Kebenaran yang pahit bagi beberapa orang

Disclamber : Masashi Kishimoto

Genre : Romanatis

Pair : Sasuhina, ItaKonan

Srekkk!

Suara gesekan pintu kamar mandi UKS membuyarkan semua pemikiran yang ada di kepala Konan.

"Konan-nee! Apa arti dari dua garis merah di sini? Tanya Hinata dengan memberikan kembali tespak nya pada Konan.

《 PLAN 》

"Kau hamil Hinata" kata-kata itu selalu berputar di kepala Hinata bagai sebuah kaset rusak yang terus-menerus mengulang kata-kata yang yang sama membuat Hinata tidak bisa lagi berpikir jernih.

Dengan pemikiran tersebut membuat Hinata yang sedang menuruni tangga UKS menjadi sempoyongan, ditambah pemikiran Hinata tentang berbagai kata 'Jika' membuat Hinata sama sekali tidak bisa fokus dalam langkahnya.

"Jika saja aku tidak datang ke bar itu."

"Jika saja aku tidak meminum minuman itu."

"Jika saja malam itu aku tidak pergi."

karena banyaknya Pikiran di otak Hinata, membuat Hinata yang sedari tadi menuruni anak tangga tidak lagi melihat kearah tangga yang ingin di pijaknya, terus melangkah turun dengan sempoyongan tanpa di sengaja disaat kaki Hinata yang ingin mengijak anak tangga itu kehilangan keseimbangan. dan naasnya sekarang Hinata bahkan tidak bisa menggapai peganggan tangga yang ada di sampingnya.

Kyakk!

Bughhh!

Suara yang di timbulkan tubuh Hinata, bukan karena menghantam beberapa anak tangga di bawahnya, melainkan suara tubuh Hinata yang secara paksa di tarik dan menabrak tubuh kekar seorang pria di depannya.

Merasakan adanya tangan yang melingkar diarea pinggang rampingnya membuat Hinata sadar jika dia dan calon bayinya baru saja di selamatkan oleh pria di hadapannya ini. Dengan ragu Hinata melepaskam cengkraman tangannya yang refleks dia lakukan pada baju pria tersebut disaat sedang memelukknya.

Pelukkan yang terasa memberikan kehangatan pada Hinata dengan aroma citus yang menyebar pada indra pemciuman Hinata sejenak membuat Hinata melupakan semua masalah yang menimpanya. Dengan sedikit ragu Hinata menongak keatas melihat siapa yang telah menyelamatkan calon bayi yang masih ada dirahimnya.

"Sa--Sasuke-san?" kaget Hinata dengan membulatkan matanya ketika melihat pria yang menyelamatkannya adalah pria yang selama ini dia hindari.

"Perhatikan langkahmu saat berjalan." Tanpa peduli dengan Hinata yang melihat keberadaannya dengan terkejut, Sasuke langsung menggendong Hinata ala bridal style menuruni beberapa anak tangga di bawah.

Mendapat perlakuan tiba-tiba Sasuke seperti itu membuat Hinata seketika membeku tanpa ada perlawanan.

"Jika ingin mati! Matilah sendiri" menurunkan Hinata dari gendongannya, Sasuke langsung pergi meninggalkan Hinata. Tapi sebelum Sasuke benar-benar pergi, langkah Sasuke tiba-tiba terhenti disaat mendengar Hinata memanggilnya.

"Sasuke-san! A-arigathuo" kata Hinata yang kemudian kembali melihat punggung Sasuke yang semakin jauh meninggalkannya tampa menjawab.

"Kusso!" Kesal Sakura saat sudah duduk dibangkunya yang berdampingan dengan Ino.

"Sakura ada apa denganmu?" Bukankah tadi kau ingin menghabiskan jam kosong ini dengan menemani Hinata, tapi kanapa sekarang kau kembali kekelas dengan terlihat kesal?" Heran Ino yang terus memperhatikan wajah kesal Sakura.

"Sepertinya aku sudah terlalu baik padanya, sampai dia berani merebut Sasuke-kun dariku." Maki Sakura dengan menatap menatap kesal kearah bangku Hinata.

"Siapa yang kau maksud Sakura?" Selidik Ino.

