"Kajja kita buat kejutan ini sempurna" ucap Bambam semangat.
-Sebelumnya-
Sesampainya Jimin dan Suga keCafe langganan mereka. Jimin membiarkan Suga untuk memesan pesanan yang mereka. Jimin yang melihat Suga begitu bersemangat dan tidak sabaran hanya menggelengkan kepalanya. Istri gulanya itu selalu saja seperti itu belakangan ini. Mungkin karena bawaan sijabang bayi. Jadi bukannya merasa kesal dan aneh Jimin malah lebih memaklumi dan ikut bahagia. Alasannya karena mereka berdua, keluarga dan juga kerabat mereka menantikan kehadiran seorang anak ditengah kebahagia mereka.
Jimin melihat Suga sudah berada didepan counter. Sebenarnya Jimin merasa takut membuat Suga kecewa karena Ice Cream yang diminta sudah pasti tidak ada. Ia pun memikirkan jalan keluarnya. Jimin bahkan sudah merencanakan sejak perjalan dari rumah sakit keCafe untuk berbicara pada pemilik Cafe untuk mengusahakan permintaan istri gulanya yang sedang mengidam. Dan akan membayar mahal jika seandainya pemilik Cafe akan menolak permintaannya.
"Selamat sore nyonya, ada yang bisa saya bantu" sapa sipelayan ramah.
"Aku mau memesan 2 porsi cheescake" balas Suga.
"Ada lagi nyonya?" tanya pelayan lagi.
"Hm bisakah aku memesan Ice Cream rasa kimchi?" ucap Suga dengan ragu.
"Maaf nyonya Ice Cream rasa itu tidak ada." Jawab sipelayan sopan.
"Oh, tapi bisakah kau menanyakannya terlebih dulu pada chef disini?"
"Hm baiklah tunggu sebentar nyonya" jawab sipelayan setelah menimbang-nimbangnya.
"Bagaimana apa ada Ice Creamnya sayang?" tanya Jimin yang tiba-tiba saja sudah ada disamping Suga.
"Entahlah Jim, aku masih menyuruh pelayan tadi menanyakan pada chef disini. Dan untungnya aku pelanggan tetap disini. Dan aku kenal dengan Chef nya. Mungkin saja chef itu mau membuatkannya jika tidak sibuk" ucap Suga ragu.
"Haaah syukurlah bila seperti itu. Tapi kau duduk saja dulu sambil menunggunya. Aku akan ketoilet sebentar. Sepertinya perutku bermasalah" ujar Jimin bohong dan berpura-pura mengelus perutnya.
"Yasudah cepat sana ketoilet!" titah Suga.
Setelah meninggalkan istri cantiknya dan berpura-pura ketoilet Jimin pun menghampiri pelayan yang baru saja mengantarkan pesanannya. Jimin pun langsung mengatakan keinginannya untuk menemui pemiliki Cafe tersebut. Pelayan tersebut pun langsung mengantarkan Jimin untuk menemui pemilik Cafe tersebut. Pelayan yang bername tag Ilhoon itupun meminta Jimin untuk menunggu diluar kitchen. Sedangkan ia masuk kedalamnya untuk memanggil bosnya. Setelah menunggu beberapa menit ilhoon pun kembali dengan pemilik Cafe. Jimin langsung menjelaskan keinginannya. *dan kalian udah pada taukan gimana kelanjutannya udah dijelasin diChap kemarin.
#Skip
Dan kembali keibu hamil yang sedang ngidam *Suga*
Sepeninggal suami tampannya itu Suga mencari meja kosong untuk mereka nanti. Jika harus menunggu lebih lama lagi karena pesanannya yang aneh. Sudah dipastikan jika ia akan merasa kecewa. Karena yang dilihat cafe ini sedang banyak pengunjung. Dan ia sudah sangat hafal chef dicafe ini pasti sangat sibuk sekarang. Setelah beberapa kali memutar pandangannya. Akhirnya ia melihat 2 meja kosong disana. Pertama ada meja kosong didekat jendela cafe tersebut. Dan yang kedua ada didepan panggung kecil.
Suga ingin sekali duduk didekat panggung kecil tersebut. Tapi sepertinya suami kesayangannya pasti tidak ingin duduk disana. Karena yang Suga lihat Jimin sedang sangat sibuk belakangan ini. Apalagi setelah mengetahui perut suaminya itu sedang bermasalah *yang sudah pasti itu semua kebohongan yang dibuat Jimin*. Mereka pasti tidak akan lama diCafe tersebut. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya senyum sumringah Suga terlihat saat melihat pelayan yang tadi melayaninya datang.
