BOSS
...
Main Cast:
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
...
Other Cast:
Kim Himchan
Bang Yongguk
Moon Jongup
Kim Taehyung (BTS)
Nahyun (Sonamoo)
...
Rated M
...
#Banyak typo
...
-Happy Reading-
...
4 hari Youngjae belum mengunjungi Daehyun di rumah sakit saat dirinya pulang waktu itu 2 hari lalu Himchan menelponnya dan membutuhkan bantuannya di kantor karena ada rapat dengan klien penting, itu membuatnya sibuk seharian dia jadi terkurung dengan laporan yang bertumpuk. Tapi Youngjae selalu memantau keadaan Daehyun lewat ahjumah ataupun Tuan Jung
"Hyung apa laporannya masih banyak lagi?" tanya Youngjae pada Himchan yang berada di depannya
"Kau bisa lihat tumpukan yang banyak ini kan" jawab Himchan tanpa mengalihkan matanya dari layar macbooknya
"Kerjakan saja bagianmu, aku dan Jieun sudah cukup pusing mengerjakan yang lainnya. Tahan rindumu pada Daehyun aku juga merindukan Yonggukku" ujar Himchan dengan wajah memelas membuat Youngjae tertawa
Youngjae kembali mengerjakan laporannya dengan serius tiba-tiba ponselnya bergetar, namja manis itu melihat ibunya yang menelpon
"Hallo umma"
"Youngie. Bagaimana kabarmu sayang? Kenapa semenjak kau kembali kau sudah jarang memberi kabar lagi?"
"Maaf umma aku sibuk dan tidak sempat menelpon kalian"
"Gwenchana. Bagaimana kabarmu dan Daehyun?"
Youngjae terdiam "Daehyun hikss" mulai menangis saat ingatannya kembali mengingat apa yang terjadi belakangan ini
Himchan mengalihkan fokusnya pada Youngjae yang menangis, dia menggenggam tangan Youngjae mencoba menguatkan namja manis itu
"Ada apa Youngie? Kau baik-baik saja kan?" panik Nyonya Yoo
"Aku baik umma hiks tapi tidak dengan Daehyun hiks"
"Ada apa dengan Daehyun?" tanya Nyonya Yoo panik
"Seminggu lalu aku diculik oleh orang yang ingin balas dendam pada keluarga Daehyun, saat Daehyun datang dan mencoba menyelatkanku orang itu lepas kendali dia mencoba menebak ke arahku tapi Daehyun melindungiku hingga peluru itu mengenai dirinya sendiri" jawab Youngjae di sela tangisannya
"Lalu bagaimana keadaan Daehyun sekarang? Dia baik-baik saja kan?" tanya Nyonya Yoo ikut panik
"Sampai sekarang Daehyun masih belum sadar umma. aku takut terjadi sesuatu padanya"
"Jangan menangis Youngie, umma yakin kalau Daehyun akan segera sadar karena dia tau jika kau sedang menunggunya"
"Ne umma" balas Youngjae
"Apa kau sedang bersama Daehyun sekarang?" tanya Nyonya Yoo
"Aku sedang di kantor umma, setelah pekerjaan kantor selesai aku akan segera ke rumah sakit lagi"
"Ya sudah kalau begitu selesaikan pekerjaanmu dan jangan lupa makan dan kau harus tetap kuat ne umma akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian"
"Ne gomawo umma. aku tutup dulu ya dan sampaikan salamku untuk appa" jawab Youngjae lalu menutup telponya setelah dia mengatakan akan kembali bekerja
"Gwenchana?" tanya Himchan
"Nde Hyung" jawab Youngjae menghapus air matanya
"Aku yakin Daehyun pasti akan baik-baik saja" ujar Himchan
Youngjae mengangguk "Ayo kita selesaikan ini Hyung" ujarnya lalu kembali mengerjakan laporannya, mereka menyelesaikan laporan-laporan itu hingga selesai pukul 10 malam
"Akhirnya selesai juga. Punyamu sudah selesai Jae?"
