Pagi yang indah bagi seorang gadis yang bangun didalam pelukan laki-laki yang mencintainya. Tetapi sang gadis sama sekali tidak merasa seperti itu. Ia terbangun dengan laki-laki yang baru dikenalnya beberapa bulan belakangan ini. Itu bukan lengan dan wajah yang sama. Bukan lengan dan wajah dari laki-laki yang sudah ia cintai semenjak berumur 18 tahun.

Gadis itu berumur 22tahun sekarang. Tapi siapa saja yang melihatnya pasti akan mengira kalau umur gadis itu masih 17tahun. Karena wajahnya yang manis dan tubuhnya yang kecil nan imut itu lah alasannya. Mereka bukan lah sepasang suami istri. Mereka hanya sepasang kekasih yang salah satunya masih mengharapkan masalalu nya untuk kembali.

Orang itu adalah gadis yang sudah bangun itu. Namanya Min Yoongi tapi sekarang dia lebih suka jika orang-orang mengenalnya dengan nama Min Suga. Karena untuknya Min Yoongi adalah masalalu nya. Masalalu yang sudah ia kubur rapat-rapat. Masalalu yang kelam masalalu yang membuat takdirnya seperti ini. Laki-laki disampingnya adalah Park Jimin. Kekasih yang sekaligus sebagai calon masa depannya.

"Jimin bangun ini sudah pagi sayang"

"Bisakah kau bangunkan aku setengah jam lagi? Aku sangat lelah kemarin."

"Ayolah sayang bangun. Ini sudah jam 7 pagi dan kau harus bekerja. Kalau tidak ayahmu akan mengambil semua asetnya karena anak kesayangannya ini sudah menjadi anak malas. Kau tau kan kalau ayahmu itu laki-laki yang kejam!"

"Aigooo kau itu membicarakan calon ayah mertuamu sayang. Bisakah lebih lembut sedikit. Ingat sekarang kau adalah Min Suga bukan Min Yoongi yang sebentar lagi menjadi Park Suga. Jadi tolong jaga sikapmu" tidak ada bentakan dikalimat yang diucapkan Jimin. Melainkan suara lembut namun serak suara khas bangun tidur.

"Aish aku lupa. Baiklah sekarang bangun kau harus mandi dan aku akan kebawah untuk membantu ajjhuma untuk memasakan sarapan untuk kita."

"Kenapa kau selalu memasak? Untuk apa aku menggaji pelayan-pelayan itu. Inginkau itu adalah ratu dirumah ini sayang."

"Aku hanya ingin kau selalu merasakan masakan ku setiap harinya. Ingat aku akan menjadi istrimu. Aku hanya tidak ingin calon suamiku lebih memilih masakan orang lain dibanding calon istrinya sendiri." Ucap Suga sedikit menggoda Jimin.

"Baiklah baiklah dasar kau ini! Masakan mu adalah salah satu alasan mengapa aku semakin hari semakin jatuh cinta padamu." Sadarkah Jimin kalo kata-kata nya barusan membuat Suga menjadi sangat merona.

"Kalo kau ingin aku bangun berikan morning kiss. Lalu aku akan bangun dan segera mandi." Lanjut Jimin yang membuat gadis didalam pelukannya semakin tambah merona.

"Aigooo calon suamiku ini manja sekali. Baiklah cepat bangun mandi dan kau akan mendapatkan bonus dariku." Ucap Suga yang merasa godaannya malah berbalik pada dirinya sendiri.

"Bonus apa sayang?" tanya Jimin

"Kau bilang ingin morning kiss" ucap Suga sedikit kesal.

"Ah jadi begitu. Hampir saja aku berpikiran aneh-aneh kkk~" goda Jimin.

Tidak butuh lama untuk Jimin bangun dan melepaskan pelukan dari tubuh mungil disampingnya ini. Mereka memang selalu bangun dikasur yang sama dengan keadaan setiap harinya Jimin akan memeluk Yoongi atau bahkan saling berpelukan. Tetapi Jimin sama sekali tidak menyentuh dan berniat untuk menidurinya.

Jimin berjanji untuk tidak menyentuh Yoongi sebelum dihari pernikahan mereka. Itu salah satu alasan yang membuat Yoongi atau sekarang yang dipanggil Suga mulai jatuh cinta pada sosok laki-laki lembut dan baik seperti Jimin.

Bahkan Jimin memperlakukan Suga seperti ratu dari negeri dongeng. Suga sangat sadar bila ia sangat tidak pantas diperlakukan seperti itu. Tapi kebiasaan Jimin yang seperti itu membuat Suga terbiasa. Alasan mengapa Suga merasa tidak pantas diperlakukan seperti itu karena masa lalunya. Suga merasa dirinya kotor dan sangat tidak pantas diperlakukan seperti itu oleh Jimin.

