Pagi hari dimana ada laki-laki yang tertidur sendiri didalam kamar sebuah rumah mewah terbangun karena jendela dikamarnya memantulkan cahaya sinar matahari langsung kewajah tampannya. Laki-laki itu terbangun dan merasa bingung karena tidak adanya sosok mungil cantik yang ia cintai.
"Hooooaam,, loh kemana Suga?" ucap Jimin.
"Selamat pagi sayang sudah bangun? Maaf tidak membangunkan mu" ujar gadis berambut panjang bertubuh mungil yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu kamar mereka.
"Aigoo jam berapa sekarang?" tanya Jimin.
"Jam 9. Ada apa?" jawab Suga.
"Kau lupa kalo pagi ini kita harus segera menyiapkan pernikahan kita?" ujar Jimin mengingatkan.
"Aish kau ini benar-benar tidak sabaran yah! Memang nya tidak kekantor?" tanya Suga yang sedikit gemas karena tingkah calon suaminya yang sudah tidak sabaran.
"Ah aku lupa cerita semalam. Appa dan eomma menyuruh ku cuti" jawab Jimin.
"Oh begitu, yasudah sekarang cepat mandi kita sarapan" perintah Suga.
"Siap bos" jawab Jimin.
"AISH DASAR!" omel Suga.
Tanpa disuruh 2kali pun Jimin langsung melesat kekamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Tapi tidak lupa untuk mengecup bibir mungil calon istrinya itu. Suga yang mendapatkan perlakuan dipagi hari itu hanya menggelengkan kepalanya dan terlihat rona merah dipipinya.
Tidak butuh waktu lama Jimin keluar dari kamar mandi dan sudah melihat pakaian yang disiapkan Suga untuk dipakainya. Ini kali pertama Suga melakukan hal manis tersebut. Yang langsung membuat Jimin tersenyum sumringah.
"Sayaaaaaaang" suara Jimin ceria.
"Eum,, kau sudah rapih. Cepat duduk kita sarapan" ucap Suga.
"Kau memasak lagi?" tanya Jimin.
"Ne, wae?"
"Aniyo masakan mu selalu membuat hariku semakin bersemangat sayang" goda Jimin.
"Aigooo pagi-pagi begini kau sudah menggombali ku Jimin" ucap Suga.
"Aku tidak gombal sayang" jawab Jimin.
"Yasudah cepat makan kita kebutik Jungkook dulu untuk menyiapkan pakaian pernikahan kita" ucap Suga sambil memerintah calon suami kesayangannya itu.
"Ne, ahh seperti mimpi saja" ujar Jimin.
"Kau sedang tidak bermimpi sayang" ucap Suga.
Jimin yang sudah menyelesaikan sarapannya langsung berlari kecil untuk merengkuh tubuh Suga. Hangat dan nyaman itu yang selalu membuat Jimin merasa ingin segera memiliki Suga.
Suga yang mendapatkan perlakuan mesra Jimin lagi membalik tubuhnya dan ikut memeluk Jimin. Mereka berpelukan sangat erat. Sampai-sampai mereka tidak menyadari kepala pelayan sedang menggelengkan kepalanya.
"Ehem tuan muda maaf saya mengganggu, ini ada telepon dari tuan Taehyung" suara laki-laki paruh baya yang lagi-lagi membuat Jimin kesal.
"Aish kau selalu mengganggu kami tuan Cho" gerutu Jimin.
"Maaf tuan, tapi tuan Kim bilang ini sangat penting" ucap kepala pelayan.
"Oh baiklah kemarikan teleponnya" titah Jimin.
Kepala pelayan pun segera memberikan telepon rumah tanpa kabel itu kearah tuannya. Dan ia segera membungkuk kearah Suga dan tersenyum. Suga membalas senyum kepala pelayan tersebut.
"Yobbeseyo,," ucap Jimin yang langsung dikagetkan oleh teriakan dari sebrang saluran telepon itu.
"JIMIIIIIIIIIN AKU MERINDUKANMU. DAN JAHAT SEKALI KAU TIDAK MENGABARIKU TENTANG PERNIKAHANMU!" teriak laki-laki disebrang telepon.
"Bisakah kau tidak berteriak-teriak kepadaku tuan Kim yang terhormat!" ujar Jimin kesal.
"Hahaha, maaf maaf. Habisnya aku sungguh kesal kau benar-benar sangat menyebalkan. Hingga tidak memberiku kabar gembira ini" jawab laki-laki itu.
"Aish kau ini, siapa suruh kau betah sekali diJepang sana! Kapan kau kembali keKorea?" tanya Jimin.
"Hari ini, aku akan kembali keSeoul hari ini. Dan sepertinya sore ini sudah sampai disana. Bisakah kau menjemputku?" ucap laki-laki yang ternyata adalah sahabat Jimin.
"Jjinja? Kau selalu saja memberi kejutan padaku! Baiklah aku akan menjemputmu" ucap Jimin sedikit kaget dan sedikit senang.
"Baiklah sudah dulu. Aku akan bersiap-siap. Dan kau juga jangan sampai lupa untuk menjemputku, arraso?" ujar laki-laki bermarga Kim itu.
"Iya iya kau sungguh cerewet!" ucap Jimin yang mulai kesal kembali.
"Yasudah bye~" ucap laki-laki itu langsung mengakhiri sambungan telepon mereka.
PIP
"Siapa yang menelepon mu pagi-pagi begini sayang?" tanya Suga.
"Ah itu sahabatku sayang. Kau masih ingatkan laki-laki yang aku antar kebandara beberapa bulan lalu untuk berangkat keJepang?" ucap Jimin.
