Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated :T
Pair :Sasuhina
"Kau lah yang tidak tau kebenarannya Hinata, bahkan sudah jelas Sasuke lah yang merencanakan semua ini" sambung Itachi yang menatap heran kearah Hinata
"Maksud Itachi-nii, apa yang Sasuke-kun rencanakan? Aku tidak mengerti" heran Hinata
"Sebenarnya-"
Brakk!
《 PLAN 》
"Keluar dari kamarku" membuka pintu kamarnya dengan kasar dan sesekali mengatur nafasnya Sasuke berjalan mendatangi Itachi yang sedang duduk di samping Hinata.
"Wah kau pulang lebih cepat dari biasanya Sasuke" sambung Itachi dengan seringaiannya.
"Sekarang aku tidak ingin diganggu, jadi cepat keluar dari kamarku" emosi Sasuke dengan menyeret Itachi ke arah pintu.
"Berusaha menyembuyikan kebenaran Sasuke?" Bisik Itachi ketika sudah berada di luar pintu dan seketika mendapat tatapan tajam dari Sasuke.
"Tidak masalah jika aku tidak bisa mengatakannya sekarang, tapi aku bisa mengatakannya nanti" lanjut Itachi dengan menyeringai dan dijawab Sasuke dengan menutup pintu kamarnya dengan kasar.
Brakk!
"Jika saja tadi aku tidak melihat mobil Itachi sudah terparkir di depan munggkin sekarang Hinata sudah tau semuanya." Pikir lega Sasuke dengan sekilas melirik Hinata yang masih setia duduk ditempatnya ketika bersama Itachi tadi.
"Apa Itachi mengatakan sesuatu? maksudku! Apa yang dia lakukan disini?" selidik Sasuke dengan menatap wajah bingung Hinata setelah mendengar pertanyaanya.
"Ti-tidak ada! Itachi-nii hanya memberikan ini" Hinata memperlihatkan takoyaki yang ada di tangannya.
"Takoyaki?" Heran Sasuke
"Se-sebenarnya a-aku ingin makan takoyaki jadi Itachi-nii membelikannya untukku" jelas Hinata apa adanya dengan sedikit menunduk.
"Cih! Kenapa harus Itachi yang membelikannya" batin kesal Sasuke, tapi sesaat kemudian Sasuke melihat kearah Hinata dengan meyeringai.
"Benarkah! Coba aku lihat?" Mengulurkan tangan kearah Hinata.
"In-i" Hinata memberikan bungkusan Tokoyaki pada Sasuke.
Pluk!
"Aku tidak sengaja." Kata Sasuke dengan santainya kemudian mengalihkan pandangannya kearah wajah Hinata yang terkejut saat Tokoyakinya sudah berhamburan dilantai.
"Ta-takoyakinya. Aku bahkan belum sempat memakannya satu pun." Spontan Hinata dengan menatap sedih Takoyaki yang ada di lantai.
"Mau bagaimana lagi, ganti bajumu kita beli yang baru." Sasuke sekilas tersenyum karena merasa rencananya sudah berhasil.
"Ta-tapi Sasuke-kun, kau baru saja pulang, kau pasti lelah bukan." Tolak halus Hinata
"Aku bisa istirahat nanti, jadi cepat ganti bajumu"
"Ta-tapi Sasuke-ku-!"
"Apa kau ingin aku yang mengganti bajumu?" Sasuke yang mulai hilang kesabarannya seketika langsung dijawab Hinata dengan gelengan kepalanya yang cepat.
"Sa--Sasuke-kun! Ka-karena kita sudah terlanjur pergi, bo-boleh a-aku makan permen kapas juga." Hinata menatap kearah Sasuke yang tengah menyetir dengan memainkan kedua telunjuknya disaat wajahnya sudah merah padam karena merasa malu.
"Permen kapas! Itu artinya kita harus pergi ketaman Hiburan." Respon Sasuke dengan mengalihkan pandangannya kearah Hinata dan mendapati Hinata yang mengangguk.
"Aku benci keramaian." Lanjut Sasuke.
Perkataan Sasuke membuat Hinata seketika mengembungkan kedua pipinya, dengan sekaligus menyentuh perutnya yang masih rata.
"Gomen! Kali ini Kaasan tidak bisa mengabulkan keinginanmu" gumam Hinata dengan terus mengelus perutnya.
"Apa ini dikatakan mengidam?" Pikir Sasuke heran saat mendengar gumaman Hinata dan sekilas melirik Hinata yang tengah mengelus perut ratanya berulang kali.
SKIP TIME
"Turunlah" setelah menghentikan Mobil mewahnya, Sasuke seketika melepaskan sabuk pengaman yang di pakai Hinata.
