Nam

Iya mereka emang so sweet banget kk~ Iya bakal lanjut sampe nikah kok. Dan ini udah lanjut Makasih udah review

Lucky Miku

Udah lanjur chingu~ Semoga suka yah.

Makasih udah review

Yoongix

Ini udah lanjut maaf chingu chapter ini gaada NC minyoon tapi lebih ke HopeGa sama HopeJin. Maaf yaaah kayanya dichapter depan.

Makasih udah review

MinJiSu

Iya ganti nama soalnya dia gamau terus-terusan jadi Yoongi yang masalalu nya kelam gitu. Ahh maaf chingu kayanya kamu bakalan kecewa deh soalnya chapter ini NC nya HopeGa sama HopeJin. Soalnya diChapter ini kaya flashback gitu. Mian :'(

Makasih udah review

.

.

.

.

.

Pagi hari setelah kejadian mengejutkan kemarin. Kemarin adalah hari pertama kali dari 6bulan berlalu Hoseok melihat Yoongi. Tapi Hoseok tidak menyangka jika Yoongi berubah sunggu drastis hanya dengan 6bulan. Hoseok sangat frustasi mengingat semua yang terjadi kemarin. Banyak sekali pertanyaan yang ingin sekali ia utarakan. Tapi entah mengapa Hoseok seakan bungkam seribu bahasa. Melihat mantan kekasihnya yang sudah ia campakan.

Yoongi yang dulu hanya bisa memakai T-Shirt dengan model V neck dengan hotpants murahan, atau hanya telanjang keseluruhan jika sedang bercumbu dengannya. Tapi kemarin Yoongi sangat berbeda dia terlihat modis, elegant dan cantik. Ini kali pertama Hoseok memuji Yoongi. Karena selama ini meski ia selalu meniduri dan tinggal bersama gadis mungil itu. Ia hanya mengucapkan kalau Yoongi itu hot, sexy dan sangat memuaskan.

Hoseok sangat menyesali semua perbuatannya pada Yoongi. Entah kenapa Hoseok ingin sekali mengulangi semuanya dari awal. Tapi ia sadar kalau hidupnya sekarang sangat bergantung dengan tunangannya itu. Karena hanya pada Seokjin lah Hoseok bisa meminta uang semaunya dan bahkan menidurinya dengan kasar. Seokjin adalah gadis yang hyper dalam seksualitas. Dia bahkan merasa biasa saja jika Hoseok memintanya untuk melakukan hubungan intim didalam toilet umum, mobil, atau dimana pun.

Seokjin juga sangat suka jika saat melakukan hubungan sex Hoseok menamparnya memukulnya atau melakukan hal kasar lainnya. Hoseok memang sangat kasar jika sudah diatas ranjang. Bukan hanya pada Seokjin saat dia bersama Yoongi pun juga sama. Hanya saja Yoongi tidak menyukai hal itu. Mungkin karena Yoongi sempat trauma dengan kejadian sebelum mereka bertemu.

FLASHBACK ON

Keadaan Yoongi sangat kacau saat Hoseok menemukannya. Baju yang robek, bibir yang terlihat memar dan mengeluarkan darah, rambut yang berantakan bahkan terlihat darah segar keluar dari tubuh bagian bawahnya. Saat itu Hoseok baru saja pulang dari tempat prostitusi untuk meniduri salah satu gadis yang menjajahkan tubuh mereka. Hoseok yang masih memiliki hati nurani membantu Yoongi untuk berdiri dan membopongnya kedalam mobil Hoseok. Ia membawa Yoongi keappartemennya. Ia merebahkan Yoongi diatas kasurnya. Membersihkan luka-luka yang ada diwajah dan membersihkan darah dibagian bawah tubuh Yoongi.

Entah kenapa Hosoek merasa kasihan dan ingin sekali melindungi Yoongi waktu itu. Hoseok yang baru bertemu Yoongi itu merasa iba padanya. Hoseok melihat Yoongi yang terlelap ia wajahnya sangat damai tetapi menunjukan banyak penderitaan. Akhirnya hoseok mengelus pipi Yoongi dan mengecup keningnya. Setelah itu ia menyelimuti tubuh Yoongi dan ikut berbaring disamping tubuh Yoongi. Keesokan harinya Hoseok terbangun karena cahaya yang menembus jendela kamarnya. Ia melihat kasur disampingnya sudah tidak ada yang menempati.

Hoseok pun langsung bangun dan berlalu kekamar mandi. Ia langsung membersihkan dirinya karena semalam setelah meniduri salah satu gadis disana ia tidak langsung mandi malah membantu Yoongi. Setelah Hoseok selesai ia langsung keluar kamar dan menemukan makanan dimeja makan dan ada seorang gadis yang sedang terlelap didepan tv dengan genangan air mata dia wajahnya. Hoseok tidak tega untuk membangunkan nya ia hanya mengusap pipi Yoongi selaku mengusap air mata yang ada dipipi gadis mungil itu.

Hoseok segera kemeja makan dan mencicipi masakan yang diyakini itu adalah masakan Yoongi. Tidak ingin terlalu larut dengan pikiran-pikiran konyolnya Hoseok langsung mencicipi satu persatu makanan yang ada disana. Dan ternyata masakan itu sungguh enak. Ia seperti mersakan masakan ibunya. Ia sangat merindukan mendiang ibunya. Entah pikiran darimana hoseok langsung cepat-cepat menghabiskan sarapannya lalu berlari kecil dan memeluk gadis mungil yang sedang terlelap itu. Ia menggumamkan kata terima kasih pada Yoongi.

