Chapter 5 aku kembali setelah begitu lama
Setelah pesta pernikahan dan malam pertama yang diakhiri dengan kata-kata yang sedikit romantis. Dan sepasang suami istri yang terlelap menjelang pagi hari. Siangnya wanita yang sekarang sudah berganti nama menjadi Park Suga terbangun dan melihat bahwa hanya dirinya lah yang tertidur sendirian dikasur kamar hotel tersenut.
"Selamat siang sayang. Kau sudah bangun?"
"Selamat siang, ne aku sudah bangun. Kenapa kau tidak membangunkan ku? Kau bahkan menyiapkan ku makan siang. Istri macam apa aku. Maafkan aku sayang."
"Ah, tidak perlu seperti itu sayang. Aku melihatmu sangat kelelahan. Jadi aku berinisiatif tidak membangunkan mu dan menyiapkan makan siang untuk istriku yang cantik. Lagipula yang membuatmu kelelahan juga karena kesalahanku. Aku membuatmu tidak tidur hingga pagi. Dan cepat sini duduk dipangkuan ku. Kita makan siang bersama."
"Ahh dasar mesum!"
"YAK! Mesum begini juga aku sekarang adalah suamimu Park Suga. Kau ingat itu?"
"Yayaya aku mengingatnya."
Tidak ingin berlama-lama lagi akhirnya wanita cantik nan mungil itu mengikuti kemauan laki-laki yang mulai sejak kemarin syah menjadi suaminya dengan duduk dipangkuan laki-laki bersurai hitam itu. Jimin tersenyum puas karena Suga menuruti kemauannya. Setelah istri tersayangnya itu duduk dipangkuannya Jimin pun langsung memberikan morning kiss kepada Suga. Yang Suga balas dengan tersenyum manis dan sangat manis. Dan disaat Suga sedang mengunyah sarapan sekaligus makan siangnya itu Jimin membuka pembicaraannya.
"Sayang Taehyung dan Jungkook sudah berangkat keJepang. Mereka bilang kita tidak perlu mengantar mereka kebandara. Mereka bilang takut mengganggu kita. Dan Kookie bilang dia tidak ingin melihat wajah kelelahanmu akibat tingkah ku semalam. Ya aku akui. Aku harus berterima kasih pada mereka karena sudah mengerti kita."
"Jjinja? Daebak daebak Taehyung bener-bener serius dengan hubungan mereka. Ne, kita memang harus berterima kasih atas pengertian mereka. Kapan mereka kembali dari sana?"
"Ya, sahabat alienku memang sangat serius dan mencintai Kookie. Bahkan sialien itu sudah tergila-gila sejak dulu dengan kelinci kesayanganmu itu. Dan mengapa bisa-bisanya Jeon ajjhuma memperbolehkan Kookie pergi. Mereka bilang akan kembali satu minggu lagi."
"Mereka sudah dewasa sayang. Dan merekapun sudah menjalani hubungan yang serius. Ya daripada mereka melakukan yang tidak-tidak sebelum waktunya. Jadi menurutku lebih baik seperti itu."
"Yak! Kau bisa berbicara seperti itu. Tetapi apa kau tidak ingat bagaimana susahnya kau untuk ku ajak menikah heum?"
"Jalan hidup kita dengan mereka berbeda sayang. Bahkan kau juga tau apa alasannya. Lagipula kita sudah menikah untuk apa membahas itu?"
"Baiklah, kau menang nyonya Park. Sayang apakah boleh aku bertanya sesuatu?"
"Apa? Jangan bertanya yang aneh-aneh Jim!"
"Jungkook bilang yang merancang gaun pengantimu dan tuxedo untukku itu kau. Apa benar? Kalau memang benar. Sejak kapan kau merancang semua itu?"
"Ah, dasar kelinci nakal kenapa bisa-bisanya dimembongkar rahasia itu. Aku merancangnya saat kau sudah terlelap aku akan bangun untuk mengerjakannya sebantar dan ketika kau masih bergelung dikasur pagi hari sekali."
"Jadi benar kau yang merancangnya? Kau tau sayang. Aku sangat menyukainya. Kau tau kita terlihat seperti raja dan ratu didongeng. Bahkan kau ingat semalam para rekan bisnisku memuji perancang yang membuatnya. Dan pantas saja kau tersipu malu mendengarnya. Haaah andai saja aku tau kalau kau yang merancangnya. Aku akan membanggakan hasil karyamu kesemua orang dipesta. Bahkan kau membuatnya sampai sekeras itu. Aku sangat mencintaimu sayang. Terima kasih"
"YAK! PARK JIMIN KAU BERLEBIHAN!"
4bulan kemudian
"Suga?"
"Ah Jinnie, sudah lama tidak bertemu."
"Ya sudah sangat lama sekali. Terakhir kali kita bertemu dipesta pernikahanmu dengan Jimin."
"Kau datang sendirian?"
"Ya aku sendirian."
"Kemana Hoseok? Tumben sekali dia tidak membuntutimu"
"Aku yang memintanya untuk kesini sediri."
"Bagaimana kabarmu? Dan bagaimana dengan hubungan kalian?"
"Hm, kabarku baik. Dan kabar hubungan kami pun sama baiknya. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah hamil? Dan sebenarnya aku kesini ingin meminta tolong padamu."
"Ah kabarku sangat baik. Dan hubunganku dengan suamiku semakin romantis dan menggairahkan. Haah mungkin tuhan belum mempercayakan itu kepadaku. Aku belum hamil. Meminta tolong apa?"