Suga adalah bekas gadis penjajah cinta bahkan Jimin pertama kali bertemu Suga didekat komplek hiburan malam. Saat itu Suga masih menjadi Yoongi. Yoongi yang sehabis menjajahkan tubuhnya. Tetapi bukan pada laki-laki hidung belang yang sering membeli tubuhnya dulu. Melaikan pada kekasih nya sendiri.

Laki-laki yang menjadi salah satu masalalu Yoongi yang ingin ia lupakan. Awalnya Yoongi juga merasa takut pada Jimin. Karena kejadian itu persis sama dengan kejadian waktu Yoongi dan mantan kekasihnya bertemu.

"Sayang sudah selesai mandinya?" ucap Suga yang melihat Jimin keluar dari kamar dengan baju kerjanya.

"Sudah. Mana bonusku?" tagih Jimin.

"Arrgh apa kau tidak malu meminta itu didepan ajjhuma-ajjhuma disini sayang?" ucap Suga kesal dengan kelakuan Jimin.

"Tidak. Mereka juga pasti memahami kita. Mereka juga tau kalo kita adalah calon pengantin. Jadi aku tidak lalu meminta didepan mereka. Lagipula ini sudah 6bulan berlalu semenjak kau pertama kali datang kesini."

"Ahh baiklah sini!"

Chu~

"Aigoo kau sebut itu morning kiss?" Tanpa aba-aba Jimin langsung menarik Suga dan menempelkan kedua bibir mereka. Jimin mempererat ciuman mereka. Bahkan sedikit melumat bibir Suga seakan-akan Jimin ingin menyalurkan perasaannya melalui ciuman itu. Suga yang belum terbiasa dan bahkan masih sangat kaget dengan perlakuan tiba-tiba Jimin hanya menerima dan ikut terlena dalam ciuman itu. Mereka bahkan tidak menyadari jika kepala pelayan dirumah itu sudah didekat mereka.

"Ehm,, maaf Tuan muda ada telepon dari Tuan Park. Katanya Tuan ingin berbicara denganmu."

Suga yang mendengar suara kepala pelayan langsung melepaskan ciuman mereka dengan menendang little Jimin.

"Awwwww!" Jimin teriak karena merasa nyeri dibagian little Jiminnya.

"Rasakan itu! Cepat angkat teleponnya. Ayah mu mungkin ingin berbicara sangat penting hingga meneleponmu pagi-pagi begini" titah Suga.

"Tapi bisakah kau sedikit lembut sayang. Ini sangat sakit. Dan kau tau ini adalah harta paling berharga setelah kau." Jimin langsung berlari kearah telepon dan menatap tajam kepala pelayan yang seperti mengisyaratkan 'kau mengganggu bonusku tuan cho'.

BLUSH

'Ahh dasar Park Jimin tuan muda manja, mesum kenapa kau selalu membuat jantungku seperti ingin copot belakangan ini?' batin Suga.

Ya Suga memang belum menyadari kalau ia sudah mencintai Jimin. Bukan hanya itu Suga seperti menutup hatinya setelah dicampakan. Meskipun ia sadar kalau setiap Jimin menggodanya dan melakukan hal-hal lembut lainnya kepada Suga.

Tapi ia sangat berusaha untuk tetap berpikiran kalau Jimin dan Suga tidak saling mencintai. Suga berpikiran kalau Jimin melakukan itu hanya karena kasihan kepadanya. Jimin memang orang yang terlalu baik kepada semua orang. Bukan hanya pada Suga.

Tapi tanpa Suga sadari Jimin sudah sangat jatuh kedalam pesona Suga semenjak pertama kali mereka bertemu. Karena Jimin juga bukan orang yang terlalu baik sampai-sampai memperboleh kan orang yang baru dikenalnya bahkan bertemu dengannya untuk membawa kerumah dan memperbolehkan Suga yang masih menjadi Yoongi tidur dikasurnya. Bahkan setelah Suga menceritakan kenapa ia bisa ada ditempat itu dan bagaimana masalalunya Jimin malah semakin jatuh kedalamnya.

Karena Jimin baru pertama kali merasa kan cinta. Pertama kali melihat dan mengenal gadis yang kuat dan sangat tangguh seperti Suga. Mana ada gadis bahkan laki-laki sekalipun yang kuat jika ia menjadi seorang Min Yoongi. Sosok yang sangat rapuh dan memiliki banyak sekali masalah. Hanya saja Suga belum menyadarinya.

"Yobesseyo appa,, apa kabarmu hari ini? Ada apa menghubungiku pagi-pagi begini?"

"Aigooo anak appa satu ini. Apa aku mengganggumu? Kabarku baik sekali kabar eomma dan adikmu juga baik. Aku menghubungimu untuk membicarakan pernikahan mu dengan Suga. Apa Suga ada didekatmu?"

"Tidak appa dia sedang menyiapkan sarapan untukku."

"Waah dia memang gadis yang unik yah. Bahkan disana banyak pelayan kenapa dia mau cape cape untuk memasak."

"Suga bilang kalo dia tidak ingin orang lain yang memasakiku appa. Bagaimana calon istriku hebatkan appa?"

