaku dan dia memberikanku wasiat untuk menjaganya" jawab Daehyun "Masih ada lagi yang ingin kau tau sayang?" lanjut Daehyun
Namja manis itu menggeleng "Tidak.. sekarang pergi mandilah aku akan menyiapkan sarapan, sepertinya ahjumah tidak datang hari ini" ujar Youngjae
"Anak ahjumah sedang sakit, dia menelponku tadi" jelas Daehyun
Youngjae mengangguk "Ya sudah sana mandi" usirnya
"Kau tidak ingin menemaniku sayang?" goda Daehyun
"Apa semalam kurang? Kau bahkan membuat keluar berkali-kali sampai aku lemas" cibir Youngjae
Daehyun tertawa melihat raut kekasihnya, namja manis itu sudah tidak malu-malu lagi padanya dia bahkan sudah bisa membalas godaan Daehyun
"Kalau begitu berikan aku morning kiss"
Youngjae mencium pipi Daehyun "Setelah kau mandi baru aku menciumu disini" dia menunjuk bibir Daehyun
"Baiklah aku mandi sekarang" ujar Daehyun lalu mencium bibir Youngjae sebelum lari ke kamar mereka
Youngjae hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kekasihnya, namja manis itu berjalan ke dapur untuk membuat sarapan mereka. Saat dia berkutat bahan-bahan dapur dia terkejut dengan suara seorang yeoja yang datang
"Dae oppa" seru yeoja itu, Youngjae menghampiri Nahyun
"Nahyun-ssi. Daehyun sedang mandi" ujar Youngjae menyapa Nahyun
Nahyun yeoja itu terkejut melihat ada namja asing di apartement oppanya "Kau siapa?" tanyanya
"Aku Youngjae sekertaris oppamu" jawab Youngjaae
"Sekertaris?" Nahyun melirik Youngjae dari atas ke bawah, dia semakin heran namja yang mengaku sebagai sekertaris oppanya hanya memakai baju rumahan dan sedang memasak makanan di dapur
"Apa yang kau lakukan di apartement oppaku? Aku tidak yakin kau hanya sekertarisnya"
"Ehmm itu.." bingung Youngjae dia menggaruk tengkuknya
"Jujur saja Youngjae-ssi aku tidak akan menelanmu. Duduklah" ujar Nahyun tersenyum melihat kelakuan lucu namja di depannya "Apa kau punya hubungan dengan oppaku? Kau kekasihnya?" tanyannya
"Begitulah tapi bagaimana kau bisa tau?"
"Karena kau hanya berpakaian rumahan dan bisa leluasa memasak di dapur oppa. Apa kau juga tinggal bersama oppa?" tanya Nahyun memulai mengiterogasi Youngjae, dia semakin penasaran dengan namja di depannya ini
"I-iya aku tinggal disini"
"Kau tidur di kamar tamu?"
Youngjae melirik kamar Daehyun saat Nahyun bertanya, yeoja itu menengok ke arah kamar oppanya saat melihat namja di depannya melirik kamar tersebut
Nahyun tersenyum senang "Sepertinya oppa sangat mempercayaimu ya, dia bahkan mengizinkanmu masuk ke kamarnya yang tidak pernah di masuki orang lain selain umma bahkan aku tidak berani masuk"
Youngjae terkejut mendengarnya, dia baru tau hal ini "Tidak pernah? Kenapa?" tanyanya
"Oppa tidak suka privasinya di ganggu apalagi setelah umma meninggal dia menjadi orang yang tertutup. Sudah berapa lama kalian saling mengenal?"