"Oh sahabatmu yang aneh itu?" ujar Suga.
"Ne, calon istriku memang memiliki memori yang sangat hebat kkk~" goda Jimin yang langsung terkekeh geli.
"Lagi-lagi menggombal! Ada apa dia meneleponmu pagi-pagi begini?" tanya Suga menyelidik.
"Ahh kau sedang mengintrogasiku yah sayang? Tidak biasanya" bukannya menjawab Jimin malah menggoda Suga dengan pertanyaan konyol.
"YAK! Dasar kau! Apa susahnya menjawab pertanyaan ku?" omel Suga yang benar-benar kesal dengan godaan Jimin.
"Baiklah baik dia akan pulang keKorea hari ini sayang dan memintaku untuk menjemputnya dibandara sore ini" jawab Jimin.
"Oh emm sayang tiba-tiba aku punya ide" ucap Suga.
"Ide apa?" tanya Jimin dengan menyatukan kedua alisnya.
"Bagaimana kita jodohkan saja temanmu dengan Kookie?" tanya Suga dengan senyum jahilnya.
"Ahh itu ide yang sangat bagus. Calon istriku memang hebat" ujar Jimin yang langsung mencuri ciuman dari bibir Suga lagi.
"YAK! Kau selalu saja menggombal dan curi-curi ciuman dibibirku" umpat Suga sambil memukul lengan Jimin.
"Ah appo" ringis Jimin.
"Salah sendiri siapa suruh selalu seperti itu!" ucap Suga.
Entah sudah berapa sering Jimin selalu bertingkah seperti itu. Dan entah sejak kapan pula Suga jadi menyukai hal kecil macam itu yang berujung Jimin memeluk mesra Suga. Mereka segera bersiap-siap untuk berangkat kebutik Jungkook.
Sesampainya disana Suga segera membuka pintu mobil dan langsung berlari kearah Jungkook untuk memeluk calon sepupu iparnya itu. Jimin yang melihatnya hanya menggeleng. Suga hanya seperti itu pada Jungkook. Seakan-akan Jungkook adalah adiknya yang sudah lama hilang.
"Kookie-ah kau sedang apa?" tanya Suga melepaskan pelukannya.
"Ah eonni mengangetkan ku. Aku sedang memikirkan gaun seperti apa yang akan kau kenakan dihari pernikahan mu nanti dan jas apa yang akan dipakai Jimin oppa nanti" jawab Jungkook yang tetap fokus dengan kertas dan pensilnya.
"Ah kau tidak perlu repot-repot memikirkan itu Kookie-ah" jawab Suga sambil memberikan contoh rancangan untuk gaun pengantinnya.
"Daebaaaak, eonni apa ini yang kau rencanakan selama ini? Apa ini yang kau buat jika sedang sendiri dan tidak bolehku ganggu? Aigoo kau ternyata benar-benar hebat" ujar Jungkook.
"Ne ini karyaku yang selama ini aku sembunyikan darimu dan juga Jimin. Ingat jangan beritahu dia tentang ini. Aku ingin memberikannya kejut dihari pernikahan kami" ucap Suga dengan antusisas.
"Hei hei apa yang kalian bicarakan? Kenapa tidak mengajakku?" tanya Jimin.
"Ini urusan wanita oppa, kau tidak boleh mengetahuinya" jawab Jungkook.
"Ah jadi begitu" ucap Jimin tanpa curiga.
Dua gadis cantik itu pun bernafas lega. Karena mereka ingin sekali membuat kejutan untuk Jimin. Untuk membuat Jimin bangga pada calon istrinya. Dan Jungkook pun senang membantu Suga.
Drrrt drrrrt drrrt
"Yobbeseyo,," salam Jimin.
"YAK! Jimin ini aku Kim Taehyung" ucap laki-laki disebrang telepon.
"Ah ada apa Tae?" tanya Jimin.
"Bisakah kau menjemputku sekarang dibandara?" tanya Taehyung.
"MWO? Kau sudah ada diSeoul? Kau bilang akan sampai sore ini. Dan ini baru jam 2 siang" ucap Jimin kaget.
"Sudahlah apa susahnya langsung menjemputku. Salahakan sekertaris ayahku yang salah memesankan tiket pesawat untukku" ujar Taehyung.
"Ah baiklah tunggu aku minta ijin pada Suga" ucap Jimin.
"Baiklah aku tunggu" ujar Taehyung yang langsung menutup sambungan telepon mereka.
Ya laki-laki yang mnghubungi Jimin dan mengganggu acara mesra-mesraan Jimin dan Suga adalah Kim Taehyung sialien bodoh menurut Jimin. Kim Taehyung adalah sahabat Jimin yang disebut aneh oleh calon istrinya. Karena menurut Suga ia memiliki senyum kotak yang aneh dan sifat 4Dnya.
PIP
"Siapa sayang?" tanya Suga.
"Taehyung sialien itu benar-benar menyebalkan dia teryata sudah ada diSeoul. Dan aku harus menjemputnya" ujar Jimin yang terlihat kesal.
"Siapa itu Taehyung?" tanya Jungkook yang bingung kenapa Jimin jadi sekesal itu.
"Dia itu sahabatku. Ah kau pasti belum pernah melihatnya dia jarang berada diKorea. Aku titip calon istriku dulu, Ne?" ujar Jimin yang langsung berlari keluar butik.
"Ahh yasudah hati-hati sayang" ucap Suga yang melambaikan tangannya.
"Pasti akan aku jaga eonni dengan sebaik-baiknya oppa" jawab Jungkook.