"Tadi ketika aku ingin menjenguk Hinata, aku melihat Sasuke-kun berpelukan dengannya di tangga, bahkan Sasuke-kun sampai menggedongnya,yang jelas Hinata pasti sedang berpura-pura sakit untuk mendapat perhatian Sasuke." Emosi Sakura.

"Sakura-chan memang selalu tidak bisa dikendalikan jika menyangkut Sasuke-kun" batin resah Ino yang memikirkan keadaan sang sahabat.

"Mungkin kau salah paham Sakura, kita sudah sangat lama mengenal Hinata, jadi dia tidak mungkin melakukan semua itu." sambung Ino dengan menenangkan Sakura.

"Cih! aku tidak mungkin salah paham! Semua yang kulihat adalah kebenaran." Satelah menyelesaikan kalimat terakhirnya, Sakura sama sekali tidak mau mendengarkan perkataan Ino yang selanjutnya.

UCHIHA CORPORATION

"Hamil? Kau yakin dengan apa yang kau katakan barusan Konan?" dengan memejamkan matanya dan sesekali menarik nafas Itachi berhasil merendan kemarahannya setelah mendengar cerita konan tentang kondisi Hinata.

Konan hanya bisa mengangguk mengiyakan pertanyaan Itachi

"Apa ada orang lain yang mengetahui hal ini selain kau Konan?" Slidik Itachi

"Entahlah yang jelas waktu aku memeriksa Hinata di UKS, aku lupa jika Sasuke juga ada disana, tapi ketika aku mencari Sasuke di UKS dia sudah tidak ada"

"KUSSO!" Emosi Itachi dengan memukul meja kerjanya untuk menyalurkan emosinya yang rasanya tidak bisa dipendam lagi.

"Tenankan dirimu Itachi-kun." Konan Menggenggam erat tangan Itachi untuk menenangkan kemarahan sang kekasih.

"Aku akan menemui Hina-."

"Kau tidak akan bisa bertanya pada Hinata untuk saat ini, dia sedang dalam keadaan yang tidak baik." Memotong perkataan Itachi, Konan langsung memeluk Itachi untuk menenangkan Itachi dalam kehangatannya.

"Aku sudah gagal menjaganya" membalas pelukkan Konan, Itachi membenamkan kepalanya pada bahu sang kekasih.

"Selama kau mencari pelakunya, aku akan tinggal bersama Hinata, jadi jangan khawatir." Konan mengelus lembut punggung Sang kekasih yang sedang bergetar dipelukanya.

"Bagaimanapun caranya, aku pasti menemukan pelakunya" Batin Itachi dengan emosinya.

Tiga hari kemudian

Sudah tiga Hari semenjak mengetahui kehamilan Hinata, Itachi selalu mencari informasi mengenai pelaku sebenarnya, saat bertanya pada Hinata semuanya nihil, karena Hinata sama sekali tidak mau menjawab, bahkan selama tiga hari itu juga Hinata tidak lagi datang kesekolah.

"Shitt! aku sama sekali tidak bisa menemukan Informasi apapun." Maki Itachi frustasi.

Terus menarik nafas berulangkali dan memejamkan matanya Itachi berusaha menahan segala kemarahan yang ada pada dirinya, jika saja sekarang dia tidak bersama sang kekasih, bisa dipastikan semua barang- barang di depan Itachi akan berantakan.

"Itachi- kun! Aku yakin kau pasti akan menemukannya sesuatu nan-" belum Konan menyelesaikan kalimatnya Itachi berdiri dan menghampiri Konan.

Dengan terus melangkah mendekati Konan, Itachi langsung menarik konan kedalam pelukkanya.

"Konan, Gomen!" ada jeda sebelum Itachi berhasil mengeluarkan kalimat selanjutnya.

"Jika lusa aku belum menemukan siapa pelakunya, maka aku lah yang akan betanggung jawab atas kehamilan Hinata, dengan menikahinya." Bisik Itachi yang semakin erat menenggelamkan Konan kedalam pelukkannya.

Dilain tempat

"Cih! harus kah aku selalu membatunya?" gumam seorang pria yang sekarang sedang memegang dua buah foto di tangannya.

"Daidara! Berikan foto ini di alamat yang sudah kutulis dan pastikan hanya Itachi yang melihatnya." ucap seorang pria yang menatap Daidara dengan seringaiannya.

