I think about it 24/7
.
.
.
.
.
Chanyeol hanya bisa menghela napas berat setelah mendengar perkataan sepupunya itu.
"Lalu setelah ini apa yang akan kau lakukan?"
Mata bulatnya menatap tajam Kris.
"Apalagi...
...tentu aku akan membuatnya menjadi milikku, selamanya"
In that moment, I pushed in..
"Gigit bahuku jika sakit.." samar-samar aku mendengar suara Kris. Diantara setengah kesadaranku, ketika rasa sakit yang menyengat begitu terasa. Saat dimana aku merasakan tubuhku terbelah, sesuatu yang masuk di dalam sana. Besar, keras dan panjang. Aku tidak bisa untuk tidak berteriak keras saat milik Kris dipaksa untuk memasuki suatu hal yang tidak berimbang itu.
"Akhh Kris, sakit"
Aku hanya bisa berteriak. Semua bagian tubuhku telah kaku, tidak bisa digerakkan. Sedikit pun tidak bisa.
"Kau bisa melewatinya.. Tao bertahanlah"
Semuanya terlalu sakit.
Dalam momen itu, aku mendorong masuk..
'Seperti cahaya bola lampu yang menyinari kamarku'
You warmed me up..
"Akhh.."
Semuanya masuk, lolos dari segala pertahanan. Penuh dan sesak, rasanya aku sampai bisa merasakannya menancap terlalu dalam. Tepat pada satu titik yang tidak bisa aku jabarkan, namun sedikit membuatku merasakan dimana nikmat berada.
"Kris, full.. I'm full"
Aku merasakan Kris mengelap titik-titik keringat yang muncul di sekitar pelipisku. Mengelapnya pelan sambil tersenyum kecil.
"Angel, boleh aku bergerak sekarang?"
Ucapnya dengan suara serak. Dia masih meminta ijinku, bahkan saat dia sudah berada disana. Didalam diriku, di titik terdalam yang tidak bisa orang lain jamah.
Aku mengangkat kedua tanganku. Mengarahkannya ke rambut Kris yang sudah berantakan akibat aku remas kasar sedari tadi. Mengelusnya sebentar sebelum beralih ke arah rahang tegas itu. Menangkupnya dengan kedua tanganku.
"Bergeraklah.."
Kataku setelah mengecup bibir tebal Kris.
"Ahhnnn... Ahh..."
Lalu gerakan-gerakan yang penuh dengan tekanan tercipta. Melalui tempo lambat namun konstan dan tepat membuat rasa sakit yang awalnya menyerang berangsur hilang. Tergantikan dengan nikmat yang membuatku rasanya terbang ke langit tujuh.
"Kris, akhh.."
Tempo cepat mulai terjadi, menukik tajam untuk menyentuh dimana titik kenikmatan itu berada. Dengan telak dan bertubi-tubi.
"Ahhnn Kris.. Ahh"
"Call my name.."
"Krishhh hnnn"
"Again.."
"Kris, akhh yahh disituhhh"
"Once again.."
'Lagi hingga di pikiranmu hanya ada namaku yang tertanam disana'
"Hmm, ahhh"
"Angel..."
"Peach..."
"Taozi..."
"Xiamo..."
Tidakkah aku beruntung...
Seorang pangeran iblis memiliki malaikat dalam pelukannya...
Menikmati keindahan tubuhnya—
Juga mengikat raganya...
Hanya untuk dirinya sendiri...
Angel, in the embrace of the demon
Tidakkah itu menggelikan...
"Fasterhh" dibutakan oleh kenikmatan dunia, terjebak dalam permainan maju mundur membuatku meminta lebih. Meminta belas kasihannya untuk segera membawaku ke nirwana. Keindahan yang akan terpancar ketika putih itu datang. Aku meminta Kris lebih cepat, secepat mungkin hingga rasanya tidak ada jeda untuk sebuah nikmat yang terasa.
"Memohonlah—
—memohonlah pengantinku. Memohon dengan segala rasa gundah dan gelisah yang kau miliki.."
Terdoktrin oleh semua hal yang ada, kewarasanku telah hilang. Tertelan oleh bumi. Harga diriku sudah memudar dari jiwaku. Semuanya hanya tertinggal nafsu. Begitu besar dan ingin dipuaskan.
"Please, move faster and ride me. Make me crazy just because of your movements.."
"Buat aku gila hanya dengan gerakanmu, aku mohon Kris..."
"I can't hold it anymore"
Ucapan serak penuh dengan kata-kata kotor. Aku tidak percaya ada saat dimana kata yang tidak pantas untuk diucapkan keluar dari mulut ini. Membuktikan bahwa pikiranku sudah tidak bisa memikirkan hal baik lagi. Semuanya telah digantikan dengan hal yang sebaliknya.
Kotor
Penuh umpatan
Tidak pantas didengar
Semuanya berubah karena Kris. Kau adalah penyebab utamanya.
Seringaian itu,
"With pleasure, I made it happen.."
Kris menjawabnya dengan bibir penuh senyum puas.
It's a long day, ohh ohh
(Ginagin haru..)
'Aku bermimpi berada di sampingmu..'
'Aku terbakar, jadi gila dan mati perlahan..'
'I can't shake this feeling.."
Because..
"You're all I think 24/7"
Mengalihkan duniaku, menawan tubuhku. Juga merebut hatiku.
Tidakkah kau terlalu serakah, mengambil semuanya dalam diriku. Semuanya tanpa sisa. Tidak ada sedikit pun kau tinggalkan hanya untukku.