Gadis mungil yang dipeluk itu merasa terusik dengan pelukan Hoseok dan segera bangun. Ia sangat terkejut karena laki-laki yang sudah menolongnya itu sedang memeluk erat dan menggumamkan kata yang diyakini itu adalah kata terima kasih. Tanpa dibalas oleh Yoongi pun Hoseok menyadari kalau gadis yang dipeluknya sudah terjaga. Ia langsung melepaskan pelukannya dan meminta maaf.

Yoongi yang melihatnya hanya tersenyum dan berkata 'tidak apa-apa' lalu tapa babibu lagi Hoseok memeluk dan mencium bibir Yoongi. Entah setan apa yang merasuki Yoongi. Ia membalas perlakuan Hoseok dia mulai melingkarkan lengannya pada leher Hoseok. Hoseok yang menyadari itu segera menarik pinggul Yoongi untuk dipeluknya dan memperdalam ciumannya. Tanpa sadar mereka sudah tidak berpakaian lengkap dengan Hoseok yang masih memakai celana pendek dan Yoongi yang hanya memakai bra dan celana dalamnya.

Hoseok yang tersadar langsung melihat dan memandang kearah Yoongi. Seakan meminta akses ijin untuk melakukan lebih. Tanpa sadar Yoongi yang sudah dimasuki hawa nafsu langsung menganggukan kepalanya. Hoseok yang mendapat jawaban 'IYA' dari Yoongi langsung melanjutkan ciumannya. Tapi kali ini tangannya tidak hanya diam yang berada dipinggang Yoongi sekarang tangan kiri Hoseok sudah memainkan payudara Yoongi dan sebelah kanan menurunkan celana pendek miliknya menyisakan celana dalamnya saja. Yoongi hanya mengerang dan mendesah keenakan karena perlakuan Hoseok. Terlihat Yoongi hanya bisa melengkung kan tubuhnya kearah Hoseok sehingga menempelkan payudaranya yang sekarang tanpa bra.

"Ahhhh eunghhhh,,"

Hanya kalimat itu yang terdengar dari mulut mungil nan bengkak milik Yoongi. Kali ini Hoseok bukan hanya memainkan payudara Yoongi dengan tangan tetapi dengan melumat puting berwarna pink milih gadis mungil dibawahnya ini. Yoongi yang merasa kenikmatan yang baru ia rasakan langsung meremas little Hoseok.

Yang mengakibatkan Hoseok menggigit sedikit puting Yoongi. Dan perlakuan Hoseok semakin memperpanas Yoongi. Merasa menang dari Yoongi Hoseok segera menarik dan melepaskan celana Yoongi. Jarinya langsung ia masukan kelubang surgawi milik Yoongi. Awalnya satu jari lalu dua jari. Yang membuat Yoongi semakin tidak kuat menahan keinginan disetubuhinya.

"Eungh tuan akuuuhhh eunghhhhh sud ahhhh tidaaaakhhhhh tahaaannn,,"

"Panggil sttt aku Seokie sayang,, ahhh"

"Euuuuunghhh Seokieehhhhh sayaaaaanghhhh akuuuhhh ingiiiinhhhh lebiiihhhh ahhhh"

Tanpa disuruh kedua kalinya Hoseok langsung melepas kuluman pada puting Yoongi. Ia langsung melepaskan celana dalamnya dan sedikit mengocok little Hoseok. Ia sedikit menggoda dengan menggesekan kepala little Hoseok dengan perlahan. Yang membuat Yoongi semakin menggeliat merasa kenikmatan.

"Ahhhhh Seokiiiiieeehhhh cepaaattthhhhh masukkaaaaaanhhhh ahhhh"

Tanpa diduga Hoseok langsung menghantam lubang Yoongi dengan keras. Sudah diketahui oleh Hoseok dan Yoongi kalau gadis mungil ini sudah tidak perawan lagi. Yoongi yang terlanjur basah karena sudah tidak memiliki kegadisannya itu hanya menerima perlakuan Hoseok dengan senang hati. Lagi pula Hoseok melakukannya sedikit lembut tidak seperti laki-laki hidung belang yang sudah menidurinya kemarin.

"Ahhh ahhh sayaaaanggg ssssttttt punyamu ahhhh sempitthhhhh"

"Ahhhhh Seokiiiieeeeeeeh iniiih nik ahhhhhhh mathhhhhh"

Tanpa disadari mereka berdua percumbuan mereka sudah memakan waktu 1jam lebih. Entah berapa ronde yang sudah mereka lakukan entah Yoongi yang keluar duluan atau Hoseok yang keluar dan langsung menegang lagi. Akhirnya setelah merasa tubuh mereka lelah mereka mengakhiri percumbuan mereka dengan Yoongi diatas dan Hoseok dibawahnya.

Yoongi memeluk tubuh Hoseok dan tertidur. Sedangkan Hoseok melihat Yoongi yang tertidur kelelahan segera menggendong tubuh Yoongi tanpa melepaskan kejantanannya pada lubang Yoongi. Ia memasukin kamarnya dan menidurkan tubuhnya diatas kasur king size. Mereka berdua terlelap dengan masih terhubung.

Sorenya Yoongi terbangun dan sangat kaget karena ternyata ia masih tertidur diatas tubuh Hoseok dengan masih terhubung. Entah karena gesekan atau apa Yoongi merasa nafsunya kembali lagi. Hoseok yang menyadari jika gadis mungil diatasnya sudah terbangun langsung kaget karena wajah Yoongi mulai memerah lagi. Hoseok yang menyadari itu langsung terbangun lagi. Yoongi yang merasakan kalau ada yang terbangun langsung mendesah.