"Kau tau kan bayaran untuk semua pekerjaan yang kukerjakan?" Ungkap Daidara dengan mengambil foto yang di berikan dan memesukkan kedalam amplop.

"Aku sudah pernah memperkerjakanmu sekali, tentu saja aku sudah tau." Sambung pria yang berada dihadapan Daidara dengan sinis.

, sh ,

"Hinata!" Panggil Itachi dan kemudian duduk di sebelah Hinata, sedangkan Konan yang melihat Itachi mendekati Hinata hanya berjalan melewati mereka tanpa bicara sepatah katapun.

"Ini terahir kalinya aku bertanya padamu? Siapa pria bajingan yang telah melakukan ini padamu" dengan tatapan Itachi tapi bernada serius.

"I--Itachi-nii, a-aku lapar boleh a-aku makan dulu" gagap Hinata yang tidak bisa menjawab pertanyaan Itachi, dan dengan cepat Hinata langsung berdiri berjalan melewati Itachi, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketikan Itachi berhasil menahan tangan Hinata.

"Apa kau sangat membenci pria yang sudah melakukan ini padamu?" Sambung Itachi yang masih memegang tangan Hinata.

Pertanyaan Itachi membuat Hinata menggelengkan kepalanya untuk sesaat.

"Dia sama sekali tidak salah Itachi-nii, akulah yang bersalah di sini, jadi tidak masalah jika aku harus merawat anak ini sendiri" membalik tubuhnya kearah Itachi, Hinata menatap Itachi dengan yakin

"Baiklah kalau begitu" jawab Itachi dengan tersenyum.

"Tapi Hinata! Apa kau mau ikut denganku? ada beberapa orang yang ingin ku kenalkan denganmu." Sambung Itachi dengan menarik tangan Hinata yang masih dia pengang menuju mobil mewahnya.

《 MANSION UCHIHA》

"Kaa-san! Tou-san!" Panggil Itachi yang sudah masuk kedalam rumahnya bersama Hinata di sampingnya yang digandenganya.

"Ke-kenapa Itachi-nii membawaku kesini?" Bisik Hinata dengan heran tapi tidak di perdulikan Itachi.

"Kenapa kau berteriak seperti itu Itachi." Heran Fugaku yang baru datang keruang tamu di susul sang Istri, Uciha Mikoto.

"Siapa gadis yang kau bawa Itachi- kun?" Senyum lembut Mikoto kearah Hinata.

"Kaa-san! Tou-san! Dia Hinata" ucap Itachi dengan mengarahkan pandangannya kearah Hinata .

"Gadis yang sering ku ceritakan" lanjut Itachi.

"Ara dia! Adiknya Hyuga Neji?" Mendekati Hinata di samping Itachi Mikoto kembali meneruskan kalimatnya. "Gomen Hinata-chan kami tidak pernah menemuimu, itu karena Itachi-kun selalu melarang kami menemuimu." Curhat Mikoto yang dengan langsung memeluk Hinata lembut.

"Sasuke-kun! Kau dari mana?" Tanya Mikoto tiba-tiba saat masih memeluk Hinata. Dan setelah mengatakan itu Mikoto melepas pelukanya dari Hinata.

Mendengar nama Sasuke yang diucapkan oleh Mikoto seketika membuat Hinata menoleh ke arah belangkang untuk memastikan pikiranya saat ini.

Terkejut! Itulah yang dirasakan Hinata ketika melihat Uciha Sasuke yang sudah berada dipandanganya.

Dan melihat keberadaan Sasuke saat ini dirumah Itachi membuat Hinata teringat dengan perkataan Itachi yang

mengatakan mempunyai seorang adik laki-laki, dan menyadari akan panggilan Mokoto terhadap Sasuke membuat Hinata yakin jika Uciha Sasuke adalah adik laki-laki Itachi.

"Kenapa aku tidak pernah menyadiri jika Sasuke-san adalah adik Itachi-nii, kupikir mereka hanya sebatas kerabat dengan nama marga yang sama" batin Hinata dengan keterkejutannya.

"A-apa mungkin Itachi-nii sudah mengetahui semuanya" pikir Hinata mulai resah dengan menyentuh area perutnya.

"Ck! cepat sekali, sepertinya akan menarik!" pikir Sasuke yang kemudia bergabung dengan kedua orang tuanya.

