Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated :T

Pair :Sasuhina

"Bukankah ini kamera milik Ino-chan." Heran Hinata ketika sudah mengeluarkan kamera itu dari lemari Sasuke.

Dengan sedikit ragu Hinata membuka kamera tersebut untuk meyakinkan dirinya jika itu bukan kamere milik Ino.

Klik!

Hinata seketika membulatkan matanya saat melihat foto yang ada di kamera tersebut.

《 PLAN 》

"Foto ini?" Kaget Hinata ketika melihat isi dari foto itu dimana dirinya dan Sasuke sedang tidur bersama di tutupi selimut yang tebal.

"Aku sangat yakin tidak melihat kamera ini di kamar bar itu." Heran Hinata dengan terus menerus mengecek foto-foto di kamara itu, sampai pada saat Hinata menemukan sebuah video di kamera tersebut.

Dengan menegug ludah, Hinata memberanikan diri memutar video tersebut.

Klik!

Video seketika terputar, tidak sempat lima menit melihat video tersebut, mata Hinata membulat ketika melihat adegen panas di kamera itu.

"Vi-video ini?" Kaget Hinata dengan wajah sudah semerah tomat ketika melihat video dirinya dan Sasuke sedang melakukan hal yang bahkan tidak pernah terlintas di kepalanya.

Tidak tau harus apa dengan kamera tersebut, Hinata secepat kilat mematikan video yang di tontonnya, dengan segera meletakkan kembali kamera dalam lemari Sasuke.

"Hah! hah! Apa yang baru saja ku lihat." Menatap tidak karuwan kearah kamera yang sudah di lemari Sasuke yang terbuka dengan tidak percaya karena masih terkejut akan hal yang baru dilihatnya.

"Hime! Mana bajuku."

"Sa--Sasuke-kun." Kaget Hinata, disaat membalikkan tubunya langsung menghadap Sasuke yang sudah berada tepat di depanya kini tengah mengusap rambutnya basahnya menggunakan anduk kecil.

"Kenapa kau terlihat tegang Hime, ini bukan pertama kalinya kau melihatku seperti ini." Sasuke sekilas menyeringai, saat melihat wajah terkujut Hinata bercampur merah saat menatapnya.

Tersadarkan akan pertanyaan Sasuke membuat Hinata memantapkan diri untuk menanyakan pertanyaan yang ada di kepalanya.

"Sasuke-kun! An-o tadi aku ti-tidak sengaja menemukan kame-."

"OI SASUKE! JIKA KALIAN SUDAH SELESAI, CEPAT TURUN!" Triak Itachi yang terdengar sampai kekamar SasuHina.

"Cih! Turunlah Hime, aku akan menyusulmu sebentar lagi." ucap Sasuke dengan seketika mengambil bajunya yang ada di tangan Hinata.

"Ta-tapi Sasuke-kun, ada hal penting yang ingin ku ta-."

"Mana celanaku Hime?" potong Sasuke saat selesai memakai bajunya.

"I-ini." Hinata langsung menyerahkan celana Sasuke setelah mengambilnya dari lemari.

"Sasuke-kun ak-aku-."

"Kau masih di sini? Pergilah lebih dulu! Sebelum Itachi berteriak lagi." Cela Sasuke dengan menatap Hinata.

Melihat gelegat Hinata yang masih enggan meninggalkan kamar mereka membuat Sasuke sekilas meyeringai dan kembali melanjutkan kalimatnya.

"Apa kau berniat membantuku memakai celana ini Hime?" Bisik Sasuke dengan suara beratnya dan langsung mendapat gelengan kepala dari Hinata.

"A-aku akan menunggumu diluar, Ta-tapi Sasuke-kun apa nanti kita bisa bicara?" Gugup Hinata sebelum keluar dari kamar mereka.

"Hm"

Mendengar respon yang di berikan Sasuke, Hinata tau jika itu sama saja denga kata iya, jadi setelah mendengarnya Hinata memutuskan untuk keluar.

"Dia pergi dengan membiarkan lemarinya terbuka, tidak biasanya dia ceroboh." Sedikit tersenyum, Sasuke perlahan menuju lemari untuk menutupnya.

Tapi niatnya Sasuke seketika berubah, saat menyadari ada hal aneh dari dalam lemari tersebut.

"Kenapa letak kamera ini berubah?" heran Sasuke yang langsung mengambil kamera tersebut untuk memeriksa isinya, dan benar saja, ketika Sasuke membuka isi kameranya langsung menampilkan videonya dengan Hinata yang sudah berjalan sekitar 5 menit.