Hoseok langsung membalikan posisi Yoongi hingga ia berada diatasnya. Tanpa aba-aba dan pemanasan Hoseok langsung memaju mundurkan pinggulnya. Membuat Yoongi meringis kesakitan. Hoseok yang melihatnya malah semakin terus mempercepat gerakannya. Yoongi meringis dan meneteskan air matanya. Hoseok yang melihatnya malah kesal dan menampar Yoongi. Setelah menampar Yoongi ia langsung semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Hingga akhirnya Yoongi mendesah nikmat. Hoseok yang melihatnya menyeringai jahat dan menampar Yoongi lagi.

Itu adalah kebiasaan buruk Hoseok jika sedang berhubungan intim. Ia akan menampar pasangannya jika gadis yang ia tiduri menangis dan semakin tidak karuan meniduri gadis-gadisnya. Dan ia sangat merasa puas jika gadisnya mulai mendesah nikmat. Dan mulai saat itu Yoongi menjadi budak seks Hoseok. Yoongi hanya menerima perlakuan Hoseok. Setidaknya dia hanya melayani satu laki-laki sekarang.

Toh Yoongi menerima upah dengan diperbolehkan tingal disana dan bisa makan tanpa harus berkerja memuaskan nafsu laki-laki hidung belang. Tapi lama kelamaan Yoongi merasakan ada rasa yang aneh jika Hoseok sudah menidurinya. Ia merasa tidak ingin kehilang Hoseok. Dia mencintai laki-laki yang sudah menolongnya dan menjadi partner seks nya.

Sudah 3tahun Hoseok dan Yoongi tinggal bersama. Hingga suatu hari Hoseok pulang membawa perempuan yang lebih segalanya dari Yoongi dan menidurinya dikamar mereka. Yoongi yang awalnya tidak terima akhirnya pasrah dengan apa yang Hoseok perbuat.

Tapi pada malam itu Hoseok membawa gadis itu. Tetapi tidak menyentuhnya sama sekali. Memang Yoongi sangat sadar jika setiap Hoseok meniduri gadis itu saat ia pulang terlalu mabuk. Dan jika sadar ia tidak akan menyentuh gadis itu dan memilih Yoongi sebagai pasangannya. Yoongi yang diperlakukan seperti itu sedikit merasa lega. Karena dia sadar Hoseok hanya terpengaruh minuman alkohol itu jika sedang meniduri gadis lainnya. Ya benar saja karena Hoseok mencintai Yoongi dan begitupun sebaliknya.

Salah satu alasannya lagi mengapa ia seperti itu. Karena Yoongi adalah kekasih Hoseok. Bahkan gadis yang sudah ditiduri Hoseok itu tidak menyadari Yoongi berada disana. Mungkin karena ia terlalu mabuk makanya setiap malam Hoseok dan gadis itu pulang dengan keadaan mabuk dan langsung melakukan hubungan intim.

Keesokan paginya gadis itu bangun dan Yoongi pasti sedang sibuk dengan pekerjaannya. Entah apa yang ada dipikiran gadis itu. Mungkin gadis itu hanya menganggap Yoongi sebagai pelayan dirumah ini. Yoongi sangat kesal karena dianggap seperti itu. Hingga malamnya Hoseok kembali mabuk dan membawa gadis itu. Yoongi sudah sangat lelah menunggu Hoseok berubah. Akhirnya ia menjauhkan tubuh gadis itu dari tubuh Hoseok dan memapah tubuh Hoseok kekamar mereka dulu. Ya dulu sebelum gadis itu datang.

Hoseok yang menyadari itu Yoongi langsung memeluk dan terisak pada Yoongi meminta maaf dan menggumamkan kata cinta pada Yoongi. Tanpa sadar mereka juga sudah tidak berpakaian dan berhubungan intim. Sampai akhirnya Yoongi lelah dan terlelap. Tapi pada dini harinya Yoongi merasa kasur yang ia tiduri bergerak tidak karuan seperti saat Yoongi dan Hoseok melakukan hubungan seksual. Dan benar saja betapa terkejutnya Yoongi melihat Hoseok yang sedang duduk dan diatasnya ada gadis sialan itu yang sedang mendesah keenakan penuh nafsu. Hoseok bahkan menampar dan memukuli pantat gadis itu.

Jika itu adalah Yoongi. Yoongi pasti meringis dan menepis tangan Hoseok. Tapi tidak dengan gadis didepannya ini. Mereke bercumbu dengan penuh nafsu dan sangat bergairah. Yoongi sangat kesal dan sudah sampai dibatas kesabarannya. Ia langsung menampar Hoseok dan menangis. Tapi yang ditampar hanya melanjutkan perguluman nya.

Betapa hancurnya hati Yoongi ia menangis meraung bahkan memohon pada Hoseok dan gadis itu. Agar menghentikan kegiatan mereka. Tapi hasilnya adalah nihil gadis itu malah sengaja memanas-manasi Yoongi. Ia malah semakin menempelkan dadanya pada wajah Hoseok. Dan menarik rambut Hoseok dan menekan kepalanya. Yoongi sangat jengkel dan sakit hati karena perlakuan mereka.

"Ahhh Seokiiieeeeeh aahhhhhh iniiiih sangaaaaathhhhh ahhhh nikhh mathhhhh" desah Seokjin.

"Ahhhh sssst SHIT Jinnie kaaau sangaaaathhh ahhhh nikh mathhh" racau Hoseok.

"Mana yang lebiiih ahhh baikhh akuhhh at auhhhhh ahhh diiii ahhhh ahhha hh" tanya Seokjin.

