BOSS
...
Main Cast:
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
...
Other Cast:
Kim Himchan
Bang Yongguk
Moon Jongup
Kim Taehyung (BTS)
Nahyun (Sonamoo)
...
Rated M
...
#Banyak typo
...
-Happy Reading-
...
"Kenapa Daehyun? Apa kau masih belum mempercayaiku?" tanya entah pada siapa
Youngjae memutuskan mandi dan menunggu Daehyun tapi hingga jam 11 malam kekasihnya itu belum kembali juga, lama dia menunggu akhirnya namja manis itu tertidur sambil duduk di ranjang. Daehyun kembali ke kamar saat jam menunjukan setengah satu malam, dia terkejut melihat kekasihnya tidur dengan posisi tidak nyaman namja tan itu dengan pelan merubah posisi tidur Youngjae
"Maaf sayang, aku belum siap menceritakan semua masalahku padamu"
.
Keesokkan paginya Daehyun menatap kekasihnya dengan tatapan bersalah, dia menjadi gusar sendiri dari apartement hingga sampai di kantor Youngjae diam dan enggan menatapnya
"Ini berkas yang perlu anda tanda tangani Daepyonim" kata Youngjae tanpa menatap Daehyun, namja tan itu menanda tangani berkas tersebut dan memberikannya kembali pada Youngjae
"Tunggu Jae" tahan Daehyun saat melihat kekasihnya itu akan pergi, Youngjae berhenti tapi tetap diam. Daehyun memegang kedua pundak Youngjae membuat namja manis itu menatapnya
"Maafkan aku sayang. Kumohon mengertilah aku belum siap menceritakan apa yang terjadi" bujuk Daehyun
"Sampai kapan kau akan terus menutup dirimu Daehyun?"
"Beri aku waktu Jae, setiap aku mencoba terbuka luka lama yang kupendam kembali terbuka. Bersabarlah aku pasti akan jujur padamu" ujar Daehyun mencoba meyakinkan Youngjae
"Aku akan mencobanya Daehyun. aku siap mendengarkanmu"
Daehyun tersenyum lalu memeluk Youngjae "Gomawo sayang dan maaf kemarin aku membentakmu"
"Gwenchana tapi jangan ulangi lagi" balas Youngjae
"Aku janji sayang. Kita makan siang di tempat biasa ya" bujuk Daehyun
Youngjae mengangguk "Boleh sudah lama aku tidak makan disana, aku ingin mencoba makanan kesukaanmu" serunya ceria
Daehyun tersenyum melihat raut cerianya kekasihnya "Kalau begitu ayo aku sudah lapar" ajaknya
Mereka makan penuh canda tawa dan godaan dari Daehyun untuk Youngjae membuat wajah namja manis itu bersemu merah tidak sesekali keduanya saling menyuapi makanan hingga habis
"Aku kenyang sekali" ujar Youngjae membuat Daehyun tertawa
"Tentu saja kau bahkan menghabiskan 2 porsi" ejek Daehyun
"Itu karena aku lapar" ujar Youngjae sambil mengerutkan bibirnya membuat kekasihnya tertawa
"Kita kembali sekarang?"