"Maaf menunggu lama nyonya. Chef bilang ia akan membuatkan Ice Cream rasa kimchi pesanan anda. Dan anda bisa menunggu 15 menit." Jelas sipelayan yang semakin membuat Suga tersenyum cerah. Bahkan ia pun sempat hampir meloncat kegirangan kalau saja tidak mengingat bahwa dia sedang hamil dan didepan umum.
"Ne? Jjinja? Ahhh terima kasih. Dan baiklah aku akan menunggunya. Aku akan menunggu dimeja sebelah sana." Ucap Suga sambil menunjuk meja kosong didekat jendela dan pintu keluar Cafe tersebut.
"Hm maaf nyonya meja itu sudah dipesan. Jadi anda bisa duduk disebelah sana dekat panggung kecil itu. Dan anda sangat beruntung karena malam ini akan ada penampilan yang sangat ditunggu-tunggu oleh pelanggan cafe ini" jelas sipelayan tampan yang bername tag Minhyuk tersebut.
"Ah aku tau. Pasti penampilan para rapper yang tampan-tampan itukan? Aku pernah mendengarnya dari adik iparku. Baiklah aku pesan 2 cheescake, 1 Ice Cream kimchi dan Coffe late untuk suamiku" tutur Suga.
"Ya baiklah nyonya silahkan menunggu. Dan nikmati penampilan rapper terbaik yang kami miliki" ujar pelayan tersebut.
Tidak butuh waktu lama untuk Suga mendudukan tubuhnya yang sedikit lebih berisi sekarang. Ia menunggu pesanannya seorang diri. Setelah merasa bosan ia pun melihat jam tangan kesayangannya. Tidak terasa sudah 10menit ia menunggu dan sudah lebih dari 10menit juga suami kesayangannya itu ketoilet. Dengan wajah yang sangat menampilkan kebosanan. Akhirnya Suga pun mengeluarkan ponsel kesayangannya. Ia mendial nomer ponsel suaminya. Tetapi sudah berkali-kali ia mencoba menghubungi Jimin tetap tidak diangkat. Lalu ia teringat pada Kookie adik ipar kesayangannya itu. Suga langsung mengirim pesan padanya.
To: Kookie
Kookie-ah, dimana kau?
Aku sedang ada diCafe.
Dan beruntungnya aku karena ada penampilan keren rapper yang kau ceritakan itu. Ayo kesini bergambung denganku dan Jimin. Ini pasti seru dan mengasyikkan.
Setelah mengirimkan pesan pada Jungkook. Ia langsung memikirkan Jimin kembali. Dan mendadak Suga menjadi khawatir pada suami berperut kotak-kotaknya. Ia pun menjadi memikirkan kenapa Jimin sampai memiliki masalah pada perutnya. Tidak biasanya Jimin membutuhkan waktu lama didalam toilet. Dia pun berpikir apa Jimin memakan makanan beracun atau akhir-akhir ini dia memakan makanan yang tidak sehat?
'Haaaaaaah, kemana sih suamiku?' batin Suga.
Setelah mendial nomer ponsel suaminya untuk yang ke-35 kali. Pandangan Suga pun teralihkan kepanggung kecil didepannya. Diatas sana ada beberapa laki-laki tampan yang sudah pasti Rapper yang dibicarakan adik iparnya itu. Laki-laki yang pertama Suga sedikit mengenalinya karena dia adalah salah satu pelayan disana dan Suga pernah dilayani olehnya. Yang kedua ada laki-laki tinggi berparas sedikit ada kemiripan dengan aktor korea Lee Minho. Dan laki-laki yang terakhir sepertinya seumuran dengan laki-laki pertama, tinggi mereka pun tidak terlalu jauh. Dan benar apa yang Jungkook bilang mereka tampan-tampan. Suga hanya tersenyum banyak arti dan kembali menggelengkan kepalanya setelah mengingat saat ini dia sudah memiliki suami dan sebentar lagi akan memiliki baby. Ia pun hanya tersenyum geli dengan pemikirannya sendiri.
