Kasak kusuk mengenai berita tentang kedatangan murid baru menyebar keseluruh penjuru sekolah, membuat semua orang semakin penasaran dibuatnya.

"Kabarnya mereka bertiga berasal dari kelas atas! Dan tentu saja sangat tampan!" celoteh satu wanita saat sedang bergosip.

Sampai akhirnya yang ditunggu tunggu datang menampakkan diri, semua menyeru heboh melihat betapa kerennya mereka, awalnya Baekhyun berpikir hanya satu anak yang akan masuk kekelas nya namun dugaannya meleset. Ketiga murid baru itu kini tersenyum lebar didepan kelasnya, sedang memperkenalkan diri.

Latar belakang mereka menakjubkan, tidak salah mereka sering dijuluki sebagai Pangeran negeri dongeng oleh para penggemar mereka. Ketiga murid itu juga terlihat sangat ramah, tidak seperti murid populer kebanyakan yang selalu sok keren dan sebagainya, Intinya mereka sempurna.

"Bolehkah aku duduk disini?" suara berat itu menyapa telinga Baekhyun yang tengah memandang keluar jendela disampingnya.

Baekhyun melirik ke segala arah, mencoba melihat apakah ada kursi kosong lainnya selain disamping nya tentu saja, namun nihil hanya kursi itu yang tersisa.

"Silahkan" Baekhyun menjawab sekedarnya. Dan pria tinggi itu lalu duduk disebelah Baekhyun sambil nyengir.

"Boleh aku tau namamu?" Baekhyun tak berniat menjawab, malas lebih tepatnya. Namun suara berat itu terus saja mengusik kedamaian nya.

"Kita belum berkenalan, aku Chanyeol dan kau??" Chanyeol mengulurkan tangan untuk menjabat Baekhyun sebagai bentuk perkenalan.

"Baekhyun, jangan dekat dekat, aku tidak suka harus menyentuh orang lain" ucapan Baekhyun tentunya menyinggung Chanyeol, apa dia sejijik itu untuk membalas jabatan tangan Chanyeol? Ck! Dasar arogan!

"Kau bisa kembali memperhatikan ssaem kedepan" Baekhyun memasukkan kedua tangannya kebawah meja, entah apa gunanya Chanyeol pun tak ingin tau, dia sebal dengan Baekhyun.

Krriiiiingg

Bel istirahat berdering membuat pelajaran dihentikan sejenak, Chanyeol menghampiri kedua temannya yang duduk tak jauh darinya.

"Kenapa wajahmu?" Sehun meledek. Chanyeol memukul kecil bahu Sehun "Sangat buruk dikali pertama perkenalan" Kai lalu tertawa "Banyak orang mengatakan dia orang yang aneh" lanjutnya.

"Ku akui memang benar sangat aneh, mungkin sombong lebih tepatnya" Chanyeol menyeletuk asal bahkan membiarkan Baekhyun mendengar ucapannya, tidak berniat untuk menutup nutupi.

Baekhyun sejenak melihat mereka bertiga, mendesah panjang lalu melipat kedua tangannya dan menumpukan kepala didalamnya.

Chanyeol, Sehun dan Kai. Ketiga anak yang tak bisa dipisahkan, tentu saja karena mereka sudah bersahabat bersama bahkan sejak didalam perut ibu ibu mereka, orang tua mereka juga bersahabat dekat.

Baekhyun tak dapat melihat, ini gelap sekali dan Baekhyun sama sekali tidak menyukainya."ini pasti mimpi. Mimpi buruk lainnya" Baekhyun berusaha tenang sementara dia tau dirinya kini sedang bermimpi.

Baekhyun berjalan perlahan dialam mimpinya, sesekali tanpa sengaja menginjak batu kerikil yang menimbulkan suara. Tak lama Baekhyun berjalan, dia melihat sekilas cahaya diujung sana.