"Ah ada yang lupa" ucap Jimin sambil berlari kembali kearah dua gadis cantik.
Chu~
"Yasudah aku berangkat dulu" lanjut Jimin.
Jimin langsung berlari kearah mobilnya setelah sebelumnya mencium kening Suga. Ia segera memasuki mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan yang lumayan cepat. Dia tidak habis pikir sudah berapa kali Taehyung melakukan ini padanya.
Dan sekitar hampir setengah jam Jimin sudah sampai diIncheon Internasional Airport. Ia segera memarkirkan mobilnya dan langsung berlari kedalam. Tidak jauh dari sana ternyata sudah terlihat sosok tinggi dan berpakaian ala Jepang yang sudah pasti itu Taehyung.
"YAK! Benar-benar kau ini menyebalkan TAE" ucap Jimin kesal sambil menepuk pundak sahabat menyebalkannya itu.
"Ah akhirnya kau sampai juga Jimin. Aku sudah lumutan menunggumu disini" ujar Taehyung yang memberikan senyum kotak khas kebanggannya.
"Salahmu sendiri yang selalu datang mendadak dan membuat kejutan untukku" ujar Jimin malas.
"Haha maaf kan aku kalo tidak seperti itu bukan aku Taehyung namanya" ucap Taehyung tidak merasa bersalah.
"Dasar alien menyebalkan. Yasudah ayo cepat aku meninggalkan calon istriku dibutik Jungkook" ucap Jimin.
"Jungkook? Siapa itu?" tanya Taehyung.
"Ah aku lupa. Dia adik sepupuku" jawab Jimin.
Mereka sudah sampai didepan bandara dan langsung masuk kedalam mobil Jimin. Tidak lama Jimin langsung mengendarai mobilnya kearah butik Jungkook. Ia menyeringai mengingat ide cerdas milik calon istrinya. Jimin melihat kearah Taehyung yang hanya melihat-lihat pemandangan diluar mobil dengan wajah datarnya.
"Tae apa kau sudah memiliki kekasih diJepang sana?" tanya Jimin memecahkan keheningan.
"Belum, ah tumben sekali kau menanyakan itu padaku?" jawab Taehyung yang langsung merasa aneh dengan pertanyaan sahabatnya itu.
"Ah tidak apa-apa aku hanya heran saja kenapa kau betah sekali diJepang sana. Dan ku kira kau memiliki kekasih"tukas Jimin.
"Aku masih belum dapat berpaling dari gadis kelinci itu Jim" ucap Taehyung lirih.
"Gadis kelinci? Ah maksudmu gadis kecil yang kau ceritakan itu?" tanya Jimin.
Taehyung mengangguk.
"Gadis kelinci yang memiliki senyum mempeson yang sudah kau tolong. Kau itu benar-benar sangat aneh Tae. Kau bahkan tidak tau nama gadis itu" lanjut Jimin
"Ah bagaimana aku mengenalnya. Kau kan langsung menyeretku waktu itu sebelum aku bertanya siapa namanya" ujar Taehyung.
"YAK! Salahmu sendiri waktu itu membuat onar dengan berkelahi. Kau bahkan menolongnya tanpa tau kenapa dia bisa dibully seperti itu" omel Jimin.
"Aku saja tidak dapat melihat wajahnya karena banyak sekali orang disana yang membully gadis itu" ucap Jimin sambil mengingat-ingat kejadian waktu itu.
"Iya kau benar. Aku juga sempat heran awalnya kenapa ia dibully. Padahal gadis itu terlihat sangat cantik dan manis" ujar Taehyung.
Jimin hanya menggeleng mendengar ucapan sahabat aliennya itu.
"Kau tau dia sempat menangis waktu aku ditinju oleh salah satu orang yang membully nya. Setelah itu dia malah tersenyum sangat manis hingga membuatku terpesona" lanjut Taehyung dengan wajah cerianya.
Tanpa sadar karena terlalu banyak obrolan antar sahabat itu. Mereka sudah sampai dibutik. Jimin langsung memarkirkan mobilnya. Tidak butuh waktu lama karena Jimin sangat ahli dalam mengendarai. Ia langsung keluar dan mengajak Taehyung masuk kedalam butik. Didalam ternyata sedang sepi hanya ada Suga dan Jungkook yang terlihat sedang membahas tentang rancangan mereka. Suga yang memang menghadap kearah luar butik langsung berlari kearah Jimin setelah melihatnya.
"Ahh aku merindukanmu sayang" ucap Jimin sambil memeluk Suga.
"Aigoo kau masih saja menggombaliku meski ada temanmu disini. Ayo Tae masuk" ujar Suga yang langsung melepaskan pelukan Jimin.
"Ne, terima kasih noona. Kau masih sama saja seperti terakhir kita bertemu. Galak tetapi baik hatinya. Pantas saja sahabatku bisa memilihmu menjadi calon istrinya" ucap Taehyung polos.
Suga yang mendengarnya langsung memutar matanya malas. Ternyata ia dikelilingi orang-orang berlebihan. Bukan hanya Jimin, ibu Jimin, Jiyoon, bahkan sekarang sahabat aliennya Jimin.
"Kalian memang selalu berlebihan yah" ujar Suga.
"Haha kau benar-benar tidak berubah noona" ucap Taehyung.
"Ah sudahlah kau sedang menggoda calon istriku Tae! Tunggu sebentar akan ku perkenalkan adik sepupuku. Kookie~" panggil Jimin.
"Ah ne oppa ada apa?" ucap Jungkook.
"Perkenalkan ini temanku Taehyung" ucap Jimin.
