BOSS

...

Main Cast:

Jung Daehyun

Yoo Youngjae

...

Other Cast:

Kim Himchan

Bang Yongguk

Moon Jongup

Kim Taehyung (BTS)

Nahyun (Sonamoo)

...

Rated M

...

#Banyak typo

...

-Happy Reading-

...

"Aku mencintaimu Jung Daehyun" ucap Youngjae lagi lalu mencium bibir tebal Daehyun

Youngjae menyesap bibir kekasihnya lembut dan menutup matanya, namja tan itu ikut menutup matanya saat melihat kekasihnya menutup matanya dia merasakan ciuman lembut dan penuh perasaan dari kekasihnya lalu memeluk pinggang Youngjae. Mereka mulai saling melumat bibir masing-masing, tangan Youngjae menekan tengkuk Daehyun semakin memperdalam cuman mereka

Merasa cukup Youngjae melepaskan ciuman "Jangan minta aku menjauhi darimu lagi aku tidak sanggup melakukannya, biarkan aku berada disisimu dan menjadi sandaranmu Daehyun" pinta Youngjae menatap lurus ke dalam mata Daehyun

"Tidak akan" ujar Daehyun lalu menangkup pipi Youngjae dan mengecup bibirnya

Cup

"Maaf karena sudah menyakitimu"

Cup

"Maaf karena sudah memintamu menjauh dariku"

Cup

"Maaf karena selalu menyembunyikan masalahku"

Cup

"Dan maaf belum benar-benar sepenuhnya terbuka padamu, aku janji mulai hari ini aku akan menceritakannya padamu" kata Daehyun lalu mencium lama bibir kekasihnya

Youngjae memeluk Daehyun "Aku sudah memaafkanmu. Lupakan yang semalam anggap saja itu pelajaran untukmu agar tidak mabuk-mabukkan lagi" ucapnya dengan senyuman manis

"Tidak akan lagi" balas Daehyun

"Istirahatlah hari ini jangan ke kantor dulu ne" ujar Youngjae dengan nada membujuk

"Tapi aku ad..."

"Aku tidak ingin kau membantahku Daehyun, untuk hari ini aku akan menjadi Bossmu"

"Baiklah jika Bossku ini yang memaksa maka aku harus menurutinya"

Daehyun melepas pelukan mereka dan menatap Youngjae "Aku membuatmu terluka kan semalam?" tanyanya tadi dia melihat saat berjalan kekasihnya sesekali meringis

"Aku tidak apa Daehyun" jawab Youngjae

"Jangan bilang kau tidak apa-apa. Jelas semalam aku berbuat kasar padamu dan tadi aku melihat ada bercak darah di sprei. Biarkan aku melihatnya" Daehyun mengangkat lengan sweater Youngjae dan melihat ada tanda membiru di kedua pergelangannya lalu mengecupnya

"Dimana lagi?" tanya Daehyun

Youngjae menurunkan sweater di pundaknya, Daehyun sedikit meringis melihatnya lalu langsung mengecup pundak kekasihnya. Youngjae tersenyum saat dia melihat tatapan lembut Daehyun, dia mengangkat kedua lengan sweaternya namja tan itu kembali mengecup kedua lengannya

"Lagi" ujar Youngjae lalu mengangkat sweaternya ke atas memperlihatkan pinggangnya. Kekasihnya itu berlutut dan melakukan hal serupa dengan yang lainnya

Daehyun kembali berdiri "Maafkan aku sayang" sesalnya

Youngjae menggeleng "Jangan minta maaf lagi, sakitku sudah hilang saat kau mengecupnya tadi dan aku rela menjadi pelampiasanmu dari pada dirimu menyentuh jalang diluar sana" katanya sambil menangkup kedua pipi Daehyun "Sekarang ayo tidur kau masih butuh istirahat" namja manis itu menuntun kekasihnya tidur di ranjang kamar tamu

"Peluk aku Jae" pinta Daehyun

"Ish kau manja sekali tidak ada bedanya dengan Nahyun" cibir Youngjae

"Jangan samakan aku dengan anak kecil itu"

"Nyatanya kalian berdua sama-sama masih kekanak-kanakkan. Ku rasa kau salah memasukan umurmu di id cardmu" ejek Youngjae

"Ish jangan banyak bicara bukankah kau menyuruhku tidur tadi, sekarang biarkan aku tidur" namja tan itu mulai kesal karena ejekkan kekasihnya

"Heol. Namja ini benar-benar" batin Youngjae. Dia diam tidak membalas ucapan kekasihnya membiarkan Daehyun tidur, tidak lama kemudian dia ikut tertidur

.