"Ne, dia memang hebat. Bahkan sampai membuatmu melawanku dan membuatku menyutujui hubungan kalian. Aku masih heran denganmu. Dia tidak lebih cantik dari gadis-gadis yang appa pilihkan untukmu. Bahkan dia adalah gadis dari masalalu yang gelap. Apa kau tidak akan menyesal kedepannya? Ingat bahkan tubuhnya bukan perawan lagi Jimin."

"Appa aku mohon hentikan. Jangan pernah membicarkan Suga dan masalalu nya. Ingat appa sudah menyutui hubungan kami. Atau aku tidak akan mau meneruskan usahamu. Bagaimana appa?"

"AISH KAU INI PARK JIMIN ANAK KURANG AJAR!"

"Arrgh appa tidak usah berteriak. Kupingku sakit tau! Haha sudah lah appa lagipula eomma sangat senang dengan Suga dan ia bahkan yang menyuruhku untuk cepat menikahinya. Mungkin appa lupa perkataan eomma."

"Aish memang eomma mu itu sangat terlalu memanjakan anak kesayanganku. Dan salahku juga sudah menjadikan mu anak kesayanganku juga kkk~"

KELUARGA YANG ANEH~

"YAK! PARK CHANYOEL MATIKAN TELEPON DAN CEPAT SARAPAN."

"Ahh iya iya sayang sebentar aku sedang menelepon putra kita."

"Ah Jimin? Baiklah sini ponselmu aku ingin berbicara dengannya. Kau cepat makan atau aku tidak akan memaafkanmu."

"Yobesseyo Jiminnie apa benar ini kau?"

"Ne eomma."

"Ahhh anak kesayangan eomma. Mana Suga apa dia didekatmu? Dia baik-baik sajakan dan apa dia selalu meminum vitamin yang eomma belikan?"

"Aigooo eomma sebenarnya yang anakmu itu aku atau Suga?"

"haha Maafkan eomma Jimin cepat berikan teleponnya pada Suga ibu merindukannya."

"Sayang eomma ingin berbicara denganmu."

"Ahh eommonim? Mana kemarikan teleponnya!"

"Ini. Ingat jangan lama-lama ngobrolnya. Ingat kau masih harus menemaniku sarapan. Dan jangan sampai kau tertular virus berlebihan eomma. Aku akan pusing nantinya."

"Aigoo Jimin aku mendengarmu!" ucap ibu Jimin.

"Ahh maaf eomma ini Suga." Jimin langsung memberikan teleponnya pada Suga dan langsung meninggalkan Suga untuk kemeja makan. Dan tidak lupa untuk mencium bibir Suga sekilas.

"Yobesseyo eommonim, ini aku Suga"

"Aigooo calon menantu kesayanganku. Segera lah menikah dengan Jimin eomma ingin sekali menggendong cucu dari kalian." Ucap Ibu Jimin.

"Ahh eommonim, tapi baiklah aku akan membicarakan hal ini dengan Jimin." ucap Suga yang memegang pipinya karena terasa panas. Dan sudah merona.

"Baiklah sudah dulu. Kau pasti sudah ditunggu Jimin. Dia bisa-bisa marah pada eomma kalo kau masih mengobrol denganku. Anak manja itu sama seperti appa nya. Jadi maaf jika ia merepotkanmu. Yasudah aku matikan sambungannya yah sayang. Bye~"

'Like mother like son. Mereka memang keluarga aneh kkk~' batin Suga.

Dan salah satu alasan lagi mengapa Suga menjadi sedikit demi sedikit terbiasa dengan perlakuan Jimin dan tanpa sadar mulai mencintai Jimin adalah karena keluarga Jimin. Mereka yang membuat Suga merasa nyaman dan merasakan yang dulu pernah dirasakan sebelum keluarganya menjadi berantakan dan tidak harmonis. Suga merasakannya lagi suga merasa bahagia sekarang. Dan itu adalah alasan yang membuat Suga semakin berusaha untuk meninggalkan dan melupakan masalalunya.

"Apa yang eomma katakan padamu sayang? Eomma pasti membicarakan hal aneh lagi hingga kau terkekeh begitu? Cepat katakan kenapa kau jadi bertingkah seperti ini?" selidik Jimin.

"Eomma bilang kita harus cepat-cepat menikah dan memberikan cucu pada eommonim." ucap Suga tanpa ragu yang membuat Jimin tersedak makanannya.

"Uhuuk uhuuk. Jjinja? Aigoo eomma itu kenapa berbicara seperti itu! Membuatku benar-benar ingin mempercepat tanggal pernikahan kita."

"Aigoooo tidak eomma nya tidak anaknya sama saja. Ingat Jimin aku belum bisa melupakan masalaluku. Dan kita sama-sama sibuk."

"Arraso arraso, Jaa aku sudah selesai sarapan. Aku akan berangkat sekarang. Sayang apa kau jadi pergi keluar bersama Jungkook?"

"Ne, kami akan berbelanja bahan untuk baju yang kami buat. Acaranya sebulan lagi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini."