"Hm begitu. Sabar yah Suga. Aku yakin tuhan sedang merencanakan hal baik untukmu. Hmm maaf kalau aku tidak tau diri karena meminta tolong padamu. Dan sebelumnya aku juga meminta maaf atas semua yang sudah aku dan Hosoek lakukan padamu dulu."
"Sudahlah, lupakan semua itu. Toh semuanya sudah baik-baik saja. Aku bahkan turut bahagia dengan hubungan kalian. Kau tau kan aku sudah mendapatkan laki-laki yang lebih baik dan juga tampan dari Hoseok. Kkkk~"
"Ya kau benar. Tapi kekasihku masih tetap lebih tampan dari siapapun dimataku."
"Yayaya terserah apa katamu saja Jinnie. Dan sebenarnya kau ingin meminta tolong apa?"
"Hm, aku sampai lupa. Suga aku ingin kau merancang gaun pengantinku yang akan diselenggarakan 3minggu lagi. Aku sangat suka rancanganmu dan Jungkook. Kalian adalah desainer yang hebat."
Ahhh, kau akan menikah dengan Hoseok 3minggu lagi? Waaah selamat Jinnie-ah aku ikut berbahagia mendengarnya. Dan tidak perlu memuji kami seperti itu."
"Terima kasih Suga. Tapi memang begitu kenyataannya. Bahkan aku sangat beruntung karena akulah model pertama yang kalian ajak berkerja sama waktu itu. Jadi bagaimana? Apa kau setuju?"
"Hm, sebelumnya aku akan menghubungi Kookie dulu untuk membicarakan ini. Tapi akan pasti meyakinkan Kookie untuk menyetujuinya. Dan segera kami akan merancangnya untukmu."
"Ahhhh, kau dan Kookie adalah malaikatku. Benar jika Hoseok bilang kau adalah wanita berhati malaikat. Baiklah kabari aku jika Jungkook menyetujuinya. Dan kuharap kabar baik itu kudengar malam ini"
.
"Ne, aku pasti akan memberikan kabar secepatnya Jinnie."
"Bye~"
"Bye~"
Beberapa menit setelah Seokjin berpamitan pergi. Suga segera menyambar ponsel pintarnya untuk menelepon Jungkook. Untuk mengabari bahwa ada pesanan gaun pengantin untuk Seokjin dan tuxedo untuk Hoseok. Ia pun langsung mendial nomer Jungook yang tidak membutuh kan waktu lama untuk menunggu panggilannya diterima oleh Jungkook.
"Yeoboseyo, Kookie-ah kau ada dimana?"
"Ah eonnie aku sedang bersama Tae oppa. Sebentar lagi kami akan kebutik. Ada apa eonnie?"
"Cepat kebutik aku ingin membicarakan rancangan kita untuk pesanan Seokjin calon istri Hoseok."
"Benarkah mereka akan segera menikah? Baiklah aku akan segera kesana."
"Hm, Kookie bisakah apa aku boleh meminta tolong belikan aku Ice Cream?"
"Baiklah akan aku belikan. Rasa apa Eonnie?"
"Aku Ice Cream rasa kimchi?"
"MWO? Eonnie mana ada Ice Cream seperti itu?"
"Ah, tidak ada yah? Yasudah lupakan."
"Yasudah aku sedang diperjalan kesana Eonnie. Tunggu aku ne."
PIP
Sambungan telepon pun langsung Suga akhiri. Entah kenapa Suga merasa bingung dengan permintaannya. Sejak kapan ada Ice Cream rasa kimchi? Tapi ia benar-benar sangat ingin. Dan akhirnya Suga pun berinisiatif untuk menelepon suaminya.
"Yeoboseyo, ada apa sayang?"
"Apa kau sedang sibuk?"
"Tidak terlalu, ada apa? Kenapa kau merindukan ku?"
"Aihh percaya diri sekali. Ani, aku tidak merindukan mu. Hanya saja aku merasa tidak enak badan. Dan bisakah kau menjemputku nanti?"
"Kau sakit sayang? Dimana Kookie? Dia seharusnya mengajakmu kedokter."
"Kookie sedang dalam perjalanan dengan Taehyung. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai. Dan eum Jimin bisa aku meminta sesuatu padamu?"
"Apa itu?"
"Bisakah kita nanti mampir membeli cheese cake dan Ice Cream diCafe langganan kita? Tiba-tiba saja aku memakan itu. Tapi,,"
"Tapi apa sayang?"
"Tapi aku ingin Ice Cream rasa kimchi"
"MWO? Mana ada Ice Cream seperti itu sayang. Tapi baiklah aku mengantarmu untuk membelinya. Tapi sepertinya diCafe itu tidak ada Ice Cream rasa kimchi sayang. Jadi nanti kita harus mencari ditempat lain."
"Aku tidak mau. Aku tidak mau Ice Cream ditempat lain. Aku ingin diCafe langganan kita."
"Ahh arraso arraso. Baiklah nanti akan aku usahakan. Semoga saja disana ada Ice Cream rasa itu."
"Terima kasih sayang. Sudah dulu yah aku memiliki pekerjaan lagi."
PIP
Lagi Suga lagi-lagi memutuskan sambungan teleponnya. Tanpa sadar orang yang disebrang telepon sana terlihat kebingungan. Suami kesayangan Suga itu benar-benar bingung dengan istri mungilnya itu. Karena akhir-akhir ini Suga meminta hal-hal aneh.
"Ada apa dengan Suga? Tidak biasanya dia meminta makanan aneh seperti itu."
"Ada apa Jim? Kenapa kau berbicara sendiri?"