Jam 12 siang Daehyun terbangun dia tersenyum saat melirik kekasihnya yang masih tertidur. Namja tan itu bangun dan berjalan ke kamarnya untuk mandi, setelah mandi dia menelpon Dokter Choi untuk datang memeriksa Youngjae

"Ahjumah" panggil Daehyun pada Lee ahjumah yang duduk di ruang tengah

"Ada apa? Youngjae baik-baik saja kan?" tanya Lee ahjumah khawatir

"Dia bilang baik tapi aku memanggil Dokter Choi kemari untuk memeriksanya. Bisa buatkan Youngjae makan siang, aku yakin dia belum sempat makan tadi"

"Aku akan membuatnya. Daehyun-ah jangan menyakiti Youngjae lagi jika kau benar-benar mencintainya"

"Aku mengerti ahjumah. Gomawo" sahut Daehyun lalu pergi ke kamarnya yang sangat berantakan untuk merapikannya lagi. Setelah itu dia kembali ke kamar tamu dan membangunkan Youngjae

"Sayang bangun" ujar Daehyun lalu mengelus lembut pipi kekasihnya

"Engg" Youngjae menerjapkan matanya lalu membukanya perlahan "Jam berapa ini?" tanyanya

"Setengah satu siang" jawab Daehyun lalu membantu Youngjae duduk, dia bisa mendengar kekasihnya meringis pelan

Tok..tok..tok

"Daehyun. Dokter Choi sudah datang" kata Lee ahjumah

"Tunggu sebentar aku akan keluar" sahut Daehyun lalu menatap kekasihnya

Youngjae menatapnya dengan tatapan bertanya "Kau memanggil dokter kemari?"

"Ya. Aku ingin dia memeriksamu"

"Aku tidak apa-apa Daehyun"

"Tolong jangan mengatakan itu jelas-jelas aku bisa mendengarmu meringis tadi. Dengarkan aku kali ini dan biarkan Dokter Choi memeriksamu dengan begitu penyesalanku akan sedikit berkurang Jae" pinta Daehyun

Youngjae membuang nafas pelan "Baiklah jika itu bisa membuatmu tenang, aku mau di periksa"

"Gomawo.. aku akan memanggil Dokter Choi masuk"

Daehyun keluar sebentar memanggil Dokter Choi, kemudian mereka masuk bersama ke kamar "Annyeong Youngjae-ssi" sapa Dokter Choi

"Annyeong dokter" balasnya

"Ayo aku akan mulai memeriksamu" ujar Dokter Choi

Youngjae menatap Daehyun yang bersandar di samping pintu "Dae bisa keluar sebentar" pintanya, dia tidak ingin membuat kekasihnya semakin merasa bersalah nanti

Daehyun mengangguk lalu membuka pintu "Panggil aku jika sudah selesai"

Setelah Daehyun keluar Dokter Choi memeriksa Youngjae, namja paruh baya itu meringis melihat tubuh Youngjae yang penuh kissmark dan lebam membiru belum lagi holenya sedikit robek

"Anak itu brengsek sekali" ujar Dokter Choi setelah mengobati Youngjae

"Jangan katakan itu dokter, dia melakukannya secara tidak sadar" ucap Youngjae

Dokter Choi menatapnya "Kau sungguh baik Youngjae bahkan namja itu telah menyakitimu hingga seperti ini tapi kau tetap membelanya. Daehyun sungguh beruntung memilikimu" ujarnya membuat Youngjae tersenyum

"Aku sudah selesai memeriksamu, kau harus banyak istirahat sampai lukamu sembuh" Dokter Choi keluar kamar dan menemui Daehyun di ruang tengah

"Bagaimana keadaan Youngjae Samchon?" tanya Daehyun

"Lebam di sekitar tubuhnya belum lagi holenya sedikit robek. Kau bejat sekali Jung Daehyun" geram Dokter Choi. Daehyun hanya bisa menunduk mendengar itu perasaan bersalah kembali menyelimuti dirinya