"Sudah Hyung"
"Ayo kita pulang agar kau bisa beristirahat dan menjenguk kekasihmu besok" ajak Himchan
Youngjae mengangguk dan berjalan mengikuti Himchan, namja cantik itu mengantar Youngjae pulang ke apartement Daehyun
"Kau mau mampir Hyung?" tawar Youngjae
"Tidak usah Jae-ah. Aku membutuhkan kasur sekarang" tolak Himchan
"Ya sudah hati-hati mengemudinya Hyung. Gomawo" ujar Youngjae, Himchan mengangguk lalu kembali menjalankan mobilnya pergi dari sana
Youngjae masuk ke kamar dan berbaring di tempat tidur milik mereka, dia kembali menangis mengingat kekasihnya yang masih terbaring di rumah sakit
"Aku merindukan pelukanmu Daehyun. kapan kau akan membuka matamu lagi?" tangis Youngjae hingga tertidur
.
Jam 8.36 pagi Youngjae membuka matanya saat mendengar dering ponselnya, namja manis tersebut meraba nakas dan mengambil ponselnya
"Hallo" sapanya dengan suara khas orang baru bangun tidur
"Jae Hyung. Daehyun Hyung sudah sadar dia mencarimu"
Youngjae langsung melebarkan matanya saat mendengar Jongup mengatakan itu "Aku akan segera ke rumah sakit sekarang" balasnya lalu bergegas mandi, secepat kilat namja manis itu berganti pakaian dan keluar kamar
"Youngjae-ah kau mau kemana? Kau belum sarapan" ujar Lee ahjumah
"Nanti saja makannya ahjumah aku harus ke rumah sakit sekarang, Jongup menelponku dia bilang Daehyun sudah sadar"
Lee ahjumah melebarkan matanya "Kita berangkat bersama"
Youngjae mengangguk mereka berdua pergi bersama ke rumah sakit dengan taksi. Setelah sampai Youngjae buru-buru keluar dari taksi dan berlarian di koridor rumah sakit
Brak
Namja manis itu membuka pintu ruangan Daehyun dengan tidak elitnya membuat semua orang di dalam sana terkejut termasuk kekasihnya yang baru saja sadar 1 jam yang lalu
"Daehyunie hikss" Youngjae menerjang Daehyun dan langsung memeluknya erat sambil menangis
"Shh sayang jangan memeluk terlalu erat" ringis Daehyun membuat Youngjae tersadar dan langsung melepas pelukannya
"Maaf aku lupa jika lukamu belum sepenuhnya sembuh" kata Youngjae disela tangisannya
"Jangan menangis sayang" ujar Daehyun sambil mengelus pipi Youngjae dia tersenyum melihat wajah kekasihnya yang memerah
"Bagaimana aku tidak mengangis kau membuatku ketakutan. Seharusnya kau menghidar bukan malah menghalangi peluru itu dan membuatmu terbaring disini"
"Jae-ah aku baru saja sadar dan kau malah marah-marah padaku"
"Salah sendiri kau bertingkah layaknya tubuhmu itu besi yang tidak mempan dengan peluru" kesal Youngjae mulai bicara tidak masuk akal, membuat mereka ingin sekali tertawa mendengarnya
"Sudah cukup. Kenapa kalian malah bertengkat seperti ini" Tuan Jung menengahi keduanya
"Maaf appa aku hanya terlalu khawatir" ujar Youngjae
"Appa?" heran Daehyun menatap ayahnya dan Youngjae bergantian
"Appa yang meminta Youngjae memanggil seperti itu. Dia kekasihmu bukankah nanti dia akan menjadi anak appa juga" jelas Tuan Jung membuat Daehyun tersenyum
"Ya sudah sebaiknya kita keluar dulu. Biarkan mereka berdua melepas rindu" Tuan Jung kembali berucap, berniat memberi ruang untuk sepasang kekasih itu
Setelah mereka semua keluar Daehyun kembali menatap kekasihnya yang masih sesegukan "Aku sudah bangun sekarang, berhentilah menangis aku tidak suka melihat air matamu" pinta Daehyun jarinya mengapus air mata yang mengalir di pipi Youngjae
Youngjae mengangguk lalu mengapus air matanya "Janji padaku jangan melakukan hal yang membahayakan nyamu lagi. Aku takut jika waktu itu terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi"
"Aku janji sayang. Maaf membuatmu ketakutan" balas Daehyun lalu memeluk Youngjae, mereka saling memeluk melepas rindu
"Aku mencintaimu Daehyunie"
"Aku senang sekali mendengar itu"
Mendengar itu Youngjae melepas pelukannya "Kau tidak membalas ucapanku?" tanyanya
Daehyun terkekeh lalu menangkup sebelah pipi Youngjae dan menatap lurus ke dalam matanya "Aku sangat mencintaimu Yoo Youngjae"
Youngjae tersenyum senang lalu mencium bibir Daehyun dan melumatnya lembut, namja tan itu memeluk pinggang kekasihnya dan ikut membalasnya tidak kalah lembut. Keduanya terus berciuman melampiaskan perasaan rindu mereka sampai Dokter Choi datang dan berdehem membuat ciuman mereka terhenti
"Maaf jika aku mengganggu tapi aku harus mengontrol luka Daehyun"
"Gwenchana Dokter" balas Youngjae dengan wajah memerah lalu menyingkir dari ranjang Daehyun, membiarkan Dokter Choi memeriksa luka kekasihnya dan mengganti perbannya
"Lukamu mulai mengering" ujar Dokter Choi
"Apa aku bisa pulang samchon?"