"Kami bertemu saat aku berlibur di Milan dan aku kebetulan bisa menjadi sekertaris Daehyun" jawab Youngjae
"Well itu bukan kebetulan karena aku yakin oppa sudah mengaturnya dan membuatmu menjadi sekertarisnya" jelas Nahyun
"Kenapa kau bisa bicara seperti itu?" heran Youngjae
"Karena jika oppa sudah menginginkan sesuatu maka dia akan terus berusaha mendapatkannya" jawab Nahyun "Youngjae oppa aku harap kau bisa terus berada di samping oppaku dia membutuhkanmu, selama ini dia tidak akan pernah membuka hatinya untuk seseorang karena dan kau yang pertama. Aku bisa melihat ada sifat umma dalam dirimu mungkin itu yang membuat oppa mencintaimu" lanjutnya membuat Youngjae terdiam
"Nahyun-ah sejak kapan kau datang?" tanya Daehyun saat keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri adiknya sedang bicara dengan Youngjae. Keduanya menoleh saat suara namja tan itu menginterupsi mereka
"Ah oppa aku merindukanmu makanya aku kemari" jawab Nahyun lalu memeluk Daehyun
"Tidak usah memelukku. Kau kemarin karena kartu kreditmu oppa blokir kan" ujar Daehyun langsung
"Ish iya, kau jahat sekali oppa memblokir semua kartuku" rengek Nahyun
"Salahmu sendiri kenapa tagihanmu selalu membengkak"
"Aku belanja baju-baju baru dan pergi ke salon. Aku harus tetap tampil cantikkan agar para namja menempeliku"
"Apa di pikiranmu hanya itu saja eoh? Kuliah yang benar bukan mencari namja yang akhirnya malah membuat masalah untukmu. Apa kau ingin oppa mengirimmu lagi ke london eoh?" kesal Daehyun
Youngjae diam lalu tersenyum kecil melihat keduanya mulai bertengkar "Lucu sekali mereka, jarang-jarang aku melihat Daehyun seperti ini" batinya
"Aish oppa kenapa kau selalu saja mengancamku seperti itu. Aku tidak mau kesana aku kan tidak ingin jauh dari oppa" bujuk Nahyun memeluk lengan Daehyun lalu menggoyangnya
"Lepaskan oppa"
"Aku baru mau melepaskan jika oppa tidak memblokir kartuku lagi"
"Baiklah"
"Benarkah?" tanya Nahyun dengan mata berbinar, dia melepaskan lengan Daehyun dan namja tan itu langsung menjauh
"Ne asalkan nilai semestermu semuanya A" tegas Daehyun
"YAAA OPPPAAA" teriak Nahyun kencang membuat Daehyun dan Youngjae menutup telinga mereka
"Ya jangan berteriak kau ingin membuatku tuli" balas Daehyun dengan nada tinggi juga
"Aku tidak mau tau aku ingin kartuku sekarang juga" yeoja itu mulai merengek dan menghentakan kedua kakinya di lantai
Youngjae tertawa melihat adik dari kekasihnya merengek seperti anak kecil sementara Daehyun kesal sendiri saat melihat Nahyun, dia mengehela nafas lalu membuangnya kasar mau tidak mau dia menuruti adiknya
"Oke oppa tidak akan memblokirnya lagi tapi oppa akan membatasi pengeluaranmu untuk bulan ini. Jangan membeli barang yang tidak berguna kau mengerti"
Nahyun mengangguk cepat dan tersenyum "Thank you oppa" yeoja itu memeluk Daehyun dan mencium pipinya
"Aku menyukainya sikapnya mengingatkanku pada umma, jaga dia ya oppa" bisik Nahyun saat memeluk Daehyun membuat namja tan itu tersenyum
"Tidak perlu kau bilang akan oppa lakukan" balas Daehyun lalu melepas pelukan mereka dia mengusap kepala adiknya lembut
"Kalau begitu aku pergi dulu ya.. bye Youngjae oppa" pamit Nahyun lalu berjalan ke arah puntu keluar
"Ne Nahyun hati-hati" ucap Youngjae
Daehyun tersenyum melihat adiknya bisa menyukai dan cepat akrab dengan Youngjae dia memeluk pinggang kekasihnya
"Ada apa? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Youngjae
"Apa kau tau apa yang Nahyun katakan?"
"Apa?" Youngjae penasaran dia berbalik melepas pelukan Daehyun
"Dia bilang sifatmu mirip umma sayang" jawab Daehyun
"Apa kau mencintaiku hanya karena sifatku mengingatkanmu pada almarhum ibumu?"