"Jika aku menjadi dirinya aku tidak akan segan meninggalkanmu tapi Youngjae punya hati yang baik dia bahkan langsung memaafkan dirimu. Jika kau benar-benar tulus mencintainya maka jagalah dia jangan mengulangi ini lagi Daehyun"

"Aku mengerti Samchon. Gomawo"

"Sama-sama. Ini obatnya pastikan dia meminumnya secara teratur dan oleskan ini pada luka di holenya" ujar dokter Choi, namja tan itu menerima obat-obat Youngjae dan mengangguk mengerti

"Bagaimana dengan Nahyun?" tanya Daehyun

"Nahyun sudah sadar saat aku kemari dan tidak ada pendarahan di kepalanya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan" jelas Dokter Choi

"Aku akan datang setelah mengurusi Youngjae dulu" Daehyun mengantar Dokter Choi keluar dari apartementnya lalu menghampri Lee ahjumah yang sedang mengatur makanan untuk Youngjae di nampan "Biar aku yang bawa ahjumah" ujarnya

"Pastikan dia menghabiskan makanannya Dae" pinta Lee ahjumah

Daehyun masuk ke kamar dan membantu Youngjae duduk "Ayo makan kau belum makan dari pagi"

Youngjae mengangguk lalu mencoba mengambil alih nampan di tangan Daehyun tapi di halangi namja tan itu "Biar aku yang menyuapimu sayang" ujarnya dengan senyum, Youngjae membalas senyuman itu lalu menerima suapan kekasihnya

"Kau sudah makan?" tanya Youngjae dengan mulut penuh makanan

Daehyun tertawa melihat tingkah lucu kekasihnya "Telan dulu makanannya sayang, kau bisa tersedak nanti"

Namja manis itu menurut dan menelan makanannya "Kau sudah makan?" ulangnya

"Setelah kau habiskan ini baru aka akan makan" jawab Daehyun lalu kembali menyuapi Youngjae tapi namja manis itu menggeleng dia mengambil sendoknya lalu mencoba menyuapi Daehyun

"Makan bersama denganku, aku yakin kau tidak akan makan setelah ini" pinta Youngjae lalu menyuruh Daehyun membuka mulutnya, namja tan itu menurut dan memakan suapan kekasihnya. Mereka berdua saling menyuapi satu sama lain hingga makanannya habis tidap tersisa

"Sekarang minum obatmu" ujar Daehyun menyerahkan obat itu pada Youngjae

Youngjae melengkukan bibirnya ke bawah "Aku benci minum obat"

"Jae kau harus tetap meminumnya" pinta Daehyun dengan lembut membuat kekasihnya menelan semua obat itu sampai habis

"Sudahkan"

Daehyun tersenyum lalu mengusap kepala Youngjae "Kau ingin tidur lagi?" tanyanya

"Tidak, aku ingin mengobrol dengan dirimu. Kemarilah" ujar Youngjae lalu menggeser badannya memberi Daehyun tempat, namja tan itu menurut dan duduk bersandar di ranjang

"Bagaimana keadaan Nahyun?"

"Dokter Choi bilang dia sudah sadar tadi pagi"

"Aku ingin menjenguknya"

"Setelah kau sembuh aku akan mengantarmu menjenguk Nahyun" Youngjae mengangguk setelah mendengar jawaban Daehyun

"Dae boleh aku bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengan kedua orang tuamu?" tanya Youngjae hati-hati. Namja tan itu terdiam lalu menutup matanya sebentar, Youngjae yang melihat itu kembali bersuara "Aku tidak memaksamu jika kau masih belum ingin bercerita"

"Tidak aku akan menceritakannya padamu, aku tidak ingin menyembunyikannya apapun lagi darimu. Kau mau mendengarkan aku kan?"

"Aku akan selalu mendengarkanmu Daehyun. ceritakanlah dan bagi bebanmu denganku"

Daehyun mengangguk lalu mulai menceritakan masa lalunya

.