"Ayo pekerjaanmu masih banyak" ujar Youngjae
Daehyun pergi membayar makanan mereka lalu menarik Youngjae keluar, mereka berjalan ke mobil tapi terhenti saat mendengar seseorang memanggil mereka
"Dae oppa" teriak Nahyun sambil melambaikan tangan
"Anak itu tidak kuliah lagi?" guman Daehyun saat melihat adiknya mendekat
"Mungkin saja sudah selesai" ujar Youngjae kembali menatap ke arah Nahyun yang sedang menyebrang jalan, mata Youngjae membulat saat melihat ada mobil yang berjalan cepat ke arah Nahyun
"Nahyun-ah awas"
"Aaaakkk"
Brakk
"NAHYUN" Daehyun berlari saat melihat tubuh penuh darah adiknya terbaring di aspal
"O-oppa" suara Nahyun terdengar lemah
"Nahyun-ah bertahanlah" panik Daehyun sambil memangku kepala Nahyun
"A-aku akan menelpon ambulans" ujar Youngjae lalu mencoba menelpon ambulan dengan tangan yang gemetaran, tidak lama ambulans yang di telponnya datang mereka langsung mengangkut Nahyun dan membawanya ke rumah sakit
Saat sampai Dokter Choi langsung membawa Nahyun ke UGD dan menanganginya sementara Youngjae duduk di ruang tunggu menemani Daehyun yang sedang kalut. Mata namja tan itu memerah keringat dingin terus bercucuran dari keningnya tangan dan kemejanya penuh darah Nahyun
Youngjae menggengam tangan Daehyun mencoba menenagkannya, namja tan itu menoleh dan meremas tangan Youngjae "Tenanglah aku yakin Nahyun akan baik-baik saja. aku ada disini menemanimu" Daehyun hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun
"Daehyun. Bagaimana dengan Nahyun?" tanya Tuan Jung yang baru saja tiba bersamaan dengan Yongguk, Minwoo dan Jongup
"Aku tidak tau, Dokter Choi sedang menanganinya di dalam" jawab Daehyun dengan pelan
Tuan Jung duduk di samping Daehyun yang sedang menutup mata mencoba menenangkan dirinya sendiri. 2 jam kemudian Dokter Choi keluar dari ruang operasi, Daehyun dan ayahnya langsung berdiri
"Bagaimana dengan anakku?"
"Tenanglah Tuan Jung. Nahyun sudah melewati masa kritisnya" jawab Dokter Choi
"Dia tidak luka parahkan?" tanya Daehyun
"Kepalanya terbentur cukup keras kami akan segera melakukan penanganan lebih lanjut untuk mengetahui jika ada pendarahan dalam atau tidak tapi kaki kirinya patah, setelah keadaan Nahyun pulih nanti kami menganjurkannya ikut terapi" jelas Dokter Choi membuat ayah dan anak itu sedikit lega "Nahyun akan segera di pindahkan ke ruang vip" lanjutnya
"Gomawo ahjussi, tolong tangani Nahyun sebaik mungkin" pinta Daehyun
"Tentu Daehyun-ah. Kalau begitu aku permisi dulu" pamit Dokter Choi
Daehyun, Youngjae, Tuan Jung berserta yang lainnya pergi ke ruang vip untuk melihat keadaan Nahyun yang masih melemah. Tuan Jung langsung duduk di samping Nahyun dan memegang tangan putrinya erat
"Daehyun apa kau melihat ciri-ciri mobil yang menabrak Nahyun?" tanya Minwoo
"Aku tidak sempat melihatnya karena terlalu panik dengan keadaan Nahyun ahjussi" jawab Daehyun
"Aku akan menyeledikinya dan mengitrogasi para saksi" tanggap Yongguk
Daehyun mengangguk lalu menatap Youngjae yang terlihat kelelahan "Jae pulanglah Jongup akan mengantarmu" ujarnya
"Tapi aku ingin menemanimu disini"
"Tidak perlu. Ada appa, Yongguk Hyung dan Minwoo ahjussi disini" ujar Daehyun
"Kau yakin?" tanya Youngjae
"Ne"
"Ya sudah, kabari aku jika ada apa-apa" balas Youngjae
Daehyun tersenyum tipis lalu menatap Jongup "Antarkan Youngjae pulang ke apartement setelah itu kembalilah kemari"
"Baik Hyung" jawab Jongup lalu berjalan keluar bersama Youngjae
Dokter Choi datang ke ruangan Nahyun untuk mengontrolnya, dia memberikan paper bag pada Daehyun setelah memeriksa Nahyun
"Apa ini?" tanya Daehyun
"Kemejaku kebetulan aku sering menyiapkan kemeja lebih di ruanganku, ku rasa kau perlu mengganti" jawab Dokter Choi, dia melirik kemeja Daehyun yang penuh darah
Namja tan itu mengangguk lalu pergi ke kamar mandi dan menggantinya. Setelah mengganti kemejannya dia melihat tangan dan kemejanya masih ada bekas darah Nahyun, dengan gemetaran dia mencuci tangannya sampai bersih "Aku akan mencaritahu siapa yang melakukan ini Nahyun-ah"
Drrt..drrt..