"Hinata pasti sudah melihat video ini, itulah sebabnya dia ingin becara denganku." Pikir Sasuke.

"Cih! kenapa aku sangat ceroboh dengan tidak membuang kamera ini," kesal Sasuke pada dirinya sendiri.

"Hinata! Mana Sasuke, kenapa dia belum turun?" Tanya Itachi, yang mendatangi Hinata yang hanya sendiri ketika menuruni tangga.

"Sebentar lagi Sasuke-kun akan datang Itachi-nii," Sahut Hinata.

"Cih! Anak itu," Runtuk Itachi yang langsung melewati Hinata untuk menyusul Sasuke.

"Konan-neesan!" Kaget Hinata, saat melihat keneradaan Konan di ruang tamu.

"Hinata-chan! Lama tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu." Senang Konan dengan langsung memeluk sayang Hinata saat sudah didekatnya.

"Aku juga sangat merindukan Neechan." Balas Hinata memeluk Konan.

"Bagaimana keadaanmu dan anakmu?" Tanya Konan disaat pelukanya sudah terlepas.

"Baik! Dan Dokter mengatakan jika anakku terlihat sangat sehat," Senyum Hinata.

"Kalian sudah sangat dekat rupanya," Mikoto ikut dalam pembicaraan, disaat dirinya tidak jauh dari keberadaan Hinata ataupun Konan.

"Kaasan! Tousan! Kapan kalian datang? Bukankah seharusnya besok?" Kaget Hinata dengan menatap Mikoto dan Fugaku secara bergantian.

"Tanyakan itu pada Itachi, Hinata-chan. Kenapa dia tiba-tiba menyuruh kami pulang," Jawab Mikoto dengan mengarahkan pandangannya pada Itachi dan Sasuke yang baru saja bergabung dengan mereka.

Merasakan semua perhatian kini telah tertuju padanya, membuat Itachi sedikit tersenyum dengan mulai memposisikan diri di samping Konan.

"Karena semua sudah berkumpul, ada kabar gembira yang ingin kami sampaikan." Itachi membuka suara.

"Aku dan Konan akan segera menikah." lanjut Itachi, yang seketika mendapat tatapan terkejut campur bahagia dari semua orang yang ada di rumah Uchiha.

"Akhirnya kau menyusul Sasuke." Respon singkat Fugaku.

"Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahannya?" Sambung Mikoto yang sudah mendekati Konan yang terlihat malu.

"Dua bulan lagi Kaa-san, sehari sebelum kelulusan Sasuke dan Hinata, jadi Konan bisa mengambil cuti," Jelas Itachi.

"Omedetō gozaimasu Konan-nee," Senang Hinata yang juga ikut mendekati Konan dan seketika di jawab Konan dengan seyuman malu-malu.

"Baiklah! Karena berita bahagianya sudah tersampaikan, sekarang biarkan Kaasan mengobrol dengan kedua menantu Kaasan," Bahagia Mikoto yang langsung menarik lembut kedua gadis muda di dekatnya.

"Itachi! Sasuke! Ikut Tousan keruang kerja, ada hal penting yang harus kita bicarakan," Ucap Fugaku dengan nada serius setelah kepergian para wanita.

KONAHA HOSPITAL

"Aku tidak sabar menggu hari kelulusan," Senang Sakura yang terus berjalan di koridur rumah sakit.

"Akan ku pastikan kau tidak akan lagi menolakku Sasuke-kun," Lanjut Sakura yang kemudian berhenti berjalan ketika melihat keberadaan Shizune.

"Shizune-san, apa Tsunade Obaasan ada?" Tanya Sakura ketika sudah berada di dekat Shizune.

"Tsunade sama sedang melakukan operasi, memangnya ada apa Sakura-chan"

"Tidak papa, aku hanya ingin menemui obaasan," Sahut Sakura dengan mengalihkan pandangannya ke sembarangan arah.

"Shizune-san! Siapa orang itu?" heran Sakura saat melihat seorang pria berambut panjang dengan kulit yang terlihat pucat.

"Dia Orochimaru, kenapa! tidak biasanya kau bertanya Sakura-chan."

"Aku hanya penasaran, kanapa dia sering sekali datang kesini," Selidik Sakura.

"Dia datang kesini untuk memberikan beberapa obat dari berbagai racun," Sahut Shizune dengan kembali menulis beberapa jenis obat.

