Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated :T
Pair :Sasuhina
Hinata yang masih merasa sedikit mual membuka pintu mobil dan memilih keluar menghirup udara yang lebih segar, disaat mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, tanpa sengaja perhatian Hinata teralihkan pada sebuah mobil yang terus menyalakan gasnya tapi sama sekali tidak menjalankannya kedepan, sampai pada saat Sasuke yang sudah ditengah jalan tiba-tiba mobil tersebut langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"SASUKE-KUN" Triak Hinata dengan berlari mendekati Sasuke.
"Tetaplah disana Hime" ucap Sasuke yang semakin berjalan ke arah Hinata.
Melihat mobil yang di belakang Sasuke semakin mendekat kearah Sasuke membuat Hinata tanpa pikir panjang langsung berlari dan mendorong Sasuke dengan sekuat tenaganya
Bughh!
Brakkk!
《 PLAN 》
"HINATA!" Triak Sasuke saat melihat Hinata sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dikakinya.
Sekilas menatap mobil yang baru saja menabrak sang istri, Sasuke yang sudah terdorong di pinggi jalan langsung berlari mendatangi Hinata dan membawanya kedalam mobil mereka.
《 KONOHA HOSPITAL 》
"Bagaimana keadaan Hinata, Sasuke!" Panik Mikoto saat sudah menghapiri Sasuke disusul Itachi dan Konan.
"Dia belum sadarkan diri, dokter masih memeriksanya," respon Sasuke dengan terus berdiri tanpa berniat untuk duduk sedikitpun.
Cklek!
Pintu yang terbuka seketika membuat seluruh perhatian tertuju pada seorang dokter yang baru saja keluar dari ruangan Hinata dirawat.
"Bagaimana keadaan Hinata?" Khawatir Sasuke disaat sudah mendekati Shizune.
"Dia baik-baik saja, kalian sudah bisa menjenguknya sekarang," dengan sedikit tersenyum, Shizune seketika membukakan pintu kamar Hinata.
Tanpa menunggu lagi Mikoto langsung masuk disusul Konan kedalam ruangan Hinata.
Sebelum Itachi dan Sasuke ikut masuk kedalam kamar Hinata, sektika Shizune menghentikannya.
"Ada hal penting yang ingin kusampaikan, kalian ikutlah denganku," ucap Shizune dengan nada serius.
"Akibat kecelakaan yang dialami Hinata, sekarang kaki kanannya mengalami keretakkan yang cukup parah, dan untuk kesembuhan kakinya, itu membutuhkan waktu sekitar dua bulan sampai kakinya benar-benar pulih totol." Shizune membuka suara, dengan menunjukkan ronsen kaki Hinata pada Sasuke maupun Itachi.
"Bagaimana dengan bayi di kandungan Hinata?" Selidik Sasuke dengan menatap serius kearah shizune.
"Kalian harus bersyukur kerena tabrakan itu tidak langsung mengenai perut Hinata, tapi meski aku pernah mengatakan jika anak dalam kandungan Hinata sangat sehat, namun akibat tabrakan tadi, janin Hinata menjadi sangat lemah, satu benturan kecil saja itu bisa berakibat patal untuk bayi dalam kandungannya sekarang," jelas Shizune panjang lebar.
"BRENGSEK!" Maki Sasuke yang tidak bisa menahan amarahnya, dengan langsung pergi meninggalkan Itachi dan Shizune di ruangan tersebut.
"Pasti kau yang melakukannya Genma Shiranui," geram Sasuke disaat sudah berada diluar Rumah Sakit.
Yakin akan isi pikiranya, Sasuke seketika mengambil ponsel dikantong celananya dengan langsung menghubungi seseorang yang sangat di percayainya.
"Zetsu! Cari dimana keberadaan Genma Shiranui sekarang juga," ucap Sasuke ketika telponnya sudah tersambung.
Flasback
"Itachi! Sasuke! Ikut Tousan keruang kerja, ada hal penting yang harus kita bicarakan," Ucap Fugaku dengan nada serius setelah kepergian Mikota dan para menantunya.
"Mengenai tender perusahan yang baru saja kalian menangkan beberapa hari yang lalu, membuat perusahan Shiranui CORPORATION mengalami kerugian besar, dan sudah di pastikan mereka tidak akan bisa bangkit lagi." Jelas Figaku panjang lebar pada Sasuke dan Itachi yang masih mendengarkan.
"Berhati-hati pada keluarga Shiranui untuk sementara ini, karena mereka pasti menaruh dendam pada keluarga kita terutama kalian, Itachi! Sasuke!" Lanjut Fugaku dengan sedikit khawatir.