"Ah annyoeng je iremeun Jeon Jungkook imnida. Kau bisa memanggilku Jungkook atau Kookie" ucap Jungkook.
"Eum sepertinya aku pernah melihatmu. Kau kan gadis kelinci waktu itu. Aku Taehyung, Kim Taehyung. Apa kau mengingatku?" ucap Taehyung.
"Eng kau memanggilku gadis kelinci? Ah kau kan orang aneh yang membantuku waktu itu" ujar Jungkook.
"Mwo? Jadi Jungkook adalah gadis yang kau maksud itu Taehyung-ah?"
"Ne memang dia. Tapi sepertinya kau sangat berubah Jungkook-ah"
"Nde, semenjak hari itu aku memang merubah penampilanku dan sikapku. Terima kasih sudah membantuku dan membuatku berubah Taehyung oppa"
"Em, ah i-iya sama-sama" ucap Taehyung malu-malu.
"Tidak apa-apa kan aku memanggilmu oppa? Kau seumuran dengan Jimin oppa. Jadi aku akan memanggilmu oppa juga"
"Eum iya ti-tidak apa-apa Kookie"
"Ekhem tidak jadi deh rencana kita sayang" ujar Suga.
"Ne tidak jadi, ternyata mereka sudah saling mengenal"
"Hem rencana apa itu eonni oppa? Kenapa kalian seperti ini?"
"Ah tidak apa-apa Kookie. Em sayang ayo antar aku melihat jasmu" ucap Suga.
"Ah iya ayo sayang" jawab Jimin yang langsung meninggalkan Jungkook dan Taehyung berdua.
"Aish kenapa mereka jadi aneh seperti itu? Oh silahkan duduk Tae oppa. Kau pasti lelah baru sampai dari Jepang"
"Eum ne, terima kasih Kookie-ah"
"Kau sudah memiliki kekasih Kookie?" sambung Taehyung.
"Hem belum oppa, ada apa?"
"Kalo begitu mau kah kau berkencan denganku malam ini?" ujar Taehyung malu.
"Mwo? Kau mengajakku kencan oppa? Aish kau bahkan baru mengenalku hari ini. Eum tapi baiklah itung-itung membalas kebaikan mu dulu" ujar Jungkook dengan pipi meronanya.
Tanpa mereka berdua sadari ternyata ada sepasang calon suami istri yang memperhatikan mereka. Dan menahan tawa geli mereka. Karena baru pertama kali melihat sepupu kesayangan mereka merona seperti itu. Begitu pula kali pertama Jimin melihat sahabatnya menjadi gugup seperti itu.
"Sayang rencana kita berhasil kk~" bisik Suga.
"Ne kau benar, calon istriku sangat pintar menyuruh ku meninggalkan mereka dengan alasan melihat jas pernikahan ku kkk~" jawab Jimin.
Kekehan mereka sebenarnya terdengar oleh kuping Taehyung. Tapi ia tidak memperdulikan sepasang calon pasang pengantin itu. Malah Taehyung berterima kasih karena sudah dibantu mereka. Tanpa sadar hari sudah amat sore.
Jimin yang membawa mobil Sportnya tidak mungkin memasukkan Taehyung juga kedalam mobilnya. Karena mobilnya hanya memiliki dua pintu dan dua bangku. Satu bangku untuk penumpang dan satu lagi untuk pengemudi.
Dan dengan ide jail nan pintar milik Suga. Mereka pun menyuruh Jungkook untuk mengantar Taehyung kerumahnya. Toh setidaknya mereka juga akan kencan malam ini. Dan akhirnya pun Jungkook menyutui perintah serta godaan dari dua kakak usilnya itu.
"Hah kau memang sangat pinta sayang. Tidak salah aku memilihmu sebagai calon istriku"
"Mulai lagi deh gombalnya. Oh iya sepertinya kita akan segera sibuk besok. Acaraku dan Jungkook sudah semakin dekat. Dan bisnis mu juga kan tidak mungkin selalu kau abaikan. Jadi bagaimana kalo persiapan yang lainnya kita suruh WO yang mengurusnya?"
"Tidak perlu sayang. Kau tidak perlu menyewa WO untuk mengurusi persiapan pernikahan kita. Apa kau lupa ibuku memiliki usaha WO meskipun ia menyuruh Jiyoon yang melanjutkannya"
"Ah iya aku hampir lupa jika eommonim memiliki usaha seperti itu. Keluargamu memiliki banyak usaha hampir dibidang apapun" ucap Suga
"Jadi mulai besok kau harus fokus untuk perlombaanmu, arraso?"
"Ne arra sayang baiklah ayo kita pulang aku sudah sangat lelah"
SATU BULAN KEMUDIAN
Hari ini adalah hari dimana acara lomba rancangan Suga dan Jungkook diselenggarakan. Mereka Suga, Jungkook, Seokjin, Hosoek dan banyak lagi pekerja dibutik Jungkook sedang sangat sibuk hari ini. Acaranya sangat ramai dan banyak didatangi oleh pengusaha-pengusaha, artis, desainer, dan banyak lagi. Hingga akhirnya acara itu selesai.
Suga dan Jungkook benar-benar sangat bahagia meski tidak mendapatkan juara 1. Tapi mereka mendapatkan juara 2 disana. Dan betapa bahagia Jimin yang melihat Suga sangat senang dan tidak henti-hentinya tersenyum.
Bahkan Suga selalu memeluk Jimin dari awal acara hingga saat ini. Jimin melihat Suga selalu merasa tidak pantas. Sampai hasilnya diumumkan pun Suga sama sekali berpikiran kalo hari ini dia sedang bermimpi.