"Te-tempat ini?" Kaget Hinata ketika melihat jika sekarang mereka sudah ada di taman Hiburan.
"Sa--Sasuke-kun! Bukan kau tadi mengata-!"
"Hari ini bukan hari pekan, jadi tidak akan terlalu bayak orang yang datang." Respon Sasuke dengan berjalan medahului Hinata untuk segera mencari keberadaan permen kapas yang di inginkan Hinata.
Dengan seyuman yang mengembang Hinata mengejar Sasuke sedikit berlari.
Ketika sudah berada tepat di samping Sasuke tanpa Hinata sadari sekarang dirinya malah memperhatikan intes tangan besar Sasuke yang bisa dipastikan dapat memberikan kehangatan pada jari mungil Hinata jika saja tangan Hinata berada dalam genggamannya.
"Ke-kenapa tiba-tiba aku ingin sekali menyantuh tangan Sasuke-kun" pikir Hinata yang semakin intens melihat kearah tangan Sasuke.
"Apa ini keinginanmu?" Sekilas Hinata mengalihkan pandangannya kearah perutnya.
"Kaasan mengatakan jika aku tidak boleh mengabaikan keinginan anakku, jadi apa yang harus ku lakukan? apakah aku benar-benar harus menyentuhnya?" batin Hinata dengan sesekali menarik nafas panjang.
Dan setelah memikirkanya perlahan namun pasti Hinata mendekatkan tangan mungilnya kearah tangan besar Sasuke, dengan perlahan Hinata menyentuh tangan Sasuke dengan cepat dan langsung melepaskannya detik itu juga.
Sementara Sasuke sekilas merasakan tangannya tengah di genggang langsung menolehkan kepalanya kearah Hinata yang sekarang sudah bersikap seolah-oleh tidak terjadi apapun.
"Memalukan sekali, jangan pernah lagi meminta yang aneh-aneh, kau mengerti" batin Hinata dengan wajah sudah semerah tomat saat melihat kearah perutnya.
"Cih!" Sekilas menyeringai Sasuke seketika mengambil tangan Hinata yang berada di perutnya dan kemudian menggenggamnya dengan lembut.
"Kita harus cepat, sudah hampir malam" Sasuke seketika menarik pelan tangan Hinata ke arah penjual permen kapas.
Hinata yang masih bingung mencerna kejadian barusan, dimana Sasuke dengan tiba-tiba mengenggam tanganya, membuat Hinata hanya mengikuti Sasuke dengan diam.
"Berikan aku satu permen kapas" kata Sasuke dengan masih setia menggenggam tangan Hinata.
"Cih! Bahkan bukan dihari pekanpun tetap banyak orang yang datang kesini" pikir Sasuke yang merasa risih dengan tatapan liar para wanita di sekelilingnya.
"Arigathou" ucap Hinata dengan terseyum simpul ketika sudah mengambil permen kapas dari sang penjual.
"Sudahlah! melihatnya senang begini mana mungkin aku bisa mengajaknya langsung pulang" batin Sasuke ketika melihat seyuman diwajah manis Hinata, dan dengan pemikiran itu Sasuke langsung menarik Hinata untuk menjauh dari keramaian.
"Sasuke-kun sama sekali tidak melepaskan genggamannya, apa mungkin Sasuke-kun tadi sadar jika aku sudah memegang tangannya?" Pikir Hinata dengan wajah memerahnya dan kembali mengikuti arah dimana Sasuke membawanya.
"Duduklah!" Perintah Sasuke dan seketika kemudian melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Hinata.
"Sa-sasuke-kun ka-kau mau kemana?" sedikit mengeraskan suaranya Hinata menatap Sasuke yang sudah berjarak satu meter de depannya.
"Tetaplah disini, Ada yang harus ku beli." Setelah mengatakan itu Sasuke langsung meninggalkan Hinata sendiri.
"Sasuke-kun kenapa belum kembali?" Gumam Hinata dengan menatap sekeliling dimana sinar matahari sudah sepenuhnya digantikan sinar bulan.
"Sasuke-kun tidak mungkin meningalkanku sendiri" gumam Hinata meyakinkan diri sendiri.
"A-apa mungkin terjadi sesuatu pada Sasuke, sudah 15 menit lebih aku menunggu tapi Sasuke-kun belum juga kembali" Khawatir Hinata yang sekarang sudah mulai merasa cemas
Plukk!
Seporsi takoyaki mendarat mulus di samping Hinata, dengan cepat Hinata langsung menghadap kearah orang yang memberikan Takoyaki tersebut, dan ketika melihat orang yang memberikannya seketika membuat Hinata menjadi lega.
"Sasuke-kau kau-"
"Antriannya panjang" potong Sasuke yang kemudian duduk di samping Hinata.