"Kaaaaauuuuhh Jiiiniiieehhh" ucap Hoseok.

Yoongi yang mendengarnya benar-benar hancur berkeping-keping. Ia memegang dada kirinya yang terasa sangat sakit sekali. Yoongi benar-benar terpukul dan sangat tidak tahan menahan amarahnya. Akhirnya dengan segala keberaninannya. Ia langsung menampar Hoseok yang kedua kalinya. Dan saat itu juga Hoseok sudah mencapai pada puncaknya dan gadis yang diatasnya pun mengalami hal yang sama.

Yoongi yang melihatnya akhirnya menarik lengan Hoseok dan menamparnya sekali lagi. Ia berteriak dan memohon agar Hoseok berhenti memperlakukan Yoongi seperti itu. Tapi tanpa diduga Hoseok malah mengucapkan kata-kata yang amat sangat menyakitkan untuk Yoongi.

"Dasar wanita jalan! MURAHAN KAU! Kau bodoh dan tidak punya otak! Apa salahnya kalau aku juga mencumbu dan menidurinya dihadapanmu? Bahkan dulu saat pertama kali aku mencumbu dan menidurimu aku bukan orang pertama yang merasakan tubuh indahmu itu" ucap Hoseok.

Yoongi yang mendengarnya langsung menangis dan meraung sangat kencang hingga membuat telinga Hoseok dan gadisnya itu terganggu. Mendengar dan melihat yang seperti itu Hoseok sangat muak akhirnya dia memakai pakaiannya dan diikuti dengan gadis itu. Lalu dengan entengnya ia pergi dengan gadis partner tidur yang baru menggandeng lengan Hoseok.

Tetapi sebelum pergi Hoseok berbalik dan melihat Yoongi ada rasa iba dan perih didadanya melihat Yoongi seperti itu. Hoseok menyesali perbuatannya. Tetapi entah setan apa dia lebih memilih gadis yang sama-sama hypersex itu mencium dan berpagutan mesra didepan Yoongi.

Yoongi yang melihatnya sangat sakit dan perih didadanya. Hingga tidak disadari Yoongi sudah menangis dan terduduk dilantai seperti posisi memohon sudah 1jam lebih. Yoongi akhirnya bangun dan tersadar dengan apa yang sudah terjadi. Yoongi langsung berpakaian tanpa membasuh tubuhnya dulu dan meninggalkan appartement milik mantan kekasihnya itu. Ia berjalan tanpa tujuan dengan tatapan yang kosong.

Ia sangat frustasi sekarang. Dan tanpa sadar sudah ada dua lengan gagah yang merangkulnya dan memakaikan jas khas orang kantoran dipunggungnya. Ia melihat kearah orang yang memakaikannya itu. Laki-laki itu tersenyum tulus.

Ternyata waktu Yoongi berjalan dengan tatapan kosongnya. Ia hampir tertabrak oleh mobil sport berwarna biru. Orang yang mengendarai mobil tersebut dan langsung turun. Melihat Yoongi yang sangat lemas dan tidak memiliki semangat hidup itu. Pengendara mobil sport itu langsung melepas jas kerjanya dan memakaikan pada Yoongi.

Yoongi yang menyadarinya tersentak kaget dan hampir jatuh. Tetapi tangan gagah laki-laki itu langsung memegang Yoongi dan sedikit merangkulnya. Yoongi menjauh dan merasa takut pada laki-laki itu. Tapi malah dibalas dengan senyuman tulus dari lelaki tersebut. Yoongi yang melihat senyuman itu langsung sedikit menerima pertolongan laki-laki itu.

Yoongi langsung dipapah untuk masuk kedalam mobil tersebut. Dan tanpa disadari Yoongi ada sepasang mata yang melihat kearahnya. YA itu Hoseok mantan kekasihnya yang sudah membuat Yoongi seperti itu. Hoseok yang sehabis mengantarkan gadis yang dipanggil Jinnie itu langsung pulang dan mencari keberadaan gadis mungilnya. Tetapi yang ia dapatkan adalah ruangan yang kosong. Ia langsung kembali berlari kearah mobilnya dan mencari Yoongi sudah hampir setengah hari ia mencari Yoongi dan akhirnya menemukan Yoongi.

Hoseok melihat Yoongi yang sedang berjalan dengan tatapan kosong. Ia ingin sekali memeluk tubuh mungil itu. Tapi ia tersadar apa yang sudah ia lakukan pada Yoongi. Dan akhirnya hanya memperhatikan Yoongi terus menerus. Sampai akhirnya ia melihat tubuh Yoongi yang hampir tertabrak ia turun dan menyebrang untuk menghampiri Yoongi. Tapi terlambat ia melihat pengendara mobil yang hampir menabrak Yoongi turun dari mobilnya dan membantu Yoongi.

Bahkan ia tersentak dengan apa yang laki-laki itu perbuat. Laki-laki itu melepas jas kerjanya dan menaruhnya ditubuh mungil mantan kekasihnya tersebut. Hoseok juga melihat raut wajah Yoongi yang ketakutan. Hoseok bahkan melihat laki-laki itu tersenyum pada Yoongi yang membuat Yoongi mungkin sedikit merasa nyaman. Dan mau dibawa oleh laki-laki tersebut.

Setelah Hoseok melihat mobil sport itu melaju dan menghilang dari pandangannya. Hoseok meneteskan air mata dan mengacak-acak rambutnya. Hoseok merasa menyesal dengan apa yang ia perbuat pada gadis yang pernah ia cintai. YA pernah karena sekarang hatinya mulai sedikit demi sedikit melupakan Yoongi dan digantikan oleh gadis yang bernama Seokjin yang ia panggil Jinnie itu. Mulai saat itu Hoseok tidak pernah melihat Yoongi lagi.