Dua minggu setelah itu hari dimana hal yang ditunggu-tunggu selama ini untuk Suga dan Jimin. Para sanak keluarga juga datang. Bahkan Suga mengundang ibu kandungnya. Ibu kandung Suga meminta maaf atas apa yang telah tejadi pada Suga.
Untuk semua yang telah terjadi pada gadis kecilnya. Suga yang merasa sudah bahagia pada kehidupannya yang sekarang pun langsung memaafkan ibunya. Toh kesalahan bukan semuanya mengarah kepada ibu Suga.
Ibunya hanya salah satu korban dari ayahnya. Hanya saja ibu Suga memilih melarikan diri dan meninggalkan putri satu-satunya itu. Dan mengakibatkan semuanya terjadi. Yang membuat ibu Suga sangat merasa bersalah.
Suga hanya berusaha tegar didepan ibunya. Tetapi ia juga merasa senang karena ibunya juga sudah memiliki kehidupan yang baru. Sekarang beliau sudah memiliki suami dan anak laki-laki dari suaminya yang sekarang.
Terlihat sekali jika suami baru ibunya sangat menyayangi ibu dan anak laki-lakinya. Ia bahkan ikut datang menemani ibu Suga dan memberikan selamat pada Suga. Keluarga Jimin yang melihatnya semakin merasa bahwa putra sulungnya tidak salah memilih pendamping.
Hingga waktunya tiba. Ibu kandung Suga mengijinkan tuan Park untuk mendampingi Suga keatas altar. Tuan Park atau Park Chanyol ayah Jimin mengambil tangan Suga dan menggandengnya untuk memasuki altar.
Betapa gugupnya Suga hingga dia hanya menundukan kepalanya. Tetapi dengan lembut ayah Jimin langsung menepuk pelan punggung tangan Suga. Suga yang merasa dirinya disemangati oleh ayah Jimin langsung mendongakan kepalanya melihat kearah ayah Jimin.
"Tenanglah Suga semua akan menjadi lebih baik lagi setelah ini. Aku sudah merelakanmu dinikahi oleh putraku. Dan istriku pasti sangat senang karena kau akan benar-benar menjadi putri kami" ucap ayah Jimin dan senyum tulus pada Suga.
Sesampainya didepan pintu segera dibukakan pintu tersebut dan langsung memperlihatkan nuansa putih disana. Ia melihat kearah altar tersebut. Suga melihat Jimin yang memakai jas dengan setelan serba putih perpadauan dengan abu-abu ala eropa terlihat sangat tampan bahkan Suga merasa bangga karena rancangan yang ia buat tenyata sangat cocok pada tubuh laki-laki yang ia cintai itu.
Disisi lain Jimin yang gugup dan semakin gugup saat pintu terbuka dan menampilkan laki-laki paruh baya memakai jas berwarna hitam membawa gadis cantik nan mungil bak putri didongeng-dongeng, dengan tubuh mungilnya, wajah cantiknya yang dipoles dengan warna-warna natural yang terkesan seperti pengantin wanita cantik alami, kulit putih pucatnya yang sangat mempesona (kalian bayangin kaya bella swan ditwilight).
Jimin semakin gugup melihat Suga dan ayahnya melangkahkan kaki kearah altar. Tapi kegugupannya seakan sirnah saat Suga melihat Jimin dan tersenyum.
Setelah sampai diatas altar dan ayah Jimin telah mengalihkan tangan Suga dan memberikan pada Jimin dan laki-laki paruh baya itu mengucapkan 'Jaga dan bahagiakan gadis cantik ini atau appa akan membunuhmu Park Jimin' lalu tersenyum dan berjalan kearah samping ibu Jimin. Jimin yang mendengar itu hanya terpaku dan tersadar karena kekehan Suga.
"Saudara, Park Jimin. Bersediakah anda dihadapan dan disaksikan oleh semua hadirin disini berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Dalam susah maupun senang. Mempelai wanita yang ada disebelah kanan anda yang sekarang anda pegang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan ia sebagai hal utama dari segala hal? Menjadi suami yang baik, menjadi tempat bergantung bagi mempelai wanita, dan hanya bagi dia untuk selama-lamanya hingga akhir hidup anda. Bersediakah anda?"
"YA, Saya bersedia"
"Saudara, Min Suga. Bersediakah anda dihadapan dan disaksikan oleh semua hadirin disini berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Dalam susah maupun senang. Mempelai pria yang ada disebelah kiri anda yang sekarang anda pegang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan ia sebagai hal utama dari segala hal? Menjadi istri yang baik, menjadi tempat bergantung bagi mempelai pria, dan hanya bagi dia untuk selama-lamanya hingga akhir hidup anda. Bersediakah anda?"
"YA, Saya bersedia.
Lalu sang pendeta yang menikahi mereka segera meminta Jimin untuk menyematkan sebuah cicin sebagai tanda dari pernikahan mereka. Jimin segera meraih sebuah cincin yang sudah berada dikotak yang dibawa Jungkook.
"Saya, Park Jimin, mengambilmu Min Suga sebagai istriku yang sah, dengan cincin ini akan menikahimu, memilikimu dan menjagamu mulai hari ini hingga seterusnya untuk bergantung padamu selama masa kita hidup. Dan dengan kasih yang setia aku memberkahimu, semua ucapan-ucapan baikku akan ku bagi bersama denganmu untuk selamanya."