"Tapi kau baru saja sadar Daehyun" ujar Dokter Choi
"Aku tidak suka terlalu lama berada di rumah sakit" balas Daehyun
"Daehyun-ah sebaiknya kita tunggu saja sampai kau benar-benar pulih" kata Youngjae khawatir
Daehyun menatap Youngjae dan tersenyum "Aku juga bisa memulihkan lukaku dirumah sayang"
Namja tan itu mengalihkan wajahnya pada Dokter Choi "Bagaimana samchon?" tanyanya
Dokter Choi membuang nafas kasar, dia sudah tau jika namja tan di depannya tidak menyukai rumah sakit sejak dulu "Aku akan melakukan check up padamu besok jika tidak ada masalah kau bisa pulang, tapi aku sarankan kau tetap rutin mengontrol lukamu di rumah sakit"
"Gomawo samchon" ucap Daehyun
"Kalau bergitu aku permisi, kalian bisa menanggilku jika perlu sesuatu" ujar Dokter Choi diangguki keduanya. Setelah Dokter Choi keluar Yongguk, Nahyun, Tuan Jung dan Lee ahjumah masuk ke dalam
"Apa yang di katakan Dokter?" tanya Tuan Jung
"Luka Daehyun mulai mengering dan masih harus memulihkan keadaannya tapi dia sudah meminta pulang" jawab Youngjae membuat Daehyun membuang nafas
"Memangnya kau sudah boleh pulang?" tanya Lee ahjumah
"Jika hasil check upnya tidak ada masalah maka aku bisa pulang tapi aku masih harus tetap rutin melakukan kontrol" jawab Daehyun semuanya mengangguk paham
"Baguslah jika seperti itu. Jae oppa apa oppa tidak keberatan jika menemaniku terapi?" tanya Nahyun
Youngjae menatap Daehyun meminta izin "Pergilah, aku akan menunggumu" ujarnya
"Ayo kita pergi Nahyun-ah" Youngjae mendorong kursi roda Nahyun keluar
Setelah mereka berdua keluar Daehyun menatap Yongguk serius "Ada apa Hyung?"
Yongguk menyerahkan surat itu pada Daehyun "Kami menemukan surat itu saat menggeledah tempat tinggal Kim Gilhoon dan Taehyung. Itu adalah surat asli dari Yoon Minjung, Kami sudah menyeledikinya" jawabnya
Daehyun membacanya dengan teliti isi surat itu, disitu tertulis jika yeoja itu meminta maaf dan merasa bersalah atas kematian Nyonya Jung dan meminta Gilhoon membawa pergi Taehyung menjauh agar tidak mengganggu lagi keluarga mereka
"Kim Gilhoon membuat Taehyung membantunya membalaskan dendamnya pada keluarga kita" ujar Daehyun lalu memberikan surat pada ayahnya
"Kim Gilhoon juga mengalami gangguan mental, dia stress karena perusahaannya bangkrut lalu melakukan ini semua" tambah Yongguk
"Jelas saja namja itu dari dulu memang sudah terobsesi dengan harta dan uang" ujar Tuan Jung
"Dia akan dihukum seberat-beratnya karena kesalahan yang telah di perbuatnya" timpal Yongguk
"Dan Taehyung?" tanya Daehyun
"Taehyung juga melakukan kesalahan dengan mengacam dirimu dan menculik Youngjae, dia akan dihukum paling lama 3-4 tahun" jawab Yongguk
Daehyun menatap ayahnya yang juga sedang menatapnya "Aku ingin memberikan masa pengurangan hukuman pada Taehyung, dia tidak sepenuhnya bersalah" ujarnya membuat Tuan Jung terkejut
"Tidak Daehyun jangan melakukan itu"
"Dia juga anakmu appa. Dia tidak seharusnya menanggung kesalahan kalian di masa lalu dan terus membencinya membuat janjiku pada umma tidak akan pernah terpenuhi" jelas Daehyun "Jika appa mau aku maafkan maka appa juga harus menerima dia" lanjunya
Tuan Jung menatap Daehyun lama lalu menghela nafas "Baiklah jika kau bersedia memaafkan appa maka itu akan appa lakukan"
Daehyun mengangguk "Aku ingin bertemu dengannya Hyung"
"Aku akan mengaturnya setelah kau benar-benar sudah pulih" ujar Yongguk
.