Ponsel Daehyun bergertar tanda telpon masuk, dia melihat nomor tidak dikenal menelpon dirinya tanpa menunggu lama dia mengangkatnya
"Hallo?"
"Hallo Hyung. Kau tidak melupakanku kan?" balas seseorang
"Siapa?" Daehyun mengerutkan alisnya
"Kim Taehyung. Jangan bilang kau melupakan adikmu ini"
Ekspresi Daehyun berubah rahangnya mengeras "Dari mana kau tau nomor telponku?" dia mendengar Taehyung tertawa di telpon
"Jangankan nomor telpon, aku tau apapun tentang dirimu Hyung"
"Jangan membuang waktuku, katakan mau apa kau menelponku aku sedang sibuk.."
"Sibuk mengurusi adik perempuanmu yang baru saja kecelakaan?" ujar Taehyung
Daehyun mengeratkan genggaman tangannya "Kau.."
"Tenang Hyung, dia tidak akan apa-apa itu hanya benturan kecil dan kakinya juga akan sembuh"
"Brengsek. Jadi kau yang menabrak adikku?"
"Ne, makanya Hyung bilang pada appaku yang tersayang serahkan bagianku dengan begitu aku akan membuat kalian hidup tenang" ujar Taehyun dengan tawa mengejek
"Aku yang akan membuat hidupmu tidak tenang dan menjadi berantakan sialan. Tunggu saja" tanpa menunggu balasan dari Taehyung, dia langsung menutup telponnya dan keluar dari kamar mandi
Daehyun berjalan mendekati ayahnya dengan keadaan marah lalu menarik kerah baju Tuan Jung membuat semua yang ada disana terkejut, termasuk Jongup yang baru saja kembali
"Daehyun k-kau kenapa?" tanya Tuan Jung
"Ternyata anakmu dan yeoja sialan itu yang melakukan ini, dia yang menabrak Nahyun" bentak Daehyun
"M-Mwo? Tidak mungkin" ujar Tuan Jung
Daehyun semakin mengeratkan cengkraman di kerah ayahnya "Jangan mengelak dia sendiri yang mengatakannya padaku lewat telpon tadi. Apa dulu ummaku tidak cukup hingga sekarang kalian mencoba melukai adikku juga"
"Daehyun appa tidak pernah ingin menyakiti ummamu dulu apalagi Nahyun" kata Tuan Jung nafasnya mulai sesak
"Daehyun lepaskan appamu, kau membuatnya sesak napas" Minwoo mencoba melepas cengkraman Daehyun, namja tan itu menurut dan melepasnya
"Lacak nomornya. Dia belum lama menghubungiku" Daehyun menyerahkan ponselnya pada Yongguk lalu kembali manatap ayahnya dengan tatapan menusuk "Jika terjadi sesuatu pada Nahyun maka aku benar-benar tidak akan mengampunimu Jung Donghan" setelah mengatakan itu Daehyun keluar dari kamar inap Nahyun dengan keadaan marah
"Ikuti dia Jongup-ah" pinta Yongguk langsung di turutinya
Jongup segera lari memasuki mobilnya setelah melihat Daehyun baru saja memasuki mobilnya dan membawanya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia terus mengikuti kemana Hyungnya itu pergi tidak lama mobil Daehyun berhenti di depan club malam, namja tan itu masuk ke dalam club tersebut dan duduk di bar dan memesan beberapa minuman
"Hyung kenapa kau disini? Ayo pulang" ujar Jongup berusaha menarik Daehyun keluar
"Lepaskan aku dan pergilah dari sini" ujar Daehyun dengan nada dingin lalu meneguk minumannya
Akhirnya Jongup hanya diam di tempatnya dia ingin berjaga-jaga semoga Hyungnya ini bertindak yang tidak-tidak. Beberapa yeoja datang mencoba menggoda Daehyun tapi namja tan itu membentaknya dan mendorongnya menjauh
"Jung Donghan kau benar-benar brengsek" maki Daehyun
Namja tan itu sudah mabuk berat setelah menghabiskan 5 botol minuman, dia ingin memesan minuman lagi tapi kemudian Jongup menghentikannya
