BOSS

...

Main Cast:

Jung Daehyun

Yoo Youngjae

...

Other Cast:

Kim Himchan

Bang Yongguk

Moon Jongup

Kim Taehyung (BTS)

Nahyun (Sonamoo)

...

Rated M

...

#Banyak typo

...

-Happy Reading-

...

"Semoga semuanya baik-baik saja"

Malamnya Daehyun tidak bisa tertidur hatinya benar-benar gelisah setelah percakapan mereka tadi siang, namja tan itu memutuskan keluar dari kamarnya karena tidak ingin menganggu Youngjae yang sudah tidur pulas

Daehyun berjalan ke lantai 2 dan membuka ruangan yang berisikan piano putih milik ibunya, dia selalu memainkan piano itu jika sedang rindu pada ibunya atau gelisah seperti ini. Namja tan itu memaikan beberapa lagu kesukaannya bersama sang ibu tanpa tau jika malam semakin larut

Youngjae terbangun dari tidurnya karena haus dia melirik tempat Daehyun tapi kekasihnya tidak ada, namja manis itu memutuskan pergi ke dapur dan minum lalu mencari Daehyun ke ruang kerjanya tapi baru saja akan membuka pintu dia mendengar suara piano dari balik pintu depan ruang kerja kekasihnya

Youngjae membuka pintu ruangan tersebut dengan perlahan, namja manis itu tertegun saat melihat kekasihnya sedang bermain piano dengan penuh penghayatan kakinya dengan perlahan berjalan mendekati kekasihnya. Permainan piano Daehyun terhenti saat melihat bayangan seseorang dia mengadahkan wajahnya dan melihat Youngjae yang juga terhenti beberapa langkah darinya

"Maaf. Apa aku mengganggumu?" tanya Youngjae. Namja tan itu menggeleng lalu meminta kekasihnya mendekat dan duduk di sampingnya

"Kenapa bangun?"

"Aku haus tapi saat terbangun kau tidak ada jadi aku putuskan untuk mencarimu"

"Lalu apa kau sudah minum?" tanya Daehyun

Youngjae mengangguk "Bisa kau main lagi? Aku ingin mendengarmu memainkan piano" pintanya

"Tentu. Kau ingin dengar lagu apa?"

"Apapun yang kau mainkan aku akan mendengarkannya"

Mendengar jawaban kekasihnya Daehyun segera memainkan tangannya di tuts piano, namja tan itu memainkan lagu katya Chopin Nocturne in E-flat major, Op. 9, No. 2 dengan lancar membuat Youngjae terhanyut dengan melodinya yang terdengar romatis. Daehyun mengakhiri permainannya selama 4 menit itu dan menatap Youngjae yang sedang tersenyum padanya

"Ini karya Chopin kan?" tanya Youngjae

Daehyun mengangkat alisnya "Kau tau?"

"Ya, aku menyukai lagu ini sejak mendengarnya saat SMA"

Daehyun tersenyum mendengar itu "Ini lagu yang pertama kali aku kuasai setelah umma mengajarkanku selama berbulan-bulan dan baru kau yang mendengarnya setelah umma" ujarnya

"Aku merasa sangat beruntung dan juga tersanjung mendengarnya Tuan Jung" canda Youngjae senyum senang pada Daehyun

"Dan aku lebih beruntung lagi memilikimu sayangku" balas Daehyun lalu mengecup bibir kekasihnya "Sekarang kita ayo tidur ini sudah terlalu larut" lanjutnya lalu menggendong Youngjae

.

.

.

Di sebuah rumah sewa yang kecil terlihat kedua ayah dan anak yang duduk di sofa

"Ada kabar dari Daehyun?" tanya Gilhoon

"Belum appa" jawab Taehyung

"Namja itu sungguh keras kepala. Aku harus bertindak lagi"

"Tidak appa jangan melakukan hal yang mengancam nyawa orang lagi. Kali ini biarkan aku yang bertindak" ujar Taehyung

"Kau mau melakukan apa? Nahyun yang ku tabrak saja tidak melunturkan sifat kerasnya itu"

"Bagaimana dengan Youngjae? kurasa namja itu adalah kelemahannya" ujar Taehyung dengan senyum miringnya

.

.

.