"Jadi bisa dibilang dia ahli rancun, yang artinya dia pasti bisa membuat racun juga?" gumam Sakura tanpa mendapat respon dari Shizune.

PLAN

"Lama sekali, memangnya apa saja yang kalian bicarakan?" Sasuke membuka suara ketika Hinata baru memasukki kamar mereka.

"Sasuke-kun menungguku?" kaget Hinata

"Bukankah tadi kau mengatakan ingin bicara denganku," respon cepat Sasuke

"Tapi sebelum itu, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu, Hime" lanjut Sasuke yang seketika mengambil kamera di lemarinya.

"Ini, aku menemukannya di bar," Sasuke menujukan kamera yang sudah berada ditanganya dengan sekaligus mencabut memori kamera tersebut yang langsung menyimpanya disaku celananya.

"Ternyara Sasuke-kun menemukan kamera itu, Pantas saja kamera itu ada di lemari Sasuke-kun, sepertinya saat itu memang akulah yang tidak teliti mencarinya." Pikir Hinata.

"Kurasa aku tidak perlu meyimpannya lagi," sambung Sasuke yang langsung memberikan kamera tersebut kepada Hinata tanpa memori card.

Mengabil kemera yang diberikan Sasuke. "Ta-tapi kenapa Sasuke-kun memberikan kamera ini tampa kartu memorinya?" Heran Hinata yang tadi melihat sendiri disaat Sasuke tengah melepas kartu memorinya dan menyimpanya di kantong celana Sasuke.

"Karena aku ingin menyimpanya," respon Sasuke.

"Ta-tapi di dalam memori itu ada video ki-." Hinata seketika menghentikan ucapanya saat melihat Sasuke kini menatapnya dengan wajah yang tidak bisa di artikan oleh Hinata.

"Sepertinya, kau sudah menonton video itu?" seringai Sasuke ketika mendapati wajah Hinata yang semerah tomat.

"A-aku hanya melihatnya lima menit" gugup Hinata dengan wajah yang semakin memerah.

"Kenapa tidak sampai selesai? Letak penempatan kameranya sangat bagu-."

"Sasuke-kun!" Cela Hinata untuk menghentikan ucapaan Sasuke yang dirasanya tidak sanggup untuk didengarnya.

"Hapus video yang ada di memori itu Sasuke-kun," lanjut Hinata dengan berusaha manahan malu disaat menatap Sasuke yang berada didepanya.

"Kenapa harus di hapus? Bukankah kau sudah bersusah payah meletakkan kamera itu di kamar kita," seringai Sasuke yang langsung merebahkan tubuhnya di ranjang king size mereka.

"Bukan aku yang meletakannya," spontan Hinata yang sektika membekap mulutnya, saat sadar apa yang baru saja dikatakannya.

"Jadi maksudmu ada orang lain yang terlibat dalam rencanamu Hime?" slidik Sasuke yang bahkan dia tau pasti jawabannya.

"Apa yang baru saja ku katakan, Sasuke-kun tidak boleh tau jika Ino juga terlibat tentang semua itu." Batin sesal Hinata dengan menggelengkan kepalanya.

"Tidak ada Sasuke-kun!" Jawab cepat Hinata. "Ta-tapi Sasuke-kun Vi-video itu harus di hapus," lanjut Hinata yang dengan perlahan sudah memberanikan diri duduk disamping Sasuke yang tengah tiduran dikasur.

"Tidak akan ada yang bisa melihat tubuh polosmu selain aku Hime, jadi tenanglah." Sekilas menyeringai, Sasuke mulai memejamkan matanya.

"Ta-tapi Sasuke-kun, kau tetap harus menghapusnya." Resah Hinata, dengan sedikit menggoyangkan tubuh Sasuke.

"Aku mengantuk, jadi jangan ganggu aku sekarang," acuh Sasuke yang masih setia memejamkan matanya.

"Tapi Sasu-," perkataan Hinata seketika terhenti disaat Sasuke dengan tiba-tiba meneriknya terbaring dikasur tepat disamping Sasuke.

"Tidurku tidak akan nyanyak jika kau tidak berada di sampingku Hime." Bisik Sasuke yang semakin mengeratkan pelukkan lembutnya pada Hinata.

"Sasuke-kun memelukku lagi, sepertinya Sasuke-kun sangat menyayangi anaknya." pikir senang Hinata, yang kemudian tidak sengaja mengalihkan pandangannya ke arah kantong celana, dimana Sasuke meletakkan memori kamera Ino.