Para sanak saudara dan tamu yang hadir diruangan itu terharu mendengara kalimat yang diucapkan Jimin. Bahkan tidak sedikit yang menangis. Ibu kandung Suga dan ibu Jimin juga ikut menangis. Ayah Jimin segera menenangkan istrinya berata 'berbahagialah sayang jangan menangis ini adalah pernikahan anak kita' tetapi tanpa sadar Chanyol pun ikut meneteskan air mata. Dan bukan hanya mereka Suga juga bahkan sangat terharu dan memandang lekat mata Jimin.
"Saya, Min Suga, mengambilmu Park Jimin sebagai suamiku yang sah, dengan cincin ini akan menikahimu, memilikimu dan menjagamu mulai hari ini hingga seterusnya untuk bergantung padamu selama masa kita hidup. Dan dengan kasih yang setia aku memberkahimu, semua ucapan-ucapan baikku akan ku bagi bersama denganmu untuk selamanya."
Suara riuh terdegar setelah selesai penyematan cincin dikedua pengantin tersebut. Lalu pendeta pun menyuruh keduanya untuk saling berciuman. Tanpa basa basi Jimin langsung memegang kedua pipi Suga dan mendekatkan wajahnya.
Jimin langsung menempelkan bibir mereka. Ciuma itu hanya ciuman lembut tanpa nafsu. Ciuman tulus yang melambangkan rasa cinta mereka berdua.
Setelah acara ikrar janji suci Jimin dan Suga semua sanak keluarga dan para tamu yang hadir memberi selamat pada Jimin dan Suga bukan hanya pada mereka. Tapi kepada keluarga. Ibu kandung Suga sangat bahagia putrinya yang dulu ia tinggalkan sekarang sudah bahagia dengan laki-laki yang sangat baik bahkan keluarganya pun sangat baik.
Ia juga berterima kasih dan meminta maaf pada Jimin dan keluarga Park karena sudah merawat dan menerima Suga. Ibu kandung Suga juga merelakan putrinya mengganti namanya.
Malamnya Suga dan Jimin merayakan pesta resepsinya. Dan betapa terkejutnya Suga dengan pesta yang ibu Jimin adakan. Mewah, megah, elegant, dan modern. Ini sangat jauh diluar perkiraan Suga awalnya. Ia berpikir acara nya akan biasa-biasa saja ternyata luar biasa.
Banyak pengusaha teman bisnis keluarga Jimin datang, artis-artis terkenal yang berkerja sama dengan Suga dan Jungkook setelah acara kemarin. Bahkan Hoseok dan Seokjin ikut datang. Mereka memberikan selamat pada Jimin dan Suga.
"Yo! Selamat atas pernikahan mu Jim" ini suara Taehyung dengan cengiran khasnya.
"Haha terima kasih. Tapi sebentar ada yang lain disini" ucap Jimin melirik kearah tangan Taehyung yang sedang memegang erat tangan Jungkook.
"Jadi kalian sudah berpacaran Kookie-ah?" tanya Suga.
"Ne e-eonni Tae oppa sudah menyatakan perasaannya dua hari lalu" jawab Jungkook gugup.
"Chukaeee Kookie-ah kalian memang cocok. Dan kau Tae jaga adikku. Karena dia adik kesayangan ku" ancam Suga.
"Ne noona aku akan menjaganya dan tidak akan menyakiti Kookie. Aku juga sudah berjanji akan menyusul kalian" jawab Taehyung dengan polosnya.
"MWO? Jjinja? Tidak boleh! Jungkook masih kecil" ucap Jimin kaget bercampur emosi.
"Sayang Kookie sudah sangat dewasa untuk dilamar Taehyung. Kau ini masih saja melarang Jungkook. Jangan dengarkan dia Kookie Taehyung. Aku ikut senang mendengarnya" ucap Suga menenangkan Jimin.
"Ah sayang kenapa membela anak kecil ini?" rajuk Jimin.
"Dia bukan anak kecil lagi sayang" tukas Suga.
"Dengar itu oppa!" omel Jungkook.
"Baiklah baiklah tapi ingat Tae kau menikahinya saat Jungkook berumur setidaknya 22tahun!" acam Jimin.
"Arraso Jim aku juga akan menunggunya hingga dia benar-benar siap" ujar Taehyung dengan wajah seriusnya.
Tidak terasa sudah sangat larut para tamu undangan juga sudah pulang. Sudah mulai sepi disana. Jimin pun membawa Suga kekamar mereka. Acara resepsi mereka memang berada dihotel milik keluarga Jimin.
Suga terlihat sangat lelah jadi Jimin menggendongnya. Tidak memikirkan bagaimana orang melihat mereka. Tapi ya siapa yang mau melihat mereka. Karena disana sudah sangat sepi. Paling hanya ada keluarga mereka dan para pegawai yang merapihkan bekas acara tersebut.
Jungkook dan Taehyung pun sudah pulang karena besoknya Taehyung harus pergi keJepang lagi dan mengajak Jungkook bersamanya. Menurut yang Jungkook ceritakan pada Suga. Taehyung akan memperkenalkan Jungkook pada orang tuanya. Suga merasa senang mendengar keseriusan Taehyung.
Setelah sampai dikamar mereka Suga segera kekamar mandi untuk membasuh badannya dan menghapus make up. Hampir setengah jam Suga sudah selesai dan keluar kamar mandi dengan lingerie hitam transparan. Jimin yang melihatnya tidak berkedip sedetikpun. Suga yang melihatnya segera menyuruh Jimin mandi dan mengganti pakaiannya.
Entah apa yang ada dibenak Jimin setelah melihatnya memakai pakaian minim itu. Sebenarnya Suga tidak ingin memakainya. Tetapi ibu Jimin dan Jungkook memaksa Suga untuk memakainya. Bahkan mereka berdua lah yang memilihkannya untuk Suga. Mereka bilang itu hadiah kecil untuk Suga dan Jimin.