"Ku pikir Sasuke-kun sudah lupa" sekilas menatap kearah Sasuke, Hinata mulai meniup takoyaki yang ada di tangannya dengan tidak sabaran.
"Makanlah dengan perlahan" ucap Sasuke saat melihat Hinata mulai memasukkan Tokoyakinya kedalam mulut.
"Setelah ini kita akan langsung pulang" lanjut Sasuke dengan membukakan botol mineral dan langsung memberikannya pada Hinata.
MANCION UCHIHA
"Wah! sudah jam 9 Sasuke-kun, aku bahkan tidak menyadarinya" gumam Hinata yang baru saja masuk kedalam kamar mereka.
"Kau terlalu sibuk tertawa hari ini, jadi mana mungkin sadar" Sasuke mendudukkan dirinya di sofa dengan menatap Hinata yang tengah merapikan beberapa boneka yang dia dapat dari beberapa permainan dari taman hiburan.
"Gomen Sasuke-kun! Sebagai gantinya akan kusiapkan air hangat untukmu mandi" tanpa menunggu jawaban Sasuke, Hinata langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Oi Sasuke! buka pintunya!" Panggil Itachi Dengan terus menendang puntu kamar Sasuke dengan kasar.
"Tidak bisa kah kau mengetuk dengan menggunakan tangan" ketus Sasuke ketika membuka pintu kamarnya.
"Menurutmu, apa aku bisa melakukannya" Itachi seketika memindah tumpukkan beberapa berkasnya pada Sasuke.
"Apa semua ini?" Heran Sasuke yang melihat tumpukkan dokumen yang sudah berpindah di tangannya.
"Pekerjaan mu! Dan jangan lupa mengirimkannya ke emailku sebelum besok pagi" lanjut Itachi yang kemudian menyeringai.
"Kenapa baru memberikannya! kau tidak melihat jam berapa sekarang! Kau pikir bagaimana caraku menyelesaikan semua dokumen ini dengan waktu beberapa jam saja!" Geram Sasuke yang merasa kesal dengan Itachi.
"Siapa yang menyuruhmu berkencan setelah pulang dari sekolah?.
Sebenarnya tadi aku sudah ingin memberikannya, tapi kau sudah tidak ada di kamar" balas Itachi dengan menambah seringaiannya.
"KAU!"
"Gunakanlah otak jeniusmu, kau pasti bisa melakukannya baka Otouto" setelah mengatakan itu Itachi langsung meninggalkan kamar Sasuke dengan wajah santai tampa dosa.
"Sasuke-kun airnya suda-! Apa yang sedang kau lakukan Sasuke kun?" Heran Hinata saat melihat Sasuke terlihat tengah sibuk mengetik laptopnya di meja sofa.
"Menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor." jawab Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
"Apa Sasuke-kun selalu bekerja setelah pulang sekolah? Sasuke-kun pasti sangat lelah dari pulang sekolah sampai sekarang dia belum ada istirahat. Seharusnya tadi aku tidak berlama-lama bermain di taman Hiburan" batin Hinata dengan menatap Sasuke dengan perasaan bersalah.
Skip time
"Minumlah Sasuke-kun" Hinata meletakkan segelas kopi di meja.
"Kapan kau membuatnya?" heran Sasuke karena sedari tadi walaupun dia sedang sibuk bekerja Sasuke tetap sesekali mengawasi Hinata agar tidak keluar kamar dan bertemu dengan Itachi.
"Sepertinya Sasuke-kun terlalu fokus sampai tidak menyadariku keluar" jawab Hinata yang kemudian mendudukkan dirinya di samping Sasuke.
"Gomen Sasuke-kun! Seharusnya tadi kita langsung pulang ketika aku menghabiskan takoyakinya, tapi aku malah memintamu menemaniku menaikki beberapa wahana" sesal Hinata dengan menundukkan kepalanya.
"Bukan Salahmu, lagi pula tadi cukup menyenangkan" kata Sasuke dengan menghentikan semua aktivitasnya yang sedari tadi menyibukan dirinya.
"Ta-tapi Sasuke-kun ak-"
"Sudahlan tidur sana, kau lihat sudah jam berapa sekarang" meminum kopi yang diberikan Hinata, Sasuke memperlihatkan jam 11 di arlojinya.
"Aku tidak mengantuk" bohong Hinata dengan spontan mengalihkan pandangannya.
"Jangan berbohong! Aku melihatmu beberapa kali menguap, sebelum kau memberikan kopi ini" lanjut Sasuke dengan menatap Hinata yang berada di sampingnya.