Youngjae berjalan ke luar kamarnya dan mulai mengganggu Lee ahjumah yang sedang membersihkan apartement besar milik Daehyun itu

"Ahjumah aku ingin menjenguk Nahyun di rumah sakit. Aku bosan dirumah terus" rengek Youngjae

"Telpon Daehyun dulu dan minta izin padanya, aku takut nanti dia khawatir jika kau tiba-tiba pergi tanpa bilang dulu"

Youngjae mengangguk dia mencoba menghubungi Daehyun, namja manis itu terus menelpon kekasihnya berulang kali tidak peduli jika kekasihnya itu sedang sibuk dia sungguh bosan berdiam diri di dalam apartement ini

Usahanya berhasil Daehyun mengangkat telponnya "Daehyuunnn" serunya saat kekasihnya mengangkat telpon

"Ada apa sayang?"

Youngjae dapat mendengar kekehan Daehyun "Apa aku boleh pergi menjenguk Nahyun di rumah sakit? Aku sungguh bosan dirumah" ujarnya membuat kekasihnya terdiam

"Daehyunie?" panggil Youngjae lagi

"Aku masih sibuk Jae, nanti malam saja ya" pinta Daehyun setelah lama terdiam

"Aku ingin sekarang Daehyun.. Ayolah izinkan aku"

Namja tan itu menghela nafas berat di sebrang sana "Baiklah aku akan minta Jongup menemanimu, tunggu sampai dia datang mengerti" jelas Daehyun

"Ne, gomawo aku mencintaimu" seru Youngjae senang

"Aku lebih mencintaimu sayang" balas Daehyun

Setelah mendengar balasan dari kekasihnya Youngjae segera bersiap, dia juga membuat makanan untuk Nahyun sambil menunggu Jongup

Ting..tong..

"Sepertinya Jongup sudah datang ahjumah"

"Aku akan buka pintu dulu" Lee ahjumah pergi membuka pintu dan menyuruh Jongup masuk

"Sudah siap Hyung?" tanya Jongup

"Sudah ayo pergi, ahjumah aku pamit dulu ya" ujar Youngjae lalu sedikit berlari keluar dan menarik Jongup

"Hati-hati" teriak Lee ahjumah

Jongup melanjutkan mobilnya keluar dari basement apartement Daehyun "Jongup-ah kita mampir di toko bunga yang dekat dengan persimpangan disana ya" ucap Youngjae sambil menunjuk toko bunga

"Ne Hyung" jawab Jongup lalu menghetikan mobilnya di toko bunga yang di sebutkan Youngjae, dia tidak sadar selama perjalanan ada mobil yang terus mengikuti mereka dan ikut berhenti tidak jauh dari mobil Jongup parkir

Youngjae masuk ke toko bunga lalu memesannya setelah selesai namja manis itu keluar dari toko, tapi baru saja keluar dia bertemu dengan namja berambut blonde yang menghalangi jalannya

"Annyeong Yoo Youngjae" sapa namja itu

"Kau siapa?" tanya Youngjae

"Kau tidak perlu tau" ujar namja itu dan langsung membekap mulut Youngjae menggunakan sapu tangan

"Hmmmp" Youngjae mencoba berontak tapi kemudian badannya mulai lemas dan kesadarannya menghilang. Taehyung namja yang membekap Youngjae langsung menarik namja manis itu memasuki mobil dan membawanya pergi

"Youngjae Hyung" teriak Jongup yang baru sadar saat melihat ada bingkisan bunga terjatuh mencoba mengejar mobil itu

Jung Corp

Hati Daehyun sangat gelisah setelah beberapa menit lalu dirinya mengizinkan Youngjae pergi ke rumah sakit. Namja tan itu mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi kekasihnya lagi tapi tidak di angkat akhirnya dia menghubungi Jongup

"Hallo Hyung" jawab Jongup

"Kalian dimana? Kenapa Youngjae tidak mengangkat telpon dariku?" tanya Daehyun

"Sepertinya Youngjae Hyung meninggalkan ponselnya dimobil, dia sedang membeli bunga" jawab Jongup

Daehyun semakin merasa gelisah tidak lama dia mendengar teriakan panik Jongup "Oh tidak.. Youngjae Hyung"

"Ada apa Jongup-ah?" panik Daehyun

"Ada yang menculik Youngjae Hyung" jawab Jongup

"Mwo?"