.
5 hari setelah Daehyun pulang dari rumah sakit dia pulang ke apartement bersama Youngjae, namja manis itu yang merawat dirinya selama sakit dan dirinya sudah kembali sibuk dengan berkas-berkas penting meski belum pergi ke kantor
"Daehyun-ah makan siangnya sudah siap" panggil Youngjae yang masih berdiri di samping pintu kaca yang membatasi ruang tengah dan balkon. Daehyun mematikan panggilan telponnya lalu berjalan ke arah Youngjae
"Ayo kita makan" ajak Daehyun
"Kau menelpon siapa tadi?" tanya Youngjae saat mengambilkan makanan untuk Daehyun
"Yongguk Hyung. Dia bilang besok aku bisa bertemu dengan Taehyung"
Tak
Youngjae meletakan sumpitnya kembali dan menatap Daehyun saat kekasihnya mengatakan itu "Kau akan bertemu Taehyung?" tanyanya
"Ya aku akan menemuinya besok dan aku ingin mengajuhkan pengurangan untuk masa hukumannya" jawab Daehyun
"Untuk apa kau melakukan itu?" seru Youngjae tidak suka
Daehyun menatap kekasihnya "Jae bagaimana pun dia adikku juga, sudah kewajibanku sebagai Hyungnya untuk memaafkannya dan membimbingnya"
"Tapi dia sudah menyakitimu"
"Taehyung seperti itu karena hasutan Kim Gilhoon sayang, aku ingin agar kau bisa memaafkan dirinya juga. Ini juga termasuk keinginan umma aku tidak ingin menyimpan dendam lagi" jelasnya
Youngjae menghela nafas dan membuangnya pelan "Baiklah tapi aku ikut denganmu"
"Kau yakin ingin ikut?"
"Iya, aku yakin" jawab Youngjae tegas
Daehyun tersenyum "Kita akan pergi besok siang setelah itu aku akan mengajakmu ke suatu tempat"
"Kemana?" tanya Youngjae penasaran
"Kau akan tau nanti" Daehyun tersenyum manis
.
.
.
Sabtu siang Daehyun dan Youngjae menjenguk Taehyung, saat namja itu datang dia hanya menunduk tidak berani menatap Daehyun dan Youngjae
"Bagaimana rasanya di penjara?" tanya Daehyun dingin
"Maafkan aku Hyung" sesal Taehyung
Daehyun memberikan surat asli dari Minjung pada Taehyung "Bacalah itu surat asli dari ibumu"
Taehyung membacanya lalu menangis "Jadi selama ini aku di bohongi oleh orang itu?"