"Baiklah! Kerena sekarang kalian sudah berkumpul, ada beberapa hal yang ingin ku samapaikan pada kalian semua" Itachi membuka suara.

"Sekarang Hinata sedang Hamil"

Perkataan Itachi sukses membuat suasana hening.

Pasalnya semua orang yang ada disana amat begitu terkejut, kecuali satu orang yang memang sudah mengetahui semua ini sejak awal.

"Itachi-nii, kunohon jangan lakukan ini" batin Hinata tang tidak percaya jika Itachi akan mengungkapkan kebenaran antara dia dan Sasuke di hadapan semua keluarga Uciha.

"Dan yang melakukannya adalah-" menggantungkan kalimatnya sekilas, Itachi menatap Sasuke dan kembali mengalihkan pangdanganya pada kedua orang tuannya.

"Aku! Akulah yang melakukannya." Sambung Itachi yang kemudian mendapat pandangan terkejut orang orang-orang yang berada di sana, termasuk Hinata yang langsung menatap Itachi heran.

"Ba-bagaimana dengan Konan, kau sudah bertunangan dengannya" sepontan Mikoto yang merasa bingung dengan keadaan Saat ini.

"Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Konan, dan dia menerima semua keputusanku" jawab Itachi menyakinkan Mikoto.

"Bagaimana mungkin kau bisa melakuka-" sebelum Fugaku berhasil menyelesaikan kalimatnya, Itachi langsung menyela dengan masih berbicara sopan

"Bukankah Tousan yang mengajariku untuk bertanggung jawab, dan sebagai pertanggung jawabannku, sudah kuputuskan aku akan menikahi Hinata lusa!"

Fugaku yang mendengar jawaban Itachi bungkam untuk sesaat dan lebih memili pergi dengan diam diikuti Sasuke yang menatap tajam kearah Itachi sebelum kepergiannya.

"Kaa-san!" Penggil Itachi menatap ibunya yang seakan bertanya jika apa yang dilakukannya itu benar, dan tatapan tersebut di sambut hangat oleh Mikoto dengan anggukan dan senyuman tulusnya sang ibu.

《 SKIP TIME 》

"I-Itachi-nii! Kenapa kau melakukan semua ini?" Hinata membuka suara ketika sudah berada didalam mobil bersama Itachi.

"Sama seperti kau yang tidak mau menjawab pertanyaanku, jadi jangan tanyakan apapun, karena aku tidak mau menjawab pertanyaanmu soal ini " menjawab pertanyaa Hinata dengan santai Itachi memfokuskan matanya ke arah jalan.

"Itachi-nii! Jika kau melakukan semua ini karena Neji-niisan, Itachi-nii tidak perl-" perkataan Hinata seketika terhenti ketika Itachi memotong kalimatnya dengan mengalihkan pembicaraan.

"Selelah mengantarmu pulang aku tidak bisa menemanimu, karena aku ada urusan di kantor" dengan terus menyetir Itachi mengabaikan semua pertanyaan yang Hinata ajukan dari awal Hinata masuk mobil sampai tiba di kediaman Hinata bersama konon

"Hinata aku pergi-" Belum sempat Itachi menyelesaikan kalimatannya, Hinata sudah pergi berlari kedalam rumah dengan mata yang berkaca-kaca.

Melihat kepergian Hinata membuat Itachi menatapnya dengan sendu dan kemudian menjalankan mobilnya dengan perlahan.

"Neesan!" Panggil Hinata dengan langsung memeluk Konan yang sedang berada di dapur.

"Kenapa? Kenapa Kalian melakukan ini padaku hisk! bukankah sudah kukatakan jika aku bisa merawat anak ini sendiri hisk! Tapi kenapa kalian harus mengakhiri hubungan kalian karena aku hisk!" Tangis Hinata dengan melepas pelukkannya dari Konan.

"Aku tidak akan bisa hidup seperti ini hisk! Aku lebih memilih mati dari pada harus menikah denggan Ita-"

"Suttt! Kau tidak boleh mengatakan itu Hinata." Memotong peekataan Hinata Konan sontak meletakkan jarinya di bibir Hinata.

"Menikahlah dengan Itachi-kun, aku tidak mau keponakkanku nanti tidak mempunyai ayah." sambung Konan dengan menyentuh lembut perut Hinata.