FLASHBACK OFF

Sampai kemarin ia sangat terkejut melihat Yoongi yang sekarang. Gadis itu sungguh berbeda ia terlihat lebih terawat. Terlihat lebih ceria dan segar. Tidak seperti waktu ia bersama dengan Hoseok. Dan ia baru menyadari bahwa laki-laki yang memegang tangannya dan diperkenalkan sebagai calon suaminya itu adalah laki-laki yang sudah menolong Yoongi.

"Kau sangat cantik dan terlihat ceria sekarang Yoongi. Kau benar-benar ingin melupakan masalalu mu. Kau bahkan mengganti namamu. Suga yah? Kau memang manis seperti gula. Hah aku sangat merindukanmu. Dan entah perasaan apa ini. Perasaan bersalah kah atau perasaan yang masih terpendam sejak dulu. Apa kau memang sudah bisa melupakan ku Yoongi-ah?" ucap Hoseok lirih.

"Seokie sayang kenapa kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Seokjin

Hoseok kaget mendengar ucapan tunangan nya tersebut. Ia juga merasa bersalah sudah memikirkan permpuan lain karena sudah bertunangan dengan Seokjin. Hoseok berubah menjadi sedikit lembut pada Seokjin semenjak kejadian itu. Ia tidak ingin Seokjin juga pergi dari kehidupannya seperti Yoongi. Meskipun ia ingin sekali meminta maaf dan meminta Yoongi untuk kembali kepelukannya.

"Ah ani, aku tidak memikirkan apa-apa. Kau sudah siap sayang?" ucap Hoseok.

"Ne, aku sudah sangat siap. Kau juga akan mengantarkan ku kebutik nona Jungkook dan nona Suga kan sayang?" ucap Seokjin.

"Eum, Ne aku akan mengantarkan mu dan menemanimu disana. Aku kan tunangan sekaligus manajermu." Jawab Hoseok.

"Ahhh rasanya ingin cepat-cepat menikah denganmu sayang."

"Sabar yah kita akan menikah beberapa bulan kedepan sampai urusanmu dan urusanku selesai."

"Ah baiklah aku akan menunggu itu. Aku mencintaimu Seokie sayang."

"Nado, aku juga sangat mencintaimu Jinnie."

Setelah berbincang sedikit dengan Seokjin. Hoseok pun segera mencium kening Seokjin yang melambangkan jika ia tidak ingin kehilangan gadisnya lagi. Sekaligus meminta maaf karena perasaannya. Merekapun segera pergi kebutik Jungkook dan Suga atau Yoongi. Sesampainya disana Seokjin sudah ditunggu dua gadis manis nan imut itu.

"Ah akhirnya kau datang Jinnie" ucap Jungkook.

"Ne Kookie-ah maafkan aku telah membuat kalian menunggu" ucap Seokjin.

"Ah tidak kok kau tidak membuat kami menunggu" suara Suga.

Hoseok yang baru memasuki butik mendengar suara Suga langsung merasa rindu dengan gadisnya dulu itu. Terlihat Jungkook yang tengah menggoda Seokjin dengan Suga yang hanya tersenyum menanggapi dogaan Jungkook pada model mereka itu. Hoseok terus memandangi Suga melihatnya tersenyum. Ada perasaan bahagia melihat Suga tesenyum tulus. Sudah lama ia tidak melihat senyuman itu.

Suga yang menyadari Hoseok memperhatikannya langsung tersenyum pada Hoseok. Orang yang diberikan senyuman hanya terkejut dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan membalas senyuman Suga dengan senyuman canggung. Suga mengisyaratkan untuk melupakan masalalu nya itu dengan menggelengkan kepalanya. Hoseok yang mengerti hanya mengangguk dan kembali tersenyum tulus. Senyuman yang belum pernah ia berikan pada Yoongi dulu.

"Kookie-ah cepat ukur dan perlihatkan rancangan kita pada Jinnie" ucap Suga.

"Ne eonni, ayo Jinnie kita kedalam untuk melihat dan mengukurmu" seakan mengerti maksud Suga Jungkook mengajak Seokjin untuk kedalam.

Hoseok yang melihatnya langsung menghampiri Suga. Dan mengajak Suga berbicara berdua dengan menarik tangan Suga. Suga yang mengerti langsung mengikuti langkah Hoseok tapi sebelumnya ia melepaskan genggaman tangan Hoseok lalu tersenyum pada laki-laki yang memandangnya bingung. Hoseok yang melihat senyum Suga hanya menganggung dan menundukkan kepalanya. Mungkin ia merasa malu atau merasa sangat menyesal.

"Ada apa Seokie?"

"Mianhae Yoongi-ah. Aku sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah aku lakukan padamu. Aku baru menyadari semuanya. Aku mencintaimu Yoongi-ah aku sangat menyesal karena sudah melakukan kesalahan fatal. Menyakitimu, mengkhianatimu, dan berbuat kasar padamu. Aku sangat merindukan mu"

"Maaf Seokie aku bukan Yoongi. Aku adalah Suga jadi tolong panggil aku dengan namaku yang sekarang. Aku sudah memaafkan mu Seokie. Aku sudah melupakan semuanya padamu. Meskipun aku sempat membencimu karena kau berengsek tapi aku tetep akan memaafkan mu. Maaf karena aku bukan menjadi gadis yang seperti kau mau." Ucap Suga lirih.