"Untuk apa merasa takut, mengetahui keadaan mereka sekarang, akan sangat mudah untuk menghancurkan mereka, jika mereka berani menyentuh keluarga kita," sinis Sasuke.
"Kau kenal Genma Shiranui kan Itachi, dia mempunya reputasi yang sangat buru-"
"Tenanglah Tousan, tidak akan ada yang terjadi" cela Itachi.
Flasback end.
"Apa ada cara yang bisa digunakan, agar kandungan Hinata bisa membaik?" Itachi membuka suara setelah kepergian Sasuke.
"Kalian harus lebih memperhatikan Hinata, dan mintalah pada Hinata untuk selalu berolah raga, setidaknya itu bisa memperkuat janin yang ada di rahimnya" jelas Shizune.
PLAN
"Hinata!" Panggil Mikoto dan Konan bersamaan ketika melihat mata Hinata yang mulai membuka.
"Dimana ini," lemas Hinata yang baru sadarkan diri.
"Kau dirumah sakit Hinata," respon cepat Mikoto dengan menbantu Hinata yang ingin bersandar.
"Dimana Sasuke-kun, apa dia baik-baik saja?" Khawatir Hinata yang langsung menatap Mikoto penuh tanya.
"Dia baik-baik saja, sekarang di sedang pergi," sambung Itachi yang baru saja masuk kedalam kamar rawat Hinata.
"Akh! Kakiku," ringis Hinata ketika merasakan sakit di kaki kanannya.
"Ada apa dengan kaki Hinata, Itachi-kun," tanya Konan yang tau jika Itachi buru saja keluar dari rungan Shizune.
"Tulang kakimu retak Hinata, membutuhkan waktu dua bulan sampai kakimu benar-benar sembuh," jelas Itachi
"Ba-bagaimana keadaan anakku," selidik Hinata takut-takut. "Dia baik-baik saja kan Itachi-nii?" lanjut Hinata dengan menatap Itachi penuh harap.
《 PLAN 》
Saat ini terlihat seoarang pria berambut harazuku tengah membabi buta memukuli seorang pria yang kini tersungkur di bawahnya tanpa ampun, dengan terus menerus menghempaskan tubuh pria yang dipukulinya. Dengan tidak memberika sedikitpun kesempatan pada pria yang dipukulinya untuk melawan.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
"Ugh! Maafkan aku, Sasuke" ringis Genma, ketika Sasuke sejenak menghentikan pukulannya.
"Cih!" Dengan gerakan cepat Sasuke mencekik lehernya Genma dengan kuat. "Mudah sekali kau meminta maaf setelah apa yang kau lakukan"
Brakk!
Dengan kasar Sasuke melempar tubuh Genma yang sudah terluka kearah tumpukan kursi yang ada di ruangan tersebut.
"Akh!" Darah segar seketika keluar dari mulut Gemna sektika tubuhnya sudah tergeketak di lantai.
"Ja-ngan la-kukan ini lagi Sa-suke, A-aku berjanji ti-dak akan mengganggu keluargamu lagi," lanjut Genma disaat tubuhnya sudah tidak bisa di gerakan lagi.
Menarik kerah baju genma yang tidak berdaya dengan kasar, Sasuke seketika melayangkan tangan kananya untuk kembali memberika tinjunya pada Genma.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
"Sasuke hentikan! Kau bisa membu-"
Perkataan Pain seketika terhenti saat Zetsu menahan jalan Pain yang ingin menghentikan Sasuke yang sudah tidak terkendali.
"Jangan hentikan, percayalah Sasuke tidak akan membunuhnya" sinis Zetsu pada Pain yang sedari tadi menjadi penonton bisu antara perkelahian duel Sasuke dan Genma.
"Kau sudah mematahkan kaki istriku, jadi kau juga akan merasakan hal yang sama," seringai Sasuke dengan mengarahkan kakinya pada kaki Genma
"AAAkkkkkhhhh!
triak Genma, disaat Sasuke semakin memperkuat injakkan kakinya pada kaki kanan Genma yang sudah terluka.
"Jika hanya satu kaki itu tidaklah adil," tatap tajam Sasuke dengan kembali mengarahkan kakinya pada kaki kiri Genma.
Melihat Sasuke yang semakin mendekat pada kaki kiri membuat wajah Genma semakin memucat karena Genma sendiri tau jika kaki kirinya akan bernasip sama dengan kaki kanannya.