Flashback

Agustus 2006

Daehyun dan Nahyun baru saja pulang sekolah tiba-tiba mendengar suara orang bertengkar dari arah kamar orang tuanya

"Oppa kenapa umma dan appa sering sekali bicara sambil berteriak akhir-akhir ini?" tanya Nahyun polos

"Oppa tidak tau, sebaiknya kita naik saja ke atas bukankah kau bilang banyak tugas oppa akan membantumu" ujar Daehyun, dia tidak ingin adiknya mendengar pertengkaran kedua orang tuanya

Daehyun baru berusia 14 tahun dan Nahyun 10 tahun keluarga mereka terbilang keluarga yang harmonis tapi itu semua berubah sebelum appanya berubah menjadi sibuk dan pemarah, bahkan dia jarang sekali pulang ke rumah. Berbagai macam alasan diberikan appanya saat Nahyun bertanya tapi appanya hanya bilang sibuk proyek baru dan lain-lain

Daehyun mulai curiga tapi dia ingin tetap mempercayai appanya, sampai suatu hari saat pulang sekolah dia melihat sendiri appanya sedang bersama seorang yeoja yang diketahui adalah sekertarisnya keluar dari hotel dan saling bergandengan mesra

Daehyun meremas tangannya sendiri lalu menghampiri appanya "Appa. Apa yang kau lakukan disini bersamanya? Apa karena yeoja ini yang menggodamu hingga kau selalu mengacuhkan kami dan jarang pulang?"

"Daehyun jaga ucapanmu appa tidak pernah mengajari bertingkah tidak sopan seperti ini" ujar Tuan Jung

"Kenapa kau malah membela yeoja penggoda ini. Jadi kau benar-benar selingkuh dengannya?"

Plak

Tuan Jung manampar Daehyun keras hingga membuat sudut bibirnya terluka "Jangan menyebutnya seperti itu Jung Daehyun. minta maaf pada Minjung"

Daehyun menatap marah pada Tuan Jung "Kau bahkan menaparku karena membela dirinya. cih aku tidak sudi minta maaf padanya" ujar Daehyun dingin lalu pergi dari sana dan pulang ke rumah

Brak

Daehyun membuka pintu rumah dengan keras hingga membuat ibunya dan Nahyun terkejut, Nyonya Jung yang sedang menemani Nahyun belajar langsung mengampirinya dia melihat putranya masuk dengan memar di pipinya dan ada darah kering di sudut bibirnya

Nyonya Jung menangkup kedua pipi Daehyun "Sayang apa yang terjadi denganmu? Kenapa bisa terluka seperti ini?" tanyanya.

Daehyun melirik adiknya sebentar, Nyonya Jung mengikuti arah pandangan putranya mengerti "Nahyun-ah masuklah ke kamar umma akan bicara dengan oppamu" ujarnya. Nahyun menurut lalu melangkah pergi ke kamarnya

"Ada apa Dae?"

"Appa menamparku" jawab Daehyun

"Mwo? Kenapa appa bisa menamparmu?" tanya Nyonya Jung tidak percaya

"Aku melihat appa bersama sekertarisnya keluar dari hotel dan saling merangkul mesra. Aku menghampiri mereka untuk bertanya pada appa tapi dia malah memarahiku dan malah membela yeoja penggoda itu" jelas Daehyun

Nyonya Jung terkejut dan terdiam dia tidak menyangka jika suaminya bisa mengangkat tangannya karena membela yeoja itu, suami yang dicintainya yang penyayang berubah menjadi seperti ini hanya karena godaan sekertarisnya

"Appa berselingkuh dengan yeoja itu kan umma makanya dia jarang pulang" tanya Daehyun

"Dae dengarkan umma sayang. Jangan bertanya ini lagi umma tidak ingin Nahyun tau adikmu masih kecil untuk menerima semua ini, cukup kau saja yang tau umma akan mencoba bicara pada appamu" pinta Nyonya Jung. Daehyun hanya mengangguk mengiyakan ummanya

Malamnya Daehyun keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur, dia menutup matanya saat mendengar pertengkaran kedua orang tuanya lagi. Pintu kamar orang tuanya terbuka appanya keluar dengan membawa koper besar

"Kau mau kemana yeobo? Kau akan pergi meninggalkan kami demi yeoja penggoda itu?" tanya Nyonya Jung membuat Tuan Jung emosi

Plak

Tuan Jung menampar istrinya lalu mendorong hingga terjatuh menabrak meja ruang tangah "Jangan menyebutnya seperti itu, dia lebih baik darimu" teriak Tuan Jung emosi

Daehyun terkejut melihat itu dia berlari menghampiri ibunya

"Umma gwenchana?" tanya Daehyun lalu membantu ibunya berdiri, matanya berkilat marah saat melihat ada darah yang keluar dari sudut bibinya karena tamparan keras appanya "Ya apa yang kau lakukan pada ummaku eoh?" ujarnya lalu mendorong tubuh appanya