Suga sebenarnya sangat menyukai Rap. Dulu sewaktu ia masih bersekolah sebelum kehidupannya menjadi berantakan. Suga adalah salah satu siswa perempuan yang memiliki bakat yang mungkin semua orang selalu berdecak kagum. Karena bukan hanya menggambar dan mendesain tetapi ia memiliki bakat menjadi rapper perempuan yang mungkin saja kalau hidupnya tidak se-menyedihkan dulu. Pas banyak sekali produser yang akan merekrutnya. Tetapi takdir berkata lain, bukan? Sekarang ia hanya bisa menyalurkan bakat mendesainnya saja.
"Selamat malam pengunjung Cafe yang aku dan teman-temanku hormati. Kali ini kami akan membawakan lagu-lagu romantis dengan cara rap kami. Selain itu kita juga akan dibantu dengan satu orang lagi untuk menghibur kalian. Ia akan menyanyikan lagu untuk sesorang yang spesial untuknya." ucap Jackson. Ia melihat Suga yang sedang duduk dimeja depannya. Jackson sangat mengerti kenapa Jimin sangat ingin membuat perempuan dihadapannya ini kejutan. Dan meskipun Jackson playboy dan tidak benar-benar mengerti cinta. Ia merasakan dan sangat tau betul jika Jimin mencintai perempuan mungil, manis, dan sangat cantik didepannya ini.
Musik mulai mengalun dan suara para Rapper itupun menggema dan membuat semua pengunjung Cafe tersebut bersorak untuk mereka. Dipertengahan lagu kedua Suga dikagetkan dengan pelayan yang mengantarkan pesanannya. Tapi ia kaget bukan kaget karena pelayan yang dihadapnya ini datang tiba-tiba. Tetapi pelayan itu seperti seseorang yang ia kenal. Postur tubuhnya, suaranya dan yang sangat dikenal Suga adalah wangi parfume seseorang yang sangat ia cintai. Karena ia lah yang membelikan parfume tersebut pada suaminya Jimin. Hanya saja Suga tidak yakin itu suaminya. Karena suaminya pasti sedang ada didalam toilet sana. Dan yang sangat meyakinkan pendapatnya karena baju yang sipelayan itu pakai. Tidak mungkin Jimin memakai baju pelayan. Sedangkan ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa suaminya itu memakai setelah kantornya.
"Maaf menunggu lama nyonya, silahkan menikmati pesanan anda" ucap sipelayan.
"Terima kasih" ucap Suga.
Setelah sipelayan itu mengantarkan pesanannya. Suga melihat pelayan tersebut berjalan kearah panggung. Ia memperhatikan sipelayan tersebut karena belum benar-benar yakin dengan hatinya. Pelayan tersebut memakai T-Shirt ketat berwana putih memperlihatkan otot-otot tangannya, kemeja kotak-kotak yang diikat pada pinggangnya. Celana panjang hitam yang agak sedikit mengatung. Dan snapback hitam dikepalanya. Entah kenapa ia sangat teringat suami kesayangannya itu.
"Kenapa aku memikirkan Jimin saat melihat pelayan itu. Padahal sudah jelas-jelas suamiku sedang berada ditoilet mengurus masalah pada perutnya" ucap Suga dengan masih memperhatikan pelayan gagah tersebut. Tanpa disadari tenyata lagu ketiga yang dibawakan Rapper andalan Cafe tersebut sudah selesai.
"Nah, sudah saatnya penampilan terakhir. Kita sambut saja guest star kita yang akan menyanyikan lagu untuk orang spesialnya disini. Apakah kalian siap?" teriak Jackson pada akhir kalimat. Yang membuat pengunjung semakin penasaran dan membuat riuh dengan sorakan penasaran mereka.
"Ini dia penampilan terakhir" ujar Jackson yang langsung mengambil gitar acoustic nya. Iapun kembali duduk disamping kedua temannya. Dan tidak lama kemudian laki-laki sipelayan yang baru saja mengantarkan pesanan Suga menaiki panggung. Suga hanya merasa cuek segera mengambil sendok untuk menyantap Ice Cream kimchinya. Tetapi ia masih tetap memandang panggung kecil tersebut. Dan betapa shock nya Suga mengetahui siapa laki-laki yang dimaksud guest star tersebut.
"J-Jj-Jimin" teriak Suga yang sangat terkejut pelayan yang tadi melayaninya ternyata benar-benar suaminya. Ia benar-benar tidak menyangka. Benar-benar sangat tidak menyangka. Sampai-sampai ia tidak jadi memasukan Ice Cream kimchinya dan menaruh sendoknya kembali. Berapa kagetnya Suga karena suaminya tersenyum kepadanya diatas panggung tersebut.