"Hah akhirnya kau mulai bangkit sayang. Baiklah kau boleh pergi. Kau mau diantar supir atau membawa mobil sendiri?" tanya Jimin

"Sepertinya aku akan membawa mobil sendiri saja aku ingin berjalan-jalan disekitar taman dengan Jungkook setelah berbelanja bahan." jawab Suga

"Baiklah kau boleh membawanya. Ingat jangan ngebut dan cobalah bergantian mengendarai mobilnya dengan Jungkook jika kau lelah. Aku tidak ingin calon istriku sampai sakit. Arra?"

"Arraso chagiya, baiklah sini dasimu ku pakaikan." Tanpa ragu Suga langsung mengambil dasi dan memakaikannya pada Jimin. Jimin yang melihat Suga memasangkan dasinya ingin sekali memeluk dan menciumnya. Tetapi jika itu dilakukannya Suga pasti akan membuat little Jimin kesakitan lagi.

"Jaa, sudah selesai. Kau bisa berangkat sayang. Ingat kau juga jangan lupa untuk makan siang dan mengabariku. Jangan terlalu lelah dan jangan pulang larut." Ucap Suga

"Ne, aku tau kau pasti akan merindukan pelukanku sayang. Kkk~ aku mencintaimu"

"Hmm, hati-hati Jiminnie." Suga tidak membalas ungkapan Jimin. Ia hanya tersenyum dan mencium bibir Jimin sekilas.

Jimin yang biasanya sudah terbiasa dengan sikap Suga yang tidak membalas ucapannya hanya diam. Tetapi kali ini beda meskipun Suga tidak membalas ucapannya Suga mencium Jimin tanpa ia minta. Jimin merasa sangat senang mendapat perkembangan hubungannya dengan Suga. Dia amat sangat sadar kalau Suga belum mencintainya seperti dia mencintai Suga. Jimin sudah pergi kekantor dengan senyum yang tidak lepas setelah kejadian tadi. Membuat Suga menjadi merutuki dirinya sendiri karena melakukan hal bodoh itu yang membuat Jimin jadi terlihat seperti orang gila karena tersenyum sendiri.

Drrrrt drrrrt drrrrrt

"Yobesseyo eonni apa kita jadi pergi siang ini?"

"Ne kookie-ah aku sangat tidak sabar memilih bahan-bahan nya. Bagaimana modelnya apa kau sudah menadapatkannya?"

"Sudah eonnie dia gadis yang cantik dan pas untuk design baju yang ingin kita buat."

"Baiklah satu jam lagi aku akan menjemputmu."

"Ne aku tunggu eonnie"

PIP

Setelah memutuskan sambungan telepon dari partner kerja sekaligus adik sepupu dari Jimin itu Suga langsung bersiap-siap. Setelah 30menit Suga sudah siap dengan dress pas body yang sedikit diatas lutut, make up minimalis dan sepatu sneaker heels yang membuat kesan elegan tapi santai. Suga terlihat modis, cantik dan imut. Mengingat umurnya yang masih 22 tahun. Ia tidak kalah dengan idol idol cantik dikorea.

Suga langsung mengambil salah satu kunci mobil yang dimiliki Jimin. Suga memilih mobil Audi A6 berwarna putih yang menurut Suga lebih sederhana dari pada mobil Jimin yang lain. Suga merasa sangat kaget awalnya mengetahui orang kedua yang menolong hidupnya adalah orang kaya yang memiliki perusahan dimana-mana. Bahkan awalnya Suga ingin menjadi salah satu pelayan dirumah itu. Tetapi tanpa diduga Jimin malah menjadikannya kekasih bahkan calon istri.

Setelah beberapa menit mengendarai mobil Suga sudah berhenti didepan rumah mewah nan megah milik Jungkook. Ingat bukan kalau Jungkook adalah adik sepupu Jimin. Jadi sudah pasti kalau Jungkook juga termasuk orang kaya. Bahkan Jungkook adalah salah satu desainer terkenal. Suga merasa sangat sangat sangat beruntung lagi setelah ditolong oleh Jimin dijadikan kekasih, bahkan menyuruh Jungkook untuk mengajari Suga menjadi desainer seperti Jungkook. Karena Jimin sempat tidak sengaja melihat gambar Suga beberapa bulan lalu. Dan lebih terkejut lagi Suga karena Jungkook langsung mengiyakan dan sangat ramah pada Suga. Bahkan Jungkook tidak merasa jijik dan menjadikan Suga sebagai kakaknya meskipun dia sudah diberitahu tentang masalalu Suga. Memang keluarga yang baik pikir Suga.

"Eonnie sudah lama menunggu?"

"Ah ani aku baru sampai. Pertama mau kemana dulu kita?"

"Kita akan bertemu dengan model yang akan memakai model rancangan pertama kita eonnie."

"Ahh aku sangat berterima kasih padamu Kookie sudah mau mengajarkan dan sangat baik padaku. Aku berhutang banyak padamu."