"Maaf Hyung, aku tidak bisa mengejarnya mobilku hampir saja menabrak pejalan kaki" sesal Jongup

"Ke kantorku sekarang juga" tegas Daehyun lalu menutup telpon, dia segera menelpon Yongguk sekarang dia mengerti kenapa dari tadi hatinya gelisah dan selalu tertuju pada kekasihnya

20 menit kemudian Jongup sampai diikuti Yongguk dan Himchan, mereka berempat duduk di sofa ruangan Daehyun

"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Himchan

"Aku mengantar Youngjae Hyung membeli bunga seperti kemauannya tapi aku tidak memperhatikan keadaan sekitar, saat aku sadar namja itu mencoba menarik paksa sambil membekap mulut Youngjae Hyung" jelas Jongup membuat Daehyun semakin khawatir, dia diam sambil meremas tangannya yang saling bertautan

"Apa kau melihat ciri-ciri orang itu atau mobilnya?" kali ini Yongguk yang bertanya

"Aku tidak melihat namja itu dia memakai topi dan menggunakan mobil semi van warna hitam"

"Toko bunga itu punya cctv kan? Cek cctv itu atau apapun aku tidak ingin Youngjae terluka" ucap Daehyun dengan nada frustasi

"Tenang Daehyun kita pasti akan menemukan Youngjae" Himchan mencoba menenangkan Daehyun

"Bagaimana aku bisa tenang Hyung? Orang itu bisa saja melukai Youngjae"

"Aku tau Daehyun-ah tapi kita harus tetap tenang" jelas Yongguk

"Apa mungkin ini ulah Taehyung juga Hyung?" tanya Daehyun pada Yongguk tapi namja itu menggelengkan kepala tidak tau

Drrt..drrt..drrt...

Telpon yang berada di meja kerja Daehyun bergetar namja tan itu berdiri dan melihat private number di layar ponselnya "Ini private number" ucapnya lalu melirik Yongguk

"Angkatlah dan aktifkan speakernya" ujar Yongguk

"Hallo Hyung. Aku yakin kau menunggu telponku kan?" kata namja itu sambil tekekeh

"Kim Taehyung, kau yang menculik kekasihku kan? Dimana Youngjae?" geram Daehyun

"Tenang Hyung. Kekasihmu masih baik-baik saja sekarang tapi aku tidak yakin jika sampai besok kau belum menyerahkan apa yang aku mau maka aku akan menghabisinya"

"Akanku lakukan tapi jangan berani kau menyakitinya jika masih sayang dengan nyawamu"

"Jangan mengancamku jika kau masih ingin melihat kekasihmu selamat. Aku akan mengirimmu alamatnya dan ingat kau harus datang sendiri jangan membawa polisi" ucap Taehyung lalu memutuskan telponnya

"Arghh shit.. aku akan membuat hidup kalian tidak akan tenang" teriak Daehyun

"Tenang dulu Jung Daehyun" ujar Himchan

"Himchan Hyung buat surat-surat pengalihan aset perusahaan dan hubungi dewan direksi, aku ingin bertemu mereka sore ini" pinta Daehyun

"Mwo? Tunggu Daehyun-ah kau tidak bisa menyerahkan perusahaan ini pada mereka begitu saja, kita bisa pikirkan cara lain" seru Himchan

"Himchan benar Daehyun. Apa kau pikir setelah mendapatkan surat-surat perusahaan ini mereka akan melepaskanmu begitu saja?" ujar Yongguk

"Aku tahu Hyung dan aku sudah memikirkan ini semua. Aku tidak akan menyerahkan perusahaan ini begitu saja pada mereka tapi aku ingin membuat appa mengalihkan aset perusahaan atas namaku, mereka tidak akan bisa menyentuhku apalagi mengancam appa dan setelah itu aku ingin menjebak mereka dengan menyerahkan surat yang palsu" jelas Daehyun, mereka bertiga hanya menganggukan kepalanya mengerti

"Aku akan menghubungi direksi sekarang" ujar Himchan lalu berdiri dan pergi dari ruangan Daehyun

Setelah mereka keluar Daehyun kembali terduduk di kursinya "Maaf Jae kau harus mengalami ini karena aku" lirihnya

.