Terdengar bisik-bisik para pengunjung disekitar Suga. Mereka pun kaget seperti Suga karena melihat Jimin diatas panggung dengan pakaian casualnya. Pasalnya mereka sangat mengenal Jimin sebagai pengusaha muda tersukses, tampan, gagah dan pastinya terkaya dikorea. Suga juga mendengar bisikan para ibu-ibu dan permpuan disana. Ia sedikit jengkel sekaligus senang mendengar bisikan mereka.
"Bukan kah itu Park Jimin, dia tampan sekali. Pasti perempuan yang mendapatkannya sangat cantik."
"Waaaaah, itukan Park Jimin sipengusaha muda itu. Dia kesini untuk menyanyikan lagu untuk orang yang spesial untuknya? Siapa itu? Pasti perempuan itu sangat hebat"
Ada juga yang seperti ini
"Wah tampan sekali yah, dia masih sangat muda dan sudah sangat sukses. Aku ingin menjadikannya menantuku"
"Dia sangat tampan dan hebat dengan umur yang masih muda sudah menjadi pengusaha sukses. Aku akan memperkenalkan anak perempuanku jika ia ingin" ucap-ucapan ibu-ibu itu membuat Suga unmood dengan sendirinya.
"Apa-apaan yang mereka bilang. Maaf tetapi Jimin sudah ada yang memiliki. Karena sudah pasti itu aku. Dan hanya aku yang dapat memilikinya." Batin Suga
"Waaah daebak daebak itu pengusaha muda kaya raya itu kan? Dia sangat tampan yah. Sayang sekali dia sudah memiliki orang spesial. Tapi akan rela menjadi yang kedua" oke ucapan gadis muda ini sangat membua emosinya memuncak.
Menyadari raut wajah Suga karena bisikan-bisikian dari pengunjung yang mayoritas ibu-ibu dan gadis muda itu. Jimin langsung tersnyum penuh arti. Ia sangat paham watak istrinya yang sedang cemburu itu. Suga yang melihat senyuman Jimin langsung melahap Ice Cream kimchi pesanannya itu mengingat bahwa Jimin lah yang melayani dan mengantarkan pesanannya. Dan setelah itu Suga yang sedikit merasa tenang dan merubah ekpresi wajahnya. Jimin hanya terkekeh melihat perubahan ekpresi Suga. Istri mungilnya itu selalu saja cepat berubah moodnya setelah memakai Ice Cream dan cheescake.
Lalu mulai lah penampilan dadakan Jimin. Suasana menjadi sunyi saat petikan gitar dan juga suara Jimin yang mengalun. Membuat pengunjung disana terhanyut dengan alunan suara Jimin yang diiringi gitar yang dimainkan oleh Jackson.
Baby baby geudaeneun
Caramel macchiato
Yeojeonhi nae ipdaen
Geudae hyanggi dalkomhae
Baby baby tonight
Dan setelah itu betapa terkejutnya Suga mendengar suara Jimin yang sedang menyanyi. Ia baru mengetahui bahwa suami menyebalkannya itu bisa menyanyi. Bahkan suaranya sangat bagus. Ini benar-benar kejutan untuk Suga. Ia hanya tersenyum pada Jimin yang dibalas senyuman manis yang siapa saja melihat senyuman suaminya itu bisa langsung jatuh hati. Lagu yang dibawakan oleh Jimin dan teman-teman rapper nya Jackson mengalun dengan sangat indah.
Dipertengahan lagu Jackson menghentikan petikan gitarnya. Jimin yang memang sudah tau rencana Jackson dan keluarganya langsung turun menghampiri Suga. Tanpa wanita mungil itu sadari. Karena terlalu fokus pada penampilan suaminya itu malem ini yang menurut Suga sangat tampan, keren, dan santai itu. Ternyata disampingnya sudah ada Chef yang sudah dikenal baik oleh Suga dan suaminya sipemilik Cafe tersebut membawa sebuket bunga mawar putih yang sudah disodorkan pada Jimin.