"Bawa dia kerumah sakit, dan pastikan dia masih hidup, kerena aku ingin dia selalu mengingat luka yang kuberikan " printah Sasuke ketika Genma sepenuhnya tidak sadarkan diri setelah apa yang baru saja Sasuke lakukan padanya.
Meninggalkan Genma yang sudah tidak sadarkan diri pada Pain dan Zetsu, Sasuke melangkahkan kaki keluar ruangan tersebut dengan sedikit merapikan bajunya yang berantakkan.
PLAN
"Itachi! Konan! Kalian pulanglah, biarKaasan yang menemani Hinata," Mikoto membuka suara saat melihat keadaan Hinata sudah membaik.
"Tapi Kaa-" Konan seketika menghentikan ucapanya, saat melihat Mikoto memberikan seyuman teduhnya padanya.
"Pulanglah, kita bisa bergiliran menjaga Hinata nantinya," Mikoto meyakinkan.
"Jika Kaasan membutuhkan sesuatu, Kaasan bisa menghubungi kami," Itachi ikut dalam pembicaraan, dan langsung mendapat anggukan kepala dari Mikoto.
"Konan kita pergi," ajak Itachi, disaat sudah menggengam tangan Konan.
"Dia akan baik-baik saja," bisik Itachi, yang perlahan menarik Konan, di saat Konan terus memandangi Hinata dengan wajah sedihnya.
Cklek!
Membuka pintu kamar rawat Hinata dengan cepat, Sasuke langsung berlari kearah Hinata tanpa memperdulikan keberadaan Ibunya yang juga berada di dalam.
Grebb!
Peluk Sasuke pada Hinata yang sedang bersandar di diranjangnya.
"Aku dengar dari Itachi kau sudah siuman," bisik Sasuke dengan mempererat pelukkannya.
"Gomen Sasuke-kun," lirih Hinata dengan membenamkan dirinya pada pelukkan Sasuke.
Melihat Sasuke tiba-tiba memeluk Hinata, membuat Mikoto perlahan keluar dari kamar rawat Hinata dengan maksud tidak mengganggu.
"Siapa yang menyuruhmu menyelamatkanku hah," Sasuke membuka suara setelah melepaskan pelukkannya dari Hinata.
"Seharusnya kau biarkan saja aku ditabrak, aku juga tidak akan mati jika hanya tabrakan seperti itu,"
"Sekarang lihatlah kakimu, kau tidak akan bisa berjalan sampai dua bulan kedepan Hinata." Lanjut Sasuke
"Jadi sekarang berjanjilah! jika hal ini terulang lagi, jangan pernah terlibat di dalamnya, kau hanya cukup membuat dirimu aman," kesal Sasuke dengan terus menceramahi Hinata.
"Kau mendengarku Hinata?" Tanya Sasuke, ketika tidak mendapat respon dari Hinata.
"A-aku tidak bisa melakukan itu Sasuke-kun," menggelengkan kepalanya sesaat, Hinata menatap Sasuke yang ada di depannya.
"Kerena saat kecelakan itu terjadi, tubuhku bergerak dengan sendirinya Sasuke-kun, jadi aku tidak bisa berjanji untuk tidak melakukannya lagi."
"Kau-" Sasuke menghentikan kalimatnya karena tidak tau lagi harus mengatakan apa.
"Sasuke-kun gomen" lirih Hinata dengan air mata yang hampir menetes.
"Aku hiks! hampir saja membunuh hiks! anak kita," tangisan Hinata sekatika pecah, dengan sebelah tanganya sedang memegangi perutnya.
"Kau sudah tau tentang it-" Sasuke seketika menghentikan ucapanya saat melihat Hinata menganggugkan kepalanya.
"Aku sudah tau semuanya, sekarang dia sangat lemah" Hinata mengusap perutnya dengan lembut.
"Satu benturan kecil saja-"
Shuuut!
Sasuke dengan cepat meletakan jari telunjukan didepan bibir Hinata, dan langsung membawa Hinata kembali ke dalam pelukkannya.
"Tidak akan ada yang terjadi, karena kita akan menjaganya bersama" bisik Sasuke dengan semakin menenggelamkan Hinata dalam pelukkannya, dan saat itu juga Sasuke bisa merasakan tubuh Hinata yang bergetar.
"Kau bukanlah orang yang bodoh, yang dengan mudahnya membiarkan perutmu terbentur lagi Hinata," menepuk lembuat punggung Hinata yang bergetar, Sasuke terus berusaha menenagkan Istrinya yang sedang menangis.
Ceklek!