.

Di sebuah gudang kosong pinggiran kota seoul Youngjae tersadar dan membuka matanya, dia mencoba memegangi kepalanya yang terasa pusing tapi terhalang oleh tali yang mengikat kedua tangannya

"Kau sudah sadar rupannya" ujar Taehyung

Youngjae mengangkat wajahnya dan melihat namja dengan rambut blonde yang tadi menculiknya "Kau Kim Taehyung kan?" tanyanya

"Aku terkejut kau mengenalku" Taehyung tersenyum miring

"Dimana aku? Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Youngjae mulai takut melihat senyum itu

Taehyung mendekatinya lalu memegang dagu Youngjae "Shtt diamlah manis, aku tidak akan menyakitimu setidaknya sampai keinginanku tercapai"

"Apa maumu? Lepaskan aku" Youngjae berontak mencoba melepaskan cengkraman Taehyung di dagunya

"Ck kau berisik sekali" ujar Taehyung lalu mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengikat mulut Youngjae

.

.

"Daehyun-ah ini surat-suratnya dan aku sudah menghubungi direksi mereka akan sampai jam 3" ucap Himchan

Daehyun mengangguk lalu berdiri "Aku akan meminta tanda tangan appa dulu" lirihnya

"Apa kau baik-baik saja? perlu ku temani?" tanya Himchan

"Tidak apa Hyung. Kau tetaplah disini sampai mereka datang" jawab Daehyun lalu keluar dari ruangannya

Namja tan itu membawa mobilnya ke rumah sakit dia mendapat kabar jika ayahnya sedang menjenguk Nahyun

"Tanda tangani ini kedua surat ini" ujar Daehyun saat sampai di ruang rawat Nahyun membuat ayah dan adiknya terkejut

"Apa ini Daehyun?" tanya Tuan Jung

"Kau bisa membacanya sendiri"

Tuan Jung membaca dengan saksama isi dari surat-surat di depannya, ayah Daehyun itu terkejut setelah membacanya "Kau mau aku mengalihkan semua aset perusahaan atas namamu? Apa maksudnya?"

"Kim Gilhoon dan Taehyung bekerja sama selama ini dan sekarang mereka menculik Youngjae. Mereka ingin perusahaan ini jika tidak mereka mengancamku akan menyakiti atau membunuh Youngjae, mereka berusaha menyingkirkan diriku setelah itu baru dirimu appa. Turuti rencanaku kali ini, aku janji setelah ini mereka tidak akan mengancam keluarga kita lagi" pinta Daehyun

Melihat ayahnya masih diam Daehyun melanjutkan ucapannya "Aku sudah kehilangan umma aku tidak ingin kehilangan Youngjae juga" ujar Daehyun membuat Tuan Jung menatapnya dalam

"Tapi Daehyun bagaimana jika mereka menyakitimu seperti yang kau bilang setelah tau kalau surat yang kau berikan itu palsu?" tanya Tuan Jung

"Mereka tidak akan bisa menyakitiku saat mereka tahu jika akulah yang menjadi pemilik baru perusahaan ini"

Tuan Jung terdiam dia sedikit ragu dengan rencana Daehyun, dia takut jika Gilhoon akan melakukan sesuatu pada putranya ini

"Appa tanda tangani surat itu jika tidak Youngjae oppa akan berada dalam bahaya" bujuk Nahyun "Dan oppa harus janji akan kembali berdua dengan Youngjae oppa dengan keadaan baik-baik saja" pintanya

"Oppa janji Nahyun"

"Baik akan appa tanda tangani tapi kau harus janji akan kembali dengan selamat Daehyun, appa tidak ingin kau terluka" kata Tuan Jung lalu menanda tangani surat penyerahan aset perusahaan yang asli dan yang palsu

"Gomawo appa" ujar Daehyun dan langsung buru-buru kembali ke kantor setelah pamit pada Nahyun dan ayahnya

Daehyun kembali lagi ke kantornya dan memulai pertemuan dengan para direksi, setelah menunjukan surat-surat yang tanda tangani ayahnya mereka akhirnya menyutujuinya dan menandatanganinya. Setelah pertemuan dengan para direksi Daehyun mengajak Yongguk dan Minwoo membahas rencana untuk besok di apartementnya