Sekarang semuanya berada dalam genggaman tanganmu...
Jadi, bolehkah aku meminta dirimu untuk memelukku erat. Menjagaku, agar raga ini tidak bisa berpaling darimu. Hanya dirimu yang akan aku cintai, aku sayangi. Yang aku rindu, hingga rasanya sesak jika satu detik saja tidak bertemu.
Bisakah kau melakukan itu.
Berjanji padaku..
Pinky promise?
Gerakan itu semakin menggila. Aku terlonjak cepat ketika Kris tidak memberikan jeda dalam sodokan kasarnya. Nikmat, semuanya nikmat sampai aku lupa telah berapa kali aku keluar. Menumpah ruah hingga membasahi area selangkangan kami berdua.
Kris masih bergerak, sambil bibirnya yang terus berada di area leherku. Menciptakan warna merah yang sukar hilang disana. Sesekali memberikan ciuman-ciuman panjang dan panas pada bibirku. Mengaduk-aduk lidahku sampai-sampai saliva kami bercampur. Mengalir keluar dari sela-sela bibir karena terlalu banyak berproduksi.
"Kris, ahnn.."
"Akhuhh.. Sudah tidak ahh tahanhnn"
"Sebentar lagihh, ahh"
Sebentar lagi...
"Akhh Kris.."
"Tao.."
Meledak dengan hebat dan bersamaan. Cairan kami keluar dengan deras tanpa malu-malu. Aku mendongakkan kepalaku ketika tubuhku rasanya dialiri oleh cairan Kris. Rasanya penuh hingga membuat perutku rasanya sedikit menggembung.
Sensasi ini jauh lebih terasa nikmat ketika kami sama-sama mencapai sebuah kenikmatan. Rasanya lega, seolah tak memiliki beban dalam hidup.
"Terimakasih, Angel.."
Ciuman hangat dari bibir Kris dapat aku rasakan di area keningku.
Lalu bolehkah aku bertanya padamu..
Apa kau akan menerimaku setelah tau siapa diriku,
memintaku untuk selalu mencintaimu. Seseorang yang kotor seperti diriku sudah melawan alam karena dengan lancangnya membawamu kedalam pelukanku. Mengikatmu, meleburkan tubuh kita menjadi satu. Mengikat hati kita dalam cinta abu-abu.
Menikmati indahnya perasaan abstrak yang tak tergambar jelas. Acak, tak beratur juga samar.
"Angel, apakah kau bisa mencintai seorang iblis sepertiku" kata-kata yang keluar dari mulut Kris mampu membuatku yang semula berada dalam pelukan hangatnya mengangkat kepala.
Melihat raut wajahnya, yang entah kenapa terlihat kaku, keras namun penuh dengan kesedihan. Terpancar jelas disana.
"Apa maksudmu?"
"Aku iblis. Seorang pangeran iblis.."
"Dalam artian, aku adalah makhluk yang dikutuk oleh Tuhan. Tinggal di neraka, tempat di mana semua keburukan di pertanggung jawabankan disana.."
"I'm demon, yang mencari pendamping untuk dirinya. Lalu bertemu dengan seorang pria bermata hitam kelam yang mampu membuat ia merasakan indahnya ciptaan Tuhan. Mengikat pria itu, menjadikan sang pria hanya untuk dirinya sendiri.."
"Itu aku, seorang iblis yang mencintai seseorang manusia. Makhluk bumi yang berbeda dengan dirinya.."
"Lalu setelah kau mengetahuinya, apa kau masih ingin berada disampingku—
—menjadikan dirimu sebagai pengantinku.."
"Inginkah?"
'Aku makhluk Tuhan yang tidak mempunyai harga diri..'
'Aku adalah makhluk pengecut yang ingin dicintai namun dengan cara memaksa..'
'Lihatlah, apakah aku pantas untuk mendapatkan malaikat cantik salah satu ciptaanmu ini..'
'Aku kotor, penuh dosa. Dan aku membuatnya juga di penuhi dosa—
—dengan cara membuatnya dalam genggamanku'
Aku tidak tau harus berkata apa. Berkomentar bagaimana, semuanya terlalu mustahil untuk di cerna dalam pikiranku. Semuanya seperti ilusi dalam mimpi berkepanjangan.
Tetapi, aku...
"Kris.."
Look at me with arrogant eyes,
Aku mengelus rahang tegasnya. Menatap mata birunya dengan penuh arogansi, juga tidak lupa menyatukan kening kami masing-masing. Senyuman tipis aku sematkan untuk pria tampan di hadapanku.
Say all by lifting your chain..
"Aku pengantimu—
—kau sudah mengikatku.."
"Seperti yang kau katakan, aku tidak bisa untuk berlari menjauh darimu. Kau pasti akan menemukanku. Dimana pun itu.."
Lalu tanganku yang berada dirahang tegasnya beralih ke dada bidang milik Kris. Meraba setiap sudut dada Kris yang memiliki otot kencang itu.
"Jadi kenapa tidak kita lanjutkan saja ikatan ini. Dengan perasaan dan cinta abu-abu kita.."
'Ikat aku...'
'Mari hidup bahagia bersama-sama. Tanpa ada jarak yang memisahkan. Tanpa ada waktu yang menghentikan.'
24/7
.
.
.
.
.
Ni saenggakppunim 24/7
Soguen ta micheo ga joguemsshik jugeo ga
10 Feb 2019
13.02
TBC