"Hm, ayah apa aku bisa pulang cepat? Aku ingin mengantar Suga kerumah sakit. Dia bilang sedang tidak enak badan. Tadi pagi pun dia terlihat sangat pucat. Dia juga seperti selalu bulak balik kekamar mandi. Jadi bolehkah aku pulang cepat? Dan adalagi yang aneh ayah. Suga ingin membeli makanan aneh."
"Makanan aneh? Makanan aneh apa maksudmu?" seru Chanyeol.
"Suga ingin memakan Ice Cream rasa kimchi ayah. Apa disekitar sini ada Ice Cream seperti itu? Haaah aku sangat aneh dengan keinginannya akhir-akhir ini. bahkan kemarin ia merengek ingin menjenggut rambutku sehabis mandi." Ucap Jimin frustasi.
"Sebentar! Apa dia mual muntah setiap pagi Jim?" tanya Chanyeol.
"Iya ayah benar. Dari mana ayah tau?" kali ini Jimin terlihat bingung. Karena darimana ayahnya tau kalau istri mungil kesayangannya itu sering mual muntah pada pagi hari.
"Dan apa Suga melakukan dan meminta hal aneh yang tidak seperti biasanya?" tambah Chanyeol yang malah bertanya bukannya menjawab.
"YA! Ayah tepat sekali. Dari mana ayah tau?" seru Jimin.
"BODOH SEKALI KAU JIM! Anak siapa kau?" ucap Chanyoel tanpa dosa.
"YAK! Ayah tentu saja aku anakmu!" Jimin menjawab sambil memutar matanya jengah.
"Menurut sepengetahuanku. Ibu mu juga pernah seperti itu saat mengandungmu."
1detik
2detik
3detik
"Maksud ayah apa?" tanya Jimin polos.
"DASAR ANAK BODOH! SEPERTINYA ISTRIMU ITU SEDANG HAMIL JIMINNN!" teriak Chanyeol kesal karena loading otak anaknya lama.
"Yak! Appa tidak perlu berteriak seperti itu didepan wajahku." Jimin tidak kalah kesalnya.
"Siapa suruh kau sangat bodoh?" ucap Chanyeol jengah.
"Ah, apa benar istriku hamil yah?" tanya Jimin lagi.
"Mana ku tau. Aku bukan dokter Jimin!" jawab Chanyeol.
"Yak! Tapi ayah bilang tadi dia sedang hamil." Lagi Jimin dibuat kesal karena jawaban ayahnya yang absurd itu.
"Kenapa aku harus memiliki anak sebodoh dirimu Jim! Maksudku, istrimu itu sepertinya sedang mengidam. Ini menurutku karena tingakh istrimu itu sama persis seperti ibumu pada saat mengandungmu. Mengerti?" jelas Chanyeol panjang lebar agar anaknya mengerti.
"Jadi,, jadi,, AAAAAAAAAAAAAAA AYAH BISAKAH AKU PULANG SEKARANG?" teriak Jimin bahagia.
"YAK! ANAK BODOH KENAPA BERTERIAK SEPERTI ITU PADA AYAHMU SENDIRI?" kesal Chanyeol karena Jimin berteriak tepat didepan muka sang ayah.
"Hehe maaf ayah aku terlalu bahagia mendengarnya. Jadi aku ingin memastikan itu. Kumohon ayah perbolehkan aku pulang cepat." Jimin tidak segan-segan mengeluaran puppy eyes nya pada ayah menyebalkannya ini. Dan itu benar berhasil"
"Baiklah aku memperbolehkan mu. Lagipula jika memang benar istrimu hamil. Aku akan senang apalagi jika ibumu dan ibu Suga mengetahu. Mereka pasti sangat bahagia." Ucap Chanyeol.
"Ahhh, terima kasih ayah. Kau memang yang terbaik. Jadi rapat nanti ayah yang menghadirinya, ne? Bye ayah~" pamit Jimin yang langsung menyambar jas kerjasnya.
"Dasar anak itu! Semoga saja itu semua benar. Karena pasti semuanya akan sangat bahagia." Gumam Chanyeol yang tanpa disadarinya ia tersenyum bahagia.
Karena ketidak sabarannya Jimin untuk mengetahui kebenaran tentang istrinya itu. Jimin langsung membawa mobilnya dengan sangat cepat. Untung saja jalanan tidak sedang macet. Hingga membuat Jimin tidak membutuhkan waktu lama untuk sudah sampai didepan butik Suga dan Jungkook. Ia melihat Jungkook yang juga baru saja keluar dari dalam mobil dengan Taehyung yang membukakan pintu mobil untuk Jungkook. Dan langsung membuat sepasang kekasih itu terlihat keheranan karena Jimin bisa ada dibutik dijam kerja seperti ini.
"Dari mana saja kalian?" ucap Jimin langsung yang melihat Taehyung sedang membukakan pintu mobil untuk kekasih kelincinya itu.
"Kami baru saja melihat bahan untuk butik Jim, dan ada apa kau ada disini?" jawab Jimin dan langsung bertanya pada sahabatnya karena bingung kenapa dijam kerja seperti ini Jimin malah ada dibutik istrinya dan juga kekasih Taehyung.
"Tae, bisakah kau menemani Kookie seharian ini? Karena Suga akan pergi bersamaku." Bukannya menjawab Jimin malah langsung menitah Taehyung menemani Jungkook.
"Ada apa ini oppa? Kenapa tiba-tiba sekali? Apa yang terjadi?" tanya Jungkook panik karena mendengar Jimin menyuruh kekasihnya untuk menemaninya seharian. Karena Suga akan dibawa ikut bersama Jimin.
"Istriku sepertinya sedang tidak enak badan. Dan aku ingin memeriksakan keadaannya." Jawab Jimin.