Daehyun menggeleng dia menangkup kedua pipi Youngjae "Aku mencintaimu karena hatiku yang memilihmu. Saat aku melihatmu di halte malam itu aku sudah tertarik padamu makanya aku mencoba mendekatimu dan saat menghabiskan satu hari bersamamu di Milan waktu itu aku sudah bisa merasa kenyaman yang selama ini tidak pernah aku dapatkan, awalnya hanya sekedar tertarik saja tapi perlahan sifat ceria dan lembutmu mengingatkan ku pada umma. Kau selalu bisa memberiku apa yang selama ini hilang dariku Jae dan aku hanya bisa mendapatkan semua itu darimu saja" jelasnya
"Apa yang selama ini hilang darimu dan hanya aku yang bisa berikannya padamu?" tanya Youngjae penasaran
"Kasih sayangmu, sifat lembutmu dan ketulusanmu. Semua itu hanya bisa aku dapatkan darimu" jawab Daehyun menatap lurus ke dalam mata Youngjae
Namja manis itu tersenyum pada kekasihnya sekarang dia mulai mengerti apa yang selama ini membuat dirinya nyaman dengan Daehyun. Namja tan itu punya perasaan yang tulus dan begitu menjaganya karena apa yang namja tan itu cari selama ini berada pada dirinya, Daehyun bisa merasakan kasih sayang darinya yang memiliki cerminan dari almarhum ibunya
Dia mengerti sekarang kenapa Himchan Jongup dan Nahyun selalu menintanya mengerti dengan sikap Daehyun. Keraguan Youngjae pada kekasihnya langsung menghilang, dia tiba-tiba teringat pada kata-kata ibunya untuk 2 minggu lalu
"Benar kata umma. meskipun awalnya Daehyun menyukaiku karena sifat ummanya tapi namja itu bisa sepenuhnya mencintaiku dengan tulus dan mempercayaiku" batinya
Youngjae menangkup pipi Daehyun "Aku akan memberikannya semampu diriku Daehyun"
Daehyun tersenyum tulus pada kekasihnya "Gomawo Youngjae"
.
.
.
Hari senin waktunya Daehyun dan Youngjae kembali bekerja. Namja tan itu sedari pagi membuat Youngjae pusing saat dia sedang sibuk di dapur mulai dari meminta handuk sampai minta di pakaikan dasi, itu membuat Youngjae benar-benar kesal dengan sikap manja Daehyun yang kadang muncul tapi kekesalan namja manis itu akan segera hilang dengan rayuan maut dan sikap gentle kekasihnya
"Kau masuk duluan" ujar Youngjae saat mereka sampai di parkiran kantor
Daehyun yang tadinya sedang terfokus dengan ponselnya langsung mengangkat wajahnya dan menatap kekasihnya "Kau masih mau merahasiakan hubungan kita?"
"Dae kau tau kan kalau.." Youngjae belum selesai bicara Daehyun sudah memotongnya
"Ya aku tau dengan sangat jelas kau sudah menjelaskannya tapi kali ini tidak lagi Youngjae. Biarkan mereka bicara sesukanya jangan kau dengarkan, mereka hanya iri padamu dan jika mereka tidak suka pintu keluar kantorku terbuka lebar" ucap Daehyun dengan tegas
Namja tan itu menggenggam tangan Youngjae dan menariknya masuk bersama
"Baiklah aku mengerti Daehyun tapi lepaskan tanganku, tidak enak dilihat bawahanmu" bisik Youngjae
"Biarkan mereka melihat sayang. Mereka berhak tau siapa pilihanku" tegas Daehyun membuat Youngjae terdiam
Benar saja para pegawai di kantor Daehyun menatap ke arah mereka saat keduanya memasuki lobi terdengar bisik-bisik dari mereka membuat Youngjae menundukan kepalanya
"Angkat wajahmu sayang tunjukan pada mereka jika kau memang pantas disampingku" bisik Daehyun
Youngjae menghela nafas lalu membuangnya pelan namja manis itu mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis, dia bisa melihat ada beberapa dari mereka yang tidak suka melihat dirinya bersama dengan Boss mereka tapi ada juga yang memandang mereka dengan senyuman termasuk Sunghwa dia bisa melihat yeoja itu tersenyum senang padanya sebelum pintu lift tertutup
Daehyun membawa Youngjae ke ruangannya dulu dan memberikan air putih pada kekasihnya untuk menghilangkan kegugupannya tadi
"Tidak buruk kan? Kau hanya perlu bilang padaku jika mereka mengganggumu sayang" ujar Daehyun
"Ne gomawo Daehyun" balas Youngjae tersenyum
"Sekarang berikan aku morning kiss" pinta Daehyun
Namja manis itu tersenyum tanpa ragu maju dan melingkarkan lengannya ke pundak Daehyun tapi baru saja akan mencium bibir kekasihnya pintu ruangan Daehyun terbuka membuat keduanya saling menjauhkan diri. Daehyun mengeram melihat Himchan yang masuk seenaknya tanpa mengetuk
"Oh maaf mengganggu kalian, aku hanya ingin menyerahkan berkas-berkas ini padamu" kata Himchan dengan santainya "Silahkan dilanjutkan" lanjutnya lalu keluar
"YA KIM HIMCHAN KAU BENAR-BENAR" teriak Daehyun dalam ruangannya membuat Himchan tertawa keras diluar ruangan
"Sudahlah Daehyun" ucap Youngjae menenangkan kekasihnya
"Kenapa dia hobi sekali menggang.."