Jimin sudah selesai mandi dan memakai baju putih tipis dengan celana pendeknya. Suga yang melihat Jimin keluar dari kamar mandi segera menarik selimut dan pura-pura tertidur. Jimin yang mengetahuinya terkekeh pelan dan sengaja menggoda Suga dengan membuka baju tipisnya itu. Ia segera ikut masuk kedalam selimut. Dan Jimin langsung memeluk Suga.
Suga yang merasa Jimin memeluknya membuka matanya. Ia terkejut dan jantungnya benar-benar berdetak 2kali lebih kencang. Jimin benar-benar menggoda Suga ia juga sengaja memeluk erat Suga dan menghembuskan nafasnya pada telinga Suga.
"Engh, Jimin bisa kah kau melepaskan pelukanmu dan sedikit menjauh?" racau Suga.
"Eum kita kan sudah terbiasa seperti ini sayang? Kenapa sekarang kau malah memintaku menjauh?" tanya Jimin yang menggoda Suga.
"Engh Jim ngh kau membuatku-"
Kalimat Suga terpotong karena Jimin langsung menempelkan bibirnya dengan mengecup dan melumat bibir Suga. Entah setan apa Suga langsung melenguh dan mendesah didalam ciuman mereka.
Jimin yang mendengar itu langsung melumat bibir Suga sedikit lebih panas. Suga mulai membalas dan bahkan membuka mulutnya untuk membuka akses lidah Jimin masuk kedalamnya.
Suga sudah sangat benar-benar tidak dapat mengontrol tubuhnya sendiri. Sentuhan lembut dan ciuman lembut Jimin membuat Suga benar-benar melayang. Bahakan dia baru merasakan seperti ini. Suga benar-benar seperti baru pertama kali melakukan hal panas ini.
Lengguhan dan desahan Suga benar-benar seakan memberitahu pada orang yang mungkin mendengarnya kalo sentuhan suaminya benar-benar memabukan dan sangat nikmat.
Jimin melepaskan ciuman mereka. Suga merasa seperti kehilangan sesuatu. Mukanya sudah sangat merah seperti kepiting rebus. Jimin langsung mengecup kening Suga dan mengucapkan kata cinta pada istrinya seperti 'aku mencintaimu' 'aku akan membuatmu bahagia sayang'.
Suga yang menerima semua perlakuan dan mendengar perkataan Jimin semakin merona. Tanpa aba-aba Suga mencium Jimin. Jimin yang menerima perlakuan mendadak Suga itu hanya membantu Suga dengan membalas ciuman dan melumat bibir Suga.
Jimin sudah berada diatas Suga tanpa melepaskan ciuman dan lumatan mereka. Tangan Jimin pun sudah mulai mengeluh tubuh Suga. Suga yang menerima perlakuan itu mendesah dan menaikan tubuhnya hingga tertempel dengan tubuh Jimin.
Jimin melepaskan celana pendeknya dengan tetap memagut bibir Suga. Suga juga membantu Jimin membukanya karena melihat Jimin kesusahan dengan kegiatannya. Jimin mulai meraba perut suga mengelusnya dengan lembut. Suga yang merasakan seperti ada listrik yang menyengat tubuhnya.
Jimin melepaskan lumatan pada Suga untuk memberikannya asupan oksigen. Dan beralih kearah leher Suga. Jimin mengecup dan bahkan mengisapnya. Tangannya pun sudah beralih dari perut kepayudara Suga. Lalu memainkan dan memijat payudara yang tidak kecil dan tidak pula besar.
Suga hanya mengeluarkan lenguhan dan desahan yang membuat suaminya itu menjadi semakin ingin cepat-cepat menyatukan diri mereka. Meskipun ini bukan pertama untuk Suga tapi pengalaman dan hal-hal yang Jimin lakukan.
Membuat Suga menjadikan kegiatan mereka menjadi yang paling spesial dan istimewa menurutnya. Jimin terus melakukan hal lembut namun menggairahkan selanjutnya. Suga merasa seperti sedang melayang kelangit ketujuh.
Padahal ia sadar kalo ini baru pemanasan. Tapi Suga sudah mencapai puncaknya. Ia pun mengeluarkan desarah yang sangat indah dipendengaran Jimin. Lelaki manis itu tidak menyia-nyiakan pemandangan itu.
Jimin melihat seluruh wajah Suga yang sudah memerah. Nafas yang terengah-engah. Mata yang tertutup, kulit pucat dan keseluruhan tubuh indah milik istrinya. Yang tidak tahu sejak kapan sudah menjadi naked tersebut. Entah kenapa dengan melihat istrinya seperti itu saja membuat hati Jimin sangat bahagia.
Suga yang menyadari suaminya hanya terdiam dengan wajah yang berbinar melihat tubuhnya tanpa sehelai benang pun langsung merona dan menarik lengan Jimin untuk mendekatinya. Dan langsung membuat Jimin tersadar dari kegiatan memuji istrinya tersebut.
Tanpa basa-basi mereka pun akhirnya menyatu. Jimin baru menyadari kalau milik Suga masih sangat sempit dan menggairahkan. Suga pun merasa bahwa milik Jimin lah yang paling besar dan memiliki keistimewaan sendiri.
Tanpa mereka sadari tubuh Suga menjadi sangat candu bagi Jimin. Begitu pula tubuh Jimin yang sangat candu bagi Suga. Membuat mereka berdua terus bersatu hingga pagi menjelang. Entah sudah berapa jam mereka lewati.