"MWO? Eonnie sakit? Tapi tadi dia tidak mengatakan apa-apa saat menelponku. Bahkan dia memintaku untuk membelikannya Ice Cream." Jungkook bahkan sangat terkejut dan tidak percaya dengan kata-kata sepupunya itu.
"Sudahlah jangan banyak bertanya dulu anak kecil!" jawab Jimin yang sedikit kesal karena Jungkook selalu saja mengintrogasinya.
"Yak! Kau ini selalu meledekku oppa." Ucap Jungkook kesal karena selalu saja sepupu menyebalkannya itu mengatainya dengan sebutan 'anak kecil'
"Tae, bisakan?" tanya Jimin pada Taehyung dan tidak meladeni umpatan adik sepupunya itu.
"Ya, tentu saja bisa Jim. Lagi pula aku akan senang menemani kekasih kelinciku ini." ucap Taehyung.
"Terima kasih." Jimin tersenyum karena sahabat aliennya itu memang sangat membantu sekarang,
"Seharusnya aku yang berterima kasih Jim hehe~" ungkap Taehyung yang juga sangat berterima kasih pada Jimin. Karena sebenarnya sudah lama ingin sekali benar-benar berduaan dengan Jungkook seharian.
Mereka bertigapun segera masuk kedalam butik dan menemukan Suga yang sedang duduk dan terlihat agak pucat diwajahnya. Suga yang melihat suami yang beberapa menit yang lalu diteleponnya sedang ada dikantor kaget karena suami terkasihnya berada dibutiknya. Dan datang bersamaan dengan adik kesayangannya yang bersama –calon tunangan- kekasihnya. Langsung berdiri dan menghampiri mereka bertiga.
"Sayang? Kenapa ada disini? Bukankah tadi kau ada dikantor? Dan kenapa kalian datang bersama?" serentetatan pertanyaan dari bibir mungil Suga yang hanya dibalas senyum oleh Jimin.
"Tadi kami bertemu diluar Eonnie. Dan oppa bilang dia ingin mengajakmu kedokter. Apa eonnie sakit?" melihat Jimin hanya tersenyum Jungkook pun menjawab pertanyaan Suga. Dan langsung menanyakan keadaan Suga.
"Ani, aku tidak sakit Kookie-ah. Ada apa ini sayang?" jawab Suga pada Jungkook. Dan memandang suaminya bingung.
"Sudahlah aku sangat khawatir kepadamu sayang. Makanya aku langsung meminta ijin kepada ayahku untuk memperbolehkan ku untuk pulang cepat." Jimin langsung mendekati Suga dan langsung memeluknya erat. Yang membuat Suga hanya membalasnya dengan pelukan yang lebih erat lagi.
"Yak! Kau masih saja seenak jidatnya seperti itu Jim." Ucap Suga yang teringat sudah berapa kali Jimin selalu meminta pulang cepat hanya untuk menemuinya. Meskipun Jimin adalah pewaris perusahaan ayahnya. Tetap saja Suga tidak ingin dipandang jelek sebagai menantu yang berdampak buruk untuk Jimin. Karena sudah cukup dulu ia dimaki saat pertama kali ayahnya Jimin tau kalau Suga memiliki masalalu yang suram.
"Sudah sudah, ayo kita harus kerumah sakit sekarang." Jimin tidak menggubris umpatan istri kesayangannya itu. Dan langsung menarik tangan istrinya pelan dan lembut.
"Tae titip Kookie ne. Sahabat menyebalkan mu ini ingin menculiku dulu." Ucap Suga yang langsung mengikuti langkah kaki Jimin.
"Ah iya noona aku pasti akan menjaga Kookie dengan baik." Taehyung hanya menjawab sekenanya dan tersenyum kotak khasnya.
"Dan kau Kookie. Jika Taehyung macam-macam langsung hubungi aku." Sambung Suga dan Jimin yang tidak ingin jika sahabat alien suaminya itu bertindak macam-macam dibutik mereka.
"Aish oppa eonnie kenapa kalian masih saja seperti ini."
"Sudah kami pergi dulu." Ucap Jimin yang membukakan pintu butik untuk Suga.
"Ne, hati-hati kabari kamu jika terjadi sesuatu. Aku tidak ingin Eonnie ku kenapa-kenapa." Jawab Jungkook dan melambaikan tangannya pada sepasang suami tersebut.
"Bye~"
"Bye~"
Sepanjang perjalan Suga ataupun Jimin sekalipun tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Mereka saling diam karena terlalu larut pada pemikiran mereka sendiri. Suga yang kebingungan karena menurutnya ini sangat membingungkan apalagi Jimin sampai datang kebutik dan meminta ijin agar cepat pulang. Dan Jimin yang memikirkan apakah benar yang ayahnya bilang kalau Suga sedang mengidam yang artinya dia sedang hamil.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Suga akhirnya memecahkan keheningan.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin membawamu kedokter saja. Karena belakangan ini aku sering melihatmu bulak-balik kamar mandi. Dan wajahmu terlihat pucat." Jawab Jimin yang sebenarnya ingin memberikan kejutan karena akan membawa Suga kedokter kandungan.
"Ah, aku hanya kelelahan sayang." Sanggah Suga yang tidak ingin terlihat lemah pada suami kesayanagnnya.
"Hm, menurutmu begitu? Tapi aku berharap lebih. Ayo turun kita sudah sampai." Ucap Jimin membuat teka-teki untuk Suga dan segera keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk istrinya.
"Berharap lebih? Maksudnya?" Suga yang mendengarnya hanya semakin bingung.
"Nyonya Park Suga. Ah, silahkan masuk." Panggil suster yang langsung membuat Jimin berdiri dan mengajak Suga ikut masuk dengannya.