Baekhyun menghampiri cahaya tersebut lalu menyadari jika cahaya itu adalah api, yang menyala terang menjilat jilat rerumputan dan apapun yang didekatnya.

Baekhyun tak bisa mendekat, ini terlalu panas baginya. Menoleh ke sekeliling, lalu tempat yang kini ditempati nya berubah. Sekarang Baekhyun tengah berada disebuah rumah megah dengan denting piano yang suaranya sangat menyayat hati siapapun yang mendengarnya.

Baekhyun mengikuti asal suara dan menemukan seorang wanita berambut panjang sedang memainkan piano disana, beberapa kata mengalun pelan dari bibir sang wanita yang kini tengah membelakangi Baekhyun.

"Kembalilah~ Kembalilah~ Kembalilah~" ulangnya berkali kali. Baekhyun bergidik ngerih saat alunan suara itu kini terdengar lebih emosional dari sebelumnya, wanita itu kini membentak bentak sambil menekan asal tuts piano yang dimainkan.

Baekhyun ketakutan, Baekhyun ingin sekali pergi dari tempat ini namun kakinya tak mau bergerak sama sekali.Baekhyun menangis kini saat sepasang kakinya tak menuruti kemauan untuk segera pergi, malah melanglah mendekat untuk menghampiri.

"Tidak!" Baekhyun menggelengkan kepala tak siap untuk melihat lebih dekat, Baekhyun tidak tau mengapa air matanya mengalir deras tanpa henti, dia bahkan tak punya alasan untuk bisa menangis keras seperti sekarang.

"Apa mungkin yang kurasakan ini adalah perasaan orang itu?" Baekhyun bertanya dalam hatiWanita itu berbalik, menatap wajah Baekhyun seakan ingin menelannya hidup hidup.

"Kemari kau!!" teriak si wanita lalu berlari kearah Baekhyun. Baekhyun ingin melarikan diri namun kakinya masih saja mengkhianati.

Wanita berambut panjang itu kini mendekat, dengan sebilah pisau ditangan kiri."Kau seharusnya mati!!" itu ucapan keras yang Baekhyun dengar terakhir kali sebelum ia terbangun dengan perasaan kacau, mata berlinang air mata dan sakit yang amat sangat diperut kanan nya.

Astaga itu hanya sebuah mimpi! Mengapa sangat berdampak banyak kepadanya? Baekhyun mengeluh dalam hati sambil menahan sakit diperutnya, apa wanita tadi berhasil melukainya dengan pisau itu sehingga Baekhyun pun merasakan kesakitannya hingga kini?

Sakit itu tidak menghilang dalam beberapa menit, bahkan untuk bernafas saja sulit. Perutnya terasa seperti tersobek kasar dan perih akibat luka terbuka, namun Baekhyun sudah berkali kali memeriksa tubuhnya yang dirasa terluka dan benar tak ada luka disana.

Baekhyun kesulitan bernafas, ingin menghirup satu nafas pendek saja sulit dirasa.

Chanyeol, Sehun dan Kai melihat kearah Baekhyun yang menggulung diri terlihat tak nyaman. Ingin menanyakan keadaannnya tapi Chanyeol masih sebal.

"Apa dia memang aneh sejak lahir?" tanya Chanyeol pada Chen, teman semeja Kai. Chen mengangguk membenarkan "Dia memang aneh, dan terkadang kami dibuat takut olehnya. Sebaiknya kalian tak usah dekat dekat dengannya" kata Chen.

Sehun semakin dibuat penasaran karenanya, dibuat takut? Maksudnya apa? Chanyeol dan Kai sama penasarannya dengan Sehun sekarang.

"Aku bisa menebak apa yang kalian pikirkan sekarang dan aku jelas melarang, kalian pasti penasaran tentangnya" Chen menebak dan tentu itu tepat sasaran.

"Darimana kau tau?" tanya Sehun kemudian. Chen sedikit gugup ditanyai seperti itu "Firasatku s-saja mungkin" jawab Chen lalu dia mengajak mereka ke kantin sekolah.