Ucapan Daehyun terpotong saat bibir Youngjae menekan bibirnya lembut, dia melumat bibir atas Daehyun membuat kekesalan kekasihnya menghilang seketika lalu tersenyum di balik ciuman mereka. Namja tan itu membalas ciuman Youngjae dengan melumat bibir bawahnya dia memeluk pinggang kekasihnya
"Hmpck enghh" tangan Daehyun mengusap pinggang ramping Youngjae lalu turun ke pantatnya
"Nghh hmpckk" desah Youngjae saat kekasihnya meremas pantatnya, namja manis itu menarik dirinya untuk menghentikan ciuman mereka sebelum Daehyun berbuat lebih
"Hahh cukup. Sekarang kita kembali bekerja" kata Youngjae
"Kenapa sekarang aku merasa kalau kau yang jadi Bossku" ujar Daehyun membuat Youngjae tertawa
"Sudah Jung Daepyonim jangan bermain-main lagi, fokuslah bekerja" Youngjae mencium pipi Daehyun lalu keluar dari ruangan itu
Setelah Youngjae keluar Daehyun duduk di kursinya dan memeriksa beberapa laporan, dia sedang fokus bekerja sampai getaran ponsel di saku celanannya mengalihkan perhatiannya dia melihat ada pesan dari Nahyun lalu membukanya
"Oppa ada namja bernama Kim Taehyun datang ke rumah"
Mata Daehyun langsung membulat dengan cepat dia berdiri lalu keluar dari ruangannya "Youngjae aku harus pulang ke rumah sekarang ada urusan penting" ujarnya pada Youngjae tanpa menunggu jawaban dia segera melangkah pergi membuat kekasihnya bertanya-tanya
"Apa yang terjadi?" batin Youngjae
.
Daehyun meninggalkan kantornya dan langsung pergi ke rumah, dia melihat mobil namja itu masih disana dengan langkah lebar dia memasuki rumahnya. Daehyun melihat bahwa appanya dan namja itu sedang bersitegang di ruang tengah
"Mau apa kau kemari?" tanya Daehyun langsung pada Taehyung dengan nada marah membuat Tuan Jung dan Nahyun menengok ke arahnya
"Sudah ku bilang kan kemarin aku ingin bagianku, bukankah aku juga anakmu Tuan Besar Jung" ujar Taehyung lalu melirik Tuan Jung membuat Daehyun mengepalkan tangannya
"Dan aku tidak datang dengan tangan kosong, aku kemari ingin menunjukkan buktinya hasil tes DNA" lanjut Taehyung sambil menyerahkan buktinya pada Daehyun
Namja tan itu mengambilnya hasil tes DNA matanya langsung membulat tidak percaya "Tidak mungkin" batinnya
Daehyun beralih kembali menatap Taehyung tajam "Apa kata-kataku waktu itu kurang jelas? Meskipun kau punya bukti tapi kau hanya anak haram. Aku tidak akan memberikanmu apapun yang kau minta, lebih baik kau pergi dari rumahku sekarang juga dan jangan pernah mencoba mengganggu keluargaku lagi" bentaknya
"Oke aku pergi tapi aku tidak akan berhenti sampai aku mendapat bagianku" ujar Taehyung lalu berjalan keluar dari rumah setelah meninggalkan sebuah surat
Daehyun mengambil surat itu lalu membacanya, itu surat yang di tinggalkan yeoja penggoda itu untuk Taehyung. Isinya tertulis jika Taehyung harus membalaskan dendamnya dan meminta harta Tuan Jung untuk dirinya tapi yang membuat Daehyun merasa aneh adalah tulisan dari surat itu terlihat seperti tulisan seorang namja dari pada yeoja
"Tidak ku sangka jika kalian benar-benar bejat, kau bahkan punya anak dengan yeoja penggoda itu?"
