Baekhyun meninggalkan kelas secepatmya setelah kelas dibubarkan, Baekhyun memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celana lalu berjalan cepat dengan langkah lebar lebar.

"Buru buru?" tanya Sehun yang entah kapan sudah berada disebelah Baekhyun.

Barkhyun memundurkan diri sedikit dari Sehun "Tidak juga" jawabnya. Lalu Baekhyun dapat melihat Kai berada disebelah Sehun.

Baekhyun refleks semakin memundurkan tubuhnya, tak ingin berada dekat dengan mereka berdua.

"Hey hey jangan mundur terus, kau bisa menabrakku disini" Itu Chanyeol yang ternyata berada dibelakang Baekhyun.

Baekhyun tidak suka berada diantata mereka "Maaf, aku pulang duluan" pamit Baekhyun lalu berjalan cepat seperti kebiasaannya.

Chanyeol menatap kepergian Baekhyun dengan tatapan aneh "Nah kan sudah kubilang dari awal, dia itu aneh. Jangan dekati dia atau kalian bisa terkena sial" tiba tiba Chen ada disana memberitahukan.

"Kau ini bicara apa sih? Mana ada hal hal seperti itu didunia" Kai menepuk bahun Chen lalu tertawa.

"Kalian saja yang tidak percaya, jika kalian nanti terkena kesialan nya, baru tau rasa" Chen tampak serius dengan ucapannya.

"Oh baiklah. Jika nanti kami mendapat sial, kau dan anak aneh itu yang akan kumintai pertanggung jawaban pertama kali" kata Sehun. Chen mendelikkan matanya "Kenapa bisa aku?"

"Karena kami hanya berbicara denganmu dan Baekhyun saja hari ini Haha! Jika kami terkena sial, maka bisa jadi kau pun penyebab kesialannya" Sehun mengajak Kai dan Chanyeol pergi setelah tak lupa pamit dengan Chen.

"Kalian tak tau apa apa" Chen tak ingin ambil pusing tentang mereka, biar saja jika mereka terkena sial nantinya.

Cklek

"Dad! Tidak kerja?" Kris tersenyum mendapati anak satu satunya itu datang mendekat.

"Daddy sedang tidak sibuk, mau jalan jalan?" Kris khawatir juga dengan perkembangan pertumbuhan Baekhyun, anak itu tak pernah punya teman untuk diajak jalan jalan.

Baekhyun mengangguk semangat, lalu berlari naik ke kamarnya untuk bersiap pergi dengan ayahnya.

"Dadd, kita akan kemana?" Baekhyun bergelayut manja dilengan ayahnya, mereka tampak seperti sepasang kekasih saja. Wajah Kris yang masih tampak amat muda dan Baekhyun yang sangat manja kepadanya sering membuat orang salah paham.

"Daddy akan mengajakmu kencan, kita berjalan jalan ditaman, lalu makan, dan melihat lihat pemandangan. Oh apa Baby Baek juga ingin menonton film?" Barkhyun lalu tertawa

"Ayo kencan dad, sudah lama aku tidak berjalan jalan keluar rumah dengan rasa aman" Jujur saja Baekhyun kini merasa aman karena kehadiran ayahnya bersamanya.

"Oke oke. Sebelum itu ayo temani daddy ke perpustakaan kota, ada sesuatu yang harus daddy ambil disana." Mereka berdua pergi ke perpustakaan kota dimana banyak orang yang menatap iri pada Baekhyun, mereka mengira Kris sebagai teman kencan Baekhyun.

"Mereka memperhatikan kita Dad, ugh risih sekali, seperti tak punya pekerjaan lain saja." Baekhyun mencebikkan bibir nya dengan sebal, dia tak suka menjadi pusat perhatian.

"Itu karena kau terlalu manis Baby, mereka jadi salah paham" Baekhyun semakin cemberut karena nya, dia itu tampan! Bukannya manis seperti yang dikatakan daddynya.

"Tapi teman teman disekolah mengatakan aku ini aneh" Kris mengusap usap rambut halus Baekhyun. "Bersabarlah, mulut manusia memang kejam" Kris lalu pamit sebentat meninggalkan Baekhyun sendirian.

"Itu anakmu? Manis sekali" ucap seorang wanita yang ditemui Kris.

"Yoojin-ah jangan coba coba mengganggu nya" Kris memperingatkan.

Orang yang dipanggil Yoojin itu menggeleng "Aniya- aku malah ingin menjadikannya sebagai anakku kkkk, pasti rumahku akan sedikit lebih ramai" Kris tertawa kemudian.

"Dia sudah mencari nya" kini suara itu terdengar tegang. Kris mengangguk, dia sudah mengetahui nya "Apa aku harus pergi lebih jauh lagi?" tanyanya.

Yoojin menggeleng "Tidak- kalian tidak akan bisa kemana mana lagi. Dia semakin parah, kau harus menemuinya" Kris menyandarkan tubuhnya ke dinding, ini tak semudah yang dia bayangkan.

"Aku akan memikirkan solusi nya dengan tenang" Yoojin lalu menyerahkan sesuatu ditangannya "Ambil ini, setidaknya dengan ini keberadaan kalian dapat disamarkan sedikit lebih lama" Kris menerimanya dan mengucapkan terimakasih lalu kembali pada Baekhyun yang sedang menunggunya.

"Daddy kenapa?" Baekhyun bertanya tanya ketika Kris kembali dengan wajah sedikit muram.

"Kajja.. kita bermain saja" Kris tak menjawab pertanyaan Baekhyun dan langsung membawa anaknya untuk bermain.

"Chanyeol-ah, itu Baekhyun?" Sehun menoleh kearah yang ditunjuk oleh Kai.

Ya. Itu Baekhyun, sedang bergelayut manja dengan seseorang.

"Ya ya ya, manis sekali dia. Dan siapa orang itu? Kekasih nya kah?" Chanyeol turut memperhatikan, Baekhyun benar benar aktor ulung. Dia tertawa begitu lebar saat sedang bersama kekasihnya sedangkan anak itu selalu memasang wajah datar dikelas.

"Tampaknya Baekhyun menyukai orang yang lebih tua ya.." mereka semua berfikir demikian.

"Aish.. Itu urusan pribadinya, kenapa kalian ikut campur sekali" Chanyeol memukul pelan kepala Kai dan Sehun.

"Kau pun pasti sama penasarannya.." Chanyeol melenggang pergi setelah menepuk kepala Sehun dan Kai.

Chanyeol mengemudi mobil sedangkan Sehun dan Kai berada dikursi belakang "Hey kalian kira aku supir pribadi?" Sedangkan yang dibelakang hanya terkekeh kekeh saja sedari tadi.

"Sudah perhatikan saja jalan atau kita- Awasss!!!!!" Sehun berteriak mengingatkan namun celaka tak dapat lagi dihindarkan.

BRAKKK!!!!

Tbc

Hayooo~Hayooo