"Ani kau sudah menjadi gadis yang sempurna untukku Suga. Aku mencintaimu aku sangat mencintaimu. Aku sangat merasa bersalah aku menyesali semua Suga. Dengar kan aku kali ini saja. Ini adalah perasaan yang aku pendam sejak dulu. Aku mencintaimu aku sangat mencintaimu. Aku amat sangat menyesal telah mencampakanmu. Aku berjanji akan meninggalkan Seokjin bila kau kembali padaku. Aku mohon hidupku terasa berbeda tanpamu. Aku sangat terpuruk Suga. Aku mohon maafkan aku dan kembalilah padaku" ucap Hoseok lirih.

Terdengar suara isakan Hoseok yang membuat Suga hampir luluh dibuatnya. Tapi Suga langsung melihat kearah ponselnya. Ia melihat wallpaper ponselnya ada sesosok laki-laki yang sedang tersenyum pada Suga dengan menggenggam tangannya dan memasukan sebuah cincin yang Suga pakai sekarang dijari tengah Suga. Itu adalah cincin yang semalam disematkan oleh Jimin dijari manis Suga.

"Maafkan aku Seokie aku sudah memiliki kehidupan baru sekarang. Aku sudah memiliki orang yang kucintai dan menicntaiku. Keluarga yang menerimaku dengan lapang dada dan tulus meskipun mereka mengetahui masalalu ku yang kelam. Maafkan aku sekarang aku tidak akan pernah kembali menjadi Min Yoongi karena sekarang aku adalah Min Suga yang sembentar lagi akan menjadi nyonya Park Suga. Jadi aku mohon bangunlah dan jangan seperti ini lagi. Kita sudah sama-sama saling memiliki pasangan hidup kita sendiri. Kita sudah memiliki hidup yang berbeda dan tuhan yang menakdirkannya. Jadi jangan pernah melihatku lagi. Kau sudah memiliki Jinnie sekarang. Meskipun aku sempat tidak suka dan membenci kalian. Tapi akhirnya aku sadar aku bahkan sudah merelakanmu dan merestui hubungan kalian." Ucap Yoongi.

Tanpa sadar Jimin sudah berada didekat mereka dan mendengar pembicaraan sepasang mantan kekasih tersebut. Jimin tersenyum dan sangat bahagia mendengar penuturan dari Suga. Gadis yang selama ini menutup hatinya karena laki-laki yang sedang memohon dan bersujud dihadapannya. Akhirnya bisa merelakan dan melepaskan masalalunya. Dia sangat senang dan bahagia. Bahkan Jimin ingin sekali memeluk Suga dari belakang.

"Bangunlah Seokie, sekarang bukalah lembaran baru. Kita bisa berteman mulai sekarang. Jadi kau tidak akan terbebani dengan masalalu kita." Sambung Suga.

Hoseok yang mendengarnya langsung bangun berdiri dan betapa terkejutnya Hoseok melihat Jimin yang sudah berada dibelakang Suga dengan senyum tulusnya pada Hoseok. Hoseok langsung tersenyum pada Jimin. Lalu ia ingin memberi tahu Suga keberadaan Jimin. Tapi Jimin langsung menggelengkan kepalanya. Hoseok yang mengerti segera mengangguk.

"Suga aku mengerti mengapa kau bisa jatuh cinta pada laki-laki itu. Kau tau waktu kau pergi dari appartement ku? Aku mencarimu hingga berkeliling kota Seoul. Tapi setelah aku menemukan mu aku bahkan tidak berani untuk menemuimu. Aku merasa tidak pantas dan sangat menyesal. Tapi saat kau hampir tetabrak mobil aku segera berlari menghampirimu. Tapi disaat aku beberapa langkah lagi didekatmu. Ternyata laki-laki itu malah membantumu dan menolongmu. Bahkan dia memberikan senyuman tulus yang seperti sekarang dia berikan padaku. Padahal dia tau kalo aku adalah mantan kekasihmu" jelas Hoseok.

"Maksudmu?" tanya Suga.

"Laki-laki penolong dan menjadi calon suamimu sekarang yang memberikan kebahagiaan yang tidak pernah aku berikan. Dia memang laki-laki yang baik dan tulus aku bisa melihat itu. Kau pantas mendapatkannya. Aku akan merestui kalian. Kau dengar itu?"

"Ahh maksudmu Jimin? Dia memang laki-laki yang sangat baik dan aku sangat mencintai dia. Ah sepertinya aku harus segera menghubunginya. Dia pasti ngambek kalo aku lupa mengingatkan nya makan"

"Tunggu Suga! Kau tidak perlu menghubunginya!"

"Wae?"

"Karena sedari tadi laki-laki yang aku ceritakan yang bernama Jimin itu. Sedang ada dihadapanku tepatnya dibelakangmu." Ucap Hoseok.

"Mwo? Jjinja? Ahhh kau pasti bercanda Seokie" ucap Suga tak percaya.

"Aniyo, coba kau berbalik dan ingat kau harus memeluknya didepan ku" ujar Hoseok.

Tanpa berpikir dua kali Suga pun akhirnya berbalik dan sungguh sangat terkejutnya dia karena laki-laki yang sedari tadi dibicarakan dengan mantan kekasihnya. Ternyata sudah ada dibelakangnya sedari tadi. Mengingat semua yang telah Suga bicarakan tentang Jimin ia merasa malu sendiri dan merona karena hanya dibalas senyuman oleh Jimin. Tanpa basa basi Suga langsung berlari kearah Jimin dan memeluknya. Ia memeluk Jimin dengan sangat erat dan dibalas oleh Jimin.