"Daehyun jangan percaya dengan anak itu, dia tidak mungkin anak appa dengan Minjung" ujar Tuan Jung
Daehyun menatap ayahnya tajam "Kau masih mau mengelak? Apa bukit tes DNA ini kurang, ini bahkan asli dari rumah sakit" ujarnya dingin
"Percayalah pada appa Daehyun" pinta Tuan Jung
Daehyun mendekati ayahnya dan mencengkram kerah baju Tuan Jung "Bagaimana aku bisa kau memintaku mempercayaimu jika awalnya kau sudah menghancurkannya dengan berselingkuh dengan yeoja penggoda itu dan memukuli umma di depanku sendiri?" geramnya
"Oppa apa yang kau lakukan? Lepaskan appa" ujar Nahyun mencoba melepas cengkraman Daehyun
"Daehyun-ah appa benar-benar minta maaf, appa tidak tau apa-apa lagi tentang yeoja itu setelah ummamu tiada" lirih Tuan Jung
"Aku bahkan belum bisa memaafkan kelakuanmu dulu dan sekarang kau benar-benar membuatku membencimu Jung Donghan" teriak Daehyun
"Dan lihatlah ini kelakuan namja itu tidak ada bedanya dari ibunya, dulu dia menggodamu karena kau kaya dan setelah tiadapun dia menggunakan anaknya sendiri untuk memenuhi keinginanan. Aku sungguh tidak percaya jika aku punya ayah sepertimu, kau membuat ummaku menderita hanya karena yeoja yang menginginkan hartamu saja" ucap Daehyun dingin Tuan Jung hanya menunduk dan memegangi dadanya dia tidak mampu membalas anaknya sendiri
"Oppa sudah hentikan" kata Nahyun mencoba menghentikan Daehyun karena melihat appanya mulai memegangi dada kirinya
"Aish. Urusi dia Nahyun aku masih punya urusan lebih penting" geram Daehyun lalu pergi dari rumah itu
"Daehyun tunggu dengarkan appa dulu akh" panggil Tuan Jung lalu memengangi dada kirinya
"Appa sudahlah oppa sedang emosi, biarkan dia tenang dulu" ucap Nahyun sambil menangis
"Maafkan appa Nahyun, appa mengecewakan kalian dengan perbuatanku dulu" tangis Tuan Jung
"Sudahlah appa lebih baik appa istirahat" ujar Nahyun menengkan ayahnya
.
Daehyun membawa mobilnya dia memakai earphone di telinganya dan menelpon Jongup
"Hallo Hyung" jawab Jongup
"Kim Taehyung cari tau tentang namja itu, aku menginginkan data tentangnya secepatnya" ujarnya lalu menutup telponnya tanpa menunggu balasan dari Jongup
Namja tan itu memutuskan untuk kembali ke kantor lalu segera naik ke lantai 20 sebelum masuk ke ruangannya dia sempat melihat Youngjae yang menatapnya penasaran tapi Daehyun langsung mengalihkan tatapannya. Daehyun kembali seperti saat mereka pulang dari pesta itu, dia tidak mengatakan apapun sampai mereka sampai di apartement
Youngjae mencegat Daehyun saat namja itu akan pergi ke ruang kerjanya "Ada apa? Kenapa kau diam saja dari tadi?" tanyanya
"Akan ku jelaskan nanti" jawab Daehyun
"Kenapa tidak sekarang saja Dae?"
"Youngjae jangan memaksa ku" bentak Daehyun tanpa sadar
Youngjae terkejut lalu secara perlahan dia melepaskan tangannya dari lengan Daehyun "Maaf, aku hanya ingin kau jujur padaku"
Mendengar itu Daehyun menutup matanya "Maafkan aku, aku tidak bermaksud membentakmu sayang hanya saja jangan bertanya dulu aku akan menjelaskan padamu nanti" ujarnya lalu kembali menaiki tangga ke ruang kerjanya meninggalkan Youngjae yang masih terdiam di tempatnya
Namja manis itu memutuskan untuk masuk ke kamar mereka, dia terduduk di ranjang mulai merenung "Kenapa Daehyun? Apa kau masih belum mempercayaiku?" tanya entah pada siapa
.
.
.
TBC