"Aniyo eonnie ingat kau adalah kakak ku calon kakak sepupu iparku. Sudah seharusnya aku membantu dan berbuat seperti ini padamu. Lagi pula aku menyukaimu eonnie. Kau tidak seperti gadis-gadis yang mendekati oppa Jimin. Aku tidak suka karena mereka hanya mengincar harta dan tampang oppa. Tetapi kau berbeda itu yang membuatku, oppa Jimin, dan park ajjhuma sangat menyukaimu."

"Ahh baiklah baiklah kalian sama saja selalu berkata seperti itu. Kajja kita berangkat."

Sekitar 40menit Suga dan Jungkook mengitari jalanan kota Seoul akhirnya mereka berhenti didepan kantor agensi model yang dipilih Jungkook.

"Sebentar eonnie aku akan menghubunginya." Jungkook pun menempelkan benda persegi pintar miliknya dan berbicara dengan orang disebrang telepon itu.

"Eonnie dia sedang ada diCafe didekat sini. Kajja kita kesana." Ucap Jungkook.

Mereka pun akhirnya menemukan Cafe yang dimaksud model itu. Jungkook langsung turun dari mobil dan menemui model pilihannya itu. Sedangkan Suga memarkirkan mobil dipinggir jalan depan Cafe. Setelah dirasa sudah pas Suga pun langsung melepas seat belt dan mengambil tasnya. Ia langsung memasuki Cafe dan tidak jauh dari pintu masuk Cafe itu.

Jungkook sudah sudah dan melihat Suga didepan pintu masuk langsung melambaikan tangan kepada Suga. Suga yang melihat Jungkook bersama dua orang salah satunya pasti model yang Jungkook maksud dan satunya lagi pria yang perawakannya seperti tidak asing bagi Suga.

"Nah perkenalkan ini kakak iparku dia juga desainer yang merancang baju untukmu."

"Annyeonghaseyo,, Min Suga imnida." Suga memperkenalkan dirinya dan tersenyum pada model pilihan Jungkook.

"Annyeong Seokjin imnida. Kalian bisa memanggilku Jinnie." Ucap model tersebut.

Suga melihat seseorang disamping model itu yang asik memainkan ponselnya dengan sangat terkejut. Pantas saja Suga mengenali perawakan orang itu. Dan betapa terkejutnya lagi Suga karena dia mengingat model yang dipilih Jungkook ini adalah gadis yang membuat Suga menjadi terpuruk karena harus melihat orang yang dicintainya meniduri gadis didepannya ini dengan kedua matanya. Seokjin yang menyadari arah pandang Suga langsung memperkenalkan laki-laki itu.

"Ah aku sampai lupa, perkenalkan ini adalah tunanganku Jung Hoseok." Ucap Seokjin yang langsung menyenggol lengan laki-laki disampingnya.

"Ah maaf aku Jung Hoseok. Aku adalah tunangan Jinnie. Salam kenal" hoseok yang sadar langsung mengalihkan pandangan dari ponselnya langsung berdiri dan membungkukan badannya tanpa melihat kearah dua gadis yang akan berkerja sama dengan tunangannya.

Dan tidak kalah terkejutnya Hoseok setelah melihat salah satu gadis yang ada didepannya.

"Ah salam kenal juga" ucap Jungkook

"A-ah iya salam kenal juga Hoseok-ssi" ucap Suga yang langsung berpura-pura baru pertama kali bertemu dengan Hoseok.

"Baiklah mulai besok kau bisa langsung kebutikku untuk melihat rancangan yang kami buat. Dan mulai besok juga aku akan mengukur agar kau terlihat sangat pas dan cantik dengan balutan busana rancangan kami." Ucap Jungkook yang langsung diikuti anggukan oleh Suga.

Suga hanya diam dan sesekali hanya menganggukan kepalanya jika Jungkook mengajaknya berbicara. Suga masih sangat kaget karena kejadian yang baru dialaminya. Apalagi ini kali pertama setelah 6 bulan setelah kejadian itu. Tanpa sadar mereka sudah selesai dengan urusannya. Suga meminta ijin untuk kekamar mandi terlebih dahulu sebelum mereka pergi. Suga langsung memasuki toilet Cafe tersebut tanpa aba-aba Suga langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jimin.

Tuuut tuuuut

"Yobesseyo, ada apa sayang kenapa kau menelpon?"

"Jim hiks min a hiks ku bertemu hiks dengannya hiks" ucap Suga yang diselingi dengan isak tangis Suga. Jimin sangat mengerti maksud Suga dan ia langsung panik.

"Dimana kau sekarang? Aku akan segera kesana menjemputmu. Biar kookie yang membawa mobilmu." Ucap Jimin panik.

"Ti-tidak hiks perlu Jimin. Aku hiks bisa pulang hiks sendiri." Jawab Suga.

"Tidak cepat beritahu aku dimana kau dan Jungkook sekarang. Atau aku akan menghubungi Jungkook dan menanyakan kalian dimana."