"Jangan ikut campur urusan orang tua. Pergilah ke kamarmu"

"Kau brengsek Jung Donghan" teriak Daehyun

Tuan Jung marah dia mengangkat kembali tangan mencoba menampar Daehyun tapi di cegat Nyonya Jung "Jangan berani menyentuh anakku. Kanapa kau harus berubah seperti ini? Dulu kau bahkan tidak pernah bisa memarahi aku dan anak-anak tapi hanya karena yeoja itu kau bisa seperti ini?" tangis Nyonya Jung

"Karena aku sudah menemukan lebih baik darimu dan mulai hari ini kau bukan isteriku lagi. Minggir kau mau pergi"

"Tidak kau tidak boleh pergi" cegat Nyonya Jung

"Lepaskan aku" bentak Tuan Jung lalu mendorong istrinya hingga terjatuh lagi

"Umma. sudah jangan di kejar biarkan dia pergi" pinta Daehyun

"Tidak Dae, umma tidak akan membiarkan appamu jatuh ke pelukan yeoja penggoda itu. Kau disini saja menjaga Nahyun umma akan pergi mengejar appamu" ujar Nyonya Jung lalu menaiki mobilnya dan pergi mengejar suaminya

"Umma kajima. UMMA" teriak Daehyun mencoba mengejar ibunya

.

Daehyun duduk dengan gelisah di ruang tengah dia menunggu ibunya pulang, perasaannya sungguh tidak enak sejak ibunya pergi mengejar ayahnya

"Daehyun kenapa kau belum tidur?" tanya Lee ahjumah

"Aku menunggu umma" jawabnya

Ting..tong..

Bel rumahnya berbunyi Lee ahjumah membuka pintu rumah diikuti Daehyun dari belakang, mereka melihat ada dua orang polisi berdiri membuat perasaan Daehyun semakin tidak karuan

"Ada apa Tuan-tuan?"

"Apa ini kediaman Keluarga Jung?" tanya salah satu polisi

"Ne. Benar ada apa tuan?" tanya Lee ahjumah

"Kami ingin memberitahukan jika mobil Nyonya Jung kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit"

"Mwo? Ummaku di rumah sakit mana?" tanya Daehyun dengan nada panik

"Di Seoul Hospital Tuan Muda" jawab mereka

"Aku akan membangunkan Nahyun, ahjumah panggilkan taksi"

Daehyun berlari ke kamar adiknya lalu membangukannya, setelah itu mereka pergi ke rumah sakit. Daehyun melihat appanya sedang berbicara dengan polisi untuk memberikan keterangan dengan wajah penuh air mata, tanpa menyapa appanya dia menarik Nahyun masuk ke dalam ruang rawat ibunya diikuti Lee ahjumah

"U-umma" air mata yang di tahannya terjatuh saat melihat ibunya terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan beberapa alat yang menempel di tubuhnya. Nahyun ikut menangis lalu menghampiri ibunya

"Umma kenapa? Bangun umma ayo kita pulang" ujar Nahyun menangis kencang

"Umma baik-baik saja Nahyun. Jangan menangis sayang kau tidak cantik lagi jika seperti ini" ujar Nyonya Jung dengan nada lemah menahan rasa sakitnya "Dengarkan umma ya. Kau harus tetap rajin mengerjakan tugas rumahmu meski tanpa bantuan umma ne, kau harus menjadi yeoja yang mandiri dan harus masuk ke sekolah favoritmu seperti kata-katamu waktu itu pada umma ya.. janji pada umma sayang"

"Ne aku janji umma, tapi umma harus sembuh ya" pinta Nahyun

Nyonya Jung hanya tersenyum tipis lalu memandangi Daehyun dia menyuruh putranya mendekat, Daehyun menurut dan melangkah mendekati ibunya dengan air mata yang terus keluar

"Jangan menangis namja tidak seharusnya menangis, kau harus kuat agar bisa melindungi Nahyun dan orang yang kau cintai nanti" Daehyun menghapus air matanya dan mencoba tersenyum "Aku tidak akan menangis umma" ujarnya

Nyonya Jung tersenyum lemah "Daehyun umma minta padamu untuk menjaga Nahyun dan umma juga ingin kau bisa memaafkan appamu, jangan menyimpan dendam padanya meskipun appa pernah menyakitimu tapi dia tetap ayahmu"

"Umma aku.."