"Kenapa kau mengajakku kedokter kandungan Jim?" Suga yang masih terlihat kebingungan terus bertanya pada Jimin. Dan selalu saja Jimin jawab dengan senyuman manisnya. Sambil masuk kedalam ruangan dokter kandungan tersebut.
"Sudah jangan banyak bertanya duduk saja disini."Jimin langsung menarik kursi untuk istrinya duduki. Dan dia pun duduk disamping Suga.
"Hm selamat siang. Saya dokter Kim Namjoon. Jadi ada keluhan apa yang dirasakan oleh anda belakangan ini nyonya Park?" ucap laki-laki berjas putih yang sudah pasti adalah dokter kandungan untuk Suga.
"Ah, siang dok. Hm saya merasa sering mual, muntah dan pening dok. Sudah hampir sebulan saya merasakan ini. Bahkan saya cepat lelah sekarang. " jawab Suga.
"Kapan anda merasakan mual dan pening seperti itu?" lagi dokter itu menanyakan hal yang membuat suga berpikir sebentar lalu mejawabnya.
"Sepertinya saat pagi hari saja dok." Jawab Suga sekenanya. Karena memang hanya saat pagi sajalah dia merasakan mual yang tidak tertahan kan.
"Apa anda sudah mecoba untuk test kehamilan?" tanya dokter Kim lagi.
"Sebentar dok! Masa iya saya sedang hamil. Bahkan saya masih mendapatkan mens beberapa minggu lalu." jawab Suga yang berpikir bahkan Suga masih mendapatkan menstruasi.
"Apa anda mengingatnya kapan terakhir kali anda mendapatakan menstruasi tersebut?" dan lagi dokter Kim bertanya.
"Tidak dok. Bahkan saya lupa karena saya benar-benar sibuk dok. Dan mungkin saja keluhan yang saya rasakan karena saya hanya kelelahan dok." Ungkap Suga karena dia baru sadar kalo dia benar-benar lupa kapan terakhir kali iya mendapat menstruasi.
"Em, jadi seperti itu. Bagiamana kalau sekarang saya periksa terlebih dahulu. Mari saya periksa." Tutur dokter Kim. Dan Suga hanya mengangguk. Sedangkan Jimin hanya melihat pergerakan istrinya dengan tajam. Mungkin saja sewaktu-waktu dokter laki-laki itu berbuat yang macam-macam pada istri tercintanya.
Dokter Kim itu langsung bangun dari posisinya. Dan menyuruh Suga untuk tiduran ditempat tidur periksa pasien. Suga pun mengikuti perintah dokter. Dokter langsung menyiapkan alat. Sepertinya alat itu adalah gel dan alat USG. Pertama dokter Kim memeriksa Suga dengan stetoscop. Dan tidak lama kemudian dokter Kim menyuruh Suga untuk mengangkat sedikit bajunya. Dan saat itu lah Jimin langsung bangkit dari duduknya dan mendekati Suga. Tanpa memperdulikan raut wajah suaminya yang terlihat cemburu Suga pun menaikan bajunya sedikit yang memperlihatkan perut mulusnya. Yang baru Jimin sadari perut istrinya itu sedikit membuncit. Sebenarnya Jimin merasa tidak rela perut mulus istrinya dilihat bahkan dipegang oleh dokter laki-laki itu. Jangankan dengan manusia yang disebutnya dokter itu. Dengan alat USG tersebut itu pun Jimin cemburu. Dan berakhir dengan Jimin yang sedikit panas dan meninggalkan Suga untuk duduk ditempat semula. Setelah selesai pemeriksaan tersebut Suga pun bangun dan segera duduk kembali disamping Jimin.
"Sebenarnya ada apa? Kenapa aku di USG?" tanya Suga yang masih bingung dan tidak mempercayai kalau ia sedang hamil.
"Tunggulah sebentar nanti dokter akan menjelaskan nya." Ucap Jimin yang sedikit menahan cemburunya.
'Ini untuk memastikan nya. Besok aku akan lebih berhati-hati dan seharusnya aku memilih bersabar dan menunggu dokter perempuan saja untuk memeriksa Suga. Haaaaah sabar Jimin sabar!' batin Jimin
5menit kemudian..
"Selamat tuan Park anda akan segera menjadi ayah. Istri anda sedang hamil. Ini sudah minggu ke 8. Yang berarti istri anda sedang hamil 2bulan." Ucap dokter Kim dan menjabat tangan Jimin. Dan tidak terduga Jimin merasa perasaan yang sangat membuncah dari hatinya. Yang membuatnya tanpa sadar berteriak girang dan tidak percaya.
"MWO? JJINJA? APA ITU BENAR DOK?" tanya Jimin memastikan lagi.
"Yak! Jimin tidak usah berteriak seperti itu. Itu memalukan sayang!" tegas Suga karena malu karena perlakuan suaminya.
"Tidak apa-apa, ini anak pertama kalian. Wajar kalau tuan Park sampai berteriak seperti itu nyonya Park. Bahkan ada suami yang langsung menangis karena mengetahuinya." Terang dokter Kim.
"Nah dengar itu sayang!" ucap Jimin sambil mengelus rambut panjang istrinya.
"Baiklah,, bagaimana keadaan kandungan saya dok?" jawab Suga pasrah. Dan segera menanyakan kandungannya.
"Janin nya sehat. Dan apa kah anda menjaga kondisi tubuh dan banyak mamakan asupan nutrisi dengan baik nyonya Park?" ucap dokter Kim.