"J-jangan hiks dia pas hiks ti khawatir. Aku hiks diCafe xxx dekat agensi xxx hiks." Mendengar jawaban Suga. Jimin langsung mengakhiri sambungan telepon dan langsung berlari tanpa memperdulikan rapat.

Ya Jimin sedang ada rapat saat Suga menelepon. Karena memang tidak biasanya Suga menghubungi Jimin terlebih dulu kalau bukan masalah penting atau terjadi sesuatu. Untung saja kantor Jimin dengan Cafe yang dibilang Suga lumayan dekat cukup 5 menit dengan mengendarai mobil. Sesampainya diCafe Jimin langsung memarkirkan mobilnya dibelakang mobil yang dibawa Suga. Jimin langsung menghampiri Jungkook dan menanyakan dimana Suga.

"Kookie dimana Suga?"

"Ada apa oppa? Eonni ada ditoilet."

Jimin sempat melihat dua orang dihadapan sepupunya itu dan langsung berlari kearah toilet Cafe. Jungkook yang melihat raut wajah khawatir Jimin langsung menyusulnya. Sesampainya Jimin didepan toilet dia tanpa ragu langsung memasuki toilet wanita itu. Ia tidak memperdulikan nanti akan diteriaki oleh gadis-gadis didalam toilet itu. Dan untung toilet itu sepi terlihat hanya 1 pintu yang tertutup rapat dan terdengar isakan tangis perempuan yang sudah pasti itu Suga.

Jungkook yang mengikuti Jimin langsung berjaga didepan pintu masuk toilet agar tidak ada yang masuk. Ia tidak ingin sepupunya itu dipukuli atau diteriaki mesum karena telah masuk ketoilet perempuan. Sedangkan didalam Jimin mulai mengetuk pintu kamar kecil yang sudah pasti didalamnya ada Suga.

Toktoktok

"Sayang ini aku. Aku mohon buka pintunya. Jangan membuatku khawatir!" tidak perlu waktu lama karena pintu tersebut langsung terbuka menampakan Suga yang terlihat pucat, mata yang membengkak berwarna merah dan jelas sekali terlihat ada air mata yang sudah membanjiri wajah Suga.

"Dia hiks ada diluar hiks ber hiks sama gadis hiks yang malam itu tidur hiks dengan hiks nya. Mereka hiks sudah hiks bertunangan hiks" isak Suga. Tanpa babibu Jimin langsung memeluk Suga erat. Suga yang merasakan pelukan nyaman Jimin langsung membalas pelukan Jimin.

"Jangan menangis sayang. Dia akan semakin mengejekmu karena kau menangis seperti ini. Jadi aku mohon jangan menangis lagi. Aku mencintaimu sayang."

"Hiks tapi hiks ini hiks masih terasa hiks sakit Jimin" lagi Suga terisak dan kaget karena kali ini bukan pelukan hangat Jimin yang mengejutkannya. Jimin menciumnya Jimin mencium Suga tepat dibibir Suga. Dan kali ini Jimin berhasil menghentikan tangisan Suga.

Jimin langsung melepaskan bibir Suga dan menatap mata Suga. Mengisyaratkan bahwa Jimin sangat mencintai Suga ia akan selalu ada untuk gadis yang ia cintai dan Suga tidak pantas menangisi orang jahat seperti mantan kekasihnya itu.

"Sudah lebih merasa tenang sayang?"

"Sudah, terima kasih kau sudah menolongku dan selalu ada disaat aku membutuhkan mu Jimin. Aku berjanji akan melupakannya."

"Bagus kau memang perempuan hebat sayang. Aku sangat mencintaimu." Jimin langsung memeluk Suga lagi.

"Aku juga mencintaimu Jimin" ucap Suga. Ini adalah kali pertama Suga yakin dan sadar akan perasaannya pada Jimin. Ia juga mencintai Jimin laki-laki yang sudah menolongnya dan sudah sangat sabar pada sikap Suga. Bahkan memberikan kehidupan yang sangat layak untuk Suga. Dan kebahagiaan yang sangat sangat Suga butuhkan.

"Apa? Bisa kau ulang sayang?" Jimin yang mendengar ucapan Suga merasa tidak percaya. Ia takut jika telinganya salah mendengar.

"Aku juga mencintaimu bodoh! Kau ini senang sekali menggodaku Jimin" ucap Suga karena merasa Jimin sedang menggodanya.

Sekali lagi Jimin mencium Suga dan kali ini adalah ciuman yang sangat indah untuk Jimin. Karena ia juga merasakan Suga membalas ciumannya. Ciuman yang seperti mengisyaratkan 'aku juga mencintaimu' untuk pertama kalinya.

Jimin melepas ciumannya dan langsung memeluk Suga. Tanpa sadar ada sepasang mata yang melihatnya dan tersenyum bahagia. Siapa lagi kalau bukan sepupu Jimin yang cantik dan tak kalah imut dari Suga 'Jungkook'.