"Janji pada umma Daehyun. Umma tidak ingin kau menjadi pendendam jika kau menyimpan dendam maka kau tidak akan sulit menemukan orang yang kau cintai nanti" Daehyun hanya mampu mengangguk pada ummanya walaupun dia tidak yakin bisa memaafkan appanya sendiri

"Aku titip Daehyun dan Nahyun padamu" ujar Nyonya Jung pada Lee ahjumah. Tidak lama kemudian bunyi EKG mulai berbunyi ummanya mulai kesulitan bernafas

"Umma.. umma bertahanlah, panggilkan dokter ahjumah" teriak Daehyun. Dokter masuk ke dalam ruangan dan mulai memeriksa Nyonya Jung

"Maaf kami tidak bisa menyelamatkan Nyonya Jung"

Mendengar itu Daehyun, Nahyun dan Tuan Jung menangis. Tuan Jung berteriak meminta maaf pada istrinya, dia tidak menyangka kalau pertengkaran mereka tadi membuat istrinya merenggang nyawa dia sangat menyesali perbuatannya

.

"Kau puas Jung Donghan karena dirimu ummaku pergi selamanya dariku, kau pembunuh kau membunuh ummaku" teriak Daehyun saat mereka selesai mengkremasi abu ibunya, Tuan Jung hanya diam dan menangis

"Sudah Daehyun jangan seperti ini, kau bia membuat Nahyun takut" ujar adik ibunya mencoba menenangkan keponakannya

"Daehyun dan Nahyun akan ikut kami ke London. Kami tidak bisa mempercayaimu untuk menjaga mereka lagi" ujar adik ibunya

"Tidak jangan pisahkan aku dengan anak-anakku, biarkan mereka disini dan menebus semua kesalahanku" pinta Tuan Jung

"Aku dan Nahyun akan ikut samchon. Aku tidak mau tinggal denganmu lagi" ucap Daehyun dingin

"Tapi oppa aku tidak mau pergi" ujar Nahyun

"Jangan membantah Jung Nahyun" tegas Daehyun membuat adiknya takut, mau tidak mau dia menurut dan ikut Daehyun bersama Samchonnya

Flashback end

Mata Youngjae berkaca-kaca hatinya ikut sedih saat mendengar cerita Daehyun, dia tidak menyangka kalau sikap kekasihnya ini berubah karena ulah ayahnya sendiri

"Lalu kapan kau kembali ke korea?" tanya Youngjae

"5 tahun lalu saat ahjumah menelponku dan mengatakan appa kena serangan jantung, setelah itu aku memutuskan kembali dan memegang kendali perusahaan. Dia memohon padaku untuk tinggal dan meminta maaf atas segala kesalahannya di masa lalu" jawab Daehyun

"Kau sudah memaafkan appamu?"

"Aku mencobanya Jae tapi sulit sekali bayangan saat dia menampar ummaku dan saat umma berada di rumah sakit masih terbayang-bayang dalam ingatanku"

"Cobalah untuk memaafkan ayahmu seperti permintaan terakhir ibumu Daehyun, aku yakin beliau sangat menyesalinya setelah ibumu meninggal dan kalian pergi darinya. Semua orang pernah membuat kesalahan karena mengejar kesenangan sementara hingga melupakan apa yang harus dijaganya tapi mereka berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk berubah menjadi lebih baik" jelas Youngjae

"Akan ku coba.. Gomawo kau mau mendengarkanku sayang" Daehyun menarik Youngjae ke dalam pelukannya lalu mencium keningnya lama

"Sudah tugasku sebagai kekasihmu" balas Youngjae lalu memeluk Daehyun erat

.

Malamnya Daehyun pergi ke rumah sakit untuk menjenguk adiknya, dia melihat Nahyun sedang berbaring di ranjang rumah sakit sambil menonton tv

"Akhirnya kau datang oppa" ujar Nahyun senang

"Ternyata adikku ini mempunyai tubuh baja ya.. kau tidak terlihat seperti orang yang habis kecelakaan" ujar Daehyun sambil bercanda

"Jangan mulai mengejekku oppa" kesal Nahyun

"Kepalamu masih sakit?" tanya Daehyun mulai serius dan mengelusi kepala Nahyun yang di perban

"Masih sedikit nyeri, tapi kakiku masih sakit sekali"

"Dokter Choi bilang jika kau perlu melakukan terapi nanti setelah sembuh total. Jadi pelan-pelan saja sembuhkan dulu luka di kepalamu" Nahyun mengangguk pelan

"Youngjae oppa tidak datang?"