"Dia menggunakanmu untuk ambisi dan dendamnya sendiri bukan karena ibumu, tujuannya selama ini merawatmu hanya untuk itu" ujar Daehyun
"Maafkan aku Hyung, aku salah karena mempercayainya begitu saja hiks" tangis sesal Taehyung
"Kau bisa renungkan kesalahanmu disini sementara itu aku akan mengajukan pengurangan masa tahanan untukmu"
Taehyung terkejut dan menatap Daehyun tidak percaya "Kenapa kau mau melakukan itu Hyung? Aku sudah membuat kalian menderita"
"Karena kau adikku walaupun kau tidak lahir dari rahim yang sama denganku tapi kita sedarah. Sudah menjadi tugasku sebagai Hyungmu untuk memaafkan adikku" Daehyun tersenyum
Taehyung menangis mendengarnya "Hikss gomawo Hyung dan aku juga minta maaf pada kalian berdua Hyungdull"
"Lupakan semuanya dan kau harus berubah menjadi lebih baik setelah ini" balas Youngjae
"Aku sudah bicara pada appa dan setelah kau keluar nanti kau bisa tinggal dirumah" ujar Daehyun. Taehyung menangguk di berulang kali mengucapkan terima kasih pada Daehyun
"Apa appa masih mau menerimaku setelah yang sudah aku lakukan selama ini?" ragu Taehyung
"Bagaimana juga kau adalah anaknya sudah seharusnya dia bisa memaafkanmu. Kau tenang saja"
Taehyung menatap mereka dengan mata berkaca-kaca "Gomawo kalian mau memaafkanku dan menerimaku"
Daehyun hanya mengangguk dan tersenyum padanya
.
Daehyun membuang nafas leganya setelah masuk ke mobil "Aku merasa bebanku mulai berkurang" ujarnya
Youngjae menggenggam tangan Daehyun "Kau melakukannya dengan baik Daehyunie"
Namja tan itu tersenyum lalu mengecup tangan Youngjae "Ayo aku akan mengajakmu ke tempat special"
Tempat special yang di maksud adalah tempat peristirahatan ibunya, Daehyun mengajak kekasihnya untuk berkunjung dan mengenalkan Youngjae pada ibunya
"Annyeong umma. bagaimana kabarmu disana? Aku datang bersama Yoo Youngjae, dia adalah kekasihku orang dan orang yang sangat aku cintai setelah dirimu" ujar Daehyun dengan nada ceria
"Annyeonghaseyo Eomeoni saya Youngjae. Terima kasih karena sudah merawat dan mengajarkan Daehyun hingga menjadi namja yang penuh dengan tanggung jawab dan kasih sayang Eomeoni" ujar Youngjae sambil memengangi tangan Daehyun
"Aku sudah memenuhi janjiku umma. Aku sudah bisa memaafkan appa dan menjaga Nahyun, aku juga akan memenuhi janjiku yang lain dengan menjaga orang yang aku cintai dengan sepenuh hatiku. Berbahagialah disana umma aku mencintaimu" ucap Daehyun dengan mata yang berkaca-kaca
Namja tan itu lalu menatap Youngjae "Aku berjanji padamu di depan umma kalau aku akan berubah menjadi lebih baik lagi"
Youngjae tersenyum dan membalas kekasihnya "Dan aku akan setia berada di samping, menjadi sandaramu disaat dirimu lelah. Kita akan saling berbagi suka duka dan saling menjaga"
Daehyun tersenyum lalu mengecup kening Youngjae dengan penuh perasaan "Aku sangat mencintaimu"
"Aku juga sangat mencintaimu" balas Youngjae dengan senyuman
.
.
.