'Akhirnya perasaan oppa dibalas oleh Suga eonni. Tidak sia-sia oppa bersabar. Aku sangat bahagia oppa melihatmu dengan Suga eonni. Haaaah akhirnya sebentar lagi aku akan memiliki keponakan. Kkk~' batin Jungkook.

"Ehem apa kalian akan seperti itu terus? Ingat ini ditempat umum. Dan ini adalah toilet wanita oppa. Apa kau ingin diteriaki laki-laki mesum?" ucap Jungkook yang menyadarkan sepasang kekasih yang saling mencintai *akhirnya*

"Ahh mian Kookie-ah ini semua gara-gara eonni. Ayo kita keluar tidak enak dengan mereka." Ucap Suga.

"Apa kau yakin sayang? Lihat matamu bengkak apa kau tidak malu?"

"Aish kau ini oppa selalu menggoda eonni. Ini eonni pakai kaca mata hitamku untung saja aku membawanya." Jungkook memberikan kaca mata hitamnya.

"Ah gomawo Kookie-ah kau sangat baik padaku" Suga langsung memeluk Jungkook.

"Pasti eonni kau kan calon kakak iparku sekarang dan sebentar lagi kau akan memberikan ponakan untukku" ucap Jungkook menggoda Jimin dan Suga. Suga yang mendengarnya langsung merasakan pipinya memanas dan terlihat merona.

"Aish dasar anak kecil kau berpikir lebih dewasa dari umurmu! Akan ku adukan pada ibumu!" ucap Jimin sambil mengacak-acak surai Jungkook.

"Arrrghh oppa bisakah kau tidak mengacak-acak rambutku. Lagi pula sekarang aku sudah dewasa!" ucap Jungkook sambil mempoutkan bibirnya.

"Aigoo kalian ini ayo cepat keluar!" ucap Suga sambil menarik lengan Jimin dan Jungkook.

Orang yang ditarik lengannya mengikuti Suga dan saling memandang dan tersenyum melihat kelakuan Suga. Setelah mereka bertiga sudah didepan Seokjin dan Hoseok. Jimin langsung mengambil kursi lagi untuk duduk disamping Suga.

"Ah maaf lama tapi Eonni ku merasa tidak enak badan makanya kakak ku langsung kesini karena merasa khawatir maaf menunggu lama." Ucap Jungkook.

Seokjin hanya tersenyum dan berucap tidak apa-apa. Sedangkan Hoseok dia melihat kearah Suga dan Jimin tidak suka. Bagaimana pun Hoseok masih mencintai Yoongi. Dan merasa sangat menyesal karena berbuat jahat pada Yoongi.

"Ah iya perkenalkan ini calon suamiku. Kami sebentar lagi akan menikah." Kali ini Suga yang mengeluarkan suaranya.

"Annyeong aku Jimin calon suami Suga." Ucap Jimin. Tidak sadarkah Suga karena ucapannya itu membuat jantung Jimin berdetak sangat cepat dan merasa seperti berbunga-bunga.

'Akhirnya kau mengakui keberadaan ku dan membalas perasaan ku Suga' batin Jimin.

Hoseok yang mendengarnya tersedak ia sangat kaget dan merasa kesal dengan kata-kata Jimin dan Suga. Ia sangat merasa kan kesal.

"Ada apa sayang? Kau tidak apa-apa? Pelan-pelan minumnya." Ucap Seokjin.

"Ah maaf Jinnie aku terburu-buru meminumnya. Ayo kita pulang aku sangat lelah hari ini" ucap Hoseok.

"Ah jadi begitu baiklah tidak apa-apa kalian bisa pulang duluan. Karena sepertinya Hoseok-ssi sangat lelah." Ucap Jungkook.

"Iya kalian bisa pulang duluan Jinnie kasihan Hoseok-ssi" ucap Suga yang dibalas senyuman dari Hoseok. Hoseok langsung berdiri dan memegang lengan Seokjin.

"Ne, terima kasih Jungkook Suga Jimin-ssi kami pamit dulu." Seokjin langsung pamit dan meninggalkan mereka sambil menggandeng tangan Hoseok.

Suga yang melihatnya seperti melayang kemasa lalu. Ia pernah melihat adegan itu meskipun tanpa ciuman dan lumatan. Tapi Suga sangat mengingat adegan dimana Seokjin menggandeng lengan Hoseok mesra.

"Haah akhirnya,, jadi laki-laki itu yang menyakitimu eonni?"

"Ne, dia laki-laki berengsek. Semoga Jinnie tidak merasakan apa yang aku rasakan"

"Aigooo kau bahkan membela wanita itu meskipun dia telah merebut kekasihmu dan tidur didepan matamu sayang? Kau memang wanita hebat pantas saja aku semakin jatuh cinta padamu"

"Kyeoptaaa liat oppa Suga eonni pipinya merah seperti tomat"

"Aish kalian berdua berhenti menggodaku!"