Daehyun terdiam sebentar lalu menjawab "Youngjae sedang tidak enak badan, nanti setelah sembuh aku akan mengajaknya kemari" namja manis itu menyuruhnya mengatakan seperti itu jika Nahyun bertanya

"Kalau begitu oppa pulanglah. Kasihan Youngjae oppa sendirian di apartement, aku akan baik-baik saja disini Jongup oppa sudah berjanji akan menjagaku malam ini" ucap Nahyun

"Oppa akan pulang setelah kau tidur. Istirahatlah" kata Daehyun, dia menjaga Nahyun sampai Jongup datang

"Hyung pulanglah biar aku menjaga Nahyun malam ini"

"Ne, aku titip Nahyun kabari aku jika terjadi sesuatu dan mereka adalah orang yang aku sewa untuk berjaga-jaga" ujar Daehyun sambil menunjuk dua bodyguard di depan pintu, Jongup mengangguk mengerti

.

.

.

Sudah 2 hari Youngjae tidak masuk kantor Daehyun menyuruhnya beristirahat di rumah selama seminggu agar dirinya bisa sepenuhnya pulih total

"Aish baru 2 hari saja sudah membuatku bosan seperti ini bagaimana jika seminggu?" kesal Youngjae dari tadi dia hanya berguling-guling tidak jelas di tempat tidurnya bosan, dia pergi keluar kamar menghampiri Lee ahjumah

"Ahjumah aku bosan" rengeknya membuat ahjumah tertawa

"Lalu kau mau apa hmm?"

"Tidak tau tapi aku bosan tidur terus" ujar Youngjae mengerutkan bibirnya

"Bagaimana jika kita membuat kue? Kau bilang ingin belajar membuat kue kan" saran Lee ahjumah

"Boleh ayo buat ahjumah. Aku ingin membuat kue kesukaan Daehyun sebentar lagi dia akan pulang" seru Youngjae bersemangat. Mereka mulai bersiap mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat kue

Ckleck

Pintu depan terbuka membuat Youngjae yang duduk di pantry sambil menunggu kuenya terkejut melihat kekasihnya sudah pulang, namja manis itu melihat jam lalu kembali melihat kekasihnya yang berjalan mendekat

"Kau sudah pulang? Tidak menjenguk Nahyun" tanya Youngjae bingung

"Aku baru dari rumah sakit dan pulang cepat karena merindukan kekasihku" ujar Daehyun mulai menggoda kekasihnya

"Ck kau ini selalu saja menggodaku" cibir Youngjae membuat Daehyun tertawa

"Youngjae kuenya sudah jadi" ujar Lee ahjumah

"Kalian membuat kue? Jae bukankah aku bilang jika kau tidak boleh lelah" kata Daehyun memperingati Youngjae

"Kau berlebihan sekali aku bosan di kamar terus badanku jadi pegal terlalu lama berbaring jadi aku meminta ahjumah mengajariku membuat kue" ujar Youngjae dengan wajah memelas

"Sudahlah Daehyun lagi pula Youngjae membantuku sambil duduk, jangan terlalu posesif padanya"

"Iya, dari pada kau marah-marah tidak jelas lebih baik coba kuenya. Aaa" Youngjae menyuapi Daehyun kue, namja tan itu membuka mulut lalu menyunyah kue yang disuapi Youngjae

"Ini keju?" tanya Daehyun

"Iya. Bagaimana? Enak?" tanya Youngjae antusias

"Tentu saja enak ini yang membuatnya kan ahjumah" jawab Daehyun lalu kembali menyuapi kue itu ke mulutnya

"YA.. Itu aku yang membuatnya" seru Youngjae kesal

Daehyun tertawa geli melihat ekspresi kesal Youngjae "Hahaha kenapa marah sayang aku hanya bercanda"

Puk..puk...citt

"Aw aww Jae sakit"

"Kau menyebalkan sekali" Youngjae memukul dan mencubit Daehyun membuat namja tan itu mengaduh kesakitan

"Aw sayang sakit hentikan"

"Biarkan. Kau selalu saja membuatku kesal" ujar Youngjae sambil terusa memukuli kekasihnya

"Ckck kalian ini seperti anak kecil saja"

Ting..tong..