4 bulan kemudian
Daehyun sudah mulai kembali disibukkan dengan pekerjaannya dan dia benar-benar memenuhi janjinya pada Youngjae, namja tan itu sudah tidak bersikap seenaknya dan kasar lagi pada bawahannya dia selalu menjaga ucapannya pada mereka. Hubungan dengan sang ayah juga semakin membaik sikap Daehyun sudah tidak dingin lagi pada ayahnya dan mereka sesekali mengunjungi Taehyung yang masih di tahan
Semua berjalan dengan baik kecuali sikap Daehyun akhir-akhir ini, namja tan itu selalu membuatnya sibuk dengan pekerjaan kantor sementara dirinya sering pergi keluar kantor entah kemana. Sudah 3 minggu ini namja tan itu selalu pergi keluar kantor tanpa mengatakan apapun padanya dan itu membuat namja manis itu sedikit mencurigai kekasihnya
"Aku masih ada urusan penting pulanglah dengan Jongup, aku sudah memberitahunya untuk menjemputmu" isi pesan dari Daehyun membuatnya Youngjae jadi kesal sendiri, namja manis itu tidak membalas pesan kekasihnya dan malah membanting ponselnya di meja
"Kau menyebalkan Jung Daehyun" kesalnya lalu merapikan mejanya dia ingin bergegas pulang ke apartement, Youngjae melihat Jongup sudah menunggunya saat dia turun ke lobby
"Daehyun kemana?" tanya Youngjae
Jongup menangkat bahunya lalu menjawab "Hyung masih ada urusan penting katanya"
"Aish jinja" Youngjae merasa kepalanya ingin meledak mendengar jawaban itu, dia merapatkan mantelnya lalu segera masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobilnya
"Ya Hyung hati-hati ini mobil kesayangku" seru Jongup
Youngjae menurunkan kaca mobil "Tidak usah cerewet cepat naik saja dan antar aku pulang"
Jongup segera naik ke mobilnya dan mengantar Youngjae pulang, namja manis itu menawarkan untuk mampir tapi di tolak Jongup dengan asalan akan pergi kencan dengan Junhong
Drrt..drrt..drrt
Baru saja duduk di sofa ponselnya bergetar ada telpon masuk dari Daehyun, dia segera mengangkatnya "Ya kau dimana? Sebenarnya apa yang kau lakukan?" seru Youngjae saat mengangkat telpon kekasihnya
"Jangan teriak sayang kau bisa membuat telingaku tuli mendadak"
"Jangan bercanda Daehyun. Kau dimana dan akan pulang jam berapa?" seru Youngjae sambil berjalan ke kamar mereka
"Aku tidak akan pulang..."
"Mwo?"
"Ish. Dengarkan aku dulu jangan memotong ucapanku Yoo Youngjae" seru Daehyun mendengar tidak ada jawaban dari Youngjae, namja tan itu kembali melanjutkan ucapannya
"Tidak usah memasak dan sekarang datanglah ke restoran biasa aku membutuhkanmu malam ini"
"Untuk apa aku kesana? Aku bahkan baru saja sampai dan cuaca diluar sangat dingin" ujar Youngjae dia semakin kesal
"Kau akan tau nanti. Kumohon ini penting sayang" pinta Daehyun dengan nada memelas
"Aish jinja.. oke aku akan datang Jung Daehyun" ujarnya kesal
"Aku akan menyuruh supir untuk menjemputmu sayang" tanpa menunggu balasan Youngjae dia menutup telponnya
"Heol dia menutupnya tanpa menunggu jawaban dariku? Awas saja kau Jung Daehyun" kesalnya lalu bergegas ke kamar mandi dan membasuh wajahnya, ayolah ini masih awal tahun cuacanya masih sangat dingin diluar dan kekasihnya dengan seenak jidatnya meminta dirinya untuk pergi ke restoran
Youngjae sudah siap dan memakai pakaian formal dan coat lalu turun ke lobby dia melongo melihat mobil limosin di depannya
"Selamat malam Tuan Yoo" sapa sang supir
"Se-selamat malam juga. Apa Daehyun yang mengirim anda?" gagap Youngjae
"Nde silahkan masuk" jawabnya lalu membuka pintu mobil limosin itu
Youngjae masuk tanpa berkata apa-apa lagi dan saat sampai di restoran dia dibuat heran dengan keadaan yang sepi belum lagi dia disambut dengan tidak biasa oleh para waitress
"Ada apa sebenarnya" batinnya
"Silahkan Tuan Yoo, Tuan Muda sudah menunggu anda di dalam sana" ujar salah satu waitress menunjuk ruang vip. Youngjae berjalan menuju ruangan itu setelah mengucapkan terima kasih pada waitress itu
"Daehyun" panggilnya setelah membuka pintu matanya membulat saat melihat bukan hanya kekasihnya yang berada disana tapi kedua orang tuanya, Tuan Jung, Nahyun dan yang lain juga berada disana
"Ehh umma appa.. ada apa ini?" bingung Youngjae
Matanya melihat lilin-lilin yang terpasang di sepanjang jalan menuju ke tengah ruangan entah kenapa membuat Youngjae menjadi semakin gugup jantungnya berdetak tidak karuan saat melihat kekasihnya berjalan mendekat padanya, dia terlihat semakin tampan dengan rambut yang dinaikan ke atas
"Da-Daehyun a-apa ini?" tanyanya gugup
Daehyun tersenyum lalu mengadahkan tangannya meminta tangan Youngjae mengerti namja manis itu menyambut tangan kekasihnya yang berkeringat dingin, dia sempat bertanya-tanya dalam hati kenapa tangan Daehyun sangat dingin padahal suhu diruangan ini cukup hangat
Daehyun menarik Youngjae mendekat ke meja bundar dengan kue ulang tahun dengan lilin di atasnya "Saengil Chukae Yoo Youngjae" bisik Daehyun di telinga kekasihnya lalu di ikuti yang lainnya
Youngjae membulatkan matanya lalu menatap Daehyun "Ta-tanggal berapa sekarang? Kenapa bisa aku tidak mengingat ulang tahunku sendiri?"