"Dad" Baekhyun memeluk ayahnya dari belakang, yang kini sedang memasak makan malam untuk mereka berdua.

"Hmm? Ada apa?" Kris menyibukkan diri untuk memasak masakan terbaik untuk anaknya.

"Ada mimpi aneh lainnya" curhat Barkhyun, Kris terdiam sebentar lalu kembali memasak

"Dan itu membuatku sakit, sakit sekali rasanya" Baekhyun mengadu, Kris mematikan kompor lalu mendudukkan Baekhyun.

"Nak, ceritakan pada Daddy apa yang kau lihat" Kata Kris sambil membelai kepala Baekhyun.

"Itu sangat mengerikan" Baekhyun menggelengkan kepala tak ingin mengingat mimpinya. Kris memaksa "Ceritakan, Daddy harus mengetahuinya. Tadi kau bilang rasanya sakit? Apa mimpi itu menyakitimu hm?" Kris memeluk Baekhyun dan Baekhyun pun menceritakan mimpinya.

Baekhyun dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang itu, jelas itu sebuah pengelihatan dari orang lain dan Baekhyun ada disana seakan akan merasakan sendiri luka akibat tusukan pisau yang ditorehkan wanita gila itu. Kris kembali dibuat khawatir karena nya.

Itu sebabnya Baekhyun dilarang keras untuk menyentuh sesuatu dengan sembarang. Kris mengingatkan Baekhyun setiap harinya.

Dengan menyentuh, Baekhyun bisa tau banyak. Itu sama saja seperti menyelusup kedalam seluruh kenangan dan masa lalu orang orang, dan itu sangat mempengaruhi keadaannya.

Baekhyun tentu tidak nyaman dengan hal itu, kenangan buruk sesuatu yang disentuhnya akan selalu menempel padanya. Baekhyun merasa seperti magnet, dia menyentuh seseorang atau sesuatu dan menyerap seluruh kenangan buruk yang ada disana.

Baekhyun seringkali mengutuk kemampuan nya, menyerap energi negatif dari orang lain dan seakan akan memberikan energi positifnya untuk orang itu.

Dan efeknya, Baekhyun akan uring uringan dan seringkali menjadi pemarah akibat energi negatif yang diserapnya. Bisa dikatakan, Baekhyun mengambil sifat dan watak jahat dari diri orang yang di sentuhnya dan tentu saja itu tak baik bagi dirinya.

"Siapa yang kau sentuh? Katakan pada Daddy" seperti biasa, Kris selalu mengkhawatirkan tentang Baekhyun.

Baekhyun kemudian menggeleng "Tidak menyentuh siapa siapa" katanya sambil merengut.

"Tapi sepertinya ada hubungan dengan murid murid pindahan itu-" lanjut Baekhyun. Kris menaikkan alisnya "Murid pindahan?" tanyanya lagi.

"Aku merasa panas saat berdekatan dengannya" Baekhyun berkata berlebihan dan Kris hanya tertawa sebentar lalu melanjutkan masakan nya yang tertunda.

"Itu namanya kau jatuh cinta.. Haha!" Karis menertawai Baekhyun yang merengut tak suka. Enak saja! Dikatai jatuh cinta pada murid kelewat tinggi dan bertelinga lebar itu! Daddy nya benar terlalu banyak menonton drama!

Sepanjang makan malam, Baekhyun mengomeli Kris karena menyangka dirinya telah jatuh cinta pada orang yang bahkan belum genap sehari dikenalnya.

Kris hanya bisa menerima ocehan anaknya, manis sekali rasanya diomeli anak imutnya perihal cinta.

Duh! Kris jadi ingin kembali muda!

Tbc

Hey hey hey tayooo~~Ku secara tak sengaja dapat ide cerita saat ngalur ngidul mengkhayal kapankah diri ini jadi istri bapak piciway~ :') #plakk

Semoga sukaa

Special thanks to

[Piao Baixian614]