"Terima kasih karena telah membuka hatimu sayang. Dan sudah berani untuk berbicara langsung pada masalalu. Aku sangat mencintaimu" bisik Jimin.

Suga yang dibisikan kata-kata cinta oleh Jimin langsung merona dan semakin mempererat lagi pelukannya. Hoseok yang melihatnya hanya tersenyum getir dan mengikhlaskan masalalu nya untuk menggapai masa depannya dengan bahagia. Tanpa disadari Hoseok ada gadis yang tersenyum bahagia karena akhirnya Hoseok dapat berani untuk meminta maaf pada masa lalunya orang yang sudah mereka sakiti dan khianati.

Seokjin bukan gadis jahat sebenarnya. Hanya saja dia terlalu mencintai Hoseok hingga dia tidak dapat melepaskannya. Meskipun dia tau separuh hati Hoseok masih mencintai Yoongi. Dan Seokjin pun masih sangat mengingat wajah mantan kekasih tunangannya tersebut. Sekarang dia merasa lega karena mereka berdua sudah dapat merelakan satu sama lain.

Hoseok yang melihat ada Seokjin yang menghampirinya langsung sedikit berlari dan memeluk tunangannya tersebut.

"Akhirnya kau bisa merelakannya Seokie sayang. Maafkan aku karena selalu memperjuangkan mu dan berbuat jahat pada hubungan kalian" ucap Seokjin.

"Ani, kau adalah malaikat kedua setelah Yoongi yang telah aku dapat. Aku sangat bahagia kau selalu memperjuangkan ku dan bersabar dengan segala sifat dan tingkahku. Aku berjanji akan menjadi tunangan yang baik untukmu. Aku mencintaimu Jinnie" ujar Hoseok.

Jungkook yang melihatnya langsung menghampiri Suga dan Jimin. Mereka bertiga saling memandang dan tersenyum. Lalu beralih untuk melihat Hoseok dan Seokjin. Mereka akhirnya merasa lega karena semua masalah yang sudah terjadi dimasalalu dikehidupan Suga dan Hoseok telah selesai dengan indah.

"Ekhem kapan kau memiliki kekasih Kookie-ah?" goda Suga.

"Entah lah eonni aku belum menemukan laki-laki yang pantas untukku" ujar Jungkook.

"Hahaha kau terlalu jual mahal Kookie. Apa kau tidak takut merasa kesepian dan menjadi perawan tua nantinya?" goda Jimin.

"Aish oppa kemari kau akan ku pukul!" ujar Jungkook.

Jimin yang mendengar amukan sepupu kesayangannya itu langsung berlari memutari Suga karena dikejar-kejar oleh Jungkook. Suga yang melihat kelakuan dua saudara ini hanya tertawa dan ikut membantu Kookie untuk mengejar Jimin.

"YAK! Sayang kenapa kau ikut membantu anak kecil itu mengejarku?" ujar Jimin sambil berlari menjauh dari mereka berdua.

"Hahaha rasakan itu kau oppa! Eonni tidak akan membelamu. Karena dia kakak ku, bleeeee" ucap Jungkook yang sambil menjulurkan lidah pada Jimin.

"Aigoooo Kookie benar sayang kau tidak pantas dibela kkk~" ujar Suga.

Tanpa sadar pasangan yang tadi berpelukan ikut tertawa melihat kelakuan mereka bertiga. Hoseok bahkan tersenyum bahagia karena melihat Suga sudah dapat tertawa seperti itu. Sepertinya laki-laki yang akan menjadi masa depan Suga benar-benar akan membuatnya bahagia. Ia sangat senang dan sudah melupakan kesalahan masalalunya.

"Lihat mereka Seokie mereka seperti keluarga bahagia yah? Siapa yang tau kalo masalalu gadis mungil itu sangat kelam. Akhirnya dia benar-benar menemukan cinta sejati dan kebahagiaan nya" ujar Seokjin.

"Aigooo bukan hanya Suga sayang tetapi aku juga. Sudah mendapatkan itu semua kau ingat?" ujar Hoseok yang sedikit menggoda Seokjin.

Tanpa terasa sudah sangat larut. Seokjin dan Hoseok sudah pulang beberapa menit yang lalu. Suga dan Jungkook sedang merapihkan rancangan mereka yang hampir selesai. Dan Jimin yang menunggu pujaan hatinya selesai. Setelah semuanya rapih dan selesai. Jungkook menyuruh pegawai butiknya untuk mengecek satu-satu dan menutup butiknya. Tanpa harus menunggu Jimin dan Suga sudah disuruh pulang duluan oleh Jungkook.

Didalam mobil Jimin dan Suga saling berpegangan tangan. Hingga sampai dirumah mewah berwarna putih bernuansa klasik dan elegant bergaya eropa. Jimin langsung memarkiran mobilnya. Suga langsung turun setelah Jimin membukakan pintu mobilnya. Mereka masuk kedalam rumah tersebut. Dan ternyata mereka sudah disambut oleh keluarga Jimin.

"Aigooo menantu kesayangan ku" ucap ibu Jimin setelah melihat Suga dan langsung memeluknya.

"Annyeong eommonim bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Suga.

"Aku sehat dan bertambah sehat karena kau mau mampir kesini. Kenapa datangnya mendadak sekali tidak mengabari eomma?" tanya ibu Jimin.

"Kami ingin memberi kejutan pada eomma. Apa eomma senang heum?" tanya Jimin.

"Ne ne ne, aku sangat senang. Apalagi kau membawa menantu ku" ucap ibu Jimin dengan senyum sumringah nya.