"Well aku memang sengaja membuatmu sibuk dan melupakan ulang tahunmu sendiri" ujar Daehyun dengan senyum lebar
Youngjae menatap kekasihnya "Kau benar-benar Jung Daehyun"
"Nanti saja marah-marahnya oppa sekarang ayo tiup lilinnya" seru Nahyun
Youngjae tersenyum lalu menutup matanya memanjatkan doa setelah itu dia meniup lilinnya sampai mati. Namja manis itu memotong kuenya dan memberikan pada ibunya yang berada di samping kanannya
"Apa kau yakin akan memberikan kue pertamamu pada umma? bukankah sekarang sudah ada yang lebih special lagi?" goda Nyonya Yoo
"Ish ummaa" kesalnya sambil mengerutkan bibirnya
Youngjae membalikkan badannya menatap Daehyun, dia menyuapi kue itu dan mencium pipi kekasihnya "Gomawo Daehyunie" ujarnya pelan Daehyun hanya tersenyum
Daehyun menatap ayahnya yang sedang menatapnya dengan penuh senyuman dia menangguk singkat lalu menarik nafasnya dalam, namja tan itu berdehem sedetik kemudian berlutut di depan Youngjae membuat sang kekasih terkejut
"Daehyun-ah apa yang kau lakukan"
Tanpa menjawab Daehyun mengeluarkan kotak beludru berwarna biru dan membukanya "Marry me Yoo Youngjae" ujarnya membuat namja manis itu menutup bibirnya tidak percaya matanya mulai berkaca-kaca
"Maaf aku masih memiliki banyak sekali kekurangan. Maaf masih suka bertindak seenaknya dan maaf jika aku menyakitimu tanpa aku sadari. Aku juga ingin berterima kasih padamu karena kau tidak meninggalkanku dan mau memaafkan kesalahanku, mencintaiku dan berada disisiku selama ini. Aku mencintamu dengan sepenuh hatiku Yoo Youngjae. Maukah kau menikah dengaku dan melengkapi segela kekuranganku?"
Youngjae mengusap air matanya saat mendengar kata-kata kekasihnya "Tentu aku mau Daehyun. Aku siap menerima mu dan kita bisa saling melengkapi satu sama lain" ujarnya
Daehyun memasangkan cincin itu ke jari manis Youngjae lalu berdiri dan mengecup keningnya "Terima kasih sayang"
.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Tuan Yoo saat mereka semua selesai makan malam mereka duduk di meja yang berbentuk lingkaran
"Minggu depan appa" jawab Daehyun
"MWO? Minggu depan?" seru Youngjae terkejut menatap namja tan itu
Daehyun menoleh ke arah kekasihnya "Iya sayang aku sudah mengatur semuanya. Tinggal menunggumu siap saja"
"Sejak kapan kau merencanakan ini semua?" heran Youngjae
"Aku sudah merencankan ini dari sebulan lalu, makanya aku sering keluar kantor dan mengacuhkanmu" jelas Daehyun
"Bukankah dia gila? Dia membuat kami semua kalang kabut dengan rencana dadakannya ini" cibir Himchan
Nahyun mengangguk "Iya bahkan sebelum oppa datang Dae oppa sudah berkeringat dingin, dia takut jika oppa menolaknya dan mungkin saja akan bunuh diri" ejeknya
"Ya Jung Nahyun. Aku tidak senekat itu awas saja kau" seru Daehyun tapi adiknya hanya mengejek lalu menjulurkan lidahnya
Youngjae tertawa mendengar itu "Gomawo, aku menyukai kejutaanya" ujarnya dia lalu memajukan kepalanya berniat mencium bibir kekasihnya tapi niatnya terhenti oleh deheman semua orang disana
"Ekhem jangan lupa kalau kami masih berada disini" ujar Himchan
"Nde. Lakukan itu nanti saja saat kalian di apartement" timpal Nahyun menggoda mereka