"Apakah aku harus mengambilnya?" pikir Hinata dengan terus menatap kanton celana Sasuke.

"Aku harus melakukannya, agar tidak ada yang bisa melihat video itu," yakin Hinata pada dirinya sendiri.

Perlahan tapi pasti Hinata mulai memasukkan tangannya kedalam kantong celana Sasuke, dan disaat jarinya sudah bisa menyentuh memori tersebut, tiba-tiba pergerakkan tangan Hinata seketika terhenti ketika disaat merasakan tangan Sasuke menghentikan pergerakkannya.

"Sudah berani meraba tubuhku rupanya." Seringai Sasuke yang perlahan melonggarkan pelukkannya namun tetap menatap Hinata intes.

"Apa yang kau ingin kan Hime?" menyeringai kearah Hinata, Sasuke semakin memperdalam tatapannya.

"Ka-kau salah paham Sasuke-kun, a-aku hanya..." Hinata menggantungkan kalimatnya karena tidak bisa melanjutkannya.

"Hanya?" Ulang Sasuke.

"Sa-sasuke-kun tolong hapus video it-itu, ma-maaf telah menyentuhmu, ta-tadi itu aku hanya ingin mengambil memori yang ada dikantong celanamu." jujur Hinata.

"Kau sangat ingin menghapusnya?" Selidik Sasuke, dan langsung mendapat anggukkan kepala dari Hinata.

"Aku tidak ingin ada yang melihat video itu, terutama keluarga kita." lanjut Hinata dengan wajah memelasnya.

"Hah! Baiklah, tapi dengan satu syarat." ucap yang seketika Sasuke berjalan menuju lemari untuk mengambil sesuatu.

"Tandatangan di sini." lanjut Sasuke dengan memberikan selembar kertas ketangan Hinata.

"Apa ini Sasuke-kun?"

"Tidak usah membacanya, cukup tandatangani, itupun jika kau ingin memori ini," seringai Sasuke yang sudah meutupi isi dari kertas tersebut dengan sudah mengeluarkan memori di kantongnya.

Menatap Sasuke yang terlihat menyeringai disaat Hinata mendatangani kertas di depannya, membuat Hinata sedikit penasaran dengan isi dari ketas tersebut, tapi rasa penasarannya seketika pupus saat Sasuke langsung mengambil kertas yang sudah di tandatangai Hinata dengan langsung menyimpannya kembali kedalam laci.

"Ambillah." memberikan memori di yang ada di tangannya pada Hinata, Sasuke kembali membaringkan tubuhnya.

Setelah menerima memori itu dari Sasuke, Hinata dengan cepat memasukkannya kembali kedalam kamera yang ada di dekatnya dan menghapus semua file yang ada di dalamnya.

"Baguslah sehari setelah mendapatkan kamera itu aku sudah menyalinnya ke laptopku, jadi itu tidak masalah untuk dihapus Hime." batin senang Sasuke.

, sh ,

Tibalah hari yang paling menyenangkan bagi Sasuke, dimana dia tidak perlu bekerja ataupun berangkat sekolah dengan mendengar teriakkan histeris para fansgirlnya, cukup hanya melihat istrinya yang terus mondar mandir menyibukkan dirinya dengan melakukan berbagai hal di kamar mereka, sekilas bisa membuat Sasuke tersenyum walaupun senyuman itu sangat tipis bahkan hampir tidak terlihat.

"Kau tidak lelah terus berjalan Hime?" Sasuke seketika menarik Hinata untuk duduk di sampingnya.

"Sasuke-kun! Apa kau tidak ingin pergi jalan-jalan? Hari ini hari minggu Sasuke-kun." Hinata sekita membukan suara.

"Sepertinya dia ingin jalan-jalan." pikir Sasuke yang sudah mengenal bagaimana sifat Hinata.

"Aku akan pergi sebentar lagi, kau mau ikut?" Tawar Sasuke.

"Benarkah aku boleh ikut Sasuke-kun?" Senang Hinata.

"Lima menit, jadi capatlah! Aku akan menunggu di mobil," mengambil kunci mobilnya di laci, Sasuke seketika meninggalkan Hinata sendirian dikamar.

"Ini sudah dua puluh menit." Gumam Sasuke disaat Hinata tidak kunjung datang. Mengingat ini kali pertama Sasuke menunggu seseorang membuat Sasuke sedikit kesal karena yang ada di kamus Sasuke adalah ditunggu bukan menunggu.