04.55 KST
"Jimiiiinhhhh ahhh" desah Suga.
"Eghhh sayaaaaaanghh iniiih sunguuuuh nikmathhh" lengguh Jimin.
Sudah berbagai posisi mereka lakukan. Mereka tidak bosan dan benar-benar tidak merasa lelah dengan kegiatan mereka. Entah karena itu adalah malam pertama mereka. Atau karena perasaan mereka yang sangat bahagia.
"Ahhh ahhhh jimhhhh sebenthhh ahhhh" desah Suga yang sudah mencapai puncaknya yang entah sudah keberapa kali.
"Eghhhh/ ahhhh" desah dan lengguhan mereka bersamaan.
Mereka sudah mencapai puncaknya yang kesekian kali. Mereka berpelukan dan tidak melepas pesatuan mereka. Jimin memeluk Suga dan mencium pucuk kepala Suga. Ia merasa sangat sangat bahagia.
Suga yang diperlakukan seperti itu hanya menenggelamkan kepalanya didada Jimin dan tersenyum bahagia. Untuk Suga ini adalah pengalaman pertama dan sangat luar biasa yang menurut istri seorang Park Jimin itu merasa benar-benar tidak ingin mengecewakan Jimin lagi.
Jimin pun merasakan hal yang sama dengan Suga. Hanya bedanya ia benar-benar tidak ingin mengecewakan Suga mulai dari pertemuan mereka hingga sekarang istrinya lah yang membuat Jimin bertekuk lutut pada perempuan. Dan merasa sangat jatuh cinta.
Mereka pun berpelukan dan tanpa sadari mereka sudah terlelap dengan keadaan Suga diatas tubuh Jimin. Tetapi sebelum mereka terlelap Jimin kembali mencium pucuk kepala Suga dan mengucapkan kata cinta. Yang dibalas dengan senyuman dan kata-kata indah menurut Jimin.
"Nyonya Park Suga istriku. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan pernah mengecewakanmu, menyakitimu, menduakanmu. Aku akan selalu menjagamu" ucap Jimin.
"Tuan Park Jimin suamiku. Aku juga sangat mencintamu. Aku juga tidak akan pernah mengecewakanmu, menyakitimu, menduakanmu. Dan aku akan ingin segera memiliki Park Jimin junior dirahimku" ucap Suga.
Itu adalah kalimat terindah yang pernah Suga ucapkan untuk Jimin. Dan kalimat itulah yang membuat hati Jimin hangat dan merasa sangat bahagia. Jimin pun menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka. Dan menutup matanya menyusul istrinya kealam mimpi.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hah ini chapter paling terpanjang.
Maaf kalo kalo chapter ini makin aneh, makin gajelas, makin banyak typo berterbangan. Dan maaf adegan NC yoonmin nya ga HOT atau apapun itu. Asli awalnya bener-bener mentok banget pas bagian NC yoonmin. Cuma dengan susah payah bikin, sampe nanya yang udah nikah dan baca fanfic rated M tapi asli idenya buntu. Jadinya malah kaya gini hasilnya. Ahhh maafin aku pokoknya reader. Kayanya ini gajadi sampe 4 atau 5 chapter aja deh. Soalnya ternyata ini masih panjang. Pokoknya aku mau buat orang-orang yang ada dicerita ini ada bagiannya masing-masing meskipun sedikit. Jadi dimohon banget buat reviewnya. Pokoknya makasih yang udah baca, review, follow dan favorite. Intinya kalian luar biasa.
MinJiSu
Iya ini flashback aneh yah aneh yah? Agak gimana de maksudnya? Tenang ini bakal lanjut ga sampe 4 atau 5 paling 6 atau 7 soalnya masih panjang ceritanya. Ini udah ada loh adegan NC yoonmin tapi agak absurd de. Jadi maafin aku. Makasih udah mau bantu aku nyari ide hihi~
Makasih udah review chu~
Nam
Iya emang bodoh dianya disini.
Tapi dia ga maksud gitu kok sebenernya
Ini udah lanjut.
Makasih udah review chu~
Ycsupernova
Maaf kan aku sudah membuatmu hampir menangis chingu *ala-ala drama*
Iya ini tentang pernikahan mereka. Tapi maaf kalo kecepetan dan ga ceritain detailnya. Buntu ide gara-gara adegan NC yoonmin *dibunuhyoonmin*
Kayanya chapter depan deh HopeJinnya. Dan ini aku udah update loh hihihi~
Makasih udah review chu~
Yoonmints
Gapapa yang penting udah nemu, udah baca, dan udah review aku seneng :D kalo berpuluh-puluh chap akunya pusing sendiri hihi~ Soalnya sering buntu ide. Dan bentar lagi aku masuk kuliah lagi. Jadi bakal ga fokus lagi deh. Berarti kamu suka yah ff ini. Waaaaah makasih *senyummalaikat* Hehe maaf bikin gapuas dengan hoseok disatuin sama seokjin. Abisnya idenya kemereka dan lagipula pas liat mereka di american hustle life itu kayanya sesuatu banget. Mereka ketawa bareng Cuma karena Yoga. Terus mereka belanja bareng. Ahh pokoknya suka aja. Dan taetae ada dichapter 4 ini.
Waaaah kalo udah bahas YoonMin gaakan ada abisnya. Ini semua gara-gara Suga bilang type ideal nya Jimin itu 'Min Yoongi' jadi keterusan. Dan ahhhh pokoknya aku juga suka banget
Makasih udah review chu~
Oke udah selesai sudah chapter ini tunggu chapter selanjutnya yah Bye~ Chu~ Chu~