Youngjae yang malu langsung mengubur wajahnya yang memerah ke leher Daehyun, dia benar-benar lupa jika masih ada mereka "Memalukan sekali" bisiknya
"Kau malu? Tenang saja nanti kau bisa menciumku sepuasnya di apartement nanti" goda Daehyun lalu tertawa tidak lama kemudian tawanya berubah menjadi ringisan
"Akh.. Ya jangan menggigitku itu sakit Youngjae-ah" seru Daehyun saat Youngjae mengigit pundak kanannya
"Kau menyebalkan sekali. Kenapa harus mengatakan seperti itu di depan mereka? Apa kau ingin membuatku semakin malu" marah Youngjae
"Aku hanya mengakatan mencium buka bercin hmmp uhuk..uhuk" ucapan Daehyun tidak dapat diteruskan karena dengan secepat kilat Youngjae memasukkan lemon yang asam ke dalam mulut kekasihnya
Tubuh Daehyun gemetar saat merasakan asamnya lemon yang Youngjae masukkan kedakam mulutnya, dia merasa ingin muntah "Shh.. Ya kau mau membunuh calon suamimu sendiri eoh?"
"Jangan berlebihan itu hanya lemon bukan racun" kesal Youngjae
"Tetap saja, lemon itu bisa membuatku tersedak dengan rasanya"
"Diam saja kau. Dasar menyebalkan"
Semua orang disana hanya mampu menggelangkan kepala. Lamaran romantis menjadi ajang perdebatan mulut yang tidak berguna dari keduanya
"Berhenti bertengkar. Kalian ini sudah mau menikah tapi tetap saja seperti anak kecil" tegur Tuan Yoo
"Biarkan saja besan. Anggap saja itu hiburan untuk kita" Tuan Jung menyahut membuat semua yang ada disana menertawakan Daehyun dan Youngjae
Namja manis itu mengerutkan bibirnya dia menunduk dan tanpa sengaja matanya menatap cincin yang di pasang Daehyun di jari manisnya, Youngjae tersenyum lalu menatap calon suaminya terlihat kesal
"Gomawo Daehyunie ini hadiah ulang tahun yang sangat berarti untukku"
Cup
Youngjae mencium pipi Daehyun membuat namja tan itu menoleh dan kembali tersenyum melihat senyum bahagia calon istrinya itu
"Kau suka kejutannya?" tanya Daehyun
"Aku sangat menyukainya terlebih lagi dengan orang yang membuat kejutannya"
Daehyun mengangkat sebelah alisnya "Apa kau sedang menggodaku? Kau mulai berani ternyata ya"
"Ck dasar byuntae, isi otakmu hanya ada hal kotor semua ya" kesal Youngjae
Daehyun tertawa dia menangkup kedua pipi Youngjae "Isi otakku hanya ada Yoo Youngjae seorang" ujarnya lalu mencium lama kening Youngjae dengan penuh perasaan
"Saranghae Yoo Youngjae"
"Nado saranghae Jung Daehyun"
.
Berawal dari orang asing lalu menjadi Boss di kantornya setelah itu menjalin kasih bersama dan sebentar lagi mereka menikah, Youngjae tidak pernah menyangka jika pertemuan singkatnya dengan Daehyun di Milan akan berakhir dengan kata cinta dari kedua
Youngjae pikir setelah menghabiskan waktu berjalan-jalan bersama dan menikmati malam yang panas semua tentang mereka akan selesai pada malam itu tapi semuanya salah keduanya sudah saling terjatuh sejak pertemuan di halte itu dan tanpa ragu menghabiskan waktu bersama secara singkat dan sekarang mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama selamanya dalam ikatan pernikahan
.
.
.
THE END
.
#HappyYjaeDay
Happy Birthday Yoo Youngjae & Happy Anniversary BAP 😘
Semoga BangHimDaeJaeJongLo tetap bersama selamanya!
Makasih buat yang udah sempetin baca dan ninggalin jejak dari awal sampe selesai :))