Lee ahjumah berjalan ke depan setelah mendengar bel berbunyi, dia malas melihat Daehyun yang masih saling menggoda Youngjae dan membuat namja manis itu kesal setengah mati

"Daehyun ada Jongup dan Yongguk datang" ujar Lee ahjumah, dia Yongguk dan Jongup tertawa melihat namja tan itu meringis sakit karena pukulan serta cubitan namja manis itu

"Sakit Jae, hentikan kau membuatku malu di depan mereka"

Youngjae berhenti memukuli kekasihnya "Makanya jangan menggodaku terus"

"Iya.. iya aku tidak akan menggodamu lagi" ujar Daehyun. Dia melirik Jongup dan Yongguk lalu mengkode mereka naik ke ruang kerjanya, keduanya mengangguk mengerti lalu pergi ke atas

"Ada apa?" tanya Youngjae

"Aku meminta bantuan mereka untuk mencari tau tentang Kim Taehyung dan ibunya" jawab Daehyun "Aku ke atas dulu ya" ujarnya

Youngjae menarik kemeja Daehyun "Aku ikut.. Bolehkan?"

"Tentu. Ayo kita ke atas" jawab Daehyun tersenyum lalu menggenggam tangan Youngjae, namja manis tersenyum senang dia mengikuti Daehyun ke ruang kerjanya

"Apa yang kau temukan Hyung?" tanya Daehyun langsung dia tidak ingin basa-basi

"Ini mobil yang menabrak mobil Tuan Jung lalu ini mobil yang mengikutimu dan juga menabrak Nahyun kemarin, kedua mobilnya sama hanya berbeda di plat nomornya saja" jelas Yongguk

"Apa plat nomor mobil yang menabrak appa juga palsu?"

"Tidak, plat itu terdaftar atas nama Kim Gilhoon" jawab Yongguk membuat Daehyun menyeritkan alisnya

"Kim Gilhoon bukannya orang yang waktu itu di pesta ulang tahun perusahaan?" tanya Youngjae

"Iya, dia teman lama Tuan Jung" jawab Yongguk

"Dari informasi yang aku dapatkan Kim Gilhoon adalah ayah tiri Kim Taehyung, dia menikahi ibu Taehyung saat tau jika yeoja itu punya anak diluar nikah setelah itu mereka pergi ke jepang dan tinggal disana. Saat Taehyung menginjak umur 10 tahun ibunya meninggal dunia dan mereka kembali ke korea saat perusahaan Kim Gilhoon bangkrut" jelas Jongup

Daehyun membuang nafasnya "Sekarang ini mulai jelas kenapa mereka tiba-tiba muncul dan menerorku"

"Mereka mengincar harta Tuan Jung" sambung Youngguk

"Kalau begitu kenapa mereka mencoba mencelakai Tuan Jung?" bingung Youngjae

"Mereka mencoba memancingku" jawab Daehyun

Youngjae menatap Daehyun "Wae?"

"Karena mereka tau jika appa tidak bisa berbuat apa-apa setelah aku yang memegang kendali perusahaan, meskipun appa belum mewarisi perusahaan padaku tapi apapun yang bersangkutan tentang perusahaan ini semuanya akan melalui diriku. Dari awal target mereka adalah aku makanya mereka mencoba membuatku yang bertindak" jelas Daehyun membuat Youngjae menatapnya

"Mereka tidak akan berhenti meneror Daehyun sampai mendapatkan apa yang mereka mau" sambung Yongguk

"Lalu apa yang akan kita lakukan Hyung?" tanya Jongup

"Aku masih memikirkan caranya tapi untuk sekarang aku minta perketat penjagaan untuk keluargaku" jawab Daehyun diangguki Yongguk dan Jongup

"Aku akan memberitahukan Minwoo ahjussi dan secepatnya melakukan itu" ujar Yongguk lalu keluar dari ruangan kerja Daehyun

"Kau akan baik-baik saja kan?" tanya Youngjae saat melihat raut khawatir kekasihnya

Namja tan itu menoleh dan tersenyum "Ya aku akan baik-baik saja sayang, mereka tidak akan bisa menyentuhku" ujarnya mencoba tenang walupun hatinya sedang gelisah

"Semoga semuanya baik-baik saja"

.

.

.

TBC