"Sudah cukup Hyung, kau sudah mabuk lebih baik kita pulang" kata Jongup lalu berusaha menarik paksa Daehyun keluar setelah membayar minuman
Jongup mengantar Daehyun yang mabuk berat pulang ke apartementnya. Youngjae terkejut saat membuka pintu dia melihat Jongup yang sedang menompang tubuh Daehyun, namja manis itu membantu Jongup membawa kekasihnya masuk ke kamar
"Dia mabuk?" tanya Youngjae saat mencium aroma alkohol yang pekat dari mulut kekasihnya
"Iya Hyung, dia marah pada Tuan Jung setelah mendapat telpon dari namja bernama Kim Taehyung. Aku terus mengikutinya hingga mobilnya berhenti di club malam" jelas Jongup
"Mwo? Club?" mata Youngjae membulat karena terkejut
"Jangan khawatir Hyung, dia hanya minum dan aku bersamanya sejak awal dia datang sampai menariknya pulang kemari" jelas Jongup membuat Youngjae lega
"Baiklah. Kalau begitu kau boleh pulang biar aku yang mengurusnya"
"Kau yakin Hyung?" tanya Jongup ragu
"Ya aku yakin. Gomawo sudah menemaninya"
Jongup mengangguk "Aku pergi dulu Hyung, kalau ada apa-apa hubungi aku" pamitnya lalu keluar kamar
...
Warning NC (Mengandung kekerasan)
...
Setelah Jongup pergi Youngjae mulai membuka sepatu dan kemeja Daehyun yang basah bermaksud untuk menggantinya tapi baru kancing ke tiga terbuka namja tan itu menarik tangannya dan membantingnya ke ranjang
"Aggh Daehyun" jerit Youngjae terkejut dengan ulah kekasihnya, dia menatap mata Daehyun yang penuh dengan emosi membuatnya takut belum pernah dia melihat kekasihnya seperti ini. tidak lama kemudian Daehyun menciumnya dengan kasar
"Emmpp lepasshh Daemmpt" Youngjae mendorong dan memukul dada Daehyun berusaha melepas ciuman kasar kekasihnya. Youngjae terus berontak apalagi tangan Daehyun mulai membelai tubuhnya, dia mendorong dada Daehyun mencoba menghentikannya
"Diam jalang atau aku akan berbuat lebih kasar lagi" bentak Daehyun
Youngjae terkejut dan terdiam karena bentakan Daehyun belum lagi panggilan namja tan itu, seketika air matanya keluar dia tidak percaya kekasihnya bisa seperti ini. Daehyun mengambil membuka ikat pinggangnya lalu mengikat kedua tangannya ke atas dan mengikatnya di tiang ujung ranjang, dia merobek baju yang di pakai Youngjae kemudian membuka celananya
"Hikss Daehyun hentikan hiks" Youngjae menangis dia berharap kekasihnya akan berhenti
"Jangan menangis kau hanya perlu mendesah slut" bentak Daehyun
Namja tan itu mengigit leher jenjangnya tangannya mencubit dan memainkan nipple Youngjae hingga menegang, sedangkan tangannya yang lain membelai junior namja manis itu dan mengocoknya cepat
"Akhh hikss jangan Daehyun kumohon hiks hentikan.." teriak frustasi Youngjae, dia tidak bisa bergerak karena ikatan di kedua tangannya
Bukannya berhenti namja tan itu malah membungkam bibir Youngjae dan menciumya kasar, dia bahkan menggigit keras bibir kekasihnya hingga berdarah membuat mulutnya terbuka. Tangannya yang tadi di nipple Youngjae pindah ke hole namja manis itu tanpa aba-aba Daehyun langsung memasukan dua jarinya ke dalam membuat kekasihnya berteriak kesakitan tangisan Youngjae semakin menjadi. Jari-jari Daehyun mulai keluar masuk dengan cepat sedangkan tangannya yang lain ikut mengocok junior Youngjae
"Hiks akhh sakit Daehyun akh berhenti hikss" pinta Youngjae saat ciuman mereka terlepas, dia meremas tangannya sendiri dan mencoba melepas ikatan di tangannya