"Apa kau yakin rencana ini akan berhasil? Mereka bisa saja melakukan hal nekat lain Daehyun-ah" tanya Minwoo

"Aku yakin ahjussi. Jangan khawatir setelah mereka mengakuinya dan aku sudah mendapatkan Youngjae kalian harus secepatnya masuk" jelas Daehyun

"Bawa ini dan kau harus berhati-hati Daehyun salah langkah sedikit saja mereka bisa menyakitimu dan Youngjae" tambah Yongguk setelah memberikan alat pelacak pada Daehyun

"Aku akan berhati-hati Hyung dan aku harap kau bisa melindungi Youngjae jika sesuatu terjadi"

Yongguk mengerutkan alisnya saat Daehyun mengatakan itu

.

.

.

Keesokkan harinya

Daehyun pergi ke alamat yang di kirimkan oleh Taehyung lewat pesan tadi, dia mengedarkan padangannya ke segalah arah saat turun dari mobil namja tan itu tidak melihat seorangpun di sekitar gudang kosong itu

"Mereka hanya menjalankan rencana ini berdua saja?" batinnya

Drrt..drrt..

Daehyun melirik ponselnya yang bergetar Taehyung kembali mengirimnya pesan untuk segera masuk ke dalam, namja tan itu menurut dan masuk ke dalam gudang yang sudah tidak terpakai itu. Dugaannya benar kalau mereka hanya merencanakan ini berdua saja karena saat masuk dia tidak menemukan adanya tanda-tanda orang lain

"Akhirnya kau datang juga Jung Daehyun" ujar Kim Gilhoon

Daehyun terhenti saat melihat Gilhoon dan Taehyung berada beberapa meter di depannya

"Kau.. Kim Gilhoon kan?" tanya Daehyun pura-pura terkejut dia mencoba mengulur waktu hingga Yongguk dan Minwoo tiba

"Ya kau benar. Hebat kau menuruti kami dengan datang sendiri" Gilhoon tertawa senang

Daehyun menatap mereka berdua tajam "Tentu saja aku tidak mau kekasihku terluka. Jadi dimana Youngjae?"

"Jangan khawatir kekasihmu baik-baik saja selama kau tidak banyak tingkah. Serahkan suratnya padaku"

Daehyun menunjukan gulungan surat yang dibawanya "Serahkan dulu Youngjae padaku baru akan memberikan surat ini"

Gilhoon membalas tatapan tajam Daehyun lalu mengkode Taehyung untuk membawa Youngjae

"Bukankah kau teman appaku? Untuk apa kau membantu dia melakukan hal ini?" tanya Daehyun

"Ayahmu menggunakan cara kotor untuk mengambil kontrak kerja yang seharusnya menjadi milikku dan membuatku harus merugi jutaan won. Aku yang membantu Minjung saat dia depresi karena melahirkan tanpa suami setelah ditinggalkan ayahmu, aku juga yang membantu Minjung membuat rem mobil ibumu blog" ujar Gilhoon tersenyum miring

"Aku yang mengurusi Taehyung dari kecil dengan harapan dia bisa membantuku untuk balas dendam lamaku juga dendam ummanya. Lihatlah dia mengikuti apa yang aku rencanakan dengan mulus" lanjutnya, Daehyun menatapnya dengan pandangan marah saat tau fakta jika dia dan yeoja itulah yang membuat ibunya kecelakaan dan meninggal

"Kerena dendam itu kalian membunuh ibuku dan sekarang kau membuat anak yang kau jaga menjadi seorang kriminal? Menerorku, menabarak ayahku dan Nahyun juga menculik Youngjae" geramnya mencoba menahan emosi, ingin sekali dia menghajar namja di depannya ini

Gilhoon tertawa mengejek "Dia memang menerormu dan melakukan penculikan pada Youngjae tapi yang menabrak ayahmu dan adikmu adalah aku, Taehyung tidak berani melakukannya anak itu terlalu takut" jelasnya tanpa sadar jika Daehyun sudah membuatnya mengakui kejahatannya sendiri

Tidak lama kemudian Taehyung datang dan membawa Youngjae bersamanya

"Youngjae" seru Daehyun saat melihat wajah pucat kekasihnya, dia segera menghampiri Youngjae dan memeluknya