"Aku senang karena kau sudah bisa membuka hatimu untuk oppa Jimin eonni"

"Hm aku juga tidak pantas selalu mengabaikan laki-laki yang sudah menolongku, menjadikan ku seperti ratu, dan membuatku sadar kalo aku hidup bukan hanya untuk laki-laki berengsek itu Kookie-ah. Maafkan aku yang lama membalas perasaanmu sayang. Aku sangat menyesal"

"Tidak kau memang pantasku jadikan ratu untukku sayang. Aku berjanji akan selalu mejadi orang pertama yang ada disampingmu"

"Aigooo kalian berdua membuatku iri. Ayo pulang aku sudah tidak sabar untuk menceritakan ini semua pada Park Ajjhuma."

"Kajja kita pulang. Kookie kau bawa mobil Suga."

"Ne oppa, aku akan main dan menemani Suga eonni."

"Ahh terima kasih Kookie-ah kau memang terbaik"

"Jadi hanya Jungkook saja yang terbaik? Jadi calon suamimu ini tidak terbaik?" ucap Jimin sambil me pout kan bibirnya.

"Aigooo oppa kau masih saja cemburu denganku? Pantas saja eonni lama membalas perasaanmu" ucap Jungkook.

Jungkook dan Suga tertawa karena kata-kata Jungkook membuat Jimin semakin bad mood dan bahkan menekuk wajahnya. Jimin yang melihat Suga tertawa langsung tersenyum. Jimin merasa dia sudah cukup berhasil karena sudah dapat membuat Suga tertawa dan melupakan penderitaan dimasalalunya. Dan akhirnya Jimin ikut tertawa dengan kedua gadis dihadapannya.

Suga yang melihat Jimin tersenyum akhirnya merasa lega karena akhirnya dia menyadari bahwa laki-laki yang dihadapannya. Adalah laki-laki yang membantunya, memberika kehidupan baru untuk Suga, memberikan cinta dan kasih sayang yang belum ia rasakan. Ia sangat berterima kasih pada tuhan.

'Selamat tinggal Min Yoongi yang kelam. Selamat datang Min Suga yang bahagia. Terima kasih kekasihku dan calon pendamping masa depanku. Selamat datang dan aku sangat mencintaimu Park Jimin' batin Suga.

Suga tersenyum dan langsung melanjutkan tawanya bersama Jungkook dan calon suaminya Park Jimin. Tanpa sadar mereka sudah didepan mobil Jimin dan Suga. Dan harus berpisah Jimin dan Suga masuk kemobil sport Jimin. Dan Jungkook masuk kedalam mobil mewah berwarna putih yang Suga bawa tadi.

Didalam mobil Suga selalu memperhatikan Jimin dan tersenyum. Jimin yang sadar tengah diperhatikan oleh Suga hanya tersenyum. Dan melajukan mobilnya dengan penuh kegembiraan. Tanpa ada satu katapun tetap saja mereka merasa nyaman dan senang berada didalam mobil berduaan. Dan Jimin langsung mengelus pipi Suga dan beralih untuk memegang tangan Suga erat.

Suga yang mendapat perlakuan itu semakin menarik lengkungan bibirnya keatas dan langsung membalas genggaman tangan Jimin dengan sangat erat. Seakan-akan mereka tidak ingin kehilang satu sama lain. Jimin langsung mengecup punggung tangan Suga. Dan langsung diikuti oleh Suga dengan ikut menecup punggung tangan Jimin.

.

.

.

.

.

TBC

Oke cukup sampe sini dulu. Maaf kalo ini kepanjangan, ga nyambung, typo beredar dimana-mana, dan banyak salah kata. Makasih yang udah read sampe review. Dan untuk yang follow dan favorite. Hah kalian luar biasa.

JaelyNji

Sejak dia selalu ngegodain Yoongi. Ada beberapa video yang Jhope godain Yoongi. Bikin bt deh liatnya. Dan sejak Jhope jadi sering deket-deket Jimin -_- Ini udah dijelasin a.k.a dipanjangin. Maaf ga nyambung

Makasih udah review

Mr Yoon

Haha ga tega bikin Jimin jahatin Yoongi. Soalnya liat foto-foto mereka pas liburan terselip Jimin yang kaya ngerangkul pinggang Yoongi kkk~

Terus liat foto yang diupdate bts_bighit barusan lagi-lagi Jimin kaya ngerangkul Suga.

Ini udah buat sequel maaf Yuma kalo gabagus :'(

Dan maaf udah bikin jadi GS soalnya kalo yaoi aku bingung Yuma bantu akuuuuu

Makasih udah review

MinJiSu

Aku juga ikut seneng kalo kamu suka kkk~

Aish kenapa yah Jimin itu identik dengan jahat dan mesum :/

Bisa kasih penjelasan?

Ini udah aku buat sequel.

Hehe sengaja bikin gantung.

Maaf loh kalo ini ga nyambung dan jelek.

Dan tunggu akhirnya yah chingu.

Makasih udah Review

Kalian semua luar biasa

Chuchuchu~