"Gomen Sasuke-kun aku terlalu lama," sesal Hinata dengan merapikan bagian roknya yang sedikit berantakkan.

Melihat Hinata yang ada di depannya sekarang ini seketika menghilangkan rasa kesal Sasuke saat menunggu dan tergantikan dengan keterpanaan akan kecantikan yang dimiliki Hinata, dimana kini melihat Hinata datang mendekatinya menggunakan baju one pich bewarna keunguan, dengan rambut yang tergerai, walaupun Hinata tidak menggunakan make up sedikitpun, tapi Sasuke sangat tau jika warna pink pada bibir dan pipi chuby Hinata adalah sebuah kealamian yang sudah Hinata miliki sejak lahir.

Terus mengagumi keindahan di hadapannya tanpa disadari Sasuke, kini wajahnya sedikit bersemu, tapi hal itu segera Sasuke sembunyikan dengan memalingkan wajahnya dari Hinata.

"Cepat masuk!" Printah Sasuke, disaat membukakan pintu mobilnya.

"Sa-sasuke-kun! ak-aku ingin menghirup udara segar." pinta Hinata dengan takut-takut menatap Sasuke.

Tanpa menjawab, Sasuke langsung menekan tombol di mobilnya, dan seketika kaca mobil di samping Hinata turun dan terbuka.

Disaat kaca mobilnya sudah sepenuhnya terbuka, Hinata dengan perlahan mengeluarkan sedikit wajahnya dan memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang sedang menerpa wajahnya dengan lembut.

Sasuke yang sadar dengan apa yang dilakukan Hinata sedikit memperlambat jalan mobilnya dengan sesekali memandangi wajah Hinata yang telihat damai dengan rambutnya yang semakin indah saat tertiup angin, sekilas dapat membuat Sasuke terpaku jika saja Sasuke tidak sedang mengemudi bisa dipastikan Sasuke akan betah memandangi Hinata seharian.

Disaat mobil yang dikendari mereka terus jalan, tanpa disadari sekarang mobil tersebut melewati sebuah toko ramen yang mengeluarkan aroma sangat menyengat bagi Hinata, dan tidak sempat dalam hitungan detik Hinata gelabakkan karena merasa mual.

Huek!

Dengan cepat Hinata langsung membekap mulutnya.

Melihat keadaan Hinata, dengan gerakkan cepat Sasuke langsung menepikan mobil.

"Kau baik-baik saja?" khawati Sasuke dengan menepuk-nepuk punggung Hinata lembut dan langsung mendapat anggugkan lemah dari Hinata.

"Tunggulah disini." meninggalkan Hinata sendirian, Sasuke langsung meyembaringi jalan dan memasukki minimarket yang berada tidak jauh dari mereka.

Hinata yang masih merasa sedikit mual membuka pintu mobil dan memilih keluar menghirup udara yang lebih segar, disaat mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, tanpa sengaja perhatian Hinata teralihkan pada sebuah mobil yang terus menyalakan gasnya tapi sama sekali tidak menjalankannya kedepan, sampai pada saat Sasuke yang sudah ditengah jalan tiba-tiba mobil tersebut langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"SASUKE-KUN" Triak Hinata dengan berlari mendekati Sasuke.

"Tetaplah disana Hime" ucap Sasuke yang semakin berjalan ke arah Hinata.

Melihat mobil yang di belakang Sasuke semakin mendekat kearah Sasuke membuat Hinata tanpa pikir panjang langsung berlari dan mendorong Sasuke dengan sekuat tenaganya

Bhuggg

Brakkk

TBC

Sedikit bocoran untuk beberapa chapter kedepan seperti pepatah mengatakan "percayalah selalu ada pelangi setelah hujan badai yang lebat" mungkin hal itu juga akan terjadi di Plan ini.

Chapter ini aku ngerasa gak dapet feel nya jadi maafkan jika gk enak di baca (oke itu alasan)

typo bertebaran sudah hal yang wajar buat saya jadi salahkan aja pikiran sama jempol saya yang gk singkron

Arigathou yang sudah nyempetin baca,terutama yang udah vote and komentar. maafkan keterlambatan saya dalam mengupdate cerita ini

Mohon maaf jika ada ketidak sengajaan typo bertebaran

Arigatou yang sudah nyempatin membaca

17-07-2018

See You Next Chapter