Daehyun berhenti lalu melepas junior dan mengeluarkan jari-jarinya dari hole Youngjae, dengan cepat dia membuka baju dan celananya hingga telanjang seperti kekasihnya. Dia mempersiapkan juniornya dan langsung memasuki hole Youngjae secara kering
"AKHHH SAKIT" teriak Youngjae holenya terasa robek dan mungkin saja berdarah karena junior besar Daehyun yang masuk sekali hentak dengan kering
Namja tan itu mencengkram dagu Youngjae dan membentaknya "Diam jangan menbuatku semakin marah. Kau hanya perlu mendesah"
Daehyun mulai menggerakan juniornya keluar masuk dengan cepat tanpa peduli dengan ringisan dan teriakan kesakitan Youngjae, dia meremas pinggang namja manis itu kuat mungkin besok pagi akan membiru lalu menghentak juniornya semakin dalam menyentuk spot kekasihnya
"Akh akh ku-kumohon berhenti hiks sa-sakith" Youngjae mendesah sakit, air matanya kembali keluar tanpa diminta
"Shh sempit sekali ahh" desah Daehyun
Namja tan itu memeluk tubuh Youngjae bibirnya menciumi leher dan bahunya membuat tanda merah keunguan, pinggulnya terus bergerak secara cepat dan kasar membuat kekasihnya terhentak-hentak. Setelah bosan dia menegakkan badannya sebelah tangannya mencekik leher Youngjae hingga membuat kepala namja manis semakin terbenam ke dalam bantal dengan mulut terbuka dan mengeluarkan desahan kesakitan
"Akh akuhh hahh inginh keluarr akh" Daehyun mengocok junior Youngjae cepat lalu menghentakan dirinya semakin keras dan cepat
"AKHH AHHHH" teriak Youngjae cairannya mengotori perutnya dan perut Daehyun sangat banyak
Namja tan itu membalikkan tubuhnya membuat kekasihnya menungging "Terus mendesah buat aku puas dengan hole sempitmu jalang" ujarnya lalu mulai bergerak kembali tanpa menunggu Youngjae siap
"Nghh pelankan akh kumohon ini sakith" Youngjae merintih masih kesakitan lalu mengigit bibir bawahnya, tangan Daehyun meremas pundak Youngjae dan mengentak miliknya semakin dalam
"Eungh akh Daehh akhh sakithh"
Merasa tidak puas Daehyun membuka ikatan tangan Youngjae lalu menarik lengan namja manis itu ke belakang membuat tubuhnya sedikit melayang di atas ranjang, gerakannya semakin cepat dan tidak karuan
"Akh hahh ahhh akhhh Daehyunhhh" desah Youngjae, dia mulai kembali merasa sakit di lengannya karena remasan tangan kekasihnya
"Holemu nikmat sekalih ohh" desah Daehyun lalu mengadahkan kepalanya karena remasan hole Youngjae, juniornya semakin membesar sebentar lagi dia akan keluar
"Akhu akanh hahh keluarr aahhhh"
"Aku juga shh ohh"
"DAEHYUN/AAHHHH" desah keduanya saat klimaks, mereka langsung ambruk ke ranjang dengan posisi Daehyun menindih Youngjae
"Daehyun kau berat" ujar Youngjae dengan suara serak, namja tan itu melepas tautan mereka lalu bangun dan memutar tubuh Youngjae mengadapnya
"Ahh Daehyun hentikan aku lelah, holeku sakit" Youngjae membuka matanya dan mencoba menghentikan kekasihnya saat melihat Daehyun mencoba memasukan miliknya yang masih menegang ke dalam holenya lagi
"Jangan memerintahku slut. Diam dan puaskan aku" marah Daehyun lalu kembali memasukan juniornya. Namja tan itu belum puas dengan permainannya tadi, Daehyun melebarkan kaki Youngjae dan kembali bergerak keluar masuk dengan cepat dia melakukannya dengan berbagai macam gaya sampai Youngjae keluar berkali-kali hingga membuatnya lemas dan pingsan karena kelelahan
.