"Ne, kami memang selalu membiasakan hidup sehat dok." Jawab Jimin yang kalau diingat sesibuk apapun mereka pasti menyempatkan memakan 4 sehat 5 sempurna dan susu. Bahkan meminum vitamin. Dan berolahraga secara teratur. Mereka juga memiliki waktu istirahat yang sangat cukup.
"Wajar saja, karena kondisinya sehat. Tapi tetap saja anda tidak boleh kelelahan mulai sekarang. Karena bisa saja mual dan pening yang dirasakan akan membuat perkembangan janinnya terganggu. Jadi lebih baik anda mengurangi kegiatan anda mulai sekarang. Dan tuan Park anda harus menjaga istri anda." Tukas dokter Kim.
"Pasti dok, saya pasti akan menjaganya dengan sangat baik. Dan tidak memperbolehkannya untuk bekerja terlalu berat mulai sekarang." Jawab Jimin memastikan.
"Yasudah, aku akan memberikan vitamin dan obat untuk tidak mual lagi. Dan nyonya Park bisa memeriksakan kembali kandungannya satu bulan lagi. Tetapi jika ada keluhan, kalian bisa datang lagi kerumah sakit." ucap dokter Kim. Jimin yang mendengarnya hanya tersenyum penuh arti bahkan didalm hatinya ia bergumam 'TIDAK AKAN. Aku tidak akan pernah membawa istriku diperiksa oleh dokter laki-laki manapun'.
"Ah, terima kasih dok." Jawab Jimin tidak ingin dicurigai. Karena benar saja Suga sudah melihatnya jengah mengerti dengan senyuman penuh arti suaminya.
"Ya sama-sama. Dan ingat nyonya Park anda tidak boleh mengangkat barang yang berat-berat." Dokter Kim mengingatkan. Tetapi itu malah membuat Jimin panas.
"Baik dok." Jawab Suga dan memberikan senyum pada dokter Kim yang disengaja untuk menggoda suaminya. Dan benar saja Jimin langsung menarik Suga untuk mendekapnya. Seperti memberi peringatan pada dokter Kim 'DIA ADALAH MILIKKU!'. Jimin lebay, alay, dan pastinya yadong #ketawanista
Akhirnya Jimin dan Suga segera keluar dari ruangan dokter kandungan. Mereka terlihat sangat senang setelah mendengar berita bahagia tersebut. Jimin pun langsung menggandeng tangan istinya dengan mesra. Kali ini benar-benar mesra tanpa embel-embel terpancing cemburu. Ia tersenyum dan mengelus perut sedikit buncit istrinya dengan lembut dan terpancar kasih sayang. Mereka pun sudah sampai diparkira dan segera masuk kemobil. Jimin bahkan tidak henti-hentinya tersenyum. Terlihat sekali bahwa Jimin sangat bahagia. Bahkan dia memikirkan bagaimana hebohnya rumah keluarga Park saat mereka pulang kerumah. Dan mendengar kehebohan ibunya dan juga ayahnya.
"Kau terlihat mengerikan sayang! Apa kau tidak takut dibilang orang gila karena terus tersenyum sendiri seperti itu?" ucap Suga yang sudah amat sangat jengah dengan tingkah Jimin seharian ini.
"Ah, biarkan saja orang lain berkata apa. Kau tau aku sangat sangat dan sangaaaaat senang dengan berita bahagia ini. Aku memikirkan bagaimana ibuku, ayahku, ibumu, dan Jungkook mendengar kabar baik ini." jawab Jimin yang langsung memberikan senyum penuh kebahagiaan pada Suga. Dan melihat itu Suga hanya ikut tersenyum.
"Haaah kau benar-benar sangat berlebihan sayang. Hm, tapi sebelum pulang. Bisakah kita mampir diCafe langganan kita untuk membeli cheese cake. Ingat kan dengan janjimu tuan Park?" kali ini Suga sudah tidak perduli. Dia hanya mengingat janji suaminya.
"Ya, aku pasti menepatinya nyonya Park. Dan aku juga tidak ingin membuat Park junior yang didalam perut istri tercintaku ini kecewa." Jawab Jimin yang langsung mengelus perut Suga. Dan lihat betapa merona dan bahagianya Suga diperlakukan seperti itu. Tapi tetap saja Suga menjaga image nya.
"YAK! Jimin geli." Omel Suga.
"Hahaha~ sabar yah sayang." Jimin hanya tertawa geli melihat wajah Suga yang dibuat-buat marah padahal sangat senang jika ia lakukan itu.
Setelah perjalan dari rumah sakit keCafe akhirnya mereka sampai juga. Dan terlihat wajah sumringah Suga yang langsung turun dari mobil tidak sabaran. Jimin yang melihatnya terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Istrinya itu memang sangat menggilai cheese cake dan ice cream. Bahkan setelah Jimin menyusul Suga pun. Jimin dibuat tekekeh karena melihat Suga yang sedang menunjuk ini itu. Tapi sebentar, Jimin ingat keinginan Suga yang aneh. Dia segera mendekati Suga.
"Sayang bagaimana dengan Ice Cream rasa kimchi? Apa disini ada?" tanya Jimin meyakinkan lagi.
"Tidak ada sayang, aku sangat kecewa. Padahal daripada cheese cake aku lebih ingin Ice Cream rasa kimchi itu." jawab Suga dengan raut wajah yang benar-benar kecewa.
Jimin yang mendengar suara kekecewaan dari jawaban istirnya langsung terdiam dan langsung berpikir keras. Bagaimana pun ini adalah kehamilan dan permintaan pertama istrinya setelah mengetahui kehamilannya. Jimin pun langsung menanyakan dimana pemilik Cafe tersebut. Dan langsung direspon baik oleh sipenjaga Cafe. Itu pun tanpa sepengetahuan Suga. Karena dia mau membuat kejutan istimewa pada Suga dikehamilan pertamanya.