"Da-Daehyun" panggil Youngjae dengan nada lemah

"Aku disini sayang. Maaf aku baru datang" lirihnya

"Bisa kalian lanjut nanti. Berikan surat itu sekarang" pinta Taehyung

Namja tan itu menurut dan memberikan gulungan surat yang di pegangnya. Setelah mengambilnya Taehyung kembali mendekati Gilhoon dan memberikan surat itu, namja paruh baya itu tersenyum saat melihat tanda tangan ayah Daehyun tanpa membawa bagian yang lain

"Gomawo sudah kembali membuatku kaya lagi" ujar Gilhoon lalu mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Daehyun

Daehyun dan Youngjae membulatkan matanya, namja manis itu takut lalu memeluk kekasihnya erat

"Sudahku duga" batin Daehyun

Taehyung terkejut melihat pistol itu "Appa. Kau sudah janji tidak akan membunuhnya kan"

"Diam Taehyung jangan ikut campur, jika aku tidak membunuhnya dulu Donghan tidak akan bisa mati dan dendam ibumu tidak akan terbalaskan"

"D-Daehyun" Youngjae meremas lengan jaket Daehyun

Namja tan itu menatap kekasihnya dan tersenyum "Tenanglah kau akan baik-baik saja" ujarnya

Youngjae menatap kekasihnya takut jantungnya berdetak cepat. Daehyun melepas pelukan Youngjae dan membuat kekasihnya berdiri dibelakangnya "Jika kau membunuhku sekarang maka perusahaan yang kau dambakan itu akan menjadi milik anak yatim piatu" ujarnya

"Apa maksudmu?" teriak Gilhoon

"Surat di tanganmu itu palsu Kim Gilhoon. Apa karena haus harta dan dendam kau lupa jika surat yang asli harus memiliki tanda tangan direksi? Dan juga kemarin aku sudah meminta appa untuk menyerahkan semua aset perusahaan atas namaku, jika kau membunuhku maka semua aset Jung Corp akan lenyap" jelas Daehyun dengan senyum miring

Gilhoon marah setelah mendengar penjelasan Daehyun baru saja akan menarik pelatuk pistolnya polisi sudah datang menyerbu mereka "Buang pistol itu dan angkat tangan kalian" Taehyung yang terkejut langsung mengangkat tangannya

"Sialan kau Jung Daehyun" geram Golhoon, dia mencoba melawan tapi para polisi itu dengan cepat bergerak dan membuat pistol di tangannya terjatuh. Mereka memborgol tangan keduanya dan mendorong mereka untuk berjalan

"Kalian tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi karena mereka sudah mendengarnya dengan jelas tadi" ujar Daehyun lalu menunjukan ponselnya dengan panggilan yang masih tersambung dengan seseorang "Terlalu bodoh dan gegabah hanya dengan melakukan rencana berdua Kim Gilhoon-ssi" lanjutnya dengan nada dingin lalu kembali memeluk Youngjae yang masih ketakutan

"Aku takut Daehyun hiks" tangisan Youngjae mulai pecah dia memeluk erat Daehyun

"Jangan takut sayang, aku sudah disini untuk menjemputmu" balas Daehyun meneangkan kekasihnya

Gilhoon mengarahkan pandangannya ke pinggang polisi di sampingnya, dia mengambil pistol dari kantong seorang polisi dan mengarahkannya pada Daehyun dan Youngjae

"Gilhoon-ssi hentikan" ujar Minwoo lalu mengarahkan pistolnya padanya

"Daehyun, Youngjae awas" teriak Yongguk

Dor

"AKK"

Daehyun yang mendengar teriakan Yongguk beriringan dengan suara tembakan dengan cepat melepas pelukan Youngjae dan berdiri di depan kekasihnya membuat peluru itu mengenai dada kirinya. Daehyun langsung limbung sambil memegangi dada kirinya yang berlumuran darah

"DAEHYUN" teriak Youngjae

Taehyung terkejut saat mendengar suara tembakan dia menoleh kebelakang melihat Daehyun yang terbaring sambil memegangi dada kirinya "Hyung" lirihnya

Dor

Minwoo menembak kaki Gilhooh hingga membuatnya terjatuh lemah dan memudahkan anak buahnya membawanya