"Aigoo eomma kau selalu saja seperti itu. Sebenarnya siapa yang anakmu?" rajuk Jimin.

"Hahaha kau memang manja sekali hyung" ujar adik Jimin.

"Aish sejak kapan kau ada diKorea heh anak kecil?" goda Jimin.

"Yak! Hyung aku sudah dewasa! Aku baru datang tadi siang. Wah ada noona Suga juga rupanya. Annyeong noona kau semakin cantik" ujar adik

"Annyeong Jiyoon, terima kasih kau sama seperti eommonim dan hyung mu karena selalu menggoda ku kkk~" ujar Suga.

Jimin dan Eommanya yang mendengar itu langsung menatap Suga dan berkata 'Kau memang cantik Suga. Dan kami tidak menggodamu' dengan serempak. Dan membuat kediaman rumah Park yang sudah ramai bertambah ramai lagi.

"Mari makan malam bersama, tapi maaf kan eomma karena tidak dapat menyambut kalian dengan makanan spesial" ujar ibu Jimin.

"Aniyo eommonim tidak apa-apa. Kami yang salah karena tidak memberi kabar terlebih dulu" ucap Suga.

"Sudah sudah cepat sini mari kita mulai makan malamnya" ujar ayah Jimin.

Setelah mereka sudah duduk dikursi masing-masing langsung berdoa dan memakan makanan yang sudah disiapkan. Keluarga harmonis ini membuat Suga tersenyum bahagia. Karena selain mereka baik dan menerima Suga apa adanya. Kedua orang tua Jimin sudah menganggap Suga anak mereka sendiri.

"Yak Jimin! Kenapa tiba-tiba? Tumben sekali" ujar ayah Jimin yang membuka pembicaraan.

"Eum, jadi begini Appa aku dan Suga akan segera menikah dan mempersiapkan semuanya" jawab Jimin.

Keluarga Park yang mendengar itu langsung menatap Jimin terkejut dan tersenyum bahagia. Karena akhirnya anak sulung dikeluarga Park itu mau untuk membicarakan pernikahannya tanpa harus disinggung dulu oleh mereka.

"Jjinja hyung? Ahhh aku sangat bahagia. Eonni apa benar yang dibilang hyung bodoh ini?"

"Aish dasar kau bocah sialan!" ucap Jimin kesal.

"Ne itu benar, Appa Eomma apa kalian setuju dengan pemikiran kami. Kami akan menikah bulan depan 2 minggu setelah acara aku dan Jungkook. Kami akan menyiapkannya mulai besok." Ucap Suga.

"Akhirnya anak Eomma dan menantu kesayangan Eomma menikah. Yak Park Chanyol bagaimana menurutmu?" bentak ibu Jimin karena kesal suaminya hanya tersenyum seperti orang aneh.

"Aigooo istriku aku pasti akan merestuinya" jawab ayah Jimin.

"Jjaa kalo begitu kami akan segera pulang karena sudah mendapat restu dari kalian. Ayo sayang kita pulang besok kita akan sibuk" ujar Jimin.

Tanpa dapat persetujuan dari kedua orang tua Jimin dan adik menyebalkan Jimin. Mereka langsung membungkuk dan langsung pergi keluar rumah keluarga Park tersebut.

"YAK! HYUNG BODOH DASAR SMP (SETELAH MAKAN PULANG)!" teriak Jiyoon.

"Haha dasar anak itu sama seperti Appa nya" ucap ibu Jimin.

"Kenapa selalu aku jika menyangkut tingkah buruk anak kita itu sayang?" ujar ayah Jimin lesu.

"Haha sudahlah biarkan mereka. Aku sudah cukup senang akhirnya mereka akan menikah" ujar ibu Jimin senang.

Disisi lain Jimin yang sudah mengendarai mobilnya melihat Suga yang sangat kelelahan terus memegang tangan Suga dan berhati-hati agar tidak membangunkan wanita yang ia cintai nya itu. Setelah beberapa menit berkendara akhirya Jimin dan Suga sudah sampai didepan rumah mereka. Jimin langsung memarkirkan mobilnya. Dan langsung menggendong Suga dengan gaya bridal style. Dan langsung menempatkan kekasur nyaman mereka. Jimin langsung telaten melepaskan heels, dan kemeja Suga tanpa membangunkan calon istrinya tersebut.

Jimin langsung melepaskan jas kantornya dan langsung menempatkan dirinya disamping Suga tanpa mengganti bajunya. Jimin hanya ingin cepat memeluk Suga dan terlelap kealam mimpi. Ia sudah sangat tidak sabar ingin cepat besok. Karena besok adalah persiapan awal untuk pernikahan Jimin dan Suga yang dinanti-nantikan nya. Jimin tidur berhadapan dengan Suga ia menatap calon istri mungilnya dengan seksama. Mengelus surai indah istrinya. Dan mencium kening Suga perlahan takut jika Suga tiba-tiba terbangun karena perlakuannya. Tidak lama Jimin langsung menyusul Suga kealam mimpi.

.

.

.

.

.

.

TBC

Aish ini FF makin gaje yah? Maaf maaf dan maaf untuk banyak typo bertaburan, kalimat yang salah, dan cerita yang kepanjangan. Karena ini kayanya Cuma sampe 4 atau 5 Chapter deh. Buat yang udah baca dan review makasih banyak. Buat yang follow dan favorite. Kalian luar biasa pokoknya. Ini maaf loh kalo adegan NC nya gaje soalnya ini baru pertama kali buat rated M. Dan ini pun dibantu sama yang udah berpengalaman alias yang udah nikah kkk~

Udah segitu aja dulu

Bye~