"Selamat sore. Ada yang bisa saya bantu tuan?" suara bass laki-laki menyadarkan Jimin dari lamunannya.
"Apa anda pemilik Cafe ini?" tanya Jimin.
"Ne, benar sekali saya Mark Tuan pemilik Cafe ini." jawab laki-laki bersuara bass tersebut.
"Ah bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Jimin lagi. Kali ini dia terlihat sangat serius.
"Tentu saja boleh." Jawab pemilik Cafe tersebut.
"Jadi begini Mark-ssi. Aku dan istriku adalah pelanggan tetap diCafe mu ini. Perempuan yang diluar sana adalah istriku. Dia sedang hamil. Dia sangat suka dengan Cheesecake dan Ice Cream disini. Tetapi sekarang dia sedang mengidam dan ingin memakan Ice Cream yang berbeda. Istriku ingin membeli Ice Cream rasa kimchi. Apa disini tersedia Ice Cream macam itu?" jelas Jimin ragu.
"Hm,, maaf sebelumnya tuan kami tidak menjual Ice Cream rasa seperti itu. Mungkin ditempat lain ada." Ungkap Mark.
"Tapi istriku tidak mungkin ingin membeli Ice Cream ditempat lain. Haaah bagaimana ini,,," jawab Jimin frustasi.
"Ada apa ini? Jadi sebenarnya apa yang bisa kami bantu tuan,," suara perempuan berbibir tebal mengagetkan bayangan frustasi Jimin.
"Jimin, aku Park Jimin." tukas Jimin memperkenal kan diri.
"Ya tuan Park Jimin. Aku bambam dan aku adalah koki sekaligus istri dari pemilik Cafe ini. Ada yang bisa kami bantu?" tanya perempuan yang ternyata adalah istri Mark.
"Jadi begini Bambam-ssi. Aku dan istriku adalah pelanggan tetap Cafe ini. Bahkan istriku sangat suka dan menghafal menu-menu disini. Dia sangat suka cheese cake dan Ice Cream buatan Cafe ini. Tetapi saat ini istriku sedang hamil. Sekarang dia sedang mengidam dan ingin sekali makan cheese cake disini dan tentu saja Ice Creamnya. Tetapi karena faktor kehamilannya tiba-tiba saja istriku ingin makan Ice Cream rasa kimchi. Dan dia tidak ingin membeli Ice Cream ditempat lain selain Cafe ini. Jadi apa kau bisa membantuku, Bambam-ssi?" tanya Jimin memohon. Dan Jimin pun melirik pada istrinya yang sedang duduk dan melihat kearah panggung kecil disudut Cafe. Bambam yang melihatnya ikut melirik kearah tujuan mata Jimin. Dan menemukan permpuan cantik, berkulit putih pucat seperti susu dan tubuhnya yang mungil. Ia pun langsung mengenali Suga. Karena Suga adalah pelanggan tetap Cafenya. Dan sering memberi masukan dan ide-ide menarik untuk Cafenya.
"Hm, jadi seperti itu. Memang istrimu adalah pelanggan tetap kami. Bahkan aku pernah berbicara dengannya. Ia selalu memberikan masukan kepadaku. Dan mungkin aku akan membantumu sekarang. Karena istrimu adalah perempuan yang baik dan ceria. Dan sepertinya kau sangat mencintainya. Sampai-sampai mau melakuakn hal ini kepada kami. Dan aku sangat mengenalmu. Kau adalah pemilik perusahaan dan pengusaha yang sangat terkenal seantero Korea." Ucap Bambam santai.
"Ahhh tidak perlu berbicara seperti itu. Jadi kau akan membantuku Bambam-ssi?" tanya Jimin yang sudah semakin frustasi.
"Hm, baiklah aku akan membantumu. Tapi ada dua syarat." Jawab Bambam dan membuat Jimin menarik kedua sudut bibirnya.
"Apa itu Bambam-ssi?" tanya Jimin penasaran.
"Pertama kau harus membantuku membuatnya. Dan sebagai imbalannya aku akan memberikan Ice Cream dan cheese cake itu gratis." Tukas Bambam.
"Heum, apa bisa seperti itu? Aku akan tetap membayarnya. Dan aku benar-benar sangat berterima kasih atas bantuan mu. Dan aku akan dengan senang hati membantumu membuat Ice Cream untuk istriku." Ucap Jimin penuh semangat.
"Terserah apa katamu saja. Kajja kita mulai membuat. Dan sayang bisa tolong membantu membuat kejutan untuk istrinya? Bilang saja padanya untuk menunggu 15 menit." Ucap Bambam.
"Baiklah, kau selalu saja seperti ini sayang." ujar Mark. Karena ya istrinya itu selalu saja berlaku aneh pada pelanggan-pelanggan yang menurutnya menarik dan meminta bantuan pada Cafe mereka. Bahkan Jimin bukan lah orang pertama yang dibantunya. Sebelumnya juga dia membantu pria yang memiliki senyum kotak untuk mengungkapkan perasaannya pada gadis bergigi kelinci. Yang tidak lain tidak bukan adalah Taehyung dan Jungkook.
"Sebentar apa syarat kedua?" tanya Jimin bingung.
"Hm, tunggu lihat nanti saja. Siap-siap saja atas syarat kedua yang istriku berikan padamu. Dia benar-benar tidak bisa ditebak" jawab Mark.
15 menit kemudian.
"Yeeeeey sudah selesai. Terima kasih sudah membantu ku Bambam-ssi dan aku sangat berhutang budi padamu." Ucap Jimin riang.