"Hikss Daehyun-ah bertahanlah hikss" tangis Youngjae

"Cepat panggil ambulans" teriak Yongguk lalu menekan dada Daehyun

"Jangan menangis sayang aku akan baik-baik saja" ujar Daehyun dengan nafas putus-putus

"Diam hikss jangan bicara kumohon hikss"

Daehyun menarik nafasnya pelan dadanya sakit sekali dia mulai menutup matanya

"Ya buka matamu Jung Daehyun"

"Hiks Daehyun bertahanlah"

Para petugas ambulans datang dan langsung membawa Daehyun masuk ke mobil, mereka memakaikan oksigen dan memasangkan infus

Youngjae tidak berhenti menangis dia terus mengenggam tangan Daehyun selama perjalanan ke rumah sakit kondisi kekasihnya itu semakin melemah "Aku mohon bertahan Daehyunie hiks"

Daehyun segera di larikan ke ruang operasi setelah sampai di rumah sakit, Dokter Choi langsung bertindak cepat saat melihat keadaan Daehyun yang semakin melemah

"Dokter Choi denyut jantungnya kian melemah dan dia mengalami pendarahan" ujar seorang perawat

"Segera lakukan transfusi darah, jangan sampai kita kehilangannya"

Diluar ruangan Youngjae terus menangis dipelukan Himchan, Yongguk menelpon kekasihnya setelah mereka sampai dirumah sakit. Tidak lama kemudian Tuan Jung datang bersama Jongup dan Nahyun yang masih di kursi roda

"Apa yang terjadi dengan Daehyun?" panik Tuan Jung

"Kim Gilhoon mengambil pistol dari petugas saat mereka lengah dan menembak Daehyun" ujar Yongguk

"Ini semua salahku hikss. Seharusnya aku yang tertembak hikss bukan Daehyun" tangis Youngjae

"Ini bukan salah mu Youngjae ini semua murni kesalahan dariku. Jangan menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi, Daehyun melakukan yang terbaik untuk melindungi orang yang dicintainya. Sekarang kita hanya bisa mendoakan Daehyun" kata Tuan Jung lirih

Nahyun memegang tangan Youngjae dan berucap desela tangisannya "Jangan khawatir oppa aku yakin jika oppaku akan baik-baik saja. Daehyun oppa sangat kuat"

.

Di ruang operasi ketegangan terjadi saat Dokter Choi berusaha mengangkat peluru yang bersarang di dada Daehyun dan hampir mengenai jantung namja tan tersebut, bunyi EKG dan tanda datar di layar membuat Dokter Choi dan lainnya panik

"Tidak.. bertahalah Daehyun" panik Dokter Choi, namja paruh baya itu mengambil defibrillator dan memacu jantung Daehyun

Splashh

Daehyun terbangun di sebuah tempat asing berwarna serba putih. Namja tan itu berjalan saat melihat ada sebuah taman yang sangat asri dan air terjun terlihat sangat indah

"Dimana ini?" tanyanya

"Daehyun"

Deg

Daehyun tertegun saat mendengar suara seseorang yang memanggilnya dengan lembut, dia mengenal suara itu dengan segera namja tan itu menoleh ke arah samping

"U-umma"

Nyonya Jung datang memeluk anaknya "Daehyunie. Kau sudah besar ternyata"

"Umma aku merindukanmu" ujar Daehyun ikut memeluk ibunya

"Kenapa kau bisa berada disini?" tanya Nyonya Jung

"Aku tidak tau, tiba-tiba aku bangun dan sudah berada disini. Memangnya ini dimana umma?"

"Tempat dimana umma seharusnya berada, kau seharusnya tidak disini Daehyun"

"Kenapa umma? Aku masih ingin bersama umma dan tempat ini sangatlah indah"

Nyonya Jung menggeleng "Belum saatnya kau disini, kau masih harus menjaga appamu dan Nahyun dan memenuhi tanggung jawabmu yang lain"

"Aku masih merindukanmu umma" lirih Daehyun tidak ingin berpisah dengan sang ibu

"Umma juga tapi kau harus kembali anakku mereka disana masih menunggumu. Kau belum sepenuhnya memenuhi permintaan umma untuk memaafkan ayahmu dan kau juga belum benar-benar hidup dengan bahagia tanpa dendam sampai saat ini kan. Ada saatnya nanti kita akan bersama tapi sekarang kau harus kembali mereka menunggumu"