"HINATA-CHANnn!" Ino seketika memelankan suaranya, disaat sudah sepenuhnya membuka pintu kamar Hinata diarawat, langsung dihapkan dengan Sasuke yang tengah memeluk Hinata.
Dan melihat adegan itu, itu untuk pertama kalinya bagi Ino melihat seorang Uchiha Sasuke memeluk wanita dalam hudupnya.
"I-iya Ino-chan!" Respon cepat Hinata, disaat sudah terlepas dari pelukan Sasuke, sekaligus sudah mengusap pipinya yang basah karena air mata.
"Bagaimana keadaanmu Hinata-chan?" Dengan canggung Ino mendekati Hinata, saat melihat keberadaan Sasuke disamping Hinata.
"A-aku baik-baik saja," gugup Hinata, dengan wajah mulai memerah saat terpikir jika Ino pasti sempat melihatnya tengah berpelukan dengan Sasuke. "Tapi bagaimana Ino-chan bisa tau aku berada disini?" Selidik Hinata.
Melihat keberadaan Ino yang sudah berada didekat Hinata membuat Sasuke lebih memilih menjauh dengan mendudukan dirinya disopa tunggu yang letaknya tidak jauh dari kasur rawat Hinata.
"Kaasan!" Gumam Sasuke, disaat sudah mendudukan dirinya sekita melihat ada pesan masuk di ponselnya.
From: Kaasan
"Sasuke, Kaasan pulang terlebih dahulu, jadi kau jagalah Hinata-chan.
"Baguslah jika kau baik-baik saja Hinata-chan," lega Ino, "oh yaampun, aku hampir lupa! Hinata-chan Kau harus segera pergi dari sini,"
"Memangnya ada apa Ino-chan?" heran Hinata.
Melihat keberadaan Sasuke masih ada di kamar Hinata, membuat Ino semakin mendekatkan dirinya pada Hinata untuk berbisik.
"Kau tau, ini adalah rumah sakit milik neneknya Sakura, sebenarnya aku datang kesini ingin menemuai Sakura, yangmemang pada setiap hari pekan selalu datang kesini untuk membatu para perawat," Ino menatap Hinata yang sekarang terlihat terkejut.
"Kau beruntung Hinata, karena hari ini Sakura tidak datang kesini," lega Ino
"Syukurlah tadi sebelum aku pulang, aku sempat melihat buku pasien yang menuliskan namamu, itulah sebabnya aku tau jika sedang kau sedang dirawat disini," jelas Ino panjang lebar
"Gomen Hinata-chan, aku belum bisa meyakinkan Sakura," lirih Ino dengan menatap Hinata dengan tatapan sendu.
"Tidak papa Ino-chan, lagipula keadaanku sudah membaik, jadi aku bisa pergi dari sini sebelum Sakura melihatku," masih dengan berbisik Hinata berbicara dengan Ino.
《 MANSION UCHIHA》
Sinar matahari sudah sepenuhnya tergantikan dengan sinar bulan, dan selama itu jugalah Hinata sudah berulang kali membujuk Sasuke agar mau membawanya pulang kerumah dengan alasan jika Hinata tidak suka berada di rumah sakit terlalu lama.
Lama membujuk, akhirnya Sasuke menyetujui keinginan Hinata dengan syarat Hinata harus mau mengikuti semua keinginan Sasuke sampai kakinya sembuh total.
"Sasuke-kun kenapa kau sudah membawa Hinata pulang? seharusnya kau biarkan saja Hinata menginap beberapa hari di rumah sakit," heran Mikoto, ketika mendapati mobil Sasuke yang datang dengan membawa Hinata di dalamnya.
"Aku sendiri yang akan merawatnya, jadi Kaasan tidak perlu khawatir," Sasuke sekita membuka pintu mobilnya di samping Hinata.
"Tapi Sasuke-"
"Kaasan," cela Hinata dengan wajah takut-takut, sebelum Mikoto menyaleasikan ucapanya. "Se-senarnya akulah yang meminta Sasuke-kun untuk membawaku pulang, jadi Kaa-"
Sebelum Hinata sempat menyelesaikan ucapanya, Sasuke seketika mengangkatnya ala bridal style.
"Aku akan membawa Hinata ke kamar kami, Kaasan." setelah mengatakan itu, Sasuke langsung pergi meninggalkan Mikoto sendirian.
"Sasuke-kun! Apa menurutmu kakiku akan sembuh sebelum upacara pernikahan Itachi-nii dan Konan-nee?" Hinata membuka suara disaat sudah berada di kamar mereka.