"Jja, sama-sama. Dan sekarang syarat kedua yang harus kau lakukan." Ujar Bambam yang membuat Jimin penasaran.
"Apa itu?" tanya Jimin.
"Sayaaaaang, kemari sebentar!" teriak Bambam.
"Ada apa?" jawab Mark malas yang sudah didepan mereka berdua.
"Bisakah kau menyuruh Jackson meminjamkan seragamnya?" titah Bambam.
"Untuk apa? Jangan membuat hal aneh lagi sayang ku mohon" ucap Mark berpuppy eyes.
"Sudah cepat lakukan apa kataku." Omel Bambam. Tanpa banyak tanya lagi akhirnya Mark pun mengikuti kemauan istrinya. Mark bukannya tidak bisa menolak. Hanya saja ia takut tidak diberi jatah ranjang nanti malam.
Beberapa menit kemudian Mark pun sudah membawa baju seragam pelayan milik kakak iparnya itu. Dan tentu saja dibuntuti oleh sipemilik seragam tersebut.
"Ini pakai ini. Dan aku mau kau harus melayani istrimu sendiri. Kupikir seragam ini pas. Hm, mungkin agak sedikit kekecilan. Tapi tetap saja akan pas karena tubuhmu dan kakak ku hampir sama." Ucap Bambam santai dan menyodorkan baju seragam pegawai pada Jimin.
"MWO? Apa-apaan kau ini sayang?" Mark terkejut sangat terkejut. Bagaimana bisa istrinya itu seenak jidatnya menyuruh pelanggan tetapnya yang ternyata pengusaha kaya raya yang terkenal itu untuk menyuruh Jimin membantunya didapur itu tidak masalah. tapi kini Mark benar-benar tidak habis pikir. Menyuruh orang kaya seantero Korea untuk memakai baju pelayan dan melayani istrinya sendiri. Bagaimana kalau Jimin tidak terima dan membalaskan dendamnya dengan membuat bangkrut Cafenya tersebut. Mark benar-benar takut dan tak habis pikir dengan tingkah istrinya.
"Apa-apaan kau bam? Kau tau siapa yang kau suruh? Dia adalah pengusaha terkenal. Ah maafkan adikku tuan Park." Kali ini bukan Jimin, Bambam maupun Mark. Itu adalah suara kakak Bambam Jackson pegawai sekaligus pengisi acara diCafe mereka.
"Ya, benar maafkan istriku." Ucap Mark yang langsung membungkukan badannya 90 derajat.
"A-ani, biarkan aku memakai seragam ini. Dan aku akan melayani istriku. Terima kasih Bambam-ssi ini pasti kejutan yang sangat hebat. Istriku pasti sangat terharu. Terima kasih aku benar-benar berhutang budi pada kalian." Jawab Jimin yang langsung membuat 2orang minus Bambam disana terkejut dengan perkataan orang kaya seantero Korea.
"Hm, tunggu sebentar. Aku dan teman-temanku akan tampil sebentar lagi aku akan membantumu membuat kejutan yang lebih hebat lagi Jimin-ssi." Kali ini Jackson tidak tinggal diam. Dia memang sangat shock. Tetapi ia mengerti. Dan bahkan ingin membatu Jimin untuk memberi kejutan.
"Ah terima kasih Jackson-ssi." Ucap Jimin yang menjabat tangan Jackson.
"Dan kau Mark bisakah kau mematikan lampu dan membuat suasana romantis?" titah Jackson.
"Haaaaaah baiklah." Ucap Mark pasrah karena jika sudah Jackson dipihak istrinya mana bisa ia menolak.
"Kajja kita buat kejutan ini sempurna." Ucap Bambam semangat.
TBC
Haaah sudah dulu, maafkan aku jika banyak typo bertebaran. Kata-kata yang kurang enak dibaca. Cerita yang makin aneh. Dan para cast yang tiba-tiba muncul. Pokoknya maafkan aku. Dan maaf update nya lama banget. Karena banyaknya tugas yang menuntut.
Makasih yang udah review dan follow dan favorite in ff TIJEL ini. Aku seneng loooooooh.
yoonmints
yeeey makasih udah review chu~
ini udah update dan moga gabikin kecewa.
Jangan kebanyakan senyum gajelas nanti dikira orang apalagi hoho~
Waaah pokoknya makasih yah. Iya vkook emang ucul dan ada sedikit bocoran disini gimana vkook bisa jadian loh. Dan doamu terkabul dengan mendoakan mereka punya baby kk~
MinJiSu
Hi aku sudah lanjut. Haha gpp lah yang penting sedikit bantu biar punya bayangan wkwk~
Makasih udah review : )
Nam
Aku udah lanjut nih.
Dan disini juga ada couple lainnya.
Moga tidak mengecewakan yah~
makasih udah review : )
ycsupernova
haha~ emang kalimat itu juga pas aku nulis bikin nyengir sendiri bacanya. Dan aku sudah lanjut semoga tidak mengecewakan. Terima kasih udah review : )
Anunya Bangtan
Iya mereka selalu so sweet haha~
Terima kasih udah review : )
ameliariska330
sudah next : )
SyubD
Huwaaaaa adikku emang terlalu sweet yah?
Haha yadongan yang ditunggu-tunggu.
Dan hm kapan-kapan aku bikin YAOI deh : )
Maaciwww udah review de : )
KiranARMY
Haha~ yang penting kamu udah nemuin ff tijel aku ini
Dan emang bukan kamu doang yang ngarep gitu HAHA *ketawanista
Masalalu Yoongi a.k.a Suga disini bikin nangis sebenernya kalo diperdalam. Ahh makasih udah bilang keren chuchu~
Makasih udah review~