Youngjae terbangun saat alarmnya berbunyi dia merasa kesakitan di seluruh badannya terlebih rasa ngilu di holenya, namja manis itu melihat kekasihnya masih tertidur pulas dengan pelan dia mencoba bangun dan berjalan ke kamar mandi
Saat masuk dia melihat dirinya di pantulan cermin kamar mandi air matanya turun saat melihat leher bahu dan dada yang dipenuhi oleh kissmark Daehyun, belum lagi tanda lebam kebiruan di pergelangan tangannya kerena ikatan dasi Daehyun dan juga bahu lengan dan pinggang akibat cengkraman dari kekasihnya
"Kenapa kau seperti ini? Kau tidak seperti Daehyun yang aku kenali" lirihnya lalu menghapus air matanya
Youngjae mulai menyalakan keran shower dan mulai membersihkan dirinya dengan pelan, setelah selesai dia mengambil sweater dan celana panjang lalu memakainya. Youngjae keluar kamar dan membuat teh hangat untuknya, dia sedikit meringis saat mendudukan dirinya di kursi pantry tidak lama kemudian Lee ahjumah datang
"Youngjae kau kenapa?" tanya Lee ahjumah saat melihat mata namja manis itu bengkak, bibir yang terluka dan beberapa kissmark di lehernya
"A-aku tidak apa ahjumah" jawab Youngjae dengan suara serak, dia berusaha menaikan sweaternya
"Jangan berbohong. Daehyun yang melakukan ini kan?"
"Ahjumah aku sungguh tidak apa. Jangan bertanya apa-apa pada Daehyun tentang ini" pinta Youngjae
Lee ahjumah menghela nafas lalu membuangnya pelan "Aku akan mengobatimu, tunggu disini"
Youngjae menurut dan menunggu ahjumah mengambil kotak obat dengan pelan yeoja paruh baya itu mengobatinya luka di bibirnya "Aku lupa memberitahumu jika Daehyun bisa berbuat kasar seperti ini jika sedang kalut ataupun marah, aku seharusnya memperingatkanmu dari awal. Maafkan aku Youngjae" sesal Lee ahjumah
"Tidak apa ahjumah, ini bukan salahmu" balas Youngjae dia sesekali meringis saat obat itu mengenai lukannya
.