"Tentu saja, jika kau menuruti semua yang kukatakan," respon Sasuke, bersamaan dengan sekita menyelimuti Hinata yang bersandar disandaran kasur.
"Sasuke-kun, apa boleh aku mandi?"
"Tidak"
"Tapi Sasuke-kun tubuhku rasanya tidak enak,"
"Kau benar-benar ingin mandi?" Selidik Sasuke dengan menatap Hinata yang berada disampingnya.
Dengan antusias Hinata menggukan kepalanya.
"Baiklah jika begitu," Sasuke langsung membuka salah satu kancing baju piama Hinata.
"A-apa yang Sasuke-kun lakukan?" gugub Hinata, dengan wajah memerahnya, disaat Sasuke ingin membuka kancing ketiganya.
"Membantumu! Bukankah sebelum mandi kau harus melepas baju lebih dahulu," seringai Sasuke.
"Tapi Sasu-"
"Tidak masalah bukan, kerena aku suamimu, ayo kita mandi bersama Hime," goda Sasuke dengan seringaiyan yang tidak lepas dari wajah tampanya.
Merasa ucapan Sasuke benar adanya, sektika Hinata menegug ludahnya sendiri, dengan wajah yang sudah sangat memerah Hinata langsung membaringkan tubuhnya yang sedari tadi bersandar di ranjang mereka .
"A-aku ra-rasa aku tidak jadi ingin mandi Sasuke-kun, aku mengantuk," Ucap Hinata dengan sekaligus menarik selimutnya sampai ke kepala.
Melihat kelakukan Hinata yang masih saja merasa malu padanya membuat Sasuke sediket tersenyum karena berhasil menggoda istrinya lagi.
《 SKIP TIME 》
"Hime, kau sudah tidur?" Selidik Sasuke, saat melihat Hinata tidak kunjung membuka selimut yang terus menutupi wajahnya.
Tidak mendapat respon dari Hinata, membuat Sasuke yakin jika Hinatanya pasti sudah tidur, sedikit khawatir jika Hinatanya akan kesulitan benafas Sasuke menarik selimut yang menutupi wajah Hinata.
Setelah menarik selimut sebatas leher, Sasuke mendapati wajah Hinata yang terlihat tengah merasaakan kegerahan.
Teringat akan Hinata sempat meminta mandi sebelum tertidur, membuat Sasuke yang merasa kasihan langsung kembali menarik selimut untuk membukanya agar Hinata merasa nayaman, tapi pergerakan Sasuke sektika terhenti, disaat selimut baru mencapai batas perut Hinata, Sasuke seketika melihat kancing baju piama Hinata yang masih terbuka.
"Cih! Apa dia bermaksud menggodaku, tadi aku hanya membuka dua kancingnya, tapi kenapa sekarang menjadi tiga kancing yang terbuka," heran Sasuke yang tanpa sadar masih setia memandangi Hinata.
Menggelengkan kepalanya dengan kasar, Sasuke dengan cepat menarik selimut mereka kembali, hingga sebatas leher Hinata.
"Cih! Pikiran apa yang baru saja terlintas di kepalaku" frustasi Sasuke dengan mengacak rambutnya kasar.
"Hah! Sekarang aku harus bagaimana," membaringkan tibuhnya di samping Hinata, Sasuke sekilas memejamkan matanya dan kemudian menyeringai.
"Aku masih punya videoku dengan Hinata, kenapa aku tidak menontonnya," pikir Sasuke dengan langsung berdiri dan mengambil Laptopnya.
Mendudukkan dirinya di sofa kamar mereka, Sasuke langsung menghidupkan laptopnya dengan meyeringai, saat laptopnya sudah sepenuhnya menyala seketika seringai Sasuke menghilang saat membaca pasan di wallpaper laptopnya.
BERTERIMA KASIH LAH PADAKU BAKA OTOTOU, KARENA SUDAH MENSUCIKAN LAPTOPMU.
"ITACHIII, KAU!!" geram Sasuke dengan langsung menutup laptopnya.
TBC
(Genma Shiranui)
Mengenaikecelakan yang di dapat Hinata itu masih belum bisa di bilang badai, mungkin itu baru anginnya.
Special thanks: followers, Favorites, reader juga reviewers yang selalu dukung
Saya sudah baca chap ini dua kali jadi kalau masih ada kesalahan jangan lupakan jika saya seorang manusia, yang tidak luput dari kesalahan.
Mohon maaf jika ada ketidak sengajaan typo bertebaran
Arigatou yang sudah nyempatin membaca
20-07-2018
See You Next Chapter