"Aku tidak akan memafkanmu jika sampai kau melarikan diri pernikahanmu dan membuat keponakanku ini kehilangan ayahnya, tapi jika kau tetap tidak mau menikah dengan Itachi-kun akan kuputuskan untuk tidak pernah menemui kalian berdua lagi." sambung Konan dengan tersenyum pahit kemudian meninggalkan Hinata sendirian.

"Apa aku harus melakukan semua ini?" frustasi Itachi dengan mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.

"Apa ini?" Heran Itachi ketika melihat sebuah amplop di mejanya. Dan tanpa ragu Itachi membuka amplop yang sekarang ada di tangannya.

Setelah melihat isi dari amplop tersebut Itachi langsung menekan nomor ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Kisame! Selidiki siapapun yang telah mengirim amplop diruanganku." Perintah Itachi ketika sambungan telponya sudah tersambung. Dengan Itachi meremas dua foto ditangannya.

1 jam menunggu akhirnya Itachi sudah mendapat Informasi yang dia inginkan.

"Baiklah! Aku akan mengikuti rencanamu." gumam Itachi saat mengetahi dalang dari semuanya.

"Akan ku buat kau mengakui semua perbuatanmu di depanku" seringai Itachi dengan menatap foto di depannya dengan senang.

《 HARI PERNIKAHAN》

"Aku tidak akan membatalkan pernikahan ini, selama kau tidak memberitahukan siapa ayah dari anakmu"

Kata- kata dua hari yang lalu selalu terniang di kepala Hinata yang sekarang ini sudah berada di artar pernikahan dengan menggunakan gaun pengantin yang indah.

Acara pernikahan yang hanya didatangi para kerabat Uchiha termasuk kedua orang tua Itachi, dengan hiasan lembut bewarna putih menambah sesakralan dalam acara pernikahan ini.

"Kenapa aku harus melakukan ini!

Kenapa harus aku yang menjadi penyebab kerusakan hubungan Itachi-nii!

Kenapa aku terlalu takut mengatakan kebenaran yang sebenarnya!

Apa mungkin jika aku mengatakan yang sebenarnya Itachi-nii masih bisa bersama Konan-nee?"

Semua pemikiran dikepala Hinata seketika buyar ketika menyadari kehadiran Itachi yang juga menggenakan stelan jas pengantin bewarna senada dengan gaun Hinata, walaupun sekarang baju Itachi sedikit berantakan tapi itu semua tidak mengurangi pesona sang sulung Uchiha, Itachi berjalan dengan yakin mendekati Hinata yang menunggu altar pernikahan.

"Sepertinya Itachi-nii habis berkelahi" pikir Hinata saat melihat luka kecil di sudut bibir Itachi, ketika Itachi sudah berada di sampingnya.

"Maaf dengan keterlambatanku, bisa kita mulai sekarang?" Itachi membuka suara saat sudah didepan sang pendeta.

"Baikalah! bersediakah kau Uchiha Itachi-"

Kalimat yang diucapkan pendeta tersebut sama sekali tidak terdengar di telinga Hinata karena sekarang semua isi kepala Hinata hanya ada Konan.

"Konan-nee tidak datang." batin Hinata dengan menatap di sekililingnya tanpa peduli dengan acara yang sudah di jalankan.

"Bersedia!" ucap yakin Itachi ketika sang pendeta sudah selesai.

Berbeda dengan Hinata, disaat pendeta menanyainya Hinata hanya diam tanpa mengatakan apapun.

"Hinata!" panggil Itachi menyadarkan Hinata dari lamunannya.

"Apa kau bersedia Hyuga Hinata" ulang sang pendeta.

"A--aku" memejamkan matanya sejenak, Hinata berusaha meyakinkan dirinya sendiri untuk keputusan yang ingin dia ambil.

"A--aku

TBC

Gomen minna upacara pernikahannya terasa aneh karena saya pribadi gk ngerti kata yang diucapkan saat upacara pernikahan kecuali kata-kata pernikahan orang muslim baru saya tau apa aj kalimat yang diucapin

Mohon maaf jika ada ketidak sengajaan typo bertebaran

Arigatou yang sudah nyempatin membaca

Vote dan komentar kalian semangat menulisku

24-09-2018

See You Next Chapter