Suga dan pengunjung lain Cafe itu pun langsung memperhatikan semua gerak-gerik Jimin. Mulai dari Jimin meninggalkan panggung kecil itu. Sedikit melewati meja yang ditempati Suga untuk mengambil buket bunga. Dan yang mengejutkan lagi lampu Cafe tersebut dipadamkan yang menyisakan lampu sorot yang mengarah pada suami tampannya. Menjadikan suasana yang tidak pernah diduga Suga. Semua yang ada disana berdecak kagum dengan apa yang sudah dilakukan sepengusaha muda dan tampan itu.
Bahkan ada beberapa yang bersorak melihat kejadian yang benar-benar sayang untuk dilewatkan. Jimin menghampiri Suga yang membuat istri cantiknya itu ikut tersorot lampu sorot yang membuat tubuh mungil Suga, wajah cantiknya dan kulit putih berkilau. Yang membuat pesona seorang Park Suga membuat semua orang mengerti bagaimana seorang pengusaha muda, sukses, kaya dan tampan itu bisa melakukan ini semua.
Bahkan para ibu-ibu dan gadis yang tadi membuat Suga kesal dengan ucapan meraka itupun seperti iri dengan Suga. Dan bahkan mendambakan bisa seperti Suga. Suga yang cantik, mungil, manis, dan pastinya memiliki suami seperti Jimin. Suga hanya tersenyum manis bercampur malu karena sudah pasti pipi merona Suga dapat dilihat jelas oleh Jimin dan juga orang-orang disana. Jimin membawa tangan mungil istrinya yang sangat ia cintai itu kedada sebelah kiri. Jimin berniat untuk membuat istri mungilnya itu merasakan debaran jantungnya dan perasaan cinta padanya. Dan tanpa diduga Jimin berjongkok dan memgang tangan Suga dan mencium punggung tangan wanita tercintanya dan memberikan buket bungan mawar putih untuk Suga.
Semua yang ada disana bertepuk tangan dan bersorak. Jimin benar-benar membuat kejutan yang sangat sempurna untuk Suga. Dan untuk istri kesayangannya itu Jimin juga membuat perempuan disana sangat iri seiri-irinya. Jimin berdiri lalu mencium pucuk kepala Suga dan mengelus perutnya. Dan orang-orang disana ikut memperhatikan perut yang Jimin elus dengan penuh kasih sayang. Dan setelahnya Jimin melanjutkan nyanyiannya dan kembali keatas panggung bersama Suga.
Semua yang disana terlihat sangat bahagia meliat pasangan mesra diatas panggung sana. Sudah hampir 2menit akhirnya lagu tersebut berakhir. Jimin langsung memeluk Suga yang sudah meneteskan air mata bahagianya. Dan membisikan kata-kata yang membuat Suga benar-benar merasa menjadi wanita yang sangat beruntung telah memiliki suami seperti Jimin.
"Aku mencintaimu sangat mencintaimu. Sekarang, esok dan selamanya bahakan sampai maut memisahkan kita nyonya Park Suga"
Setelah penampilan merekapun disambut dengan tepukan meriah dari para pengunjung. Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah untuk pasangan suami istri itu dan juga semua orang yang ada didalam sana. Karena bisa melihat penampilan dan adegan mesra sipengusaha sukses kaya raya dengan istrinya. Dan semuanya sangat puas dan tidak menyesal datang keCafe itu.
Sudah waktunya Suga menikmati Cheescake dan juga Ice Cream rasa kimchi yang sudah sedikit meleleh itu. Suga pun menarik tangan Jimin untuk kemeja mereka dan menikmati pesanannya. Tetapi sebelum mereka menikmati pesanan mereka. Kejadian yang tidak diinginkan dan membuat semua orang disana berteriak histerispun terjadi.
BUGH
"AAAARRRGGGGGH"
"SAYAAAAANG!"
TBC
Hai hai aku kembali dan maaf chap ini makin gaje. Dan banyak typo bertebaran. Aku juga mau berterima kasih buat yang udah baca, review, follow dan favorite in FF ini. Kalian luar biasa lah. Dan terima kasih juga buat adik Yuma yang baik banget udah kasih masukan begitu banyak dichap sebelumnya. Kamu luar biasa lah de kkk~
Dan maaf yah readers chap ini belum bisa menjanjikan adanya Park Jimin junior. Dan moga-moga aja chap depan sudah ada. Dan sepertinya dichap depan nanti ada adegan NC deh. Jadi yang dibawah umur diharapkan tidak membacanya. Tapi kalo udah terlanjur baca dosa tanggung sendiri okeeee~
Sudah dulu takut pada bosen sama aku, bye~