"Ta-tapi Sa--Sasuke-kun, kau sama sekali belum istirahat semenjak pulang sekolah, ja-jadi aku juga tidak akan tidur sebelum Sasuke-kun tidur" menundukkan wajahnya Hinata menyembuyikan semburan merah yang sudah menyebar di seluruh wajahnya.
Melihat wajah memerah Hinata membuat Sasuke menyeringai, dengan menyentuh lembut rambut panjang Hinata dan sesekali memainkannya Sasuke mendekatkan bibirnya ke telinga Hinata.
"Apa kau sedang mengundangku untuk tidur bersama." bisik Sasuke dengan suara beratnya.
Bisikkan Sasuke, seketika membuat Hinata spontan menoleh kearah Sasuke dengan wajah merah padamnya.
"A-aku! Ano a-aku se-sebenarnya-"
"Tidur sana, aku akan tidur jika pekerjaanku sudah selesai" potong Sasuke yang kemudian mendapatkan anggukkan persetujuan dari Hinata.
UCIHA CORPORATION
"Sasuke! Kenapa kau belum mengirimnya ke emailku" maki Itachi ketika telponnya sudah diangkat Sasuke.
"Benarkan, sepertinya aku lupa" Ujar Sasuke dengan santainya.
"Kau tau sudah jam berapa ini! Satu jam lagi rapatnya akan dimulai, dan sekarang aku bahkan belum mempelajari isi dari file yang kau buat baka Otouto" geram Itachi
"Bukankah kau pengendara mobil yang handal, datang lah kerumah dan ambil filenya di laptoku, dan jangan lupakan otak jeniusmu kau pasti bisa memahaminya dengan waktu yang singkat" menjawab makian Itachi dengan santai Sasuke terseyum menyeringai.
"KAU!-"
"Kelasku sudah dimulai" potong Sasuke dengan mematikan ponselnya.
"Itulah yang kau dapatkan kerena membuatku tidak bisa tidur memeluk istriku" gumam Sasuke yang masih perasakan lelah karena semalaman mengerjakan dokumen yang di berikan Itachi.
"Ini dia laptopnya" membuka laptop canggih milik sang adik Itachi mulai mencari letak file yang dia butuhkan.
"Akhirnya" gumam Itachi ketika sudah menemukan file yang dia butuhkan, dengan menutup semua folder yang dia buka, tiba-tiba mata Itachi tertuju pada satu folder yang terlihat aneh.
Karena rasa ingin tahunya yang tinggi tanpa ragu Itachi membuka folder tersebut
"Cih! Ternyata dia masih menyimpan semua foto ini" Gumam Itachi yang melihat foto Sasuke dan Hinata yang sedang tidur bersama. Tanpa ragu Itachi langsung menghapus foto yang dianggapnya menjijikan itu.
"Tunggu, apa ini" lanjut Itachi yang melihat sebuah video tersimpan didalamnya.
"BAKA! KUBUNUH KAU SASUKE!" geram Itachi ketika melihat video tersebut, ternyata berisi video dimana Sasuke dan Hinata sedang mabuk di bar satu bulan yang lalu
"Menjijikan" umpat Itachi dan langsung memformat habis isi laptop Sasuke.
Sebelum benar-benar mematikan laptop Sasuke, Itachi sekilas menyeringai dan kemudian mengetikan beberapa kata di laptop Sasuke.
KEDIAMAN UCHIHA
"Bagaimana menurutmu Hinata, Kaasan dan Tousan sudah sepakat dengan hal ini" kata Mikota yang membuat Hinata berhenti dari aktivitas memasaknya
"A-aku terserah Kaasan saja" jawab Hinata dengan menatap kearah Mikoti
"Baguslah, Kaasan sudah memintanya datang sore ini, jadi persiapkan dirimu Hinata-chan" lanjut Mikoto dengan mengembangkan senyumannya.
, sh ,
"Melelahkan sekali" gumam Sasuke dengan perlahan masuk kedalam kamarnya
"Apa yang kau lakukan disini" geram Sasuke ketika melihat pria yang sering dia aja berkelahi saat Junior High School sedang berada di kamarnya, dan sekarang kemarahan Sasuke semakin memuncak ketika melihat Hinata yang sudah tertidur dimeja dengan bertumpu kedua tangannya
"Apa yang sudah kau lakukan Toneri" ulang Sasuke dengan mencengkran kerah baju Toneri dan menatapnya dengan tajam, sedangkan Toneri yang di perlakukan seperti itu hanya menyeringai ke arah Sasuke.
TBC
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Tiada kata seindah maaf..
Bila ada kata dan perbuatan yang khilaf.
Kiranya maaf yang kami harapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Mohon maaf lahir dan batin.
Mohon maaf jika ada ketidak sengajaan typo bertebaran
Arigatou yang sudah nyempatin membaca
2-10-2018
See you Next Chapter