Setelah mendengar ucapan ibunya tubuh Daehyun seperti tertarik kembali ke tempat semula kepalanya dan badannya terasa berat matanya kembali tertutup

Splashh

"Detak jantungnya kembali Dokter" ujar seorang perawat membuat Dokter Choi membuang nafas lega

"Cepat selesaikan ini" pinta Dokter Choi dan segera dilakukan mereka, setelah menjahit luka Daehyun dan memeriksa lainnya Dokter Choi keluar dan langsung disambut dengan beberapa pertanyaan dari Youngjae dan Tuan Jung

"Bagaimana keadaan Daehyun?" tanya Youngjae

"Kondisinya masih kritis peluru itu hampir mengenai jantungnya" ujar Dokter Choi membuat mereka menahan nafas "Kita masih akan memantau Kondisi Daehyun dan jika besok belum sadar juga maka Daehyun dinyatakan koma" lanjutnya

Youngjae kembali menangis setelah mendengar itu Himchan dengan sigap langsung memeluknya "Sabar Youngjae, Daehyun pasti akan baik-baik saja"

"Kita hanya bisa menunggu dan berdoa semoga Daehyun bisa cepat sadar"

.

.

.

Sudah 3 minggu Daehyun terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan Youngjae tidak pernah absen menemani kekasihnya bahkan namja manis itu enggan beranjak dari samping Daehyun makan saja harus dipaksa Lee ahjumah atau Tuan Jung. 2 hari setelah operasi kondisi Daehyun memang sudah tidak kritis lagi tapi namja tan itu belum menunjukan tanda-tanda akan membuka matanya

"Kapan kau akan bangun Daehyun? aku merindukanmu hikss"

Tuan Jung dan Lee ahjumah yang baru saja datang untuk menjenguk mendengar tangisan Youngjae, mereka ikut sedih apalagi Tuan Jung dia sangat menyesali ini kenapa harus anaknya yang menanggung akibat dari perbuatannya

"Youngjae-ah sudah jangan menangis lagi aku yakin jika Daehyun tidak akan suka melihat air matamu" ujar Tuan Jung lalu menepuk pundaknya

Youngjae menghapus air matanya "Appa dan ahjumah kapan datang?" tanyanya. Tuan Jung meminta namja manis itu memanggilnya appa seperti Daehyun, dia sudah menganggap Youngjae seperti anaknya sendiri

"Baru saja, ini makanlah ahjumah membawakan makanan kesukaanmu" ujar Lee ahjumah

"Nanti saja ahjumah aku belum lapar"

"Sekarang Youngjae wajahmu sudah terlihat pucat, apa kau ingin aku melapor pada Daehyun saat dia bangun nanti" tegas Lee ahjumah

Namja manis ittu menggeleng lalu mengambil makanan yang di berikan Lee ahjumah dan memakannya dengan perlahan, baru beberapa suap tiba-tiba dia merasa pusing namja manis itu meringis dan memegangi kepalanya

"Ada apa?" tanya Tuan Jung

"Kepalaku pusing sekali" jawab Youngjae

"Sebaiknya hari ini kau pulang dulu bersamaku dan beristirahat, besok baru kita kembali lagi" ujar Lee ahjumah

Youngjae mengangguk lalu berjalan ke arah Daehyun dengan hati-hati "Aku pulang dulu Daehyunie, cepatlah bagun aku sangat merindukanmu" ucapnya lalu mencium kening dan mengelus pipi Daehyun

"Aku pulang dulu Daehyunie, cepatlah bangun aku merindukanmu" bisik Youngjae di telinga Daehyun

Lee ahjumah dan Tuan Jung tersenyum melihat sifat lembut Youngjae pada Daehyun, mereka berharap jika Daehyun bisa cepat bangun dari tidur panjangnya

.

.

.

TBC

Hai babydull gw up lagi setelah 3 mgg libur

Kalo gw liat" ffn makin sepi aja nih

Semoga baby masih tetep setia dan mendukung uri BAP ya.. tetep doa'in mereka ber6 selalu bersama meski nanti namanya bukan BAP lagi T.T

3 FOREVER WITH BAP 3