Di kamar Daehyun mulai terbangun namja tan itu memegangi kepalanya yang sakit, dia terkejut melihat dirinya yang telanjang saat terduduk. Daehyun mencoba mengingat apa yang terjadi semalam dia terkejut matanya melirik sekitar dan melihat baju Youngjae yang robek, dasi yang masih terikat di tiang ranjang serta ada bercak darah di sepreinya
"Apa yang sudah ku lakukan. Sial"
Dengan cepat Daehyun bangun dan memakai celananya, dia keluar kamar dan mencari Youngjae. namja tan itu melihat kekasihnya sedang di obati oleh Lee ahjumah di dapur
"Y-Youngjae" panggilnya
Youngjae dan Lee ahjumah sama-sama menengok ke arahnya dengan bermacam ekspresi, Lee ahjumah menatapnya tajam sementara Daehyun terkejut melihat penampilan kekasihnya dengan luka di bibir dan kissmark di leher
"Aku melakukan ini semalam? Kau brengsek Jung Daehyun" batin Daehyun
"Lihat yang kau lakukan pada Youngjae. Kau menyakitinya Daehyun" marah Lee ahjumah, Youngjae berusaha manahan ahjumah yang marah
"Ma-maafkan aku" Daehyun menundukkan kepalanya, dia tidak sanggup melihat keadaan kekasihnya
Youngjae tersenyum tipis saat melihat penyesalan di mata Daehyun "Semalam itu bukan dirinya" batinnya. Namja manis itu berdiri dan menarik tangan Daehyun menuju kamar tamu, dia perlu bicara berdua dengan kekasihnya
"Youngjae-ah" panggil Daehyun saat melihat Youngjae menutup pintu kamar
"Duduklah kita perlu bicara berdua" pinta Youngjae lalu mendudukan Daehyun di ranjang, namja tan itu menurut "Apa yang terjadi denganmu semalam Daehyun? Kau memperlakukanku seperti orang asing" tanyanya
"Maafkan aku"
"Aku tidak ingin mendengar maafmu. Aku ingin penjelasanmu"
Daehyun menutup matanya dan membukanya lagi, dia menatap Youngjae dengan tatapan penyesalan "Akhir-akhir ini ada namja yang mengikutiku, aku sempat bertanya apa maunya dia mengaku sebagai anak dari hasil hubungan gelap appaku dengan sekertarisnya dan meminta sebagian harta appa. Kecelakaan Nahyun kemarin adalah ulahnya agar aku mau membujuk appa untuk menyerahkan hartanya aku marah pada appa kerena dia yang menyebabkan semua ini terjadi dan.."
"Dan kau pergi mabuk-mabukkan di club?" sambung Youngjae
Daehyun menunduk "Maaf aku kalut. Seharusnya aku pulang lalu menceritakan padamu bukannya minum-minum dan memaksamu seperti semalam.. maafkan aku Jae" ujar Daehyun air matanya mulai keluar, dia pernah berjanji tidak akan menyakiti orang yang dicintainya tapi apa dia melanggar janjinya sendiri
Youngjae mendekat dan memeluk Daehyun yang duduk di pinggir ranjang, dia tidak menyangka kalau Daehyun yang keras bisa menangis hatinya sakit melihat kekasihnya mengeluarkan air mata. Namja manis itu mengelus kepala belakang kekasihnya lembut mencoba menenangkannya
"Youngjae kemasi barang-barangmu dan kembalilah ke busan" ujar Daehyun membuat Youngjae terkejut dia melepaskan pelukan mereka
"Mwo? Kau ingin aku pergi?" tanya Youngjae tidak percaya
"Untuk sementara menjauhlah dariku, aku takut menyakitimu jika kau berada di dekatku"
"Kau sudah menyakitiku semalam dan kau ingin lari begitu saja?"
"Hanya sampai masalah ini selesai Jae. Kau sudah lihat sendiri bagaimana diriku semalam, aku bahkan tidak bisa mengontrol emosiku" lirih Daehyun
"Apa kau pikir dengan menyuruh diriku pulang akan membuatku baik-baik saja? Tidak Daehyun hati dan pikiranku akan terus mengkhawatirkan dirimu disini, jika yang kau takutkan adalah emosimu maka kau membutuhkan aku untuk itu. Kita bisa menghadapinya bersama-sama" jelas Youngjae
"Tapi Jae aku.."
"Aku mencintaimu Daehyun" kata Youngjae dengan penuh penekanan memotong ucapan Daehyun
"Kau.. apa?" Daehyun membulatkan matanya terkejut "Aku tidak salah dengarkan?" batinnya
"Aku mencintaimu Jung Daehyun" ucap Youngjae lagi lalu mencium bibir tebal Daehyun
.
.
.
TBC
